PM Medvedev: Obama Akhiri Masa Jabatan dalam Derita Anti-Rusia

Dmitry Medvedev
Dmitry Medvedev 

Perdana Menteri (PM) Rusia Dmitry Medvedev meledek Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang menjatuhkan sanksi terbaru, termasuk mengusir 35 diplomat, menjelang akhir masa jabatannya sebagai presiden. Dia menyebut Obama mengakhiri masa tuganya dalam “penderitaan anti-Rusia”.
Komentar PM Rusia itu disampaikan Jumat (30/12/2016), setelah rezim Obama menjatuhkan sanksi terbaru terhadap Rusia. Sanksi dijatuhkan sebagai respons atas tuduhan bahwa Rusia ikut campur pemilu AS karena terlibat dalam peretasan email Komite Nasional Demokrat (DNC) menjelang pemilu AS.
”Sangat disesalkan bahwa pemerintahan Obama, yang dimulai dengan memulihkan hubungan kami, mengakhiri masa tugasnya dalam penderitaan anti-Rusia. RIP,” tulis Medvedev di halaman Facebook resminya. Singkatan RIP (Rest In Peace) itu sebagai sindiran “belasungkawa” untuk Obama yang akan pensiun dari Gedung Putih.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 35 diplomat Rusia yang bertugas di AS diberi waktu 72 jam untuk hengkang dari Negeri Paman Sam itu. Pengusiran 35 diplomat Rusia ini bagian dari sanksi AS kepada Rusia yang dituduh ikut campur pemilu AS melalui operasi serangan cyber.
Selain mengusir 35 diplomat Rusia, Washington juga menjatuhkan sanksi terhadap lima entitas dan empat tokoh atau pejabat Rusia.
Lima entitas Rusia yang dikenai sanski oleh AS antara lain; The Professional Association of Designers of Data Processing Systems (sebuah organisasi otonom non-komersial), Federal Security Service (Dinas Layanan Keamanan Federal atau FSB), Glavnoe Razedyvatelnoe Upravelenie (Intelijen Militer Rusia atau GRU), Special Technology Center (Pusat Teknologi Khusus) dan Zorsecurity (sebelumnya dikenal sebagai Esage Lab atau Tsor Security).
Sedangkan empat pejabat Rusia yang ikut terkena sanksi baru AS adalah Vladimir Stepanovich Alexseyev, (Wakil Kepala Pertama GRU), Sergey Gizunov (Wakil Kepala GRU), Igor Korobov (Kepala GRU) dan Igor Kostyukov (seorang petinggi GRU).
Sumber : http://international.sindonews.com/read/1167076/41/pm-medvedev-obama-akhiri-masa-jabatan-dalam-derita-anti-rusia-1483095803

Kaleidoskop : Alutsista Baru Buatan Pindad di Tahun 2016

Panser Badak Buatan Pindad
Panser Badak Buatan Pindad
Untuk memenuhi kebutuhan pertahanan, PT Pindad membuat sejumlah senapan terbaru yang benar-benar buatan anak bangsa. Senjata itu antara lain, senapan Serbu SS3, Senapan Serbu SS2 Subsonic 5,66 mm, Sub Machine Gun PMS dan Pistol C52 Premium.
Empat senjata tersebut diciptakan untuk mendukung fungsi pasukan yang berbeda-beda dengan kualitas akurasi yang maksimal. Mulai dari seluruh pasukan elite TNI maupun Polri.
Senapan serbu jenis SS3 adalah pengembangan dari seri senapan serbu Pindad yang sebelumnya, yaitu SS2. SS3 menggunakan amunisi kaliber 7,62 mm dan didesain sebagai Designated Marksman Rifle dalam pasukan yang membutuhkan akurasi tinggi.
Sedangkan, senapan serbu SS2 subsonic didesain khusus dengan peredam (silencer) dan munisi subsonic (di bawah kecepatan suara) 5,56 mm. PT Pindad mengklaim senapan ini cocok untuk operasi khusus yang membutuhkan kemampuan pergerakan senyap.
Untuk Sub Machine Gun PM3 didesain dengan sistem penembakan gas operated dengan munisi 9 mm. PM3 lahir dari kebutuhan untuk mendukung operasi tempur jarak dekat, pembebasan sandera atau perang kota.
Sementara itu, Pistol G2 Premium lahir dari pengembangan desain dan frame pistol yang merupakan implementasi dari masukan para pengguna untuk meningkatkan kemampuannya. Pistol G2 Premium menggunakan munisi dengan kaliber 9 mm dengan jarak tembak efektif 25 meter yang ditujukan untuk para atlet menembak di kalangan militer dan sipil.
Tak hanya senapan, PT Pindad juga memperkenalkan kendaraan lapis baja anti ranjau yang baru dan pertama di Indonesia, bernama Sanca.
Menurut Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose, Sanca adalah hasil kolaborasi ekstensif antara PT Pindad dan perusahaan Australia, Thales, termasuk pengembangan konten lokal khusus yang akan menguntungkan perusahaan pertahanan Indonesia dan meningkatkan keahlian Indonesia di bidang kendaraan anti ranjau.
Sanca berguna untuk mendukung operasi militer, dirancang untuk melakukan berbagai profil misi, memadukan ledakan tingkat tinggi dan perlindungan balistik dengan bilitas off-road. Beberapa pelanggan potensial telah mengungkapkan antusiasme mereka terhadap produk Sanca ini seperti peacekeeping (penjaga perdamaian), infanteri, pasukan khusus, dan polisi.
Sanca memperluas jangkauan PT Pindad sebagai tambahan model Anoa, Komodo, dan Badak, dan berdasarkan desain Thales Bushmaster disesuaikan dengan kebutuhan operasional Indonesia.
Rupanya, inovasi yang dibuat PT Pindad tak hanya berhenti sampai dengan panser saja. Beberapa bulan lalu, tepatnya saat digelarnya IndoDefence 2016 di JIExpo, Jakarta, mengumumkan produk terbarunya, yakni tankboat.
Tank boat terbuat dari komposit dengan platform kapal catamaran (double hull). Alat tempur ini memiliki panjang total 18 meter dan berbekal mesin diesel buatan Maschinenfabrik Augsburg-Nrnberg (MAN). Tank Boat mampu melaju hingga kecepatan 40 knots dari perairan dangkal sekitar 1 meter hingga laut lepas.
"Ini kapal pertama, belum pernah ada di dunia. Sangat cocok untuk Indonesia yang punya banyak perairan. Bisa di sungai, danau, rawa karena dia pakai water jet, bukan baling-baling," kata bawahDirektur Komersial PT Pindad (Persero), Widjajanto saat ditemui di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/11).
Platform tempur ini juga memiliki bekal persenjataan lain seperti Remote Control Weapon System (RCWS) dengan kaliber 7.62mm dengan sistem nadir dan navigasi canggih. Kelebihannya lainnya yakni memadukan konsep kemampuan tempur dengan boat.
Tank ini bisa memberikan tembakan langsung dalam radius 5 Km atau tembakan artileri 16 Km. Tank ini juga dilengkapi dengan rudal palarik. Daya jelajah 2.000 mil, kalau Jawa ke Kalimantan tak perlu refil.
Menurutnya, Tank Boat ini sudah ramai peminatnya baik dari dalam negeri seperti TNI dan luar negeri seperti dari Timur Tengah. "Minatnya mulai antre," ujarnya.
Sumber : http://www.merdeka.com/

Yahya Solossa, tokoh pembebasan Irian Barat dimakamkan di TMP

Yahya Solossa
Yahya Solossa

Jenazah Yahya Solossa, tokoh pembebasan Irian Jaya Barat ke pangkuan Republik Indonesia pada 1963, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kota Sorong, Papua Barat, Jumat.
Tokoh Penentuan Pendapat Rakyat Irian Barat itu menghembuskan nafas terakhir di RSUD Sorong, kemarin, pada usia 88 tahun.
Pemakaman dilakukan dengan upacara militer yang dipimpin Komandan Kodim 1704/Sorong, Letnan Kolonel Infantri Daniel Edger Syaloom Lalawi, yang ditandai tembakan salvo grup penembak kehormatan sebagai tanda penghormatan terakhir.
Lalawi mengatakan, Solossa dimakamkan di TMP karena jasa-jasanya kepada bangsa Indonesia. Beberapa tanda penghargaan dan bintang dia peroleh, di antaranya Bintang Gerilya, piagam penghargaan Panglima Kodam XVII/Cendrawasih sebagai anggota Dewan Musyawarah Pepera Kabupaten Sorong dari unsur Ayamaru, dan Perjuangan Pembebasan Irian Barat dari Penjajahan Belanda.
Sumber : http://www.antaranews.com/berita/604257/yahya-solossa-tokoh-pembebasan-irian-barat-dimakamkan-di-tmp

Panglima TNI : Paspampres Merupakan Prajurit-Prajurit TNI Terpilih

Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres)
Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres)

Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) merupakan kumpulan dari prajurit-prajurit TNI terpilih, oleh karenanya Paspampres tidak boleh gagal dalam setiap melaksanakan tugas pengamanan.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kepada awak media usai menghadiri peluncuran buku dokumentasi “70 Tahun Pasukan Pengamanan Presiden” di Mako Paspampres Jalan Tanah Abang II No. 6, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis malam (29/12/2016).
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, personel Paspampres melaksanakan tugas pengamanan fisik langsung jarak dekat kepada Presiden RI dan Wakil Presiden RI beserta keluarganya, tamu negara setingkat Kepala negara atau Kepala pemerintahan dan mantan Presiden serta Wapres RI.
Panglima TNI menyatakan bahwa sekarang ini masyarakat dan Presiden sama-sama ingin selalu berhubungan, sehingga tidak ada batas Presiden dengan rakyatnya. “Inilah tuntutan tugas Paspampres, agar lebih teliti, terlatih dan profesional lagi,” tegasnya.
Terkait buku dokumentasi 70 Tahun Pasukan Pengamanan Presiden, Panglima TNI Jenderal TN Gatot Nurmantyo mengatakan, buku ini adalah refleksi dari Komandan Paspampres yang sekarang untuk mengukir atau melihat kembali sejarah Paspampres bersama tokoh-tokohnya.
Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa Paspampres berdiri sudah sangat lama dan bukan tiba-tiba berdiri, ada sejarah panjang sejak tahun 46 sampai dengan sekarang. “Buku ini sangat diperlukan khususnya untuk prajurit-prajurit muda, agar mereka tahu bahwa tugas Paspampres penuh dengan berbagai lika-liku tantangan dan perjuangannya,” tuturnya.
Buku dokumentasi 70 Tahun Pasukan Pengamanan Presiden memuat berbagai hal dan sejarah “Pasukan Baret Biru Muda” sejak berdiri mengawal Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, Presiden BJ Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati Soekarnoputri, Presden Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Presiden Joko Widodo serta kunjungan Kepala negara lain ke Indonesia.
Hadir dalam acara peluncuran buku tersebut Kasum TNI Laksdya TNI DR. Didit Herdiawan, M.P.A.,M.B.A., Irjen TNI Letjen TNI Setyo Sularso, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Samoedro, Pangarmabar Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos., Prof. Dr. Anhar Gonggong, Prof. Dr. Andi Widjajanto dan para mantan Komandan Paspampres. (Puspen TNI)
Sumber : https://tniad.mil.id/index.php/2016/12/panglima-tni-paspampres-merupakan-prajurit-prajurit-tni-terpilih/

Duterte Minta Manuver AS-Filipina Jauhi Pulau Sengketa Laut China Selatan

Rodrigo Duterte
Rodrigo Duterte

Presiden Rodrigo Duterte meminta Menteri Pertahanan Filipina untuk memindahkan lokasi latihan perang Angkatan Laut Filipina dan Amerika Serikat (AS) menjauh dari wilayah sengketa di Laut China Selatan. Permintaan Duterte ini muncul seiring dengan langkahnya untuk memperbaiki hubungan Filipina dengan China.
Filipina telah memutuskan untuk mengurangi jumlah latihan perang atau manuver militernya dengan AS. Duterte bahkan menginginkan manuver gabungan itu diakhiri.
Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana kepada wartawan di sebuah upacara militer pada hari Jumat (30/12/2016), mengatakan bahwa Duterte memintanya untuk mencari lokasi baru guna latihan perang AS dan Filipina.
”Kami mungkin memindahkan latihan (perang) angkatan laut yang menghadap Laut China Selatan ke daerah Mindanao untuk menghindari gangguan kepada tetangga kami, jadi mari kita menjadi sensitif dengan tetangga,” katanya mengacu pada China, seperti dikutip Reuters.
Duterte mengunjungi Beijing pada bulan Oktober lalu di saat hubungan Filipina dan AS bermasalah. Duterte saat itu mengumumkan bahwa dia melonggarkan ikatan dengan Washington, yang telah memberikan bantuan militer hampir USD800 juta sejak tahun 2002.
Hubungan China dan Filipina pernah tegang pada tahun 2013 ketika Manila mengajukan gugatan ke Pengadilan Internasional di Den Haag terkait klaim China terhadap sebagian besar wilayah Laut China Selatan. Kawasan itu juga diperebutkan oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam.
Pengadilan Tetap Arbitrase memutuskan bahwa klaim China atas kawasan Laut China Selatan tidak sah. Tapi, China menolak putusan itu.
Duterte menegaskan bahwa dia ingin menghindari konfrontasi dengan China. Pemimpin Filipina itu justru ingin membangun aliansi dengan China dan Rusia.
Sumber : http://international.sindonews.com/read/1167129/40/duterte-minta-manuver-as-filipina-jauhi-pulau-sengketa-laut-china-selatan-1483115904

Kemenperin Minta Pesawat N219 Bisa Terbang di 2017

Pesawat N219
Pesawat N219 

Kementerian Perindustrian‎ (Kemenperin) menargetkan pesawat N219 yang tengah dikembangkan oleh PT Dirgantara Indonesia (DI) dapat terbang perdana pada tahun depan. Dengan demikian adanya pesawat ini diharapkan mampu mendukung konektivitas antar wilayah di Indonesia yang sebagian besar terdiri dari kepulauan.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, N219 merupakan pesawat perintis yang didesain sesuai dengan karakteristik wilayah Indonesia. Pesawat berpenumpang 19 orang ini mampu mendarat di ketinggian tertentu, seperti di wilayah Papua.
“Pemerintah mengharapkan pesawat N219 dapat terbang perdana pada tahun 2017 nanti,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (30/12/2016).
Namun tidak cukup sampai di situ, lanjut Airlangga, pemerintah juga sedang merencanakan pengembangan jenis pesawat yang lain, yaitu pesawat N245. Pesawat ini merupakan jenis pesawat propeller dengan kapasitas penumpang sekitar 50 orang.
"Pesawat ini cocok sebagai penghubung kota-kota kecil di wilayah Indonesia," kata dia.
Sementara dari sektor industri pendukung, pada 2015 yang lalu, Kemenperin telah mengukuhkan Asosiasi Industri Komponen pesawat Udara, Indonesia Aircraft and Component Manufacture Association (Inacom). Anggota asosiasi ini terdiri dari berbagai industri di bidang metal, karet, plastik, Polyurethane, serta lembaga riset, dan konsultan.
Keberadaan Inacom diharapkan mampu mendukung penyediaan komponen untuk pesawat produksi dalam negeri. Selain itu, Inacom juga diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam rantai pasok global dalam industri pesawat di dunia.
Saat ini Inacom turut serta dalam pengembangan beberapa komponen terutama pada program pesawat N219. Diharapkan, saat terbang perdana pesawat N219 memiliki TKDN sebesar 40 persen dan selanjutnya dapat ditingkatkan menjadi 60 persen pada tahun 2019.
Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2691737/kemenperin-minta-pesawat-n219-bisa-terbang-di-2017

Perancis Isyaratkan Rencana Militer Tinggal Lama Di Chad

Bernard Cazeneuve
Bernard Cazeneuve

Perdana Menteri Perancis Bernard Cazeneuve mengatakan bahwa tentara Perancis yang ditempatkan di Chad harus mempersiapkan perang panjang terhadap gerilyawan regional.
"Kami harus mempersiapkan diri untuk perang panjang di lingkungan yang telah mengalami perubahan dramatis," kata Cazeneuve kepada tentara Perancis di Chad pekan ini.
Di ibukota negara Afrika itu, Cazenueve bertemu dengan Perdana Menteri Chad Albert Pahimi Padacke dan Presiden Chad Idriss Deby untuk membahas masalah keamanan.
"Perancis akan selalu membantu Chad mengatasi kesulitan," kata Cazenueve usai pertemuan.
Diketahui bawa Perancis memiliki sekitar 4.000 kontingen kuat di Chad yang merupakan misi untuk melawan militansi dalam koordinasi dengan Amerika Serikat.
Operasi yang dimulai pada tahun 2014 itu diberi nama operasi Barkane. Operasi itu dilakukan dengan tujuan untuk memerangi kelompok militan di wilayah Sahel, selatan Gurun Sahara. [mel]
Sumber : http://dunia.rmol.co/read/2016/12/30/274506/Perancis-Isyaratkan-Rencana-Militer-Tinggal-Lama-Di-Chad-

"Keroyok" Suu Kyi, 23 Peraih Nobel Desak PBB Selamatkan Rohingya

Aung San Suu Kyi
Aung San Suu Kyi 

Sebanyak 23 tokoh peraih Hadiah Nobel “mengeroyok” Aung San Suu Kyi yang pasif melihat komunitas Muslim Rohingya ditindas militer Myanmar. Puluhan peraih Hadiah Nobel itu mendesak PBB ikut campur guna menyalamatkan komunitas Rohingya.
Dalam sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Dewan Keamanan PBB, 23 peraih Hadiah Nobel, politikus, dermawan dan aktivis, kompak mengecam pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi—yang juga penerima Hadiah Nobel Perdamaian—karena tidak berbuat banyak untuk menolong warga Rohingya.
“Tragedi kemanusiaan setara pembersihan etnis dan kejahatan terhadap kemanusiaan berlangsung di Myanmar,” bunyi surat terbuka dari kelompok peraih Nobel itu.
”Kami frustrasi bahwa dia (Suu Kyi) belum mengambil inisiatif untuk memastikan hak-hak kewarganegaraan penuh dan setara (untuk) Rohingya,” lanjut surat mereka.
Dalam beberapa pekan terakhir, lebih dari 27 ribu warga minoritas Muslim yang dianiaya telah melarikan diri dari operasi militer Mynamar di negara bagian Rakhine. Operasi militer diluncurkan untuk menanggapi serangan kelompok bersenjata terhadap tiga pos perbatasan yang menewaskan sembilan polisi Myanmar.
Pemerintah Bangladesh telah berada di bawah tekanan untuk membuka perbatasannya guna menampung para pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar. Tapi, aparat keamanan Bangladesh tetap memperkuat pos perbatasan dengan mengerahkan kapal penjaga pantai untuk mencegah kedatangan para pengungsi Rohingya terbaru.
”Rohingya adalah salah minoritas yang paling teraniaya di dunia, yang selama puluhan tahun telah mengalami kampanye marjinalisasi dan dehumanisasi,” lanjut surat terbuka kelompok peraih Hadiah Nobel. Puluhan peraih Hadiah Nobel yang angkat suara membela warga Rohingya itu salah satunya Desmond Tutu, Shirin Ebadi dan Jose Ramos-Horta.
Mereka mendesak Dewan Keamanan PBB yang terdiri dari 15 negara anggota untuk menekan Sekjen PBB agar mengunjungi Myanmar dalam beberapa minggu mendatang.
”Jika kita gagal untuk mengambil tindakan, orang mungkin mati kelaparan, jika tidak, mereka mungkin dibunuh dengan peluru, dan kami mungkin berakhir menjadi pengamat pasif atas kejahatan terhadap kemanusiaan yang akan membawa kita kembali ke perasan tangan kami yang terlambat dan mengatakan 'tidak pernah lagi, lagi,” imbuh surat mereka, seperti dikutip AFP, Jumat (30/12/2016).
Sumber : http://international.sindonews.com/read/1167098/42/keroyok-suu-kyi-23-peraih-nobel-desak-pbb-selamatkan-rohingya-1483102305

Terseret Kasus Korupsi, PM Netanyahu Akan Diperiksa Polisi

Benjamin Netanyahu
Benjamin Netanyahu 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan segera dimintai keterangan oleh polisi terkait penyelidikan kasus korupsi yang menyeretnya. Dalam kasus ini, PM Netanyahu dicurigai menerima 'donasi politik' dari dua pengusaha.
Dilaporkan media lokal Israel, Channel 2 seperti dilansir AFP, Jumat (30/12/2016), PM Netanyahu diduga menerima 'bantuan' dari dua pengusaha, satu dari Israel dan satu lagi pengusaha asing. Bantuan itu dilaporkan berbentuk donasi politik yang tidak dilaporkan kepada negara.
Menurut Channel 2, Kepolisian Israel telah menyelidiki kasus ini selama 8-9 bulan terakhir. Kepolisian juga telah menginterogasi sekitar 50 orang terkait penyelidikan ini.
Channel 2 yang memiliki pemirsa terbanyak di Israel, melaporkan PM Netanyahu akan dipanggil untuk dimintai keterangan dalam waktu dekat. "Kemungkinan awal pekan depan," sebut Channel 2 dalam laporannya.
Namun kantor PM Israel menyangkal seluruh laporan media. Sedangkan Kementerian Kehakiman dan kepolisian Israel menolak mengomentari laporan ini.
Dalam pernyataannya, kepolisian Israel menyatakan akan menyampaikan informasi terbaru kepada publik pada waktu yang tepat. Kepolisian memperingatkan bahwa berbagai laporan media masih spekulasi.
Pada Juli lalu, Jaksa Agung Israel, Avichai Mandelblit, memerintahkan pemeriksaan awal terhadap sejumlah kasus yang tidak disebutkan, yang menyeret PM Netanyahu. Tidak ada kejelasan soal perkembangan pemeriksaan awal tersebut.
PM Netanyahu sendiri telah berulang kali menegaskan dirinya tidak melakukan pelanggaran hukum. Namun dalam pernyataan sebelumnya, PM Netanyahu mengaku telah menerima uang dari pengusaha asal Prancis bernama Arnaud Mimran. Di Prancis, Mimran dijatuhi vonis 8 tahun penjara atas kasus penipuan sebesar 283 juta euro, yang melibatkan izin emisi karbon dan pajaknya.
Kantor PM Netanyahu menyatakan, ada kontribusi dari Mimran sebesar US$ 40 ribu pada tahun 2001 kepada Netanyahu, yang saat itu tidak sedang memegang jabatan publik. Kontribusi itu disebut sebagai bagian dari biaya aktivitas publik termasuk kunjungan ke luar negeri untuk mempromosikan Israel.
Selain kasus ini, PM Netanyahu juga terseret konflik kepentingan dalam pembelian kapal selam dari sebuah perusahaan Jerman. Laporan berbagai media menyebut ada konflik kepentingan dalam pembelian itu, karena pengacara keluarga Netanyahu, David Shimron, mewakili agen Israel dari perusahaan ThyssenKrupp yang memproduksi kapal selam 'Dolphin'.
Sumber : https://news.detik.com/internasional/d-3384305/terseret-kasus-korupsi-pm-netanyahu-akan-diperiksa-polisi

Rheinmetall Submarine Command Team Trainer, Sarana Simulasi Tempur Awak Kapal Selam TNI AL

Rheinmetall Submarine Command Team Trainer
Rheinmetall Submarine Command Team Trainer

Nama Rheinmetall Defence tak hanya kondang sebagai pemasok kendaraan lapis baja dan kanon PSU (Penangkis Serangan Udara), lebih dari itu perusahaan yang berbasis di Bremen, Jerman ini nyatanya juga dipercaya oleh TNI AL untuk memasok Submarine Command Team Trainer (SCTT) untuk pelatihan awak Korps Hiu Kencana. Seiring dengan rencana kedatangan kapal selam Nagapasa Class (Changbogo Class) dari Korea Selatan, beragam persiapan dikebut, termasuk instalasi pendukung untuk pelatihan awak kapal selam.
SCTT yang ditempatkan di Komando Latihan Armada RI Kawasan Timur (Kolatarmatim), Dermaga Ujung, Surabaya. Untuk mewujudkan fasilitas simulator untuk awak kapal selam, proyek SCTT dibagi ke dalam tiga tahap. Rheinmetall Defence pernah menampilkan solusi SCTT pada ajang Indo Defence 2014. Diantara bagian dari SCTT pada tahap satu adalah Cubicle Sonar, yang tidak lain adalah simulator perangkat navigasi sonar. Pada Cubible Sonar ini terdapat beberapa peralatan berupa satu unit server simulator, dua unit Instructor Control Console, serta 12 display monitor yang berfungsi untuk mengendalikan jalannya skenario latihan dalam berbagai misi tempur. Selain itu, ada enam unit Sonar Console Simulator yang berfungsi sebagai console operator sonar dalam mendeteksi dan menganalisa propagasi bawah air.
Fasilitas di SCTT juga terdapat satu unit Simulator SCS (Submarine Control Simulator) untuk mengendalikan pergerakan kapal sendiri (Own Ship) untuk mengubah halu, cepat dan kedalaman, serta satu unit Periscope Simulator SERO 400. Hasil visual dari periskop dengan moda panorama dapat divisualkan Combat Information Center, atau yang akrab di TNI AL disebut Pusat Informasi Tempur (PIT).
Dalam suatu latihan, prajurit Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmatim dipimpin oleh Letkol Laut (P) Widya Poerwandanu selaku Komandan KRI Nanggala-402 menampilkan latihan analisa kontak sonar dengan skenario kapal selam menyelam pada kedalaman 30 meter. Kemudia kapal selam Type 209 itu mendapatkan kontak sonar dari beberapa baringan yang berbeda, lalu dilaksanakan analisa terhadap kontak tersebut sehingga akan diperoleh data tentang baringan, jarak, cepat, halu, jumlah shaft, jumlah blades dan dapat diidentifikasi jenis dari kontak tersebut, kemudian akan dinyatakan sebagai sasaran atau target.
Rheinmetall Defence menawarkan SCTT dengan konsep fleksibilitas tinggi, memungkinkan desain khusus untuk perangkat latihan dan aplikasi yang digunakan. Semua sensor, termasuk optronic (optical electronic) dan efektor pada kapal selam dalam disimulasikan dalam SCTT, sehingga adaptasi awak pada sistem teknologi baru dan pelatihan dapat dilakukan dengan aman, dan dapat mengurangi biaya operasional pelatihan.
Rheinmetall Defence telah menggeluti solusi SCTT sejak 35 tahun lalu, selain digunakan oleh Indonesia, solusi SCTT Rheinmetall juga telah diadaptasi oleh AL Jerman, AL Inggris, dan AL Thailand. Pada 22 Desember lalu, proyek SCTT Tahap II telah diselesaikan dan diserahkan langsung dari Asisten Logistik (Aslog) Kasal, Laksamana Muda (Laksda) TNI Mulyadi. Dalam implementasi STCC melibatkan PT Pustaka Strategik sebagai representasi dari Rheinnmetall Defence Electronic di Indonesia. (Bayu Pamungkas)
Sumber : http://www.indomiliter.com/

Duit Puluhan Ribu Dolar Disita Dari Rumah Laksma TNI Bambang Udoyo

Komandan Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia
Komandan Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia

Komandan Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI) Mayor Jenderal Dodik Wijanarko mengatakan, saat menggeledah kediaman Direktur Data dan Informasi Bakamla RI, Laksamana Pertama TNI Bambang Udoyo pihaknya mengamankan uang yang diduga suap.
Diketahui, POM TNI menetapkan Bambang sebagai tersangka setelah melakukan pengembangan kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap pengadaan alat monitoring satelit di Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun anggaran 2016.
"Kami sudah memeriksa beberapa saksi, dan kami sudah melakukan penggeledahan di kediaman bapak Laksamana Pertama Bambang Udoyo. Ditemukan barang bukti yang ada di situ," kata Dodik saat memberikan keterangan kepada wartawan di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (30/12/2016).
Menurutnya, saat menggeledah rumah, POM TNI menemukan uang pecahan Dollar Singapura dan Dollar Amerika.
"Jadi barang bukti yang kami dapat dari hasil penggeledahan uang dolar Singapura sebanyak 80 ribu dan USD 50 ribu. Tetapi yang kita dapatkan ini tentunya kekurangan dari nilai itu, sudah dipakai yang lain-lain," kata Dodik.
Diketahui Bambang adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pengadaan surveillance system di Bakamla berujung suap tersebut.
"Tindak pidana yang dilanggar adalah pidana korupsi," kata Dodik.
POM TNI masih mengkaji sanksi yang bakal diberikan terhadap Laksma Bambang Udoyo. Menurut Dodik, POM TNI sementara harus menentukan pasal terlebih dahulu sebelum menjatuhkan sanksi kepada Laksma Bambang.
"Sanksi, kalau tugas saya sementara saya harus menentukan pasal. Dari pasal saya harus menentukan unsur-unsur dari pasal terpenuhi, tapi yang jelas dia korupsi," ujar Dodik.
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) menangkap empat orang dan uang setara dua miliar dalam operasi tangkap tangan melibatkan pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla). Uang tersebut terkait suap dalam proyek pengadaan alat monitoring satelit di Bakamla dalam APBN-P 2016.
Tiga dari empat tersangka tersebut merupakan pegawai swasta yang bekerja di PT Melati Technofo Indonesia (MTI), Hardy Stefanus dan M Adami Okta, serta Direktur PT MTI, Fahmi Dharmawansyah. Deputi Informasi, Hukum, dan Kerjasama Bakamla, Edi Susilo Hadi, juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
Dalam pengusutan kasus ini, penyidik KPK berkolaborasi dengan POM TNI untuk menyelidiki dugaan keterlibatan oknum perwira TNI, dalam dugaan suap proyek pengadaan di Badan Keamanan Laut (Bakamla). Kolaborasi antara KPK dan Pom TNI itu tampak dalam pemeriksaan Fahmi Darmawansyah, bos PT Melati Technofo Indonesia (MTI) yang kini telah berstatus tersangka.
Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2016/12/30/duit-puluhan-ribu-dolar-disita-dari-rumah-laksma-tni-bambang-udoyo

Alvis Stormer HVM, Kasta Tertinggi Peluncur Rudal Hanud Starstreak

Alvis Stormer HVM
Alvis Stormer HVM

Indonesia punya ranpur (kendaraan tempur) Alvis Stormer, dan juga punya rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) HVM Starstreak, dan bila dipadukan maka jadilah sosok Self Propelled Stormer HVM (High Velocity Missile), kasta tertinggi dari keluarga APC (Armored Personnel Carrier). Meski varian Stormer HVM tak dimiliki Indonesia, namun kombinasi sistem senjata ini cukup menarik disimak, terlebih konsep gelaran self propelled rudal hanud dengan ranpur roda rantai (tracked vehicle) belum pernah hadir di etalase alutsista TNI.
Merujuk sistem rudal Startstreak, rudal ini lahir dari kompetisi ketat antara Thunderbolt MANPADS buatan BAe Systemss dengan Starstreak yang diusung oleh Short tahun 1984. Keunggulan Starstreak bukan hanya terletak pada soal kecepatan yang spektakuker (Mach 3.5), metode penyergapan rudal ini pun terbilang unik. Starstreak dikemas dalam tabung tersegel yang bebas perawatan sepanjang umur pakainya (maintenance free). Artinya, rudal tidak perlu diinspeksi secara berkala, cukup disimpan sesuai petunjuk pabrikan hingga tanggal kadaluwasa, dalam hal ini masa pakai Starstreak hingga 15 tahun. Tabung peluncur terisi rudal yang terintegrasi dengan unit pembidik yang dilengkapi stabilizer otomatis. Sementara juru tembak membidik target, aiming unit secara simultan mangalkulasi trayaktori target agar diperoleh jalur lintasan yang paling tepat untuk mengarahkan rudal menuju sasaran. Berkat akselerasi yang tinggi, kecepatan supersonic tersebut dapat dicapai hanya dalam jarak 4000-an meter dari posisi juru tembak.
Segera setelah motor roket utama membakar habis semua propelannya, maka tiga anak panah (dart) akan melesat dari bagian depan rudal. Ketiganya melesat menuju target dalam formasi melingkar dengan diameter sekitar 1,5 meter. Setiap dart (oleh pabriknya disebut hittiles) punya panjang 396 mm, diameter 22 mm, dan beratnya 900 gram. Masing-masing hittiles terdiri dari dua bagian. Bagian depan terdapat dua canard yang berotasi saat melesat. Bagian ini tersambung dengan bagian belakang yang tak berputar yang memiliki empat sirip. Di bagian belakang inilah terdapat perangkat elektronik yang berperan memandu rudal.
Sementara tentang ranpur Stormer HVM, ditempatkan kubah peluncur pada bagian belakang. Dalam satu kubah terdiri dari delapan peluncur Starstreak, serta membawa bekal 12 rudal cadangan. Dalam satu gelaran tempur, konfigurasi peluncur dan dukungan supply ini menjadi sajian yang lethal, terutama jika dibandingkan peluncur Starstreak yang menggunakan platform rantis jip Land Rover Defencer 4×4 LML (Lightweight Multiple Launcher), platform yang digunakan Arhanud TNI AD.
Dalam kesatuan sistem, Stormer HVM dapat beroperasi mandiri, ini artinya dalam ranpur sudah dilengkapi perangkat sensor pendeteksi sasaran. Teknologi yang diusung adalah Air Defence Alerting Device (ADAD) yang disematkan pada bagian depan kendaraan. ADAP mencakup pembidik berbasis thermal dan optical. ADAP di Stormer HVM berjalan di sistem STAIRS C besutan Thales. Meski disebut bisa beroperasi mandiri, dalam gelar operasinya sistem Stormer HVM Inggris diintegrasikan dengan radar intai CONTROLMaster200.
Stormer HVM Starstreak mulai masuk kedinasan AD Inggris pada tahun 1997, sayangnya Stormer HVM tidak laris dipasaran, di luar Inggris hanya Oman yang memakai sistem arhanud ini.Debut Stormer HVM pernah dilibatkan Inggris saat Perang Teluk. Meski rudal Starstreak masih digunakan sampai saat ini, namun sistem Stormer HVM tak lagi dioperasikan sejak tahun 2009.
Pada tahun 1999 dilakukan uji tembak Starstreak, target pengujian bukanlah drone, melainkan ranpur lapis baja FV432 APC. Karena dilepaskan ke sasaran permukaan sehingga trayektori rudal cenderung datar, kecepatan lesatnya pun melebihi spesifikasi standar, yakni 1.200 meter per detik dan terbukti mampu menjebol lapisan baja ranpur tersebut. Karena kecepatannya, Starstreak diklaim mampu menguber target yang bermanuver lincah hingga 9G sekalipun. (Bayu Pamungkas)
Spesifikasi Stormer HVM :
  • Entered service: 1997
  • Crew: 3 men
  • Weight: 13,5 ton
  • Length: 5,6 meter
  • Width: 2,8 meter
  • Height: 3,4 meter

Missile
  • Missile length: 1,39 meter
  • Missile diameter: 0,27 meter
  • Missile weight: 20 kg
  • Warhead weight: 3 x 0.9 kg
  • Missile speed: Mach 3.5
  • Range of fire: up to 5.5 km
  • Guidance system: laser

Mobility
  • Engine: Perkins T6 3544 diesel
  • Engine power: 250 hp
  • Maximum road speed: 80 km/h
  • Range: 600 km

Maneuverability
  • Gradient: 60%
  • Side slope: 30%
  • Vertical step: 0,6 meter
  • Trench: 2 meter
  • Fording: 1,1 meter

Sumber : http://www.indomiliter.com/

Obama Didesak Tolak Suaka Pilot Tempur Cantik Afghanistan

Niloofar Rahmani
Niloofar Rahmani

Sebuah kelompok aktivis dari Afghanistan menulis surat kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang isinya desakan untuk menolak permohonan suaka dari Niloofar Rahmani, pilot pesawat tempur Afganistan. Pilot cantik pertama di korps militer Afganistan ini minta suaka kepada AS dengan alasan dirinya diancam dibunuh di negaranya.
Obama didesak untuk mendeportasi Rahmani ke Afghanistan.”Temuan Tim Riset ‘The White Assembly’ menunjukkan bahwa Niloofar Rahmani, penerbang Angkatan Udara dari Afghanistan, yang mengajukan aplikasi suaka kepada AS, tidak menghadapi segala bentuk ancaman. Dia menikmati suasana yang aman dengan beberapa pengawal keamanan yang luar biasa,” bunyi surat kelompok aktivis “The White Assembly', seperti dikutip IB Times, Jumat (30/12/2016).
Kelompok aktivis itu terdiri dari pemuda berpendidikan, anggota parlemen, profesor universitas, aktivis masyarakat sipil, aktivis hak asasi manusia dan analis dari seluruh negeri.
“Meminta pemerintah AS dan semua organisasi masing-masing lainnya untuk menolak permohonan suaka dan mendeportasinya kembali ke Afghanistan secepat mungkin,” lanjut surat untuk Obama itu.
”Karena pemerintah Afghanistan telah menginvestasikan dan menghabiskan jutaan dolar untuk pendidikan dan kemampuannya. Di sisi lain, dia adalah salah satu kader utama dan penting bagi Afghanistan, dan kami sangat membutuhkannya untuk negara kami.”
Menurut mereka, pemberian suaka akan berdampak buruk bagi Afghanistan. ”Kami percaya bahwa menerima dan memberikan suaka kepada individu tersebut, yang memegang posisi penting dan memiliki tanggung jawab penting, tidak hanya berdampak buruk bagi negara kami, tetapi juga mendorong warga lain untuk mencari suaka melalui cara ilegal,” imbuh surat kelompok aktivis itu.
Pemerintah dan militer Afghanistan kaget atas pengumuman Rahmani pekan lalu, di mana dia meminta suaka di AS.
Dalam sebuah wawancara dengan New York Times, hari Jumat pekan lalu, dia mengaku mengajukan permohonan suaka kepada AS sejak musim panas tahun ini.”Hal yang tidak berubah menjadi lebih baik di Afghanistan. Hal-hal yang semakin buruk dan buruk,” katanya mengacu pada alasan untuk meninggalkan negaranya.
Rahmani, pilot cantik berusia 25 tahun, telah dididik di pangkalan udara di Arkansas dan Florida selama lebih dari setahun. Dia dijadwalkan untuk kembali ke negara asalnya pada awal Desember. Tapi, pada tanggal 22 Desember Rahmani mengaku mengajukan suaka politik di AS.
Sumber : http://international.sindonews.com/read/1167118/40/obama-didesak-tolak-suaka-pilot-tempur-cantik-afghanistan-1483110297

Jika Gripen E Dipilih, Saab Akan Bangun Pabrik di India

 Gripen E
 Gripen E 

Saab berjanji mendukung pengembangan di India apa yang disebut “future-ready aerospace ecosystem” jika jet tempur Gripen E buatan Saab dipilih dan dibeli oleh India sebagai jet tempur mesin tunggal.
Jan Widerström, Ketua Teknologi Saab India dan Direktur Pelaksana, mengonfirmasi bahwa Saab menanggapi keinginan Pemerintah India. Saab juga sangat berhati-hati, karena dalam program ini berhadapan dengan Lockheed Martin yang menawarkan versi terakhir F-16 Fighting Falcon. Nilai kontrak raksasa senilai 12 miliar dolar AS ini untuk mengganti 150 jet gaek India aircraft yaitu MiG-21 dan MiG-27.
Dalam program pembelian jet tempur ini, India menekankan pentingnya keterlibatan mereka dalam produksi, dengan tagline visi India berbunyi, Make in India. Widerström menambahkan bahwa Saab juga akan mendirikan pusat peengembangan dan produksi Gripen E di India sebagai bagian fasilitas Saab di Swedia. Beny Adrian
Sumber : http://angkasa.co.id/

Scorpion, Jet Tempur Murah Meriah, Hanya 20 Juta Dolar Saja

Scorpion - Textron AirLand
Scorpion - Textron AirLand 

Textron AirLand lakukan penerbangan perdana jet tempur Scorpion yang sudah memenuhi standar produksi pada 22 Desember lalu. Penerbangan dilaksanakan di McConnell Air Force Base (AFB) di Wichita, Kansas, dan berlangsung sekitar 1 jam 42 menit. Selama terbang, pilot memeriksa sistem avionik pesawat dan laku aerodinamika pesawat baru itu.
Dengan lebih dari 800 jam terbang sudah dikumpulkan pada prototipe standar sebelum produksi, Scorpion ini sudah mendapatkan avionik berbasis Garmin G3000 dengan layar sentuh baik di kokpit depan maupun belakang.
Perubahan pada airframe termasuk sayap yang lebih menekuk 4 derajat dan peningkatan aft horizontal stabiliser untuk menambah kecepatan. Usai uji terbang ini, AU AS (USAF) akan melaksanakan pengujian kelayakan terbang Scorpion.
Sejak diumumkan September 2013, Scorpion langsung menohok sebagai jet tempur tandem twin-seat dan twin-engine paket murah, hanya 20 juta dolar AS. Scorpion mampu melaksanakan misi COIN, patroli perbatasan, intai maritim, atau misi penegakan hukum lainnya. Beny Adrian
Sumber : http://angkasa.co.id/

AU Belanda Pesan 37 Unit F-35 dan Upgrade Rudal Patriot

F-35 Belanda
F-35 Belanda

Angkatan Udara Belanda terus meningkatkan kekuatan udaranya (air power). Untuk membangun kekuatan yang diproyeksikan belangsung dari tahun 2019 hingga 2023, AU Belanda telah memesan jet tempur generasi kelima F-35 A sebanyak 37 unit.
Kehadiran jajaran F-35 itu nantinya untuk menggantikan ratusan F-16 yang hingga saat ini masih dioperasikan oleh AU Belanda. Sebanyak 213 unit F-16 pernah dimiliki Belanda dan didukung oleh industri pertahanan lokal yang memproduksi F-16 dan suku cadangnya berdasar lisensi dari AS.
Selain membeli jet tempur, AU Belanda juga mengganti pesawat-pesawat transport heli jenis CH-47 D Chinook yang selama ini telah dioperasikan. AU Belanda masih mengoperasikan sebanyak 11 unit CH-47 D dan pada tahun 2018 mendatang akan diganti dengan CH-47F sebanyak 14 unit.
Sedangkan untuk pesawat tanker, AU Belanda yang selama ini mengoperasikan 2 unit KDC-10 pada tahun 2020 nanti akan menggantinya dengan tanker produksi Airbus Military A330 MRTT.
Demi mendukung kemampuan dan ketrampilan para calon pilotnya, AU Belanda juga akan melakukan program upgrade terhadap pesawat-pesawat latihnya. Salah satu pesawat latih AU Belanda, PC-7 semua perangkat kokpitnya akan diganti dengan sistem digital oleh produsennya, Pilatus Switzerland. Program upgrade itu akan berlangsung dari tahun 2017-2018 sehingga semua PC-7 yang dimiliki AU Belanda bisa dioperasikan hingga tahun 2025.
Untuk sistem pertahanan udara (Air Defense System), MIM-104 Patriot yang selama ini dioperasikan oleh Royal Netherlands Army, juga akan di upgrade sehingga memiliki teknologi yang sama dengan Patriot varian terbaru. Dengan MIM-104 Patriot yang sudah di upgrade sehingga memiliki kemampuan ganda sebagai rudal balistik itu, militer Belanda tidak perlu membeli lagi sistem pertahanan udara yang baru. Pasalnya Patriot yang sudah di upgrade dapat dioperasikan sampai tahun 2040. A Winardi
Sumber : http://angkasa.co.id/

Cina dan Nepal Gelar Latihan Militer Bersama Tahun Depan

Latihan Militer
Latihan Militer 

Kementerian Pertahanan Cina mengatakan akan menggelar latihan militer pertama bersama Nepal tahun depan.
Cina berlomba-lomba meningkatkan pengaruhnya di Nepal yang secara alami memisahkan Cina dan India. Langkah tersebut menantang posisi India yang sejak lama berpengaruh dominan terhadap Nepal.
Saat Cina dan India mencoba memperbaiki hubungan, perselisihan perbatasan dan kecurigaan antara dua negara masih tetap ada.
Berbicara dalam konferensi pers tahunan, juru bicara Kementerian Pertahanan Cina Yang Yujun mengatakan militer Cina dan Nepal saling melakukan pertukaran dalam sejumlah bentuk beberapa tahun terakhir.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/16/12/29/oiy0pk366-cina-dan-nepal-gelar-latihan-militer-bersama-tahun-depan

Tragedi Penyekapan yang Membunuh Para Pejuang Kemerdekaan

Tragedi Gerbong Maut
Tragedi Gerbong Maut

Tewas karena sesak kehabisan napas pernah terjadi dalam skala yang lebih massif. Jika di Pulomas satu ruangan kecil kamar mandi dijejali 11 orang, 6 di antaranya tewas, maka pada 23 November 1947 puluhan orang tewas karena disekap di sebuah gerbong kereta.
“Peristiwa Gerbong Maut terjadi pada 23 November 1947 ketika 100 orang Indonesia yang ditawan oleh Belanda diangkut dari stasiun KA Bondowoso ke Wonokromo (Surabaya) dengan tiga buah gerbong barang yang tertutup rapat,” seperti tertulis dalam Monografi Daerah Jawa Timur - Volume 1-2 (1977).
Peristiwa itu terjadi beberapa bulan setelah Agresi Militer Belanda I yang berlangsung pada 21 Juni 1947. Kuatnya gempuran-gempuran tentara Belanda, yang didukung persenjataan yang lebih canggih, membuat banyak pasukan pro Republik berantakan.
Salah satu pasukan republik yang tak kuasa menahan gempuran Belanda adalah pasukan bernama Semut Merah. Salah seorang anggotanya yang bernama Boengkoes kemudian bergabung dengan Batalyon Andjing Laut di Bondowoso. Nama Boengkoes belakangan sering dikaitkan dengan Peristiwa G30S yang menewaskan MT Haryono. Dalam pengakuannya kepada Ben Anderson, yang dirilis dalam World of Sergeant Major Boengkos (2004), banyak pasukan republilk yang terbunuh dan mereka yang selamat pun mengungsi ke daerah pegunungan.
Tentu saja dalam operasi tentara Belanda itu banyak pejuang yang tertangkap. Di antara pejuang Indonesua yang tertangkap terdapat Koeswari. Dia seorang Komandan Polisi Maesan, Bondowoso. Menurut keterangan dari buku Sejarah Revolusi Kemerdekaan di Jawa Timur (1991), Koeswari tertangkap militer Belanda berkat laporan orang-orang Indonesia yang menjadi mata-mata Belanda.
Koeswari dibawa ke kantor bagian keamanan Brigade Marinir Belanda alias Veiligheids Dienst Mariniers Brigade (VDMB) di Jalan Jember, Bondowoso, pada 14 November 1947. Menurut Gert Oostindie dkk., dalam buku Serdadu Belanda di Indonesia 1945-1950 (2016), VDMB adalah “badan intelijen yang terkenal dengan penanganan keras”.
Kebanyakan, milisi pejuang Republik yang tertangkap mendapat siksaan berat dari serdadu-serdadu Belanda, baik itu serdadu KNIL yang kebanyakan warga Indonesia, maupun bule-bule Belanda yang tergabung dalam Angkatan Darat maupun Marinir Belanda. Area Tapal Kuda, yang berada di bagian timur Provinsi Jawa Timur, termasuk Bondowoso, menjadi wilayah operasi Marinir Belanda yang pernah dilatih Amerika. Beberapa foto kekejaman marinir Belanda saat itu tersebar di dunia maya.
Koeswari pun tak luput dari penyiksaan serdadu Belanda. Dari kantor VDMB di Jalan Jember, pada 15 November, bersama tawanan lain Koeswari digelandang ke penjara Bondowoso. Seminggu lebih dia mendekam di sana.
Tawanan lain yang baru datang adalah Singgih yang tertangkap pada 20 September 1947 setelah rumahnya dikepung. Selain disiksa, Singgih disekap berhari-hari di WC. Setelah dirasa cukup disekap di WC, Singgih lalu disatukan dengan banyak tawanan lain ke Penjara Bondowoso.
Para tawanan masih diberi makan oleh penjaga penjara, setidaknya sampai Sabtu sore 22 November 1947 itu. Setelah makan, mereka dimasukkan ke dalam sel masing-masing. Beberapa tawanan ada yang mulai sibuk berkemas, walau tak tahu akan dipindahkan ke mana. Tidak ada yang tahu jika makan sore itu akan menjadi makan terakhir mereka.
Mereka dibangunkan pada tengah malam, sekitar pukul 01.00 dinihari. Pukul 05.15, saat itu hari telah berganti menjadi Minggu, 23 November 1947, para tawanan dikeluarkan dari sel masing-masing. Komandan VDMB, Letnan Dua Marinir J. van den Dorpe, memerintahkan mereka keluar dan berbaris empat-empat di halaman penjara Bondowoso.
Berdasarkan surat yang ditulis Letnan Dua van den Dorpe, para tawanan ini akan dikirim ke Surabaya. Hal itu dilakukan “demi kepentingan pemeriksaan... untuk pencegahan mengulangi perbuatannya ataupun untuk pencegahan usaha melarikan diri.”
“Pukul 05.30 para tawanan yang berjumlah 100 orang itu digiring ke Stasiun Bondowoso. Di stasiun telah menunggu tiga buah gerbong barang... yang diperuntukkan khusus untuk mereka. Para tawanan langsung diperintah memasuki gerbong-gerbong tersebut tanpa diberi kesempatan sama sekali untuk makan pagi atau yang lainnya,” menurut buku Monumen Perjuangan Jawa Timur (1986)yang disusun Prayoga Kartomihardjo dkk. Tentu saja mereka dijaga dan dikawal para serdadu-serdadu Belanda, baik Marinir maupun KNIL.
Gerbong-gerbong itu berukuran kecil dan tertutup rapat dengan seng. Nyaris tidak ada ventilasi. Tiap gerbong rata-rata berisi 30an orang orang. Gerbong paling depan bernomor registrasi GR5769, sedangkan gerbong kedua dan ketiga bernomor registrasi GR4416 dan GR10152.
Pukul 07.30, kereta berangkat. Saat itu hari masih pagi, semua masih baik-baik saja bagi tawanan. Udara pun masih segar.
Menjelang siang, ketika matahari sudah mendekati titik tertinggi, pederitaan para tawanan dimulai. Di gerbong pertama, dengan jumlah tawanan terbanyak, beberapa tawanan sudah tak merasakan udara segar lagi untuk bernapas. Karbondioksida dari napas buang tawanan lain harus mereka hirup. Situasi sangat menyiksa.
Sementara panas terik matahari pun terserap di seng yang menutupi gerbong. Udara dan suhu yang panas pun mendekati puncaknya. Korban mulai berjatuhan ketika kereta baru memasuki Stasiun Kalisat pada pukul 11.00 siang. Enam tawanan tewas lebih dulu.
Ketika para tawanan menggedor-gedor gerbong untuk minta tolong, serdadu Belanda yang mengawal hanya bilang: “air dan angin tak ada, yang ada hanya peluru.”
Ketika singgah di Stasiun Jember, ketika jumlah korban menjadi 12 orang, gerbong-gerbong itu dijemur dulu di bawah terik matahari sekitar tiga jam. Panas, pengap, dan haus menerjang para tawanan. Hanya air kencing saja yang paling mungkin untuk disesap guna menawarkan dahaga di kerongkongan mereka.
Hujan lebat di sekitar Stasiun Klakah menjadi jadi sedikit oase bagi mereka yang masih bertahan di dalam gerbong maut itu. Tubuh mereka menjadi sedikit lebih segar. Namun, pengap, lapar, dan haus masih bersama mereka. Tidak ada yang bisa dilakukan selain berdoa.
Sesampainya di Stasiun Probolinggo, para tawanan di dalam gerbong kembali menggedor-gedor gerbong. Kali ini lebih keras dari gedoran sebelumnya. Mereka menjerit-jerit, suara mereka sudah parau, lengking kematian terdengar dari teriakan mereka. Mereka berteriak bahwa sudah 30 tawanan mati.
Para serdadu Belanda tidak peduli. Salah satu serdadu yang mengawal ketika itu pun bilang: “Biar mati semua, saya lebih senang daripada ada yang masih hidup.”
Setelah sekitar 15 jam tersiksa dalam gerbong maut itu, mereka pun tiba di stasiun terakhir, Stasiun Wonokromo. Total korban yang tewas sudah menjadi 46 orang.
Menurut buku Monumen Perjuangan Jawa Timur, di antara mereka yang masih hidup, 12 orang di antaranya sakit parah, 30 lemas tak berdaya dan hanya 12 yang dianggap benar-benar sehat. Koeswari termasuk yang sakit parah.
Mereka yang masih hidup ini pun dijebloskan di Penjara Bubutan. Mereka tak diperbolehkan mendekat satu sama lain. Mereka yang masih hidup itu dipenjara beberapa bulan. Di antaranya baru dibebaskan pada tahun berikutnya.
Peristiwa memilukan Gerbong Maut ini menjadi satu dari sekian episode kelam dalam fase perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Perlakuan keji para serdadu Belanda terhadap para tawanan menjadi salah satu ilustrasi kebiadaban serdadu Belanda yang berusaha kembali menguasai Indonesia yang sudah menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Bersama pembantaian di Rawagede atau pembantaian oleh Westerling, tragedi Gerbong Maut diingat sebagai bukti tak terbantahkan tentang tidak berperikemanusiaannya serdadu Belanda. Mereka sungguh-sungguh tidak peduli dengan hukum perang, membantai para penduduk sipil, maupun membunuh para tawanan yang seharusnya dilindungi.
Sumber : https://tirto.id/tragedi-penyekapan-yang-membunuh-para-pejuang-kemerdekaan-ccMZ

Ini langkah PT Sritex di tahun 2017

PT Sritex
PT Sritex

Berbasis di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, reputasi PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) sebagai perusahaan tekstil dan garmen tidak hanya terkemuka di Indonesia. Produk uniform army alias seragam militer dari usaha yang dirintis almarhum H.M. Lukminto ini bahkan telah merambah sedikitnya 30 negara di dunia.

Berikut wawancara Merdeka.com dengan Presiden Direktur PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto saat press tour di pabrik yang berlokasi di Jalan KH. Samanhudi, Sukoharjo, Rabu (28/12).
Menyongsong tahun 2017, strategi dan fokus apa yang akan dilakukan PT Sritex?
Di Sritex pada 2017 ini kita mulai produksi apa yang kita investasikan di 2016, terutama finishing. Barangnya sebetulnya sudah kelihatan semuanya. Tinggal kita genjot produksi, mapankan. Kita estimasi kira-kira sampai akhir 2017 itu utilisasinya penuh. Selanjutnya ekspansi kita harapkan di 2018. Apa yang sudah kita garap, kita bangun ini, di 2018 pertumbuhan Sritex bagaimana itu sudah kelihatan. Kita tetap mengutamakan pangsa pasar yang kuat saat ini di fashion, uniform atau garmen, penjualan kain jadi, kain grey, kain setengah matang, dan benang. (Produk) Ini sudah mempunyai pasar stabil di Sritex.
Caranya?
Tentunya ada pengembangan-pengembangan produk baru agar menambah value added atau nilai tambah produk tersebut. Strategi kita, banyak kain ini kita finishing. Kita punya kain mentah lebih, kita jadikan lebih. Kainnya itu dimatangkan, jadi diwarna, diprint, dijahit, istilahnya di garmen. Strategi 2017 itu sebenarnya menambah value added, menambah utilisasi penuh, konsolidasi. Semuanya. Jadi itu gambaran umum Sritex di 2017.
Lebih besar mana, pangsa ekspor produk kain jadi dibandingkan garmen di luar negeri?
Pangsa fashion kita memang luar negeri semua. Kita mempunyai pangsa sendiri-sendiri, dimana pangsa garmen kita sudah mempunyai booking dengan buyer-buyer kita. Nah sekarang kita justru menambah sumber material ini, yakni kain jadi ini untuk kita garmen lagi. Kain jadi banyak nambah di lokal, meski ekspor juga ada, sedangkan garmen banyak permintaan di luar negeri. Lokal tujuannya ekspor juga ada. Jadi sangat diversifikasi (produk) kita itu.
Kalau uniform militer?
Uniform (militer) itu nilai ekspornya sekitar 10 persen dari total penjualan Sritex tahun ini sebesar 650 juta US Dollar. Perbandingannya, 60 persen ekspor, 40 persen pasar lokal. Jadi porsi uniform garmen 65 juta US Dollar. Itu ekspor. Tapi yang terbesar masih benang, sekitar 50-60 persen.
Ada penambahan negara pembeli uniform militer?
Saat ini kita tetap, tetapi kuantitinya ditambah. 30 Negara. Jadi kita menambah porsinya di suatu negara. (Situasi politik apakah mempengaruhi penjualan?) Saat ini belum ada pengaruh. Ya intinya kita jangan ada kejadian politik.
Bahan baku terbesar, yakni kapas, diimpor dari Australia. Apakah ada rencana untuk mengusahakannya dari Indonesia?
Kapas enggak bisa di indonesia. Kapas itu kan tanaman. Jadi belum bisa ditanam di Indonesia. Cuacanya Indonesia enggak mendukung. Banyak hujan. Sedangkan kapas butuh kering, tapi bawahnya butuh air. Ada pun kuantitinya belum besar. Di NTT, Sulawesi, sebagian ada (yang memproduksi), tapi kuantitinya belum cukup. Ya impor.
Target penjualan PT Sritex pada 2017?
Di 2017, kira-kira target naik 8 persen. Sama seperti tahun 2015 ke 2016. Itu berdasarkan kapasitas produksi kita. (Kenapa enggak 10 sekalian?) Angka sukses itu delapan.
Sumber : http://jateng.merdeka.com/wawancara/ini-langkah-pt-sritex-di-tahun-2017-161229s.html

Militer dan Pemberontak Suriah Sepakati Gencatan Senjata Nasional

Gencatan Senjata Nasional
Gencatan Senjata Nasional

Militer Suriah dan kelompok oposisi sepakat melakukan gencatan senjata secara nasional mulai Kamis (29/12) tengah malam. Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan pemerintah dan oposisi Suriah telah menandatangani sejumlah dokumen termasuk kesepakatan gencatan senjata.

Berbicara kepada Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, seperti dilansir Reuters, Kamis (29/12/2016), Putin menyebut tiga dokumen yang akan membuka jalan bagi penyelesaian krisis Suriah telah ditandatangani pada Kamis (29/12) waktu setempat.
Putin menyebut, dokumen-dokumen itu termasuk kesepakatan gencatan senjata antara pemerintah Suriah dengan oposisi atau pemberontak, langkah-langkah untuk memonitor gencatan senjata dan pernyataan kesiapan untuk memulai perundingan damai menyelesaikan krisis Suriah.
"Kesepakatan yang tercapai, tentu, rapuh, membutuhkan perhatian dan keterlibatan khusus... Tapi terlepas dari itu semua, ini menjadi hasil yang pantas dari upaya bersama kita, upaya oleh Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri, mitra-mitra kita di kawasan," sebut Putin.
Putin juga menyatakan, Rusia sepakat mengurangi pengerahan militer di Suriah. Sedangkan Menlu Lavrov menyebut kementeriannya bersiap menggelar perundingan krisis Suriah di Astana, ibu kota Kazakhstan. Perundingan itu dimediasi oleh Rusia yang merupakan sekutu rezim pemerintah Suriah dan Turki yang mendukung oposisi Suriah.
Dalam pernyataan terpisah, kantor berita Suriah SANA melaporkan militer Suriah akan memulai gencatan senjata pada Rabu (29/12) tengah malam. SANA juga menyatakan, kesepakatan gencatan senjata itu tidak melibatkan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan militan Nusra Front serta faksi-faksinya.
"Komando umum pasukan bersenjata (Suriah) mengumumkan penghentian sepenuhnya atas seluruh pertikaian di wilayah Suriah mulai dari 30 Desember pukul 00.00 waktu setempat," terang militer Suriah dalam pernyataannya yang disiarkan televisi nasional Suriah.
Namun militer Suriah menegaskan, gencatan senjata tidak berlaku untuk pertempuran melawan ISIS serta militan Al-Nusra Front, afiliasi Al-Qaeda, yang kini dikenal dengan nama Fateh al-Sham.
Sedangkan oposisi utama Suriah atau Koalisi Nasional Suriah menyatakan mendukung kesepakatan gencatan senjata ini. "Koalisi Nasional menyatakan dukungan bagi kesepakatan ini dan mendorong semua pihak untuk mematuhinya," terang juru bicara Koalisi Nasional, Ahmed Ramadan, kepada AFP.
Ramadan menyebut, berbagai kelompok pemberontak termasuk Ahrar al-Sham dan Army of Islam telah menandatangani kesepakatan gencatan senjata itu, meskipun belum ada konfirmasi langsung dari kelompok-kelompok itu.
Sumber : https://news.detik.com/internasional/d-3383866/militer-dan-pemberontak-suriah-sepakati-gencatan-senjata-nasional

Berapa Pesawat dan Helikopter yang Telah Diproduksi PT DI?

Pesawat CN 235
Pesawat CN 235

Perlahan tapi pasti, industri pesawat terbang Indonesia terus mengalami perkembangan. Salah satunya ditandai dengan eksistensi PT Dirgantara Indonesia (DI) yang terus memproduksi berbagai macam jenis pesawat terbang dan helikopter.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini PT DI merupakan satu-satunya industri pesawat terbang di Asia Tenggara. Dan sejak 1976 hingga saat ini, sudah lebih dari 180 pesawat terbang yang telah dibuat dan diserahkan kepada penggunanya.
"Pesawat-pesawat tersebut terdiri dari Pesawat CN 235, CN 295 dan NC 212. Di antara pesawat yang paling banyak diproduksi PT DI adalah pesawat NC 212," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (29/12/2016).
Selain pesawat, perusahaan plat merah tersebut juga telah memproduksi dan menjual lebih dari 200 helikopter.‎ Helikopter yang dibuat oleh PT DI antara lain AS550, Bell 412EP, AS565 MBE, dan Superpuma.
"Dalam kurun waktu yang sama, PT DI telah mengirim lebih dari 200 helikopter," kata dia.
Ke depannya, Airlangga berharap PT DI terus meningkatkan ‎jenis dan kualitas pesawat terbang yang diproduksinya. Dengan demikian, semakin banyak pesawat terbang buatan anak bangsa yang digunakan bukan hanya di dalam negeri tapi juga oleh negara lain.
“Kami berharap di tahun selanjutnya, PT DI dapat meningkatkan jumlah produk pesawat dan helikopter yang di-delivery baik di dalam maupun luar negeri sekaligus dapat meningkatkan diversifikasi produk sesuai dengan kebutuhan pasar,” tandas dia.
Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2690855/berapa-pesawat-dan-helikopter-yang-telah-diproduksi-pt-di

Cara Militer China Unjuk Gigi Pamerkan Superioritas di Asia

 Militer China
 Militer China

Armada China secara mengejutkan mengerahkan kapal induk mereka ke Pulau Hainan yang tak jauh dari Taiwan. Hal itu memicu ketegangan baru dengan Taiwan, menyusul pembicaraan telepon presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump dengan presiden Taiwan, yang membuat Beijing geram.
Pergerakan militer China itu membuat geram Taiwan, mereka pun mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai kemungkinan. Salah satunya menyiagakan pasukan.
Liaoning telah ikut serta dalam beberapa latihan tempur sebelumnya, termasuk di Laut China Selatan, namun China masih perlu bertahun-tahun sebelum menyempurnakan operasi kapal induk yang serupa dengan yang dilakukan Amerika Serikat selama puluhan tahun.
Namun kehadiran Liaoning jelas membuat China makin percaya diri. Apalagi di Laut China Selatan, cuma China yang punya kapal induk sekelas Liaoning.
Kapal induk itu hanya rongsokan saat dibeli China tahun 1998 dari Ukraina. Butuh perjuangan bertahun-tahun sebelum bisa dibawa ke China. Angkatan Laut China memodifikasinya selama 10 tahun sebelum Liaoning diresmikan penggunaannya tahun 2012.
Sejak itu pula China telah melatih awak kapal dan para pilotnya untuk melakukan operasi tempur dari atas kapal induk. Sejumlah penerbang tempur China kini sudah mahir menerbangkan Shenyang J15 mereka dari landasan pacu Liaoning.
Desember lalu Kementerian Pertahanan membenarkan bahwa China sedang membangun kapal induk kedua, namun tanggal peluncurannya masih belum jelas. Program kapal induk adalah rahasia negara.
Tak hanya itu, baru-baru ini China juga baru saja menerima empat unit jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia. Kedatangan empat pesawat generasi keempat itu merupakan kedatangan pertama dari 24 unit yang dipesan China dari tetangganya di utara.
Dilaporkan Lembaga Berita TASS Rusia, keempat jet tempur buatan Rusia tersebut merupakan kedatangan pertama dari 24 unit yang dipesan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat. Kedatangan itu lebih cepat dari yang direncanakan sebelumnya, yakni awal 2017.
Percepatan itu hasil kesepakatan antara Beijing dan Moskow untuk memastikan kedatangannya sebelum akhir tahun 2016.
China sendiri memesan 24 Su-25 Flanker-E pada November 2015 lalu dengan harga USD 2 miliar, atau Rp 26,91 triliun. Pembelian itu termasuk logistik dan dukungan perawatan, termasuk pula di dalamnya mesin cadangan.
Su-35 Flanker-E merupakan varian terbaru yang diproduksi United Aircraft Corporation (UAC). Varian sebelumnya adalah seri Su-27 Flanker sebagai air superiority fighters. Ada sejumlah peningkatan terhadap desain pesawat ini, khususnya dalam hal reduksi radar cross-section (RCS).
Selanjutnya, China akan menerima 20 Su-35 sisanya pada 2017 dan 2018 mendatang dengan jumlah 10 unit per tahun.
Globalfirepower.com telah menempatkan militer China sebagai yang terkuat ketiga di dunia, di bawah Amerika Serikat dan Rusia. Komisi Ekonomi dan Keamanan AS-China menyebutkan, kekuatan militer China itu sebagian dari upaya untuk mengatasi gangguan di darat, laut maupun udara, utamanya Laut China Selatan.
Dalam laporannya, lembaga ini juga memperingatkan ekspansi kekuatan militer tersebut juga akan mengancam negara-negara tetangganya. Terutama dalam melindungi kepentingan mereka di Laut China Selatan.
"Mengingat peningkatan kemampuan angkatan secara strategis, memperkuat kerja pasukan operasi khusus, peningkatan kemampuan kapal dan pesawat permukaan, dan pengalaman yang lebih sering dan canggih beroperasi di luar negeri, China juga mungkin lebih cenderung untuk menggunakan kekuatan untuk melindungi kepentingan inti," tulis laporan tersebut.
Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/cara-militer-china-unjuk-gigi-pemerkan-superioritas-di-asia.html

Tiga Kapal Baru Perkuat Armada Patroli TNI AL

KAL Pulau Siba II-1-65, KAL Pulau Mego II-2-15 dan KAL Belongas I-7-18
KAL Pulau Siba II-1-65, KAL Pulau Mego II-2-15 dan KAL Belongas I-7-18

Tiga unit kapal baru, KAL Pulau Siba II-1-65, KAL Pulau Mego II-2-15 dan KAL Belongas I-7-18, buatan PT Tesco Indomaritim siap memperkuat armada patroli TNI Angkatan Laut.
Serah terima KAL 28 M itu diserahkan simbolis di Jet Ski Cafe, Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Rabu, yang dipimpin oleh Asisten Logistik Kasal (Aslog) Laksamana Muda TNI Mulyadi. Berita acara serah terima ditandatangani oleh Direktur PT Tesco Indomaritim dan Kadismatal.
Kemudian, Kadismatal menyerahkannya kepada Aslog Kasal yang dirangkaikan dengan peresmian dan pelantikan jabatan tiga komandan KAL.
KAL 28 ini dibuat dengan kontruksi berbahan aluminium, panjang 28 meter, senjata 20 mm dan 12,7 mm, kecepatan maksimal 28 knot, kapasitas air bersih 4000 liter, daya tahan hingga 4 hari serta mampu menampung 15 personel. Ketiga KAL ini akan memperkuat pengamanan wilayah Perairan Lantamal I, Lanal Bengkulu serta Lanal Mataram.
Aslog Kasal Laksamana Muda TNI Mulyadi, mengatakan tiga kapal itu akan menambah kekuatan TNI AL dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia, khususnya sebagai sarana patroli terbatas di satuan keamanan laut dan pangkalan angkatan laut.
"Dengan bergabungnya tiga unit KAL 28 M ke jajaran TNI AL, akan dapat diproyeksikan untuk memenuhi tuntutan tugas sebagai sarana patroli untuk operasi keamanan laut terbatas dalam rangka penegakan hukum dan pengamanan wilayah," ujarnya.
Aslog juga berpesan kepada para Komandan KAL yang dilantik agar mempelajari secara maksimal kemampuan dan performance kapal guna mengatasi medan tugas yang akan dihadapi.
"Terus belajar dan berlatih guna menghindari kegagalan dan kecelakaan kerja sehingga tercapai zero accident," kata Aslog Kasal.
Sumber : http://www.antaranews.com/

Perjanjian Pembelian 4 Kapal Perang LMS TLDM Diteken Pada LIMA 2017

 Kapal Perang LMS TLDM
 Kapal Perang LMS TLDM 

Perjanjian pembelian empat kapal perang misi pesisir (LMS) melibatkan Malaysia dan China bakal ditanda tangani pada Pameran Dirgantara dan Maritim Internasional Langkawi (LIMA) 2017 di Langkawi, Kedah pada Maret tahun depan.
Panglima Angkatan Bersenjata, Jenderal Tan Sri Raja Mohamed Affandi Raja Mohamed Noor mengatakan, perjanjian yang melibatkan kedua negara tersebut akan disegel melalui surat hasrat (LOI).
"Saya diberitahu LOI akan ditandatangani sewaktu LIMA 2017 nanti. Saya lihat pembelian kapal ini berjalan lancar sesuai perencanaannya demi memantapkan pertahanan perairan negara kita serta meningkatkan kekuatan armada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM).
"Pokoknya, waktu nyata pembangunan itu tidak dapat saya sebutkan," katanya yang ditemui dalam Majlis Penyerahan Resmi Kalender Angkatan Tentara Malaysia (ATM) dan Sumbangan Tahunan Corporation Perwira Niaga Malaysia (Pernama) ke Dana Kesejahteraan Tentara di Wisma Pertahanan di sini hari ini.
Yang turut hadir, Panglima Angkatan Darat, Jenderal Datuk Seri Zulkiple Kassim dan Ketua Pernama, Jenderal (B) Tan Sri Abdul Aziz Zainal.
Sebelumnya, Raja Mohamed Affandi turut menerima kalender 2017 sponsor Pernama dan kontribusi tahunan kepada Dana Kesejahteraan Tentara.
Sebelumnya, Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak mengumumkan pembelian empat buah LMS dari China dengan biaya hampir RM1 miliar untuk meningkatkan pertahanan maritim negara.
Dalam pada itu, Raja Mohamed Affandi mengatakan, pameran LIMA kali ini diharapkan mampu menarik lebih banyak penggiat industri pertahanan dari berbagai negara di samping orang dengan kelainan yang ditampilkan.
"LIMA menunjukkan perkembangan positif kali ini dengan partisipasi negara seperti Rusia, Ukraina dan Belanda. Ini secara tidak langsung dapat menghasilkan pendapatan negara terutama aspek pariwisata dan bisnis, "ujarnya.
Dalam perkembangan lain, Abdul Aziz mengatakan, Pernama berhasil mencatatkan keuntungan hasil penjualan hampir RM390 juta sepanjang tahun 2016 yang mengalami kenaikan lebih 30 persen dibandingkan tahun lalu.
"Ini merupakan prestasi cukup menjanjikan terutama dalam kondisi ekonomi yang cukup menantang dan berharap mereka terus memberikan dukungan kepada kami," katanya.
Sumber : http://www.utusan.com.my/berita/nasional/perjanjian-4-lms-dimeterai-di-lima-1.425198

Kata-Kata Terakhir Pilot Pesawat Rusia: Kami Jatuh Komandan...

 Black Box
 Black Box 

Kedua black box atau kotak hitam pesawat jatuh Rusia di Laut hitam sudah ditemukan. Benda berisi data penerbangan yang pertama ditemukan pada Selasa, 27 Desember 2016, sementara benda yang lainnya sehari setelahnya.
Dari hasil analisis rekaman data penerbangan di kokpit pesawat Tu-154, awak pesawat Rusia terdengar panik saat pesawat kehilangan kemampuan mempertahankan ketinggian. Tak lama setelah lepas landas dari Bandara Sochi, diduga kuat pilot berjuang untuk mengontrol flaperon.
Berdasarkan sebuah rekaman dari awak pesawat yang bocor ke media Rusia, suara alarm disebutkan terdengar saat jet itu tak mampu mempertahankan ketinggian sebelum menghantam Laut Hitam bersama 92 orang lain di dalamnya.
Rekaman suara kokpit itu antara awak kabin, yang terdiri Kapten Mayor Roman Volkov dan kopilot yang merupakan navigator dan seorang insinyur.
Kata-kata terakhir yang disebutkannya adalah: "Kami jatuh komandan".
"Dari data pertama kotak hitam, situasi benar-benar tak terduga saat kedua pilot dan kopilot berupaya mengendalikan pesawat," demikian dilaporkan Life.ru.
"Mereka berupaya secepat mungkin mengembalikan laju pesawat dan mencoba menyelamatkan kapal tetang. Tapi upaya itu gagal."
Berikut petikan percakapan detik-detik sebelum pesawat jatuh yang dikutip dari BBC, Kamis (29/12/2016).
Pilots' last words:
"Speed 300 (inaudible)."
"(Inaudible)."
"I've pulled in the landing gear, commander.""(Inaudible)."
"Oh bloody hell!"
Piercing alarm sounds
"The flaps, hell, what a…!"
"The altimeter [altitude meter]!"
"We're in… (inaudible)."
Alarm sounds about dangerous proximity to the ground"(Inaudible)."
"Commander we're falling!"
Tak lama kemudian, pesawat itu jatuh setelah lepas landas dari sebuah bandara dekat Kota Sochi, setelah transit untuk mengisi bahan bakar.
Pesawat itu menghilang dari radar dua menit setelah lepas landas dari Bandara Adler pukul 05.23 (02:23 GMT) pada Minggu 25 Desember 2016.
"Data perekam penerbangan kedua ditemukan dalam kondisi baik dan dievakuasi dari dasar laut pada Rabu," kata Kementerian Pertahanan setempat.
Kantor berita Rusia Interfax mengatakan, "Hasil analisis awal dari data perekam penerbangan...mengarah pada kesimpulan musibah bencana itu adalah kesalahan dalam piloting (mengendalikan penerbangan)".
Kendati demikian, para ahli mengatakan flaperon, bagian sayap pesawat tampaknya tidak berfungsi "asynchronous" yang kemungkinan menjadi masalah teknis seperti kemungkinan terjadinya kesalahan oleh pilot.
Kotak hitam yang telah ditemukan itu diteliti di pusat penelitian Angkatan Udara Moskow, Lyubertsy.
Tim penyelamat melakukan operasi pencarian besar-besaran di Laut Hitam dalam upaya menemukan kotak hitam pesawat jatuh Rusia itu dan mengevakuasi jasad para korban.
Sebanyak 64 anggota musik militer ansambel terkenal Alexandrov, serta salah satu tokoh kemanusiaan terkenal Rusia, Yelizaveta Glinka yang dikenal sebagai Dr Liza -- Direktur Eksekutif Amal Aid Fair -- ada dalam daftar penumpang.
The Alexandrov Ensemble dijadwalkan tampil untuk konser Tahun Baru di pangkalan udara Hmeimim Rusia dekat Latakia.
Sementara penumpang lainnya adalah sembilan wartawan, kepala badan amal Spravedlivaya Pomoshch Elizaveta Glinka, dua PNS Federal dan delapan awak.
Sumber : http://global.liputan6.com/read/2691003/kata-kata-terakhir-pilot-pesawat-rusia-kami-jatuh-komandan

Radar Acak