12 Pesawat Tempur TNI AU Beraksi di Langit Palangkaraya

12 Pesawat Tempur TNI AU Beraksi
12 Pesawat Tempur TNI AU Beraksi 

Warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (31/5/2016) pagi bisa menyaksikan pertunjukan menarik, aksi sekitar 500 TNI Angkatan Udara.
Para prajurit ini akan beraksi menerbangkan pesawat tempur dan terjun payung di langit Palangkaraya.
Kegiatan Air Show pasukan TNI ini, bisa disaksikan langsung oleh warga di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, tanpa bayaran.
Saat ini, sebanyak 12 pesawat tempur TNI AU sudah standby di bandara terbesar di Kalteng tersebut.‎
Kepala Staf Operasi Angkatan Udara dua TNI AU, Marsekal Muda Donny Ermawan,‎ mengatakan, kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan, Sikatan Daya TNI AU sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh Kalteng, Tjilik Riwut.
Pahlawan Kalteng tersebut, selama ini, turut berperan membentuk paskas TNI AU.
Untuk memeringati Paskas Abri dan TNI AU, pelatihan dilakukan di Bandara Tjilik Riwut.
"Ini untuk membina masing-masing satuan sehingga harus siap menjalankan tugasnya, jika satu saat yang dipakai adalah bandara ini." katanya.
Sumber : http://banjarmasin.tribunnews.com/2016/05/30/besok-12-pesawat-tempur-tni-au-beraksi-di-langit-palangkaraya

Panglima: Pemberantasan Terorisme Bagian dari Tugas Pokok TNI

Panglima TNI, Jenderal TNI, Gatot Nurmantyo
Panglima TNI, Jenderal TNI, Gatot Nurmantyo

Panglima TNI, Jenderal TNI, Gatot Nurmantyo, menyatakan, penanggulan tindakan terorisme merupakan salah satu bagian dari tugas pokok TNI, yaitu termasuk dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Namun, Gatot menegaskan, kegiatan memberantas aksi terorisme tidak bisa dilakukan secara berdiri sendiri, melainkan dengan sinergitas antar instansi pemerintah. 
Lebih lanjut, Panglima TNI menegaskan, kehadiran terorisme memanfaatkan kelemahan-kelemahan yang dimiliki intansi pemerintah. ''Sehingga kita diharapkan bisa lebih meningkatkan sinergitas dengan komponen lain untuk mengatasi seluruh aksi-aksi terorisme di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,'' ujar Panglima TNI dalam keterangan resmi yang diterima Republika, Senin (30/5). 
Terkait upaya pencegahan aksi terorisme, Panglima TNI menekankan, perlunya aspek pencegahan dini. Hal ini dapat dilakukan dengan memaksimalkan Operasi Serbuan Teritorial. Pola-pola operasi teritorial itu diharapkan bisa mengetahui kegiatan-kegiatan yang menjurus aksi terorisme. 
Selama ini, menurut Panglima TNI, pelaksanaan operasi teritorial sudah langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Operasi teritorial ini nantinya dapat menjadi barometer untuk bisa dikoordinasikan dengan bagian Pengumpulan Data atau Intelijen.
Namun, Panglima TNI mengakui, personel TNI yang melaksanan operasi teritorial tidak bisa bekerja sendiri dalam pencegahan aksi terorisme. ''Babinsa tidak bisa bekerja sendiri harus bekerjasama dengan aparat terkait, baik TNI maupun aparat-aparat terkait di lapangan. Oleh karena itu, seluruh unsur TNI perlu diberdayakan dalam penanganan ancaman terorisme sejak dini,'' kata mantan Pangkostrad. 
Sementara dalam upaya mengatasi aksi terorisme, Panglima TNI mengakui, perlu ada penguatan peran TNI, disamping peningkatan kerjasam dengan pihak Kepolisian. ''Kerjasama TNI dan Polri yang sudah terjalin dengan baik selama ini patut ditingkatkan, dan kemudian diperkuat peran TNI dalam mengatasi aksi terorisme,'' ujar Gatot. 
Paparan Panglima TNI ini disampaikan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Laksdya TNI, Didit Herdiawan, dalam Seminar Urgensi Revisi Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Sebagai Upaya Pemerintah Dalam Menegakkan Kedaulatan dan Melindungi Warga Negara Indonesia. Seminar dengan tema 'Sinergitas Peran Komponen Bangsa Dalam Mengatasi Aksi Terorisme' ini digelar oleh Fraksi Golkar dan Fraksi Hanura di Ruang Rapat KK II Gedung Nusantara DPR RI.
Sumber : http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/16/05/30/o7ztfl326-panglima-pemberantasan-terorisme-bagian-dari-tugas-pokok-tni

Korut Akan Kembali Berulah, Jepang Perintahkan Militer Siaga

Militer Korea Utara
Militer Korea Utara

Pemerintah Jepang memutuskan untuk menyiagakan militernya. Keputusan itu diambil setelah adanya peringatan Korut akan kembali meluncurkan uji coba rudal balistik mereka.
Diberitakan oleh Reuters, perintah tersebut dikeluarkan oleh pihak militer Jepang pada Senin, 30 Mei 2016. Perintah tersebut disampaikan pertama kali oleh kantor berita pemerintah Jepang, NHK.
Menurut NHK, militer telah memberi perintah pada kapal Patriot, sebuah kapal penghancur yang memiliki senjata anti-rudal milik Jepang untuk bersiap menembak proyektil apa saja yang mengarah pada negara tersebut.
Tapi, juru bicara Kementerian Pertahanan di Tokyo menolak berkomentar soal benar atau tidaknya perintah tersebut.
Dikutip dari Trust.org, Jepang telah dua kali memerintahkan perangkat anti-rudal milik militer mereka untuk bersiap setelah mendapatkan sinyal adanya kemungkinan peluncuran rudal oleh Korea Utara. Korut sudah empat kali melakukan uji coba nuklir, yang terakhir dilakukan pada Januari lalu. Selain itu, Korut terus melakukan uji coba sejumlah rudal.
Angkatan Laut Jepang telah meningkatkan kewaspadaan mereka di Laut Jepang dengan keberadaan kapal Aegis. Kapal ini mampu melacak beberapa target, dan dipersenjatai dengan rudal SM-3 yang dirancang untuk menghancurkan hulu ledak di ruang angkasa sebelum mereka kembali memasuki atmosfer dan jatuh ke target sasaran.
Kapal Patriot PAC-3 berkekuatan rudal yang dirancang untuk menghancurkan hulu ledak dekat tanah, dikerahkan di sekitar Tokyo dan wilayah lain yang menjadi garis kedua serta baris terakhir pertahanan.
Sumber : http://dunia.news.viva.co.id/news/read/778763-korut-akan-kembali-berulah-jepang-perintahkan-militer-siaga

Jangan Bodohi Papua dengan Iming-Iming Kemerdekaan

Aksi Bakar Bendera Separatis Papua
Aksi Bakar Bendera Separatis Papua

Sekelompok orang yang menentang rencana demo simpatisan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) melakukan aksi pembakaran bendera Papua Merdeka atau Bintang Kejora di Kantor Bupati Keerom, atau di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini, Senin 30 Mei 2016.
"Jangan bodohi rakyat Papua, dengan iming-iming kemerdekaan. Rakyat Papua hanya butuh pembangunan," kata orator demo Herman Yoku, sembari membakar bendera Papua Merdeka.
Dalam orasinya, massa menyebut bahwa pemerintah harus menindak tegas aktivitas KNPB. Sebab sudah meresahkan warga di Papua. "KNPB bukan organisasi resmi, jadi rakyat Papua tak mengenalnya, sebaiknya aparat menindak mereka," kata Yoku.
Terkait dengan status politik Papua, kelompok ini juga memastikan bahwa Papua sudah sejak lama tidak bisa dipisahkan dari Indonesia. Dan hal itu telah diakui badan Perserikatan Bangsa-bangsa sejak tahun 1962. "Jadi jelas tidak ada lagi yang perlu dipersoalkan," katanya.
Dari pantauan, aksi ini nyaris terjadi kericuhan. Sebabnya ada sekelompok orang yang menentang aksi pembakaran bendera Papua Merdeka.
Namun beruntung, kepolisian setempat segera menyikapinya dan membubarkan seluruh aksi massa. "Kalau ada yang menentang ya itu dinamika, namun tidak sampai terjadi keributan," kata Kapolres Keerom Tober Sirait.
Rencana aksi massa KNPB sudah sejak Sabtu 28 Mei 2016, memang sudah didengungkan. Sejumlah aktivis KNPB telah membagikan sejumlah selebaran di beberapa ruas jalan untuk mengajak masyarakat Papua untuk ikut referendum penentuan nasib Papua.
Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/778689-jangan-bodohi-papua-dengan-iming-iming-kemerdekaan

Indonesia Tambah Kekuatan di Laut China Selatan

Kapal Perang TNI AL
Kapal Perang TNI AL

Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, mengatakan TNI akan mengerahkan kekuatan tambahan di sekitar Laut China Selatan. Pengamanan itu dilakukan untuk memperkuat armada pertahanan Indonesia di wilayah yang tengah jadi sengketa itu.
"Nanti ada 3 kapal fregate, 1 flight pesawat tempur, drone, ada radar. Penambahan Marinir, Paskhas, 1 batalyon AD," kata Ryamizard, di Istana Negara, Jakarta, Senin 30 Mei 2016.
Ryamizard mengakui penambahan kekuatan ini merupakan langkah yang ditempuh RI, agar kasus pencurian ikan oleh kapal asing tidak terus terulang. "Jadi kalau kita sudah aktif di sana, kejadian-kejadian seperti yang kemarin mudah-mudahan tidak terjadi lagi," ujar dia.
Hanya saja, rencana untuk menambah kekuatan di Laut China Selatan itu belum bisa terlaksana, karena terkendala alokasi dana.
Sebelumnya, pada Jumat 27 Mei 2016 lalu, sebuah kapal nelayan China ditangkap, bernama Gui Bei Yu dengan nomor 27088.
Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Laksamana Muda TNI Achmad Taufiqoerrochman, di Markas Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), Jakarta, Sabtu, 28 Mei 2016, mengatakan kapal besar itu bisa memuat sekitar 500 ton ikan.
Diduga, aktivitas itu adalah penangkapan ikan secara ilegal. Padahal, di wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) wilayah Indonesia, tidak boleh ada aktivitas ekonomi. Setelah disidik, nantinya akan diserahkan ke Kejaksaan untuk diproses berdasarkan hukum Indonesia.
Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/778742-ri-tambah-kekuatan-di-laut-china-selatan

Inilah Kuburan Pesawat Tucson Milik Amerika

Kuburan Pesawat Tucson
Kuburan Pesawat Tucson
Kuburan pesawat, atau bahasa kerennya Aircraft Boneyard selalu mengundang rasa penasaran para penggila penerbangan dan militer dunia. Akses yang terbatas dan koleksi pesawat terbang, khususnya pesawat tempur milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) pasti tambah membuat ngiler kaum military dan aviation enthusiast.
Kuburan pesawat terbesar di dunia saat ini masih dipegang oleh Aerospace Maintenance and Regeneration Group (AMARG). Lebih tepatnya, AMARG merupakan sebuah kesatuan pemeliharaan di bawah USAF. Menurut situs resminya, AMARG saat ini memiliki koleksi lebih dari 4.400 unit pesawat. Berdiri sejak tahun 1946, AMARG saat ini tidak cuma mengurusi pesawat-pesawat tua milik USAF, tapi juga menjadi kuburan pesawat milik pemerintah AS.
Sumber : http://angkasa.co.id/komunitas/mau-kunjungi-kuburan-pesawat-tucson-lihat-saja-gambar-gambar-ini/

Pesawat Tempur KF-X Buatan Korea Selatan-Indonesia, Akan Gunakan Mesin General Electric

Pesawat Tempur KF-X
Pesawat Tempur KF-X

Korea Selatan telah memilih General Electric (GE) untuk memasok mesin bagi proyek triliunan rupiah bagi pesawat tempur Korea Selatan, seperti dikutip defensenews (26/5). “Rencananya kami akan menyelesaikan kontrak pada Juni ini,” ujar juru bicara Defense Acquisition Program Administration (DAPA) kepada media. GE Aviation dipilih ketimbang konsorsium European Eurojet yang termasuk Rolls-Royce Holdings dan MTU Aero Engines AG.
Korea memang dalam mencari mesin untuk mengembangkan armada jet tempur murni buatan lokal sebanyak 120 indigenous next-generation, multirole fighter jets hingga 10 tahun ke depan untuk menggantikan armada gaek F-4 dan F-5.
Proyek yang dinamakan Korean Fighter Experimental (KF-X) ini senilai 15,2 miliar dolar AS, dengan Indonesia menyatakan keikutsertaannya sebagai mitra produksi. Indonesia akan menutupi kebutuhan anggaran sekitar 20 persen, dengan lebih dari 100 tenaga ahli Indonesia akan terlibat di dalam tahap pengembangan dan produksi.
Sementara DAPA akan menjadi badan supervisi Pemerintah Korea atas proyek ini, adapun Korea Aerospace Industries (KAI) akan memimpin tim industri yang bekerja mewujudkan rencana program. KAI memenangkan tender pengembangan Maret tahun lalu dengan menawarkan kemitraan dengan raksasa kedirgantaraan Amerika yaitu Lockheed Martin.
Korea telah berusaha mendapatkan teknologi untuk 25 jet tempur dari Lockheed Martin, namun pemerintah Amerika melarang ekspor atas empat hal termasuk teknologi sensitif untuk membuat radar AESA (active electronically scanned array). (Beny Adrian)
Sumber : http://angkasa.co.id/info/militer/angkatan-udara/south-korea-picks-ge-provide-engines-fighters/

Mengenal Admiral Kuznetsov, Kapal Induk Satu-Satunya Rusia

kapal induk Rusia, Admiral Kuznetsov
kapal induk Rusia, Admiral Kuznetsov
Kantor berita Rusia, TASS menulis bahwa satu-satunya kapal induk Rusia, Admiral Kuznetsov, akan menjalani perbaikan dan modernisasi, pada awal 2017. Kuznetsov akan masuk dok selama dua hingga tiga tahun, dan selama itu pula Angkatan Laut Rusia tidak memiliki kapal induk yang aktif.
Kapal induk Admiral Kuznetsov dibangun di Nikolayev South Shipyard, Laut Hitam, Ukraina. Admiral Kuznetsov diluncurkan, pada 1985, Uni Soviet membangun dua kapal induk yang dikenal sebagai Project 1143.5 atau Orel Class. Kapal kedua, Varyag, diluncurkan pada 1988 dan 10 tahun kemudian, setelah Uni Soviet pecah, Ukraina menjual Varyag ke China. Varyag berganti nama menjadi Liaoning, dan menjadi kapal induk pertama China.
Admiral Kuznetsov tergolong kapal induk STOBAR (Short Take-Off But Arrested Recovery), ciri-cirinya mempunyai ski jump atau tanjakan pada ujung dek kapal. Kapal induk STOBAR tidak mempunyai katapel uap untuk mendorong pesawat tinggal landas. Pesawat tempur harus mampu terbang pada landasan pendek dan pendaratan dilakukan dengan mengandalkan pengait dan kabel.
Kapal induk Admiral Kuznetsov dapat membawa 12 pesawat Su-33, 20 pesawat MiG-29K/KUB, dan 4 pesawat Su-25UTG/UBP. Admiral Kuznetsov juga dapat membawa empat helikopter Kamov Ka-27LD32, 18 helikopter Kamov Ka-27PL, dan dua helikopter Kamov Ka-27PS.
Admiral Kuznetsov membawa 12 rudal anti kapal permukaan ke permukaan P-700 Granit yang mampu mencapai jarak 400 km. P-700 Granit dapat membawa hulu ledak konvensional atau nuklir. Kuznetsov juga dilengkapi dengan sistem pertahanan udara Klinok, dengan 24 peluncur vertikal dan 192 rudal untuk menghadang rudal anti kapal, pesawat tempur, dan kapal perang musuh.
Untuk pertahanan udara jarak dekat, Admiral Kuznetsov dilengkapi dengan delapan meriam otomatis yang akurat, Kashstan CADS-N-1. Delapan meriam 30mm AK-630 AA juga melengkapi pertahanan Kuznetsov. Untuk menghadapi ancaman kapal selam, Kuznetsov dipersenjatai dengan peluncur roket RBU-12000 UDAV-1.
Sumber : http://tempo.co/read/beritafoto/42261/mengenal-admiral-kuznetsov-satu-satunya-kapal-induk-rusia

Rusia Siap Menguji Drone untuk Misi "Kamikaze" Rahasia

Drone Kamikaze Sarmat RS-28
Drone Kamikaze Sarmat RS-28
Pemerintah Presiden Rusia Vladimir Putin kembali membuat gebrakan baru, yakni Moskwa akan segera menguji drone yang dirancang untuk misi ‘kamikaze’ rahasia tingkat tinggi.
Pesawat nirawak versi Rusia itu akan dipakai untuk melakukan misi pengeboman bunuh diri di medan perang, seperti dilaporkan Daily Mirror, Minggu (29/5/2016).
Sumber pertahanan Rusia mengatakan, Moskwa menyambut gembira pembuatan ‘drone’ atau pesawat tanpa awak yang dirancang khusus untuk misi bunuh diri itu.
Putin berharap, pesawat nirawak siap dikerahkan ke medan perang dalam waktu secepatnya.
Tidak dijelaskan ‘medan perang’ mana yang dimaksud, namun, koalisi Rusia saat ini sedang terlibat perang mendukung rezim Suriah.
Sumber-sumber pertahanan Rusia mengungkapkan, pesawat akan dikendalikan dari jarak jauh dan akan meledak ketika akan menemukan targetnya.
Para pejabat militer Rusia mengharapkan, pesawat akan digunakan untuk memberikan dukungan udara bagi unit militer yang bergerak di darat.
Sumber itu menambahkan, "Sebuah pesawat tak berawak yang akan bertindak mirip dengan sebuah kapal penembak sedang dikembangkan sekarang dan meledak setelah menemui target”.
Berdasarkan model yang sudah digunakan, pesawat nirawak yang sedang diuji oleh para komanan milier dan akan langsung dikerahkan ke medan tempur dalam waktu segera.
Pesawat tak berawak kitu membawa bahan peledak, senjata baru dapat dikendalikan dari ribuan mil jauhnya.
Rusia juga mengatakan, lebih sulit dideteksi ketimbang pesawat terbang dan menjadi lebih murah bagi militer Rusia untuk memproduksinya.
Presiden Putin ingin meniru senjata serupa yang sudah digunakan oleh negara-negara saingan, seperti pesawat nirawak AeroVironment Switchblade milik AS, atau Harpy dan Harop-nya Israel.
Awal bulan ini Moskwa mengungkapkan, Rusia sedang menguji "senjara nuklir siluman" Satan 2.
Nama resmi senjata itu adalah Sarmat RS-28 dan akan menggantikan rudal tua R-36M era Uni Soviet, yang oleh ahli militer NATO dijuluki “Satan” (Setan).
“Dalam hari ini, rudal Sarmat tidak hanya akan menjadi penerus R-36M, tetapi juga sampai batas tertentu akan menentukan ke arah mana pangkalan nuklir di dunia akan dikembangkan,” seperti dilaporkan jaringan berita Rusia, Zvezda.
Media Rusia itu mengatakan, rudal tersebut diharapkan mampu mengirim hingga belasan hulu ledak, yang secara efektif mungkin dapat menghancurkan wilahyah selas "Texas atau Perancis".
Rudal itu juga diharapkan memiliki jangkauan hingga 10.000 km, memungkinkan Moskwa bisa menyerang kota-kota di Eropa, termasuk London dan kota-kota besar di pantai barat dan timur AS.
Sumber : http://internasional.kompas.com/read/2016/05/30/06365441/rusia.siap.menguji.drone.untuk.misi.kamikaze.rahasia

1000 Tentara Diterjunkan Dalam Latihan Jalak Sakti 2016

Persiapan Latihan Jalak Sakti 2016
Persiapan Latihan Jalak Sakti 2016
Sebanyak 1000 orang lebih tentara dari TNI AU, Selasa (31/5/2016) bakal diterjunkan untuk mengikuti latihan Jalak Sakti tahun 2016.
"Jumlah personel 1000 orang tentara," ucap Panglima Komando Operasi Udara I (Pangkoopsau I), Marsekal Pertama TNI Yuyu Yutisna kepada Posbelitung.com, Senin (30/5/2016).
Pangkoopsau I tersebut, Senin hari ini sudah berada di Belitung untuk melakukan pra latihan Jalak Sakti 2016.
Ia mengecek tempat latihan perang itu, bersama Komandan Korspaskhas Marsda TNI Ardian Wattimena.
Agenda Pangkoopsau I dan Dankorspaskhas di Negeri Laskar Pelangi, untuk mengecek lokasi rencana latihan Jalak Sakti TNI AU Tahun 2016.
Rencana, latihan perang itu bakal berlangsung pagi besok di lapangan Air Weapons Range (AWR) Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).
TNI AU Gelar Latihan Jalak Sakti 2016
Sejumlah petugas Lanud Palembang menyiapkan amunisi peluru bagi pesawat Hawk pada Latihan Jalak Sakti 2016 di Lanud Palembang, Senin (30/5).
Lanud Palembang menjadi salah satu home base pada Latihan Jalak Sakti 2016 TNI AU yang merupakan latihan uji kemampuan dan berpusat di Air Weapons Range (AWR) Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur (Beltim) pada tanggal 30-31 Mei 2016.
Sumber : http://bangka.tribunnews.com/2016/05/30/1000-tentara-diterjunkan-dalam-latihan-jalak-sakti-2016

Mengenal Designated Marksman, Pasukan Bayangan dengan Spesialisasi Setara Sniper Elit

Latihan Designated Marksman
Latihan Designated Marksman
Dalam sebuah misi penyerbuan, biasanya sebuah grup tentara itu dibagi menjadi dua. Ada yang bertugas untuk raid atau serbu, ada juga yang membantu dari jauh. Nah, untuk yang kedua, kebanyakan orang salah mengerti dengan menyebutnya sebagai sniper, padahal sebenarnya bukan. Merekalah yang disebut pasukan bayangan atau bahasa kerennya Designated Marksman (DM).
Secara kasat mata peran seorang DM tidak begitu terlihat. Padahal sukses dan tidaknya sebuah misi tergantung pula pada para pasukan bayangan ini. Mereka mungkin membantu dari belakang dan sangat jauh, tapi berkat kemampuan menembaknya yang lebih sangar, DM mampu memberikan kontribusi luar biasa.
Tak banyak orang yang tahu tentang tipe pasukan ini, dan berikut adalah fakta-fakta sangar pasukan Designated Marksman yang mungkin belum kamu ketahui.

1. Perbedaan Designated Marksman dan Sniper

Ada perbedaan yang sangat mencolok antara sniper dan designated marksman. Dari istilah, keduanya sudah sangat berbeda. Sniper sering disebut juga dengan penembak runduk, DM disebut dengan penembak jitu. Tak hanya sebutan, ada juga beberapa perbedaan lainnya.
Sniper selalu bertugas sendiri meskipun kadang ia bersama tim. Bersama tim status sniper bukanlah anggota, tapi merupakan skuad berbeda yang saling bekerja sama. DM tidak demikian, ia pure merupakan bagian dari tim. Hanya saja para penembak jitu punya tugas dan juga kemampuan yang berbeda.

2. Berbeda Dengan Sniper, Tapi Designated Marksman Punya Kemampuan Setara

Seorang DM dilatih bersama timnya, tapi ia punya menu khusus layaknya seorang sniper. Ya, DM dituntut untuk bisa menembak dengan sangat presisi, seperti sniper. Tapi, tak hanya itu, mereka juga dilatih agar bisa melakukannya dengan sangat cepat. Kualifikasi dasar seorang DM memang seperti itu, bisa menembak sangat akurat dan cepat.
Masih belum cukup dengan tuntutan skill yang sangat susah itu, DM juga harus bisa mengambil keputusan dengan tepat pula. Tak hanya soal pergerakan, tapi kapan waktu untuk menembak dengan memperhitungkan banyak hal. Intinya, skill seorang DM itu sama seperti sniper, hanya saja ada beberapa kelebihan yang mereka miliki.

3. Bekerja Bersama Tim Tapi Tak Pernah Terlihat

Seperti yang sudah disinggung di atas, seorang designated marksman bekerja bersama tim. Meskipun demikian, seorang DM kadang tidak bergerombol bersama pasukan. Mereka biasanya berposisi sedikit lebih jauh. Makanya, mereka disebut bayangan.
Meskipun jauh, DM bisa berkontribusi maksimal. Mereka mengandalkan kemampuan bidik supernya untuk membantu rekan-rekannya. Tak hanya membantu membersihkan jalan, seorang DM juga menjaga tim dari serangan-serangan jarak jauh.

4. Designated Marksman Punya Senjata yang Berbeda

Karena berposisi cukup jauh dari gerombolan, maka DM mutlak butuh persenjataan yang berbeda. Sebenarnya tak benar-benar beda. Secara umum senapan yang dipakai sama, hanya saja dimodifikasi di beberapa bagian untuk memudahkan tugas.
Secara umum senjata seorang DM pasti dilengkapi dengan teropong yang lebih besar dari anggota lain. Tak hanya itu, laras senapan si penembak jitu juga lebih panjang untuk membidik target-target yang jauh. Jika demikian, kenapa tidak pakai senapan sniper saja? Pertanyaan ini sangat masuk, tapi ingat kalau seorang DM harus bisa menembak dengan cepat dan akurat. Senapan sniper umumnya punya delay sehingga tak cocok untuk DM. Senapan sniper juga berat dan menganggu pergerakan para penembak jitu.

5. Designated Marksman Diadaptasi Negara-Negara Militer Terkuat

Meskipun keberadaan seorang designated marksman dalam tim sangat penting, nyatanya tak semua negara memakai sistem grup seperti ini. Tapi, yang seperti ini justru dipakai oleh negara-negara dengan militer kuat. Mulai dari AS, Inggris, Israel, sampai Soviet.
Israel sudah mengadopsi sistem tim dengan DM sejak tahun 90an. Pun begitu dengan Inggris yang juga cukup lama punya pasukan dengan seorang designated marksman di dalamnya. Bahkan diketahui pula kalau Navy SEAL juga memberlakukan sistem yang sama.
Seorang designated marksman, mereka punya kemampuan paling mematikan dalam tim namun tak pernah terlihat. Seperti malaikat maut, mereka membunuhi musuh-musuh tanpa pernah terlihat. Meskipun demikian, seorang DM pun tak bisa melakukan hal-hal menakjubkan tanpa bantuan dari anggota tim yang lain.
Sumber : http://forum.viva.co.id/indeks/forums/internasional.101/

Panglima TNI Ungkap Potensi Perang Rebutan Alam Indonesia

 Potensi Perang Rebutan Alam Indonesia
 Potensi Perang Rebutan Alam Indonesia
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan kekayaan alam Indonesia hingga kini masih menjadi incaran empuk banyak negara asing. Menurut Gatot, kandungan kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia sudah disadari oleh para Presiden Indonesia, di antaranya Presiden pertama Soekarno.

Soekarno, kata dia, mengatakan bahwa kekayaan alam Indonesia suatu saat nanti akan membuat iri negara-negara di dunia. Demikian pula Presiden Joko Widodo pada saat dilantik di Senayan, menyampaikan jika kekayaan alam di Indonesia bisa dapat menjadi petaka.
“Itu semua, sekarang sudah menjadi kenyataan. Dengan demikian, maka kita harus waspada dengan kekayaan alam yang kita miliki karena menjadi bahan rebutan oleh negara-negara asing,” kata Panglima TNI dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Puspen TNI, Minggu, 29 Mei 2016.
Gatot juga mengatakan, seiring dengan lonjakan penduduk dunia yang berkembang begitu pesat dan jumlahnya sudah melebihi kapasitas ideal, maka logikanya pertambahan pendudukan itu juga memerlukan pasokan pangan, air dan energi untuk menompang hidupnya. Hal inilah yang akan memicu konflik antarnegara.
Gatot Nurmantyo memprediksi, energi akan habis pada tahun 2043, kondisi tersebut memicu perang untuk mengambil alih energi negara-negara yang berada di garis ekuator, salah satunya yang dilirik adalah Indonesia.
“Ke depan, energi itu bisa digantikan dengan hayati dan kekayaan alam hayati ada di negara ekuator, terutama di Indonesia. Maka Indonesia akan menjadi lumbung pangan, air sekaligus juga lumbung pengganti energi hayati,” tambahnya.
“(Maka itu) Perang ke depan adalah perang pangan, air dan energi diistilahkan perang ekonomi dan lokasinya di Indonesia, inilah ancaman bangsa Indonesia,” kata dia.
Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/778246-panglima-tni-ungkap-potensi-perang-rebutan-alam-indonesia

Tips Agar Pemula Bisa Mahir Dalam Menembak

Tips Mahir Menembak Untuk Pemula
Tips Mahir Menembak Untuk Pemula
Anda hobi olahraga menembak, namun masih newbie? Tapi bukan hanya Anda yang newbie atau pemula yang belum mahir menemak, banyak juga orang yang telah belajar bertahun-tahun namun belum mahir dalam menembak. Namun jangan khawatir, Anda cukup ikuti tips berikut agar pemula seperti anda bisa mahir dalam olahraga menembak.
Dalam kesempatan ini Letkol James Siagian yang merupakan prajurit terbaik pada cabang olahraga menembak se-Sesko Angkatan akan memberikan tips untuk jitu untuk Anda agar mahir dalam menembak. Ada beberapa langkah dan hal yang perlu anda ketahui untuk dilakukan sebelum Anda mulai menembak.
Sebagai langkah pertama, Anda terlebih dahulu harus beradaptasi dengan bunyi ledakkan. Banyak para pemula yang masih sering kaget ketika mendengar letupan senjata. Hal tersebut akan mengganggu konsentrasi Anda dalam menembak sehingga meleset walau telah membidik dengan baik.
“Pertama memang kalau masih awam tentang senjata kita perlu pengenalan. Sering latihan, jadi kita tidak kaget terhadap ledakan, hentakan senjata, kita penyesuaian dulu,” sebut James yang mantan Komandan KRI Sultan Nuku-373.
Kedua, selain penyesuaian dengan lingkungan (suara letupan senjata), Anda pun harus mulai menyesuaikan diri dengan senjata yang akan Anda gunakan nanti. Anda harus temukan bagaimana genggaman yang nyaman terhadap senjata yang Anda gunakan, usahakan temukan posisi nyaman itu dengan baik dan cepat.
“Kemudian penyesuaian terhadap pistol atau senjata, bagaimana kita memegangnya yang nyaman, jadi perlu waktu juga adaptasi terhadap senjata,” tambah sang prajurit lulusan AAL 1996 ini.
Setelah kedua tahap awal tadi, selanjutnya Anda mulai masuk pada tahap yang lebih sulit. Banyak orang walau sudah beradaptasi dengan lingkungan maupun senjata namun masih belum mahir menembak. Hal ini dikarenakan cara menarik picu atau pelatuk senjata yang kurang baik. Umumnya ketika Anda sudah mendapatkan gambar bidik lalu Anda menembak, gambar bidik bergeser bersamaan ketika Anda menarik picu sehingga tembakan Anda pun meleset.
“Setelah itu meningkat ke teknik-teknik. Untuk pemula teknik yang pas adalah dia belajar menarik picu tanpa menggerakan pistol. Menarik picu, tapi pistol tidak bergerak, itu yang perlu dipelajari,” imbuh James.
Untuk dapat menarik picu dengan baik Anda harus melatih jari telunjuk agar ketika Anda menarik picu (menembak), senjata atau pistol yang Anda gunakan tidak ikut bergerak, sehingga gambar bidik Anda tidak berubah. Anda harus melatih agar jari telunjuk Anda bergerak secara independen untuk dapat menembak dengan baik. Latih sebaik mungkin agar ketika jari telunjuk Anda menekan picu, otot-otot psikomotorik tangan atau jari Anda yang lain tidak ikut bergerak.
“Jadi memang jari telunjuk itu dia independen, dia bergerak sendiri tanpa mempengaruhi otot-otot lain, itu perlu latihan dan belajar, dan tidak bisa cepat. Masing-masing orang berbeda, ada yang penyesuaiannya cepat, apalagi yang masih muda, jadi bisa melatih otot-otot psikomotoriknya,” papar James yang sehari-hari sebagai Staf di Seskoal.
Menembak memang sejatinya tidak dapat dikuasai dalam waktu yang singkat. Perlu mengasah kemampuan dengan latihan secara rutin. “Kalau keahlian menembak tidak dapat diraih dalam waktu dekat. Seminggu atau sebulan gitu, itu tidak bisa. Memang perlu diasah kemampuan itu, ada yang bertahun-tahun, perlu latihan continue,” jelasnya.
James menambahkan, bahwa kalau di militer dipaksa harus langsung menyesuaikan dengan senjata organik, senjata yang memang dimiliki oleh militer itu sendiri. Tetapi kalau untuk atlet, dia harus mulai dengan kaliber yang kecil. Jadi ledakan dan hentakannya tidak terlalu keras. Setelah bisa menyesuaikan dengan kaliber kecil dengan hentakan yang lembut tadi baru bisa lanjut ke kaliber yang besar. Standar di kita pistol itu 9 mili meter. Yang kecil ada, kaliber 0,22 mili meter.
Letkol James Siagian saat ini dicalonkan sebagai Wakil Ketua Cabang Menembak di Seskoal Shooting Club oleh Kolonel Agung JS. (Fery Setiawan)
Sumber : http://angkasa.co.id/komunitas/ini-tips-agar-pemula-bisa-mahir-dalam-menembak/

Pesawat Mata-Mata AS Sembilan Kali Dekati Perbatasan untuk Provokasi Rusia

Pesawat Mata-Mata AS
Pesawat Mata-Mata AS
Minggu lalu, pesawat mata-mata RC-135 milik AU AS terbang di perbatasan timur Rusia. Pesawat ini mematikan transpondernya dan terbang di ketinggian yang digunakan untuk lalu lintas penerbangan sipil. Namun demikian, itu bukan pertama kalinya sebuah pesawat mata-mata AS mendekati perbatasan Rusia dalam beberapa pekan terakhir, tulis media Rusia Sputnik.
Insiden tersebut terjadi di atas perairan netral, tepatnya di atas Laut Jepang, pada 22 Mei. Menurut narasumber yang dekat dengan situasi ini, pemandu lalu lintas udara Rusia harus mengubah tingkat ketinggian dua pesawat penumpang di daerah tersebut demi menghindari terjadinya tabrakan.
Insiden tersebut pun menimbulkan pertanyaan terhadap profesionalisme pengawasan militer AS, dan sekaligus mempertanyakan apakah latihan provokatif Washington akhir-akhir ini bertujuan untuk memancing Moskow jatuh dalam konflik atau memang hanya sekadar tindakan tak kompeten tingkat tinggi, tulis Sputnik.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov mengakui bahwa sehari-hari, pesawat mata-mata Amerika melakukan penerbangan di sepanjang perbatasan timur Rusia, tapi "kali ini, manuver yang dilakukan pesawat mata-mata AS di sepanjang rute udara internasional telah menciptakan ancaman nyata yang bisa berakibat pada tabrakan dengan pesawat penumpang".
Namun demikian, Juru Bicara Komando Pasifik AS (PACOM) mengatakan bahwa sama sekali tidak ada bahaya tabrakan.
Pesawat militer sering kali terbang di jalur penerbangan pesawat sipil, kata pilot penguji Rusia, Magomed Tolboyev, kepada harian Rusia Vzglyad.
"Tapi ini sangat dilarang. Hal ini dilarang oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO)," katanya.
"Tujuan dari penerbangan tersebut adalah untuk memantau situasi radio radar di daerah itu, mendeteksi koordinat pertahanan rudal Rusia, serta mengamati penempatan pasukan di wilayah itu," kata ahli militer Alexander Drobyshevskiy kepada saluran televisi Zvezda.
Pilot Rusia jauh lebih disiplin dalam masalah ini. Mereka jarang melakukan penerbangan pengintaian, kata Tolboyev.
"Tapi pilot Amerika, mereka melanggar aturan di seluruh dunia," tambahnya.
Selama April, pesawat mata-mata AS telah mendekati perbatasan Rusia sebanyak sembilan kali, termasuk di Laut Baltik, di Murmanskaya Oblast, dan di Timur Jauh.
Kepentingan pengawasan udara AS sekarang fokus tak hanya pada wilayah Timur Jauh dan Laut Baltik Rusia. Pesawat mata-mata Amerika juga telah terdeteksi di atas Laut Hitam dan di wilayah utara Rusia.
"Pada 1990-an, AS tidak melakukan penerbangan pengintaian terhadap Rusia karena pada saat itu militer kami lemah. Sekarang, mereka khawatir dengan kebangkitan kekuatan militer Rusia. Inilah mengapa Pentagon telah mengintensifkan intelijen udara," kata Vladislav Shurygin, seorang pakar, seperti yang dikutip Zvezda.
Masalah lainnya adalah apakah pesawat AS diberi wewenang untuk terbang dengan transponder yang dimatikan.
Sesuai dengan aturan ICAO, transponder harus dipasang pada setiap pesawat sipil. Pada Maret 2015, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa pesawat militer aliansi itu juga dilengkapi dengan transponder. Jika benar, pesawat mata-mata AS tampaknya telah melanggar norma-norma NATO.
Namun, Komandan Pasukan Kedirgantaraan Rusia Kolonel Jenderal Viktor Bondarev mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada pesawat militer Rusia atau NATO yang menggunakan transponder.
Tahun lalu, setelah mengajukan masalah penggunaan transponder bagi pesawat militer ke ICAO, Finlandia melakukan upaya untuk turut menyelesaikan isu ini. Menurut Bloomberg, kantor pers ICAO menjawab bahwa aturan penerbangan sipil tidak berlaku bagi pesawat militer.
Selain itu, tidak ada konvensi internasional yang secara langsung melarang terbang dengan transponder yang dimatikan, tulis Sputnik.
Analis militer dan politik Rusia Alexander Perendzhiev mengasumsikan bahwa insiden di Laut Jepang sengaja dilakukan untuk memprovokasi Rusia menjelang pelaksanaan KTT NATO mendatang di Warsawa.
"Amerika ingin mencari dalih untuk tuduhan baru terhadap Rusia. Mereka ingin membahas (ancaman) Rusia di KTT," katanya berpendapat.
Sumber : http://sputniknews.com/world/20160528/1040418868/us-spy-planes-russia.html

Aviadarts : Kompetisi Uji Keahlian Pilot Rusia di Krimea

Uji Keahlian Pilot Rusia di Krimea
Uji Keahlian Pilot Rusia di Krimea
Latihan pilot militer skala besar, Aviadarts, dimulai di Semenanjung Krimea, Rusia, di bawah komando Komandan Pasukan Kedirgantaraan Rusia Kolonel Jenderal Viktor Bondarev, Sabtu (28/5).
Aviadarts merupakan kompetisi tahunan yang diadakan untuk menguji keterampilan penerbangan dan ketepatan penembakan yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan Rusia. Kompetisi yang yang menampilkan jet-jet tempur, pengebom, dan pesawat lainnya ini pertama kali diadakan di Rusia pada 2013.
"Hari ini, kami membuka kompetisi Avidarts yang ketiga. Bukanlah suatu kebetulan pembukaan kompetisi ini berlangsung di daratan Krimea. Di sinilah akar penerbangan Rusia berasal," kata Bondarev pada upacara pembukaan, seperti yang dikutip Sputnik.
Bondarev mengatakan, pemenang Aviadarts nantinya akan mewakili Pasukan Kedirgantaraan Rusia pada Aviadarts internasional yang diadakan pada akhir Juli hingga awal Agustus di sebelah barat kota Ryazan.
Pada upacara pembukaan kompetisi ini, Bondarev juga mengungkapkan apresiasinya kepada pemerintah Krimea dan para pekerja konstruksi yang telah menyiapkan Chauda sebagai lokasi utama kompetisi udara tersebut diadakan.
Melalui Aviadarts, kemampuan akurasi, navigasi, aerobatik, dan keterampilan ketahanan para pilot militer akan diuji di tiga lapangan udara Krimea pada 28 Mei hingga 5 Juni mendatang.
Sumber : http://sputniknews.com/military/20160528/1040407644/aviadarts-crimea-competition.html

Militer Prancis Puji Kemampuan Pasukan TNI di Lebanon

Pasukan TNI di Lebanon
Pasukan TNI di Lebanon
Satuan Tugas Indonesian Battalion (Satgas Indobatt) Kontingen Garuda (Konga) XXIII-J/Unifil dinilai sebagai kontingen pasukan perdamaian yang tangguh dan tidak bisa dipandang sebelah mata.
Hal tersebut diungkapkan Force Commander Reserve (FCR) Batallion Prancis Captain Hugo Martin saat menjalani latihan bersama antara Satgas Indonesian Battalion (Indobatt) Kontingen Garuda (Konga) XXIII-J/Unifil dan Force Commander Reserve (FCR) Batalyon Perancis di area of responsibility Indobatt, Lebanon Selatan.
"Indobatt adalah Kontingen yang tangguh, tidak dapat dipandang sebelah mata. Pasalnya, Prajurit TNI yang tergabung dalam Unifil ini keberadaannya selalu menunjukkan prestasi," ujar Hugo, Sabtu 28 Mei 2016.
Menurut dia, kehadiran Satgas Indobatt TNI selalu ditunggu-tunggu masyarakat Lebanon. Tidak hanya dalam kegiatan operasional maupun non-operasional seperti perlombaan dan pertandingan olahraga, tapi juga dalam acara kebudayaan.
Hugo menjelaskan, latihan bersama ini meliputi latihan menembak, patroli bersama, pengenalan alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta permainan militer yang menitikberatkan kerja sama tim.
Dalam siaran pers yang diterima Sindonews pada Sabtu 28 Mei 2016, latihan bersama ini secara resmi dibuka oleh Komandan Satgas (Dansatgas) Konga XXIII-J/Unifil Letkol Inf Dwi Sasongko di Lapangan Soekarno UN Pos 7-1, Adchid al-Qusayr, Lebanon Selatan dam diikuti oleh perwakilan dari United Nation, para komandan kompi Indobatt, perwira dan staf Indobatt, dua pleton pasukan Indobatt dan satu pleton dari FCR di bawah kendali Captain Hugo Martin.
Dansatgas Indobatt Konga XXIII-J/Unifil Letkol Inf Dwi Sasongko dalam sambutannya mengatakan, ini merupakan suatu kepercayaan dan penghargaan bagi Satgas Indobatt karena terpilih oleh UN melaksanakan latihan bersama dengan Batalyon Perancis.
“Latihan ini selain untuk menciptakan hubungan baik kedua negara antara Indonesia dan Perancis, sekaligus pula dapat meningkatkan kemampuan masing-masing negara dalam bersama-sama menyukseskan misi perdamaian di Lebanon Selatan,” ujarnya.
Menurut Sasongko, terpilihnya Satgas Indobatt untuk melaksanakan latihan bersama dengan FCR yang notabene merupakan pasukan khusus Perancis di bawah kendali operasi langsung oleh Force Commander (FC) adalah karena dedikasi yang diraih Indobatt selama enam bulan penugasan menunjukkan zero accident.
“Selain itu Satgas Indonesian Battalion mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi selama di daerah operasi tanpa ada gejolak, baik di pihak Lebanon maupun Israel,” katanya.
Sasongko juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para personel Indobatt maupun personel Batalyon Perancis yang bersemangat dalam melaksanakan latihan bersama ini.
Sumber : http://nasional.sindonews.com/read/1112253/14/militer-prancis-puji-kemampuan-pasukan-tni-di-lebanon-1464472917

Coast Guard China Hanya Membayangi, Tak Berani Ganggu KRI Oswald Siahaan-354

Kapal Pencuri Ikan China
Kapal Pencuri Ikan China
KRI Oswald Siahaan-354 jenis frigate menangkap kapal ikan China di Laut Natuna, Kepulauan Riau. Penangkapan itu berlangsung dramatis karena ada kapal Coast Guard China yang memantau proses penangkapan tersebut dari kejauhan.
Kadispen Lantamal IV Mayor Josdy Damopoli, mengatakan, kapal Coast Guard China tersebut hanya membayangi saja. Kapal patroli China itu tidak berani mendekat bahkan mengganggu proses pengejaran KRI Oswald Siahaan-354 terhadap kapal nelayan China Gui Bei Yu.
"Kejadian seperti ini sudah 2 kali. Dulu pernah juga dibayangi kapal Coast Guard bahkan mereka mendekat. Namun waktu itu yang mengejar (kapal ikan China) adalah kapal kecil, kapalnya KKP. Kalau sekarang mereka mungkin tidak berani ganggu karena ini yang turun frigate," ujar Josdy saat dikonfirmasi, Minggu (29/5/2016).
Josdy mengatakan, proses pengejaran tersebut sudah sesuai SOP termasuk dengan memberikan peringatan-peringatan. Bentuk peringatan mulai dari peringatan kontak radio, peringatan melalui pengeras suara, tembakan peringatan ke udara, peringatan tembakan kanan dan kiri haluan. Tapi semua peringatan tidak diindahkan. Bahkan kapal ikan tersebut melakukan gerakan zigzag dan akhirnya tindakan paling keras dilakukan yaitu tembakan di anjungan.
Terkait coast guard China melakukan aksi shadowing, pihak TNI AL tidak mempermasalahkan selama tidak mengganggu.
Petugas lalu menggeledah kapal nelayan China tersebut. Petugas TNI AL tidak mendapatkan perlawanan.
"Mengenai apa saja isi muatannya di kapal itu saat ini masih dalam pemeriksaan," ucapnya.
Peristiwa penangkapan berawal pada Jumat (27/5), pukul 13.30 WIB KRI Oswald Siahaan-354 berpatroli di Natuna dan melihat ada tindakan mencurigakan di radarnya. Petugas mendekati lokasi yang mencurigakan dan menemukan kapal ikan China Gui Bei Yu 27088.
Setelah diberikan tembakan peringatan, kapal China itu akhirnya menyerah. Dari hasil proses pemeriksaan sementara, kapal ikan tersebut diduga melakukan penangkapan ikan di wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) tanpa dilengkapi dokumen yang sah menurut hukum. Berdasarkan temuan tersebut kapal dan semua ABK yang berjumlah 8 orang dan muatannya ditarik menuju Pangkalan Angkatan Laut Natuna Ranai guna proses pemeriksaan sesuai hukum yang berlaku.
Kapal China yang Ditangkap KRI Oswald Siahaan-354 Angkut Ikan yang Identik di Laut Natuna
KRI Oswald Siahaan-354 menembak kapal berbendera China Gui Bei Yu dengan nomor 27088 di Laut Natuna, Kepri, karena tidak mengindahkan peringatan-peringatan sesuai SOP. Kapal itu kemudian ditangkap karena diduga melakukan pencurian ikan perairan Indonesia.
"Kapal itu memang diduga kuat mencuri ikan di wilayah Indonesia. Apalagi, ditemukan ikan yang masih segar, dan jenisnya identik dengan ikan yang ada di perairan tersebut. Setelah disidik, nantinya akan diserahkan ke Kejaksaan untuk diproses berdasarkan hukum Indonesia," kata Pangarmabar Laksda TNI A. Taufiq R dalam siaran pers Puspen TNI, Minggu (29/5/2016).
Taufiq menjelaskan kapal tersebut diperiksa saat memasuki wilayah Zone Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI). Proses penangkapan tersebut semata-mata untuk memberikan pengetahuan kepada dunia bahwa Koarmabar secara tegas menindak kapal-kapal yang melakukan pelanggaran di wilayah yurisdiksi Indonesia. Pemeriksaan, kata Pangarmabar, dilakukan Tim VBSS KRI Oswald Siahaan-354 mulai dari kelengkapan dokumen kapal dan muatan ikan hasil tangkapan.
Puspen TNI menyebut, keberhasilan jajaran TNI AL tersebut, menindaklanjuti perintah Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo untuk seluruh jajaran TNI agar meningkatkan pengawasan di seluruh perbatasan termasuk di antaranya perbatasan di Laut China Selatan sampai batas laut terluar.
Penangkapan kapal berbendera China itu berlangsung dramatis karena ada kapal Coast Guard China yang memantau proses penangkapan tersebut dari kejauhan. Namun Coast Guard China hanya memantau dari jauh, tidak berani mengganggu operasi KRI Oswald Siahaan-354.
KRI Oswald Siahaan-354 telah memberikan peringatan sesuai SOP kepada kapal itu. Bentuk peringatan mulai dari peringatan kontak radio, peringatan melalui pengeras suara, tembakan peringatan ke udara, peringatan tembakan kanan dan kiri haluan. Tapi semua peringatan tidak diindahkan. Bahkan kapal ikan tersebut melakukan gerakan zigzag dan akhirnya tindakan paling keras dilakukan yaitu tembakan di anjungan.
Sumber : http://m.detik.com/news/berita/3220284/coast-guard-cina-hanya-membayangi-tak-berani-ganggu-kri-oswald

Ini Alasan Jet Tempur Sukhoi Su-27/30 TNI AU Lebih Enak untuk Lakukan Manuver

Manuver Sukhoi Su-27/30 TNI AU
Manuver Sukhoi Su-27/30 TNI AU
Berbicara tentang pesawat jet tempur, tentu identik dengan manuver-manuver luar biasa dan kecepatan yang sangat tinggi. Banyak jenis pesawat-pesawat tempur yang dimiliki oleh TNI AU, namun manakah yang paling asik untuk dilakukan terbang manuver?
Bicara mengenai manuver yang dilakukan oleh pesawat jet tempur tak lepas dari kemampuan mesin yang mendukung pesawat itu sendiri. Pesawat yang mempunyai mesin dan thrust yang besar akan berbanding lurus dengan respon yang baik terhadap mesin untuk melaju dan bergerak. Ini lah sebab jet tempur Sukhoi Su-27/30 lebih enak untuk lakukan manuver ketimbang pesawat jet tempur lainnya.
“Lebih enak Sukhoi, sebenernya berbicara manuver itu kita berbicara mengenai kemampuan engine. Tentunya kalo dilihat kira-kira engine mana yang paling besar dan paling besar thrust-nya maka punya respon yang cepat. Jadi kalo responnya cepat itu kan manuvernya enak pesawat,” Letkol Vincentius Endy H. P. “Hunter”, Komandan Skadron Udara 11.
Jadi pesawat jet tempur yang memiliki mesin yang besar bukan jaminan akan memiliki kemampuan manuver yang nyaman. Kenyamanan bermanuver sebuah pesawat jet temput tergantung pada seberapa besar thrust yang dimilikinya. Karena dengan begitu pesawat akan dapat melakukan manuver sesuai yang diinginkan oleh sang penerbangnya.
“Ukuran besar mesin itu bukan, tetapi thrust-nya. Kalo thrust-nya besar tentunya dia responnya cepat. Kemudian kalo kita manuver juga sesuai dengan yang kita inginkan,” pungkas Vincent. (Fery Setiawan)
Sumber : http://angkasa.co.id/info/militer/angkatan-udara/ini-sebab-jet-tempur-sukhoi-lebih-enak-untuk-lakukan-manuver/

Angkatan Bersenjata Swedia Pesan Tor Baru Buatan Saab

Torpedo Ringan Saab
Torpedo Ringan Saab
Angkatan Bersenjata Kerajaan Swedia telah memesan pengembangan dan produksi torpedo ringan baru dari Saab, yang juga memiliki garis produksi kapal selam A26, dalam kontrak senilai 184 juta dolar Amerika Serikat atau 1,53 miliar krone Swedia.
Menurut Badan Administrasi Material Pertahanan Swedia (FMV), sebagaimana dinyatakan www.ihsjanes.com, Sabtu, proyek itu dinamakan Torpedo 47 (Tp 47), yang akan menggantikan Torpedo 45 (Tp 45).
“Torpedo 47, di antaranya, akan lebih tangguh, memiliki jarak tempuh lebih jauh, dan kecepatan lebih tinggi,” kata Kepala Pertempuran Bawah Air FMV, Mikael Ericsson.
Tp 47 juga akan dilengkapi dengan sistem navigasi terhadap sasaran secara aktif dan pasif dan menggunakan kabel komunikasi seperti pada Tp 45.
Tp 47 akan berdiameter sama dengan pendahulunya, yaitu 400 milimeter, dan dipersyaratkan bisa dipergunakan dari pijakan kapal anti kapal selam atau helikopter anti kapal selam dan bisa dioperasikan di perairan dangkal. Ditargetkan penerimaan Tp 47 terjadi pada 2016 hingga 2024.
Hal ini penting bagi Swedia yang memiliki perairan dangkal di Laut Baltik, dan Swedia juga berbatasan dengan Rusia pada beberapa bagian.
Sumber : http://www.antaranews.com/berita/563743/angkatan-bersenjata-swedia-beli-torpedo-baru?utm_source=fly&utm_medium=related&utm_campaign=news

Carl Guztaf M3 Jadi Senjata Organik Angkatan Darat Amerika

Carl Guztaf M3
Carl Guztaf M3
Unit-unit infantri ringan Angkatan Darat Amerika Serikat segera mendapatkan Saab 84 Carl Gustaf M3 yang diklasifikasikan sebagai Sistem Persenjataan Anti Personel Anti Kendaraan Lapis Baja Multiperan (MAAWS), sebagai senjata standar pada tataran dukungan taktis.
Hal ini sejalan dengan pengakhiran otorisasi Pelepasan Material Bersyarat (CMR) oleh Angkatan Darat Amerika Serikat pada 2015. Secara paralel, seturut www.ihsjanes.com, Sabtu malam, Angkatan Darat Amerika Serikat meneruskan rencana dan upaya memenuhi persyaratan Penerbitan Material Seutuhnya (FMR) untuk masih dinas sepenuhnya pada akhir 2016.
CMR sudah lengkap, maka Saab 84 Carl Gustaf M3 sudah menjadi senjata organik di tiap peleton batalion infantri, dan segera disebar ke tim tempur brigade infantri terpilih, yang mulai berlatih, merawat, dan meneruskan Saab 84 Carl Gustaf M3 sebagai senjata organik mereka.
Untuk tahap awal, tiap brigade infantri akan menerima 27 Saab 84 Carl Gustaf M3. “CMR memungkinkan sistem lebih cepat masuk ke jajaran unit operasional sebelum proses klasifikasi tipe yang melelahkan dari FMR diselesaikan. Ini memungkinkan juga bagi para komandan batalion infantri untuk melatih dan menggelar Saab 84 Carl Gustaf M3 MAAWS,” kata Direktur Pemasaran Saab untuk Amerika Utara, Jane Seymour.
Beberapa satuan terpilih Korps Penjaga Nasional telah menerima Saab 84 Carl Gustaf M3 MAAWS dan mulai tahun ini mereka bisa langsung berlatih memakai senjata personel itu.
Dalam alokasi Komisi Standar Pelatihan Angkatan Darat Amerika Serikat, dalam kolom DA PAM 350-38, akan ditetapkan kualifikasi penembak dan asisten penembak Saab 84 Carl Gustaf M3 MAAWS dalam silabus pendidikan dan latihan mereka.
Semula, Saab 84 Carl Gustaf M3 MAAWS hanya dipergunakan Komando Operasi Khusus Amerika Serikat (US SOCOM), yang dirintis oleh Ranger dari Angkatan Darat Amerika Serikat pada 1989, lalu oleh Navy SEAL (1997), dan kemudian US SOCOM.
Sumber : http://www.antaranews.com/berita/563749/carl-guztaf-m3-jadi-senjata-organik-angkatan-darat-amerika-serikat

TNI AD Diperkuat Kendaraan Tempur APC M113 Buatan AS

Kendaraan Tempur APC M113
Kendaraan Tempur APC M113
Tentara Nasional Indonesia (TNI) kini sedang menunggu tambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) berupa kendaraan tempur (Ranpur) M113 buatan AS dari Belgia. Alat perang itu akan memperkuat persenjataan TNI AD.
Sebenarnya, TNI memesan sekitar 150 ranpur yang sudah terkenal sejak perang Vietnam itu. M113 merupakan kendaraan pengangkut personel yang dibuat Amerika.
Selanjutnya, Belgia memproduksi kendaraan itu dengan lisensi dari Negeri Paman Sam. Banyak negara yang sudah menggunakan kendaraan lapis baja beroda rantai itu.
Dari 150 kendaraan, baru sebagian yang sudah dikirim ke Indonesia. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Mulyono menyatakan, ada sekitar 50 kendaraan yang sudah datang.
"Datangnya secara bertahap. Kendaraan itu pesanan TNI AD," kata dia. Ranpur M113 itu sekarang diletakkan di Batalyon Kavaleri Kostrad.
Sekarang kendaraan itu masih dalam masa perawatan. Jika ada kerusakan maka pihak Belgia yang akan melakukan perawatan. Pihaknya tidak perlu mengeluarkan biaya dalam perawatan alias gratis.
"Kalau ada kerusakaan ada teknisi yang memperbaikinya," katanya. Jadi, setiap pembelian ranpur dan senjata selalu ada masa perawatan yang menjadi tanggungjawab produsen.
M113 sudah teruji ketangguhannya. Selain pengangkut personel, kendaraan itu bisa membuka belukar di hutan untuk dijadikan jalan. Karena ketangguhannya itu, ranpur tersebut dijuluki green dragon, naga hijau. Kendaran itu juga lincah saat melintas di air. Selain itu, ringan saat digotong di udara.
Selain disiagakan di Markas Kostrad Cijantung, kendaraan itu juga disebarkan di beberapa lokasi. Salah satunya di Jawa Tengah. Menurut jendral asal Boyolali, Jawa Tengah itu, keberadaan M113 akan memperkuat alutsista TNI AD. Ranpur itu sangat dibutuhkan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Mulyono mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu sekitar 100 kendaraan lagi. Pemesanan dilakukan secara bertahap. Hal itu disesuaikan dengan rencana strategis (Renstra) pembelian kendaraan tempur. Tentu pembelian itu disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara. "Tidak bisa setahun selesai semua," papar dia.
Dia memperkirakan pengadaan M113 akan selesai pada 2019 nanti. Jadi, jumlahnya akan lengkap 150 kendaraan. Namun, ia enggan menjelaskan anggaran yang dibutuhkan untuk membeli kendaraan tersebut. Dia hanya bersedia menyebutkan jumlah kendaraan yang dibeli saja. Ranpur dibeli satu paket dengan senjatanya.
Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo membenarkan bahwa pihakya masih menunggu 100 M113. "Iya masih kurang," ungkap dia. TNI AD yang lebih tahu kapan kendaraan itu selesai dikirim. "Semoga secepatnya selesai. tidak sampai 2019," papar mantan Pangdam V/Brawijaya itu.
Kendaraan tersebut, lanjut Gatot, dibeli dengan harga yang sangat murah dari Belgia. "Sangat, sangat murah," tegas dia. Seperti halnya Mulyono, Gatot juga tidak mau menyebutkan anggaran pembelian ranpur.
Sumber : http://www.jpnn.com/read/2016/05/28/419885/Wow!-TNI-Semakin-Kuat

MPR : Perang Tanpa Senjata Telah Terjadi di Indonesia

Bhinneka Tunggal Ika
Bhinneka Tunggal Ika
Dalam perkembangan lingkungan dunia saat ini, Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang melihat Indonesia dengan segala kekayaan alamnya sebagai sumber kehidupan masa depan dunia.
Karena itu, ia menyatakan wajar banyak negara yang ingin menguasai Indonesia. "Jika zaman dulu untuk menguasai sebuah negara dilakukan dengan cara yang konvensional, yakni dengan perang bersenjata, maka saat ini bentuknya tidak lagi seperti itu," kata Oesman Sapta dalam sambutannya saat menyosialisasikan empat pilar MPR di Lapangan Benteng, Medan, Jumat (27/5/2016).
Mantan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia itu menyebut perang yang terjadi saat ini adalah perang asimetris.
"Yakni perang yang tidak menggunakan senjata, namun meliputi aspek yang lebih luas, baik yang menyangkut ideologi, politik, sosial, budaya, geografis,demografis, maupun SDA-nya," terangnya.
Perang seperti ini, sambungnya, justru sangat berbahaya. Sebab, tanpa merasa, sebuah negara tiba-tiba kita tidak dapat hidup merdeka.
"Dan tanpa banyak yang menyadari, perang itu sebenarnya sudah dilancarkan dan terjadi di republik ini," kata pria yang akrab disapa Oso ini.
Dari kunjungannya ke berbagai daerah, secara kasat mata Oso melihat bahwa Indonesia telah menjadi sasaran perang asimetris. "Sebagai bukti yang dapat saya sampaikan adalah, adanya sekelompok masyarakat yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lainnya," terangnya.
Selain itu, juga didapati penyebaran pemahaman bahwa menghormati bendera dan menghormati pemimpin bangsa yang berbeda keyakinan agama adalah dosa.
"Munculnya konflik-konflik di masyarakat dengan isu SARA sebagai pemicunya dan ditetapkannya perda-perda yang bersifat diskriminatif dan tidak bersumber dari Pancasila," imbuhnya.
Selain itu, adanya peraturan perundang-undangan yang memberi keleluasaan kepentingan asing menguasai sumber daya alam, juga menjadi permasalahan tersendiri serta kebanggaan masyarakat kita terhadap produk asing dibandingkan produk dalam negeri.
"Intervensi asing itu sesuai dengan kebutuhan dunia. Sekarang saya tanya, berapa rakyat kita? Sekira 250juta. Jadi jangan pikir pasar Asean, lebih baik pikirkan dulu pasar kita," tandasnya.
Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/05/27/337/1399779/mpr-perang-tanpa-senjata-telah-terjadi-di-indonesia

Radar Acak