Imbangi Kekuatan Militer Asia, Australia Buat 12 Kapal Selam

Kapal Selam Kelas Soryu Jepang
Kapal Selam Kelas Soryu Jepang

Australia, Kamis (25/2), menerbitkan Buku Putih Pertahanan, yang mencakup rencana pertahanan selama 10 tahun ke depan mengenai kekuatan militer dan persenjataan untuk mempertahankan wilayah dari meningkatnya kekuatan militer di Asia.
Dalam Buku Putih Pertahanan 2016 ini disebutkan Australia akan membangun kemampuan pertahanan dengan mengeluarkan belanja senilai 195 miliar dolar AS pada 2020-2021, dengan personel militer akan berjumlah 62.400 orang.
Australia juga akan membuat 12 kapal selam dengan nilai lebih dari 50 miliar dolar AS antara 2018-2057. Angkatan Laut akan mendapat porsi 25 persen dari keseluruhan pengeluaran, dengan tambahan sembilan kapal perusak antikapal selam baru, dan 12 kapal patroli laut.
Angkatan Udara (RAAF) akan membangun dua armada pesawat tanpa awak (drone), dan membangun armada pesawat tempur yang nantinya akan mencapai 75 Joint Strike Fighters.
Angkatan Darat akan mendapatkan 18 persen pengeluaran untuk membeli peralatan, membeli drone bersenjata, kendaraan pelindung baru untuk memindahkan tentara, helikopter untuk pasukan komando, dan sistem peluncur roket jarak jauh.
Menurut laporan wartawan ABC, nada bahasa yang digunakan dalam Buku Putih ini menunjukkan Australia harus meningkatkan kemampuannya di bidang pertahanan, karena meningkatnya kekuatan negara-negara di Asia. Selain itu, juga adanya ketegangan antara Amerika Serikat dan China di kawasan.
"Pertikaian mengenai wilayah telah menciptakan ketegangan dan ketidakpastian di wilayah ini. Beberapa masalah dalam buku putih sebelumnya yang digambarkan sebagai masalah jangka panjang, seperti dampak modernisasi di kawasan, sekarang sudah menjadi bagian yang harus dicakup dalam Buku Putih ini," kata Buku Putih tersebut.

Sumber : http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/abc-australia-network/16/02/25/o333p2366-imbangi-kekuatan-militer-asia-australia-buat-12-kapal-selam

Pangkostrad : Prajurit yang Terlibat Narkoba Pasti Dipecat

Pangkostrad
Pangkostrad

Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) menegaskan sikapnya untuk tidak main-main dengan penyalahgunaan dan peredaran narkoba, terutama di lingkungan internal Kostrad. Sikap ini ditunjukan dengan adanya pemeriksaan urin yang ditujukan terhadap para prajurit dan PNS berdinas di Markas Kostrad (Makostrad).
Test urin tersebut dilakukan di Ruang Mandala, Makostrad, Jakarta Pusat, Jumat (26/2). Pemeriksaan ini sebagai langkah tegas dari pimpinan Kostrad untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Hal ini juga sejalan dengan pernyataan pemerintah dan pimpinan TNI, yang menyatakan 'Perang Terhadap Narkoba'.
Pemeriksaan urin ini dilakukan oleh Kesehatan Kostrad dan diikuti seluruh personel milited dan PNS di jajaran Staf Umum dan Balak Kostrad. Penyelenggaraan test urin ini dikendalikan langsung oleh Asisten Intelijen (Asintel) Kakostrad, Kolonel Inf, Achmad Solihin. Selain itu, pemeriksaan urin ini juga dibawah pengawasan Polisi Militer Kostrad dan Provost Detasemen Markas (Denma) Kostrad.
Panglima Kostrad (Pangkostrad), Letjen TNI, Edy Rahmayadi, pun berjanji, akan menindak tegas jika ada oknum prajurit-nya yang terbukti terlibat dalam narkoba, baik sebagai pengedar ataupun pengguna. ''Prajurit yang terlibat, terbukti menjadi bandar, pengedar, ataupun pemakai narkoba akan ditindak tegas, pasti dipecat,'' kata Edy dalam keteran tertulis yang diterima Republika.co.id, Jumat (26/2).
Sebelumnya, sejumlah oknum personel Kostrad memang sempat terjaring dalam operasi Narkoba yang dilakukan POM Intel Kostrad. Tidak hanya sejumlah oknum personel Kostrad, dalam operasi tersebut POM Intel Kostrad juga menangkap beberapa oknum personel Kepolisian.

Sumber : http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/02/26/o35dx5377-pangkostrad-prajurit-yang-terlibat-narkoba-pasti-dipecat

AgustaWestland AW139 SAR, Helikopter BASARNAS dengan Endurance Tertinggi

AgustaWestland AW139 SAR
AgustaWestland AW139 SAR

Meski gagal meloloskan order tiga unit helikopter kepresidenan AW101 VVIP, AgustaWestland (sekarang Finmeccanica Helicopter Division) masih mendapat angin segar untuk eksis di Indonesia. Setelah berhasil menjual dua unit heli AW139 ke Travira Air, perusahaan charter pesawat/helikopter yang berbasis di Jakarta, dengan basis tipe AW139, Finmeccanica telah memasok helikopter untuk kebutuhan BASARNAS (Badan SAR Nasional). Bahkan AW139 didapuk sebagai helikopter BASARNAS yang paling canggih.
Dalam menunjang misi SAR, BASARNAS sudah barang tentu mengindamkan sosok helikopter yang tak hanya punya mesin tangguh dan handal, tapi lebih spesifik lagi heli harus punya endurance terbang tinggi, payload lumayan besar, dan dilengkapi hoist kit capacity yang memadai untuk menarik korban lewat tali. Sampai saat ini, predikat helikopter Basarnas yang battle proven dan kondang dalam misi SAR AirAsia QZ8501 adalah Dauphin AS365 N3+ buatan Airbus Helicopters.
Meski Dauphin AS365 N3+ kinerjanya cukup maksimal, AW139 yang juga sama-sama mengusung twin engine punya kapabilitas endurance lebih lama untuk melakukan misi SAR. Jika Dauphin yang dirakit PT Dirgantara Indonesia sanggup terbang selama 4 jam, maka AW139 dapat terbang hingga 6 jam. Tentunya endurance yang lebih tinggi amat diperlukan saat melaksanakan misi SAR diatas lautan terbuka.
Sementara bicara tentang payload, AW139 dapat membawa muatan hingga 2.778 kg, sementara penumpang yang dapat dibawa hingga 15 personel, plus dua awak (pilot dan copilot). Guna menunjang misi SAR, AW139 punya kecepatan jelajah yang cukup tinggi 306 km per jam dan jarak jangkau operasi mencapai radius 1.250 Km. Dapur pacu heli ini ditenagai mesin turboshaft 2 x Pratt & Whitney PT6C-67C. Dengan dukungan teknologi One Engine Inoperative (OEI), mesin dirancang untuk adaptif dalam beragam kondisi ektrim. Kemampuan hovering yang baik juga menjadi daya pikat AW139 sebagai heli SAR yang tangguh.
Untuk menunjang evakuasi korban selama hovering, perangkat external electrical hoist kit yang ada punya spesifikasi yang sama dengan heli Dauphin, yakni dapat menarik beban lewat tali seberat 272 kg, panjang kabelnya sendiri 90 meter. Pintu geser besar di setiap sisi kabin menyediakan akses yang luas ke kabin untuk korban dan tandu. Uniknya AW139 memiliki tambahan 3,4 m3 dari kompartemen bagasi yang dapat diakses dari dalam atau luar helikopter. Kelengkapan lain yang diperlukan dalam misi SAR seperti Emergency float kit, Twin 17 place life raft installation, radar cuaca, FLIR, dan night-sun search light SX-16.
Teknologi kokpitnya sudah tergolong state-of-the-art display dengan 4-axis digital autopilot (with hover mode) dan full digital electronic engine control (FADEC) meminimalkan beban kerja pilot dan mengoptimalkan efisiensi operasional. Harapannya BASARNAS dapat memiliki satu skadron helikopter ini, meski yang dipesan saat ini baru satu unit. (Bayu Pamungkas)
Karakteristik umum
- Kru: 1 sampai 2
- Kapasitas: 15 penumpang
- Panjang: 13,77 m (45 ft 2 in)
- Main rotor diameter: 13,80 × m (45 ft 3 in)
- Lebar: 2,26 m (10 ft 0 in)
- Tinggi: 3,72 m (12 ft 2 in)
- Main rotor area: 149.57 m 2 (1.609,97 ft 2 )
- Berat kosong: 3.622 kg (£ 7985)
- Berat kotor: 6.400 kg (14.110 £)
- Powerplant: 2 × Pratt & Whitney Canada PT6C-67C turboshaft-mesin, 1.142 kW (1.531 hp) masing-masing
- Kecepatan maksimum: 310 km / h (193 mph)
- Rentang: 1.061 km (573 mil)
- Layanan langit-langit: 6.098 m (20.000 ft)
- Tingkat panjat: 10,9 m / s (2.140 ft / min)

Sumber : IndoMiliter

Angkatan Laut Malaysia dan Filipina Evaluasi Akuisisi Helikopter ASW AW159

Helikopter ASW AW159
Helikopter ASW AW159

Malaysia dan Filipina tengah mempertimbangkan untuk akuisisi helikopter intai maritim dan anti kapal selam (anti-submarine warfare - ASW). Menyusul kesuksesannya di Korea Selatan, AW159 buatan Agusta Westland merupakan calon kuat untuk program kedua negara tersebut.
Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (Royal Malaysian Navy - RMN) juga memulai evaluasi awal pesawat maritim dan utilitas AgustaWestland AW159 untuk kebutuhan helikopter anti kapal selam negara tersebut. AL Malaysia telah mengindikasi kebutuhan untuk enam platform helikopter ASW tersebut, untuk dioperasikan dari kapal Second Generation Patrol Vessel – Littoral Combat Ship (SGPV-LCS) -nya. Malaysia sedang mempertimbangkan tiga pilihan yang saling bersaing, yaitu AW159, Sikorsky MH-60R Seahawk dan Airbus Helikopter H225M.
Pemerintah Filipina telah lebih mendekat pada akuisisi dua helikopter AW159, proses akuisisi itu kini telah berlanjut dengan tahap evaluasi akhir. Proses akuisisi dua helikopter pengintai maritim/ASW untuk Angkatan Laut Filipina (Philippine Navy - PN) dimulai pada bulan September 2014 dan diharapkan akan diputuskan pada tahun ini.
Dinamai Lynx Wildcat oleh Kementerian Pertahanan Inggris, AW159 adalah helikopter multi-peran yang dipilih oleh Angkatan Darat Inggris dan Angkatan Laut Inggris untuk menggantikan helikopter Lynx dan untuk memenuhi kebutuhan kombatan maritim dan utilitas darat dan untuk pengintaian. Helikopter tersebut juga telah dipilih sebagai platform anti kapal selam untuk dioperasikan oleh Angkatan Laut Republik Korea. AW159 dapat dikonfigurasi untuk membawa sejumlah sistem anti kapal selam, termasuk active dipping sonar (ADS), sonobuoy dan torpedo. Selain ASW, platform tersebut juga dapat dikonfigurasi untuk perang anti kapal permukaan dan dipersenjatai dengan rudal anti-kapal, roket, dan meriam.

Sumber : http://defense-update.com/

China Ungkapkan Kemarahan Atas Anggaran Pertahanan Australia

LHD Canbera
LHD Canbera

China mengungkapkan kemarahan atas rencana Australia untuk meningkatkan kekuatan Angkatan Laut di kawasan Asia Pasifik.
Kementerian Luar Negeri China mengatakan tidak ingin terjadi perlombaan bersenjata dan 'komentar negatif Australia' tidak akan membantu hubungan kedua negara.
Pemerintah Australia mengumumkan anggaran pertahanan sebesar US$140 miliar untuk satu dekade mendatang dan melipatgandakan armada kapal selamnya sebagai tanggapan atas tantangan di kawasan.
Pos terbesar dalam anggaran diarahkan untuk kapal selam namun juga akan digunakan untuk menambah kapal angkatan laut, pesawat tempur, dan tambahan sekitar 2.500 personil.
Beijing dan Canberra terlibat ketegangan terkait dengan wilayah di Laut China Selatan yang masih menjadi sengketa beberapa negara, sementara China melakukan reklamasi, membangun landasan pacu, dan mengerahkan rudal di sana.
Peningkatan anggaran pertahanan Australia ini, sekitar 2% dari GDP hingga tahun 2021, menjadi perhatian yang serius bagi China.
"Posisi China atas masalah yang relevan ini amat jelas, Kami juga mengungkapkan posisi kami kepada para pejabat Australia terkait dalam berbagai pertemuan bilateral dan yang terbuka," jelas juru bicara Kementerian Luar Negeri, Hua Chunying.

Sumber : http://www.tribunnews.com/internasional/2016/02/26/cina-ungkapkan-kemarahan-atas-anggaran-pertahanan-australia

TNI Gelar "Tactical Floor Game"

Tactical Floor Game
Tactical Floor Game

Komando Operasi Pengamanan TNI menggelar latihan Tactical Floor Game, Jumat (26/2/2016).
Latihan tersebut digelar dalam rangka persiapan mengamankan Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Islam (KTT OKI) di Jakarta, 6 hingga 7 Maret 2016 mendatang.
"Tactical Floor Game ini semacam simulasi pengamanan KTT OKI agar pelaksanaannya dipahami semua yang terlibat," ujar Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksamana melalui siaran pers, Sabtu (27/2/2016).
Pangdam Jaya ditunjuk Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk menjadi Komando Operasi Pengamanan KTT OKI. Adapun, latihan digelar di kompleks Mabes Polri Cilangkap, Jakarta Timur.
Selain untuk simulasi, Tactical Floor Game itu juga dijadikan momen untuk pengecekan personel beserta alat utama sistem persenjataannya. Sejauh ini, kata Teddy, personel TNI telah siap untuk mengamankan konferensi yang akan dihadiri sebanyak 63 negara tersebut.

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2016/02/27/08522531/Jelang.KTT.OKI.TNI.Gelar.Tactical.Floor.Game.

AL Indonesia-Singapura Gelar Permainan Persaudaraan

KRI Sultan Hasanudin (SHN)-366
KRI Sultan Hasanudin (SHN)-366 

Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) dan Singapura (RSN) menggelar permainan menggembirakan (fun game) di Changi Naval Base Sport Stadium, Singapura, untuk meningkatkan sekaligus menumbuhkan persaudaraan sesama militer matra bahari.
Kepala Dinas Penerangan Komando Armada Kawasan Timur (Koarmatim) Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman dalam keterangan pers di Surabaya, Minggu, melaporkan bahwa olah raga bermain bersama antara TNI AL dan Republic Singapore Navy (RSN) pada Sabtu (27/2) itu merupakan rangkaian acara latihan bersama "Exercise Eagle Indopura 2016" yang digelar dua tahunan.
Permainan itu diawali dengan saling merebut bola basket kecil melibatkan anggota sesuai urutan dengan nomornya masing- masing, yang disebut "Game Dog and Bano".
"Permainan dilakukan oleh sebuah tim, yang setiap tim itu ada empat orang, terdiri dari gabungan TNI AL dengan RSN. Tim ini harus bisa menyelesaikan beberapa permainan," katanya.
Permainan itu diantaranya menyusun gelas setinggi-tingginya dengan tali (high high up the sky) dan memasukan tali ke setiap orang dengan bergandengan tangan tanpa boleh terlepas (unbreakable).
Kemudian, mereka menyusun cincin gabus setinggi- tingginya menggunakan sumpit (stack, stick, stack), memindahkan air ke dalam ember di kepala (tup the bucket), memasukan bola ping pong ke gelas kecil yang berisi air (po the cups), lempar tali buangan dengan sasaran ember (heave the line).
"Selama melaksanakan permainan, fun game, kedua tim dari TNI AL dan RSN berjalan menyenangkan serta penuh semangat kerja sama dalam memecahkan tiap permainan yang dilombakan," katanya.
Selain itu, ia mengemukakan, fun game itu tidak hanya membawa arti sebuah kontes, fisik atau mental, namun untuk menambah kebersamaan, hiburan dan rekreasi antara TNI AL dan RSN.
Acara itu dihadiri Komandan KRI Sultan Hasanudin (SHN)-366 Letkol Laut (P) Sandharianto, Komandan KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 Letkol Laut (P) Ashari Alamsyah, Komandan RSS Tenacious Lieutenant Colonel H.C. Kwan dan Komandan RSS Gallant Major O.H. Zongbo.
Permainan itu dilakukan setiba KRI Sultan Hasanudin (SHN)-366 dan KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 di Pangkalan Angkatan Laut Singapura pada Jumat (26/2).
Kedatangan mereka disambut oleh Atase Pertahanan (Athan) RI Kolonel Laut (P) Sumartono dan para perwira RSN saat sandar di Changi Naval Base, Singapura.
Setelah penyambutan usai, Athan RI beserta perwakilan Perwira Republic Singapore Navy melakukan kunjungan ke KRI Sultan Hasanuddin (SHN)-366 yang disambut oleh Komandan KRI SHN-366 Letkol Laut (P) Sandharianto, didampingi Komandan KRI SIM-367 Letkol Laut (P) Ashari Alamsyah.
Kemudian, Komandan KRI SHN-366 dan Komandan KRI SIM-367 juga berkesempatan mengunjungi RSS Tenacious (Kapal perang dari RSN) yang disambut oleh Komandan RSS Tenacious Lieutenant Colonel H.C. Kwan dan Komandan RSS Gallant Major O.H. Zongbo.

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/547499/al-indonesia-singapura-gelar-permainan-persaudaraan

Letjen TNI Kiki Syahnakri : Indonesia Dalam Situasi Perang Generasi Keempat

Ilustrasi
Ilustrasi

Tanpa disadari, Indonesia saat ini berada dalam situasi perang Generasi Keempat (G-IV).
Dalam perang ini, senjata yang digunakan bukanlah kecanggihan peralatan militer (hardpower) tetapi senjata non militer (softpower) yang antara lain meliputi penghancuran budaya, ekonomi, perusakan moral generasi masa depan bangsa.
Selain berbiaya murah dibanding pengerahan senjata militer (hardpower), perang G-IV, yang biasanya disebut dengan istilah proxy war, tidak bertujuan jangka pendek tetapi berakibat fatal untuk jangka panjang di saat suatu bangsa sudah begitu terlambat menyadarinya.
Gaya hidup LGBT (Lesbian - Gay - Bisex dan Transgender) adalah salah satu senjata (softpower) yang digunakan oleh negara adikuasa (hegemony countries) yang bersifat kolonialisme dan imperialisme untuk menghancurkan nilai budaya, ketahanan ekonomi dan karakter bangsa.
Hal tersebut dijelaskan oleh Letjen TNI (P) Kiki Syahnakri, mantan Wakasad dan sekaligus Ketua Yayasan Jati Diri Bangsa dalam pertemuannya dengan AM Putut Prabantoro Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), dan Gerakan Wanita Nusantara (Granita), di Jakarta, Kamis (25/2/2016).
Pengurus Pusat Granita yang hadir terdiri, Dian Wisdianawati (Ketua Umum), Esti Sri Rejeki (Wakil Sekjen) dan Rani Kurniati (Humas).
Disebut sebagai G-IV, karena perang ini tidak lagi mengandalkan kekuatan militer tetapi terlebih menggunakan kekuatan budaya dan ekonomi.
Perang Generasi I (G-I) adalah perang tradisional dengan menyepakati hari perang dan perang Bharatayudha, sebagai contoh, adalah jenis perang G-I.
Perang Generasi II (G-II), adalah jenis perang kota dan Perang Generasi III (G-III) adalah perang dalam skala modern dengan menggunakan pengerahan senjata militer secara penuh seperti halnya Perang Dunia Pertama atau Perang Dunia Kedua.
“Perang G-IV tidak lagi mengandalkan senjata militer yang berbiaya mahal untuk pengerahannya.Perang ini lebih halus dan tak terlihat."
"Namun dalam jangka panjang, suatu negara akan dicaplok oleh negara lain melalui penguasaan ekonomi ataupun budayanya."
"Dan, Indonesia tanpa disadari oleh bangsanya pada saat ini telah memasuki G-IV,” ujar Kiki Syahnakri.
Menurut Mantan Wakasad itu, LGBT merupakan salah satu senjata yang digunakan negara adikuasa untuk menguasai negara lain dengan menghancurkan budaya asli dan menggantikan dengan budaya yang dapat menghancurkan negara tersebut dari dalam.
Memang lebih memakan waktu, Kiki mengurai lebih lanjut, tetapi sifatnya tidak menghancurkan secara fisik tetapi menghancurkan secara mental dan moral.
“Perang G-IV ini dimulai pada tahun awal tahun 2000-an, ketika bangsa Indonesia membiarkan dirinya diatur oleh konsultan asing dalam penyusunan undang-undang, termasuk amandemen UUD 1945."
"Indonesia menjadi incaran dan destinasi perang G-IV, karena posisinya yang strategis, besar dan kaya akan sumberdaya alam. Indonesia saat ini sudah dikelilingi oleh negara-negara hegemoni baik secara militer ataupun ekonomi. Papua yang saat ini menjadi target jika tidak diantisipasi dengan bijaksana di masa depan akan menjadi the missing continent,” ujar Kiki.
Sementara itu, Putut Prabantoro menjelaskan, bangsa Indonesia harus berani menyudahi konflik internal bangsa yang berlatarbelakang kepentingan ekomini, politik, kelompok ataupun suku.
Kelemahan di Indonesia adalah, konflik kepentingan itu menjadi besar ketika dipolitisir menjadi konflik antar agama.
Konflik horisontal itu secara tidak sadar akan melemahkan persatuan bangsa yang seharusnya dijaga oleh semua rakyat Indonesia.
Semangat “Demi Indonesia Satu Tak Terbagi”, demikian Putut menjelaskan lebih lanjut, harusnya menjadi landasan berpijak bangsa Indonesia dalam mengantisipasi semua perang tak terlihat yang antara lain mengatasnamakan, hak asasi manusia (HAM), demokrasi, kebebasan berpendapat ataupun kebebasan berekspresi.
Dian Wisdianawati menjelaskan, pertemuan itu dimaksudkan untuk melakukan kerjasama organisasi antara Yayasan Jati Diri Bangsa, Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) dan Granita.
Kerjasama itu antara lain juga untuk menyamakan visi dan misi dalam membangun karakter bangsa.
Visi dan misi Granita adalah mendorong kaum perempuan sesuai dengan kodratnya untuk ikut serta dalam pembangunan karakter bangsa yang diwujudkan ke berbagai kegiatan termasuk yang sederhana sekalipun.
“Ini bukan masalah gender atau emansipasi. Granita lebih fokus pada kehidupan perempuan Indonesia dalam kodratnya dan ikut serta dalam membangun generasi masa depan bangsa Indonesia.
Sehingga anggota Granita berasal dari berbagai profesi dan berdasar profesi masing-masing mereka mengabdi bangsa dan negara,” ujar Dian.

Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2016/02/25/letjen-tni-kiki-syahnakri-indonesia-dalam-situasi-perang-generasi-keempat

Inilah 7 Negara Pemborong Alutsista Terbesar di Dunia

Kapal Selam India
Kapal Selam India

Meski tak ada yang menginginkan perang, namun beberapa negara diketahui memiliki angkatan perang dan persenjataan dalam jumlah besar.
India dan Arab Saudi meroket dengan pembelian alutsista terbesar sejagad. Adapun Vietnam memborong kapal perang dari Rusia buat menghadapi China di Laut China Selatan. Inilah delapan negara yang paling banyak belanja alutsista
1. India
Kendati upaya PM Narendra Moodi membatasi impor alutsista asing dan memperkuat produksi nasional, pembelian sistem persenjataan dari luar negeri justru berlipat ganda dalam lima tahun terakhir. Rusia (70 persen) adalah penyuplai terbesar alutsista India, diikuti Amerika Serikat (14 persen) dan Israel (4,5 persen). Selain jet tempur, India banyak membeli kapal perang dan kapal selam dari negeri beruang merah itu
2. Arab Saudi
Laporan Sipri mencatat belanja persenjataan Arab Saudi meningkat sebanyak 275 persen dalam lima tahun terakhir. Konflik di Suriah dan Yaman diyakini menjadi penyebab utama.
Negeri para emir itu sangat getol membeli kendaraan lapis baja, helikopter dan jet tempur serta senapan serbu. Amerika Serikat adalah pemasok terbesar dengan 46 persen, diikuti Inggris (30 persen) dan Spanyol (5,9persen).
3. China
Sejak beberapa tahun terakhir China banyak memperkuat industri senjata dalam negeri untuk melepaskan ketergantungan dari sistem alutsista asing. Sebab itu pula neraca impor negeri tirai bambu itu berkurang 25 persen dalam lima tahun terakhir.
China banyak membeli senjata dari Rusia (59 persen) dan Perancis (15 persen). Terakhir Beijing menyepakati pembelian enam sistem peluru kendali S-400 dari Rusia.
4. Uni Emirat Arab
Bara di Timur Tengah dan konflik dengan Iran mendorong Uni Emirat Arab memperkuat diri. Sejak 2011 negeri kecil di tepi Teluk Persia itu meningkatkan pembelian senjata sebanyak 35 persen. Amerika Serikat adalah pemasok terbesar (65 persen), diikuti Perancis (8,4 persen) dan Italia (5,9 persen). Terakhir UEA menegosiasikan pembelian 60 jet tempur Rafale dari Perancis.
5. Australia
Militer Australia banyak mendapat dukungan pemerintah dengan angka pembelian senjata yang meningkat 65 persen dalam lima tahun terakhir. Proyek tebesar negeri Kanguru itu adalah pembelian 72 jet tempur siluman F-35 dari AS seharga 12,4 miliar dollar AS.
Celakanya pengembangan F-35 saat ini banyak menemui kendala. Analis militer menyebut jet tersebut kalah canggih dibanding Sukhoi Su-35 buatan Rusia.
6. Turki
Turki berambisi besar mengakhiri ketergantungan dari sistem alutsista asing. Sebab itu negeri dua benua itu lebih banyak membeli senjata lewat skema kerjasama alih teknologi. Serupa Australia yang merupakan anggota NATO, Turki juga terlibat dalam pembelian jet tempur siluman F-35 dari AS. Namun target terbesar Ankara adalah mengembangkan tank tempur buatan sendiri lewat kerjasama dengan NATO.
7. Vietnam
Menyusul konflik di Laut China Selatan, Vietnam menggelontorkan dana miliaran dollar AS untuk memperkuat daya tempurnya. Cuma dalam waktu lima tahun, negeri komunis itu loncat dari peringkat 43 ke peringkat delapan dalam daftar negara pengimpor senjata terbesar.
Rusia menjadi pemasok terbesar dengan menjual 8 jet tempur, 74 kapal tempur kecil, 6 kapal selam dengan rudal laut ke darat dan 6 kapal fregat

Sumber : http://internasional.kompas.com/read/2016/02/23/19583961/Inilah.8.Negara.Pemborong.Alutsista.Terbesar.di.Dunia

ST Kinetics Tampilkan Konsep "Track over Wheels" pada Kendaraan Lapis Baja Terrex

Track over Wheels
Track over Wheels
Pengembang sistem persenjataan darat Singapore Technologies (ST) Kinetics meluncurkan konsep baru yang bertujuan untuk meningkatkan mobilitas kendaraan militer di medan bertanah lunak dan sulit pada Airshow Singapore 2016 diselenggarakan 16-21 Februari lalu.
Disebut sistem 'track over wheels', konsep ini dipamerkan dengan menggunakan kendaraan lapis baja 8x8 Terrex yang telah dimodifikasi khusus dan telah dicat dalam skema kamuflase Angkatan Darat Australia dan diberi nama 'Terrex 1+'.
Varian unik ini menggabungkan sejumlah fitur yang penting bagi kebutuhan Project Land 400 Phase 2 Departemen Pertahanan Australia untuk hingga berjumlah 225 kendaraan intai tempur (combat reconnaissance vehicles - CRV) roda ban untuk menggantikan Australian Light Armoured Vehicles (ASLAV) yang telah menua, meskipun diketahui bahwa perusahaan tersebut juga menawarkan platform baru berbobot 30-ton Terrex 2 untuk program tersebut dan bukan Terrex 1 yang berbobot 24 ton.
Varian yang dipamerkan tersebut dilengkapi dengan remote weapon station Adder yang dipersenjatai dengan meriam 30-mm, senapan mesin koaksial 7,62 mm dan peluncur rudal non-line of sight (N-LOS), kursi peredam ledakan, serta ban cadangan di sisi lambung kendaraan.
Sebuah set track karet yang dapat dibongkar pasang membungkus dua roda depan kendaraan, yang diklaim oleh ST Kinetics dirancang untuk meningkatkan mobilitas kendaraan di medan bertanah lunak dan sulit.
"Ini ide yang diadaptasi dari industri pertanian dan kehutanan, di mana track dipasang di atas roda yang ada untuk mengatasi hilangnya traksi di daratan yang lunak dan berlumpur," kata seorang perwakilan ST Kinetics kepada IHS Jane. "Ini bisa menjadi pilihan untuk [pihak militer] untuk mempertimbangkannya di masa depan."
Proses instalasi track tersebut membutuhkan persiapan dan waktu instalasi yang minimal. Kendaraan cukup didorong ke depan dan berada di atas satu set trek, yang kemudian secara manual track tersebut ditutup mengitari roda dan dikunci dengan baut pada sambungan track.

Sumber : http://janes.com/

Parlemen Eropa Serukan Embargo Senjata Terhadap Saudi

Jet Tempur Arab Saudi
Jet Tempur Arab Saudi

Parlemen Eropa menyerukan kepada Uni Eropa (UE) untuk memberlakukan embargo senjata terhadap Arab Saudi. Mereka menuding Arab Saudi telah menargetkan warga sipil dalam operasi udaranya di Yaman.
"Ini tentang Yaman. Pelanggaran hak asasi manusia telah mencapai tingkat yang mewajibkan Eropa untuk bertindak dan mengakhiri penjualan senjata ke Arab Saudi," kata seorang anggota parlemen kiri Inggris, Richard Howitt, dikutip dari Reuters, Kamis (25/2/2016).
Anggota parlemen UE memperingatkan kemungkinan akan ada voting untuk mendorong aksi balasan terhadap tindakan Arab Saudi. Utusan Arab Saudi sendiri telah bersua dengan anggota parlemen UE dan mencoba menghalangi sikap parlemen.
"Saudi mengatakan kepada saya, mereka mungkin memutuskan hubungan. Saya berharap itu hanya berupa kata-kata," kata Howitt. Ia menambahkan, cara tercepat untuk menghindari embargo senjata adalah dengan mengakhiri konflik di Yaman.
Sebelumnya, Duta Besar Arab Saudi, Abdulrahman Al Ahmed membela tindakan kerajaan dalam sebuah surat kepada anggota parlemen Uni Eropa. Ia mengatakan, jika Arab Saudi tidak mengambil tindakan di Yaman, maka akan menimbulkan konsekuensi geopolitik yang amat luas.
Menurut laporan PBB, hampir 6.000 orang telah tewas sejak koalisi Arab memasuki konflik di Yaman. Dari angka itu, hampir setengah darinya adalah warga sipil.
Jet Tempur Saudi Tiba di Turki untuk Gempur ISIS
Sejumlah jet tempur Arab Saudi tiba di pangkalan militer Turki pekan ini untuk ambilbagian dalam serangan udara melawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah. Informasi tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, Kamis, 25 Februari 2016.
"Kami berharap seluruh jet tempur itu tiba hari ini dan besok (Jumat, 26 Februari 2016)," kata Cavusoglu kepada kantor berita pemerintah, Anatolia, seraya menambahkan, perlengkapan tempur lainnya dan pasukan Saudi telah siap datang.
Menurutnya, seluruh pesawat perang Saudi akan berada di pangkalan udara Incirlik bersama Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis yang juga akan terlibat dalam perang menumpas militan ISIS di Suriah.
Televisi swasta NTV dalam siarannya mengatakan, jet tempur Saudi F-15 akan tiba di Incirlik paa Jumat, 26 Februari 2016. Sedankan 30 perssonil militer danperalatan tempur lainnya akan tiba dengan pesawat angkut militer Hercules C-130 pada Selasa pekan depan.
Arab Saudi dan Turki, dua negara yang menumbangkan Presiden Suriah Bashar al-Assad sekaliggus ingin mengakhiri perang saudara yang telah berjalan selama lima tahun, namun rezim Suriah mendapatkan dukungan kuat dari Iran dan Rusia.
Kedua negara, Saudi dan Turki, sempat mengalami hubungan buruk setelah Riyadh mendukung tumbangnya pemerintahan Presiden Mesir, Mohammed Mursi, pada Juli 2013. Mursi adalah sekutu dekat Ankara.
Dalam beberapa kesempatan, Ankara berkali-kali menyatakan siap melakukan operasi darat di Suriah, tetapi hanya jika operasi tersebut dikoordinasikan dengan Arab Saudi dan negara Barat lainnya, termasuk anggota negara Teluk ant-koalisi ISIS.
"Kami sejak awal mendesak perlu dilakukan operasi daraat dan seluruh strategi harus dijalankan untuk mendukung serangan udara," kata Cavusoglu.

Sumber : http://international.sindonews.com/read/1088370/41/parlemen-eropa-serukan-embargo-senjata-terhadap-saudi-1456412132

Pangkostrad Janji Singkirkan Narkoba dari Kesatuannya

Pangkostrad
Pangkostrad

Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI Edy Rahmayadi berjanji, bakal membersihkan para prajurit dari narkoba. Menurutya, barang haram itu dapat merusak moral dan fisik para prajurit.
Di sela-sela ziarah ke makam mantan Presiden Soeharto di Astana Giribangun Karanganyar, Kamis (25/2/2016) siang, Edy berjanji untuk membersihkan narkoba dari internal Kostrad. Menurutnya pembersihan bakal dilakukan mulai dari tingkatan terbawah hingga tingkatan teratas di kesatuan yang dibentuk oleh Soeharto tersebut.
Menurutnya, prajurit TNI tidak ada yang boleh memakai barang haram tersebut dengan alasan apapun. Jika ingin menggunakan barang haram, maka dia tidak segan-segan untuk mengeluarkan sang prajurit dari pasukan elite angkatan darat itu.
“Jika ada yang terbukti menggunakan narkoba maka prajurit akan kami buang atau lebih tepatnya akan kita pecat,” ucapnya.
Lebih lanjut, kata dia, untuk pengawasan pihaknya bakal terjun langsung ke batalyon-batalyon yang berada di bawah naungan Kostrad. Dengan seperti itu, dia berharap agar kesatuannya bisa bersih dan terbebas dari narkoba.
Setelah prajuritnya bersih dari narkoba, pihaknya juga berjanji untuk bekerjasama dengan kepolisian untuk menyingkirkan narkoba dari Indonesia. Pasalnya, peredaran barang haram itu sudah dalam tahap yang memperihatinkan di Indonesia.
Edy menambahkan, jika tidak dibersihkan sejak sekarang maka dikhawatirkan peredarannya akan semakin besar di Indonesia. “Kita bersihkan dahulu di internal kami, kalau belum bersih kita kan juga tidak mungkin untuk membantu kepolisian,” tegasnya.
Menhan : Bela Negara Efektif Tangkal Narkoba
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu meyakini, bahwa program bela negara sangat kompatibel dengan situasi Indonesia saat ini. Bahkan, bisa menangkal narkoba di generasi muda.
"Oh, tentunya peogram bela negara sangat efektif baik itu untuk narkoba maupun terorisme," ujar Ryamizard usai Rapat Kerja (Raker)
bersama dengan Komisi I DPR di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/2/2016).
Menurut Ryamizard, pelaku teroris hanya bisa membunuh dan menangkap tapi dengan bela negara para genersi muda disadarkan akan kecintaan terhadap Tanah Air dan norma-norma yang ada. Itulah mengapa program bela negara dinilainya sangat efektif.
"Kalau kita enggak menyadarkan, manti engga bisa masuk surga," katanya.
Selain itu, lanjut Ryamizard, diperlukan penanganan yang sesuai untuk orang yang terlibat narkoba ini. Pertama-tama tentunya dilakukan
rehabilitasi agar tidak kembali lagi. Kemudian, dilakukan tindakan tegas sesuai dengan kejahatannya.
"Kalau prajurit melanggar berat itu ada hukumannya," jelasnya. Lebih dari itu, Ryamizard mengaku senang karena sudah banyak sekali
yang mendaftar program bela negara.
Bahkan, dirinya setiap akhir pekan sibuk berkeliling daerah untuk memberikan materi kepada para peserta bela negara ini. "Jumlah pastinya engga tahu, nanti deh detailnya," tandas Ryamizard.

Sumber : http://nasional.sindonews.com/read/1088403/14/pangkostrad-janji-singkirkan-narkoba-dari-kesatuannya-1456420076

Tiga Skenario Reaksi Rusia Jika Turki dan Saudi Lakukan Invasi ke Suriah

Ilustrasi
Ilustrasi

Kementerian Pertahanan Rusia menduga Turki tengah melakukan persiapan invasi terhadap wilayah Suriah. Menurut laporan beberapa media, Arab Saudi pun kemungkinan akan mengirim ribuan pasukan khusus ke Suriah. Analisis kemungkinan reaksi militer Rusia yang selama lima bulan terakhir telah melakukan serangan udara melawan kelompok teroris ISIS di Suriah terhadap langkah yang akan diambil oleh Ankara dan Riyadh.
Seorang ahli militer Rusia yang juga merupakan Pemimpin Redaksi Majalah Arsenal Otechestva (Arsenal Tanah Air) Viktor Murakhovski dan Mikhail Aleksandrov yang merupakan seorang ahli terkemuka dari Pusat Studi Militer-Politik Institut Negeri Hubungan Internasional Moskow (MGIMO) berkomentar tentang kemungkinan reaksi Rusia menanggapi invasi Turki dan Arab Saudi ke Suriah.
Bagi Saudi, pengiriman pasukan ke Suriah secara logistik tidak akan mudah. Arab Saudi tidak berbatasan langsung dengan Suriah. Riyadh, dalam hal ini memiliki dua pilihan, yaitu memastikan pengiriman pasukan melalui Irak, atau menyerang Suriah dari Turki.
Namun, memanfaatkan koridor Irak bagi Riyadh dapat menjadi suatu masalah. Sebelumnya, bahkan ketika unit-unit kecil tentara Saudi datang ke wilayah Irak, Baghdad menolak dan bahkan membuat pernyataan mengenai agresi. Pilihan kedua, yaitu invasi melalui Turki. Dengan mempertimbangkan latar belakangnya, hal tersebut lebih mungkin dilakukan. Selain itu, media Guardian melansir rencana Saudi mengenai kesediaan mereka untuk mengoordinasikan langkah dengan Ankara.
Opsi Pertama : Pasukan Penerjun Payung Rusia di perbatasan Suriah-Turki
Sebagaimana yang disampaikan para pakar, pengiriman ribuan tentara pasukan khusus dari Arab Saudi ke Turki dan pelaksanaan invasi Suriah akan membutuhkan persiapan yang serius - dibutuhkan penyebaran pasukan dil wilayah Turki. Hal semacam ini tak mungkin terjadi begitu saja tanpa diketahui dan tentu akan memakan waktu. Jelas bahwa pasukan Presiden Bashar al-Assad harus melipatgandakan upaya untuk menutup perbatasan Suriah-Turki dan mencegah intervensi.
Jika Suriah tidak dapat menutup perbatasan, Rusia dapat membantu mereka - dalam hal ini dengan mengirimkan divisi pasukan penerjun payung, demikian hal tersebut diutarakan Mikhail Aleksandrov. Secara umum, para ahli yakin bahwa intervensi Saudi terlihat tidak realistis, sedangkan invasi pasukan Turki tidak dapat dikesampingkan sepenuhnya. Terlebih, sebelumnya pasukan militer Turki telah memasuki wilayah utara Irak yang merupakan daerah orang-orang Kurdi bermukim.
Opsi Kedua : Bantuan dalam pelatihan tentara dan pemasokan senjata
Ini adalah skenario yang paling mungkin terjadi. Cita-cita Kurdistan untuk mendapatkan status otonom telah membuat Turki khawatir selama beberapa dekade terakhir. Mengenai invasi pasukan Turki di wilayah Kurdi, kemungkinan besar pasukan Rusia tidak akan hadir dan berkonfrontasi langsung dengan Turki. Namun, Rusia kemungkinan akan membantu mempersiapkan tentara dan memasok senjata.
Tentara Suriah dan Turki akan berdiri di garis perbatasan. Sementara, di wilayah Kurdistan Suriah juga akan terjadi perang sengit antara milisi Kurdi dengan pasukan militer Turki. Para ahli menilai pentingnya memperhatikan fakta bahwa Turki sudah tidak mungkin lagi merebut Aleppo di utara Suriah yang merupakan kota pasukan Assad di perbatasan Suriah-Turki. Oleh karena itu, kemungkinan bergeraknya pasukan Turki di wilayah ini sangat terbatas.
Opsi Ketiga : Berperang dengan Angkatan Udara Rusia
Pada saat yang sama, jika tentara Turki tidak hanya masuk ke wilayah Kurdistan, tetapi juga masuk ke wilayah yang dikuasai oleh militer Suriah, kemungkinan akan terjadi bentrokan langsung antara tentara Turki dengan AU Rusia. Rusia akan memberikan dukungan udara kepada Suriah. Namun, bentrokan dengan AU Rusia sama saja dengan mendeklarasikan perang, dan dalam hal ini dapat terbayang situasi Rusia yang memulai serangan terhadap wilayah Turki. Konflik dengan Turki sebagai negara anggota NATO membuat perkembangan dalam skenario ini menjadi tak terduga. Namun demikian, para ahli tidak begitu yakin dengan perspektif ini.

Sumber : http://ruskarec.ru/

RBS-70 NG, Menjajal Simulator Rudal Hanud Supersonic Berpemandu Laser

RBS-70 NG
RBS-70 NG

Rudal MANPADS (Man Portable Air Defense System) Saab RBS-70 NG memang tak masuk dalam arsenal Arhanud TNI AD. Namun harus diakui, turunan versi lama RBS-70 hingga kini masih jadi poros kekuatan hanud di Tanah Air, bahkan TNI AD pun telah melakukan upaya upgrade pada stok rudal RBS-70 MK2. Dan dalam kesempatan istimewa, penulis berkesempatan menjajal simulator RBS-70 NG saat ajang Singapore Air Show 2016 lalu. Fleksibilitas dan kecepatan deployment menjadi ciri khas rudal buatan Saab Bofors Dynamics, Swedia ini.
Dalam demonstrasi, instruktur dari Saab menjelaskan hanya dibutuhkan waktu 3 - 5 detik untuk reload amunisi (penggantian tabung peluncur rudal). Setelah terpasang, rudal siap dibidik ke sasaran lewat perangkat pembidik di ECU (electronic control unit). Sistem pemandu RBS-70 adalah pemandu laser (laser guided) atau laser beam riding guidance. Sistem pemanduan ini berbeda dengan penuntunan bom berpemandu laser seperti Paveway, dimana bom dipandu menuju targetnya berdasarkan pantulan sinar laser dari permukaan target, yang dipancarkan oleh laser designator.
Di RBS-70, rudal melesat mengikuti pancaran laser yang dipancarkan dari peluncurnya. Targetnya sendiri dapat dijejak oleh radar Giraffe yang juga buatan Saab. Radar Giraffe ini memberi input data dan parameter terkait sasaran ke visual dashboard operator. Saluran komunikasi dari radar Giraffe ke unit peluncur rudal dapat lewat kabel atau radio. Nah, selanjutnya urusan penjejekan akhir (final) harus dilakukan sendiri secara manual oleh operator RBS-70. Jadi perlu dicatat, RBS-70 tidak menganut mahzab fire and forget. Pasca rudal melesat, operator memang harus terus melakukan pembidikan arah launch station ke sasaran.
Yang unik, detektor pancaran laser diletakkan di bagian belakang rudal. Outputnya berupa perintah kendali, termasuk koreksi arah yang terintegrasi dengan giroskop penstabil. Canggihnya lagi, pancaran laser tak wajib telak mengenai sasaran secara langsung. Melenceng sedikit, asalkan tak lebih dari 30 meter dari posisi sasaran, maka tingkat perkenaan sudah mencapai lebih dari 80%.
Dengan pemandu laser, RBS-70 menjadi anti jamming, bahkan sangat sulit dikecoh oleh flare. Memanfaatkan serpihan metal atau chaff juga tak dapat melemahkan rudal ini, karena iitu hanya efektif mengecoh radar penjejak, dan tak berpengaruh pada rudal berpemancar laser yang dibidik manual. Fitur lain yang ditampilkan instruktur Saab adalah kemampuan auto self destruck, jika pancaran laser dari launch station terhenti selama jangka waktu tertentu. Operator juga dapat menghancurkan rudal dengan pencetan tombol bila mendapat perintah untuk membatalkan tembakan rudal yang telah meluncur.
RBS-70 NG resmi diperkenalkan pada tahun 2011, dibanding versi sebelumnya terdapat peningkatan kapabilitas sistem penunjang seperti perangkat bidik dan auto tracker system yang membantu operator dari penjejakan hingga proses penembakkan. Perangkat elektronik RBS-70 NG pun lebih kompak dan dapat diprogram ulang jika ada software terbaru.
Dengan desain modular, RBS-70 NG dapat diintegrasikan dengan jaringan hanud beragam kendaraan tempur tanpa perlu modifikasi khusus. Selain dioperasikan secara manual, RBS-70 NG dapat dioperasikan secara terpisah dengan perangkat kendali jarak jauh. Sebagai sistem senjata portable, konstruksi sistem peluncur dapat diurai dan dibawa oleh tiga personel. Untuk simulator RBS-70 NG, dirancang punya ukuran yang sama dengan aslinya. Instruktur secara langsung dapat melihat tampilan view finder operator melalui layar monitor.
Hingga pertengahan tahun 2015, Saab menyebut telah memproduksi 1.600 peluncur dan 17.000 lebih rudal RBS-70. Indonesia diperkirakan memiliki tak kurang dari 70 peluncur RBS-70 dalam versi MK1 dan MK2. Selain Indonesia, di Asia Tenggara pengguna rudal ini adalah Thailand dan Singapura. Sementara populasi penjualannya telah merambah 19 negara di lima benua. (Haryo Adjie)
Spesifikasi RBS-70 NG :
Jenis : VSHORAD (Very Short Air Defense) System
Jarak tembak maks : 8.000 meter
Ketinggian luncur : 5.000 meter
Kecepatan luncur : Mach 2 (Bolide missile)

Sumber : IndoMiliter

AU Filipina akan Beli Transmitter dan FCR untuk Sistem Avionik FA-50

FA-50 Filipina
FA-50 Filipina
Angkatan Udara Filipina (Philippine Air Force - PAF) telah mengalokasikan dana sebesar total Php39.593.364 untuk pengadaan transmiter dan FCR (fire control radar?) untuk sistem avionik pesawat tempur FA-50PH "Fighting Eagle".
Item yang terakhir adalah komponen sensitif yang diperlukan untuk operasi yang efisien dari pesawat tersebut.
Penyampaian dan pembukaan penawaran dilakukan pada tanggal 8 Maret, di Procurement Center Conference Room, Villamor Air Base, Pasay City.
Calon penawar harus memiliki pengalaman dalam proyek serupa dalam lima tahun terakhir.

Sumber : pna.gov.ph

China Gabung Latgab Angkatan Laut RIMPAC 2016 yang Dimotori AS

RIMPAC 2016
RIMPAC 2016

China akan mengirim kapal perang untuk bergabung dalam latihan Angkatan Laut RIMPAC Amerika Serikat (AS) pada musim panas ini. Keputusan ini muncul di tengah ketegangan diantara ke dua negara terkait Laut China Selatan.
"Bergabung dalam latihan militer akan bermanfaat guna meningkatkan kemampuan Angkatan Laut China untuk bersaing dengan ancaman keamanan non-tradisional," ujar juru bicara Departemen Pertahanan China, Wu Qian, dikutip dari Reuters, Kamis (25/2/2016).
"Pada saat yang sama, latihan ini juga akan bermanfaat untuk pertahanan China dan pertukaran profesional serta kerjasama pragmatis dengan Angkatan Laut negara-negara yang relevan," tambahnya.
Meski menyatakan keikutsertaannya, namun China tidak mengatakan berapa jumlah kapal yang akan dikirim dalam latihan internasional terbesar di dunia maritim itu. "Tak perlu dikatakan, hubungan militer antara China dan AS memiliki beberapa kesulitan dan hambatan," tambah Wu.
China telah memutuskan untuk ikut ambil bagian dalam latihan RIMPAC 2014 yang diikuti lebih dari 20 negara. Namun para pejabat pertahanan mengatakan, keikutsertaan China terbatas pada bidang-bidang seperti bantuan kemanusiaan dan pencarian dan operasi penyelamatan.

Sumber : http://international.sindonews.com/read/1088341/40/china-gabung-latgab-bikinan-as-1456407415

Perang Asimetris sedang Berlangsung di Negara Indonesia

Perang Asimetris
Perang Asimetris
Wakil Ketua MPR, Mahyudin mengatakan, meski Indonesia sudah merdeka namun sesungguhnya masih dihadapkan dengan peperangan.
Jika di masa lalu di zaman penjajahan, para pejuang dulu berperang secara fisik dengan menggunaka senjata dan lawannya jelas yakni penjajah Belanda dan Jepang.
"Kalau jaman sekarang, peperangan terus berlanjut tapi bangsa ini tidak tahu siapa yang menjadi musuh, semuanya samar-samar apakah musuh apakah teman. Itulah yang namanya perang asimeteris atau perang tak berbentuk, perang ideologi. Orang asing tidak ingin bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar," kata Mahyudin dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, di Aula Gedung Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Cilegon, Banten, Kamis ( 25/2 /2016).
"Sebab, mereka sangat memahami, bangsa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi sebuah bangsa yang besar dan maju," imbuhnya.
Mahyudin menjelaskan, mengapa orang asing begitu khawatir dengan Indonesia, sebab Indonesia sangat kaya semuanya ada antara lain, jumlah penduduk yang besar 200 juta jiwa lebih, punya sumber daya alam yang sangat berlimpah dan alam yang baik.
Menurutnya, Indonesia sangat kaya tapi anehnya Indonesia selalu bergantung pada impor bahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar, itu masalahnya.
"Maka mereka melancakan perang ideologi dan perang ekonomi, kalau kita tidak mampu atasi, kita akan selalu dibawah negara-negara lain," tuturnya.
Pimpinan MPR RI, lanjut Mahyudin, sangat memperhatikan hal tersebut. Penting sekali melakukan pendalaman cinta kepada tanah air agar generasi muda itu berpikir bagaimana membangun bangsanya ini menjadi lebih baik.
"Untuk itu mahasiswa harus betul-betul memperhatikan itu. Jangan hanya teriak-teriak mengeluarkan kritik keras kepada pejabat. Generasi muda hanya harus menolak semua bentuk penyimpangan tapi harus juga melakukan penyadaran minimal dari diri sendiri jika menjadi pejabat harus jujur dan amanah, sebab tantangan bangsa ini sangat sekali ," katanya.
Wakil Ketua MPR: Pancasila Benteng Terakhir Generasi Muda Indonesia
Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin menghadiri serta membuka acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kerjasama MPR dengan BEM Nusantara, di aula Fakultas Teknik, Universitas AgengTirtayasa, Cilegon Banten, Kamis (25/2/2016).
Sosialisasi yang dihadiri sekitar 200 mahasiswa mengangkat tema 'Mencegah radikalisme dengan empat pilar MPR dalam memperkokoh NKRI' menampilkan narasumber anggota MPR dari kelompok DPD Intsiawati Ayus dan anggota MPR Fraksi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso.
Dalam kesempatan tersebut, Mahyudin mengatakan kepada peserta mahasiswa bahwa Pancasila adalah nilai atau intisari bangsa Indonesia yang memang sudah ada dari dulu tertanam kuat dalam pribadi bangsa Indonesia. Bung Karno-lah yang menggali kembali Pancasila ke permukaan sehingga menjadi falsafah bangsa.
"Maka itu menjadi sangat penting para mahasiswa generasi muda agar mengenal, mencintai kembali serta mengimplementasikannya dalam kehidupan keseharian," katanya.
Mengapa hal tersebut menjadi sangat penting, sebab saat ini generasi digempur habis-habisan dengan berbagai kejadian kasus dan fenomena aneh dan sangat negatif yang sangat berpotensi merusak generasi muda Indonesia. Contoh, masih banyak kasus korupsi, radikalisme, terorisme dan yang sedang ramai diperbincangkan saat ini LGBT.
"Pancasila akan menjadi benteng generasi muda untuk bertahan dan tidak terpengaruh. Malah sebaliknya, mahasiswa agar menjadi agen perubahan menjadi teladan baik. Mengapa tidak, generasi muda menjadi teladan kalau memang baik dan banyak oknum-oknum generasi yang rusak," ujarnya.
Intinya, lanjut Mahyudin, mahasiswa generasi muda harus benar paham akan nilai-nilai luhur bangsa sehingga akan juga memahami potensinya buat kemajuan bangsa.

Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2016/02/26/wakil-ketua-mpr-yang-terjadi-sekarang-adalah-perang-asimetris

Mesir Jadi Pelanggan Internasional Pertama untuk Rudal Anti-Tank 9A1472 Vikhr-1 (AT-16 Scallion) Buatan Rusia

Rudal Anti-Tank 9A1472 Vikhr-1 (AT-16 Scallion)
Rudal Anti-Tank 9A1472 Vikhr-1 (AT-16 Scallion)
Mesir akan menjadi pelanggan internasional pertama untuk rudal anti-tank (ATGM) Rusia yang baru 9A1472 Vikhr-1 (Kode penamaan NATO: AT-16 Scallion), menurut database transfer senjata Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI).
Menurut database itu, Mesir telah memutuskan untuk melengkapi pesanan 46 helikopter serang Ka-52 (Hokum-B) dengan ATGM buatan Rusia. Hasilnya, Mesir telah memilih dua jenis rudal anti-tank, yaitu, rudal 9A1472 Vikhr-1 dan 9M120 Ataka-V (AT-9 Spiral-2). Menurut database SIPRI, kontrak masih belum ditandatangani. SIPRI tidak menyebutkan modifikasi dan jenis hulu ledak rudal yang diminta oleh Mesir. Jadi, Mesir kemungkinan akan memperoleh kedua jenis rudal anti-tank dan anti-personel 9M120 Ataka-V. Sementara, saat ini hanya ada jenis rudal anti-tank Vikhr yang dikembangkan.
Sesuai dengan database SIPRI, Mesir akan membeli sekitar 1000 rudal Vikhr dan jumlah yang sama untuk rudal 9M120 Ataka-V. Secara total, negara tersebut akan memperoleh sampai 2000 rudal Rusia untuk helikopter serang Ka-52 .
Rudal anti-tank berpemandu laser 9A1472 Vikhr dikembangkan oleh Instrument Design Bureau (Akronim dalam bahasa Russia: KBP, anak perusahaan dari High-Precision Weapons holding) yang berbasis di Tula pada pertengahan 1980-an. Rudal itu masuk dalam kedinasan pada tahun 1985. Namun demikian, produksi batch rudal baru belum diluncurkan. Di tahun 2000-an, ATGM tersebut ditingkatkan dan diberi nama Vikhr-1, kode penamaan NATO yang sama. Produksi serial rudal 9A1472 Vikhr yang dilakukan oleh Kalashnikov Grup menghadapi beberapa masalah teknis. Pada akhir tahun 2015, masalah akhirnya dapat diselesaikan dan pada bulan Oktober Kementerian Pertahanan Rusia menerima batch pertama dari rudal Vikhr. Rudal 9A1472 Vikhr memiliki jarak tembak 10 km pada siang hari dan 6 km pada malam hari. Rudal tersebut memiliki kemampuan menembus baja (armor-piercing) hingga 1000mm (dibelakang explosive reactive armour, ERA). Vikhr dapat dipasang pada helikopter serang Ka-50/52 dan pesawat close air support (CAS) Su-25T/39.
Rudal anti-tank 9M120 Ataka-V dikembangkan oleh perusahaan KBM yang berbasis di Kolomna (anak perusahaan dari High-Precision Weapons) pada pertengahan 1990-an. Rudal ini memiliki jarak tembak 6 km dan kemampuan menembus baja hingga 850-950mm (dibelakang ERA). Rudal ini dapat dipasang helikopter Mi-28N (Havoc-B), Ka-52, Mi-24 (Hind), sistem anti-stank swagerak 9P149/9P149M Shturm/Shturm-SM, serta kapal patroli Project 14310 (kelas Mirage).

Sumber : http://armyrecognition.com/

Rusia dan India akan Tandatangani Kontrak untuk Rudal Pertahanan Udara S-400 Triumf

Rudal Pertahanan Udara S-400 Triumf
Rudal Pertahanan Udara S-400 Triumf
Rusia dan India kemungkinan akan menandatangani kontrak untuk pengiriman sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf pada tahun ini, sumber militer dan diplomatik mengatakan kepada TASS pada Singapore Airshow 2016 pada Jumat 19 Februari 2016 lalu.
"Para pihak sedang melakukan negosiasi aktif. Saya pikir kontrak [untuk pengiriman sistem rudal pertahanan udara S-400 buatan Rusia ke India] akan ditandatangani dalam waktu dekat," kata sumber itu.
"Hampir pasti, kontrak akan ditandatangani tahun ini," tambah sumber tersebut.
"Tentu saja, mereka memiliki sejumlah masalah tertentu, tetapi kontrak ini adalah hal yang realistis untuk India. Tiongkok mengoperasikan pesawat tempur yang cukup dapat mencapai Delhi. Jadi, mereka perlu penangkal untuk pesawat ini," kata sumber itu.
Outlet media India mengatakan sebelumnya bahwa India berencana untuk membeli lima batalyon sistem rudal pertahanan udara S-400 buatan Rusia dan sekitar 6.000 rudal permukaan-ke-udara-nya senilai hampir 6 miliar dolar.
Pada bulan Desember 2015, pemerintah India telah mengijinkan pengadaan lima unit setingkat resimen sistem pertahanan udara canggih S-400 Trimf buatan Rusia S-400 Triumf dengan harga diperkirakan mencapai $ 4,5 milyar, Defense News melaporkan.
Jika S-400 kesepakatan berjalan lancar, India akan menjadi pembeli kedua dari sistem pertahanan rudal canggih tersebut setelah Tiongkok, yang akan membeli 4-6 unit, dengan sistem S-400 pertama direncanakan akan diserahkan dalam 12 sampai 18 bulan kedepan.
S-400 Triumph (SA-21 Growler) adalah sistem rudal permukaan-ke-udara jarak jauh yang diproduksi oleh Almaz-Antey. S-400 Trumph dimaksudkan untuk menghadapi pesawat taktis dan strategis, pesawat ECM, pesawat piket radar, pesawat intai, rudal balistik taktis dan theater, rudal balistik jarak menengah dan aset serang udara saat ini dan masa depan lainnya pada jarak maksimum 400 km dan ketinggian hingga 30 km.

Sumber : http://armyrecognition.com/

Mengenal ST Kinetics Terrex 2

ST Kinetics Terrex 2
ST Kinetics Terrex 2

Menyusul keberhasilan kendaraan angkut infanteri Terrex Infantry Carrier Vehicle, yang diluncurkan pada bulan September 2009 dan diadopsi oleh Angkatan Bersenjata Singapura pada tahun 2010, ST Kinetics memperkenalkan update dari kendaraan lapis baja tersebut.
Disebut-sebut sebagai desain ST Kinetics yang paling inovatif saat ini, Terrex 2 melakukan soft launch pada pameran Defence and Security Equipment International di London pada September 2015.
"Kami melihat adanya peningkatan permintaan untuk platform 8x8 yang memiliki mobilitas tinggi, terlindungi, dilengkapi perangkat gital, dan network-ready dari angkatan bersenjata global yang efektif pada misi di darat dan pantai (littoral)," kata Brigadir Jenderal (NS) Winston Toh, Chief Marketing Officer ST Kinetics.
Terrex 2 dirancang khusus untuk misi littoral, yang memungkinkan pasukan infanteri untuk transit dari darat ke laut dan dari pantai ke pantai secara lancar dan aman.
Hull hidrodinamis "berbentuk hiu" yang unik, membantu untuk menjaga "hidung" kendaraan tersebut beradadi atas air sementara sistem propulsi yang disempurnakan memungkinkan untuk melalui air pada kecepatan diatas enam knot, mampu bertahan pada perairan yang bergelombang sampai dengan kondisi Sea State 4 (di mana gelombang mencapai hingga 2,5m).
Selain itu, sistem snorkeling yang dapat dinaikkan memungkinkan kendaraan untuk "bernapas" baik di darat dan di air: tabung intake dan exhaust, yang terletak di bonnet untuk menyalurkan aliran udara masuk dan keluar dari kendaraan, dapat dinaikkan ketika Terrex 2 berada di air. Dengan cara ini, aliran udara tidak terganggu oleh perubahan lingkungan.
Fitur kunci lain adalah perlindungan yang ditingkatkan berkat desain "V-over-V" ST Kinetic, yang meningkatkan perlindungan Terrex 2 terhadap ranjau dan improvised explosive device (IED). Desain ini memiliki dua bagian hull berbentuk V: bagian bawah untuk drivetrain dan sistem suspensi dan bagian atas untuk perlindungan para awak.
Dalam hal terjadi ledakan, hull bagian bawah akan menyerap ledakan awal. Frame berbentuk V dibawah membantu untuk mengarahkan daya ledakan keluar dan menjauh dari lambung bagian atas. Ini merupakan update dari ladder frame pada Terrex, di mana bar berjajar secara paralel.
Desain berbentuk V juga mengoptimalkan daya apung dari Terrex 2, yang memungkinkannya untuk mengapung lebih baik ketika di air.
Tetap merujuk pada filosofi ST Kinetics yang mendesain untuk pengguna akhir, Terrex 2 memiliki kursi pengemudi yang dikonfigurasi hanya dengan roda kemudi, gear otomatis, dan pedal akselerasi dan pedal rem - seperti mobil dengan transmisi otomatis. Untuk kemudi dalam air, digunakan sebuah stick tambahan.
Tidak seperti pendahulunya, Terrex 2 menawarkan sebuah dashboard touchscreen yang diperbarui, dengan dua layar ditambahkan di bawah tiga layar yang diletakkan sejajar dengan mata. Layar ini dapat disesuaikan untuk menampilkan rincian seperti dashboard dan petunjuk (gauge, untuk petunjuk kecepatan, putaran mesin dll) kendaraan. Layar tersebut juga dapat menampilkan data dari tes sistem dan menanmpilkan adanya kerusakan dan kesalahan. Tampilan dapat dipindahkan dari layar ke layar sesuai dengan kebutuhan operasional.
Tahun lalu, ST Kinetics menambahkan pengakuan internasional-nya ketika Terrex 2 menjadi salah satu dari hanya dua kendaraan yang terpilih oleh Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) untuk tahap evaluasi lanjutan dari programmphibious Combat Vehicle 1.1. Program ini bertujuan untuk mencari kendaraan serbu amfibi untuk USMC untuk menggantikan armada Assault Amphibious Vehicles yang telah menua.
Selama dua tahun ke depan, 13 prototipe Terrex 2 akan menjalani tes yang ketat untuk menilai kesesuaian mereka untuk operasi USMC ini. Menurut sebuah artikel di Defence News tanggal 24 November 2015, pemenang akan dipilih pada tahun 2018 untuk 204 kendaraan yang akan diserahkan pada tahun 2020.

Sumber : mindef.gov.sg

Radar Acak