Perlunya Simulator Kapal Selam untuk Profesionalitas Awak

simulator kapal selam
simulator kapal selam
Sejumlah negara kini telah melengkapi Angkatan Lautnya dengan simulator kapal selam. Tentu saja negara-negara itu telah mengoperasikan kapal selam. Dengan keberadaan simulator itu, para awak kapal selam dapat berlatih profisiensi pengoperasian kapal selam. Sekaligus membangun kapasitas para calon awak kapal selam sebelum menggunakan kapal selam yang sesungguhnya.

Indonesia telah lama mengoperasikan kapal selam, namun baru akan memiliki simulator kapal selam. Yang menyedihkan, simulator kapal perang permukaan seperti fregat dan korvet belum dipunyai.

Semua proses membangun profisiensi dilaksanakan di anjungan kapal perang. Padahal keberadaan simulator yang sesuai dengan jenis kapal perang yang dioperasikan akan sangat berguna untuk menjaga profisiensi awak kapal perang.

Untuk ke depan, keberadaan fasilitas pelatihan kapal selam di Surabaya hendaknya selalu dilengkapi dengan simulator yang sesuai dengan kapal selam yang dioperasikan.

Apalagi ada dua kelas kapal selam yang dioperasikan, maka harus ada dua simulator yang berbeda pula. Dari sisi harga, nilai simulator kapal selam cukup murah dibandingkan harga kapal selam itu sendiri.


Sumber : TSM

Spesifikasi Pesawat Tempur KFX/IFX Indonesia Bisa Berbeda

KFX/IFX
KFX/IFX
Spesisikasi calon pesawat tempur generasi 4,5 hasil kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan, KFX/IFX, bisa jadi akan berbeda antara yang dimiliki Indonesia dan Korea Selatan, walau rancang bangun fisiknya telah final.

"Serangkaian pembicaraan tetap dilakukan walau rancang bangun fisiknya telah ditetapkan. Modelnya bisa dilihat seperti pada Indo Defence 2014 ini," kata Deputi Manajer Program KFX/IFX Korea Aerospace Industry, Hwang Sungho, di sela pameran industri pertahanan Indo Defence 2014, di Jakarta, Rabu kemarin.

Dia juga tidak mengungkap jenis-jenis teknologi yang dikatakan akan menjadi teknologi "masa depan" yang akan dibagi kepada Indonesia.

Tentang ini, ahli teknologi penerbangan, Dr Mulyo Widodo, akhir 2013 lalu, menyatakan, "Meski sebagian lagi (teknologi) masih dicari, kami percaya Korea bisa meraihnya. Mereka punya peta jalan yang jelas dalam proyek pengembangan jet tempur," katanya.

"Mereka sudah memulainya dengan KT-1, lalu T-50, TA-50 dan setelah itu: FA-50. Lebih dari itu mereka juga punya belasan veteran NASA dan USAF yang jadi tempat bertanya. Mereka kini dosen di sejumlah perguruan tinggi," kata dia.

Program KFX/IFX yang digagas Presiden Korea Selatan (saat itu), Kim Dae-jung, pada 2001, masih dalam tahap pengembangan walau kesepakatan komposisi pembiayaan antara Indonesia dan Korea Selatan sudah ditentukan, yaitu 20 berbanding 80.

Secara total, berdasarkan perundingan kedua pemerintahan, akan dibuat 120 unit KFX/IFX ini. Hwang juga tidak bersedia menjawab, apakah komposisi "kontribusi" pembiayaan 20:80 itu akan menentukan spesifikasi teknis KFX/IFX yang akan dimiliki Indonesia dan Korea Selatan.

Sempat berkembang "teka-teki" tentang rupa pasti fisik KFX/IFX ini, namun rancangan pasti fisiknya belakangan sudah dipastikan dan model skalanya dipajang di gerai KAI pada Indo Defence 2014 ini.

Secara kasat mata, bentuk fisiknya sangat mirip dengan F-22 Raptor; bermesin dua dengan sayap tegak ganda dan rancangan kokpit serta bagian depan fuselage serupa, pun pada kompartemen bomb bay-nya yang tersembunyi.

Dengan begitu, arsenal yang bisa dia bawa disembunyikan sedemikian rupa di dalam ruang bom itu. Ini juga yang menolong tangkap radar cross section-nya menjadi sangat minimal. Teknologi serupa lazim dijumpai pada F-22 Raptor dan F-35 Lighting II.

Perbedaan spesifikasi itu, katanya, bisa pada beberapa hal tergantung pada keperluan masing-masing pemilik unit pesawat tempur generasi tercanggih yang digadang-gadang berteknologi stealth dan melongkapi capaian kemampuan Dassault Rafale (Prancis), Eurofighter Typhoon (konsorsium Eropa Barat), walau masih di bawah Lockheed Martin F-35 Lighting II.

Dia katakan, penentuan macam dan sumber piranti avionika, sebagai misal, masih belum diputuskan. Banyak ambisi yang ingin ditanamkan pada tubuh KFX/IFX ini, di antaranya penguasaan teknologi stealth, yang pada beberapa tipe pesawat tempur secara terbatas bisa dientaskan dengan aplikasi cat tertentu yang bisa menyerap paparan gelombang radar.

Hwang sangat yakin bahwa Indonesia tetap pada pendiriannya yaitu mewujudkan KFX/IFX ini hingga operasional penuh. Saat ditanya mengapa perwujudannya sejak ide digulirkan memakan waktu lama, dia berujar, "Eurofighter Typhoon juga memerlukan waktu cukup lama untuk bisa beroperasi penuh."

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/462688/spesifikasi-pesawat-tempur-kfxifx-indonesia-bisa-berbeda

USV Bonefish Kapal Laut Tanpa Awak Curi Perhatian Menhan Ryamizard

Autonomous Surface Vessel (USV) Bonefish
Autonomous Surface Vessel (USV) Bonefish
Produsen alat pertahanan nasional, PT Lundin tengah dalam proses pembuatan Kapal laut tanpa awak. Bekerja sama dengan perusahaan asal Swedia, SAAB, PT Lundin masih dalam tahap membangun kapal bernama Autonomous Surface Vessel (USV) Bonefish.

"Kita bekerja sama dengan SAAB. Mereka yang kerjakan teknologinya. Kita yang buat platformnya," ujar salah satu staf PT Lundin di Indo Defence 2014 Expo&Forum yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakpus, Rabu (5/11/2014).

Kapal ini dilengkapi dengan rudal RBS15 Mk3 yang berkecepatan subsonik. Rudal ini memiliki hulu ledak HET seberat 200 kg. Selain itu kapal ini juga dipersenjatai dengan naval gun 40Mk4.

Tak hanya itu, radar Sea Giraffe 1X 3D yang memiliki berat 150 kg terpasang USV Bonefish ini. Radar ini disebut mampu mereduksi efek lengkung bumi.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu didampingi KSAL Laksamana Marsetio sempat mengunjungi stan yang menunjukkan prototype kapal tanpa awak ini. Ke depan, PT Lundin berharap agar bisa benar-benar produk unggulan itu secara mandiri.

"Kan kita ada transfer teknologi supaya teknisi kita bisa buat sendiri," kata petugas yang sama.

 

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/11/05/191717/2740165/10/kapal-laut-tanpa-awak-ini-curi-perhatian-menhan-ryamizard?9911012

Perancis Dikabarkan Siap Akui Negara Palestina

 Palestina Merdeka
Palestina
Dukungan untuk Palestina kembali mengemuka, setelah parlemen Perancis dikabarkan akan membuat pemungutan suara mengenai sikap mereka terhadap Palestina.

Ide mengenai pemungutan suara ini dikemukakan oleh partai berkuasa Perancis saat ini, yakni Partai Sosialis.

“Dengan melihat situasi Palestina saat ini, dimana mereka diblok oleh Israel, Partai Sosialis akhirnya berpikir dan percaya bahwa kita harus melakukan sesuatu dan kita harus memastikan Palestina mendapatkan hak mereka,” ungkap pihak Parlemen Perancis.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (5/11/2014), pihak Parlemen Perancis percaya dengan mengakui kedaulatan Palestina adalah satu-satunya untuk bisa menghentikan pendudukan Israel di wilayah Palestina, khususnya Yarusalem.

Menteri Luar Negeri Laurent Fabius, dikabarkan akan bertemu anggota Parlemen dari partai Sosialis untuk membahas hal ini. Bila benar-benar dirasa bisa membantu menyelesaikan konflik Israel dan Palestina, rencananya pemungutan suara tersebut akan dilakukan para 14 Oktober mendatang.

Sebelum Perancis, Inggris dan Swedia sudah melakukan hal serupa. Parlemen Inggris membuat sebuah pemungutan suara tidak terikat, yang menunjukan bahwa Parlemen Inggris setuju untuk mengakui Palesitna, sedangkan Swedia sudah resmi mengakui kedaulatan Palestina.

 

Sumber : http://international.sindonews.com/read/920287/41/prancis-dikabarkan-siap-akui-palestina

Mayjen Doni : Kopassus Wajib Senyum, Sapa & Salam Pada Rakyat

Komando Pasukan Khusus
Komando Pasukan Khusus
Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayjen Doni Monardo risih melihat rakyat takut melihat para prajurit Kopassus. Doni pun membuat gebrakan. Diperintahkannya prajurit Kopassus selalu senyum, sapa dan salaman.

“Jadi biasanya kalau diliatin di jalan, prajurit bilang ‘apa lo liat-liat?’ Nah sekarang tidak boleh. Jika di jalan ada yang melihat, anggota Kopassus harus senyum duluan,” kata Mayjen Doni dalam pertemuan dengan media massa di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (5/10) malam.

Nah jika orang ikut tersenyum. Maka prajurit itu wajib menyapa ‘apa kabar’? Jika dijawab kabar baik, maka itu berarti ada keinginan orang untuk berkomunikasi. Prajurit itu pun harus mengulurkan tangan untuk bersalaman.

“Kita ingin mengubah citra. Prajurit yang tangguh tak perlu tampil seram di depan masyarakat,” kata Doni yang baru dilantik menjadi orang nomor satu di korps baret merah ini.

Lalu bagaimana dengan prajurit yang tidak bisa tersenyum?

“Nyengir aja. Yang penting kelihatan gigi. Giginya harus putih, jangan lupa gosok gigi,” canda Doni sambil tertawa.

Menurut Doni, Kopassus terus meningkatkan kemampuan tempurnya. Dia ingin Kopassus disegani kawan dan ditakuti lawan.

Senyum-Sapa-Salaman itu pun tak cuma basa-basi. Doni mencetak poster besar dan ditaruh di Markas Kopassus. Dia ingin prajuritnya berubah.

“Kalau rakyat dan TNI sudah bersatu, apapun bisa dihadapi,” kata dia.


Sumber :http://www.merdeka.com/peristiwa/mayjen-doni-kopassus-wajib-senyum-sapa-salam-pada-rakyat.html

Mengenal "Spetsnaz GRU" Pasukan Elit Rusia

Spetsnaz
Spetsnaz
Spetsnaz adalah sebutan untuk setiap pasukan khusus dalam bahasa Rusia, secara harfiah “kekuatan berkemampuan khusus”. Istilah ini dapat berarti elit atau unit pasukan khusus dengan tujuan khusus, unit ini berada di bawah komando dari Federal Security Servisce (FSB), meruakan pasukan internal Rusia departemen dalam negeri, dan unit ini dikendalikan oleh Dinas intelijen militer GRU.

Konseptor asli strategi dan taktik pasukan khusus ini adalah seorang teoretikus militer Rusia Mikhail Svechnykov (terbunuh dalam pembersihan tahun 1938), tujuan pengembangan pasukan ini adalah medan perang serta kemampuan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh pasukan konvensional dan kesulitan-kesulitan yang mungkin mereka akan hadapi di lapangan. Namun, implementasi teori-teori ini diinisiasi oleh Ilya Starinov, dikenal sebagai “kakek spetsnaz Rusia”.

Spetsnaz melaksanakan pengintaian dan “perang khusus” mebjalankan misi di masa damai juga dalam masa perang. Fungsi utama dari anggota Spetsnaz di masa perang adalah, infiltrasi, penyusupan ke garis belakang pertahanan musuh (baik dalam pakaian seragam atau sipil), biasanya dilakuakn sebelum dilakukan sebelum kontak senjata sebenar dialkukan, Spetsnaz akan melakukan tindakan sabotase, selain itu Spetsnaz dapat diandalkan untuk melakukan pembunuhan pemimpin kunci sebuah pemerintah dan perwira militer.

Sebenarnya Spetsnaz adalah sebutan untuk pasukan khusus dalam bahasa Rusia. Jadi kalo pasukan khusunya adalah KOPASSUS maka akan dipanggil Indonesian Spetsnaz. Tulisan ini juga ingin meluruskan kesalahan pemahaman tentang Spetsnaz. Spetsnaz khas milik rusia adalah Spetsnaz GRU.

Spetsnaz GRU adalah unit Spetsnaz asli di bawah kendali GRU dan umumnya dianggap yang terbaik, berpengalaman dan paling terlatih. Pasukan ini merupakan unit pasukan khusus Angkatan Bersenjata Rusia, Spetsnaz GRU 27 tahun lebih tua dari pada unit-unit lainnya seperti KGB, FSB dan MVD.

Sptsnaz memiliki reputasi yang sangat kesohor. Tidak seperti unit pasukan khusus lainnya, Spetsnaz GRU terkenal membaur dengan unit tentara reguler biasa dengan mengenakan seragam standar prajurit penerjun , bahkan informasi yang dikutip dari berbagai-bagai sumber , sesama pasukan tentara rusia akan susah untuk mengenali dan membedakan mana yang anggota pasukan Sptsnaz atau bukan, gerakan mereka dalam menyamar dan mencegah identifikasi mereka diketahui sangat mendekati sempurna. Yang dapat mengetahui hanya sesama anggota Spetsnaz itu pun terbatas.

Misi Spetsnaz

Misi utama Spetsnaz adalah melaksanakan misi strategis sebelum perang ataupun selama perang. Tugas-tugas perang ini akan mencakup: pengintaian target strategis; penghancuran fasilitas penting (pusat perintah-kontrol-dan-komunikasi); penghancuran sistem pengiriman senjata strategis; pembongkaran jembatan penting dan dan jalur transportasi; dan menyambar atau pembunuhan pemimpin militer dan politik yang penting. Banyak dari misi ini akan dilakukan sebelum musuh dapat bereaksi dan beberapa bahkan dilakukan sebelum perang benar-benar pecah.

Senjata

Dalam menjalankan operasinya mayoritas anggota pasukan Spetsnaz membawa AKS-74 senapan 5.45 mm dan pistol otomatis PRI 5.45 mm. Selain itu mereka juga dilengkapi dengan pisau tempur yang dikenal khas dengan sebutan Spetsnaz Knife, yang dirancang khusus untuk anggota Spetsnaz. Selain itu Anggota Spetsnaz juga dilatih menggunakan berbagai-bagai macam senjata.

Pelatihan

Orang-orang yang akan bergabung dengan Spetsnaz tapi tidak ada pengalaman militer sebelumnya maka akan diberikan pelatihan dasar militer seperti disiplin, berbaris, bidang kerajinan, penggunaan senjata, dan sistem kerja. Setelah dianngap kualifaid untuk memasuki tahap pelatihan Spetsnaz, maka tekanan pelatihan meningkat, berikut beberapa pelatihan yang dijalani calon Spetsnaz _”catatan: ini hanya metode yang dipublikasikan saja , tentu saja masing-masing dapur punya resep dan menu sendiri termasuk unit-unit pasukan khusus”. Berikut menu latihannya:

* Penanganan senjata, termasuk penggunaan senjata asing dan penembak jitu;
* Kebugaran, dengan penekanan pada ketahanan dan kekuatan;
* Pelacakan, berpatroli, kamuflase, dan pengawasan teknik, termasuk kelangsungan hidup dalam berbagai lingkungan yang keras (survival);
* Pertarungan, bersenjata dan dengan pisau (baik genggam dan melemparkan), dan pembunuhan target;
* Sabotase dan penghancuran;
* Pelatihan bahasa dan interogasi tahanan;
* Infiltrasi melalui air, termasuk terjun payung untuk pesawat sayap-tetap, dan keluar dari helikopter dengn tali atau parasut.

Untuk Spetsnaz laut di samping di atas tadi mereka harus mempelajari teknik-teknik tempur perenang, penggunaan senjata bawah air, kano, menyusup ke dalam garis pantai musuh mahupun keluar dari garis pantai musuh , cara keluar dan masuk untuk menenggelamkan kapal selam.


Sumber : TSM

Pangeran Harry Akan Ikut Berperang Melawan ISIS

Pangeran Harry
Pangeran Harry
Pangeran Harry kemungkinan turut dikerahkan untuk melawan kelompok militan ISIS. Ini merupakan penugasan kedua sang pangeran setelah ikut berperang di Afghanistan.

Pemerintah Inggris kemungkinan mengerahkan helikopter apache untuk melawan ISIS. Pangeran Harry sendiri mempunyai kemampuan menerbangkan helikopter jenis ini. Karena itu, kemungkinan besar dialah yang akan bertugas di Irak dan Suriah.

Pangeran Harry pernah bertugas di Afghanistan. Menurut salah seorang teman di militer, dia tampak seperti tentara lainnya. Bahkan, banyak orang sempat tidak menyadari kalau dia adalah Pangeran Harry.

“Jika situasinya tepat, saya yakin dia akan menghabisi ISIS,” ujar teman Pangeran Harry yang tidak mau disebut namanya, seperti dilansir IBtimes, Kamis (6/11/2014).

Pada Rabu 5 November, Sekretaris Kementerian Pertahanan Inggris Michael Fallon mengatakan bahwa tentara Inggris sedang membutuhkan tambahan personel dan peralatan tempur untuk menghadapi kelompok militan ISIS, terutama untuk wilayah-wilayah di Irak Utara dan Suriah.

Pangeran Harry memulai karier militer pada 2002 dengan spsesialis sebagai pilot helikopter apache dan berpredikat memuaskan. Kemudian pada 2003, dia bertugas di Afghanistan. Juli 2013, Pangeran Harry pun diangkat menjadi Komandan Tempur Helikopter Apache. Menarik dinantikan kiprah sang pangeran untuk menumpas ISIS.
 

Sumber :http://news.okezone.com/read/2014/11/06/18/1061757/pangeran-harry-akan-ikut-berperang-melawan-isis

Teknologi Anti Sadap Buatan Indonesia Mulai Dikembangkan

Alat Anti Sadap
Alat Anti Sadap
Pemerintah melalui Kementrian Pertahanan terus menggencarkan pentingnya kemandirian lokal dalam sistem pertahanan nasional. BUMN dan BUMS didorong untuk mengembangkan industri pertahanan dalam negeri berstandar Internasional.

Salah satunya yang sudah dikembangkan produk cyber defence adalah teknologi anti sadap. Hasil perkembangan dari 158 BUMS industri pertahanan nasional, yang terlibat dalam Indodefence Expo di Kemayoran Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain itu ada juga produk lainnya dari PT Indoguardika Cipta Kreasi (ICK) yang mengenalkan berbagai produk komunikasi dan informasi anti sadap. Baik untuk komunikasi via jaringan mobile, kabel, maupun data internet.

“Kami pamerkan ke publik produk unggulan anti sadap layanan pesan pendek atau SMS Guard, suara atau Voice Guard, pesan instan atau Chat Guard dan telepon PSTN atau TiO Guard,” terang Managing Director PT ICK, Dahniar Wisnu Paramita, Rabu (5/11/2014) dalam keterangannya di Booth D187, Hall D, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Dahniar menjelaskan, diantara keempat produk yang dipamerkan, tiga diantaranya merupakan produk baru yang diluncurkan di perhelatan akbar pameran teknologi internasional itu. “Tiga produk baru tersebut Voice Guard, Chat Guard dan Tio Guard. Menyusul tahun depan kita luncurkan layanan antisadap Email Guard dan VPN (Virtual Private Network) Guard.”

Sementara layanan SMS Guard sendiri sudah bisa dinikmati publik sejak tahun lalu. Semuanya produk teknologi keamanan komunikasi dan sistem informasi tersebut asli buatan karya anak bangsa. “Kami kumpulkan para ahli kriptografi, IT security, mobile web developer, dan manufaktur perangkat keras berenkripsi asli Indonesia untuk mengembangkan produk komunikasi aman anti sadap,” tegas Dahniar.

Dalam kesempatan yang sama Research and Production Director ICK Sujoko menjelaskan teknologi anti sadap perusahaan IT Security ini sudah berstandar internasional. “Baik untuk Algoritma, protokol, IT Security ini sudah berstandar,” tutupnya.



Sumber : http://techno.okezone.com/read/2014/11/06/207/1061763/teknologi-anti-sadap-buatan-indonesia-mulai-dikembangkan

Masuki NKRI Tanpa Izin, Pesawat Asing Bisa Ditembak!

Sukhoi TNI AU
Kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) seolah sedang diuji. Sebab tiga pesawat asing diduga melintasi wilayah Indonesia tanpa izin dalam beberapa minggu terakhir.

Pengamat Sejarah Militer dan Perang Universitas Indonesia (UI) Saleh As'ad Djamhari menilai, hal itu memang tugas seorang prajurit TNI untuk menjaga wilayah NKRI. Namun, Saleh mengaku tidak mengetahui pasti tujuan pesawat asing tersebut melintasi wilayah NKRI termasuk menguji kekuatan militer Indonesia.

"Saya tidak tahu persis mengapa tetapi yang jelas itu tugas TNI, memang menjaga kedaulatan bangsa," tegasnya di Kampus UI, Depok, Selasa (04/11/2014).

Pengajar luar biasa di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI ini menambahkan siapapun pihak asing yang melintasi wilayah negara lain harus diberikan sanksi. Tak tanggung-tanggung, setelah peringatan TNI berwenang memaksa pesawat turun bahkan boleh menembak pesawat tersebut.

"Ada aturannya dong, siapapun yang masuk tanpa izin masuki rumah orang kok tanpa izin, pekarangan orang. Enak saja, kalau enggak mau turun ya ditembak saja," tukasnya.

Sesuai hukum internasional, kata Saleh, tindakan TNI dinilai tepat. "Ini kan internasional diperingati dulu satu, dua, dan tiga, jangan takut-takut ini kan amanah bangsa," jelasnya.

Sebelumnya tiga pesawat dipaksa mendarat oleh TNI. Yakni 3 November pesawat carteran oleh warga Arab dipaksa turun di Bandara El Tari, Kupang, NTT. Pada 28 Oktober pesawat Cessna dipaksa turun di Bandara Pontianak, dan pada 22 Oktober pesawat Beechcraft dipiloti warga Australia dipaksa turun di Makassar.


Sumber : http://nasional.sindonews.com/read/919577/14/masuki-nkri-tanpa-izin-pesawat-asing-bisa-ditembak

Cukupi Pemenuhan MEF, Kasal Tinjau Indo Defence 2014

Kasal Laksamana TNI Marsetio
Kasal Laksamana TNI Marsetio
Dalam pagelaran Indo Defence 2014 di Jakarta Expo Kemayoran yang berlangsung 5-8 November 2014, Kasal Laksamana TNI Marsetio meninjau pameran peralatan yang digunakan untuk pertahanan laut. Dalam tinjauan tersebut, Kasal akan melakukan beberapa pemesanan, terkait pencapaian Minimum Essential Force (MEF).

“Jadi, dalam MEF kita 2010-2014, perusahaan dari Airbus Military telah memenangkan tender pembelian untuk 10-12 buah helikopter, kemudian untuk pembangunan torpedo, sonar, dan 700 boat. Produk-produk berkelas dunia itu sesuai dengan pembangunan MEF kita. Dan kita pun membeli Combat Major System serta termasuk pembangunan industri pertahanan dalam negeri kita,” katanya.

Menurutnya, pembangunan industri pertahanan Indonesia sudah terbukti dalam pengembangan alutsista yang telah dilakukan beberapa perusahaan dalam negeri, antara lain PT PAL, PT LAN, PT DI, dan sebagainya.

“Di dalam Indo Defence ini juga menjadi ajang bagi industri pertahanan kita untuk menjalin network dengan industri pertahanan dari negara lain,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kasal menuturkan, sebagai Negara Maritim, Indonesia harus memiliki kekuatan maritim yang besar untuk mencukupi kebutuhan pertahanan.

“Kita sudah memesan kapal selam dari Korea Selatan. Kalau hanya 2 tidak cukup untuk melindungi wilayah laut kita yang luas. Karena, sebagai Negara Maritim, kita harus memiliki kekuatan maritim yang besar,” pungkasnya.
 

Sumber :http://jurnalmaritim.com/2014/1/2593/cukupi-pemenuhan-mef-kasal-tinjau-indo-defence-2014

Bahas Stabilitas kawasan, Panglima TNI Terima Beberapa Pejabat Militer Asia-Pasifik

Penglima TNI
Dalam rangka kunjungan kerjanya ke Brunei Darussalam untuk mengikuti Konferensi Panglima Angkatan Bersenjata (Chief of Defense -CHOD) Conference, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko secara berturut-turut melakukan pertemuan bersama beberapa Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) Asia-Pasifik dan Pejabat Militer di Indera Samudra Grand Hall 1, Brunei Darussalam, Selasa (4/11/2014).

Pada kesempatan pertama, Panglima TNI bertemu dengan Panglima Komando Pasifik AS Laksamana Samuel Locklear, membicarakan mengenai tema Konferensi CHOD, yakni ‘Multilaterism: Practical Cooperation Towards Shared Responsibility’.

CHOD merupakan forum yang strategis bagi evaluasi perkembangan keamanan di kawasan Asia-Pasifik. Kedua pejabat tinggi militer tersebut sepakat bahwa penyelesaian isu-isu keamanan tidak dapat diselesaikan dengan pertikaian (bilateral), namun perlu diselesaikan secara multilateral bekerja sama dengan beberapa negara.

Selanjutnya, Panglima TNI bertemu dengan Pangab Selandia Baru, Letjen Timothy Keating. Pada pertemuan ini, Panglima TNI mengundang Pangab Selandia Baru untuk datang ke Indonesia melihat secara langsung fasilitas yang telah dimiliki TNI atau melakukan peluang kerja sama yang lebih baik.

Panglima TNI kemudian melakukan pertemuan dengan Panglima Armada Laut Hindia Prancis Laksda Antoine Mario De Lisle dan menyampaikan apresiasi atas bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana tsunami di Aceh. Bantuan Prancis terbilang sangat besar dalam mengurangi beban penderitaan korban.

Dalam kesempatan berikutnya, Panglima TNI bertemu dengan Wakil Kepala Staf Australia Letjen Vice Admiral Roy Griggs. Panglima TNI mengucapkan terima kasih atas kedatangan Letjen Vice di Surabaya dalam rangka HUT TNI ke-69, yang akan mempererat hubungan kedua negara terutama di bidang pertahanan.

Setelahnya, Panglima TNI bertemu dengan Wakil Pangab Inggris Sir Stuart Peach. Panglima TNI mengucapkan terima kasih kepada Inggris yang telah banyak membantu alutsista yang dibutuhkan TNI, seperti Tank Scorpio, Pesawat Tempur Hawk, dan Kapal Perang Fregat ringan serta berkesempatan sekolah bagi sejumlah perwira TNI di Inggris.

Panglima TNI lalu bertemu dengan Pangab Korea Selatan Kim You Geun. Panglima TNI mengatakan, hubungan kerja sama kedua negara sangat berarti dengan bantuan pemerintah Korsel dalam pengadaan sejumlah alutsista yang dibutuhkan TNI, antara lain pengadaan Pesawat Tempur T50i, Kapal LPD hibah sejumlah Tank Amfibi, Pesawat Terbang Latih Dasar KT-1B Wongbee yang telah dijadikan tim Aerobatik Jupiter oleh TNI AU, serta perawatan mesin pesawat tempur F-16, senjata api ringan prajurit infantri seperti K-3 dan K-7, serta Alkom PRC 999 KEC.

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko juga melakukan pertemuan dengan Mayjen Dato Paduka Seri Mohamad Tawih Bin Abdulah Pemerintah Angkatan Bersenjata Diraja Brunei, dan mengucapkan terima kasih atas undangan untuk menghadiri Konferensi CHOD ke-16 tahun 2014 di Brunei.

Selanjutnya, Panglima TNI bersama para delegasi CHOD yang ke-16 tahun 2014 di Brunei Darussalam melaksanakan audiensi kepada Putra Mahkota Pangeran Brunei Darussalam Al-Muhtadee Billah di Istana Kerajaan Brunei.

Solusi Isu Kawasan

Konferensi Panglima Angkatan Bersenjata Asia Pasifik merupakan pertemuan tahunan yang berlangsung 3-6 November 2014, bertujuan untuk mendiskusikan permasalahan aktual keamanan kawasan dan mencari penyelesaian terhadap beberapa isu global. Di samping itu, CHOD Conference sebagai bagian dari kerja sama pada tingkat pimpinan senior untuk meningkatkan saling pengertian dalam hubungan military to military di kawasan Asia-Pasifik guna mendapatkan kesamaan persepsi dalam menciptakan stabilitas keamanan di kawasan tersebut.

Konferensi tahun ini diikuti oleh 26 Panglima Angkatan Bersenjata diantaranya Australia, Amerika Serikat, Brunei Darussalam, Inggris, Indonesia, Jepang, Malaysia, Prancis, dan Tiongkok. Tema CHOD 2014 yaitu ‘Multilaterism: Practical Coorporation Towards Shared Responsibilities’. Konferensi mengikutsertakan beberapa pakar internasional sebagai pembicara, yaitu Prof Yoshihide Soeya, Prof Jia Qingguo, Edward Luttwak, dan Prof Andrew O’Neil.

Sumber : http://jurnalmaritim.com/2014/2/2595/bahas-stabilitas-kawasan-panglima-tni-terima-beberapa-pejabat-militer-asia-pasifik

Saksikan Produk Canggih Saab di Indo Defence 2014

Gripen Saab Swedia
Gripen Saab Swedia
Perusahaan pertahanan dan keamanan terkemuka dari Swedia, Saab memamerkan produk-produk terbaru dan tercanggih di darat, udara dan laut di ajang Indo Defence 2014 di Jakarta. Produk terbaru mereka meliputi piranti pertahanan militer dan sipil, keamanan dan solusi manajemen komunikasi.

Saab berpartisipasi dalam ajang Tri-Service Defence Expo & Forum internasional Indonesia - Indo Defence 2014 di stand D 025 dan D 052, 5 -8 November 2014. Pameran ini akan digelar di Jakarta International Expo (PRJ) Kemayoran.

Di samping menggelar eksebisi Saab juga akan menggelar Konferensi Pers di PUSKOM Hall D Lantai 3 pukul 11:00 WIB, Kamis 6 November 2014 selama Tri-Service Defence Expo & Forum.

Di Indo Defence, Saab menampilkan rangkaian portofolio produk Saab, transfer teknologi Saab dan efisiensi produk Saab. Gelaran produk ini bertujuan untuk memperkuat komitmen Saab dalam memenuhi semua kebutuhan militer dan sipil Indonesia dengan kualitas bernilai tinggi dan kemitraan di masa depan.

Stand Saab akan menampilkan antara lain; Model Pesawat Gripen, Simulator Gripen GCS, Sistem Peringatan Dini Udara (ERIEYE), Pesawat Pengawas 340 MSA, Sistem Manajemen Misi 9AIRBORNE, Pesawat Latih RBS70 NG, 9Land C2 (BMS), kendaraan bawah air Double Eagle, MAPAM , Battleteck dan NLAW beserta dengan penawaran-penawaran terbaru lainnya.

Selain itu, selama pameran Saab juga bakal menampilkan Sistem Manajemen Tempur 9LV, Rudal Anti-Kapal RBS-15, CEROS 200, Sea Giraffe AMB / 1X, TactiCall, Bofors 40mm Mk model 4 senjata dan tampilan video untuk Electronic Warfare Systems, Manajemen Pengawasan, dan Manajemen Lalu Lintas Udara.

"Indo Defence adalah kesempatan besar bagi kami untuk menampilkan produk-produk lengkap kami untuk Indonesia. Pada pameran, kami juga akan meluncurkan produk baru yang menarik dari kolaborasi sukses research & development. Kami memiliki penawaran yang kuat untuk berbagai program di Indonesia dan kami berharap, melalui pameran ini, untuk dapat menampilkan teknologi dan inovasi kami," ujar Dan Enstedt, Presiden & CEO Saab Asia Pasifik.

Menurut Peter Carlqvist, Kepala Saab Indonesia, partisipasi mereka tidak hanya untuk menampilkan produk tetapi juga untuk menyoroti pendekatan kerja sama Saab dengan Indonesia. "Ini disebabkan Indonesia sudah membuka jalan kemandirian dalam produksi alat-alat pertahanan. Kami senang untuk berbagi blueprint Saab agar bisa terlibat dengan tujuan produksi alat-alat dan sistem pertahanan Indonesia."

Saab baru-baru ini meluncurkan laman resmi di Indonesia, yakni www.saabgroup.com/indonesia, dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia untuk membangun hubungan lebih dekat dengan masyarakat Indonesia, pemerintah dan lembaga-lembaga terkait. Secara khusus situs www.saabgroup.com/INDODEFENCE2014 adalah ruang virtual untuk berita terbaru dari stand Saab di Indo Defence 2014.

Adapun Saab juga menggelar kompetisi online, Saab Commander Challenge. Program ini untuk menguji pengetahuan masyarakat tentang produk Saab dan pilihan yang tersedia di medan perang. Saab Commander Challenge dapat dilihat di www.saabcommander.com dan bagi peserta permainan itu akan mendaptkan hadiah menarik Saab. Kontes ini sudah diluncurkan sejak Jumat, 24 Oktober dan diikuti oleh banyak peserta.

Selamat datang di stand Saab D 025 & D052 di Indo Defence 2014. 



Sumber : http://jurnalmaritim.com/2014/3/2592/saksikan-produk-canggih-saab-di-indo-defence-2014

Indonesia Tertarik Beli Pesawat Tempur Su-35 dari Rusia

Sukhoi Su-35
Sukhoi Su-35
Kementerian Pertahanan Indonesia tengah mempertimbangkan opsi pembelian 16 pesawat tempur Su-35 dari Rusia. Pesawat tersebut rencananya akan digunakan untuk menggantikan F-5 Tiger II yang dinilai sudah ketinggalan zaman, demikian diberitakan oleh Defense News.

Opsi pembelian pesawat tersebut telah dibicarakan dalam pertemuan perwakilan Kementerian Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro dengan Kepala Staf dan Komando Angkatan Udara Rusia pada pertengahan Januari lalu.

Yusgiantoro menyatakan bahwa keputusan akhir mengenai pembelian Su-35 masih belum ditetapkan. Komando Angkatan Udara Indonesia juga tengah mempertimbangkan alternatif lain untuk menggantikan pesawat F-5 yang dinilai sudah menua. Selain Su-35, AU RI juga sedang mempelajari pesawat tempur JAS 39 Gripen buatan Swedia, pesawat F-16 Fighting Falcon Block 60, F-15 Silent Eagle dan F/A-18 Super Hornet asal AS, serta pesawat Rafale asal Prancis. Namun, Su-35 merupakan pilihan utama dari daftar kandidat tersebut.

Generasi Kelima

Semua pesawat tempur yang ikut serta dalam tender adalah pesawat paling modern dalam aviasi militer dunia. Jika pesawat tempur Amerika, Prancis, Swedia merupakan perwakilan generasi "4+”, Su-35 bisa disebut sebagai pesawat tempur generasi “5-". Artinya, Su-35 memenuhi kriteria dan spesifikasi pesawat tempur generasi baru secara maksimal, seperti halnya pesawat tempur F-22 Raptor dan F-35. Su-35 tersebut kerap disandingkan sebagai pesaing utama pesawat tempur AS Raptor.

Biro Konstruksi Sukhoi dengan rendah hati mengategorikan pesawat Su-35 ini sebagai generasi “4++”, yakni pesawat yang lebih unggul dari generasi ke empat, namun belum menjadi generasi kelima. Padahal, banyak pesaing dunia yang menyebut Su-35 sebagai pesawat masa depan.

Lebih Unggul

Tak mudah bagi orang awam untuk membedakan pesawat Su-35 dari Su-27, ataupun Su-30MK. Namun sesungguhnya, terdapat perbedaan signifikan antara tiap pesawat tersebut. Skema aerodinamika fuselage (badan pesawat) Su-35 merupakan konfigurasi paling muktahir dibanding para pendahulunya. Su-35 juga memiliki bentuk yang lebih ramping (konfigurasi Kanard) dibanding Su-27, serta tidak memiliki kemudi horizontal bagian hidung pesawat seperti Su-30. Kemudi horizontal yang dibuat pada pesawat Su-30MKI oleh India dapat meningkatkan kemampuan manuver pesawat. Dengan dilengkapi mesin pesawat jet yang memiliki thrust vector control, pesawat Su-30 merupakan pesawat tempur terbaik di dunia.

Manuver udara Cobra Pugachev adalah gerakan pada saat pesawat menambah ketinggian dan pada momen tertentu pesawat tersebut berhenti dan menggantung di udara dengan bertumpu pada ekor (seperti bentuk kepala ular kobra), lalu hidung pesawat mulai menurun seperti halnya daun jatuh, sambil berputar kembali ke posisi semula. Manuver ini tidak dapat dilakukan oleh satupun pesawat tempur lain di dunia. Sukhoi juga mampu melakukan akselerasi dan berhenti seketika sambil mengangkat seluruh permukaan badan pesawat menghadap belakang. Dari posisi tersebut, pesawat Sukhoi dapat melanjutkan penerbangan mereka dengan kecepatan minimum. Bila hal itu dilakukan oleh pesawat tempur lain, kemungkinan mereka akan jatuh.

Kemampuan taktis tersebut digunakan oleh pilot-pilot asal India saat melakukan latihan bersama dengan AU AS serta negara-negara lain. Di salah satu latihan tersebut, pilot India dapat mengalahkan pilot AS yang mengendarai F-15C/D Eagle. Setelah pelaksanaan latihan bersama itu, Jendral AS Hal Homburg yang merupakan Kepala Komando Pertahanan Udara Angkatan Udara AS, dipaksa untuk mengakui bahwa hasil latihan tersebut menjadi kejutan besar bagi para pilot Amerika. “Kami ternyata bukan yang paling unggul di seluruh dunia. Pesawat tempur Su-30 MKI lebih baik dibanding F-15C. Angkatan udara negara yang memiliki pesawat tersebut tentu lebih kuat dan dapat menjadi ancaman bagi keadidayaan Amerika di udara pada masa yang akan datang,” ujar Homburg.

Saat ini Indonesia memiliki 16 pesawat tempur Su-27SK/SKM dan Su-30 MK/MK2. Hingga 2024, akan ada delapan skuadron yang berisi 16 unit pesawat tipe “Su” per skuadronnya. Kemungkinan skuadron tersebut akan diisi oleh pesawat unggulan saat ini yakni Su-35.

Kemampuan super manuver Su-35 didapat dari mesin pesawat 117S. Mesin tersebut dikembangkan dari pendahulunya, yakni mesin tipe AL-31F yang dipasang pada pesawat Su-27. Namun mesin 117S memiliki kekuatan dorong yang lebih besar, yakni 14,5 ton, sementara pendahulunya hanya memiliki kekuatan dorong 12,5 ton. Mesin ini juga memiliki keunggulan berupa sumber energi yang lebih besar dan penurunan pemakaian bahan bakar. Hal tersebut membuat mesin ini tidak hanya mampu memberikan kecepatan yang tinggi dan super manuver, tetapi juga kemampuan untuk membawa persenjataan lebih banyak. Mesin tersebut akan dipasang pada pesawat tempur seri pertama T-50 nantinya.

Pilot uji coba Biro Konstruksi Sukhoi Sergey Bogdan mengatakan, pada saat penerbangan pertama Su-35, mereka ditemani oleh pesawat Su-30MK. Ini membuat mereka dapat membandingkan kemampuan mesin masing-masing pesawat. Pada saat penerbangan tersebut, Su-35 melakukan percepatan maksimum dalam moda tanpa pembakaran lanjut, sedangkan Su-30MK harus mengejarnya dengan menggunakan moda pembakaran lanjut karena beberapa kali tertinggal dari Su-35. "Ini merupakan keunggulan tersendiri bagi Su-35 yang dapat memberi keuntungan dan kemampuan lebih besar saat melakukan pertempuran di udara," tutur Bogdan.

Dibanding Su-27, kabin pesawat Su-35 tidak memiliki komponen analog dengan jarum penunjuk. Penunjuk analog tersebut digantikan oleh kristal cair berwarna. Petunjuk itu sama seperti televisi dalam mode Picture in Picture, yakni terdapat layar-layar yang menunjukkan semua informasi yang dibutuhkan oleh para pilot. Semua komponen hidrodinamika pengendali mesin penghasil tenaga digantikan dengan komponen elektronik. Para perancang pesawat mengatakan bahwa hal tersebut tidak hanya menghemat tempat dan beban pesawat, tetapi juga dapat membuat mesin pesawat tersebut bisa dikendalikan menggunakan kontrol jarak jauh. Itu berarti peran pilot sudah tidak dominan, karena komputer akan menentukan dengan kecepatan berapa dan moda mesin seperti apa yang akan digunakan untuk mengejar sasaran, serta pada momen apa saja pilot diizinkan menggunakan senjata.

Adapun mode penerbangan kompleks, seperti penerbangan di ketinggian yang sangat minim dengan relief permukaan yang berbukit, dapat dilakukan oleh pesawat Su-35. Selain itu, sistem komputer juga menjaga agar pilot menggunakan senjata tanpa membahayakan pesawat itu sendiri atau agar pesawat tidak lepas kendali. Su-35 juga dilengkapi dengan sistem radar Active Electronically Scanned Array muktahir milik T-50. Sistem radar serupa hanya dimiliki oleh pesawat F-22, dan kemungkinan juga akan dimiliki oleh Rafale. Berkat sistem radar tersebut, Su-35 dapat melihat semua hal yang ada di udara dan di darat dalam radius beberapa ratus kilometer. Su-35 dapat mengikat 30 sasaran sambil mengarahkan senjatanya pada sepuluh sasaran tersebut.

Komoditas Ekspor

Para pakar ahli yakin bahwa F-22 maupun T-50 tak akan menjadi komoditas ekspor. Harga satu unit Raptor mencapai 133,1 juta dolar AS, dan T-50 juga bukanlah pesawat murah. Adapun Su-35 yang merupakan generasi setelah “4+” ini dibanderol 30-38 juta dolar AS, yang menjadikan pesawat tersebut sebagai primadona ekspor berlabel “generasi 5-". Ini bukan hanya sebuah langkah pemasaran yang cantik, namun Su-35 memang dibuat untuk melampaui pesawat tempur generasi “4+” asal Eropa seperti Rafale dan Eurofighter 2000, serta pesawat tempur yang sudah dimodernisasi buatan Amerika yakni F-15, F-16, dan F-18. Selain itu, pesawat Su-35 juga mampu menandingi pesawat generasi kelima, seperti F-35 dan F-22A. Hal tersebut diakui oleh para pakar dunia Barat, berdasarkan data-data pemodelan komputer. Kemungkinan fakta inilah yang menarik perhatian badan militer Indonesia.


Sumber : TSM

Panser Badak Unggul dari Tarantula, Manuver Lebih Tinggi

Panser Badak Pindad
Panser Badak Pindad
Industri senjata dalam negeri kembali membuat terobosan baru. PT Pindad mampu menelurkan sebuah kendaraan tempur yang dinamakan panser badak.

Kadep komunikasi Pindad Sena Maulana menyatakan panser badak lebih unggul dari panser tarantula buatan Korea Selatan.

"Panser Tarantula dari Korea Selatan sama-sama 90 milimiter (canon), tapi badak lebih unggul. Kelebihannya pada manuvernya yang lebih tinggi," terang dia.

Tak hanya itu, menurutnya, harga panser badak pun terbilang murah dengan kecanggihan teknologi yang dimilikinya. Harga panser badak pun jauh berada di bawah panser tarantula.

"Harganya sesuai dengan budget TNI dan bentuknya sesuai dengan karakteristik asia. Harganya di bawah tarantula, coba googling aja kalau gak percaya," pungkas dia.

Sumber : http://m.merdeka.com/peristiwa/panser-badak-unggul-dari-tarantula-manuver-lebih-tinggi.html

11 Unit Helikopter AS565 MBe Panther Pesanan TNI AL Akan Dikirim Bergelombang Selama 3 Tahun

Helikopter Anti Kapal Selam
Helikopter Anti Kapal Selam
Sudah bukan rahasia bila Puspenerbal TNI AL akan kedatangan helikopter AKS (Anti Kapal Selam) dari jenis AS565 Panther. Seperti telah dirilis dalam pemberitaan terdahulu, unit AS565 Panther yang dipesan 11 unit. Dan bertepatan dengan ajang Indo Defence 2014, Airbus Helicopter (d/h Eurocopter) resmi mengumumkan ke media tentang kontrak pembelian tersebut. Juga diketahui bahwa seri yang dibeli Indonesia persisnya adalah helikopter rotorcraft AS565 MBe Panther, yang tak lain versi naval dari keluarga Panther.

Dengan basis kemampuan multirole, AS565 MBe Panther TNI AL mampu menjalankan peran AKS yang dilengkapi kemampuan meluncurkan torpedo, tugas pengintaian, patroli laut, anti perang permukaan, sampai mendukung tugas SAR di lautan lepas.

Bahkan dimungkinkan helikopter ini dibekali radar yang berkemampuan OTHT (Over The Horizon Targeting) untuk membantu penembakkan rudal dari kapal perang. Untuk misi menguber kapal selam lawan, AS565 MBe Panther akan dibekali perangkat dipping sonar HELRAS (Helicopter Long Range Active Sonar).

Kesebelas AS565 MBe Panther akan dikirimkan secara bergelombang dalam kurun waktu tiga tahun. Sesuai kesepakatan kerjasama, helikopter tidak langsung diantar ke pihak pengguna, melainkan Airbus Helicopter akan menyerahkannya untuk PT Dirgantara Indonesia dalam proses perakitan. Kini Airbus Helicopter menjadi pemasok helikopter terbesar untuk TNI, selain menunggu proses kedatangan AS565 MBe Panther.

TNI juga telah menggunakan helikopter Colibri EC120 untuk pelatihan, AS550 Fennec dan NBO 105 untuk misi serang ringan TNI AD, Puma dan Super Puma yang dioperasikan TNI AU, hingga yang paling canggih helikopter SAR Tempur untuk Paskhas EC725 Cougar yang akan tiba di Indonesia dalam waktu dekat. (HANS)

Jet Tempur Typhoon Bakal Dirakit di Indonesia

Perakitan Typhoon
Perakitan Typhoon
Produsen pesawat tempur asal Inggris, Eurofighter, tengah mengkaji kemungkinan perakitan varian jet Typhoon di Indonesia. Empat negara yang tergabung dalam konsorsium Eurofighter dikabarkan mendukung rencana yang akan dibicarakan dalam pameran Pertahanan Indo Defence 2014.

Kepala Eksekutif Eurofighter Alberto Gutierrez mengatakan konsorsiumnya sudah siap bekerja sama dengan industri penerbangan Indonesia mengenai pengembangan kemampuan Typhoon. Dalam waktu dekat, perusahaan itu akan melakukan pembicaraan terkait dengan hal apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan Thypoon.

Sebelumnya, Alberto mengaku sudah beberapa kali berdialog mengenai rencana ini dengan Kementerian Pertahanan. "Tapi sekarang terlalu dini untuk didetailkan," kata dia seperti dikutip dari Defencenews, Selasa, 4 November 2014.

Perakitan akhir jet Typhoon oleh industri penerbangan Indonesia merupakan salah satu perjanjian panjang antara kedua belah pihak. Pada Januari 2014, Indonesia mengirimkan surat kepada Eurofighter, Saab Swedia, Boeing F/A-18, Lockheed Martin F16, Dassault Rafale, dan produsen Sukhoi untuk meminta mereka memberikan informasi mengenai produk jet tempur. Hal ini berkaitan dengan rencana Indonesia untuk menganti pesawat tempur F-5 secara bertahap.

Berbekal dana US$ 1 miliar, Indonesia akan mendatangkan 16 pesawat tempur secara bertahap. Karena itu, Indonesia membutuhkan kontraktor pertahanan sebagai mitra perusahaan lokal yang akan turut merakit pesawat-pesawat tersebut. Permintaan ini direspons oleh Eurofighter, namun perusahaan ini menunggu sikap pemerintahan baru.

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/11/04/078619550/Jet-Tempur-Typhoon-Bakal-Dirakit-di-Indonesia

Indodefence 2014: Indonesia Memesan 11 Helikopter Airbus AS565 MBe Panther


helikopter AS565 MB
helikopter AS565 MB
Indonesia telah memesan 11 helikopter dari Airbus Defence and Space untuk digunakan dalam misi perang anti-kapal selam (ASW) angkatan laut, sebagaimana diumumkan di IndoDefense 2014 hari ini (05/11).

Dijadwalkan untuk pengiriman dalam waktu tiga tahun, helikopter AS565 MBe akan dipasok oleh Airbus Helicopters ke PT. Dirgantara Indonesia.

Melalui kesepakatan industri strategis antara kedua mitra ini, PT. Dirgantara Indonesia akan melakukan outfitting helikopter ini di Indonesia dengan peralatan misi sebelum penyerahan ke TNI-AL, menurut sebuah pernyataan resmi.

Peralatan misi ini termasuk antara lain, dipping sonar Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS) dan sistem peluncuran torpedo, sehingga sistem misi ini benar-benar efektif untuk operasi dari pangkalan darat dan kapal.

"Panther kini telah menjadi salah satu platform anti-kapal selam ringan/medium yang paling kapabel di dunia, dengan ASW suite yang canggih dan kemampuan untuk beroperasi dari korvet atau fregat kecil," kata Philippe Monteux, Kepala Regional Asia Tenggara dan Pasifik pada Airbus Helicopters.

Presiden Direktur PT. Dirgantara Indonesia, Budi Santoso menjelaskan, "Kontrak terbaru ini menunjukkan kekuatan dan efisiensi kemitraan komersial dan industri kami dengan Airbus Helicopters."

Sumber: defenseworld.net

Perancis Selidiki Drone Asing yang Terbang di Atas PLTN

Drone
Walaupun pihak berwenang Perancis tidak membesar-besarkan masalah keamanan, organisasi-organisasi lingkungan Perancis semakin khawatir mengenai penerbangan pesawat-pesawat misterius itu.

Perancis melaporkan bulan lalu setidaknya ada 15 pesawat tanpa awak tak dikenal yang terbang di atas sembilan lokasi PLTN. Itu termasuk dua, hari Jumat dan Minggu, di atas lokasi pembangkit nuklir Dampierre-en-Burly, di bagian utara-tengah Perancis.

Pemerintah Perancis sedang menyelidiki asal pesawat-pesawat tanpa awak itu. Berdasar undang-undang Perancis, pesawat yang terbang dalam radius lima kilometer dari pembangkit nuklir dinyatakan melanggar hukum. Pelanggar diancam hukuman satu tahun penjara dan denda hampir 100 ribu dolar Amerika.

EDF, perusahaan listrik milik pemerintah Perancis, mengatakan pesawat-pesawat tanpa awak itu tidak berdampak apapun pada operasi dan keselamatan pembangkit listrik itu, tetapi akan mengajukan mereka yang bertanggungjawab ke pengadilan.

Dalam wawancara di TV Perancis hari Minggu, Menteri Lingkungan Segolene Royal mengatakan pemerintah tidak mengecilkan maupun mendramatisir tindakan pesawat-pesawat tanpa awak itu. Walaupun ilegal, ia mengatakan, pesawat-pesawat itu tidak merupakan risiko keamanan bagi pembangkit listrik itu, yang dibangun tahan gempa dan tahan pesawat yang ditabrakkan ke sana.

Militer Perancis juga mengecilkan kemungkinan ancaman. Juru bicara Angkatan Udara Jean-Pascal Breton mengatakan militer terus menyelidiki penampakan pesawat-pesawat tanpa awak itu, tetapi saat ini tampaknya tidak ada peningkatan risiko keamanan.

Organisasi-organisasi lingkungan tidak setuju. Greenpeace Perancis, yang pernah menerobos pembangkit listrik nuklir untuk menunjukkan kerentanannya, mengecam pemerintah karena menganggap remeh ancaman.

Kepada radio Perancis, aktivis anti-nuklir Greenpeace Yannick Rousselet mengatakan, ukuran pesawat-pesawat tanpa awak yang melintas itu berbeda-beda, beberapa darinya mampu mengangkut muatan berat.

Dalam satu kasus, ia mengatakan, empat penampakan dilaporkan dalam satu hari bulan Oktober, menunjukkan penerbangan yang diatur. Ia juga membantah klaim pemerintah mengenai keamanan fisik, dengan menyatakan tidak ada pembangkit listrik tenaga nuklir yang mampu menahan tabrakan pesawat.

Organisasi-organisasi lingkungan telah melobi Perancis agar mengurangi ketergantungan pada energi nuklir. Sebagai bagian dari kesepakatan pra-pemilu dengan Partai Greens, partai Sosialis yang berkuasa berjanji menutup 24 dari 58 reaktor nuklir negara itu dalam 10 tahun mendatang.


Sumber : http://www.tribunnews.com/internasional/2014/11/05/perancis-selidiki-drone-asing-yang-terbang-di-atas-pltn

Indodefence 2014: MBDA Promosikan Rudal Pengganti Seawolf untuk TNI-AL

Rudal MBDA
Rudal MBDA
Pembuat rudal Eropa MBDA (Hall D, Stand 261) telah menyampaikan penawaran pendekatan ganda untuk memenuhi kebutuhan pertahanan diri dua kelas kapal kombatan permukaan terbaru TNI-AL. Perusahaan MBDA mempromosikan point defence missile system VL Mica untuk dua frigat rudal SIGMA 10514 Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dibangun oleh Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) dalam kemitraan dengan PT. PAL (Persero). Secara paralel, perusahaan MBDA melihat Sea Ceptor local area anti-air missile system-nya sebagai pilihan yang sesuai untuk tiga korvet kelas Bung Tomo yang baru saja diakuisisi.

VL Mica menggunakan rudal udara-ke-udara Mica, yang tersedia dengan pencari radar aktif atau inframerah, dapat ditembakkan dalam mode lock-on-after-launch untuk memberikan perlindungan kapal hingga jangkauan maksimum 20km.

Dengan peluncuran secara vertikal dan tidak adanya pelacak sasaran yang khusus memberikan kemampuan menghadapi dalam 360° terhadap beberapa sasaran secara simultan.

Amunisi VL Mica yang taktis mengintegrasikan rudal tunggal dengan tabung penembakan dan penyimpanan otonom sekali pakai; tabung ini mempunyai desain tertutup rapat dan tersegel dengan bukaan saluran ganda dengan saluran integral untuk semburan motor roket keatas ketika peluncuran.

Bersama tabung amunisi, di bawah deck terdapat kabinet sequencer (berisi power supplies dan perangkat elektronik pengolahan), yang menghubungkan rudal VL Mica dengan sistem manajemen tempur kapal, menerima masukan dari sistem inersial kapal dan memberikan link ke datalink rudal kapal .

Ruang dan berat telah disesuaikan dalam desain PKR untuk instalasi 12-cell VL Mica.

DSNS dan pemasok sistem tempur Thales Nederland sebelumnya telah mengintegrasikan VL Mica pada fregat SIGMA 10513 Tarik Ben Ziad dan frigat SIGMA 9813 Sultan Moulay Ismail dan Allal Ben Abdellah yang diserahkan ke AL Maroko.

MBDA mengambil pendekatan yang berbeda untuk kapal kelas Bung Tomo, kapal sepanjang 95m ini sejak awal dirancang untuk menerima sistem rudal pertahanan titik VL Seawolf. Karena VL Seawolf tidak lagi di produksi, MBDA menawarkan untuk melengkapi tiga korvet tersebut dengan penerusnya, yaitu Sea Ceptor local area anti-air defence system.

Dibuat berdasarkan Common Antiair Modular Missile (CAMM), Sea Ceptor telah dipesan oleh Kementerian Pertahanan Inggris untuk menggantikan VL Seawolf pada frigat Royal Navy Type 23. Awal tahun ini, Kementerian Pertahanan Selandia Baru menjadi pelanggan ekspor pertama untuk sistem ini, memesan Sea Ceptor sebagai komponen utama pada program upgrade Sistem Frigat ANZAC.

Mampu menjangkau sasaran lebih dari 25km, CAMM menggunakan radar pencari aktif (didukung oleh mid-course guidance update) untuk memberikan kemampuan menghadapi lawan pada segala cuaca terhadap beberapa sasaran secara sekaligus. Sistem ini juga memiliki teknologi baru 'soft launch', di mana piston bertenaga gas mendorong rudal dari kapal sebelum pendorong roket mengarahkan ke arah penerbangan yang dituju. Setelah dorongan berdaya rendah ini habis, rudal menyalakan motor roket utamanya.


Sumber : janes.com

Beragam Alat Militer Canggih di Indo Defence 2014

Pameran Indo Defence 2014
Pameran Indo Defence 2014
Pameran Indo Defence 2014 menampilkan sejumlah peralatan dan kendaraan militer yang digunakan oleh negara-negara peserta. Para peserta pameran masing-masing menempati stan di hampir semua arena kompleks Jakarta International Expo, Kemayoran, yang disediakan panitia.

Anggota panitia penyelenggara, Rahmat Susanto, mengatakan pameran ini diikuti sekitar 15 ribu delegasi dan 600 perusahaan dari 50 negara. Negara peserta akan menampilkan teknologi dan sistem keamanan terbarunya. Salah satunya, sistem navigasi penerbangan. "Navigasi bawah laut juga dipamerkan di sini," ujarnya kepada Tempo, Rabu, 5 November 2014.

Pantauan Tempo, negara yang berpartisipasi di antaranya Republik Cek, Inggris, Prancis, Singapura, dan India. Sedangkan perusahaan asing yang akan memamerkan produknya antara lain General Dynamics, BAE Systems, Rosoboronexport, Embraer Defence & Security, Damen Schelde, dan Sukhoi Aviation.

Di bagian tengah arena dipasang sebuah layar yang menunjukkan cara kerja sistem tersebut. Sistem yang dibantu oleh radio detection and ranging (radar) ini memberikan sinyal ke markas pengendali pusat mengenai dugaan adanya pesawat tak dikenal yang melintas di wilayah udara sebuah negara. Selain sistem, pameran ini juga menampilkan peralatan pengaman fisik yang diproduksi oleh beberapa perusahaan, di antaranya rompi antipeluru, helmet, dan masker pelindung wajah dari gas berbahaya.

Di luar arena, Kementerian Pertahanan memamerkan alat utama sistem senjata TNI, antara lain sembilan unit panser Anoa pabrikan PT Pindad, tank Marder Rheinmetall, dan tank Amphibi BMP-3F.

Menurut Rahmat, ini merupakan acara tahunan yang keenam kalinya diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan. Tak hanya pameran, panitia juga menyelenggarakan konferensi internasional, presentasi teknik, dan demo produk dalam acara yang berlangsung selama empat hari itu. "Negara peserta berkesempatan memamerkan alat-alat canggih mereka di sini," kata Rahmat.


Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/11/05/078619665/Beragam-Alat-Militer-Canggih-di-Indo-Defence-2014

Rencana "Drone" Jokowi Didukung Konsorsium Eropa

Eurofighter GmbH
Eurofighter GmbH
Salah satu fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah pembangunan di bidang maritim. Salah satu program yang pernah diutarakan Jokowi dalam kampanyenya adalah memanfaatkan drone atau UAV (unmanned aerial vehicle/pesawat terbang tanpa awak) untuk menjaga wilayah laut Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Martin Elbourne, Business Development Eurofighter GmbH, mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung rencana tersebut baik dari sisi hardware maupun software.

Untuk diketahui, Eurofighter GmbH adalah konsorsium perusahaan perakit pesawat terbang Eropa yang berpartisipasi dalam pameran pertahanan Indo Defence 2014 sekaligus memperkenalkan produk pesawat tempurnya, Eurofighter Typhoon.

Terkait rencana skuadron UAV yang pernah diutarakan oleh Presiden Joko Widodo, Martin mengatakan, konsorsium Eurofighter memiliki dukungan teknologi untuk mewujudkannya.

"UAV itu terdiri atas pesawat, software, ground control, serta datalink untuk menghubungkan ketiganya. Ini bisa menjadi bagian dari transfer teknologi yang bisa diberikan Eurofighter," demikian ujar Martin saat dijumpai KompasTekno di sela acara pengenalan pesawat Eurofighter Typhoon di Jakarta, Senin (3/11/2014).

Pesawat tanpa awak tersebut bisa digunakan oleh Pemerintah RI untuk berbagai kepentingan, seperti patroli maritim, menjaga wilayah perbatasan, serta memantau aktivitas illegal fishing atau illegal logging.

"Begitu drone menangkap kegiatan yang tidak diinginkan, ia bisa mengirim pesan ke ground control agar mengirim pesawat tempur untuk melakukan tindakan pencegahan. Dengan begitu, akan lebih menghemat operasi," terang Martin.

Martin menambahkan, menurut dia, Pemerintah Indonesia bisa saja merakit pesawat drone sederhana, sementara untuk software dan peranti pendukung lain bisa disediakan oleh Eurofighter.

Menurut Martin, Pemerintah Indonesia tidak perlu lagi membangun sistem yang baru (atau istilahnya reinvent the wheel), tinggal menggunakan saja sistem yang sudah dimiliki Eurofighter dan disesuaikan dengan kebutuhannya.

"Yang terpenting Pemerintah Indonesia mengetahui prioritasnya, serta menggunakan sumber daya yang ada dengan tepat," ujar Martin. 


Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2014/11/04/16350057/Rencana.Drone.Jokowi.Didukung.Konsorsium.Eropa

Singapura Gabung Misi Melawan ISIS

Militer Singapura
Militer Singapura
Singapura akan mengerahkan personel militer serta perangkat pengisian bahan bakar di udara dalam upaya koalisi internasional melawan ISIS di Timur Tengah, menurut Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen pada Senin.

Singapura merupakan negara pertama Asia Tenggara yang akan bergabung dalam koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS). Jumlah ekstremis dari Asia Tenggara yang turut dalam gerakan Daulah Islamiyah alias ISIS mulai bertambah. Aksi kekerasan mereka di Irak dan Suriah bahkan telah mengilhami kelompok ekstremis sedunia.

Singapura akan menerjunkan pesawat pengisi bahan bakar KC-135R, sekelompok tim analisis citra, serta petugas penghubung dan perencanaan ke Timur Tengah, kata Ng.

Menurut Ng, keberadaan ISIS berisiko langsung ke Singapura. Ia memperingatkan bahwa anggota ISIS asal Asia Tenggara sudah menyatakan bakal memperkuat kekuasaan mereka di kawasan ini. Sekitar 350 warga Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia dan Singapura, dilaporkan berada di Irak dan Suriah, katanya.

“Jika ancaman teroris ini dibiarkan berkembang dan meluas, warga sipil di sini dan lain tempat terancam bahaya dan terbunuh,” papar Ng. “Dengan membantu perlawanan internasional, kami langsung berkontribusi bagi negara kami.”

ISIS tengah berupaya memperluas teritori, walaupun dihadang berkali-kali serangan udara dari pasukan terpimpin AS. Lebih dari 30 negara bergabung dalam perlawanan internasional terhadap ISIS.

Singapura telah beberapa kali mengirim pasukan ke operasi militer internasional, termasuk misi penjaga perdamaian di Timur Tengah, Timor Leste, dan Afghanistan. Begitu juga dengan operasi antipembajakan di Teluk Aden.

Pasukan bersenjata Singapura, yang sebagian besar terdiri dari wajib militer, umumnya mengirim tenaga profesional dalam misi internasional.



Sumber : indo.wsj.com

KRI Imam Bonjol-383 Tangkap Kapal Asing di Wilayah Perairan Yurisdiksi Nasional Indonesia

Kapal Republik Indonesia TNI AL
Kapal Republik Indonesia TNI AL
Kapal Republik Indonesia TNI AL berhasil menangkap lima kapal asing, yaitu KM Sudita 11, KM Cahaya Baru, serta tiga kapal yang diawaki warga negera Vietnam, yaitu KG 90433 TS. ATS 006, KG 94366 TS. ATS 005 dan KG 94266 TS. ATS 012 yang melakukan pelanggaran di wilayah Perairan Yurisdiksi Nasional Indonesia.

“Kelima kapal yang tertangkap melakukan pelanggaran wilayah perairan Indonesia, yang melakukan pelanggaran, dan tidak dilengkapi dokumen yang sah, dikawal menuju Pangkalan TNI AL terdekat guna proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bernadus Robert, Rabu (5/11/2014).

Salah satu kapal asing, yaitu kapal ikan KM Sudita 11 ditangkap pada 3 November 2014 oleh KRI Lemadang-632 yang merupakan salah satu unsur KRI jajaran Satuan Kapal Cepat Komando Armada RI Kawasan Barat (Satkat Koarmabar) sesaat setelah terdeteksi di radar KRI Lemadang-632 pada posisi 02 09 53 U – 107 11 33 T. Saat itu, KM Sudita 11 melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal dan melakukan pelanggaran dokumen kapal.

KM Sudita 11 adalah jenis kapal penangkap ikan berbendera Indonesia berbobot 100 GT, yang dinahkodai seorang warga Negara Thailand bernama Somphong Miyaem beserta 12 Anak Buah Kapal (ABK) terdiri dari tujuh orang warga NegaraThailand dan lima orang WNI.

Pada saat dilakukan pemeriksaan sementara, kapal ikan tersebut melakukan pelanggaran dokumen kapal di antaranya: Buku Sijil tidak diisi/kosong, jumlah ABK tidak sesuai dengan Crew List (jumlah di Crew List 10 orang), Buku-buku Pelaut tidak lengkap, Buku Kesehatan kosong, Sertifikat Radio tidak ada dan daerah penangkapan tidak sesuai dengan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) yang seharusnya melakukan penangkapan di Laut China Selatan serta ukuran mata jaring tidak sesuai dengan yang ada di SIPI (di SIPI 5 Cm namun kenyataannya menggunakan jaring 2 Cm).

Sementara itu, pada 31 Oktober 2014, KRI Sanca-815 juga berhasil menangkap kapal KM Cahaya Baru yang diduga melakukan pelanggaran pelayaran di wilayah Perairan Indonesia. Kejadian tersebut bermula ketika KRI Sanca-815 sedang melaksanakan patroli rutin di sekitar Selat Singapura mendeteksi secara visual adanya pergerakan kapal tanpa lampu navigasi pada posisi 01 13 06 U – 104 03 40 T. Selanjutnya KRI Sanca–815 melakukan proses pengejaran, penangkapan dan penyelidikan (Jarkaplid) terhadap kapal tersebut.

Dari proses penyidikan yang dilakukan KRI Sanca-815, selain berlayar tanpa lampu navigasi ditemukan juga pelanggaran berupa manifest berbeda dengan jumlah muatan yang tercantum pada Port Clearance. Kapal ikan ini termasuk jenis kapal kargo kayu berbobot 17 GT berbendera Indonesia yang dinahkodai Hasan dan tujuh orang Anak Buah Kapal (ABK). Saat penangkapan KM. Cahaya Baru yang berlayar dari Pasir Gudang, Johor, Malaysia dengan tujuan Batam, diketahui bermuatan berupa buah-buahan segar antara lain duku, pepaya, jambu dan nangka seberat 30,3 Ton.

Pada hari yang sama, KRI Imam Bonjol-383 dibawah binaan Satuan Kapal Eskorta Koarmabar, berhasil menangkap tiga kapal ikan yaitu KG 90433 TS. ATS 006, KG 94366 TS. ATS 005 dan KG 94266 TS. ATS 012, dengan ABK berkewarganegaraan Vietnam di perairan Natuna. Ketika tertangkap tangan, ketiga kapal Asing tersebut tengah melaksanakan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Natuna namun berhasil terdeteksi oleh radar Sperry Marine KRI Imam Bonjol-383. Ketiga kapal tersebut berhasil dihentikan pada posisi 03° 23’ 55” LU dan 105° 44’ 42” BT. Ketiga kapal ikan asing tersebut selanjutnya diperintahkan untuk merapat ke lambung kiri KRI Imam Bonjol–383 untuk proses pemeriksaan dan penggeledahan.Dari hasil proses pemeriksaan diketahui bahwa ketiga kapal tersebut tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat-suratnya.



Sumber : http://news.okezone.com/read/2014/11/05/337/1061177/tni-tangkap-lima-kapal-asing-dalam-sepekan

TNI AD Latihan Bersama Militer Singapura di Magelang

Safkar Indopura 2014
Safkar Indopura 2014
Safkar Indopura TNI Angkatan Darat (AD) melakukan latihan bersama dengan Singapore Army Force (SAF) di Lapangan Tembak Plempungan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (4/11/2014). Latihan bersama dibuka oleh Panglima Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Mulyono.

"Ini merupakan program dari kedua angkatan darat Indonesia dengan Singapura yang sudah berjalan 26 tahun. Kegiatan ini untuk mempererat hubungan kedua negara" kata Mulyono, hari ini.

Latihan bersama di Plempungan diikuti 182 personel TNI AD dan 115 personel SAF. Mereka diberi latihan kepemimpinan, taktik pengambilan keputusan, melaksanakan latihan taktis maupun teknis, dan bakti sosial pada masyarakat di sekitar tempat latihan. Diharapkan melalui latihan bersama ini terjalin kebersamaan, keakraban , saling percaya, dan saling pengertian.

"Dalan latihan ini juga saling memperkenalkan doktrin-doktrin taktis yang dimiliki masing-masing angkatan sehingga saat terjadi sesuatu yang melibatkan kedua angkatan bersenjata sehingga tidak ragu-ragu lagi dalam pelaksanaan tugasnya. Seringnya latihan bersama sehingga tidak pernah ada masalah dalam setiap kegiatan yang melibatkan kedua negara," kata dia.

Latihan bersama ini juga bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama. Mempererat persahabatan antar angkatan darat kedua negara, dan saling menghormati, terutama prajurit Angkatan Darat Indonesia dan Singapura.

Panglima Divisi III Singapura Armed Forces, Brigjen Ong Tze Chin, mengaku senang bisa hadir di Plempungan. Baginya ini merupakan kehormatan bagi SAF untuk dapat mengikuti latihan bersama yang telah berlangsung cukup lama antara kedua angkatan darat.


Sumber : metrotv

Skuadron TNI AU Belum Ideal untuk Amankan Wilayah NKRI

Sukhoi TNI AU
Sukhoi TNI AU
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsma TNI Hadi Tjahjono menyatakan kekuatan udara yang dimiliki TNI AU saat ini masih belum cukup ideal untuk bisa meliputi semua wilayah NKRI.

Hingga saat, pasukan TNI AU memiliki total delapan squadron yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun jumlah ini dianggap belum cukup untuk bisa menindak semua potensi ancaman yang bisa muncul terkait pelanggaran di ruang udara NKRI, terutama yang terjadi di kawasan Indonesia timur.

Alhasil cara untuk mengoptimalkan kekuatan yang ada dan menyiasati kekurangan squadron ini, ada beberapa pesawat dan pasukan yang di-deploy di wilayah-wilayah udara yang kerap dimasuki musuh.

Seperti yang terjadi saat pesawat sipil asal Arab Saudi melintasi wilayah NKRI, kemarin. Pesawat jenis Sukhoi, yang digunakan untuk menyergap pesawat tersebut, diterbangkan dari Makassar.

''Bisa dibilang belum ideal (jumlah squadron). Namun, kami akan membangun tiga squadron tambahan, khususnya untuk mengamankan wilayah timur,'' ujar Hadi kepada Republika Online (ROL), ketika dihubungi lewat telepon, Selasa (4/11).

Penambahan jumlah squadron ini baru akan disusun di Rencana Strategis (Renstra) Pertahanan yang ketiga, yaitu pada 2019 hingga 2024 mendatang. Termasuk rencana penambahan radar militer.

Hingga kini, TNI AU memiliki 24 radar militer yang tersebar di seluruh wilayah NKRI. Rencananya, TNI AU akan menambah jumlah radar militer menjadi 32 buah pada 2019. ''Radar-radar ini nantinya ditempatkan untuk menutup semua kemungkinan pelanggaran udara di wilayah-wilayah yang mungkin masih belum terdeteksi,'' tutur Hadi.

Saat ini, terkait sistem radar, TNI AU telah bekerja sama dengan pihak sipil terkait penggunaan radar-radar tersebut. Dengan adanya radar-radar dari pihak sipil, setidaknya semua wilayah udara NKRI masih bisa terpantau.


Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/14/11/04/nei9mh-skuadron-tni-au-belum-ideal-untuk-amankan-wilayah-nkri

F-35C Lakukan Pendaratan Perdana di Kapal Induk USS Nimitz (CVN-68)

F-35 Joint Strike Fighter
F-35 Joint Strike Fighter
Jet tempur militer Amerika Serikat F-35 melakukan pendaratan pertamanya di kapal induk, Senin waktu AS, yang disebut sebagai tonggak bersejarah bagi pesawat tempur teknologi tinggi terbaru ini.

Pesawat bertitel lengkap F-35 Joint Strike Fighter ini adalah program persenjataan paling mahal dalam sejarah AS dan sempat direcoki masalah teknis serta membumbungnya biaya, namun Pentagon menggembar-gemborkan pendaratan di laut ini sebagai langkah maju ke depan yang amat penting.

Uji terbang ini sukses dijalani F-35 dengan menyentuh landasan di kapal induk USS Nimitz di lepas pantai San Diego di mana sang pilot memandu pesawat sampai kait ekor pesawat tersangkut kabel penangkap di kapal induk, kata Angkatan Luat AS seperti dikutip AFP.

Pesawat tempur ini memiliki tiga varian, yakni model standard, yang kedua dirancang untuk pendaratan pendek dan tinggal landas secara vertikal, sedangkan yang ketiga (F-35C) dilengkapi perangkat yang bisa beroperasi dari kapal induk.

“Hari ini adalah peristiwa bersejarah dalam pengembangan F-35C,” kata pilot uji terbang Komodor (Letnan Kolonel Laut) Tony Wilson.

Pendaratan ini adalah bagian dari uji terbang di laut yang akan berlangsung selama dua pekan dan akan mulai ikut memperkuat armada kapal induk pada 2018.

“Kami berencana mempelajari banyak hal selama uji pengembangan ini dan akan menggunakan pengetahuan itu untuk membuat varian angkatan laut dari F-35, sebuah platform senjata yang bahkan jauh lebih efektif,” kata Letnan Jenderal Chris Bogdan, Kepala Program F-35.

Pentagon berencana menganggarkan 391,2 miliar dolar AS untuk total 2.443 unit F-35 yang dibuat oleh raksasa industri pertahanan Lockheed Martin.

Pesawat itu akan menjadi tulang punggung armada tempur militer masa depan yang menjamin dominasi militer AS di udara selama beberapa tahun ke depan dengan teknologi pengacau radar.

Namun program ini sempat menghadapi beberapa masalah dan yang terakhir terjadi Juni lalu manakala mesin terbakar secara misterius yang memaksa para komandan meng-grounded armada ini sampai masalah mesin diatasi.

Akibatnya, para pejabat harus membatalkan rencana mengirimkan F-35 untuk terbang pada pameran dirgantara prestisius di Farnborough, Inggris, Juli lalu, karena kekhawatiran soal keselamatan.

Perbaikan dilakukan selama uji terbang yang akan memastikan mesin pesawat diperbaiki, kata para pejabar Pentagon seperti dikutip AFP.



Sumber : Antara

Ini Dia 3 Calon Kuat Kepala BIN

Calon Kepala BIN
Calon Kepala BIN
Mantan Wakil Menteri Pertahanan Letnan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, bekas Wakil Kepala Badan Intelijen Negara As’ad Said Ali, dan bekas Wakil Panglima TNI Jenderal (Purn) Fachrul Razi disebut sebagai kandidat kuat Kepala BIN. Dari tiga nama itu, baru As’ad yang pernah dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Merdeka.

“Yang menguat memang tiga nama ini. Tapi keputusannya nanti tinggal satu, kita tunggu saja,” kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Hak Asasi Manusia, Tedjo Edhy Purdijatno, seusai rapat kabinet di kantor Presiden, Selasa, 2 November 2014. Menurut Tedjo, ada kemungkinan besar Jokowi mengumumkan nama Kepala BIN sebelum bertolak ke Cina pada Jumat pekan ini.

Presiden, kata Tedjo, masih menimbang-nimbang tiga nama termasuk, termasuk kemungkinan adanya nama baru untuk mengantikan Marciano Norman, Kepala BIN sekarang. “Tapi bisa saja (tiga nama itu) hilang semua, lalu muncul yang lain lagi,” kata politikus Partai NasDem itu.

Sebagaimana pencarian menteri kabinet, beberapa waktu lalu calon Kepala BIN juga menjalani proses seleksi. “Presiden tetap akan meminta pertimbangan Komisi Pemberantasan Korupsi serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan,” Tedjo menambahkan.

Menurut Undang-Undang Intelijen Negara, posisi Kepala BIN sangat strategis bagi presiden. Dia memberikan masukan dan informasi akurat ihwal ancaman yang bisa mengganggu pemerintahan. Kepala BIN mesti mahir berdiplomasi, mengelola, serta mengolah data untuk disajikan kepada presiden sebelum mengambil keputusan.

Menurut seorang pejabat di kantor Kepresidenan, nama Sjafrie muncul karena sudah lama masuk “radar” Jokowi. Dia dianggap melek dunia intelijen dan berhasil mengawal lahirnya Undang-Undang Intelijen setelah sembilan tahun terkatung-katung. Di kalangan internal Istana, santer beredar kabar nama Sjafrie sudah dipilih Jokowi sebagai Kepala BIN.

Adapun nama As’ad, menurut seorang pejabat di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, disorongkan elite organisasi massa itu. Saat ini As’ad menjadi Wakil Ketua Umum PBNU. Ia dikenal dekat dengan mantan Kepala BIN Jenderal (Purn) A.M. Hendropriyono. Saat kampanye pemilu presiden, Hendropriyono menjadi penasihat tim pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla.

Khatib Aam PBNU Malik Madani mengatakan As’ad sangat cocok menjadi Kepala BIN. “Namun, itu bukan karena semata-mata dorongan NU,” kata dia. ”Dia punya pengalaman (intelijen) yang tidak ditemukan pada tokoh lain,” ujarnya.

Adapun nama Fachrul Razi, menurut orang yang mengetahui penyusunan Kabinet Kerja Jokowi, disorongkan Luhut Panjaitan yang juga pernah menjadi penasihat Tim Transisi Jokowi-Kalla. September lalu, Jokowi membenarkan Luhut mengajukan paket draf kabinet. Namun, Jokowi tidak ingat nama kandidatnya.

Luhut membantah menyorongkan nama Fachrul sebagai calon Kepala BIN ke Jokowi. “Saya enggak tahu soal itu,” kata dia mengelak. As’ad juga mengaku belum tahu ihwal namanya masuk bursa calon Kepala BIN. Sedangkan Sjafrie belum merespons permintaan wawancara Tempo soal namanya yang santer bakal menjadi kandidat kuat Kepala BIN.



Sumber : tempo

Senapan Runduk VKS Vykhlop Buatan Rusia Jadi Incaran Mancanegara

Senapan Runduk VKS Vykhlop
Senapan Runduk VKS Vykhlop
Kepala Delegasi Perusahaan KBP menyampaikan bahwa para pelanggan dari mancanegara menunjukkan ketertarikan terhadap senapan runduk Vykhlop. Hingga saat ini, senapan runduk yang memiliki kaliber besar dan berperedam suara tersebut belum memiliki saingan serupa di pasar senapan api dunia.

Para pelanggan mancanegara menunjukkan ketertarikannya terhadap senapan runduk kaliber besar berperedam suara terbaru buatan Rusia, VKS. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Delegasi perusahaan Konstryuktorskoye Byuro Priborostroeniya (KBP) Yuriy Amelin pada kantor berita TASS dalam acara Interpolitech 2014.

“Para pembeli dari negara lain cukup tertarik pada Vykhlop. Saat ini ekspor senjata tersebut sudah berjalan dalam partai kecil,” ungkap Amelin tanpa memberitahu siapa saja klien pembeli senapan runduk tersebut.

Senapan runduk VKS berkaliber 12,7 mm dirancang untuk melumpuhkan sasaran yang beragam, termasuk sasaran pengguna pelindung peluru yang berjarak 600 meter. Gabungan antara kaliber besar dan peredam suara dengan efektivitas tinggi dapat melumpuhkan sasaran praktis tanpa suara. Senapan VKS ini merupakan senapan bullpup yang memiliki mekanisme dan amunisi peluru di belakang pelatuk senapan, dan masa senapan dalam keadaan kosong tidak lebih dari 6,5 kilogram. Senapan runduk VKS belum memiliki saingan serupa di pasar senapan api dunia.



Sumber : http://indonesia.rbth.com/news/2014/11/04/senapan_runduk_vks_buatan_rusia_jadi_incaran_mancanegara_25795.htm

Korea Utara Luncurkan Kapal Selam Rudal Balistik

Kapal Selam Korut Terbaru
Kapal Selam Korut Terbaru
Korea Utara dilaporkan telah meluncurkan kapal selam diesel baru era Soviet kelas Golf II, yang dapat membawa rudal balistik.

Menurut laporan dari Yonhap News, kapal selam bertenaga mesin diesel-listrik yang diimpor tersebut telah dimodifikasi untuk dapat menembakkan rudal balistik jarak menengah atau rudal Scud.

Dengan beam 6,6m dan displacement 3.000 ton, kapal selam dengan panjang 67m tersebut dilaporkan dapat membawa rudal berbahan bakar cair satu tahap, dengan hulu ledak 1.180kg, dan memiliki jangkauan maksimum 1.420km.

Sering juga disebut sebagai Project 629, kapal selam dalam seri tersebut diklaim menimbulkan ancaman serius bagi Korea Selatan, Jepang dan AS di wilayah tersebut.

Sebuah sumber Yonhap mengatakan: "Kapal selam baru Korut tersebut adalah apa yang oleh website 38 North laporkan bulan lalu sebagai 'kapal selam tak dikenal' yang ditambatkan di Galangan Kapal Sinpo South, mengutip ulasan mengenai citra satelit dalam website tersebut.

"Menurut analisis citra satelit yang diungkapkan oleh 38 North, fasilitas uji darat untuk peluncuran SLBM telah didirikan dan dijalankan di galangan kapal Sinpo."

Korea Utara mulai mengembangkan sistem peluncuran vertikal untuk rudal balistik kapal selam (SLBM) bulan lalu.

Selain itu, negara ini dilaporkan memiliki 78 kapal selam, meskipun kebanyakan dari mereka merupakan kapal selam era Soviet dan kapal selam buatan Tiongkok yang sudah ketinggalan jaman.


Sumber : naval-technology.com

Radar Acak