Robot Rusia Akan Lindungi Senjata Nuklir dan Luncurkan Misil Balistik

Robot tempur
Robot Tempur 

Robot tempur yang dikembangkan di Rusia akan segera mampu melindungi kompleks senjata yang berisi misil balistik, seperti Topol-M dan Yars, yang merupakan bagian dari Pasukan Misil Strategis Rusia. Kelak, robot ini akan dipercayakan bahkan untuk menembakkan misil balistik sementara Pasukan misil Strategis Rusia terus melanjutkan riset ilmiahnya dan menyusun potensi yang harus dimiliki robot 'pelindung' gudang senjata nuklir Rusia.
Pada 17 Desember lalu, Komandan Pasukan Misil Strategis Rusia Sergei Karakaev menyampaikan pada jurnalis bahwa sistem robot dalam pasukan semacam itu akan mampu menyediakan solusi untuk berbagai tantangan: dari menjalankan segala jenis pengintaian di area divisi misil hingga membantu tentara.
Selain itu, Karakaev tak mengelak bahwa 'pelindung' Yars dan Topol akan dikembangkan sebagai bagian dari proyek yang sudah mulai dikerjakan untuk membangun sistem misil potensial. Intinya, ini adalah proyek yang penting, yang akan membuat para 'pelindung' tentara ditempatkan ke sistem baru yang dirancang mampu meluncurkan misil balistik.
“Serigala” Akan Lindungi Misil
Saat ini, kita tahu mengenai pengembangan dan uji sistem robotik dinamis Wolf 2 untuk Pasukan Misil Strategis Rusia. Robot ini adalah tentara universal sungguhan, kuat dan berat, memiliki pengangkut, mampu melakukan semua misi tempur: dari patroli wilayah yang telah diprogram dan melakukan pengintaian hingga melindungi objek penting dan mendukung kelompok taktis dengan tembakan.
'Gigi' sang 'Serigala' adalah senapan mesin berat Kalashnikov dan senapan mesin berkaliber tinggi Utes dan Kord. Keunggulan utama robot ini adalah kemampuannya untuk tetap menembak saat bergerak (pada kecepatan 35 kilometer per jam) dengan penglihatan terbatas, termasuk malam hari. Citra termal, pengukur jarak sasaran laser, dan sebuah gyrostabilizer membantu sang Serigala menembak dengan akurasi tinggi.
Sergei Karakaev juga menyebutkan bahwa robot tempur tersebut telah digunakan oleh pasukan lain. Saat ini, Angkatan Darat Rusia telah memiliki robot Platform-M, yang lebih kecil dari Wolf 2, tapi memiliki fungsi yang sama. Sistem tersebut dilengkapi dengan granat, senapan mesin Malysh, dan mampu terlibat dalam pertempuran tanpa kontak.
Bertaruh pada Kecerdasan Artifisial
Karakaev menegaskan bahwa dalam waktu dekat sistem kontrol generasi keempat dan kelima terbaru, selain melindungi misil balistik dan membantu tentara Rusia, mungkin bisa 'menjalankan perintah dari pusat komando langsung ke peluncur, melalui tautan perantara, termasuk dalam kondisi aktivitas nuklir dan senjata elektronik'. Hal ini berarti jika terjadi ancaman nyata (misalnya, ketika sistem peringatan dini misil menemukan peluncur misil musuh atau saat kekacauan telah terjadi), robot akan memutuskan untuk melancarkan serangan balasan secara otomotis.
Untuk saat ini, robotik Rusia (baik untuk militer maupun tujuan ganda) belum dipercayakan untuk menjalankan misi penting semacam itu. Sistem yang ada saat ini sebagian besar dikendalikan dari jarak jauh. Oleh karena itu, menurut Karakaev, “sebelum sistem robotik baru masuk dalam militer Rusia, perlu ada riset dan uji coba lebih lanjut.”
Uji coba semacam itu telah dilakukan dalam kerangka kerja Program 'Perancangan Potensi Militer Robotik Hingga 2025', yang didesain untuk memasok angkatan bersenjata dengan robot tempur baru.
Pada September 2015, Komite Industri Militer Rusia bekerja sama dengan Kemenhan Rusia mengembangkan latihan taktis untuk menguji sistem robotik yang diterima oleh tentara. Dan pada Oktober 2015, perwakilan Russian United Instrument Manufacturing Corporation mengumumkan selesainya sistem kontrol otomatis bagi kelompok sumber daya robotik bernama Unicum. Sistem ini, menurut pengembang, tak membutuhkan kendali manusia sama sekali karena mekanismenya hampir menyamai manusia.

Sumber : http://ruskarec.ru/

DPR Setujui Indonesia Membeli Rudal Kh-31A - P dan Rudal AIM-120 AMRAAM

Rudal ke Udara
Rudal ke Udara 

Sebuah komite parlemen Indonesia yang mengawasi anggaran pengadaan pertahanan negara telah menyetujui permintaan oleh Angkatan Udara Indonesia TNI AU untuk memperoleh rudal-ke udara udara senilai USD38 juta.
Sebuah sumber TNI AU mengatakan IHS Jane pada 30 Desember bahwa sistem yang disetujui untuk akuisisi adalah yaitu rudal Kh-31A dan Kh-31P rudal jarak pendek udara-ke- permukaan senilai USD24 juta, Kh-59ME senilai USD18 juta dan rudal AIM-120 AMRAAM rudal canggih jarak menengah udara- ke-udara rudal senilai USD6 juta.

Sumber : http://www.janes.com/article/56919/indonesia-approves-purchase-of-kh-31-aim-120-missiles

PZL M28 Skytruck, Nyaris Jadi Pesawat Intai Maritim Taktis TNI AL

PZL M28 Skytruck
PZL M28 Skytruck

Disaat usia N22/N24 Nomad kian renta, Puspenerbal TNI AL harus berpikir keras untuk menghadirkan pesawat intai taktis pengganti. Saat itu di tahun 2005, pilihan telah dijatuhkan pada PZL M28 Skytruck, pesawat transport ringan bermesin turbo propeller buatan PZL (Polskie Zaklady Lotnicze) Mielec, Polandia. TNI AL dikala itu direncanakan bakal menerima 11 unit M28 Skytruck versi intai maritim.
Dikutip dari nasional.tempo.co (12/12/2015), Departemen Pertahanan RI merencanakan untuk membeli 11 pesawat Skytruck dari Polandia untuk maritime patrol aircraft (MPA). Pendekatan pun sudah dilakuakn cukup itens dengan melibatkan peran Duta Besar Polandia di Indonesia saat itu, Tomasz Lukaszuk. Bahkan pemerintah Polandia turut menawarkan pinjaman (loan) dalam paket tersebut. Bahkan Polandia juga telah membicarakan produksi bersama dan ToT (Transfer of Technology) dengan PT Dirgantara Indonesia. Pembicaraan serius pun sudah melihatkan antar kedua Menteri Pertahanan.
Namun seiring berjalannya waktu, terjadi dinamika yang mengejutkan, bahwa akhirnya TNI AL membatalkan pesanan armada Skytruck dari Polandia. Yang jadi pangkal alasan adalah karena proses terlalu lama tertunda yang menyebabkan harganya semakin mahal, dan alasan kedua pesawat sejenis sudah bisa diproduksi di dalam negeri oleh PT DI. Memang kemudian sebagai gantinya TNI AL menggunakan pesawat intai maritim NC-212 200 Aviocar pada tahun 2007.
Kerjasama dengan Polandia sudah berjalan sejak pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Pada waktu itu untuk pertama kali dilakukan pengadaan pesawat Skytruck senilai US$135 juta untuk kebutuhan Polri. Untuk pengadaan pesawat ini, juga dibahas soal persentase komponen dari Indonesia yang akan dilakukan oleh PT DI. PT DI akan mengerjakan 3 sampai 6% dari total nilai kontrak untuk membuat kandungan lokal pesawat tersebut.
PZL M28 Skytruck
Dengan kemampuan STOL (Short Take Off Landing), M28 Skytruck yang terbang perdana pada bulan Juli 1993 langsung memikat pasar. Citarasa yang ditampilkan Skytruck memang unik, dari segi rancangan pesawat ini mengusung desain dari Antonov (Rusia), pasalnya rancang bangunnya mengambil basis dari Antonov An-28 yang kemudian disempurnakan. Meski berbau teknologi Eropa Timur, namun mesin Skytruck justru memakai teknologi Barat, yakni menggunakan Pratt and Whitney PT6A-65B Turboprops.
Sebagai pesawat angkut ringan, Skytruck dapat membawa 19 pasukan bersenjata lengkap. Skytruk juga mendukung operasi linud (lintas udara), pasalnya di bagian belakang terdapat ramp door untuk terjun pasukan payung. Skytruk juga dapat disulap sebagai pesawat angkut cargo, yakni dengan adanya pintu samping kanan belakang yang dapat dibuka lebar. Beban (payload) yang dapat dibawa mencapai 2,3 ton.
Dengan kemampuan terbang selama 6 jam 12 menit, plus jarak jelajah hingga 1.500 km, Skytruck dipandang ideal untuk misi intai maritim taktis. Dan PZL menawarkan beberapa varian intai maritim, mulai dari M28B Bryza 1R yang dilengkapi Search and Surveillance Radar ASR-400 dan datalink Link-11. ASR-400 merupakan radar intai dengan sudut pantau 360 derajat ditempatkan dibawah perut pesawat. Kemudian ada M28B Bryza 1RM bis, ini merupakan varian intai maritim dengan kemampuan deteksi anti kapal selam. Varian ini terbilang canggih dengan bekal Search and Surveillance Radar ARS-800-2 360 derajat, ejection of single-use hydro-acoustic sonobuoys, thermal imaging system FLIR (Forward Looking Infra Red), magnetic anomaly detector, dan Link-11 datalink.
Selain itu, PZL juga menawarkan Skytruk untuk misi SAR penjaga pantai, M28 05 Skytruck, varian ini dilengkapi Search and Surveillance Radar ARS-400M and FLIR system. Varian ini hanya diproduksi 1 unit untuk Penjaga Pantai Polandia.
Digunakan Satpol Airud
Bila TNI AL batal memiliki Skytruck, maka Polri tercatat mengoperasikan 4 unit Skytruck versi transport. Dari empat unit yang dioperasikan, kini tinggal tersisa dua unit, dua lainnya telah jatuh karena kecelakaan di Papua.
Oleh pihak PZL, kecelakaan disebut karena kesalahan manusia. “Padahal mesinnya bagus, tak ada masalah, sekali lagi itu hanya human error,” ujar Janusz Zakrecki, President/Direktur Umum PZL, dikutip dari nasional.tempo.co (5/9/2013). Janusz meyakini bahwa salah satu penyebab kecelakaan itu karena pihak Polri sebagai pemesan tak mau pesawat angkut ringan ini dilengkapi Ticas, radar pendeteksi cuaca. “Mereka menyatakan tak butuh kelengkapan itu, padahal sangat diperlukan. Sejak bencana itu, kini kami wajibkan setiap penjualan Skytruck harus dilengkapi Ticas dan sistem deteksi canggih lainnya,” kata Janusz.
Jenis pesawat multi-misi ini cocok untuk kondisi alam Indonesia yang sering dilanda bencana alam, tsunami misalnya. “Landasannya tak perlu keras, mobilitasnya diperlukan untuk penyaluran bantuan kemanusiaan yang perlu gerak cepat,” katanya. M28 Skytruck dijual seharga US$ 6 juta hingga US$ 7 juta per unit bergantung pada spesifikasinya. Saham PZL Mielec kini sepenuhnya dimiliki Sikorsky, perusahaan heli terkemuka di Amerika Serikat.
Selain beroperasi di Indonesia dan Polandia, M28 Skytruck juga digunakan di Guyana, Yordania, Nepal, Suriname, Amerika Serikat, Venezuela, dan Vietnam. Sebagian besar Skytruck yang beroperasi digunakan untuk kebutuhan militer. AS misalnya, mempercayakan Skytruck sebagai salah satu pesawat pendukung US SOCOM (Special Operations Command). (Bayu Pamungkas)
Spesifikasi PZL M28 Skytruck :
- Crew: 2
- Capacity: 19 passengers
- Payload: 2.300 kg
- Length: 13,10 meter
- Wingspan: 22.06 meter
- Height: 4.90 meter
- Empty weight: 4.100 kg
- Max. takeoff weight: 7.500 kg
- Powerplant: 2 × Pratt & Whitney Canada PT6A-65B turboprops, 820 kW (1,100 shp) each
- Maximum speed: 355 km/h
- Cruise speed: 270 km/h at 3,000 meter
- Stall speed: 123 km/h
- Range: 1.500 km
- Endurance: 6 hr 12 min
- Service ceiling: 7.620 m
- Rate of climb: 11 meter per detik

Sumber : TSM

Pesawat Angkut Militer Airbus A400M Kedua Malaysia Mendarat di Pangkalan Udara Subang

Airbus A400M
Airbus A400M
Pesawat angkut militer Airbus A400M kedua yang dipesan untuk Angkatan Udara Malaysia (Royal Malaysian Air Force - RMAF) mendarat kemarin (29/12) di pangkalan udara Subang, Selangor, Malaysia, dikawal oleh dua jet tempur MiG-29. Pesawat dengan nomor M-54-02 tersebut adalah pesawat angkut A400M kedua dari batch sejumlah empat pesawat yang dipesan pada tahun 2005.
Keempat A400M tersebut tidak akan menggantikan armada Lockheed Martin C-130 Hercules RMAF, tetapi berfungsi untuk menggandakan kapasitas angkut udara RMAF. A400M RMAF ini akan dioperasikan oleh skuadron baru, No. 22 Sqn, yang dibentuk untuk pesawat tersebut.
Pesawat ketiga akan diserahkan pada akhir 2016 dan pesawat keempat akan datang pada awal 2017.
Airbus A400M adalah pesawat angkut militer dengan empat mesin turboprop. Pesawat ini dirancang oleh Airbus Military sebagai pesawat angkut militer taktis dengan kemampuan strategis. A400M mampu membawa beban 32 ton dengan menempuh jarak 2.300 mil laut (4.259,6 km). Pesawat ini mampu beroperasi baik pada ketinggian rendah (hingga serendah 150 kaki diatas permukaan darat - 45,72 meter) atau pada ketinggian tinggi hingga 11.300 m, dan dapat membawa pasukan dan/atau peralatan diantara dan di dalam wilayah operasi baik dengan parasut (sampai 108 pasukan payung) atau dengan mendarat di landasan udara darurat yang pendek.

Sumber : http://airrecognition.com/

KSAU : Penambahan Kelengkapan Alutsista Jadi Prioritas TNI AU Tahun 2016

Prioritas TNI AU
Prioritas TNI AU

Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna mengatakan prioritas TNI AU tahun 2016 adalah terwujudnya kinerja TNI AU yang lebih baik dan berkualitas, dari aspek operasional Alutsista.
Selain itu, peningkatan kesejahteraan prajurit melalui pembangunan perumahan dinas dan tunjangan keahlian prajurit TNI AU juga akan disikapi secara lebih serius.
Hal tersebut diungkapkan Agus usai pembukaan Rapim TNI AU Tahun Anggaran 2016, di Gedung Serba Guna Suharnoko Harbani Mabes AU Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (29/12/2015).
Kata Agus, tahun anggaran 2016 TNI AU lebih memfokuskan pada upaya melengkapi semua Alusista yang dimiliki dengan peralatan yang seharusnya.
Tindakan yang diambilnya sebagai tekadnya agar kedepan kinerja TNI AU makin lebih baik.
"Paling utama, apabila tahun 2016 kita mendapat pengadaan Alutsista, tentu saja harus yang baru dan lengkap serta satu tingkat lebih tinggi gradenya dari yang kita punya sekarang," kata Agus.
Dalam rapim yang berlangsung satu hari ini, diikuti ratusan unsur pimpinan TNI AU sampai setingkat komandan skadron Udara, komandan batalyon paskhas, komandan depo pemeliharaan, dan sejumlah peninjau.
Selain sebagai sarana evaluasi Program Kerja (Proja) TNI AU tahun 2015, Rapim juga untuk menyatukan pemahanam, pola sikap, dan pola tindak seluruh unsur pimpinan TNI AU, agar program kerja 2016 dapat terlaksana dengan lebih efektif, efisien dan benar.
Lebih lanjut KSAU menambahkan, untuk meningkatkan kualitas operasi TNI AU, akan dilaksanakan evaluasi terhadap seluruh SOP (Sistem Operasi Prosedur) satuan-satuan TNI AU, khususnya yang mengoperasikan alutsista.
"Selain itu, pada 2016 ada beberapa anggaran yang langsung dioperasionalkan satuan bawah, artinya soal anggaran tidak harus terpusat, tetapi sudah banyak yang turun ke satuan bawah," kata Agus.
Sementara terkait dengan rencana menambah kelengkapan alutsista, KSAU menjelaskan semua pesawat TNI AU yang ada saat ini, baik pesawat tempur, pesawat angkut, intai dan helikopter akan dilengkapi peralatannya.
"Jika ada Alutsista yang belum lengkap, akan kami lengkapi," katanya.
Agus mencontohkan pesawat tempur yang belum dilengkapi radar, maka rudalnya harus lengkapi.
"Begitu juga dengan pesawat angkut, pesawat SAR kalau untuk SAR tempur ya harus ada FLIR dan senjatanya. Serta pesawat patroli kita pada 2016 harus sudah terpasang semua sistem untuk surveilancenya," kata KSAU.

Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2015/12/29/ksau-penambahan-kelengkapan-alutsista-jadi-prioritas-tni-au-tahun-2016

Korea Tanda Tangani Kesepakatan Formal untuk Memulai Pembangunan Proyek KFX

pesawat prototype KFX
Pesawat Prototype KFX

Lembaga pengadaan senjata Korea Selatan, pada Senin, 29-12-2015 menandatangani kesepakatan formal dengan Korea Aerospace Industries Ltd (KAI), untuk melakukan proyek ambisius membangun jet tempur buatan dalam negeri.
“Dengan penandatanganan kontrak dengan KAI, maka Lembaga Program Akusisi Pertahanan Korea Selatan (DAPA) secara resmi akan menjalankan proyek pengembangan jet tempur,” kata perwakilan DAPA. Ini artinya anggaran untuk pembuatan pesawat, akan dikucurkanke KAI.
Proyek ini akan memakan waktu 10 tahun untuk tahap perkembangan hingga awal tahun 2026 dan masuk masa memproduksi batch awal pada tahun 2028.
Proyek ini sempat terkendala, karena empat teknologi kunci tidak diizinkan AS untuk ditransfer ke Korea Selatan. DAPA kemudian memutuskan untuk mengganti empat teknologi yang ditolak AS –Radar AESA, infrared search-and-rescue system, electro-optical targeting pod dan radio frequency jammer– dengan teknologi yang diperoleh secara lokal.
Korea Selatan juga telah mengamankan kemitraan Indonesia dalam proyek ini, di mana Indonesia akan memikul 20 persen dari biaya pengembangan.
Dalam kesepakatan Senin, 29/12/2015 DAPA akan membiayai 60 persen dari 8 triliun won (US $ 6,9 milyar) biaya yang dibutuhkan dalam tahap pengembangan, dan KAI untuk membayar 20 persen.
Sebanyak delapan pesawat uji akan diproduksi di awal, dengan enam pesawat untuk pengujian penerbangan dan dua pesawat lain untuk pengujian di darat. Indonesia akan membawa pulang salah satu dari pesawat prototype KFX, bersama dengan teknologi penerbangan yang ditransfer ke negara Indonesia.
“Proyek pengembangan ini bertujuank memperoleh jet tempur kelas menengah, melalui investasi bersama dari pemerintah Korea Selatan, Indonesia dan perusahaan asing dan lokal sehingga, Korea Selatan dapat memenuhi permintaan kekuatan udara Angkatan Udara pasca-tahun 2020 dan juga memasarkan jet tempur modern ke pasar global,”kata Perwakilan DAPA.
Badan pengadaan pertahanan Korea Selatan mengatakan proyek ini akan memiliki efek “spill-over” untuk membawa industri penerbangan Korsel, satu langkah lebih maju.
“DAPA akan memanfaatkan teknologi industri penerbangan lokal dan tenaga kerja yang telah terakumulasi selama 30 tahun terakhir dan akan melakukan usaha terbaik untuk mendapatkan jet tempur yang dibutuhkan pada tepat waktu,” kata Menteri DAPA, Chang Myoung-jin. (Yonhap)

Sumber : http://www.koreaherald.com/view.php?ud=20151228001144

PT PAL Indonesia Segera Luncurkan Kapal Perang Jenis SSV

Strategic Sealift Vessel
Strategic Sealift Vessel

PT PAL Indonesia segera meluncurkan satu unit kapal perang pesanan Filipina jenis "Strategic Sealift Vessel" (SSV), yang proses pengerjaannya sudah mencapai 90 persen. Peluncuran akan dilakukan pada pada 18 Januari 2016.
Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Edy Widarto, Selasa (29/12/2015), mengatakan peluncuran tersebut rencananya dihadiri Presiden Joko Widodo. Sebab menjadi catatan sejarah Indonesia yang kali pertama melakukan ekspor kapal jenis perang.
"Kita masih menunggu konfirmasi dari beliau (presiden), sebab peluncuran atau 'launching' ini sekaligus menjadi bagian dari uji coba pertama bagi kapal perang buatan anak bangsa," kata Edy saat dikonfirmasi dari Surabaya.
Dalam peluncuran nanti, kapal perang canggih itu akan diuji coba untuk mengapung di laut, serta kekuatan daya tahan kapal terhadap musuh, ditambah fungsi sejumlah peralatan canggih yang ada di dalam manifest kapal.
"Setelah peluncuran, kemudian kita sempurnakan dengan melakukan pengecatan sesuai pemesan dan menyambung lagi beberapa komponen peralatan listrik," ucapnya.
Dengan begitu, kata Edy, satu unit kapal tersebut akan siap diserahkan secara resmi kepada pemerintah Filipina pada Mei 2016.
Dalam peluncuran itu, Edy mengatakan juga akan dilakukan beberapa agenda besar, seperti peluncuran kapal jenis Perusak Kawal Rudal (PKR 10514) pesanan TNI Angkatan Laut, serta peletakan blok kapal perang kedua pesanan Filipina.
"Filipina memesan dua unit kapal perang 'Landing Platform Deck' (LPD) jenis SSV kepada Indonesia. Pada saat peluncuran, kapal pertama kita lakukan peletakan blok untuk pesanan tahap kedua," katanya.
Sebelumnya, kapal pesanan Filipina itu didesain dengan panjang 123 meter, lebar 21,8 meter dan mampu mengangkut 500 pasukan serta bobot hingga 10.300 ton, serta mempunyai kecepatan atau dapat melaju selama 30 hari dengan jarak 9.360 mil laut dengan kecepatan maksimal 16 knot.
Selain itu, kapal perang buatan anak negeri tersebut juga mampu membawa dua helikopter, dan mengangkut kapal "landing craft utility" (LCU) serta sejumlah tank perang hingga truk militer.
Setelah Filipina, tiga negara lain berencana memesan kapal perang buatan PT PAL Indonesia (Persero).
Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M Firmansyah Arifin mengatakan, kepercayaan beberapa negara yang berencana memesan kapal perang buatan Indonesia itu adalah sebuah prestasi sekaligus tantangan.
"Produksi kita ini banyak diminati negara lain, dan ini sudah ada tiga negara yang akan menjalin kerja sama pembuatan kapal perang, namun saya tidak bisa sebutkan negara mana saja. Yang jelas, mayoritas dari wilayah Asia Tenggara," ujarnya di Surabaya, Senin (23/3).
Ia mengatakan, jenis kapal yang diminati tiga negara yang dalam proses pemesanan itu adalah Kapal Perang jenis "Landing Platform Dock" (LPD).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PT PAL Indonesia akan mengekspor dua kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel-1 (SSV) pesanan Kementerian Pertahanan Filipina. Kapal perang dengan nilai investasi mencapai US$ 90 juta tersebut berukuran 123 meter dan lebar 21,8 meter.
Fasilitas kapal perang pesanan Filipina tersebut mampu mengangkut sebanyak empat tank, empat truk, satu mobile hospital, dua jeep serta dua heli. Dengan mesin berkapasitas 2 x 2.920 kW, kecepatan maksimal kapal ini mencapai 16 knot.
Selain Fillipina, dikabarkan 3 negara lain juga telah memesan kapal perang buatan PT PAL Indonesia. Negara pemesan tersebut dikabarkan berasal dari Asia Tenggara. Sayangnya hingga kini pihak PT PAL belum bersedia mengungkapkannya.
Pertama dalam Sejarah, Indonesia Bakal Ekspor Kapal Perang
PT PAL Indonesia segera meluncurkan satu unit kapal perang pesanan Filipina jenis "Strategic Sealift Vessel" (SSV), yang proses pengerjaannya sudah mencapai 90 persen, pada 18 Januari 2016.
Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Edy Widarto mengatakan, peluncuran tersebut rencananya dihadiri Presiden Joko Widodo, sebab menjadi catatan sejarah Indonesia yang kali pertama melakukan ekspor kapal jenis perang.
"Kita masih menunggu konfirmasi dari beliau (presiden), sebab peluncuran atau 'launching' ini sekaligus menjadi bagian dari uji coba pertama bagi kapal perang buatan anak bangsa," kata Edy seperti ditulis Antara, Selasa (29/12).
Dalam peluncuran nanti, kapal perang canggih itu akan diuji coba untuk mengapung di laut, serta kekuatan daya tahan kapal terhadap musuh, ditambah fungsi sejumlah peralatan canggih yang ada di dalam manifest kapal.
"Setelah peluncuran, kemudian kita sempurnakan dengan melakukan pengecatan sesuai pemesan dan menyambung lagi beberapa komponen peralatan listrik," ucapnya.
Dengan begitu, kata Edy, satu unit kapal tersebut akan siap diserahkan secara resmi kepada pemerintah Filipina pada Mei 2016.
Dalam peluncuran itu akan dilakukan beberapa agenda besar, seperti peluncuran kapal jenis Perusak Kawal Rudal (PKR) pesanan TNI Angkatan Laut, serta peletakan blok kapal perang kedua pesanan Filipina.
"Filipina memesan dua unit kapal perang 'Landing Platform Deck' (LPD) jenis SSV kepada Indonesia. Pada saat peluncuran, kapal pertama kita lakukan peletakan blok untuk pesanan tahap kedua," katanya.
Kapal pesanan Filipina itu didesain dengan panjang 123 meter, lebar 21,8 meter dan mampu mengangkut 500 pasukan serta bobot hingga 10.300 ton, serta mempunyai kecepatan atau dapat melaju selama 30 hari dengan jarak 9.360 mil laut dengan kecepatan maksimal 16 knot.
Selain itu, kapal perang buatan anak negeri tersebut juga mampu membawa dua helikopter, dan mengangkut kapal "landing craft utility" (LCU) serta sejumlah tank perang hingga truk militer.

Sumber : Antara

Kronologi Pertemuan Kepala BIN Sutiyoso dengan Din Minimi di Hutan Aceh

Nurdin bin Ismail alias Din Minimi
Nurdin bin Ismail alias Din Minimi 

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Sutiyoso, sempat dimata-matai oleh anak buah dari pimpinan kelompok bersenjata di Aceh, Nurdin bin Ismail alias Din Minimi saat akan melakukan pertemuan di hutan pedalaman Aceh Timur, Senin (28/12) kemarin.
Mantan Gubernur DKI itu menjelaskan pertemuannya dengan Din Minimin tidak mudah. Sebelum bertemu Din, dirinya hanya berkomunikasi melalui telepon yang didapat melalui jaringan BIN.
"Sebenarnya dalam operasi intelijen tidak bisa serta merta, ada proses. Sebulan terakhir saya intensif berkomunikasi dangan Din melalui telepon," ujar Sutiyoso dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (29/12).
Setelah komunikasi berjalan mulus, Sutiyoso merencanakan untuk bertemu dengan Din. Itupun harus menempuh medan yang berat. Sepanjang perjalanannya, Sutiyoso mengaku diawasi oleh anggota kelompok tersebut.
"Ke tempatnya tiga sampai empat jam. Medannya sulit sekali, saya diawasi setiap titik, dan mereka membatasi orang yang ingin bertemu. Saya hanya membawa tiga anggota yang mengawal saya. Mendekati sasaran lebih ketat lagi," ujar mantan Pangdam Jaya ini.
Sutiyoso mengungkapkan bahwa pimpinan kelompok tersebut sudah empat tahun tidak bertemu dengan keluarganya. Hal ini juga yang membuat Din berinisiatif melanjutkan diskusi di rumah keluarga Din.
"Seluruh anggotanya ikut, kami konvoi, saya berbincang lagi sambil makan dan minum. Saya baca psikologis dia. Saya katakan perjuangan harus ada akhirnya, tidak bisa begini terus," kata Sutiyoso.
Dari hasil pertemuan tersebut, Sutiyoso menjelaskan kelompok tersebut bukanlah kelompok separatis yang ingin memisahkan Aceh dari NKRI. Mereka, lanjut Sutiyoso juga bukan perampok untuk mendanai kepentingannya.
Lebih lanjut, Sutiyoso mengatakan hasil dari diskusi panjang tersebut , Din menyampaikan beberapa tuntutan kepadanya untuk dapat dilaksanakan, di antaranya pemberian amnesti kepada anggotanya sebanyak 120 orang dan 30 orang yang sudah ditahan oleh pihak polisi.
Selanjutnya, menyantuni yatim piatu korban konflik, janda korban konflik, serta meminta kepada KPK untuk turun ke daerah-daerah tingkat II di Aceh, dan juga meminta supaya dalam pelaksanaan Pilkada di Aceh pada 2017 mendatang mesti menurunkan tim pengawas yang independen.
"Mereka kelompok kecewa pada elit GAM (Gerakan Aceh Merdeka) yang saat ini dapat posisi. Intinya itu. Saya bisa baca dari tuntutan dia," demikian Sutiyoso.
Penyerahan Senjata Kelompok Din Minimi Sempat Alot
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso menyatakan bahwa kelompok bersenjata Din Minimi di Nangroe Aceh Darussalam memiliki jaringan terstruktur. Kelompok tersebut memiliki badan intelijen serta penyuplai logistik.
"Dari 120 pasukan tempurnya, yang bisa menembak kurang lebih 40 orang, sepertiganya penyuplai logistik dari kampung-kampung. Dia juga punya intelijen yang disebar di kampung, jadi dia bisa baca pergerakan aparat," bebernya dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusumah, jakarta, Selasa (29/12).
Meski demikian, mantan panglima Komando Daerah Militer Jaya itu mengapresiasi keputusan Din Minimi dan anak buahnya yang berinisiatif menyerahkan senjata dan mengakhiri aksi gerilya.
"Saya katakan perjuangan harus ada akhirnya, tidak bisa begini terus. Tapi kalau tetap bawa senjata mereka akan dicari polisi. Kepatuhan anak buahnya luar biasa. Saya dapat dia (Din), anak buahnya juga. Tadi pagi, setelah apel saya minta dia jelaskan kepada anak buahnya apa yang dibicarakan semalam," jelas Sutiyoso.
Sebelumnya, Sutiyoso menemui kelompok Din Minimi untuk menyerahkan senjata dan kembali ke tengah masyarakat. Negosiasi membuahkan hasil dengan pengamanan sebanyak 15 pucuk senjata laras panjang dari kelompok tersebut.
"Saya hitung senjatanya ada 15. Saya akui ada yang alot menyerahkan senjata, ada yang sembunyi di balik pohon sampai akhirnya semua mau menyerahkan senjata. Semua sudah turun dari gunung, 120 orang plus 30 yang sudah ditahan," tutupnya.

Sumber : http://www.rmol.co/read/2015/12/30/229898/Kronologi-Pertemuan-Sutiyoso-Dengan-Din-Minimi-Di-Hutan-Aceh

B-1B Lancer, Bomber Maut Dukung Pergerakan Tentara Irak Kuasai Kembali Kota Ramadi

bomber B-1B
Bomber B-1B

Angkatan Udara Amerika Serikat mengerahkan bomber B-1B, bukan A-10, untuk memberi dukungan serangan udara jarak dekat kepada tentara Irak, pada saat mengambil alih kota Ramadi dari ISIS. Hal ini ditegaskan oleh Kolonel Steve Warren, jurubicara Operation Inherent Resolve, kepada CNN, pada Kamis, 24 Desember 2015.
Steve Warren mengatakan bahwa bomber B-1B dipilih karena mampu membawa 84 bom 500lb dan terbang selama 10 jam tanpa mengisi ulang bahan bakar. Menurut Warren, pesawat pembom B-1B Lancer terbukti dapat menjadi pesawat pendukung serangan darat jarak dekat yang sangat efektif. B-1B dapat menggantikan tugas pesawat A-10 Thunderbolt II yang selama ini menjadi andalan Amerika Serikat.
B-1B Lancer pertama kali diproduksi oleh Rockwell, sekarang menjadi bagian Boeing, pada 18 Oktober 1984. Bomber ini merupakan pengembangan dari B-1A, prototipe pesawat pembom strategis, yang dibuat pada 1970. Program bomber B-1A hanya sampai pada pembuatan empat prototipe dan terhenti hingga 10 tahun kemudian dikembangkan menjadi B-1B Lancer yang memiliki teknologi siluman.
Bomber B-1B menggunakan empat mesin turbofan General Electric F101-GE-102 sehingga dapat melesat hingga kecepatan 1,25 mach atau 1.324 km/jam dengan daya jelajah hingga 12.000 km. Pesawat ini memilik panjang 44, 81 m, panjang sayap ayun 23,84 m, sayap saat direntangkan 41,67 m, dan tinggi 10,36 m. Berat kosong bomber ini adalah 87 ton, dan berat maksimum pada saat lepas landas 216,3 ton.
Awalnya, bomber B-1B Lancer dirancang untuk membawa bom nuklir, namun setelah Uni Soviet pecah, pesawat ini juga digunakan untuk membawa bom konvesional. Debut pertempuran pertama bomber ini saat diterjunkan dalam Operasi Desert Fox, pada 1998. B-1B juga dilibatkan dalam operasi NATO di Kosovo beberapa tahun kemudian. Amerika juga menggunakan B-1B dalam operasi bersama NATO di Irak dan Afghanistan. Bomber jarak jauh ini diperkirakan akan terus digunakan hingga 2030, dengan beberapa program modernisasi.
Boeing melakukan program modernisas ipesawat pembom B-1B Lancer, yang meliputi modernisasi radar, perangkat lunak avionik, sistem navigasi, layar display warna di kokpit, data links, kemampuan sensor, kemampuan perang elektronika, dan persenjataan yang dibawa. Modernisasi 62 bomber B-1B diharapkan selesai pada 2019.

Sumber : TSM

AVIC Publikasikan Foto Pesawat Latih Supersonik L-15 Pertama Angkatan Udara Zambia

 Angkatan Udara Zambia
 Angkatan Udara Zambia

Perusahaan dirgantara dan pertahanan milik pemerintah Tiongkok, Aviation Industry Corporation of China (AVIC) mempublikasikan foto-foto pilot dan kru pemeliharaan Angkatan Udara Zambia yang telah menyelesaikan konversi mereka ke pesawat latih supersonik dan serang ringan L-15.
Angkatan Udara Zambia diduga telah menandatangani kesepakatan untuk enam pesawat latih jet L-15 Falcon yang dibuat oleh Hongdu Aviation Industry, Tiongkok. Hongdu Aviation Industry merupakan anak perusahaan AVIC.
Pesawat ini datang tak lama setelah pengiriman 16 pesawat latih jet K-8 Karakorum dan tujuh helikopter serang ringan Z-9, yang keduanya juga buatan Tiongkok.
L-15 adalah pesawat latih lanjut yang dikembangkan oleh Hongdu Aviation Industry Corporation yang berpusat di Nanchang. Pesawat tersebut melakukan penerbangan perdananya pada 13 Maret 2006. Desainer pesawat tersebut secara umum adalah Zhang Hong, dan pengembangannya dilaporkan dibantu oleh Yakovlev OKB Rusia.
L-15 adalah pesaing langsung dari Guizhou Aircraft Industry Corporation (GAIC) JL-9/FTC-2000 Mountain Eagle dalam kompetisi untuk program pesawat latih lanjut next generation Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (People’s Liberation Army Air Force - PLAAF).

Sumber : http://defence-blog.com/

Saat Panglima TNI Dengarkan Curhat Prajurit di Pelosok Papua

Panglima TNI
Panglima TNI

Panglima TNI melanjutkan kunjungan kerjanya ke wilayah timur Indonesia. Hari ini Panglima melakukan kunjungan ke Distrik Agats, Kabupaten Asmat.
Pada kunjungan ke Kabupaten Asmat ini, Panglima TNI memiliki dua agenda. Pertama, meninjau pembangunan jalan dari Distrik Agats menuju Wamena. Kedua, melakukan kunjungan ke Komando Rayon Militer (Koramil) 1707-08/Agats.
Rombongan Panglima terbang dari Bandara Moses Kilangin, Timika menuju Distrik Agats menggunakan helikopter. Untuk mencapai Agats, rombongan mendarat terlebih dahulu di Distrik Ewer, Kabupaten Asmat.
Panglima TNI bersama rombongan mendapatkan sambutan dari warga Distrik Ewer. Warga menyambut dengan tarian dan nyanyian. Beratribut lengkap mereka mengantarkan rombongan menuju dermaga. Sebelumnya Panglima TNI diberikan cinderamata berupa tas dan ikat kepala khas Asmat.
Untuk mencapai Distrik Agats, rombongan mesti menggunakan speedboat dari Distrik Ewer. Perjalanan menyeberang itu ditempuh dalam waktu 20 menit. Untuk sekali menyeberang warga diminta membayar sebesar Rp 100 ribu.
"Alternatif lain selain menggunakan speedboat, biasanya warga menggunakan perahu fiber," ujar pegawai humas Kabupaten Asmat.
Rombongan pun tiba di dermaga di Distrik Agats. Dari dermaga, rombongan kembali disambut warga dengan tarian dan nyanyian.
Tinjauan di lapangan, jalan di Distrik Agats kini telah menggunakan beton. Pembangunan jalan ini telah dimulai dari tahun 2012 dan ditargetkan pada tahun 2020 jalan di seluruh distrik sudah jadi.
Iring-iringan warga bersama rombongan Panglima TNI kemudian tiba di Koramil 1707-08/Agats. Romantisme Panglima TNI Gatot bangkit. Ia bertemu dengan beberapa prajurit yang pernah ditemuinya ketika ia menjadi Dandim 1707/Merauke.
Setelah disambut Danramil dan menyalami segenap anggota, Panglima TNI meninjau rumah prajurit yang tak jauh dari kantor Koramil 1707. Kemudian acara dilanjutkan dengan mendengarkan pendapat para prajurit.
Panglima TNI membuka pembicaraan dengan menyampaikan bahwa ia melihat di Distrik Agats sudah terlihat banyak kemajuan dengan adanya jalan beton dan banyaknya warung. Kemudian dilanjutkan dengan membahas masalah cuti prajurit.
"Saya tadi mendengar prajurit di sini berasal dari berbagai daerah. Dan mereka mendapatkan cuti setahun sekali, sementara waktu tinggal (cuti) mereka cuma 12 hari," ucap Panglima TNI Gatoto Nurmantyo di depan prajurit, Selasa (29/12/2015).
Waktu 12 hari dirasa terlalu singkat bagi Panglima Gatot. Untuk pulang ke domisili asli maka membuat mereka harus menggunakan pesawat yang harga tiketnya terhitung mahal.
"Mereka ini kurang cuti, dihitung saja. Mereka cuti setahun sekali tapi liburnya seminggu. Saya usul agar mereka dapat cuti selama sebulan," ujar Gatot yang langsung disambut tepuk tangan.
Setelah membicarakan cuti, Gatot mempersilakan prajurit untuk menyampaikan pendapat.
"Izin, Panglima. Kami di Kabupaten Asmat terdiri dari 10 distrik. Dan untuk mencapai distrik-distrik tersebut kami harus menyewa speedboat yang ongkosnya mahal karena juga harus membeli bahan bakar," ujar seorang prajurit.
Tak selang berapa lama kembali ada yang mengacungkan tangan dan menyampaikanpendapat, "Izin, Panglima. Speedboat kami rusak sehingga tidak dapat dipakai lagi."
"Berapa harga satu speedboat di sini?" tanya Panglima Gatot.
"Izin, satu unit speedboat dengan kekuatan 40 PK harganya Rp 78 juta. Untuk mesin harganya Rp 38 juta dan harga perahunya Rp 40 juta," jawab Danramil.
Mendengar jawaban itu, kemudian Gatot menjawab, "Baiklah, kita akan mengusahakan untuk mengadakan speedboat sebanyak 10 unit." Para prajurit menyambut dengan menjawab serentak, "Siap!"
Panglima TNI Gatot Nurmantyo kembali memberi waktu kepada prajurit untuk menyampaikan pendapat. Tak berapa lama seorang prajurit kembali mengangkat tangan dan berucap, "Izin, Jenderal. Izin, Panglima."
"Kami di Distrik Agats kekurangan kendaraan motor listrik. Kami butuh untuk mencapai ke penjuru distrik," ucap seorang prajurit.
Gatot menjawab, "Kalian semua sehat?"
Serentak prajurit menjawab, "Siap, sehat."
"Kalian tahu kenapa kalian sehat?" Belum sempat dijawab, Panglima melanjutkan, "Itu karena kalian sering jalan kaki. Kalau kalian naik motor, kalian bisa tidak sehat nanti."
Ada sedikit raut kecewa di muka para prajurit. Kemudian Panglima melanjutkan, "Pak Aslog (Asisten Logistik), berapa bisa dibeli motor tanpa listrik itu?"
"Kita bisa sediakan motor sebanyak 5 unit, Panglima," jawab Asisten Logistik Marsekal Muda Nugraha. Keputusan itu pun disambut dengan tepuk tangan dari prajurit.
Jenderal Gatot ke Papua, Tengok Jalan Mumugu-Wamena yang Dikerjakan Prajurit TNI
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo melakukan peninjauan langsung pembangunan jalan Mumugu-Wamena. Jalan sepanjang 278,60 Km itu adalah sebagai tindak lanjut atas instruksi Presiden Joko Widodo.
Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, TNI mendapat kepercayaan dari Presiden Joko Widodo. Presiden memerintahkan untuk membuat jalan dari Mumugu menuju Wamena.
"Saya yang mendapat perintah dan PU mendapat MoU, saya mengecek, ada Mumugu, Batas Batu dan muaranya di Agats," ujar Panglima TNI Gatot Nurmantyo di Kabupaten Nduga, Kota Kenyam, Papua, Selasa (29/12/2015).
Diharapkan dari pembangunan jalan tersebut persoalan aksesibilitas akan teratasi. Karena selama ini masyarakat di daerah pedalaman ini harus membayar mahal barang kebutuhan karena akses yang sulit.
Panglima TNI mendapatkan mandat ini karena Presiden Jokowi pernah bercerita bahwa di Wamena ada 1 juta masyarakat. Dan kalau mengangkut barang dari Jayapura ongkosnya Rp 10 ribu per kilo. Sedangkan di Wamena ongkosnya bisa jadi 30 kali lipat.
Seorang warga bernama Haris mengakui bahwa adanya pembangunan ini sudah cukup membuatnya senang. Karena daerahnya bisa lebih maju seperti daerah lainnya.
Meski begitu dia mengaku belum merasakan dampak langsung seperti turunnya harga bahan makanan dan bahan bakar. Termasuk untuk transportasi, Haris harus menggunakan pesawat untuk dapat mencapai wilayah kota dengan ongkos yang tidak murah.
"Di sini untuk menuju Wamena, misalnya menggunakan pesawat, kita harus charter seharga 37 juta rupiah," ujar Haris, warga Nduga, Kota Kenyam.
Pembangunan jalan ini juga turut disambut senang oleh Bupati Kabupaten Nduga, Yairus Gwijangge. Yairus mengapresiasi kepada Panglima TNI.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Panglima TNI Bapak Gatot Nurmantyo yang diberikan mandat secara langsung oleh Presiden untuk menjalankan pembangunan jalan di sini," tutur Yarius.
Untuk pembangunan ruas jalan Mumugu hingga Wamena rencananya akan ada tujuh ruas jalan. Jalan-jalan itu di antaranya:
1. Ruas Wamena - Habema 47,60 Km
2. Ruas Habema - Mbua 45,81 Km
3. Ruas Mbua - Mugi 25,48 Km
4. Ruas Mugi - Paro 32,00 Km
5. Ruas Paro - Kenyam 81,71 Km
6. Ruas Kenyam - Batas Batu 31,99 Km
7. Ruas Batas Batu - Mumugu 14,00 Km

Sumber : http://news.detik.com/berita/3106894/saat-panglima-tni-dengarkan-curhat-prajurit-di-pelosok-papua

Dubes Rusia Tantang Media di Indonesia Terbitkan Foto Kejahatan Militer AS

Ilustrasi
Ilustrasi

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin mengkritik salah satu surat kabar di Indonesia yang dianggap telah menyebarkan berita fitnah sekaligus kampanye anti-Rusia di Indonesia. Demikian hal tersebut disampaikan sang dubes dalam sesi jumpa pers di atas kapal perang antipermukaan Rusia "Bystry" di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (28/12).
Koran ini menerbitkan berita fitnah dengan karikatur, bukan foto asli, dan ini sangat disayangkan. Mereka berusaha menyalahkan Rusia atas dugaan menyerang warga sipil di Suriah. Media ini tak mau Rusia melawan terorisme ISIS di Suriah," kata Galuzin sambil menunjukkan potongan artikel dari salah satu surat kabar berbahasa Inggris di Indonesia yang terbit pada hari itu.
"Saya sarankan kepada koran ini, daripada menerbitkan karikatur bodoh dan memalukan semacam ini, publikasikanlah foto-foto nyata yang menggambarkan berbagai objek sipil yang telah dibom militer AS berkali-kali di Afganistan, Pakistan, Irak, dan sebagainya. Itulah kejahatan yang sebenarnya dari militer AS, dan itulah yang seharusnya dilaporkan media, bukannya menyebarkan berita bohong mengenai Rusia," kata Galuzin menegaskan.
Menurut Galuzin, media massa di dunia tahu bahwa Kementerian Pertahanan Rusia menggelar jumpa pers setiap harinya di Moskow. Di setiap sesi, juru bicara Kemenhan menjelaskan target apa saja yang disasar oleh AU Rusia di Suriah. "Dan apa yang dilakukan Rusia di Suriah adalah atas permintaan dari pemerintah yang sah. Seluruh target yang diserang AU Rusia dikonfirmasi dengan segala bukti berupa dokumen dan objective control data. Data ini memuat seluruh posisi dan lokasi teroris, kamp pelatihan mereka, tentara-tentara teroris, serta gudang senjata teroris," kata Galuzin.
Sang dubes meyakini bahwa AU Rusia selalu memberikan data konkret bahwa mereka hanya menyerang objek teroris dan tidak pernah menyerang objek dan fasilitas sipil, apalagi warga sipil. Menurutnya, hal ini juga dikonfirmasi oleh Panglima Tertinggi Pasukan Kedirgantaraan Rusia Kolonel Jenderal Viktor Bondarev selama wawancara dengan salah satu saluran televisi Rusia. Dalam wawancara tersebut, Bondarev mengatakan bahwa pilot-pilot Rusia tidak pernah menyerang objek sipil di Suriah.
"Tentu di antara target-target tersebut, ada pula truk-truk minyak yang mengantarkan minyak ilegal dari ISIS ke Turki untuk kemudian diekspor ke luar negeri. Minyak ini menjadi sumber dana aktivitas teroris ISIS, dan minyak ini disalurkan melalui wilayah Turki dengan bantuan Pemerintah Turki," katanya menambahkan.

Sumber : http://ruskarec.ru/

Hadapi Ancaman Teroris, Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Militer dengan RI

Kerja Sama Militer Rusia dengan RI
Kerja Sama Militer Rusia dengan RI

Sebagai salah satu kekuatan besar di Asia-Pasifik, Indonesia dan Rusia perlu bekerja sama secara solid demi melawan rencana jahat teroris internasional. Demikian hal tersebut ditegaskan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin dalam sesi jumpa pers di atas kapal perang antipermukaan Rusia "Bystry" di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (28/12).
Galuzin menekankan pentingnya membina dan memperkuat kerja sama teknis-militer demi menangkal ancaman teroris yang kini dihadapi oleh komunitas dunia. "Kita tahu bahwa organisasi teroris ISIS dan Jabhat al-Nusra berusaha menyebarkan pengaruhnya di wilayah Asia-Pasifik. Mereka ingin mendirikan apa yang mereka sebut sebagai 'kalifah'," kata Galuzin. "Untuk melawan rencana jahat teroris internasional ini, diperlukan kerja sama yang solid antara Rusia dan Indonesia sebagai salah satu kekuatan besar di Asia-Pasifik."
Dalam kesempatan tersebut, Galuzin juga mengatakan bahwa Rusia siap melanjutkan tradisi kerja sama militer yang telah berjalan antara kedua negara selama ini. "Selama Indonesia siap, saya pastikan bahwa Rusia pun siap mengembangkan kerja sama teknis-militer," ungkapnya.
Sang dubes menekankan, Rusia juga terbuka untuk mengembangkan kerja sama dengan Indonesia terkait ekspor senjata Rusia ke Indonesia. "Tentu saja kami terbuka dengan segala bentuk dialog terkait kebutuhan dari pihak Indonesia," kata Galuzin.
Kerja Sama di Masa Depan
Dubes Galuzin mengaku bahwa Rusia dan Indonesia akan mengadakan sejumlah latihan gabungan militer di masa depan. "Rusia juga siap untuk bepartisipasi dalam Komodo International Exercise yang diselenggarakan oleh Indonesia pada 2016 mendatang," kata Galuzin.
Pada tanggal 12 - 16 April 2016 mendatang, TNI Angkatan Laut akan menyelenggarakan 2nd Multilateral Naval Exercise (MNE) Komodo 2016 yang dirangkai dengan International Fleet Review (IFR) 2016, 15th Western Pacific Naval Symposium (WPNS) 2016, Naval Workshop, Maritime Exhibition, Engineering Civic Action Program (Encap), dan Medical Civic Action Program (Medcap) di Padang dan Kepulauan Mentawai (Pulau Sipora dan Pulau Siberut).
Selain itu, sang dubes juga menyampaikan bahwa pada hari ini, Selasa (29/12), kapal perang "Bystry" dan beberapa kapal AL Indonesia akan melaksanakan latihan gabungan untuk melatih kerja sama mereka dalam mengatur siasat peperangan dan komunikasi.
Kapal perang antipermukaan Rusia "Bystry" tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Jumat (25/12) dengan tujuan mengembangkan kerja sama militer dengan Indonesia. Kapal perang antipermukaan "Bystry" masuk dalam kapal perusak (destroyer) kelas Sovremennyy. Kapal kelas ini merupakan kapal perusak antipermukaan yang paling utama milik Angkatan Laut Rusia.
Menurut Galuzin, kapal "Bystry" bertugas untuk menjaga stabilitas keamanan di samudra. "Ada banyak ancaman dan tantangan terhadap perdamaian dunia. Kapal ini adalah salah satu yang terkuat dari AL Rusia untuk menangkal berbagai ancaman tersebut, bersama dengan mitra-mitra luar negeri kami, termasuk Indonesia," kata sang dubes.

Sumber : http://ruskarec.ru/

Tulipan, Mortir Nuklir Terkuat Rusia Kembali Beraksi

Mortir Tulipan Rusia
Mortir Tulipan Rusia

Unit artileri Distrik Militer Timur telah dipersenjatai oleh lebih dari selusin mortir Tulipan (Tulip), yang dirancang untuk menghancurkan bangunan yang memiliki perlindungan ketat. Senjata efektif dan mengerikan ini telah absen dari unit militer Rusia selama sekitar sepuluh tahun terakhir, namun kini ia "dibangkitkan" kembali.
Mortir otomatis 2S4 Tulipan, yang kalibernya melampaui produk serupa buatan Barat, secara praktis telah 'dipensiunkan'. Pada 2015, sekitar 430 senjata ini masih ada di Rusia, disimpan di markas militer, meski efektivitas tipe senjata ini tak pernah diragukan, bahkan 43 tahun setelah pertama kali Tulipan pertama bergabung dengan militer Rusia.
Amunisi yang bisa ditembakkan Tulipan antara lain termasuk hulu ledak nuklir dan neutron, rudal jelajah, rudal klaster, dan beberapa di antaranya mampu menghantam target pada jarak sekitar 20 kilometer.
Amunisi modern terbaru adalah ranjau jelajah, yang merupakan bagian dari kompleks 1K113 Smelchak (Daredevil). Struktur sistem ini termasuk ranjau 240 mm 3VF4 mines dengan peluru 3F5 dan penanda serta pengintai target laser 1D15, dengan perangkat sinkronisasi 1F35K dan 1A35I. Ranjau tangguh berbobot 134 kilogram dari kompleks Smelchak dan Smelchak-M, untuk meningkatkan akurasi mereka, di tahap akhir 'menyorotkan cahaya' pada target mereka menggunakan sinar laser. Durasi proses ini terbilang singkat, sehingga musuh tak punya cukup waktu untuk mencegah atau mengintervensi penghancuran objek.
Pecahan peluru klaster dari amunisi mortir Tulipan 2S4 mampu menghantam area seluas empat kali lapangan bola. Kekuatan satu tembakan mortir ini dapat menghancurkan musuh seluruhnya, membuatnya tak bisa diakses oleh potongan artileri lain. Selain itu, untuk ranjau otomatis tangguh ini, mereka juga menciptakan peluru khusus yang salah satunya berisi nuklir.
Tujuh Inovasi Menjanjikan dari Industri Pertahanan Rusia
Tujuh Inovasi Menjanjikan dari Industri Pertahanan Rusia
Artileri dan Presisi
Namun, mungkin fitur utama mortir 2S4 adalah kemampuan untuk menembakkannya dari 'sudut maksimal elevasi'. Esensi tipe penembakan ini, selain karakteristik unik mortar tersebut, terletak pada fakta bahwa ranjau terkendali khusus dapat diarahkan oleh penembak profesional dengan akurasi yang memiliki dampak seperti bom udara berpresisi tinggi.
Dalam beberapa menit, kru yang terdiri dari lima orang dapat menempatkan Tulipan 2S4 ke posisi tembak. Selain itu, mortir otomatis ini juga dapat mengubah posisinya dengan mudah, setelah meluncurkan serangan terhadap musuh.
Senjata yang memiliki kemampuan manuver dan fleksibilitas tinggi ini semakin optimal saat dioperasikan oleh kru mesin menggunakan proses layanan otomatis, tanpa membutuhkan persiapan manual posisi tempur, sehingga Tulipan 2S4 cocok untuk digunakan dalam operasi militer di lingkungan urban dan menyerang posisi musuh yang dibentengi.
Tulipan 2S4 digunakan oleh tentara Soviet pada masa perang di Afganistan. Tentara Rusia juga menggunakan mortir penghancur ini pada perang pertama di Chechnya, menghancurkan area musuh dan memojokkan target yang berpelindung. Sebagai contoh, mortir ini pernah digunakan untuk menghancurkan pertahanan yang kuat yang dibangun oleh teroris di wilayah tambang minyak Grozny.
Penempatan Tulipan dalam perbendaharaan senjata Rusia dikarenakan rencana untuk menambah jumlah unit artileri yang baru-baru ini diumumkan. Mereka sudah mulai dibuat, tapi saat ini masih dilengkapi oleh perangkat lama, hingga dimulainya produksi serial Koalitsiya (Koalisi) otomatis yang baru, sehingga mortir artileri nuklir terkuat sepanjang sejarah, Tulipan, berkesempatan mencicipi masa kejayaan untuk kedua kalinya.

Sumber : http://ruskarec.ru/

Randy Howard, Director of Business Development F-16 Lockheed Martin: 'Terbangkan' F-16 ke Indonesia

Promosi F-16
Promosi F-16

Pasar Indonesia dinilai semakin menjanjikan. Konsumen yang semakin bertambah pesat dan kebutuhan bangsa Indonesia yang makin beragam, membuat berbagai produk membanjiri pasar dalam negeri. Tak terlepas pula kebutuhan akan produk dan perlengkapan militer.
Kondisi geopolitik di Asia Pasifik dan Asia Tenggara yang dinamis membuat kesadaran akan hal ini semakin tinggi. Produsen sekaligus pengembang peralatan militer yang berbasis di Amerika Serikat, Lockheed Martin, pun melihat kesempatan ini.
Oktober lalu, perusahaan penerbangan yang memasarkan pesawat tempur F-16 ini memboyong simulator pesawatnya ke Indonesia. Harapannya, pemangku kepentingan yang bergerak di sektor pertahanan di Indonesia akan melirik kecanggihan produk ini.
Wartawan Republika Sapto Andika Candra berkesempatan berbincang dengan Randy Howard selaku director of business development F-16 Lockheed Martin di showroom simulator F-16 Viper yang dipajang di Hotel Grand Hyatt, Jakarta. Lantas mengapa perusahaan sekaliber Lockheed Martin melirik pasar militer Indonesia? Bagaimana strategi bisnis yang dijalankan? Berikut petikan wawancara Republika dengan Howard.
Apa tujuan Anda dan tim berkunjung ke Indonesia? Apa yang Anda bawa?
Kami datang ke Indonesia untuk memperkenalkan F-16 Viper, produk terbaru pesawat tempur multiperan F-16 Fighting Falcon. Tujuannya, tentu kami ingin menjamin seluruh pelanggan kami mengerti akan produk yang kami tawarkan. Indonesia adalah pasar yang besar. Kami tentu ingin memastikan pasar yang besar ini bisa kami masuki dengan baik.
Detail produk yang Anda bawa seperti apa?
Sebanyak 4.588 unit F-16 telah dikirim ke seluruh dunia. F-16 sendiri merupakan pesawat tempur yang paling sukses dalam sejarah manusia. Setidaknya kami mencatat seperti itu. F-16 merupakan generasi pesawat tempur yang dapat menyesuaikan kondisi lapangan dan tetap andal. Berbagai kondisi lapangan bisa dia lalui.
Apa yang membuat F-16 berbeda dengan kompetitor?
Bicara soal perbedaan atau keunggulan, harga F-16 lebih terjangkau dibandingkan produk pesaing kami. Selain itu, kami pastikan F-16 lebih mudah pengoperasiannya, terlebih dengan produk terbaru.
Berapa harga F-16 Viper yang saat ini Anda tawarkan kepada Pemerintah Indonesia? Berapa nilai investasinya, khusus di pasar Indonesia?
Pertanyaan yang saya sendiri tidak bisa menjawab, ya itu. Berapa harga F-16, saya akan menjawab. Harganya bergantung pada kebutuhan. Tapi, pertanyaan yang lebih menarik adalah berapa nilai investasi yang diberikan dari F-16?
F-16 merupakan jenis pesawat tempur yang murah dan sangat terjangkau. Sebanyak 4.500 unit pesawat tempur telah kami kirimkan ke seluruh dunia. Bila dibandingkan kompetitor F-16, tentu kami lebih murah baik dari segi spare parts ataupun operasional. Kami berpengalaman 100 tahun dalam menciptakan pesawat tempur. Kami merancang pesawat tempur agar bisa menukik hingga 9G sebagai dasar kami.
Inovasi seperti apa yang diberikan oleh F-16 Viper?
Ini adalah produk teknologi. Tentu berbagai kelebihan dalam hal teknologi kami berikan pada produk ini. Pada F-16 kami menambahkan kemampuan positioning, komputer lebih canggih, greater bandwidth, dan greater capacity. Sekarang, yang kami perkenalkan F-16 Viper. Pesawat F-16 Viper dilengkapi dengan adaptable electronic yang berkemampuan radar model yang lebih canggih.
Sebelumnya, fitur ini telah ada pada model F-16, F-22, F-35. Kami memiliki banyak pengalaman dalam bidang integrated radar system pada pesawat tempur, dan ini bukan hal yang mudah karena banyak sekali tantangan. F-16 V adalah pesawat tempur terbaik seperti yang telah kami jelaskan, pesawat ini mampu menukik hingga 9G dan kami selalu meningkatkan teknologi dari jenis pesawat terdahulu.
Pesawat ini juga memiliki kemampuan sistem elektronik pada komputer kokpit yang beresolusi tinggi untuk membantu pilot mengendalikan layar monitor, tetapi dapat menyusun strategi tempur. Fitur ini juga telah tersedia pada model pesawat tempur sebelumnya.
Model F-16 Viper melanjutkan kesuksesan dari pesawat sebelumnya selama 40 tahun lebih. Kami saat ini sedang berdiskusi dengan para pelanggan kami. Kami mengirimkan pesawat tempur hingga akhir 2017. Kami pun terus meningkatkan kemampuan pada F-16 V agar memberikan kepuasan bagi pelanggan. Karena pesawat ini merupakan pesawat tempur tersukses di seluruh dunia, harapan kami tentu F-16 Viper merupakan pengganti F-16 yang dimiliki oleh Indonesia.
Apakah platform F-16 dapat digunakan pada F-16 Viper ?
Sebelum kami menjawab, kami memiliki pesawat tempur F-16 pada awal tahun 90-an yang dimiliki oleh TNI. Pada jenis ini, kami meningkatkan kemampuan pada kokpit di mana di tempat duduk pilot kami memusatkan black 52 cockpit. Kami baru meningkatkan kemampuan pesawat tempur kami. Cockpit black 552 adalah kokpit yang sama tetapi dengan peningkatan kecanggihan.
Ini masuk akal karena banyak pesawat tempur yang menyamakan wujud dan bentuk. Sebagai bahan pertimbangan karena kita harus memelihara kelayakan pesawat tempur. Biasanya pada kendali pesawat sama, tetapi kami menambah dalam hal teknologi yang kami benamkan.
Kemudian untuk hardware dan sensor ada perbedaan, tetapi masih dalam satu fondasi yang sama. Dalam radar F-16 Viper kami melengkapi dengan tembakan radar yang akurat. Dasarnya penerbangan pesawat tempur yang sama. Tetapi, dalam F-16 V kami menyebutnya dengan free handling yang berarti kendali berada pada layar komputer.
Dengan demikian, apabila pilot mengalami masalah, ia cukup melakukan kendali melalui layar monitor, maka pesawat tempur akan beroperasi secara otomatis. Si pilot tidak perlu menekan banyak tombol sehingga hanya menyeting apa yang ingin dilakukan.
Apakah Lockheed Martin sudah mengadakan pertemuan dengan pemerintah di Indonesia?
Kami akan menawarkan pesawat tempur jenis F-16 V, dan ini merupakan model terbaru yang kami tawarkan. Sekarang kami masih dalam proses pengenalan F-16 V kepada Pemerintah Indonesia.
Apakah ada kompetitor di pasar Indonesia?
Ada. Rusia dengan Sukhoi-nya.
Apa kelebihan dari F-16 V? Dibanding dengan Sukhoi, misalnya?
Jika kita melihat sejarah, F-16 merupakan pesawat tempur tersukses dan pesawat tempur yang telah terbukti keandalannya. F-16 V memberikan kemudahan bagi pilot. Salah satu pesawat tempur kami telah terjual sebanyak 4.588 unit, sedangkan kompetitor penjualannya tidak sebanyak kami.
Kami telah bermitra dengan Angkatan Udara Amerika Serikat. Biaya perawatan perawatan mesin, senjata, dan hardaware kami murah. Hal ini merupakan salah satu faktor yang membuat pesawat F-16 lebih menarik bagi pelanggan, sehingga pelanggan fleksibel untuk menentukan pilihan.
Kami melanjutkan dan memperbarui F-16 Viper. Kami melakukan hal ini karena pelanggan. Departemen Angkatan Udara AS melakukan pengetesan pesawat, kebutuhan pesawat tempur, melakukan demo pesawat. Kami rasa kami adalah pemain terbaik dalam industri pesawat tempur generasi ke-4 saat ini.
Apakah Pemerintah Indonesia sudah memberikan keputusan mengenai pembelian pesawat tempur?
Saya belum tahu. Apa yang membuat pesawat tempur begitu hebat, kalau kita lihat kompetitor, mereka dapat terbang cepat dan tinggi. Akan tetapi, tidak hanya kemampuan itu saja yang dibutuhkan. Pesawat tempur harus dapat membaca situasi sehingga dapat membantu pilot. Dengan begitu, pilot dapat dengan mudah menyusun strategi.
Dari jenis pesawat, kami telah menciptakan pesawat generasi keempat, sedangkan kompetitor masih dalam tahap pemikiran pesawat tempur generasi keempat. Lockheed Martin menawarkan teknologi terkini dari F-16 Viper untuk Indonesia.
Bagaimana strategi F-16 untuk dapat bersaing dengan kompetitor?
Hal yang kami pelajari dari produk terdahulu, kami memiliki F-35, F-22, F-16, dan kembali F-16 Viper yang memiliki kecanggihan pembacaan data. Bila kita lihat kenyataan, Angkatan Udara AS membeli F-35. Seluruh uangnya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pesawat sehingga nantinya F-35 akan memiliki sistem radar yang sangat canggih. Sementara saat ini F-16 telah tersedia di Indonesia.
Pemerintah Indonesia peduli mengenai transfer teknologi. Indonesia telah memiliki sedikitnya dua program simulator. Bagaimana Anda membantu proses transfer teknologi di Indonesia?
Kami telah mendirikan lima fasilitas assembly yang dapat mengantarkan F-16 di seluruh dunia. Kami sangat senang bila Pemerintah Indonesia dapat duduk bersama untuk berdiskusi mengenai hal ini. Karena setiap negara berbeda kebutuhan. Seperti di Korea, kami mempunyai program KFX dan ini merupakan bagian dari komitmen. KFX program adalah program kerja sama pengembangan pesawat tempur dengan Korea.
Jadi, apa saja teknologi terbaru yang dimiliki F-16 Viper?
Seperti sistem radar yang canggih, sistem targeting yang canggih dan electronic warefare system, dan data link. Yang keseluruhan teknologi ini merupakan paket penjualan kami. Kelebihan lain yang tidak dimiliki oleh pesawat tempur lainnya, yaitu senjata yang terintegrasi.
Ada juga Free Flight Control, yakni cara penerbangan terbaik dalam pesawat tempur yang dimiliki oleh F-16 Viper. F-16 Viper memiliki performa terbang terbaik dan kami memiliki radar di udara dan darat. Selain itu, pesawat tempur kami tidak akan tertabrak dengan pesawat lain.
Apakah ada target penjualan untuk Indonesia?
Sebanyak 4.588 unit telah terjual pada pertengahan 1997 hingga 2017 di seluruh dunia dan sekitar dua ribu unit terjual di AS, sisanya terjual di 28 negara. Bila dibandingkan kompetitor penjualan kami masih lebih tinggi. Banyak faktor yang membuat F-16 lebih bernilai.
Harapan kami kepada 28 negara yang membeli F-16, ke depannya akan membeli F-16 V. Saat ini, tercatat 16 negara memesan tambahan spare part. Hal ini menjadi nilai tambah, bila pelanggan senang, mereka pasti akan membeli F-16, termasuk Indonesia.
Berapa harga satu unit simulator?
Kami akan berikan penawaran yang menarik. ed: Mansyur Faqih
Pensiunan Pilot yang Jadi Salesman
Bagi Randy Howard, pekerjaannya saat ini menyenangkan. Betapa tidak, sebagai direktur pengembangan bisnis pesawat F-16 di perusahaan raksasa Lockheed Martin, Randy berkesempatan untuk keliling dunia.
Pekerjaannya mungkin tak jauh berbeda seperti tenaga penjual (salesman) yang ada di mana pun. Tapi produk yang dia tawarkan tak tanggung-tanggung, pesawat tempur F-16 Viper yang merupakan generasi terbaru dari Fighting Falcon.
Di balik sosoknya yang bersahaja ala pebisnis ulung, siapa yang menyangka apabila Randy dulunya adalah pemain di lapangan. Kini menjual pesawat, tapi dulu, dia yang menerbangkannya. Randy merupakan pensiunan perwira Angkatan Udara Amerika Serikat.
Karena itu, jangan tanya lagi keandalannya dalam menerbangkan si burung besi. Bahkan, ketika berbincang dengan Republika pada Oktober lalu di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Randy mengenakan kostum pilotnya, seolah bernostalgia.
"Saya telah menjadi perwira Angkatan Udara AS selama 20 tahun dan saya sudah pensiun delapan tahun yang lalu. Saya bergabung dengan Lockheed Martin sejak delapan tahun yang lalu," ujar Randy.
Sewaktu menjadi perwira Angkatan Udara AS, dia bertugas di program international fighter. Saat bertugas di Korea, Randy bahkan memiloti pesawat tempur F-35. Lepas dari pekerjaan lapangan, Randy merasa tertantang untuk bergabung ke dalam bisnis pengembangan dan pemasaran pesawat tempur.
"Sekarang saya bertanggung jawab untuk pengembangan bisnis pesawat tempur F-16, dan kehormatan bagi saya dipercayakan untuk mengemban tugas ini," kata dia.
Dalam menjalankan bisnisnya di Indonesia, Randy mengaku cukup perhatian pada transfer teknologi. Alasannya, sebagai mantan pilot, Randy sadar betul betapa penting transfer teknologi dari si produsen kepada konsumen.
Transfer teknologi diwujudkan, antara lain, melalui produksi komponen atau suku cadang di dalam negeri. Di Indonesia, Lockheed Martin akan menggandeng PT Dirgantara Indonesia. ed: Mansyur Faqih

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/koran/bincang-bisnis/15/12/28/o0290q2-randy-howard-director-of-business-development-f16-lockheed-martin-terbangkan-f16-ke-indonesia

Radar Acak