TNI Bangun Lima Unit Rumah dan Jalan untuk Bekas OPM

Karya Bakti TNI Skala Besar 2014
Karya Bakti TNI Skala Besar 2014
Komandan Kodim 1703 Manokwari Letkol Inf. Stevanus Satrio Aribowo mengatakan pembangunan lima unit rumah huni bagi masyarakat Kampung Sosmuruf, bekas markas Organisasi Papua Merdeka (OPM), oleh anggota TNI telah rampung 100 persen.

"Pembangunan lima rumah layak huni bagi masyarakat Kampung bekas markas OPM itu dalam rangka Karya Bakti TNI Skala Besar Tahun 2014," Kata Letkol Inf. Stevanus Satrio Aribowo di Manokwari, Kamis.

Ia mengatakan bahwa selain membangun lima unit rumah, Aparat TNI juga membangun jalan utama Kampung Sosmuruf dan telah mencapai 100 persen.

"Karya Bakti TNI Skala Besar 2014 di Kampung Sosmuruf selain melakukan pembangunan fisik, aparat TNI juga melakukan berbagai kegiatan pembinaan kepada masyarakat setempat," katanya.

Kegiatan Karya Bakti itu, katanya, merupakan bentuk fungsi pembinaan teritorial khususnya tugas misi sosial yang sudah menjadi tekat dan komitmen TNI untuk senantiasa peduli terhadap kesulitan rakyat.

"TNI peduli dan mempunyai tekad yang kuat membangun rakyat karena tentara lahir dari rakyat untuk kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Dandim berharap seluruh komponen masyarakat di Kampung Sosmuruf bekas markas OPM Kaswari Satu pada tahun 60-an itu, menjaga dan memelihara rumah dan jalan yang dibangun oleh TNI agar bermanfaat bagi kehidupan masyarakat daerah itu.


Sumber : http://www.antaranews.com/berita/461651/tni-bangun-lima-unit-rumah-jalan-untuk-bekas-opm

Prajurit Kompi Taipur Kostrad Gelar Latihan Serbuan Pantai di Banongan

prajurit Pengintai tempur Kostrad
prajurit Pengintai tempur Kostrad
Salah satu kemampuan yang dimiliki oleh prajurit Pengintai tempur Kostrad adalah menghadapi medan tempur di laut, sehingga untuk memelihara kemampuan tersebut, Prajurit kompi Taipur Kostrad menggelar latihan serangan pantai, bertempat di perairan banongan Jawa Timur, Rabu (29/10).

Latihan ini dipadukan dengan latihan Raid dan Ralasuntai (Rawa, Laut, Sungai dan Pantai), salah satunya melakukan infiltrasi dan penyerangan secara senyap melalui laut dengan menggunakan LCR (Perahu Karet).

Tepat pukul 04.00 pasukan Taipur dipimpin Komandan Kompi B Lettu Inf zulkarnaen Galib menggempur pantai Banongan komplek yg sudah d kuasai oleh GPK. Pasukan yang berkekuatan 1 Peleton yang sudah di bagi menjadi 5 unit dengan orgas dan tugas yang berbeda,

Diantaranya 1 unit selam tempur dipimpin Sertu Dedi,1 unit serbuan perimeter pantai dipimpin lettu Inf Sandra, 2 unit pengamanan pantai dipimpin lettu Inf Wahyu Dwi dan Lettu Inf Panji ,1 unit regu cadangan dengan kemampuan yang dimiliki pasukan taipur, mereka masuk dengan senyap dan membunuh para GPK dengan senyap.

Di sela baku tembak,pasukan taipur di beri bantuan tembakan oleh panerbad dikarnakan GPK telah di dukung oleh sebagian masyarakat, pasukan Taipur dapat menguasai pantai Banongan komplek dan dpat membebaskan sandera dan dapat menghacurkan sasaran yakni penghancuran menara musuh.


Sumber : http://www.kostrad.mil.id/index.php/artikel/3090-prajurit-kompi-taipur-kostrad-gelar-latihan-serbuan-pantai-di-perairan-banongan

Kapal Motor Cepat (KMC) Komando Mampu Ngerem Mendadak

Kapal Motor Cepat (KMC) Komando
Kapal Motor Cepat (KMC) Komando
Kodam II/Sriwijaya mendapatkan tambahan alat utama sistem pertahanan (alutsista) jenis Kapal Motor Cepat (KMC) Komando. Kapal buatan anak bangsa ini memiliki kemampuan bermanuver yang hebat. Bisa berputar 360 derajat dan ngerem secara mendadak.

Kapal canggih tersebut diserahkan Direktur Pembekalan Angkutan TNI AD, Brigjen TNI Pasenga Talilah, kepada Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo, di dermaga Bekangdam II/Sriwijaya, kemarin (29/10). “Kapal ini memiliki kecepatan 25 knots dan mampu berputar 360 derajat secara cepat serta mampu ngerem mendadak,” ujar Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo.

Dijelaskan Pangdam, KMC Komando itu merupakan buatan anak bangsa melalui PT Tesco Indomaritim. Punya panjang LOA 17,60 meter, lebar 4,20 meter, tinggi 2,15 meter (lihat grafis). “Kapal ini sangat sesuai dengan geografis wilayah Kodam II/Sriwijaya yang dikelilingi perairan,” bebernya.

KMC Komando itu bisa digunakan untuk menangkap penyelundupan melalui jalur air, termasuk mengungkap penyelundupan minyak ilegal karena laju kapal ini sangat cepat. “Personel kita juga sudah dibekali dengan kemampuan mengendalikan kapal ini. Tadi sudah didemonstrasikan ke Pulau Kemaro, uji coba kehebatan kapal ini,” tutur Bambang.

Selain cepat, KMC Komando juga memiliki senjata pendukung berkaliber 17 milimeter. “Kalau jarak tembaknya, bisa diatur. Namun untuk di wilayah sungai, semakin dekat malah makin bagus,” ulas jenderal bintang dua itu.

Ke depan, lima Korem yang di wilayah Kodam II/Sriwijaya akan mendapatkan masing-masing satu unit kapal jenis ini. “Untuk sementara, KMC Komando ini ditempatkan di Bekangdam II/Sriwijaya. Perlu perawatan yang baik. Harganya saja Rp12 miliar. Kalau sampai rusak, sangat disayangkan,” cetusnya.

Dengan dukungan KMC Komando, Kodam II/Sriwijaya siap untuk mengamankan wilayah perairan Sumbagsel yang luas dari beragam kejahatan. Akan dijalin kerja sama yang baik dengan TNI AL dan Ditpolair Polda Sumsel. “Bagi yang membutuhkan bantuan kapal ini, silakan kontak kami. Kami 24 jam siap membantu,” tukasnya. 



Sumber : http://www.sumeks.co.id/index.php/update/2882-mampu-ngerem-mendadak

Kemenhan Gandeng Turki Bikin Medium Tank

Project Medium Tank Indonesia
Project Medium Tank Indonesia
Kementerian Pertahananan (Kemenhan) telah menyelesaikan draft kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Turki terkait pengembangan sejumlah teknologi alat utama sistem senjata (alutsista). Project Aggrement (PA) antara kedua pemerintah itu pun akan segera ditandatangani oleh perwakilan kedua negara.

Dirjen Potensi Pertahanan Kemenhan, Timbul Siahaan, mengungkapkan, tiga pekan lalu delegasi Indonesia telah berangkat ke Turki untuk menyelesaikan draft project aggrement (PA), khususnya dalam hal pembuatan dan design medium tank.

PA itu tinggal ditandangani pada pekan depan, bertepatan dengan gelaran Indo Defense 2014. "Nantinya Project Aggrement itu akan ditandatangani di sela-sela event Indo Defense 2014 pada tanggal 7 November yang akan datang," kata Timbul di kantornya, Jumat (31/10).

Sedangkan untuk pelaksana proyek tersebut, lanjut Timbul, pemerintah akan mendorong proyel ini untuk dikerjakan oleh PT Pindad. Kemudian PT Pindad akan menjalin kerjasama dengan FSNN, salah satu perusahaan bergerak secara khusus di bidang design, manufaktur, dan penyuplai kendaraan-kendaraan tempur.

Tidak hanya itu, Kemenhan juga sebelumnya telah menjalin kerjasama dengan pemerintah Turki menyangkut alat komunikasi di perbatasan. Sebagai pelaksana teknis, PT Len (Persero) telah berkerjasama dengan salah satu perusahaan asal Turki, ASELSAN.

"Kerjasama itu sudah berjalan dan kini kita tinggal mengawasi pola kerjasama antara kedua perusahaan tersebut," kata doktor lulusan Universitas Brawijaya itu.


Sumber : http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/bio-farma/14/10/31/neaqk2-kemenhan-gandeng-turki-bikin-medium-tank

KRI Fatahillah-361 Laksanakan Mid Life Modernization

KRI Fatahillah-361
KRI Fatahillah-361
Flagship kapal kombatan TNI AL dari era 80-an, KRI Fatahillah-361, belum lama ini masuk dock untuk melaksanakan program MLM (Mid Life Modernization) di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya Tanjung Perak, Surabaya. Seperti dikutip dari Dispen Koarmatim (23/10), 2014Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Sri Mohamad Darojatim, S.E meninjau KRI Fatahilah-361 yang tengah menjalani MLM. KRI Fatahilah-361 telah melaksanakan MLM selama 7 bulan, dari waktu dua tahun yang direncanakan.

Bagi yang belum familiar dengan MLM, ini adalah program modernisasi kapal perang ketika usia kapal perang yang dioperasikan sudah mencapai hampir batas usia ekonomis. Salah satu metode modernisasi kapal perang adalah melalui mid life modernisation. Dalam MLM, biasanya hampir semua instrumen kapal perang digantikan, baik CMS (Command Management System) maupun sistem pendorong. Sedangkan platform kapal selam menjalani proses penguatan lewat penggantian komponen. Di lingkungan armada TNI AL, beberapa tipe kapal perang lawas sudah menjalani program ini, seperti pada frigat Van Speijk Class yang dibuat pada dekade 60-an dan kapal selam KRI Cakra-KRI Nanggala.

Biasanya dalam program MLM di banyak Angkatan Laut dunia, kapal yang menjalani fase ini akan mendapatkan teknologi CMS yang setara dengan kapal perang yang lebih baru yang juga dioperasikan oleh Angkatan Laut tersebut. Pertimbangannya adalah hal itu lebih menguntungkan dari sisi logistik dalam hal pemeliharaan, juga lebih memudahkan dalam interoperability nantinya.

Problem MLM

Program mid life modernization (MLM) yang dilaksanakan oleh kekuatan laut Indonesia menghadapi berbagai tantangan, satu di antaranya tentang suku cadang kritis untuk berbagai komponen kapal perang. Tantangan tersebut muncul karena dalam program itu, tidak semua subsistem diganti dengan teknologi yang lebih baru. Akibatnya subsistem kapal perang keluaran program MLM merupakan campuran antara subsistem yang menggunakan teknologi yang lebih baru dengan subsistem yang masih mengandalkan pada teknologi awal yang disandang oleh kapal perang tersebut. Di situlah muncul isu suku cadang kritis bagi subsistem lama yang tidak mengalami penggantian selama program MLM dilaksanakan.

Munculnya isu tersebut karena subsistem itu tidak lagi didukung oleh pabrikannya, dalam bentuk produksi suku cadang. Suku cadang kritis seringkali secara nominal tergolong murah, namun dapat berakibat kerugian besar apabila tidak tersedia. Ketiadaan suku cadang itu atau setidaknya kelangkaan suku cadang tersebut dapat berpengaruh pada kinerja kapal perang secara keseluruhan. Sehingga pada akhirnya berujung pada kerugian dalam mengamankan kepentingan nasional yang terkait dengan domain maritim.

Bertolak dari isu seperti ini, program MLM ke depan perlu disempurnakan pelaksanaannya. Maksudnya, semua subsistem yang secara teknologi terus berevolusi sebaiknya diganti sekaligus dalam program itu. Jadi bukan sekedar sistem pendorong yang diganti, tetapi juga sewaco dan lain sebagainya. Bila biaya penggantian semua subsistem itu dinilai harganya mendekati harga membeli kapal perang baru, tentu akan lebih bijaksana bila melakukan pengadaan kapal perang baru sekaligus.

Namun sangat disayangkan pendekatan demikian tidak dianut oleh kekuatan laut Indonesia. Sebagai contoh adalah modernisasi pada sistem radar intai di KRI Fatahillah-361. Pada awal Januari 2014, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI telah menandatangani kontrak dengan Ultra Electronis Command and Control Systems senilai US$ 51 juta. Radar pengintai yang dipasangkan di KRI Fatahillah yakni jenis Terma SCANTER 4100. Radar intai ini punya kemampuan untuk mengendus obyek di permukaan dan udara secara simultan. Tapi sayangnya SCANTER 4100 adalah radar 2D, bisa menentukan arah dan jarak sasaran, tetapi tak mampu menentukan ketinggian sasaran. Untuk radar yang bisa menentukan tiga parameter sekaligus yaitu arah, jarak dan ketinggian sasaran adalah radar 3D.

Sebelumnya kapal perang di keluarga Fatahillah Class, yakni KRI Nala-363 telah melakukan program MLM pada tahun 2013. Namun MLM di KRI Nala-363 hanya berfokus pada perbaikan permesinan dan platform, sementara sistem Kendali Senjatanya akan di non aktifkan. Pada tahun 2009 saat akan mengikuti Sail Bunaken, Ruang Mesin KRI Nala terbakar hebat yang mengakibatkan kapal ini lumpuh permesinannya hingga kini. 


Sumber : TSM

Malaysia Membeli Balon Aerosts Intai Maritim TCOM

Balon Aerosts Intai Maritim
Balon Aerosts Intai Maritim
Pemerintah Malaysia ingin mendapatkan sistem aerostat untuk meningkatkan keamanan maritim atas wilayah Sabah di pulau Kalimantan yang dipersengkatakan.

Perusahaan Bintang Kencana Malaysia menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan TCOM untuk menyediakan Pemerintah Malaysia sistem aerostat untuk meningkatkan kewaspadaan domain maritim, menurut sebuah pernyataan resmi.

TCOM merilis berita tersebut pada tanggal 28 Oktober 2014, pada hari yang sama dimana Singapura mengumumkan bahwa negara itu akan mengoperasikan balon aerostatnya pada tahun depan. Balon aerostat milik Singapura akan berukuran lebih besar, dan juga akan dibuat oleh TCOM, sementara sistemnya akan dibuat oleh Raytheon.

Wilayah Sabah Kalimantan Utara adalah wilayah Malaysia, meskipun klaim Malaysia atas wilayah ini dipersengketakan oleh sekelompok warga dari Filipina Selatan. Mereka biasanya menggunakan perahu kayu kecil untuk melakukan perjalanan diam-diam ke Sabah dari Filipina Selatan. Perahu ini seringkali lolos dari deteksi radar berbasis darat konvensional, dan bergerak benar-benar tak terlihat di kegelapan. Solusi pengawasan yang lebih baik dari TCOM dapat memantau perairan ini sepanjang waktu, siang atau malam hari.

Nota kesepahaman itu ditandatangani oleh Presiden TCOM, Ron Bendlin pada acara Forum Bisnis AS - Malaysia di New York City. TCOM adalah salah satu dari enam perusahaan AS yang hadir di forum tersebut, dan merupakan satu-satunya penyedia sistem pertahanan dalam acara tersebut.

Sistem pengintai balon aerostat TCOM dapat memberikan pihak keamanan Malaysia dengan pengawasan maritim yang luas, yang beroperasi sepanjang waktu, memecahkan tantangan kewaspadaan domain kritis di daerah di mana serangan bersenjata ke Sabah sering terjadi. Sistem aerostat tersebut dioptimalkan untuk domain maritim, dan dilengkapi dengan muatan sensor canggih termasuk radar dan kamera siang/malam hari Electro-Optical Infrared (EOIR) yang dapat menyampaikan data yang akurat yang bisa ditindaklanjuti oleh para pembuat keputusan. Pihak keamanan akan dapat mendeteksi ancaman yang sebelumnya tidak dapat dideteksi. Sehingga, pihak keamanan akan dapat mendeteksi ancaman dengan lebih cepat, yang memungkinkan lebih banyak tersedia waktu untuk mengevaluasi, menghadapi dan menetralisir ancaman.



Sumber : defenseworld.net

Kunjungi Indonesia, Menlu Jerman Tidak Akan Bahas Penjualan Senjata

Tank Leopard Indonesia
Tank Leopard Indonesia
Duta Besar Republik Jerman untuk Indonesia, Georg Witschel, mengatakan dalam kunjungan Menteri Luar Negeri Frank-Walter Steinmeier ke Jakarta, tidak akan dibahas mengenai kerjasama penjualan senjata. Steinmeier akan memfokuskan ke beberapa bidang yang termaktub dalam Deklarasi Jakarta yang diteken Kanselir Angela Merkel tahun 2012 lalu.

Bidang-bidang tersebut antara lain, perdagangan, investasi dan pengembangan, pendidikan dan kebudayaan, sains dan teknologi, lingkungan, perubahan iklim, kehutanan dan energi yang terbarukan. Hal itu disampaikan Witschel ketika memberikan keterangan pers di Gedung Kedutaan Besar Jerman di Jakarta Pusat, pada hari ini.

"Kami bukan negara yang menjual senjata, jadi jelas isu itu bukan menjadi bagian dari agenda Menlu Steinmeier. Namun, kami memahami isu keamanan yang saat ini tengah bergulir di Indonesia," ujar Witschel.

Pembelian senjata seperti tank leopard, imbuh dia, bukan dilakukan antar pemerintah, melainkan Pemerintah Indonesia yang melakukan pemesanan secara khusus kepada perusahaan Negeri Panser.

"Kami memahami isu pembelian senjata adalah masalah yang sensitif dan akan dikritik karena menyangkut isu penegakkan hak asasi manusia. Namun, Indonesia adalah negara demokrasi, sehingga pembelian peralatan militer apa pun, tentu diputuskan bersama," kata dia.

Jerman pun, lanjut Witschel, juga akan melihat situasi di Indonesia sebelum menerbitkan izin ekspor senjata.

Kantor berita Jerman, Deutsche Welle, edisi tahun lalu melaporkan, perusahaan senjata Rheinmetall, akhirnya memperoleh izin untuk mengekspor 104 tank jenis Leopard 2 ke Indonesia. Izin itu juga meliput 10 tank tempur lain, yakni tank untuk pegunungan dan 50 kendaraan lapis baja jenis Marder 1A2.

Jerman akan mengekspor 164 kendaraan lapis bajanya ke Indonesia.

Penjualan itu menuai kritik dari berbagai organisasi HAM di Jerman. Mereka menilai, situasi HAM di beberapa daerah di Indonesia masih buruk.

Sebagian anggota parlemen saat itu juga menolak rencana itu. Anggota parlemen dari Partai Hijau dan Kiri mengaku khawatir Indonesia akan menggunakan senjata buatan Jerman untuk menghadapi aksi protes dan kelompok etnis minoritas.

Semula, sebelum membeli dari Jerman, Indonesia memesan tank leopard ke Belanda. Namun, permintaan itu ditolak oleh parlemen Belanda, dengan alasan situasi HAM yang masih kritis di Indonesia.

Sementara, di Jerman untuk ekspor senjata tidak perlu mendapat persetujuan dari parlemen. 



Sumber : http://m2.news.viva.co.id/news/read/553228-kunjungi-indonesia--menlu-jerman-tidak-akan-bahas-penjualan-senjata

Manuver Pesawat Tempur Rusia di Langit Eropa Meningkat

F16 dan Sukhoi
F16 dan Sukhoi
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Rabu (29/10/2014), mengatakan telah melacak empat kelompok pesawat tempur Rusia yang tengah melakukan manuver militer signifikan di wilayah udara Uni Eropa selama dua hari terakhir.

"Manuver pesawat-pesawat Rusia itu menunjukkan sebuah tingkat aktivitas tak lazim di wilayah udara Uni Eropa," demikian pernyataan NATO.

Rombongan pesawat itu, yang termasuk di dalamnya pesawat pengebom strategis, jet tempur, dan pesawat tanker, terdeteksi di atas Laut Baltik, Laut Utara, Samudra Atlantik, dan Laut Hitam.

NATO segera mengirimkan pesawat tempurnya untuk melakukan pencegatan dan mengidentifikasi pesawat-pesawat Rusia yang juga terus dipantau dari darat itu. Demikian laporan dari markas besar militer NATO di Mons, Belgia.

Namun, dalam laporan itu sama sekali tidak disinggung soal krisis Ukraina atau mengaitkan insiden itu dengan krisis di Ukraina.

Sementara itu, intervensi Rusia di Ukraina, yang menurut NATO merupakan ancaman keamanan untuk AS-Eropa sejak Perang Dingin, telah membuat hubungan Rusia dan Eropa memburuk.

Negara-negara Eropa timur anggota NATO, seperti Polandia dan negara-negara Baltik yang dulu berada di bawah kendali Moskwa, sangat khawatir situasi di Ukraina akan berdampak terhadap mereka.

Kondisi ini memaksa AS dan sekutunya menempatkan pasukan dan pesawat tempur tambahan untuk meyakinkan negara-negara tersebut bahwa keamanan mereka akan tetap dijaga.

Sepanjang 2014, NATO mengatakan sudah lebih dari 100 kali mencegat pesawat-pesawat militer Rusia. Jumlah ini tiga kali lebih banyak dibanding 2013.



Sumber : kompas.com

Swedia Akui Negara Palestina

Swedia Akui Negara Palestina
Swedia Akui Negara Palestina
Swedia, Kamis (30/10/2014), secara resmi mengakui negara Palestina. Demikian kata Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallstrom. Pengakuan itu muncul kurang dari sebulan setelah pemerintah mengumumkan niatnya untuk mengambil langkah kontroversial.

"Hari ini pemerintah mengambil keputusan untuk mengakui negara Palestina," kata Wallstrom dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di harian Dagens Nyheter.

"Ini merupakan langkah penting yang menegaskan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri," katanya. Ia menambahkan, "Kami berharap bahwa ini akan menunjukkan jalan bagi yang lain."

Perdana Menteri baru Swedia, Stefan Loefven, mengumumkan dalam pidato pelantikannya kepada parlemen pada awal Oktober bahwa negara itu akan menjadi anggota Uni Eropa pertama di Eropa Barat yang akan mengakui negara Palestina.

Sementara itu, warga Palestina bersorak atas langkah itu. Israel memanggil Duta Besar Swedia untuk memprotes dan menyampaikan kekecewaan. Israel telah lama menegaskan bahwa Palestina hanya dapat menjadi sebuah negara mandiri melalui negosiasi langsung dan tidak melalui saluran diplomatik lainnya.

Tujuh anggota Uni Eropa di Eropa Timur dan Mediterania telah mengakui negara Palestina, yaitu Bulgaria, Siprus, Ceko, Hongaria, Malta, Polandia, dan Romania. Islandia merupakan anggota non-Uni Eropa satu-satunya di Eropa Barat yang melakukan hal yang sama.

Amerika Serikat memperingatkan Swedia terkait pengakuan itu. AS menyebut langkah itu "prematur" dan mengatakan negara Palestina hanya bisa terwujud melalui solusi yang dirundingkan antara Israel dan Palestina.

Dalam pengumuman pada hari Kamis itu, Menteri Luar Negeri Swedia itu mengatakan bahwa "pemerintah menganggap kriteria hukum internasional untuk pengakuan Palestina sebagai sebuah negara telah terpenuhi".

Palestina : Tutup Kompleks Al-Aqsa, Israel Nyatakan Perang

Juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Kamis (30/10/2014) mengatakan penutupan sebuah tempat suci yang dipersengketakan di Jerusalem sebagai "deklarasi perang".

Penutupan kompleks Masjid Al Aqsa di Jerusalem itu dilakukan di tengah-tengah ketegangan setelah adanya penembakan terhadap seorang aktivis Yahudi.

Perdana Menteri Israel menyerukan semua pihak tetap tenang, sambil mengatakan Abbas bertanggung jawab atas peningkatan ketegangan.

Yehuda Glick, seorang aktivis yang menyerukan agar adanya hak untuk bersembahyang yang lebih besar bagi kaum Yahudi di wilayah Temple Mount atau yang oleh umat Islam disebut Masjid Al Aqsa atau Haram al-Sharif, terluka akibat penembakan tersebut.

Polisi Israel kemudian menggerebek sebuah rumah di wilayah Palestina membunuh seorang pria yang dicurigai menjadi pelaku penembakan Yehuda Glick. Pria Palestina, bernama Moataz Hejazi (32) ditembak setelah terlebih dahulu menembaki polisi Israel yang menyerbu rumahnya.

Rabbi Glick adalah aktivis kelahiran Amerika Serikat yang terkenal karena seruannya agar kaum Yahudi mendapat hak untuk bersembahyang di lokasi itu yang kini dilarang bagi mereka. Lokasi ini merupakan lokasi tersuci dalam agama Yahudi, dan Masjid Al Aqsa juga terdapat di situ.



Sumber : kompas.com

Intelejen Swedia Akui Keberadaan Kapal Selam Rusia Isapan Jempol Belaka

AL Swedia
Intelijen Maritim Swedia menyatakan tak ada kapal selam Rusia yang pernah ataupun sedang berada di dekat pesisir Skandinavia, dan pemberitaan mengenai pencarian kapal selam Rusia di perairan mereka hanyalah untuk menambah sensasi. Hal tersebut dikabarkan oleh media terbesar Swedia Dagens Nyheter berdasarkan informasi dari Kementerian Maritim Swedia.

Beberapa minggu belakangan, santer kabar yang memberitakan bahwa intelijen Swedia tengah mencari sebuah kapal selam di Teluk Stockholm yang konon mengirim sinyal darurat dalam bahasa Rusia. Menurut stasiun televisi Russia 24, para wartawan berusaha mendapatkan rekaman sinyal tersebut, namun Intelijen Swedia sendiri menyatakan perlu mencari informasi lebih lanjut mengenai kapal selam Rusia tersebut. "Kami tak memiliki informasi apapun terkait kasus ini," kata Intelejen Swedia.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Finlandia Carl Haglund menyatakan pencarian jejak 'aktivitas kapal selam asing' didekat Stockholm merupakan sebuah lelucon. "Jika penampakan kapal tersebut tak dapat dikonfirmasi, kami tak akan melakukan pencarian yang bersifat lelucon. Itu bukan cara untuk meningkatkan kredibilitas angkatan pertahanan kami," ujar Haglund.



Sumber : Rambler.ru

Euronaval 2014: Rafael Tampilkan Versi Laut Iron Dome; C-DOME Naval Point Defense System

C-DOME Naval Point Defense System
C-DOME Naval Point Defense System
Produsen Israel Rafael menampilkan untuk pertama kalinya C-DOME Naval Point Defense System pada pameran angkatan laut terbesar di dunia: Euronaval 2014, yang diselenggarakan 27-31 Oktober di Paris.

C-DOME Rafael dirancang untuk secara efektif melindungi kapal perang melawan berbagai ancaman modern. C-Dome menangani serangan beruntun dan bertubi-tubi dengan melawan beberapa sasaran secara bersamaan. Waktu reaksinya sangat pendek dan memungkinkan engagement otomatis dan semi-otomatis. Komponen C-Dome mencakup peluncur majemuk terakit yang berisi rudal dalam kanister peluncur vertikal. Peluncur dipasang dibawah dek kapal.

C-Dome memanfaatkan radar surveillance pada kapal dan tidak memerlukan Fire Control Radar tersendiri. Sistem Komando dan Pengendalian Senjata secara mulus dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen tempur kapal, karena memang memfasilitasi sistem operasi kapal.

C-Dome menggunakan interseptor Iron Dome yang disebut telah mencapai lebih dari 1.200 intersepsi yang sukses.

Interseptor sistem ini bebas perawatan, dan disimpan dalam kanister yang sea-proof. Sejumlah 10 rudal interseptor dapat dimuat ke Unit Peluncur Vertikal modular.

Rudal interseptor diluncurkan secara vertikal dengan cakupan azimuth 360° yang tidak terbatas. Hulu ledaknya sangat canggih menjamin probabilitas bunuh yang tinggi terhadap berbagai sasaran. Interseptor C-Dome sangat lincah dan dengan rate-of-turn yang tinggi yang memungkinkan mencegat bahkan sasaran yang paling lincah bermanuver. Proximity fuse-nya yang canggih memaksimalkan daya bunuhnya dan hulu ledak-nya yang kuat menjamin penghancuran sasaran.

C-Dome memiliki ukuran yang relatif kecil dan dapat diintegrasikan pada kapal kecil, termasuk OPV dan korvet berukuran kecil. Sistem pertahanan baru Rafael ini memiliki banyak keunggulan, antara lain daya hancur yang tinggi, cakupan 360° yang tak terbatas, kemampuan beroperasi di perairan samudera maupun pesisir, kemampuan menghadapi secara simultan beberapa sasaran sekaligus, commonality (kesamaan sistem) dengan sistem Iron Dome yang sudah combat proven.



Sumber : navyrecognition.com

India Tawari Vietnam Kredit $100 Juta untuk Memperoleh Kapal Patroli

Perdana Menteri India Narendra Modi dan Nguyen Tan Dung.
Perdana Menteri India Narendra Modi dan Nguyen Tan Dung.
India telah setuju untuk memasok empat kapal patroli lepas pantai (offshore patrol vessel - OPV) dan kemungkinan rudal BrahMos ke Vietnam.

Pengumuman itu terjadi setelah Perdana Menteri India Narendra Modi bertemu dengan mitranya dari Vietnam, Nguyen Tan Dung.

Vietnam berencana untuk menggunakan kapal tersebut untuk pengawasan pantai dan di sekitar pangkalan militernya di kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan, diwilayah dimana mereka sedang membangun deterrent laut yang kredibel terhadap Tiongkok dengan kapal selam kelas Kilo dari Rusia.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga sepakat untuk memodernisasi militer Vietnam serta meningkatkan keterlibatan India di sektor energi Vietnam.

"Kerja sama pertahanan kami dengan Vietnam adalah salah hal yang paling penting bagi kami. India tetap berkomitmen untuk modernisasi kekuatan pertahanan dan keamanan Vietnam," kata Narendra Modi. "Kerjasama ini akan mencakup perluasan program pelatihan kami, yang sudah sangat besar, latihan bersama dan kerjasama dalam alutsista. Kami akan segera mengoperasionalkan kredit $100 juta yang akan memungkinkan Vietnam memperoleh kapal patroli baru dari India. "

India juga dilaporkan tengah mempertimbangkan penjualan rudal BrahMos ke Hanoi. India juga diketahui telah melatih personil AL Vietnam, antara lain, untuk mengoperasikan kapal selam Kilo buatan Rusia. Sejauh ini sudah 500 orang personil AL Vietnam mengikuti pelatihan India.



Sumber : defenseworld.net

Dubes Rusia untuk India : Rafale Perancis Akan Dijatuhkan Sukhoi Seperti Nyamuk

Pesawat Tempur Rafale
Pesawat Tempur Rafale
Dubes Rusia untuk India Aleksander Kadakin dikejutkan oleh keputusan Angkatan Bersenjata India yang hendak membeli 126 pesawat tempur Rafale dari Perancis.

Menurut Kadakin, jika terjadi konflik, pesawat tempur Sukhoi yang diproduksi China akan dengan mudah mengalahkan pesawat tempur buatan perusahaan Perancis Dassault Aviation tersebut, demikian dikabarkan media Rusia.

"Kami masih terkejut India hendak membeli Rafale, karena jika pesawat tersebut ditugaskan melawan pesawat Pakistan atau China, bahkan pesawat Sukhoi buatan China yang 50 persen mirip Sukhoi buatan India, Rafale itu akan seperti nyamuk pada malam hari. Pesawat Perancis itu akan dijatuhkan seperti nyamuk," kata Kadakin.



Sumber : RIA Svezhiy Veter

Rusia Menguji Tembak SLBM Bulava

Ujicoba SLBM Bulava
SLBM Bulava
Rusia berhasil menguji-tembak submarine-launched ballistic missile (SLBM) Bulava dari kapal selam bertenaga nuklir kelas Borey, Yury Dolgoruky, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Rabu (29/10).

Rudal itu diluncurkan dari kapal selam yang sedang menyelam di lokasi di Laut Barents dan menghantam sasaran yang ditentukan di Kura test range di semenanjung Kamchatka Rusia, kata kementerian pertahanan dalam sebuah pernyataan.

Menurut pernyataan itu, peluncuran itu adalah peluncuran uji operasional pertama Bulava, yang sejalan dengan program pelatihan tempur. Semua peluncuran sebelumnya merupakan bagian dari pengujian tahap pengembangan.

SLBM tiga tahap Bulava membawa hingga 10 hulu ledak independen dan memiliki jangkauan 8.000 kilometer (5.000 mil).

Sebelumnya pada Oktober, sebuah sumber di kompleks industri militer Rusia mengatakan akan ada dua peluncuran Bulava pada akhir tahun 2014, satu dari kapal selam nuklir Alexander Nevsky pada bulan November, dan satu dari Yury Dolgoruky pada bulan Oktober.

Pada bulan September, sebuah rudal Bulava berhasil diuji-tembak dari kapal selam bertenaga nuklir kelas Borey, Vladimir Monomakh.

Pengujian Bulava telah mengalami beberapa kegagalan di masa lalu. Pada September 2013, ketika diuji coba pada kapal selam nuklir Aleksander Nevsky, roket Bulava gagal berfungsi. Menyusul insiden ini, diperintahkan lima peluncuran Bulava tambahan.

Meskipun mengalami kegagalan pengujian, militer Rusia menegaskan tidak ada alternatif selain Bulava sebagai persenjataan utama untuk kapal selam rudal strategis Rusia baru kelas Borey yang diharapkan dapat menjadi tulang punggung strategis kekuatan penangkal nuklir Angkatan Laut Rusia.





Sumber : en.ria.ru

Cornelis Minta Bangun Pangkalan Militer

Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis menyatakan provinsi yang dipimpinnya saat ini berada pada posisi strategis. Kalbar berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia.

Diperlukan upaya ketat untuk menjaganya baik di perbatasan darat, laut, dan udara.“(Posisi) Kalbar jangan dianggap enteng. Posisi strategis Kalbar luar biasa,” ujar Cornelis dalam kegiatan sosialisasi empat pilar oleh MPR RI, Selasa (28/10) di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar.

Cornelis menilai posisi strategis Kalbar saat ini tidak dijaga dengan ketat. Terbukti lebih dari 20 mil sinyal seluler Malaysia masuk ke Indonesia (Kalbar). Kondisi ini berbeda dengan daerah perbatasan di luar negeri. Misalnya di Eropa, ketika masuk ke wilayah suatu negara, sinyal negara lainnya terhenti.

Menurut Cornelis, posisi strategis Kalbar ini juga rawan terhadap perang informasi dan teknologi. Selain itu, juga rawan masuknya kelompok ekstrim tertentu. Untuk mengatasi kerawanan-kerawanan tersebut, diperlukan langkah dan kebijakan dari pemerintah pusat.

“Saya mengatakan dengan Panglima TNI, perlu dibuat pangkalan militer di daerah Paloh, Sambas,” kata Cornelis.Cornelis menjelaskan keberadaan pangkalan militer di Paloh sangat penting, terutama untuk mengantisipasi jika terjadi konflik. Ia berharap pada masa jabatan Presiden Joko Widodo pembangunan pangkalan militer dapat terealisasi.

“Tahun depan (rencananya) akan dibangun pangkalan militer,” ungkap Cornelis.Cornelis menambahkan banyak negara-negara besar di dunia yang ingin menguasai Indonesia. Terkait hal ini, penyelenggara pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lainnya wajib memberi penyuluhan kepada masyarakat. Penyuluhan ini terkait Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bupati Sambas, Bupati Sambas, Juliarti Djuhardi Alwi mengatakan Pemerintah Kabupaten Sambas mendukung pembangunan pangkalan militer di daerahnya. Salah satu bentuk dukungan yakni dengan menyediakan lahan seluas lima hektar di daerah Liku.

Rencananya di daerah Temajuk juga akan dibangun Lanal tipe C.Menurut Juliarti, rencana pembangunan pangkalan militer ini juga mendapat dukungan dari masyarakat. Mereka menilai keberadaannya sangat penting untuk menjaga kedaulatan bangsa. “Tahun ini perencanaan dulu. Mudah-mudahan tahun depan realisasi,” ujar Juliarti di Kantor Gubernur Kalbar, kemarin.


Sumber : http://www.pontianakpost.com/metropolis/19214-cornelis-minta-bangun-pangkalan-militer.html

AS Sebut Netanyahu Pengecut, Israel Murka

Perdana Menteri Israel
Perdana Menteri Israel
Pemerintah Israel murka dengan olok-olok dari pejabat pemerintah Amerika Serikat yang menyebut Perdana Menteri Israel (PM), Benjamin Netanyahu, pengecut.

Pejebat di kantor Netanyahu mengayakan, PM Israel akan terus membuat kebijakan untuk kepentingan keamanan warga Israel dan hak-hak historis warga Yahudi di Yerusalem.

Olok-olok pejabat AS itu dipicu sikap keras kepala Netanyahu yang menyetujui proyek 1.000 rumah bagi pemukim Yahudi di Yerusalem. (Baca: Marah, Amerika Sebut PM Israel Pengecut)

Proyek itu di wilayah Palestina yang diduduki Israel itu telah ditentang masyarakat internasional. AS menganggap kebijakan Netanyahu akan mengambat upaya perdamaian Israel dan Palestina.

Menteri Ekonomi Israel, Naftali Bennett, mengatakan, PM Israel yang diolok-olok bukan mewakili satu orang atau pribadi.”Memakinya adalah penghinaan, tidak hanya untuk dia tapi untuk jutaan warga Israel dan Yahudi di seluruh dunia,” kesalnya seperti dikutip Jerusalem Post, Rabu (29/10/2014).

”Pemimpin Suriah yang membantai 150 ribu orang tidak diberi julukan 'pengecut',” lanjut Bannet.

“Atau pemimpin Arab Saudi yang merajam perempuan dan kaum homoseksual atau pemimpin Iran yang membunuh kebebasan. Jika apa yang muncul di media itu benar, maka tampaknya pemerintah AS saat ini telah melempar Israel di bawah bus,” lanjut Bannet mengacu pada olok-olok pejabat AS terhadap Netanyahu.

Marah, Amerika Sebut PM Israel Pengecut

Pemerintahan Amerika Serikat (AS) melupakan kemarahannya terhadap Israel dengan menyebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pengecut.

Ledekan bernada keras itu muncul dari pejabat penting di pemerintahan Barack Obama yang kesal dengan sikap keras kepala Netanyahu yang akan nekat membangun 1.000 rumah baru bagi pemukim Yahudi di Yerusalem.

Proyek 1.000 rumah di wilayah Palestina yang diduduki Israel itu telah diprotes masyarakat internasional. Pemerintah Obama sejak awal memperingatkan Israel bahwa kebijakan keras kepala mereka akan merusak upaya perdamaian dengan Palestina.

Jeffrey Goldberg, koresponden diplomatik untuk The Atlantic, pada Selasa melaporkan, sempat berbicara dengan seorang pejabat senior pemerintahan Obama.

”Pejabat yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan kepada Goldberg, tentang sosok Bibi, dia seorang pengecut,” tulis Jerusalem Post, Rabu (29/10/2014), mengutip laporan Goldberg yang mengacu pada sosok Bibi, panggilan akrab Netanyahu.

”Hal yang baik tentang Netanyahu adalah bahwa dia takut untuk memulai perang,” kata pejabat senior pemerintah Obama itu.

”Satu hal yang buruk tentang dia adalah bahwa dia tidak akan melakukan apapun untuk mencapai akomodasi dengan Palestina atau dengan negara-negara Arab Sunni. Satu-satunya hal yang dia tertarik adalah melindungi diri dari kekalahan politik. Dia bukan (Yitzhak) Rabin, dia bukan (Ariel) Sharon, dia tentu saja bukan (Menachem) Begin. Dia tak punya nyali.”

Goldberg mengutip pejabat AS lain yang setuju dengan penilaian resmi terhadap sosok Netanyahu yang disebut pengecut. Menurut pejabat AS itu, Netanyahu selama ini ketakutan dengan isu nuklir Iran.

“Pemerintahan Obama tidak lagi percaya bahwa Netanyahu akan meluncurkan serangan pendahuluan pada fasilitas nuklir Iran,” kata pejabat itu.

”Sudah terlambat baginya untuk melakukan apa-apa. Dua, tiga tahun lalu, itu masih mungkin. Tapi akhirnya ia tidak bisa membawa dirinya untuk menarik pelatuk. Sekarang sudah terlambat,” imbuh dia.


Sumber : http://international.sindonews.com/read/916902/43/as-sebut-netanyahu-pengecut-israel-murka

Menlu Baru Indonesia Fokus Tolong Palestina

Menteri Luar Negeri Indonesia
Menteri Luar Negeri Indonesia
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi, mengatakan, kementeriannya akan fokus menolong Palestina yang masih berkonflik dengan Israel.

Menteri Retno menegaskan, bahwa Indonesia tidak akan berhenti mendorong pencarian solusi damai antara Israel dan Palestina.

”Kita akan turus mendorong penyelesaian konflik antara Israel dan Palestina, dan turut terlibat dalam mencari solusi untuk kedua negara,” ucap Retno, saat menemui awak media pada Rabu (29/10/2014), di kompleks Kementerian Luar Negeri Indonesia, di Jakarta.

Bukan hanya membantu penyelesaian konflik, Indonesia menurut Retno, akan terus memberikan bantuan kepada Palestina, baik materi maupun non-materi. Dari sisi materi, Indonesia telah mengucurkan bantuan sebesar US$1 juta kepada pemerintah Palestina.

”Indonesia terus memberikan pelatihan keapada warga Palestina, setidaknya sampai saat ini sudah lebih dari 1.200 warga Palestina yang mendapatkan pelatihan dari Indonedia di berbagai bidang,” ujar Menlu wanita pertama Indonesia itu.

Retno juga menambahkan bahwa Indonesia sedang merencanakan untuk membuat sebuah konsuler kehormatan Indonesia di Palestina. Indonesia sendiri terlibat langsung dalam Konferensi Asia Pasifik untuk membantu Palestina, khusunya dari segi ekonomi.



Sumber : http://international.sindonews.com/read/917047/40/menlu-baru-indonesia-fokus-tolong-palestina

Menlu : Jauhi Perang, Indonesia Anut Diplomasi Tegas & Bermartabat

Menteri Luar Negeri Indonesia
Menteri Luar Negeri Indonesia
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi, menyatakan, Indonesia selain akan menganut diplomasi pro-rakyat, juga menganut diplomasi tegas dan bermartabat.

Alasannya, Indonesia adalah negara besar dan model diplomasi seperti itu sudah menjadi keharusan.

Menurut Menteri Retno, ketegasan bukan berarti harus melakukan konfrontasi atau perang. Sebaliknya, konfrontasi, kata dia, bukanlah jalur utama yang akan diambil Indonesia dalam menyelesaiakan semua masalah.

”Bukan masalah nyaring atau tidaknya, yang penting adalah apakah kepentingan Indonesia, kepentingan nasional dapat diacapai,” ucap Retno. Menurutnya, tegas bukanlah keras, sehingga jalur konfrontasi sebisa mungkin akan dihindari.

Retno menmbahkan bahwa Indonesia akan segera menyelesaikan beberapa masalah, terutama mengenai batas wilayah maritim yang memang kerap menjadi sumber masalah.

”Memang sudah ada beberapa yang sudah selesai, namun masih ada juga beberapa masalah lainnya yang harus kita selesaikan,” kata Menlu wanita pertama Indonesia itu.

Dalam paparannya, Retno juga menyatakan akan berusaha merangkul semua pihak terkait, baik di dalam atau pun luar negeri.

Menurutnya, Kemlu tidak bisa bekerja sendirian untuk bisa menyelesaikan semua masalah yang ada, namun butuh kerjasama dengan lembaga dan kementerian lain yang terkait.


Sumber : http://international.sindonews.com/read/917053/40/jauhi-perang-indonesia-anut-diplomasi-tegas-bermartabat

Rusia akan Kirimkan Empat Sistem Rudal Hanud S-300 ke Belarus pada Akhir Tahun 2014

Rudal Hanud S-300
Rudal Hanud S-300
Rusia akan mengirimkan empat sistem rudal pertahanan permukaan-ke-udara S-300 pada akhir tahun ini, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan pada hari Rabu tanggal 29 Oktober 2014. Pada bulan Juli 2014, Kementerian Pertahanan Rusia telah menandatangani kontrak untuk menghibahkan sistem rudal permukaan-ke-udara S-300 kepada Belarus.

"Jika kita berbicara tentang ringkasan untuk tahun 2014, maka tahun ini kita akan menyelesaikan pengiriman empat sistem rudal S-300 yang akan dialihtangankan ke Belarus. Saya pikir rudal itu akan masuk ke dalam dinas militer Belarus pada tahun 2015," kata Shoigu dalam pertemuan dengan timpalannya dari Belarusia di Minsk.

Pada Oktober 2013, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan, Rusia berencana untuk menghibahkan empat sistem rudal S-300 ke Belarus.

S-300 (SA-10 Grumble) adalah seri sistem rudal permukaan-ke-udara jarak jauh Rusia yang diproduksi oleh perusahaan Almaz-Antey Concern.

Sistem S-300 pertama kali digunakan oleh Uni Soviet pada tahun 1979, dirancang untuk pertahanan udara bagi fasilitas industri dan administrasi besar, pangkalan militer, dan pengendalian wilayah udara terhadap pesawat serang musuh.

Versi terbaru, S-300 PMU-2 Favorit (SA-20B), diperkenalkan pada tahun 1997, merupakan upgrade dari S-300 PMU-1 dengan jarak tembak yang ditingkatkan menjadi 195 km dengan menggunakan rudal 48N6E2. Sistem ini tampaknya mampu melawan bukan hanya rudal balistik jarak pendek, tapi sekarang juga mampu melawan rudal balistik taktis jarak menengah.


Sumber : armyrecognition.com, en.ria.ru

Euronaval 2014: CMN Memperkenalkan Konsep Inovatif Korvet Stealth C Sword 90

Korvet Stealth C Sword 90
Korvet Stealth C Sword 90
Pada kesempatan pameran Euronaval 2014 yang berlangsung pada tanggal 27-31 Oktober di Paris Le Bourget, Constructions Mécaniques de Normandie (CMN) memperkenalkan konsep inovatif: korvet stealth C SWORD 90. Kapal ini adalah kapal perang terbesar yang pernah dirancang oleh CMN. Korvet C Sword 90 mengadopsi desain inovatif lambung dan suprastruktur dengan permukaan bersudut.

Misi utama dari korvet C SWORD 90 adalah operasi Intelligence, Surveillance and Reconnaissance (ISR), deterens, operasi anti kapal permukaan, anti sasaran udara, operasi anti kapal selam
serta dukungan pasukan khusus.

Menurut CMN, C SWORD 90 merupakan kapal perang Prancis pertama yang diusulkan dipasangi phased array radar. Dengan empat antena, tiang radar depan dan belakang yang terintegrasi mampu melakukan pemantauan terus menerus 360 derajat lingkungan udara dan laut. Radar yang diusulkan untuk dipasang adalah TRS-4D CASSIDIAN, radar generasi terbaru yang memiliki
keunggulan dari pengintegrasian transmitter pada antena dan dengan demikian berkontribusi pada "stealthiness" kapal.

Mengenai modularitas platform, dalam konfigurasi dasar, yang C SWORD 90 dapat menampung 2 Rigid Inflatable Boat (RIB) besar berukuran 11 meter atau towed array sonar untuk misi anti kapal selam. Sesuai dengan kebutuhan pelanggan, platform dapat disesuaikan untuk mengakomodasi helikopter kelas 10 ton dalam hanggar.

Sistem decoy pada korvet ini adalah SYLENA Mk2 yang memberikan perlindungan terhadap rudal berpemandu radar atau IR serta perlindungan terhadap torpedo. Untuk meriam yang terpasang, di samping meriam utama kaliber 76mm, C SWORD 90 dapat mengakomodasi remote weapon station kaliber 30mm atau 20mm. Sementara persenjataan rudalnya, C SWORD 90 dipersenjatai dengan delapan rudal anti kapal MBDA Exocet MM40 Block 3, enam belas rudal VL MICA dan dua peluncur SIMBAD RC. Mengenai perangkat anti-kapal selam, korvet ini dimungkinkan dilengkapi dari pemasok peralatan yang berbeda tergantung pada pilihan pelanggan seperti THALES SA atau ATLAS ELEKTRONIK.

Spesifikasi:

Panjang: 95 m
Beam: 15,70 m
Maksimum Draft: 4,0 m

Kecepatan: 28 knot
Jarak tempuh: 7.000 mil laut pada kec 12 knot
Awak: 65 + 20


Sumber : navyrecognition.com

Evolusi Panser Canon Pindad

Panser Canon Pindad
Panser Canon Pindad
Pindad akhirnya memberitakan ke media akan meluncurkan panser barunya yang mengusung canon kaliber 90 mm bulan november ini pada acara Indodefence 2014 di Jakarta. Beberapa tahun lalu Pindad pernah meluncurkan panser canon pada acara yang sama pameran militer Indonesia tahun 2008 dengan menampilkan panser yang bukan lagi mengangkut personil tapi mengusung canon/kubah senjata kaliber 90 mm. Pada penampilan pertama Pindad mengusung turet senjata canon tank Scorpion buatan Inggris dan memukau publik maupun jajaran TNI.

Berselang beberapa tahun, kembali PT Pindad selaku salah satu tulang punggung industri pertahanan dalam negeri telah berhasil membuat prototype panser dengan dilengkapi Canon Cockerill 90 mm serta sistem kubah senjata CSE-90 Mk III buatan CMI Defense, Belgia, yang menjadikan panser ini lebih garang dan mempunyai efek penghancur.

Canon yang memiliki panjang laras 3,248 m ini juga mampu menembakkan beragam jenis amunisi mulai dari HET, HEAT-T hingga HESH-T. Tidak hanya sampai disitu Panser ini juga dilengkapi senapan mesin kaliber 7,62 mm yang terpasang dalam posisi segaris dengan senjata utama pada kubah utama, yang berfungsi untuk menghajar pasukan infantri musuh. Tak ketinggalan juga sebagai perlengkapan tambahan terdapat tabung pelontar granat asap kaliber 66 mm. Adapun sebagai special equipment untuk mendukung panser di medan pertempuran diantaranya piranti penglihatan malam (night vision gogle / NVG), dengan adanya perangkat ini, membuat panser canon mampu diajak berduel di medan tempur pada malam hari.

Setelah ada pembelian panser dari Korea Selatan sebanyak 22 unit, yang sebagian di rakit PT Pindad, kembali Perusahaaan asal Bandung ini membuat terobosan baru berupa inovasi panser canon dengan bentuk sedikit ada perubahan pada turet canonnya. Bila sebelumnya panser mengadopsi konsep turet/kubah senjata tank Scorpion, kini dengan ilmu tambahan merubah penampilannya dengan turet panser Tarantula, Korea Selatan.

Dari gambar terlihat bentuk yang lebih kokoh dibadingkan sebelumnya. Karena Belum ada berita resmi, maka belum diketahui perubahan apa saja yang diusung panser Pindad yang baru ini. Biarkan gambar yang berbicara, berikut penampakan panser canon Pindad terbaru dari sumber Windu Paramarta dan tweet militer yang diposkan kaskuser.


Sumber : http://garudamiliter.blogspot.com/2014/10/evolusi-panser-canon-pindad.html

Euronaval 2014: DCNS Tampilkan Kapal Selam SMX Ocean

Kapal Selam SMX Ocean
Kapal Selam SMX Ocean
DCNS menampilkan kapal selam SMX Ocean yang dikembangkan dari kapal selam nuklir masa depan Perancis, Barracuda, pada hari pertama acara pameran Euronaval 2014 yang berlangsung dari tanggal 27 hingga 31 Oktober di pinggiran utara Paris.

Hervé Guillou, CEO DCNS, menjelaskan bahwa SMX Ocean pada dasarnya adalah kapal selam Barracuda dengan propulsi konvensional dan bukan propulsi nuklir. Dia mengatakan kapal tersebut bisa menarik untuk kebutuhan kapal selam Australia masa depan karena merupakan kapal selam yang besar dengan jarak tempuh yang sangat jauh, sekitar 18.000 mil laut (33.336km) pada kecepatan 10 knot dan memiliki endurance selama 90 hari.

SMX Ocean tidak hanya menggabungkan semua teknologi terbaru yang tersedia, bahkan meskipun beberapa dari teknologi tersebut tidak sepenuhnya matang. Kapal selam dengan bobot 4.700 ton dan panjang 100m tersebut bisa membawa lima jenis senjata: torpedo, rudal anti sasaran permukaan, rudal anti sasaran udara, rudal jelajah dan ranjau dengan muatan total 34 senjata.

Konsep di balik SMX Ocean adalah bahwa kapal selam itu bisa memiliki program navigasi yang sangat beragam: kapal selam itu bisa berlayar dengan kecepatan rata-rata 14 knot selama satu minggu, kemudian berpatroli selama sebulan tanpa periode snorting (snorting adalah ketika kapal selam naik dekat dengan permukaan laut untuk menaikkan pipa dimana melalui pipa tersebut diambil udara yang diperlukan untuk menjalankan mesin diesel yang pada gilirannya mengisi ulang baterai yang digunakan sebagai daya kapal selam bila sedang menyelam, proses ini juga kadang-kadang disebut sebagai snorkeling) dan kemudian berlayar kembali selama seminggu ke pangkalannya pada kecepatan 14 knot.

Ocean akan memiliki kedalaman operasi maksimum hingga 300 m dan kecepatan menyelam maksimum hingga 20 knot. Konsep desain SMX Ocean juga meliputi peluncur vertikal, yang merupakan inovasi dalam desain kapal selam konvensional, yang dapat memberikan kemampuan salvo untuk rudal jelajah dalam menyerang sasaran di darat. SMX Ocean menawarkan lebih banyak kemampuan multi-role dibandingkan kapal selam lain yang se-tipe. Kapal selam itu dapat beroperasi sendirian atau sebagai bagian dari sebuah carrier group, atau dalam bentuk pengerahan yang lainnya, dan juga mempunyai kemampuan untuk mengerahkan pasukan khusus, penyelam tempur, unmanned underwater vehicle (UUV) dan bahkan unmanned aerial vehicle (UAV).



Sumber : aviationweek.com

Krasukha 2, Sistem Electronic Warefare Terbaru Rusia Penangkal AEW&C

Krasukha 2
Krasukha 2
Kompleks pernika (peperangan elektronika/Electronic Warefare) milik Rusia, Krasukha 2, telah ditunjukan pada publik secara resmi. Para ahli menilai Krasukha 2 merupakan salah satu kompleks pernika yang paling efektif dalam menghadapi pesawat Airborne Early Warning and Control/AEW&C (pesawat pendeteksi obyek udara jarak jauh), dan akan menjadi senjata yang digandrungi oleh negara-negara dengan kekuatan senjata muktahir.

Dalam wawancara bersama stasiun radio Ekho Moskvy minggu lalu, Kepala Urusan Pemesanan Negara Kontsern Radioelektronnye Tekhnologii (KRET) Vladimir Mikheyev mengumumkan bahwa komplek pernika buatan Rusia sejak dulu telah diminati oleh puluhan negara di dunia. “Kami memiliki prestasi gemilang dan banyak negara Eropa yang berminat terhadap proyek kami,” kata Mikheyev.

Perwakilan KRET tersebut menjelaskan, komplek pernika buatan Rusia saat ini telah digunakan oleh angkatan bersenjata China. “China memiliki minat yang tinggi terhadap teknologi pernika. Mereka memiliki perbendaharaan komplek pernika yang beragam, baik buatan lokal maupun asing, termasuk dari Rusia,” terang Mikheyev.

Namun, Mikheyev tidak menjelaskan sistem pernika Rusia jenis apa yang menarik perhatian negara-negara Eropa dan China tersebut.

Pengembangan Paling Rahasia

Krasukha 2 merupakan pengembangan industri elektronik paling rahasia milik Rusia. Kompleks tersebut memulai debutnya dalam forum internasional Engineering Technologies 2014. Krasukha dipamerkan secara terbuka oleh perusahaan KRET, yang merupakan bagian dari korporasi milik pemerintah Rusia, Rostec. Dalam pameran tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan stasiun pernika bergerak unik yang mampu mengacaukan kerja radar AEW&C milik musuh, terutama untuk pesawat E-2 Hawkeye dan E-3 Sentry buatan AS.

Menurut pakar militer independen sekaligus redaktur utama situs Military Russia Dmitry Kornev, hingga saat ini Krasukha 2 masih menjadi salah satu teknologi persenjataan paling rahasia dalam perbendaharaan pernika angkatan bersenjata Rusia. “Tidak ada data resmi mengenai spesifikasi teknis dan taktis serta kemampuan Krasukha 2 yang sebenarnya. Informasi yang dapat diketahui sejauh ini hanyalah perangkat tersebut sudah masuk dalam persenjataan militer dan aktif digunakan dalam satuan militer Rusia. Namun, tidak ada yang tahu berapa jumlah dan lokasi penempatan alat tersebut saat ini,” kata Kornev.

Kompleks pernika ini memiliki penampilan yang tidak biasa. Krasukha 2 dilengkapi antena parabola berukuran besar yang umum digunakan dalam sistem komunikasi satelit, yang terpasang di atas kendaraan berat Vosyina dengan empat poros roda buatan Pabrik Otomobil Bryansk. Dalam pameran, Krasukha 2 diperkenalkan oleh KRET sebagai “Stasiun Peperangan Elektronika Multifungsi”.

Kornev menjelaskan, Krasukha 2 merupakan pengembangan dari stasiun pengacau gelombang darat buatan Uni Soviet Pelena 1 yang memiliki jangkauan kerja terarah dari seratus hingga 250 kilometerpada Early Warning Aircraft tipe E-3 yang dilengkapi oleh sistem radar jenis AN/APY-2 S. Pelena telah memperkuat beragam batalyon dan merupakan satu-satunya resimen pernika pertahanan serangan udara Uni Soviet.

Menurut Kornev, kemungkinan performa Krasukha 2 tidak lebih buruk dari Pelena. Malah, karena memakai komponen elektronik dan algoritma matematis yang baru, pernika baru ini bisa lebih baik dibanding pendahulunya. Krasukha 2 dapat diaktifkan dalam beberapa menit untuk beroperasi, sementara Pelena membutuhkan beberapa jam. “Ada bukti yang menunjukkan bahwa selain pengemudi, hanya perlu satu sampai dua orang saja untuk mengoperasikan Krasukha 2. Bahkan benda ini mungkin bisa dikendalikan hanya menggunakan komputer tablet,” ujar Kornev menyimpulkan.

Perwakilan Kementerian Pertahanan Rusia yang mengetahui seluk beluk pernika menerangkan bahwa Pelena saja mampu mengatasi AEW&C secara efektif. Namun ia menolak untuk berkomentar lebih lanjut mengenai senjata ini dengan alasan menjaga kerahasiaan negara.

Krasukha Versus AEW&C

Krasukha 2 diprediksi akan menarik perhatian negara-negara dengan kekuatan senjata super muktahir. “Pengoperasian AEW&C (Airborne Early Warning and Control) memang bisa memberi kelebihan bagi satu pihak, tapi di satu sisi, mereka juga harus bisa memanfaatkan kelebihan tersebut,” kata Anton Lavrov, pakar militer independen yang juga merupakan salah satu penulis buku Novaya Armiya Rossii (Tentara Baru Rusia).

Kompleks pernika ini memang sangat efektif, namun harganya sangat mahal sehingga akan sangat sulit dijangkau oleh sebagian besar negara di dunia. Lavrov berpendapat, salah satu pembeli Krasukha 2 yang paling potensial adalah China. “Angkatan bersenjata China adalah salah satu kekuatan militer yang paling dinamis dan berkembang di seluruh dunia. Selain itu, kepemimpinan militer dan politik mereka menggalakan pengayaan teknologi canggih terkini untuk kebutuhan dalam negeri. China saat ini sedang berkonflik dengan Taiwan, dan bila peperangan dimulai, bisa saja angkatan bersenjata AS akan terlibat dalam pertikaian tersebut,” kata Lavrov. Namun saat ini masih belum diketahui apakah Rusia dan China telah melakukan perundingan terkait pernika.



Sumber : http://indonesia.rbth.com/technology/2014/10/28/krasukha_2_sistem_electronic_warefare_terbaru_rusia_penangkal_aewa_25709.html

Roket NASA Setinggi Gedung 14 Lantai Meledak

Roket Antares Meledak
Roket Antares Meledak
Sebuah roket tanpa awak yang membawa pasokan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) meledak saat diluncurkan dari Negara Bagian Virginia, Amerika Serikat.

Antares, roket AS dengan tinggi sekitar 34 meter yang dibangun Orbital Sciences Corp itu meledak beberapa detik setelah lepas dari lokasi peluncuran.
"Terjadi kesalahan, meledak 6 detik setelah meluncur," tulis NASA melalui akun Twitternya seperti dimuat CNN.
Orbital Sciences adalah satu dari dua perusahaan swasta yang dikontrak NASA, untuk menerbangkan pesawat kargo ke orbit setelah armada stasiun antariksa itu dipensiunkan tahun 2011.

Saat meledak Antares membawa pesawat ulang alik Cygnus. Di dalam Cygnus terdapat muatan seberat 2.200 kilogram, yang terdiri dari pasokan makanan untuk keenam astronaut yang berada di ISS.

Sejauh ini penyebab ledakan roket itu belum diketahui.

"Semoga kami dapat mengetahui penyebabnya sesegera mungkin," kata wakil direktur eksekutif Orbital Sciences, Frank Culbertson seperti dimuat BBC, Rabu (29/10/2014).

Sementara itu, dilansir dari VOA News, roket milik swasta itu dilaporkan baru saja lepas landas ketika meledak tidak lama setelah matahari terbenam pada Selasa 28 Oktober petang di pulau Wallops, di lepas pantai Atlantik.

"Tidak ada awak dalam roket Antares itu dan tidak ada orang di darat yang mengalami cedera, tetapi ada kerusakan besar terhadap kendaraan dan kargo," ungkap pihak NASA.

Peluncuran roket AS itu sebelumnya telah ditangguhkan dari Senin 27 Oktober, setelah satu perahu kecil berlayar memasuki kawasan keselamatan peluncuran roket itu.
Wartawan sains BBC Jonathan Amos menuturkan, kegagalan peluncuran Antares ke ISS tidak menimbulkan ancaman, dalam hal ketersediaan pasokan bagi astronaut di ISS.

Sumber :  http://news.liputan6.com/read/2125994/roket-nasa-setinggi-34-meter-meledak


Masuk Wilayah Udara RI Tanpa Izin, Pesawat Asing Dipaksa Mendarat Sukhoi

Melanggar Kedaulatan RI
Melanggar Kedaulatan RI
Dua unit pesawat Sukhoi SU-27/30MKI Flankers milik TNI Angkatan Udara berhasil mendaratkan paksa satu unit pesawat asing sipil Beechcraft 9L dengan nomor registrasi VH-PKF yang tanpa izin memasuki wilayah kedaulatan udara RI, Pontianak, Selasa (28/10/2014).

"Pesawat asing itu kami cegat di atas perairan Laut Tiongkok Selatan, tepatnya di wilayah Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau," ujar Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya melalui siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa malam.

Pesawat asing itu dicurigai terbang di wilayah udara Indonesia tanpa izin, yakni di ketinggian 20.000 kaki dari permukaan laut dan dengan kecepatan 250-350 knot per jam.

Kejadian itu bermula pada sekitar pukul 10.15 WIB pagi. Radar TNI AU di Pangkalan Udara Supadio, Pontianak, menunjukan ada aktivitas penerbangan tak dikenal yang melintas dari selatan Singapura menuju Sibu Kinabalu, Malaysia.

Dua Sukhoi TNI pun diterbangkan ke titik itu. Namun, pesawat Singapura keburu masuk ke wilayah udara Malaysia. Radar TNI AU kembali berbunyi pukul 13.00 WIB. Kali ini radar menunjukan penerbangan tak dikenal dari Malaysia ke Singapura dengan rute yang sama dari sebelumnya.

Dua Sukhoi milik TNI kembali terbang ke titik itu untuk memeriksa. "Pesawat asing itu secara paksa kita turunkan di Lapangan Udara Supadio, Pontianak," lanjut Fuad.

Ternyata, pesawat itu berbendera Singapura. Keterangan tiga awak pesawat, mereka terbang dengan rute itu dalam rangka latihan siswa penerbang. Tipe pesawat yang dipakai juga bukan pesawat tempur, melainkan tipe Beecraft/VH-PFK atau jenis pesawat latih.

Tiga awak pesawat yang dimintai keterangan yakni Tan Chin Kia sebagai kapten pilot, Mr. Z. Heng Chia dan Xiang Bo Hong sebagai siswa. Ketiga orang tersebut merupakan warga negara Singapura.

"Dalam sepekan ini, pesawat TNI berarti telah berhasil mencegat dan memaksa mendarat dua pesawat asing yang melanggar kedaulatan udara Indonesia," lanjut Fuad. 


Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2014/10/28/23063621/Ini.Penjelasan.Mabes.TNI.Terkait.Pesawat.Asing.di.Perbatasan.Malaysia-Indonesia

Tiga Prajurit TNI Terindikasi Jual Amunisi ke Kelompok Bersenjata di Papua

Amunisi
Amunisi
Tiga prajurit TNI terindikasi menjual amunisi kepada kelompok sipil bersenjata (KSB) yang beraksi di kawasan pegunungan Papua. Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen Siahaan membenarkan hal itu saat dikonfirmasi di Jayapura, Selasa (28/10/2014).

"Saya sudah perintahkan untuk mengusut sejauh mana keterlibatan ketiga anggota TNI dalam penjualan amunisi itu," kata Mayjen Siahaan.

Siahaan mengatakan, satu dari ketiga anggota TNI itu telah memasuki usia pensiun, sementara dua orang lainnya masih aktif berdinas. Namun, ketiganya masih bermukim di asrama Kodim Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

"Untuk dua anggota TNI yang masih aktif berpangkat bintara, keduanya akan dibawa ke Jayapura untuk diperiksa POM Kodam XVII/Cenderawasih," ujar Fransen.

Pemeriksaan terhadap kedua anggota TNI itu mengarah pada keterlibatannya dalam organisasi KSB.

Adapun anggota TNI yang sudah pensiun, kata dia, akan diminta keluar dari asrama, dan akan diserahkan ke polisi untuk diperiksa lebih lanjut.

Fransen mengakui, keterlibatan prajurit TNI dalam mendukung gerakan KSB itu mengindikasikan bahwa kelompok pengacau keamanan itu telah masuk ke lingkup TNI. Fransen pun menyebut hal itu sebagai "duri dalam daging" yang dapat mengganggu kenyamanan di tubuh institusi TNI.


Sumber : http://regional.kompas.com/read/2014/10/28/14552361/Tiga.Prajurit.TNI.Terindikasi.Jual.Amunisi.ke.Kelompok.Bersenjata.di.Papua

6 Pesawat Tempur F-16 Tiba Di Lanud Roesmin Nurjadin

F-16 Fighting Falcon
F-16 Fighting Falcon
Enam pesawat tempur F-16 Fighting Falcon Skadron Udara 3, Lanud Iswahjudi tiba di Lanud Roesmin Nurjadin, kemarin. Kedatangan Elang Besi pengawal dirgantara Indonesia ini, dalam rangka melaksanakan Latihan Pertahanan Udara Nasional Tutuka XXXVIII tahun 2014.

Keenam pesawat yang terbagi menjadi dua Flight “Falcon Flight dan Dragon Flight” ini dipimpin langsung oleh Danskadron Udara 3, Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono.

Latihan Pertahanan Udara Nasional Tutuka XXXVIII ini merupakan latihan puncak Kohanudnas antar satuan di bawah Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional III (Kosekhanudnas III), Medan dengan melibatkan seluruh unsur Hanud yang ada dibawah wilayah Kosekhanudnas III. Direncanakan latihan ini akan berlangsung hingga tanggal satu November mendatang.

Setibanya di Lanud Roesmin Nurjadin ke enam pesawat F-16 ini langsung menuju ke Shelter Skadron Udara 16 yang akan dijadikan Posko Unsur TS F-16 selama latihan berlangsung. Selain pesawat tempur F-16, sejumlah personel penerbang dan para teknisi beserta peralatan yang dibutuhkan dalam mendukung latihan Pertahanan Udara Nasional Tutuka XXXVIII juga tiba di Lanud Rsn menggunakan dua pesawat Hercules TNI AU.


Sumber : http://tni-au.mil.id/berita/6-pesawat-tempur-f-16-tiba-di-lanud-roesmin-nurjadin

EMB-314 Super Tucano Latihan Jelajah Medan Ke Lanud Rembiga

Super Tucano EMB-314
Super Tucano EMB-314
Empat pesawat tempur Super Tucano EMB-314 dari Skadron 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh selama kurang lebih satu minggu melaksanakan Terbang Jelajah Medan dan operasi Patroli Udara (Lintas Maleo 2014) ke wilayah Timur Indonesia dan tepat pukul 10.55 Wita Landing di Bandara Internasional Lombok dan disambut oleh Kadisops Lanud Rembiga Mayor Lek Agus Budi P, ST (28/10).

Terbang Jelajah Medan dimaksudkan untuk melatih para penerbang tempur dalam bernavigasi menuju Pangkalan-Pangkalan Udara yang telah ditentukan. Sedang Operasi patroli udara tersebut merupakan bagian dari salah satu tugas dan tanggung jawab dari Koopsau II pada umumnya, serta Skadron Udara 21 khususnya yang merupakan salah satu unsur tempur di bawah Koopsau II dan Lanud Rembiga dalam konteks pangkalan aju operasi dalam mendukung pelaksanaan operasi Patroli udara juga terbang jelajah medan. Operasi patroli udara di wilayah Timur Indonesia ini bertujuan mengamankan Yurisdiksi wilayah udara nasional dari pelanggaran pelanggaran.

Dalam latihan dan operasi ini dilibatkan satu flight pesawat tempur Super Tucano EMB-314 dari Skadron 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh dengan dipimpin langsung oleh Danskadron 21 Letkol Pnb Toto Ginanto, ST, 1 pesawat Hercules dari Skadron 32 dan 1 Pesawat CN 295 serta puluhan ground crew yang akan mendukung pelaksanaan terbang jelajah medan dan operasi Patroli Udara Lintas Maleo 14.

Setelah singgah di Lanud Rembiga dalam hal ini di Bandara Internasional Lombok, empat Super Tucano EMB-314 dari Skadron 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh melanjutkan terbang jelajah medan ke Lanud El Tari Kupang NTT.



Sumber : http://tni-au.mil.id/berita/tucano-latihan-jelajah-medan-ke-lanud-rembiga

Bangladesh Beli Kapal Patroli Buatan Indonesia

X38 Combat
X38 Combat
Pemerintah Bangladesh memesan 18 unit kapal patroli jenis X12 High Speed ke PT Lundin Industry Invest yang pabriknya berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur.

Penandatanganan proyek itu dilakukan oleh Wakil Direktur Jenderal Bangladesh Komodor Yahya Syed dan pemilik PT Lundin, John Ivar Alan Lundin, di Banyuwangi, Selasa, 28 Oktober 2014. "Nilai kontraknya Rp 75 miliar," kata Lizza, Direktur PT Lundin.

Lizza menjelaskan kapal patroli X12 High Speed tersebut merupakan produk baru yang dibuat PT Lundin. Kapal berbahan karbon komposit itu memiliki panjang 11,7 meter dan kecepatan 35 knots. PT Lundin akan mengerjakan proyek tersebut dalam setahun ke depan.

Lundin mengenal Bangladesh pada pameran kapal perang yang berlangsung di berbagai negara sejak dua tahun lalu. Kemudian PT Lundin mengikuti tender dengan peserta dari perusahaan kapal perang dari 17 negara. "Ternyata kami menang," kata istri John Ivar ini.

PT Lundin merupakan perusahaan pembuat kapal militer asal Banyuwangi yang baru berdiri tahun 2001. Perusahaan ini kini menjadi andalan nasional karena mampu menciptakan kapal-kapal perang canggih berkelas dunia.

Setiap tahun PT Lundin rata-rata memproduksi 12 kapal dengan kategori kapal militer, komersial, rekreasi, dan untuk kepentingan SAR. Seluruh produknya ini diberi nama: North Sea Boats. Produk PT Lundin telah dipesan TNI AL Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika.

Nama perusahaan ini baru melambung setelah menciptakan kapal cepat rudal berlunas tiga (trimaran) KRI Klewang 625 yang diluncurkan TNI AL akhir Agustus lalu. Kapal berbiaya Rp 114 miliar dari APBN 2009-2011 ini, diklaim pertama di dunia yang mengaplikasikan bahan komposit karbon yang tidak mampu terdeteksi radar atau disebut kapal siluman. Namun kapal ini terbakar ludes sebelum diserahkan ke TNI AL.

Kepada wartawan, Yahya Syed, mengatakan Bangladesh mulai memperkuat perairan negaranya sejak 1995. Kapal jenis X12 High Speed bisa diproduksi di Eropa, tapi Bangladesh memilih bekerja sama dengan Indonesia. "Kami ingin bekerja sama dengan Indonesia yang jumlah muslimnya juga besar," kata Yahya.

Kapal patroli tersebut, kata Yahya, akan dilengkapi senjata dengan amunisi berukuran 20-40 milimeter. "Sebagai kapal patroli, tidak ada senjata khusus yang kami tempatkan," katanya.


Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/10/28/058617624/Bangladesh-Beli-Kapal-Perang-Buatan-Indonesia-

Airbus dan Tata Tawarkan untuk Membangun Pesawat Angkut C295 Di India

Airbus C295
Airbus C295
Airbus Defence and Space dan Tata Advanced Systems (TASL) mengajukan penawaran bersama untuk menggantikan armada pesawat Avro (Avro/HS 748) Angkatan Udara India dengan pesawat angkut menengah Airbus C295 yang kini memimpin pasar pesawat angkut menengah.

Pembentukan team tersebut mengikuti penilaian industri yang rinci dan evaluasi yang ketat sektor kedirgantaraan swasta India oleh Airbus Defence and Space, yang berakhir dengan pemilihan Tata Advanced Systems sebagai mitra eksklusif Indian Production Agency (IPA) untuk program bergengsi ini, menurut sebuah pernyataan resmi.

Sebanyak total 56 pesawat Avro yang harus diganti. Dalam hal pemberian kontrak, Airbus Defence and Space akan memasok 16 pesawat pertama dalam kondisi siap-terbang dari jalur perakitan akhir Airbus. 40 pesawat berikutnya akan diproduksi dan dirakit oleh Tata Advanced Systems di India. Produksi dan perakitan ini akan mencakup perakitan struktural, perakitan pesawat akhir, integrasi sistem dan pengujian, dan manajemen supply chain.

C295 adalah pesawat yang sangat handal dan tangguh dengan nilai yang sangat ekonomis yang sudah terbukti dalam kondisi operasi yang paling sulit di seluruh dunia. Pesawat jenis tersebut sudah dipesan oleh 19 negara, dan banyak yang telah melakukan pemesanan kembali (repeat order). Pada tahun ini saja telah mendominasi pasar dengan pesanan tidak kurang dari 20 pesawat dari lima negara, pernyataan tersebut menambahkan.



Sumber : defenseworld.net

Tingkatkan Pengawasan Keamanan Singapura Gunakan Balon Helium Raksasa

Balon Helium Raksasa
Balon Helium Raksasa
Sebuah balon helium raksasa akan melayang di atas Singapura dari awal tahun depan untuk mengawasi Republik langit dan pantai siang dan malam.

Dikenal sebagai aerostat, balon akan ditambatkan ke tanah dan rumah radar surveillance yang bisa melihat ancaman musuh dari udara dan laut sejauh 200 km jauhnya. Ini termasuk menyimpang pesawat ringan sipil, perahu-perahu kecil dan peluncur rudal bahkan mobile.

Menteri Pertahanan Ng Eng Hen mengatakan pada hari Selasa bahwa balon udara 55m panjang akan dikerahkan dari dalam sebuah kamp militer, menambahkan bahwa balon akan "meningkatkan kemampuan pengawasan kami secara signifikan". Namun dia tidak mengungkapkan lokasi kamp.


Sumber : http://www.tribunnews.com/internasional/2014/10/28/tingkatkan-pengawasan-keamanan-singapura-gunakan-balon-helium-raksasa

Connie : Anggaran Pertahanan Mengikuti Paradigma Poros Maritim

Kapal Perang Republik Indonesia
Kapal Perang Republik Indonesia
Memasuki era pemerintahan baru di bawah Presiden Joko Widodo dengan paradigma barunya, gagasan Poros Maritim Dunia, akan berdampak pada penyusunan anggaran pertahanan. Hal tersebut diungkapkan pengamat pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie, beberapa waktu lalu.

“Jadi, berbicara tentang estimasi anggaran pertahanan maka itu akan sangat terkait pada paradigma baru ini (Poros Maritim Dunia—red), dan ini akan mencakup tentang penentuan tugas pokok, tugas tambahan, dan sumberdaya yang akan digunakan untuk mencapai sasaran strata strategi militer yang mendukung pelaksanaan operasi pada strata strategi taktis,” kata Connie.

Selain itu, penentuan kapan dan bagaimana operasi dilakukan untuk penetapan jumlah anggaran pertahanan juga disinggung perempuan lulusan UI ini.

“Penentuan kapan, di mana, dan bagaimana, serta dalam kondisi seperti apa pelaksanaan operasi dilakukan. Kita juga harus melihat penentuan, kapan, di mana, dan bagaimana dalam kondisi seperti apa untuk menghindari pertempuran dalam rangka mendukung tujuan dan kepentingan yang lebih tinggi serta mengenai perencanaan dan pelaksanaan latihan-latihan gabungan harus menjadi bahan pertimbangan juga dalam menetapkan anggaran,” jelasnya.

Namun, Wakil Ketua ILUNI UI ini tidak menyebutkan berapa jumlah anggaran yang dibutuhkan atau berapa kali lipat penambahan anggaran dari pemerintahan sebelumnya.

“Pertanyaan ini saya kira sulit dijawab dalam waktu wawancara yang berjangka pendek, karena perlu dihitung dengan baik dan itu rumit. Cuma yang pasti meningkat karena dengan perubahan paradigma pemimpin kita yang baru. Presiden Jokowi dengan Ocean Leadership-nya akan menjadikan TNI lebih outward looking,” pungkasnya.

Tentunya, tanggapan itu akan menjadi catatan penting bagi Presiden Jokowi dan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryaccudu yang baru saja dilantik menjadi Menteri Pertahanan RI untuk dapat mengoptimalkan anggaran pertahanan dalam memasuki Renstra II.



Sumber : http://jurnalmaritim.com/2014/1/2538/connie-anggaran-pertahanan-mengikuti-paradigma-poros-maritim

Radar Acak