Pentagon : Pencegatan Sukhoi Rusia Sangat Membahayakan!

pencegatan jet tempur Sukhoi Su-27 Rusia
pencegatan jet tempur Sukhoi Su-27 Rusia

Rusia belum juga angkat bicara dan mengklarifikasi perihal insiden pencegatan jet tempur Sukhoi Su-27 Rusia, terhadap pesawat pengintai AS, Boeing RC-135U pada 25 Januari 2016 lalu.
Sebelumnya, kepala juru bicara Komando AS-Eropa, Kapten Daniel Hernandez, memaparkan laporan bahwa jalur terbang RC-135U milik AS di atas Laut Hitam, dicegat Sukhoi Rusia dengan manuver agresif yang membahayakan dan provokatif.
Sukhoi Su-27 itu dikatakan sempat terbang di atas RC-135U yang tengah dalam misi rutin dan semburan uap jet Sukhoi dari jarak enam meter, sempat mengganggu jalur dan kontrol pesawat.
Sebagaimana disitat Russia Today, Sabtu (30/1/2016), insiden ini tentu juga sampai hingga ke Pentagon, markas besar Kementerian Pertahanan AS.
Sang juru bicara, Letkol Michelle Baldanza ingin kembali menegaskan bahwa insiden itu sangat membahayakan, tidak hanya buat RC-135U, tapi juga Sukhoi Rusia itu sendiri.
“Pencegatan pesawat memang bukan hal yang biasa. Tapi kejadian seperti ini normal pada misi-misi (terbang) rutin,” papar Letkol Baldanza.
“Dalam kasus ini, pencegatan (Sukhoi Rusia) bukan hal yang biasa terjadi dan pilot Rusia melakukan tindakan tak profesional. Manuvernya mencuatkan risiko besar buat kru AS dan dirinya sendiri. Kami sendiri sudah melayangkan protes kami terkait hal ini,” tandasnya.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/01/30/18/1301088/pentagon-pencegatan-sukhoi-rusia-sangat-membahayakan

Mesir Terima Tiga Jet Tempur Rafale

Jet Tempur Rafale
Jet Tempur Rafale

Mesir menerima tiga tambahan jet tempur Rafale dari Perancis pada hari Kamis (28/01), yang merupakan batch kedua dari kesepakatan yang ditandatangani pada bulan Februari 2015, kata seorang juru bicara militer Mesir. "Kesepakatan itu mencakup penyerahan kepada Mesir 24 pesawat tempur Rafale dan sebuah kapal multi-misi FREMM," kata Brigadir Jenderal Mohamed Samir dalam sebuah pernyataan.
Pada bulan Juni 2015, Mesir menerima kapal FREMM dari Perancis, dan kemudian pada bulan Juli Mesir mendapatkan tiga jet tempur Rafale sebagai pengiriman batch pertama dari kesepakatan tersebut, yang dipandang oleh para ahli militer sebagai perkembangan yang nyata dalam kemampuan angkatan bersenjata Mesir.
"Jet tempur baru itu merupakan tambahan besar untuk armada angkatan udara Mesir," kata juru bicara militer.
Mesir berupaya untuk mengembangkan kemampuan militernya di tengah gejolak yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan konflik yang berkembang di sesama negara-negara Arab termasuk Suriah, Irak, Libya, Yaman dan Sudan Selatan.
Kesepakatan yang ditandatangani antara Mesir dan Perancis pada pertengahan Februari bernilai sekitar 5,6 miliar dolar AS.
Kemudian pada bulan Oktober, kedua negara menandatangani kontrak lain untuk pembelian dua kapal perang Mistral Perancis, yang penjualannya ke Rusia dibatalkan oleh Perancis karena krisis Ukraina.

Sumber : http://airrecognition.com/

Pesawat N219 Siap Jalani Sertifikasi

 pesawat prototipe N219
 Pesawat Prototipe N219

Kepala Divisi Rekayasa Manufaktur, Direktorat Produksi, PT Dirgantara Indonesia Mukhamad Robiawan mengatakan, pesawat N219 selepas diperkenalkan lewat roll-out langsung dipreteli untuk menjalani proses sertifikasi. “Jangan heran kalau lihat di hanggar, pesawatnya dibongkar ulang,” kata dia di Bandung, Jumat, 29 Januari 2016.
Robiawan mengatakan, setelah perkenalan ke publik secara resmi lewat roll-out, kini pesawat prototipe N219 memasuki tahap sertifikasi. Caranya dengan dipreteli lalu di susun ulang, sambil disaksikan oleh petugas yang melakukan proses sertifikasi. “Disassembly dulu, dilihat dalamnya sampai dia puas, baru di assembly ulang,” kata dia.
Menurut Robiawan, dengan cara itu petugas sertikasi bisa mengikuti semua tahapan pembuatan pesawat dari mulai bagian yang kecil hingga proses penggabungan komponennya menjadi wujudnya yang besar. “Itu dibongkar ulang sampai dinyatakan clear,” kata dia.
Seluruhnya lebih dari 300 artikel proses penyusunan pesawat yang diperiksa dalam proses sertifikasi itu. Saat ini baru 30 persennya yang sudah mendapat kata setuju. Proses sertifikasi itu juga termasuk pengujian terbang pesawat N219. “Lumayan lama, bisa sampai satu tahun,” kata Robiawan.
Robiawan mengatakan, saat ini seluruh instrumen yang akan di pasang di pesawat juga tengah diuji di laboratorium. Setelah semua dinyatakan berfungsi, baru digabungkan dengan bagian fisik pesawat. “Sekarang dalam proses tes,” kata dia.
Menurut Robiawan, seluruhnya ada 4 unit pesawat N219 yang dibuat setahun ini. Dua prototipe yang disiapkan untuk terbang, dan dua lagi untuk menjalani semua tes beban untuk menguji kekuatan struktur pesawat.
Jadwal flight-test hingga saat ini belum bergeser, masih dijadwalkan di bulan Juli ini. “Belum ada notifikasi bakal bergeser, berarti masih Juli,” kata Robiawan.
Robiawan mengatakan, akhir tahun ini seluruh proses sertifikasi dijadwalkan tuntas sehingga pesawat N219 bisa langsung memasuki proses produksi masal. Seluruh alat bantu perakitan untuk memproduksi masal pesawat itu dijadwalkan sudah tuntas Maret ini.
PT Dirgantara menargetkan produksi masal N219 bisa dimulai tahun 2017, dengan kapasitas perdana 3 pesawat setahun. “Semua yang kita buat ini sudah dirancang untuk mass-production N219. Maksimumnya 24 set (pesawat) per tahun, dalam sebulan 2 pesawat,” kata Robiawan.
Sebelumnya, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia Andi Alisjahbana mengatakan, dari seluruh Letter Of Intent atau dokumen pemesanan pesawat itu berasal dari maspakai serta pemerintah daerah. “Maskapai ada lima, kalau Pemerintah Daerah ada tiga,” kata dia di Bandung, Kamis, 10 Desember 2015. Diantaranya berasal dari Aceh dan Papua yang masing-masing memesan lebih dari sepuluh pesawat N219.
PT Dirgantara yang mendapat tugas memproduksi pesawat itu sudah menyiapkan rencana penambahan kapasitas produksinya. “Target tahun pertama bisa 12 unit pertahun, tapi kita bertahap akan naik dari 18 unit sampai 24 unit pertahun karena yang interest banyak,” kata dia di Bandung, Kamis, 10 Desember 2015.
Andi mengatakan, PT Dirgantara bersama Lapan akan mengandeng industri dalam negeri untuk mendongkrak kandungan lokal pesawta itu. Dia mengklaim, saat ini kandungan lokal N219 sudah menembus 40 persen, sementara targetannya 60 persennya kandungan lokal.
Kepala Program N219 PT Dirgantara Indonesia Budi Sampurno mengatakan, selepas perkenalan resminya hari ini, semua sistem dalam prototipe pesawat N219 akan dipasang, sekaligus memulai tes struktur pesawat itu. Dijadwalkan semuanya selesai pada Mei 2016. “Setelah itu ‘first flight test sertification’ dimulai,” kata dia di Bandung, Kamis, 10 Desember 2015.
Budi mengatakan, pesawat itu membutuhkan 660 jam terbang untuk mendapatkan sertifikasi layak terbang Indonesia. “Kalau 2016 sudah mendapat persyaratan laik terbang, maka 2017 bisa di deliver ke customer. Dan tahun 2017 jgua kita akan aplikasi untuk ‘international sertification’,” kata dia.
Pesawat N219 dirancang dapat mengantkut 19 penumpang dalam dua baris. Bagian kanan 14 tempat duduk (2x7) dan bagian kiri 5 tempat duduk (1x5). Tinggi kabin 1,7 meter, lebih lega dibanding Twin Otter yang tinggi kabin dalamnya hanay 1,5 meter. Pesawat itu juga dirancang dengan mampu terbang di landasan pendek atau Short Take-Off Landing (Stol) di landasan 500 meter.

Sumber : https://bisnis.tempo.co/read/news/2016/01/30/090740795/pesawat-n219-siap-jalani-sertifikasi

Iran Terbangkan Drone Pengintai diatas Kapal Induk AS

Drone Pengintai
Drone Pengintai

Iran menerbangkan drone tak bersenjata diatas kapal induk AS dan mengambil gambar-gambar "presisi" pada latihan angkatan laut di Teluk, kata penyiar berita Iran.
Rekaman menunjukkan sebuah kapal perang AS yang tidak disebutkan namanya ditampilkan di televisi.
Panglima Angkatan Laut Iran memuji operasi untuk dapat begitu dekat dengan kapal perang tersebut "untuk mendapatkan rekaman akurat mengenai unit-unit tempur pasukan asing".
AS mengatakan sebuah pesawat tak berawak Iran telah terbang diatas salah satu kapal induknya baru-baru ini, tetapi tidak mengatakan apakah informasi yang disebutkan itu mengenai kejadian ini.
Cmdr. Kevin Stephens, juru bicara untuk U.S. Navy Fifth Fleet, mengatakan bahwa pada pagi hari tanggal 12 Januari, sebuah drone Iran terbang menuju kapal induk Perancis Charles de Gaulle dan kapal induk AS USS Harry S. Truman, keduanya tengah beroperasi di perairan internasional di teluk.
Sebuah helikopter kemudian diterbangkan dari kapal induk Truman dan memastikan bahwa drone tersebut tidak bersenjata.
"Karena UAV tersebut tidak bersenjata dan tidak mengancam operasi penerbangan kapal induk (karena tidak adanya penerbangan pada waktu itu), kami menilai bahwa aksi UAV Iran tersebut tidak mengancam kapal kami," kata Stephens dalam pernyataannya.
Laporan oleh saluran berita negara Iran Irinn tidak mengatakan kapan pesawat tak berawak pengintai itu telah melakukan penerbangannya kecuali mengatakan bahwa gambar itu diambil pada hari ketiga latihan angkatan laut Iran.
Kapal selam ringan Iran kelas Qadir juga ikut berpartisipasi dalam operasi pengintaian, kantor berita yang dikelola negara Iran, Irna melaporkan.
Adm Habibollah Sayyari, panglima Angkatan Laut Iran, mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa itu adalah tanda dari "keberanian, pengalaman dan kemampuan ilmiah operator drone kami".
Sanksi internasional terhadap Iran atas program nuklirnya yang dicabut pada bulan ini, sehingga agak mengurangi ketegangan hubungan dengan Barat.
Tapi dalam beberapa hari, AS telah memberlakukan sanksi baru yang terkait dengan program rudal balistik Iran.
Iran mengatakan sanksi yang mencegah 11 entitas dan individu terkait dengan program tersebut dari menggunakan sistem perbankan AS, merupakan hal yang "tidak mempunyai legitimasi hukum atau moral".

Sumber : http://bbc.com/

Empat Alasan Brimob Polri Tak Kalah Sangar dari SWAT Milik AS

Brimob Polri
Brimob Polri
Brigade Mobil (Brimob) adalah korps tertua di dalam Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Sebab sejak dibentuk pada tahun 1945. Brimob termasuk satuan elite (pasukan khusus) dalam jajaran kesatuan Polri.
Brimob pun tergolong dalam sebuah unit paramiliter bila ditinjau dari tanggung jawab dan lingkup tugas kepolisian.
Bicara soal kegarangan Brimob, Indonesia patut berbangga hati. Pasalnya, satuan ini patut disandingkan dan tidak kalah dari pasukan Special Weapons And Tactics (SWAT), yakni tim kepolisian elite yang berasal dari Amerika Serikat (AS). SWAT bertugas untuk memberantas tindak kejahatan berisiko besar seperti aksi terorisme.
SWAT akrab dengan tampilan seragam hitam, senapan M16 di pundak, helm serta kacamata hitam pekat, dan rompi anti peluru berlabel SWAT.
Meski terlihat gagah, namun pamor Brimob tak kalah melegenda dengan berbagai konflik yang berhasil diredam oleh para pasukan spesial ini dengan sempurna.
Ini alasan mengapa Brimob tak kalah hebat dari polisi elite asal negeri Paman Sam tersebut seperti dikutip dari boombastis.com :
Kualifikasi Brimob Sama Ketat dengan SWAT
Brimob adalah pasukan khusus, sama seperti detasemen militer khusus yang dimiliki TNI seperti Paskhas dan sebagainya. Jadi, artinya hanya yang benar-benar kompeten serta lolos kualifikasi saja yang bisa masuk ke dalam pasukan ini dan menjadi anggota. Proses rekruitmennya sendiri bisa dibilang lebih ganas jika dibandingkan awal masuk kepolisian.
Brimob diwajibkan memiliki kemampuan lebih karena tugas mereka sangat vital. Terutama dalam mengamankan kota, tokoh-tokoh penting, sampai menghalau huru-hara. Begitu banyak proses yang harus dilalui termasuk ditempa oleh para pasukan elite, hingga akhirnya bisa menyandang baret biru kebanggaan Brimob.
Misi Brimob Tak Kalah Mencekam
Brimob sudah melakukan banyak sekali misi-misi berbahaya sepanjang sejarah bangsa Indonesia. Di antaranya pada pertempuran 10 November 1945 ketika itu korps ini masih bernama Pasukan Polisi Istimewa. Brimob juga pernah ditugaskan menumpas separatis yang mengancam stabilitas negara, misalnya Andi Aziz, DI/TII, RMS, dan juga PRRI.
Bahkan, Brimob juga yang pernah bikin Malaysia ketar-ketir pada konflik 1963. Korps ini juga terlibat penuh dalam pergolakan di Timor Leste pada tahun 1975. Pasukan militer Indonesia memang berjasa besar, tapi Brimob juga punya kiprahnya sendiri yang tak kalah penting bagi bangsa ini.
Brimob Dibekali Persenjataan Modern
Brimob juga dibekali persenjataan modern dan mematikan. Ada berbagai senjata taktis yang selalu dipakai oleh korps satu ini, seperti M4 buatan Amerika.
Senapan ini hampir sama seperti M16 namun punya kelebihan sendiri. Misalnya tak perlu mekanisme susah ketika memasukkan bracket peluru dan juga tahan terhadap panas.
Senapan Serbu (SS)1 juga merupakan senjata andalan Brimob ketika bertugas. Senapan ini konon mampu menembak akurat dalam jarak ratusan meter. Kontruksinya sendiri juga kokoh dan bisa digunakan di banyak medan.
Yang lebih membanggakan, SS1 adalah senjata yang dibuat oleh PT Pindad yang sudah diakui dunia. Brimob juga terkadang menggunakan AK-101 yang merupakan generasi berikutnya dari senjata legendaris AK-47.
Brimob Punya Keahlian Kompleks
Tugas personel Brimob yang berat memaksa mereka dibekali kemampuan khusus yang sangat beragam. Mulai penyelamatan sandera, menjinakkan bom, mengatasi huru-hara, mengepung perampokan, serta masalah-masalah yang dekat hubungannya dengan masyarakat.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/01/29/337/1300545/empat-alasan-brimob-tak-kalah-sangar-dari-swat-milik-as

Kapten AS Marah Pesawatnya Dicegat Sukhoi Rusia

Pencegatan Pesawat RC-135 Oleh Su-27
Pencegatan Pesawat RC-135 Oleh Su-27

Pesawat tempur Rusia Sukhoi 27 Flanker terbang rendah di atas pesawat pengintai Amerika Serikat (AS) Boeing RC-135, saat keduanya sama-sama sedang mengudara di atas Laut Hitam. Wilayah perairan internasional yang berada di antara Benua Eropa bagian tenggara dan Benua Asia bagian barat.
Hal ini jelas menimbulkan kemarahan dari pihak Paman Sam. Kapten Angkatan Laut AS Daniel Hernandez menyebut cegatan pesawat tempur Beruang Merah itu adalah tindakan yang sangat berbahaya dan tidak profesional.
“Awalnya, pesawat kami terbang bersisian. Tapi tiba-tiba mereka (Rusia) mencegat, tepat enam kaki di atas kami dan menghantam kami dengan ledakan jet dari mesinnya,” ujar kapten yang juga juru bicara Komando AS-Eropa, seperti disitat dari Daily Mail, Jumat (29/1/2016).
Kedua pesawat itu sebenarnya memang sering kali berpatroli di atas Laut Hitam. Rusia sendiri belum berkomentar soal ini. Sedangkan AS menyatakan akan menyelidiki masalah ini sampai tuntas.
Sebelumnya, pada Mei 2015, Rusia juga pernah dilaporkan melakukan pendekatan berbahaya ke atas pesawat pengintai milik AS. Namun tidak disertai penyerangan, walau tetap dinilai mengancam keselamatan pilotnya.
Boeing RC-135 membawa peralatan sinyal intelijen yang canggih. Pesawat pengintai ini memiliki kemampuan untuk mendeteksi, mengidentifikasi dan mengetahui letak geografis di seluruh spektrum elektromagnetik di atas perairan Laut Hitam.
Kendaraan tempur itu dikendarai oleh tiga pilot dan dua navigator, serta petugas peperangan elektronik dan perwira intelijen. Peralatan pengawasan berteknologi tinggi memungkinkan operator untuk mengumpulkan gelombang telepon dan data radio dari daerah sasaran.
Sementara, pesawat Su-27 dirancang untuk menjadi saingan utama generasi baru pesawat tempur AS, seperti F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon dan F/A-18 Hornet. Diproduksi oleh Biro Desain Sukhoi sejak zaman Uni Soviet, pesawat tempur memiliki kemampuan tempur jarak jauh dengan kelincahan yang tinggi (superioritas) di udara.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/01/29/18/1300484/kapten-as-marah-pesawatnya-dicegat-sukhoi-rusia

Pesawat Legendaris Mitsubishi A6M "Zero" Mengangkasa Lagi di Langit Jepang

Mitsubishi A6M "Zero"
Mitsubishi A6M "Zero"

Pasukan Udara Bela Diri Jepang (Koku Jieitai) saat ini dipenuhi dengan alutsista buatan asing. Pesawat-pesawat “bermerk” Amerika Serikat (AS) jadi tulang punggung. Padahal sekira tujuh dekade silam, Jepang punya sejumlah pesawat tempur andal buatan sendiri.
Salah satunya Mitsubishi A6M “Zero” nan legendaris. Pesawat tempur yang juga mampu membawa bom itu punya jarak tempuh yang cukup jauh. Saingan Zero di Perang Dunia II di zona Pasifik silam, bisa dibilang hanya Supermarine Spitfire kepunyaan Inggris.
Sudah cukup lama warga Jepang tak melihat pesawat legendaris itu di langit Negeri Matahari Terbit. Pun begitu, setidaknya kebanggaan itu coba dibawakan seorang pengusaha, Masahiro Ishizuka.
Sempat menemukan Zero yang terbengkalai tapi masih utuh di Papua Nugini pada 1970, Ishizuka menggelontorkan dana untuk “memugar” (jenis) pesawat yang pernah diikutkan dalam operasi Kamikaze pada akhir-akhir Perang Pasifik itu.
Tidak hanya menghidupkannya kembali, Ishizuka juga “mendandani” Zero miliknya itu sebagaimana di era Perang Pasifik dulu, lengkap dengan roundel khas bulatan merah..
Pesawat itu pun diuji mengudara di atas Perfektur Kagoshima di Pulau Kyushu dari Pangkalan Angkatan Laut AS di Kanoya, Jepang, dengan diterbangkan mantan pilot AS, Skip Holm.
“Saya ingin masyarakat Jepang, terutama generasi muda punya pengetahuan tentang Pesawat Zero, sebagaimana orang-orang dulu mengingat dan membanggakannya,” ungkap Ishizuka, dikutip Washington Post, Kamis (28/1/2016).
“Setiap dari mereka harus punya pemikiran dan perspektif yang berbeda tentang pesawat ini. Tapi yang terutama, saya ingin masyarakat tahu bahwa Jepang pernah mengembangkan teknologi pesawat,” tandasnya singkat.
Zero merupakan satu dari berbagai jenis pesawat Jepang buatan sendiri, yang tak hanya punya catatan pertempuran dahsyat dengan pesawat-pesawat AS, tapi juga punya catatan kelam sebagai “senjata” Kamikaze.
Di sisi lain, pesawat jenis ini juga pernah jadi andalan Thailand, China dan tentunya Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI, kini TNI AU) di masa revolusi fisik 1945-1949.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/01/28/18/1299323/pesawat-legendaris-zero-mengangkasa-lagi-di-langit-jepang

Jokowi Puji Sinergi TNI-Polri di Insiden Bom Thamrin

Panser Anoa TNI AD
Panser Anoa TNI AD

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta sinergi antara Polri dan TNI ditingkatkan, guna menangkal potensi gangguan yang mengancam keamanan masyarakat.
"Berkaitan TNI-Polri, Polri-TNI sinergi itu kunci. Contoh mengenai teror (bom) Thamrin, Polri masuk cepat, TNI backup dari belakang," kata Jokowi usai memberi arahan kepada pimpinan TNI-Polri di Gedung PTIK Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (29/1/2016).
Menurut Jokowi, tindakan Polri dan TNI dalam melumpuhkan pelaku teror di kawasan Thamrin dinilai sudah tepat. Jokowi meminta tindakan tersebut bisa dipercepat dalam hitungan menit
"Menyelesaikan setiap masalah dikerjakan bersama-sama. Terorisme gangguan keamanan yang lainnya," tuturnya.
Selain lain bertugas mengamankan warga dari ancaman pelaku teror, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga berpesan agar anggota TNI-Polri untuk sering turun ke lapangan.
"Jangan perintah dari belakang meja saja karna dengan melihat kondisi lapangan lebih dinamis sekalian bisa dicarikan solusi. Jangan-jangan ada yang bermain-main dengan harga," ujar Jokowi.
Khususnya kata Jokowi berkaitan dengan penanganan bencana alam. Jokowi meminta TNI-Polri sinergi dalam menjalankan tugas.
"Yang punya kesiapan adalah TNI-Polri segera menuju ke lapangan dengan cepat. Baik banjir, kebakaran hutan, cepat diselesaikan," ucapnya.
Jokowi mengungkapkan, semakin kinerjanya sinergi semakin cepat menyelesaikan masalah. Selain itu Jokowi mengimbau Polri dan TNI supaya segera menyelesaikan menyangkut ekonomi biaya tinggi terkait dwelling time, sehingga bisa dwelling time yang lebih efisien.
"Selain dwelling time, Polri juga harus backup terkait pungli (pungutan liar), karena ini menyangkut biaya hidup", ujar Jokowi.

Sumber : http://nasional.sindonews.com/read/1081159/14/jokowi-puji-sinergi-tni-polri-di-insiden-bom-thamrin-1454051196

Respons Persaingan Global, TNI-Polri Diminta Tinggalkan Gaya Lama

Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri
Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan kepada jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), agar siap menghadapi persaingan bebas dengan negara asing.
Hal itu disampaikan Jokowi saat memberi arahan dan pembekalan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (29/1/2016).
Jokowi menyampaikan seluruh jajaran TNI-Polri agar siap menghadapi persaingan bebas yang ditunjukkan sejumlah blok seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), blok Trans Pacifik Partnership (TPP), Blok Amerika Serikat, Uni Eropa dan blok Cina.
Menurutnya, blok-blok kekuatan tersebut tengah dikalkulasi baik keuntungan maupun kerugiannya untuk ekonomi Indonesia.
"Ini era sudah kita masuki. Kuncinya ada di produktivitas, etos kerja, daya saing, kita harus mulai meninggalkan pola, cara, tradisi lama yang menyebabkan kita tidak cepat merespons perubahan global dan perubahan dunia," tutur Jokowi dalam sambutannya.
Bahkan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengingatkan potensi perkembangan ekonomi yang ditunjukan negara China dan negara-negara kawasan Asia lainnya.
"Yang lebih menakutkan depresiasi Yuan (mata uang China)," pungkas Jokowi.

Sumber : http://nasional.sindonews.com/read/1081119/14/respons-persaingan-global-tni-polri-diminta-tinggalkan-gaya-lama-1454039394

SU-27 Rusia Cegat Pesawat Amerika RC-135 di Laut Hitam

Pesawat Pengintai RC-135 Amerika Serikat
Pesawat Pengintai RC-135 Amerika Serikat 

Pesawat jet tempur Su-27 Rusia melakukan pencegatan atau intersepsi secara berbahaya terhadap pesawat pengintai RC-135 Amerika Serikat (AS) di atas Laut Hitam. Pentagon menyebut insiden pada hari Senin itu sebagai provokasi militer terbaru dari Moskow.
”Pada 25 Januari pesawat RC-135 yang terbang dengan rute rutin di wilayah udara internasional di Laut Hitam dicegat oleh Su-27 Rusia dengan cara yang tidak aman dan tidak profesional,” kata juru bicara Komando Militer AS untuk Eropa, Kapten Daniel Hernandez, kepada Washington Free Beacon, semalam.
“Kami melihat serius ke masalah ini,” lanjut Hernandez. Para pejabat pertahanan AS mengatakan bahwa, pesawat jet tempur Su-27 Rusia terbang bersama pesawat RC-135, namun pesawat tempur Rusia berpaling secara agresif. Jarak pesawat jet tempur Rusia dengan pesawat pengintai AS itu hanya 20 kaki.
Pentagon memastikan bahwa pesawat pengintai AS itu terbang 30 mil dari wilayah pantai yang masih masuk wilayah udara internasional. Wilayah itu, lanjut Pentagon, jauh dari wilayah Rusia.
Laporan itu muncul bersamaan dengan pengumuman dari Pentagon kemarin, bahwa AS dan Rusia membuat kesepakatan terkait keselamatan penerbangan di wilayah udara Suriah. Tercapainya kesepakatan itu ditandai dengan konferensi video antara pejabat Pentagon dengan pejabat Kementerian Pertahanan Kremlin.
“Diskusi termasuk keselamatan udara di atas langit di Suriah, serta cara untuk menghindari kecelakaan dan konfrontasi yang tidak diinginkan antara koalisi dan pasukan Rusia setiap kali kedua belah pihak beroperasi secara dekat,” kata juru bicara Pentagon, Peter Cook, dalam sebuah pernyataan.
Namun, dalam diskusi itu tidak membahas insiden berbahaya di Laut Hitam antara pesawat jet tempur Su-27 Rusia dengan pesawat pengintai RC-135 AS.

Sumber : Info Militer Dunia

Jenderal Gatot Tegaskan TNI Hanya Bantu Kepolisian Tangkap Teroris

Gabungan TNI Polri
Gabungan TNI Polri

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa TNI tidak perlu mengambil alih kendali keamanan di Poso.
Pernyataan Gatot ini terkait belum ditangkapnya teroris Santoso oleh kepolisian.
"Tidak mungkin (TNI ambil alih). Tetap di Polri saja," ujar Gatot saat ditemui di Kompleks PTIK, Jakarta Selatan, Jumat (29/1/2015) siang.
Posisi TNI, lanjut Gatot, hanya mengerahkan bantuan personel dan memberikan masukan strategi kepada polisi.
Gatot mengatakan, belum tertangkapnya Santoso bukan berarti ada kesalahan pada salah satu pihak.
"TNI-Polri melakukan operasi bersama-sama dengan asas tujuan, menangkap Santoso cs. Kita beri masukan, kalau belum berhasil, kita evaluasi sama-sama," ujar dia.
Apalagi, lanjut Gatot, status keamanan di Poso saat ini dalam keadaan tertib sipil, bukan darurat militer di mana kendali keamanan berada di tangan TNI.
"Kalau tertib sipil, polisi itu tangan kanannya Presiden, TNI tangan kirinya. Tapi kalau dalam kondisi darurat militer, baru TNI jadi tangan kanannya, polisi tangan kiri," ujar Gatot.
Polri Ajak TNI Tangkap Kelompok Santoso
Penangkapan kelompok Santoso dalam Operasi Tinombala yang melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri sudah dimulai sejak tanggal 10 Januari 2016 lalu, namun hingga saat ini masih juga belum mendapatkan hasil yang memuaskan.
Menurut Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, ada kemungkinan akan beralih menggunakan strategi yang dimiliki oleh pihak TNI, karena melihat dari segi lokasi dan geografis yang menyulitkan untuk menindak kelompok Santoso.
"Ya kemungkinan-kemungkinan itu bisa saja terjadi, karena kita sama-sama menyadari bahwa lokasi, geografinya itu tidak mudah," kata Badrodin seusai menghadiri Rapim Polri-TNI di PTIK, Jakarta, Jumat (29/1/2016).
Untuk menyiasati kesulitan tersebut, pihaknya masih terus mengevaluasi pimpinan-pimpinan, baik yang terjun ke lapangan atau yang tidak untuk menentukan langkah strategis apa yang tepat.
Badrodin juga mengungkapkan, pihaknya tidak keberatan bila kelompok Santoso ditangkap oleh pihak TNI karena sudah atas izin Polri.
"Mau ditangkap Polri atau TNI tidak masalah, karena sudah jadi satu kesatuan komando artinya orang-orang yang sudah dijadikan TO itu sudah dijadikan DPO, jadi sudah tidak ada masalah, asal di bawah kendali polri," ujar Badrodin.

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2016/01/29/14284011/Jenderal.Gatot.Tegaskan.TNI.Hanya.Bantu.Kepolisian.Tangkap.Teroris

Australia Inginkan Beli F-22 Untuk Membangun Dominasi Udara Kawasan

F-22 Raptor
F-22 Raptor

Australia dinilai tidak akan pernah mencapai keunggulan udara regional dengan pesawat baru mereka Lockheed F-35 Lightning Joint Strike Fighter dan lebih baik merayu habis-habisan Amerika untuk diizinkan membeli F-22 Raptor.
Pensiunan Wing Commander Angkatan Udara Australia Chris Mills mengatakan F-35 tidak pernah dirancang untuk mencapai keunggulan udara dan akan kalah dengan pesawat canggih terbaru milik Rusia yang akan banyak dibeli oleh negara-negara di kawasan regional.
Dalam pengajuan permintaan pemeriksaan akuisi F-35 ke kongres, dia menyarankan F-22 menjadi pilihan paling masuk akal jika Australia ingin bisa membangun dominasi langit.
Produksi F-22 berakhir pada tahun 2011 dan hukum AS melarang ekspor khusus. Namun Mills mengatakan Australia dan negara-negara barat lainnya jika ingin memiliki keunggulan udara adalah bagaimana dengan berbagai cara membawa F-22 kembali ke jalur produksi.
“Untuk orang-orang yang mengatakan itu tidak dapat dilakukan, saya jawab bahwa USAF telah membuat semua perkakas produksi dengan kapasitas untuk beberapa ratus pesawat baru yang akan dibangun,” katanya sebagaimana dikutip NT News Rabu 27 Januari 2016.
Senada, insinyur penerbangan Danny Nowlan mengatakan kemajuan teknologi radar akan segera mengikis kemampuan siluman F-35, sementara desain dasar pesawat itu secar fundamental rusak dan tidak dapat diperbaiki. “Alternatif untuk mengantikan F-35 adalah untuk me-restart produksi F-22 Raptor dan meminta Kongres AS untuk melepaskannya untuk ekspor,” katanya. “Ketika datang ke pesawat tempur modern F-22 Raptor adalah standar platinum.”
Australia berencana untuk mengakuisisi 72 pesawat F-35 dan mungkin akan mencapai jumlah akhir 100. Sejauh baru dua telah disampaikan. RAAF berencana untuk memiliki dua skuadron F-35 pertama yang siap untuk operasi pada tahun 2020.
Pengembangan pesawat ini siluman canggih telah dilanda oleh keterlambatan, masalah teknis dan kenaikan biaya. JSF dipilih untuk RAAF karena kemampuannya untuk melakukan sejumlah peran yang berbeda, termasuk misi pengeboman.
Mantan perwira RAAF lain, pensiun Wing Commander Anthony Wilkinson, mantan navigator F-111 mengatakan jangkauan JSF itu terlalu pendek dan bombload terlalu kecil untuk itu menjadi pesawat serang. “Saya berpendapat bahwa perencana pertahanan telah kehilangan plot,” katanya.

Sumber : Jejak Tapak

TNI Teken Kontrak Pengadaan Barang Rp 5,9 Triliun

Komodo PT Pindad
Komodo PT Pindad

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menandatangani Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa secara Kolektif, senilai Rp 5,954 Triliun untuk Tahun Anggaran 2016.
Pengadaan tersebut diantaranya meliputi pengadaan kendaraan taktis (Rantis), suku cadang Rantis, non Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), munisi kaliber kecil dan besar. Kemudian pengadaan material khusus, senjata, non alat utama dan alat khusus, serta alat komunikasi dan pembangunan sarana prasarana pendukung.
Acara penandatanganan kontrak secara kolektif pengadaan barang dan jasa Mabes TNI ini dilakukan oleh Kepala Staf Umum (Kasum), Laksamana Madya TNI Didit Herdiawan, yang mewakili Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo dengan mitra media penyedia barang dan jasa tersebut.
Didit menyampaikan bahwa penandatanganan kontrak secara kolektif antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) satuan kerja Mabes TNI dengan mitra penyedia barang dan jasa ini, merupakan wujud nyata dalam mendukung kebijakan Pemerintah.
"Kontrak yang ditandatangani tersebut telah melalui proses lelang sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Penandatanganan kontrak tersebut terdiri dari 389 kontrak dan sudah termasuk ketiga angkatan, untuk pengadaan keperluan TNI diluar belanja rutin," ujar Didit dalam sambutannya, di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat, 29 Januari 2016.
Ia menjelaskan kegiatan penandatanganan kontrak ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Presiden Joko Widodo, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan percepatan pelaksanaan anggaran 2016.
"Dengan dilaksanakannya penandatanganan kontrak di awal tahun ini, kebijakan tersebut sangat sesuai dengan kebijakan yang diterbitkan pemerintah sebagai realisasi dari DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran," kata dia.
Ia juga menuturkan, bahwa Panglima TNI berharap kegiatan ini dapat berlangsung secara konsisten pada masa mendatang, sehingga serapan anggaran Mabes TNI dapat meningkat secara signifikan dan mencapai sasaran pembangunan yang telah direncanakan.
"Semoga apa yang kita upayakan pada hari ini akan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara pada umumnya dan juga TNI," tutur dia.

Sumber : http://m.news.viva.co.id/news/read/729458-tni-teken-kontrak-pengadaan-barang-rp-5-9-triliun

Amerika akan Sebar Drone RQ-1C Gray Eagle ke Korea Selatan

Drone RQ-1C Gray Eagle
Drone RQ-1C Gray Eagle
Amerika Serikat berencana untuk menyebarkan Drone terbaru RQ-1C Gray Eagle yang tidak hanya dapat melakukan penerbangan pengintaian, tetapi juga serangan rudal untuk ditempatkan ke Korea Selatan, outlet berita Korea Selatan melaporkan Rabu.
Menurut Chosun Ilbo, mengutip sumber militer AS, penyebaran Pesawat udara tak berawak (UAV) RQ-1C Gray Eagle yang unggul dalam karakteristik tempur dirancang untuk memantau daerah di sepanjang zona demiliterisasi yang memisahkan Korea Utara dan Selatan, dilengkapi dengan kamera night vision mereka dapat membuat penerbangan berlangsung hingga 30 jam.
Dengan drone baru, AS dan angkatan bersenjata Korea Selatan akan dapat menyerang helikopter serta tank musuh dalam jarak sekitar 4,9 mil. Untuk itu, setiap Drone dilengkapi dengan empat rudal anti-tank "Hellfire", empat bom peluncur GBU-44 / B, Drone juga dapat dilengkapi dengan rudal udara-ke-udara "Stringer," menurut sumber.
Amerika Serikat mulai menyebarkan senjata strategis baru di Korea Selatan menyusul uji bom hidrogen pada awal bulan oleh Pyongyang.
Amerika Serikat telah mengerahkan pembom strategis B-52 yang mampu membawa rudal jelajah nuklir sampai dengan 31 metrik ton bom ke Korea Selatan.
Pada tanggal 6 Januari, Pyongyang mengklaim pihaknya telah melakukan uji bom hidrogen pertama, memicu kecaman dari dunia internasional yang mengecam uji stabilitas provokatif dan merusak di wilayah tersebut.

Sumber : Sputnik

War-V1, Hybrid Tactical Vehicle dari Balikpapan

War-V1
War-V1

War-V1 namanya, ini adalah prototipe ranpur karya Anak Bangsa yang ide rancangannya merujuk ke ikon robot Megabots (Amerika) dan Kuratas (Jepang). War-V1 memang dirancang sebagai robot hybrid tactical vehicle, dapat digerakkan lewat remote atau dikendalikan langsung oleh seorang awak. Dengan mengusung keunggulan lapis baja dan roda rantai, TNI AD pun mulai melirik konsep ranpur futuristik ini.
Dalam beberapa hal, War-V1 ada kemiripan dengan Bozena, ranpur penghancur ranjau milik Yon Zipur TNI AD, yakni berbasis robotic dalam platform kendaraan. Bagi yang belum kenal War-V1, konsep prototipe ranpur ini dibuat oleh startup BDLTech dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Hebatya, penggarapan prototipe hanya dilakoni oleh tiga orang. “Mulai dari dari desain (2,5 bulan), pengerjaan fisik (11,5 bulan) elektronik, dan finisihing yang masih berlangsung sampain saat ini, semua dilakukan oleh tim internal kami,” ujar Bachtiar Dumais Laksana, direktur CV BDLTech.
Lantas apa saja kecanggihan War-V1? Oleh perancangnya, War-V1 disasar sebagai blocker, backup dan sweeper untuk eskalasi peperangan menengah. Bekal senjata utama yang diusung adalah Minimi 5,56 mm, jenis SMR (Senapan Mesin Regu) yang punya kemampuan dual feed system. Bactiar Dumais yang juga mengurusi desain fisik dan mekanis War-V1 menyebut bahwa Minimi dipilih karena dual mode sistem otomatis yg dimilikinya, sehingga modifikasi control elektronis jadi sangat mudah. “Kapasitas jumlah magasin juga menjadi pertimbangan kami, cadangan hingga lebih dari 2.000 peluru akan membantu unit dalam aplikasi lapangan,” kata Bachtiar.
Masih soal Minimi, senjata ini juga dipandang punya dimensi yang paling pas dengan desain War-V1. Berlaku layaknya robot, reload peluru ke senjata juga akan dipersiapkan otomatis. Dalam desain fisiknya, kantung magasin dapat dibuka dan pasang dari dalam kendaran sehingga mekanisme reload dapat dilakukan dengan mudah dan aman. Senjata lain yang ditawarkan War-V1 yakni peluncur roket tipe fixed tubular dengan jangkauan 1,8 km.
Untuk menjalankan misi tempur, nantinya War-V1 akan dipasangkan plat baja berukuran 3 mm di sekeliling bodi. Targetnya War-V1 akan menggunakan plat baja laterit milik LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonsia) dengan ketebalan antara 5 - 7 mm. Namun sampai saat ini diakui pihak BDLTech belum berhasil mendapat akses untuk memperolehnya. Secara umum, robot War-V1 disiapkan untuk menahan terjangan proyektil hingga kaliber 7,62 mm.
Modus kendali War-V1 dirancang hybrid, bila menggunakan remote (wireless) saat ini baru bisa menjelajah sejauh 1 km. Sementara dengan awak (manned) combat radius mencapai 8 km. Untuk transmisi kendali saat ini masih menggunakan radio frekuensi biasa. Kedepan ada keinginan untuk memodifikasi pengiriman sinyal dengan digital, atau kendali lewat WiFi yang mendukung anti jamming. Sementara untuk pengindraan, War-V1 mengandalkan kamera IR Color Digital dan CCD CCTV. Sebagai interfacenya 3 x 9 inchi DC monitor.
Dapur pacu War-V1 disokong dari baterai Hybrid 2xBLDC (Brushless Direct Current) Motor, 48 Volt DC 5600 RPM. Dengan kondisi baterai full, combat duration War-V1 bisa mencapai 90 menit. Melaju bak tank, War-V1 mengusung roda rantai jenis leafchain merek D.I.D Japan Full Baja, ukuran RS 100, dan main/idler roller sprocket 7inch (Custom Manual). Agar ramah digunakan di medan aspal, sisi rantai bagian luar dilapisi karet konveyor 3ply.
Sembaru terus dilakukan penyempurnaan, dalam waktu dekat, yakni bulan Maret 2016 War-V1 akan dipamerkan dalam ajang Balikpapan Fair dan diperlihatkan ke Kodam VI Mulawarman. Tahap berikutnya War-V1 akan mendarat di Pulau Jawa, yaitu ke Batalyon Kavaleri 8 di Pasuruan, Jawa Timur. Pihak BDLTech juga terus melebarkan sayap dan membangun relasi untuk mencoba melakukan demo War-V1 ke institusi TNI lain.
Salah satu tantangan terberat dalam implementasi robot ini adalah di vertical obstacle yang belum sesuai harapan. Di tangan kerja kreatif Bachtiar Dumais, bersama Adhitya Wishnu Pratama, dan Muhammd Iqabal di tim BDLTEch, menjadi bukti bahwa anak muda Indonesia bisa ikut memberi andil dalam membangun kemandirian alutsista. Tentu besar harapan ada respon yang positif dari pemerintah atas inovasi mereka. (Haryo Adjie)
Spesifikasi War-V1 :
- Kru : Unmmaned/manned (1 personel)
- Berat kosong: 710 kg
- Berat penuh: 940 kg
- Panjang : 1.952 mm
- Lebar: 1.681 mm
- Tinggi: 1.652 mm
- Mesin: Baterai Hybrid 2xBLDC (Brushless Direct Current) Motor
- Combat radius max: 8 km
- Combat duration: 90 menit
- Horizontal obstabcle max: 340 mm
- Hole obstacle max: 600 mm
- Kamera: IR Color Digital
- Senjata: FN Minimi 5,56 mm

Sumber : TSM

Jerman Tersingkir dari Tender Kapal Selam Australia

Kapal Selam TKMS
Kapal Selam TKMS

Karena tawaran dari ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS) Jerman gagal disebabkan oleh permasalahan teknis, kompetisi untuk kontrak senilai A$ 50 miliar (US $ 34,55 miliar) untuk membangun armada kapal selam Australia mendatang mengerucut menjadi persaingan antara Jepang dan Perancis, menurut laporan Reuters.
Beberapa sumber mengatakan Jepang mungkin lebih berpeluan memenangkan pengadaan armada kapal selam tersebut. Penawar lain untuk kompetisi armada kapal selam Australia adalah Perancis.
Australia mengatakan pihaknya menginginkan kapal selam pada kelas 4.000 ton.
TKMS menawarkankan kapal selam Type 216 yang merupakan pembesaran dari kapal selam 2.000 ton kelas Type 214, sementara Jepang menawarkan varian kapal selam 4.000 ton Soryu yang dibuat oleh Mitsubishi Heavy Industries dan Kawasaki Heavy Industries.
Kontraktor perkapalan milik negara Perancis DCNS menawarkan versi diesel-elektrik dari kapal selam bertenaga nuklir 5.000 ton Barracuda-nya.
Australia diharapkan akan menentukan pemenang tender tersebut dalam enam bulan ke depan, menjelang pemilihan nasional di mana kesepakatan dan pekerjaan yang akan tercipta karenanya diharapkan menjadi isu utama bagi pemerintah konservatif.

Sumber : http://marinelink.com/

Amerika Serikat Kirim 12 F-22 Raptor Ke Jepang

F-22 Raptor
F-22 Raptor

Sebelumnya dikabarkan Amerika mengirimkan delapan jet tempur F-22 Raptor ke Jepang sebagai upaya menggertak Korea Utara yang baru saja mengklaim sukses menguji bom termonuklir. Jumlahnya ternyata tidak delapan, tetapi 12, dan ini jumlah yang bisa dibilang luar biasa dalam penyebaran pesawat siluman super mahal tersebut.
Melihat F-22 dikirimkan ke negara lain bukan hal yang baru, tapi biasanya hal itu dalam kelompok-kelompok yang relatif kecil antara 4-8 jet. Namun 525th Fighter Squadron yang berbasis di Elmendorf AFB, Alaska, baru saja mengirimkan 12 F-22 yang berarti setengah dari kekuatan mereka ke Yokota Air Base di Jepang. Jelas ini penyebaran tingkat tinggi yang dimaksudkan untuk mengirim pesan yang kuat kepada sekutu, dan musuh potensial, di wilayah tersebut.
Tayangan televisi Jepang Selasa 26 Januari 2016 menunjukkan ke-12 Raptor itu duduk santai di Yokota Air Base yang terletak di pusat Jepang, hanya 20 mil dari Tokyo, dan duduk dengan jarak sekitar 550 mil jauhnya dari Semenanjung Korea. Menempatkan Raptor di pangkalan ini akan menjadikan sangat mudah diakses masyarakat dan akhirnya bisa dengan cepat tersebar ke Korea Utara dan bahkan China. Di masa lalu, F-22 telah sesekali dikerahkan Jepang tetapi ke Pangkalan Udara Kadena Okinawa.
F-22 dengan skala besar tiba di Pangkalan Udara Yokota datang hanya beberapa minggu setelah Korea Utara menguji perangkat nuklir yang memunculkan ketegangan di sepanjang zona demiliterisasi antara Korea Utara dan Korea Selatan. Selain itu, Taiwan juga telah memilih seorang presiden baru yang pro-kemerdekaan hingga memungkinkan memunculkan reaksi dari China.
Next: Tongkat Keras di Atas Kepala Kim Jong un
Sebelumnya Amerika juga mengirimkan bomber B-52 dari pangkalan Guam ke Korea Selatan. Pesawat ini tidak turun di Korea tetapi berputar-putar rendah dengan dikawal F-15 dan F-16 milik Amerika dan Korea Selatan. Setelah itu bomber tua itu kembali ke pangkalannya.
Itu sebenarnya satu bentuk terendah dari komunikasi militer ke militer yang telah bekerja di masa lalu sebagai bentuk tekanan kepada kepemimpinan Korea Utara.
Selain itu kekuatan F-16C / D agresor milik Skuadron Tempur 18 Angkatan Udara Amerika yang ditempatkan di Alaska, juga akan mengirimkan setidaknya selusin jet ke Yokota Air Base. Pesawat yang dicat kamuflase eksotis dan berfungsi sebagai musuh ketika latihan tempur, mereka adalah jet tempur standar Block 30 F-16C / D dengan kru yang sangat terlatih yang dapat digunakan untuk operasi tempur dalam keadaan darurat.
Sekarang kita akan harus menunggu dan melihat apakah penyebaran F-22, dan penambahan F-16 dari Alaska, akan terus lebih besar untuk bisa memberikan kita gambaran yang lebih jelas. Namun satu hal yang telah jelas, dengan semua pesawat tempur Amerika yakni F-15, F-16, F / A-18 dan sekarang F-22 maka kekuatan yang ada lebih lebih dari sebelumnya yang menunjukkan Amerika benar-benar menempatkan tongkat intimidasi di atas kepala Kim Jong un.

Sumber : Jejak Tapak

Jepang Pamerkan Demonstrator Pesawat Tempur Generasi Kelima ATD-X Shinshin

Advanced Technology Demonstrator-X (ATD-X)
Advanced Technology Demonstrator-X (ATD-X)

Gambar-gambar baru dari Advanced Technology Demonstrator-X (ATD-X) buatan Jepang telah dirilis di internet oleh berita harian Jepang Sankei Shimbun. Prototipe pertama dari pesawat yang kelak akan menjadi pesawat tempur gen 5 masa depan F-3 tersebut dipamerkan pada hari Kamis, 28 Januari, dihadapan para perwakilan industri dan pers lokal oleh pejabat Angkatan Udara Pasukan Beladiri Jepang.
Merupakan prototipe dari pesawat tempur surioritas udara stealth generasi kelima Jepang, Mitsubishi ATD-X Shinshin, akan melakukan penerbangan perdananya pada bulan Februari. Pesawat prototipe pertama yang dikembangkan oleh Institut Penelitian dan Pengembangan Teknis Kementerian Pertahanan Jepang (Technical Research and Development Institute - TRDI), akan menjalani pengujian darat dan taxiing di pusat pengujian Mitsubishi Heavy Industries di Prefektur Aichi, sebelum diterbangkan ke angkasa pada bulan Februari.
Sementara pengembangan pesawat tempur superioritas udara generasi kelima Jepang, F-3, diharapkan akan mulai produksi serial pada tahun 2027, meskipun terdapat penundaan pada prototipe ATD-X, yang awalnya dijadwalkan akan selesai pengembangannya pada tahun 2018. Proyek senilai $ 340 juta ini dimulai pada tahun 2009.
Pertama tempur siluman pertama buatan dalam negeri Jepang itu memiliki panjang 14,2 meter, lebar 9,1 meter dan tinggi 4,5 meter - dijadwalkan akan terbang dari bandara Nagoya.
Pesawat ATD-X akan menguji teknologi baru, termasuk radar AESA generasi kedua, flight control system "fly-by-fiber-optic" yang canggih yang dapat bertahan ketika terjadi kerusakan karena pertempuran dan ketika terjadi kegagalan control surfaces, ESM dan ECM suite yang canggih, sistem thrust vectoring dan mesin turbofan berdaya dorong tinggi yang dikembangkan secara lokal.

Sumber : http://sankei.com/

Mengenal Lima Pasukan Elit Indonesia yang Disegani Lawan dan Kawan

Denjaka TNI AL
Denjaka TNI AL

Navy Seal, SAS, GIGN, Spetsnaz adalah beberapa contoh pasukan elit di dunia yang kiprahnya sudah melegenda. Kualifikasi mereka memang benar-benar edan, dan bisa dibilang anggota dari pasukan elit itu adalah 'best of the best' alias yang terbaik dari terbaik. Perekrutannya pun jauh dari kata manusiawi.
Namun, gara-gara itulah deretan pasukan tersebut bisa disebut mematikan. Kita memang bukan negara kaya atau tech-maker seperti Amerika, Jerman, atau Jepang. Tapi soal militer, Indonesia juga sangat diperhitungkan di mata dunia.
Bolehlah negara-negara lain punya pasukan yang melegenda itu. Namun, jauh di balik hingar-bingar kegagahan Navy Seals dan lainnya, Indonesia tak mau kalah menyusul mereka dengan menciptakan banyak pasukan elit, yang secara kualifikasi dan kemampuan tidak kalah gila.
Indonesia tercatat punya beberapa satuan elit mematikan yang kiprahnya sudah diakui. Bahkan sampai ada pula salah satu pasukan elit ini diminta menjadi guru bagi militer negara lain. Jadi, inilah deretan pasukan militer elit kita yang sukses bikin ngeri dunia, tapi bikin Indonesia bangga luar biasa.
1. Sat Gultor
Informasi detail tentang Gultor atau Satuan Penanggulangan Teror ini sangat dirahasiakan. Kita tidak akan tahu pasti siapa-siapa saja anggotanya, senjata apa yang mereka gunakan, atau pun misi apa yang akan mereka lakukan. Meskipun begitu, bisa diketahui secara pasti jika Gultor terdiri dari orang-orang pilihan.
Gultor sendiri merupakan sebuah satuan atau grup yang ada dalam tubuh Kopassus. Pasukan ini dibentuk sejak tahun 1982 dengan tujuan awal sebagai respon akan maraknya pembajakan pesawat di era 80an. Pasukan ini sendiri pertama kali dibentuk oleh dua orang perwira TNI AD yang secara khusus belajar kepada GSG-9 atau pasukan elit Jerman. Gultor sendiri sampai sekarang diakui sebagai salah satu pasukan elit paling progresif di dunia.
2. Yon Taifib
Batalyon Intai Amfibi atau Taifib ini adalah pasukan khusus yang dibentuk dalam badan Korps Marinir. Tentu saja anggotanya adalah orang-orang pilihan yang sudah melewati banyak tes yang sangat tidak mudah untuk dilewati. Pasukan khusus ini punya tugas-tugas yang berhubungan dengan aspek kelautan. Mulai dari melakukan operasi selam tempur, infiltrasi dan demolisi bawah air, sabotase, sampai pengintaian.
Latihan seorang anggota Taifib juga sangat berat. Pada awal penerimaannya, mereka harus melewati salah satu ujian berat, di mana para siswa Taifib diikat tangan dan kakinya untuk kemudian disuruh berenang sejauh 3 kilometer. Ini hanyalah sepenggal dari banyaknya latihan gila para anggota Taifib. Bahkan dalam latihan khusus, kondisinya disamakan seperti asli, di mana nyawa jadi taruhan.
3. Denjaka
Yontaifib adalah kesatuan spesial di Korps Marinir, kemudian dari Yontaifib ini dikerucutkan lagi anggota terbaiknya dan hasilnya adalah Detasemen Jala Mangkara. Jadi, bisa dibilang anggota Denjaka ini terbaik dari yang terbaik. Untuk menjadi seorang pemilik baret ungu Denjaka, prosesnya tentu tidak mudah. Harus melewati berbagai latihan dan juga tes gila yang bagi kita sudah tak rasional lagi.
Denjaka punya beberapa tugas penting. Mulai dari sabotase, anti pembajakan, sampai intelijen. Meskipun dibentuk dari kelautan, Denjaka juga mampu dioperasikan untuk tugas darat maupun udara. Denjaka sendiri pernah melakukan latihan gabungan dengan US Navy. Hebatnya, korps kelautan Amerika itu sampai geleng-geleng dengan gilanya latihan yang dilakukan oleh para anggota Denjaka.
4. Denbravo
Jika Marinir punya Denjaka, TNI AU juga tidak mau kalah dengan membentuk satuan khususnya bernama Denbravo. Pasukan satu ini terbentuk dari anggota-anggota Paskhas yang sudah diseleksi ketat. Denbravo sendiri bisa dibilang pasukan elit termuda di Indonesia, meskipun begitu kemampuan mereka sangat-sangat matang.
Denbravo lebih difokuskan kepada sektor udara. Di mana misi utama mereka ketika diturunkan adalah melakukan sabotase instalasi udara musuh, sampai intelijen. Denbravo sendiri juga makin tangguh ketika mereka dipersilakan untuk menggunakan semua alutsista TNI AU. Mulai dari mobil-mobil taktis sampai pesawat-pesawat tempur.
5. Tontaipur
Tontaipur atau kepanjangan dari Peleton Intai Tempur merupakan pasukan elit yang ada di dalam Kostrad. Sebuah fakta unik tentang Tontaipur adalah jumlahnya yang diperkirakan tidak banyak. Hal ini bisa mengindikasikan kalau seleksi untuk menjadi anggota ini begitu luar biasa susah. Tontaipur sendiri tidak hanya dituntut untuk jago di darat, tapi juga darat dan laut. Sehingga, pasukan ini bisa dibilang spesial dan lengkap.
Tak hanya jago tempur di tiga aspek atau bahasa militernya Tri Matra, anggota Tontaipur juga diajari bagaimana melakukan aksi-aksi intelijen dan sabotase. Awal mula pembentukan Tontaipur ini adalah atas prakarsa Letnan Jendral TNI Ryamizard untuk membentuk pasukan khusus yang jumlahnya kecil namun kemampuannya luar biasa.
Inilah deretan pasukan elit di Indonesia yang kemampuannya sangat jumawa. Mereka mungkin tidak seterkenal Navy Seal atau Spetsnaz, tapi soal kemampuan jangan pernah diragukan. Sayangnya, penilaian peringkat militer ditentukan oleh banyak hal. Jika hanya dilihat dari tentaranya, mungkin Indonesia bisa masuk 5 besar dunia.

Sumber : http://log.viva.co.id/news/read/728951-lima-pasukan-elit-indonesia-yang-bikin-ngeri-dunia

Irak Diguncang Bom Bunuh Diri 200 Orang Tewas

Bom Bunuh Diri Iraq
Bom Bunuh Diri Iraq

Bom bunuh diri massal terjadi di beberapa kawasan Irak. Sedikitnya 200 orang tewas akibat penyerangan massif tersebut, sementara 12 lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa itu terjadi di Baghdad, ketika lima orang tak dikenal meledakkan diri di sebuah penginapan tempat menginap seorang anggota dewan kota. Akibatnya, seorang pejuang suku yang bertindak sebagai penjaga terbunuh seketika dan 10 orang lainnya menderita cidera serius.
Dua pelaku bom bunuh diri lain menyerang orang pertama yang ditemuinya. Ulah keduanya menewaskan seorang kepala polisi dan dua anak buahnya.
Di tempat terpisah, serangan bom bunuh diri juga terjadi di pinggiran kota. Belasan pelaku meledakkan diri di sebuah barak dan menelan 25 korban jiwa yang semuanya adalah anggota keamanan setempat.
Sementara Ramadi bagian utara juga diguncang ledakan dari tujuh pelaku bom bunuh diri. Sebanyak 30 personel keamanan tewas dalam kejadian ini. Selain itu, 18 mayat ditemukan di sebuah kuburan massal.
Ibu kota Baghdad turut mendapat serangan. Kali ini, seorang warga sipil ditembak mati. Demikian juga di Iskandariyah, seorang pengacara lokal jadi korban ditembak mati. Ledakan lain di Mal Mansour melukai sejumlah warga sipil yang belum diketahui jumlah pastinya.
Seperti diwartakan Antiwar, Kamis (28/1/2016), baku tembak balasan dengan pihak keamanan tidak terhindarkan setelahnya. Di Husbaya, pasukan keamanan menembak 35 orang diduga kelompok teroris. Jumlah yang sama juga dibantai di Thar Thar dan 26 pasukan Peshmerga di Sinjar.
Serangan udara dijatuhkan dan menyebabkan 20 nyawa militan di Jeraishi, 12 militan, termasuk beberapa petingginya melayang di Mkesheifa.
Di Falluja, 5.000 keluarga terjebak, ISIS memblokade pintu keluar, sehingga mereka tidak bisa meninggalkan kota. Terakhir di Mosul, militan ISIS mengeksekusi empat anggota Tarekat Naqsybandi.

Sumber : Info Militer

Balitbang Kemhan Adakan Uji Dinamiss Roket R-Han 122 B

Roket R-Han 122 B
Roket R-Han 122 B

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan (Balitbang Kemhan) kembali mengadakan penyempurnaan hasil produksinya berupa Roket yang dinamakan R-Han 122 B. Beberapa upaya penyempurnaan yang dilakukan antara lain adalah desain ulang warhead roket dengan berat 16-18 kg, uji statis warhead dan uji fungsi roket.
Uji Fungsi tahap pertama bulan Juni 2015 lalu telah dilaksanakan antara Balitbang Kemhan dan PT Pindad (Persero). Kegiatan uji Fungsi tersebut bertujuan untuk menguji konsistensi performansi roket setelah uji terbang roket. Roket R-Han 122 B tahap pertama dinyatakan baik dengan melakukan pengamatan dan perekaman data pada saat diterbangkan. Sasarannya adalah untuk mendapatkan data hasil uji Dinamiss berupa prestasi terbang roket, perilaku terbang roket dan keandalan muatan (System Telemetry) yang dibawa roket serta konsistensi performans roket.
Sementara itu untuk uji fungsi/ uji Dinamis Roket R-HAN 122 B tahap kedua dilaksanakan Konsorsium Roket Nasional bulan Agustus 2015 di Garut. Tahap ini dilakukan untuk perbaikan minor dalam penyempurnaan bidang desain untuk memperbaiki trajectory atau lintasan stabilitas dan jarak capai dari Uji Dinamis pertama yang telah dilaksanakan pada bulan Juni 2015 sebagai implementasi dari Konsorsium pada tahun 2014. Pada Uji Dinamis ke dua Roket R-Han 122B ini dilakukan sebanyak 6 unit roket dengan desain Roket RM 70 Grad Marinir.
Untuk uji Dinamis tahap tiga sendiri dilaksanakan Konsorsium Roket Nasional tanggal 27 - 29 Januari 2016 di Lumajang Jawa Timur. Ikut menyaksikan dalam uji fungsi/uji Dinamiss tersebut pejabat Balitbang Kemhan, PT. Dirgantara Indonesia, PT. Pindad, PT.Dahana, LAPAN dan Kemristekdikti
Pada uji coba ini, sebanyak 25 buah roket diluncurkan. Metode yang digunakan pada pelaksanaan uji coba adalah metode pengamatan pada mata uji, kelancaran kerja dan Telemetry Recording. Sedangkan teknik pelaksanaan adalah uji terbang roket dengan pencatatan jarak capai dan evaluasi untuk validasi kemampuan dan kehandalan terhadap spesifikasi desain.
Seluruh kegiatan uji Fungsi/Uji Dinamis yang dilaksanakan Konsorsium Roket Nasional yang terdiri dari Kemhan, Kemristek dan Dikti, PT. DI, PT. Pindad, PT. Dahana, PT. Krakatau Steel, ITB dan ITS merupakan rangkaian program pengembangan dan penyempurnaan Roket R-Han 122 B dengan jangkauan>25 km. Diharapkan kegiatan tersebut mendapatkan hasil yang maksimal, sehingga kedepan akan didorong untuk memenuhi kebutuhan TNI AL sebagai pengguna awal.
Bila program ini berhasil, maka Kemhan juga akan terus mendorong pemenuhan kebutuhan Roket dari dalam negeri dengan berbagai spektek untuk memenuhi kebutuhan Tri Matra atau ke tiga Angkatan. Pemerintah telah menetapkan tujuh Program Strategis Nasional di bidang Alutsista, salah satu diantaranya adalah Roket Pertahanan atau disingkat R-Han. Program Roket R-Han 122B ini adalah pelaksanaan dari Program Nasional Strategis yang dinanti-nantikan banyak pihak, karena keberhasilan program ini akan menorehkan sejarah hasil karya anak bangsa.

Sumber : http://dmc.kemhan.go.id/post-balitbang-kemhan-adakan-uji-dinamiss-roket-rhan-122-b.html

Lawan ISIS, AS Desak NATO Siapkan Pesawat Mata-Mata AWACS

Pesawat Mata-Mata AWACS NATO
Pesawat Mata-Mata AWACS NATO

Amerika Serikat, Kamis, 28 Januari 2016, mendesak sekutunya Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyiapkan pesawat mata-mata Airborne Warning and Control System (AWACS) guna melawan ISIS di Timur Tengah.
NATO secara tidak secara langsung terlibat dalam peperangan melawan kelompok militan tersebut di Suriah dan Irak. Adapun AS selaku sekutu NATO sedang memimpin koalisi sejumlah negara guna menggempur posisi ISIS.
"Kami telah menerima permintaan dari AS untuk menyediakan dukungan bagi koalisi. Kami diminta menyiapkan pesawat mata-mata AWACS, permintaan itu sedang kami pelajari," ujar Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg kepada wartawan dalam acara jumpa pers.
Stoltenberg mengatakan, para menteri luar negeri NATO akan mendiskusikan permintaan AS pada pertemuan awal Februari 2016, meskipun tidak ada batas akhir untuk mengambil keputusan.
AWACS sanggup memonitor dari udara radius kurang lebih 400 kilometer. Selanjutnya mengubah informasi yang diperoleh ke dalam data digital untuk diteruskan ke pangkalan militer di darat, laut, dan komando udara.
NATO telah mengirimkan AWACS ke Turki guna memperkuat pertahanan udara Ankara di perbatasan dengan Suriah.

Sumber : http://dunia.tempo.co/read/news/2016/01/28/116740284/lawan-isis-as-desak-nato-siapkan-jet-awacs

Radar Acak