Kesehatan Tentara Australia Kini Bisa Dipantau Lewat Aplikasi

Tentara Australia
Tentara Australia 
Kesejahteraan fisik dan mental dari beberapa prajurit Queensland utara akan dipantau oleh aplikasi ponsel pintar sebagai bagian dari program uji coba Angkatan Darat Australia, yang berusaha untuk melindungi mereka terhadap cedera di masa depan.
Brigade Ke-3, yang berbasis di utara Queensland, telah memberi subyek untuk program ‘Kerangka Kinerja Manusia’, yang mencakup kegiatan seperti terjun payung, dan meminjam teknologi serta teknik dari klub-klub olahraga elit Australia.
Menggunakan aplikasi ponsel pintar, perwira senior bisa melacak kesejahteraan mental dan fisik para prajurit dan memungkinkan mereka untuk menyesuaikan program pelatihan.
Kopral Jeff Langdon, salah satu pelatih pribadi yang terlibat, mengatakan, tujuannya adalah untuk menjaga agar para prajurit bebas cedera.
"Alasan kami melakukannya [ini] adalah ... untuk membangun prajurit muda kami menjadi prajurit berfisik prima dan kuat yang tak akan terkena cedera," utara Jeff Langdon.
Para perwira senior bukannya baru dalam mengawasi kebugaran fisik para prajurit – antara tahun 2014-2015, 813 personel tentara dirawat karena masalah kesehatan mental.
Dan telah terjadi peningkatan dalam jumlah veteran dari Irak dan Afghanistan yang menderita gangguan stres pasca trauma (PTSD).
Sumber : http://www.tribunnews.com/australia-plus/2016/08/30/kesehatan-tentara-australia-kini-bisa-dipantau-lewat-aplikasi

Korut Ancam Bisa Mengubah Tentara AS Jadi Abu dalam Seketika

Pemerintah Korea Utara (Korut)
Pemerintah Korea Utara (Korut)

Pemerintah Korea Utara (Korut) melontarkan ancaman terhadap Amerika Serikat. Korut menyatakan punya kemampuan untuk menyerang dan mengubah seketika tentara-tentara di AS dan Pasifik menjadi abu.
Ancaman itu disampaikan Korut dalam surat yang dikirimkan ke badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memprotes statemen kecaman Dewan Keamanan PBB, mengenai uji coba rudal balistik terbaru Korut.
"Korut punya sarana yang cukup besar untuk mampu mengubah pasukan agresi di daratan AS dan tempat operasional di Pasifik menjadi abu dalam seketika," demikian bunyi surat yang ditulis Kementerian Luar Negeri Korut seperti dilansir media AFP, Selasa (30/8/2016).
Surat tersebut disampaikan Korut guna menanggapi statemen bersama 15 negara anggota DK PBB yang menyatakan keprihatinan serius atas uji coba rudal balistik Korut. Pyongyang juga menyebut kecaman DK PBB tersebut sebagai "aksi permusuhan" oleh AS yang bisa menyebabkan kehancuran AS sendiri.
Disebutkan Pyongyang, statemen bersama DK PBB tersebut merupakan "provokasi sembrono yang melecehkan perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea."
Korut juga menuding DK PBB dengan sengaja mengabaikan komplain yang dikirimkan pemerintah Pyongyang mengenai latihan militer gabungan AS-Korea Selatan (Korsel) di semenanjung Korea. Dalam suratnya, Korut mengecam PBB yang dianggapnya berpihak kepada AS.
Sebelumnya pada Rabu, 24 Agustus lalu, Korut melakukan uji tembak rudal balistik dari wilayah pantai timurnya, beberapa hari setelah AS dan Korsel memulai latihan militer gabungan tahunan mereka. Pejabat-pejabat Korsel menyatakan, rudal yang ditembakkan dari kapal selam itu terbang sejauh 500 kilometer sebelum jatuh di wilayah perairan Laut Jepang.
Sumber : http://news.detik.com/internasional/3286724/korut-ancam-bisa-mengubah-tentara-as-jadi-abu-dalam-seketika

Ledakan Bom di Luar Istana Presiden Somalia Tewaskan 5 Tentara Pemerintah

Militan Somalia
Militan Somalia

Sebuah ledakan bom mobil menewaskan lima tentara di luar Istana Kepresidenan Somalia. Ledakan yang diklaim oleh militan al-Shabaab ini memicu kerusakan parah pada dua hotel di dekat lokasi di ibu kota Mogadishu.
Dituturkan sejumlah saksi mata kepada Reuters, Selasa (30/8/2016), baku tembak terdengar setelah ledakan terjadi dan asap tebal membubung di atas Istana Kepresidenan di Mogadishu. Suasana di lokasi kejadian dipenuhi puing mobil yang hangus dan ceceran darah.
"Sebuah bom bunuh diri pada mobil meledak di luar Istana Presiden. Sejauh ini, dua hotel yang berseberangan dengan Istana (Presiden) hancur sebagian," terang pejabat kepolisian setempat, Mayor Mohamed Ali, kepada Reuters via telepon.
Militan al-Shabaab yang masih terkait dengan jaringan Al-Qaeda, mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu melalui radionya, Radio Andaluz. Militan ini ini juga beberapa waktu lalu mengklaim bertanggung jawab atas beberapa ledakan di Mogadishu, termasuk ledakan bom dan serangan bersenjata di restoran pantai terkenal yang menewaskan 10 orang.
"Sejauh ini, kami meyakini lima tentara pemerintah tewas dalam ledakan itu. Bom meledak di luar hotel SYL, yang juga menjadi pos keamanan di luar Istana Presiden. Kami meyakini targetnya adalah SYL karena sering menjadi tempat menginap para pejabat. Korban tewas masih bisa bertambah," imbuh pejabat kepolisian lainnya, Kolonel Abdikadir Hussein kepada Reuters.
Dalam insiden terpisah, anggota al-Shabaab menyerang pangkalan militer yang menjadi tempat tinggal tentara pemerintah dan pasukan Uni Afrika, pada Senin (29/8) malam waktu setempat. Dituturkan pejabat militer setempat, Mayor Bile Farah, bahwa seorang tentara dan dua anggota al-Shabaab tewas dalam serangan itu. Sedangkan juru bicara al-Shabaab, Abdiasis Abu Musab mengklaim pihaknya menewaskan 10 tentara Somalia.
Al-Shabaab berhasil dipukul mundur dari Mogadishu dengan bantuan pasukan perdamaian Uni Afrika, AMISOM, pada tahun 2011 lalu. Namun hingga kini, militan itu masih menjadi ancaman serius, dengan kerap melancarkan serangan ang bertujuan melengserkan pemerintah.
Sumber : http://news.detik.com/internasional/3287224/ledakan-bom-di-luar-istana-presiden-somalia-tewaskan-5-tentara-pemerintah

Distrik Militer Barat Rusia Uji Coba Tembakkan Sistem Rudal S-300 dan S-400

Sistem Rudal S-300 dan S-400
Sistem Rudal S-300 dan S-400

Latihan komando dan staf Distrik Militer Barat Rusia telah dimulai di barat daya Astrakhanskaya Oblast, kata Juru Bicara Distrik Militer Barat Igor Muginov, seperti yang dikutip Sputnik.
Kelompok pertahanan udara Distrik Militer Barat Rusia akan melakukan uji coba menembak dengan menggunakan sistem rudal S-300 dan S-400 yang melibatkan 4.000 tentara dan 50 unit pesawat, kata Muginov, Senin (29/8).
"Sekitar 50 target akan terlibat secara bersamaan dalam pembentukan sebuah lingkungan target. Mereka akan dihancurkan oleh rudal-rudal antipesawat Buk, Tor, Osa, Tunguska, dan Strela-10; sistem pertahanan udara (MANPADS) Igla dan Verba; serta sistem rudal antipesawat S-300 dan S-400," kata Muginov.
Kepada para wartawan, Muginov menyebutkan bahwa latihan komando dan staf dimulai lebih awal di bawah pimpinan Panglima Distrik Kolonel Jenderal Andrei Kartapolov.
Sumber : https://indonesia.rbth.com/news/2016/08/30/distrik-militer-barat-rusia-uji-coba-tembakkan-sistem-rudal-s-300-dan-s-400_625291

TNI AL Akan Uji Coba Rudal C-705 pada Latihan Armada Jaya

 Uji Coba Rudal C-705
 Uji Coba Rudal C-705
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, akan membuka latihan TNI AL yang diberi sandi “Armada Jaya XXXIV/2016” di Kobangdikal, Surabaya, Kamis (1/9) mendatang.
Latihan yang rencananya akan ditinjau oleh Presiden RI selaku Panglima tertinggi TNI ini dilaksanakan dalam skala besar di Laut Jawa dari awal September hingga minggu ketiga di bulan yang sama.
Dimulai dengan proses embarkasi pasukan dari pangkalan TNI AL, Ujung, Surabaya, hingga puncaknya dilaksanakan Operasi Amfibi (Opsfib) berupa pendaratan Pasukan Pendarat (Pasrat) Marinir di pantai Banongan, JawaTimur.
Dalam Armada Jaya ini akan dilaksanakan berbagai rangkaian kegiatan latihan yang meliputi Proses Perencanaan Militer (Prosrenmil) hingga kesiapan operasi serta keterpaduan komponen SSAT, melibatkan lebih dari 7.000 personel dan 39 Kapal Perang (KRI) berbagai jenis.
Latihan Armada Jaya XXXIV/2016 ini adalah latihan puncak TNI dalam rangka meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit matra laut yang juga merupakan ujitindaklanjut dari latihan bertingkat dan berlanjut yang dilakukan oleh unsur-unsur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).
Mulai Kapal Perang, Pesawat Udara, Marinir dan Pangkalan, juga sekaligus merupakan ajang ujicoba senjata-senjata strategis TNI AL, berupa peluru kendali (rudal) permukaan ke permukaan C-705 dan C-802 dariKapal Cepat Rudal.
Sumber : http://www.tribunnews.com/tribunners/2016/08/30/tni-al-akan-uji-coba-rudal-c-705-pada-latihan-armada-jaya

Dua Tanki Bahan Bakar MiG-29K Terjatuh di Tempat Terpisah

 Tanki Bahan Bakar MiG-29K
 Tanki Bahan Bakar MiG-29K

Dua tangki bahan bakar eksternal sebuah pesawat MiG-29K Angkatan Laut India jatuh ditempat terpisah di pangkalan udara Angkatan Laut INS Dega dan dekat markas satuan keamanan CISF (Central Industrial Security Force) di Visakhapatnam, Senin (29/08), pilot tidak mengalami cedera apapun.
Sebuah dewan penyelidikan telah dibentuk atas insiden itu. Api kecil menyala di landasan pacu pangkalan INS Dega ketika drop tank yang membawa bahan bakar tambahan, jatuh secara tidak sengaja ketika pesawat MiG-29K itu lepas landas pada sortie latihan rutin sekitar pukul 10:00, kata sumber-sumber Angkatan Laut.
Awak dukungan darat dengan cepat memadamkan api dan tidak ada yang terluka dalam kebakaran itu. Juga tidak ada kerusakan pada pesawat atau pada landasan pacu, kata sumber tersebut.
Pilot diperintahkan untuk membuang drop tank kedua di laut, tetapi tidak bisa dilakukan karena adanya kerusakan sistem. Dan ketika pesawat itu datang kembali ke pangkalan untuk mendarat, drop tank kedua terjatuh di dekat markas CISF. Namun, tidak ada korban jiwa atau kerusakan properti yang dilaporkan.
Sumber : http://indianexpress.com/

Delapan Kapal Perang Koarmabar Latihan Tempur di Laut Jawa

Latihan Tempur di Laut Jawa
Latihan Tempur di Laut Jawa
Delapan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang sedang dalam pelayaran lintas laut melaksanakan Latihan Geladi Tugas Tempur (Glagaspur) Tingkat III/L-3 Tahun 2016, di Laut Jawa.
Latihan tersebut dipimpin Komandan Satuan Kapal Cepat Koarmabar (Dansatkatarmabar) Kolonel Laut (P) Sawa S.E., M.M. selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Latihan Glagaspur L-3.
Kedelapan kapal perang yang terlibat dalam latihan tersebut yakni KRI Wiratno-379, KRI Kapitan Pattimura-371, KRI Silas Papare-386, KRI Halasan-630, KRI Barakuda-633, KRI Clurit-641, KRI Kujang-642, KRI Siwar-646. Unsur-unsur tersebut merupakan kapal perang di bawah pembinaan Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmabar dan Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmabar.
Dalam Latihan Gladi Tugas Tempur Tingkat III tersebut, unsur-unsur KRI melaksanakan berbagai manuver taktis sejak bertolak dari Pangkalan di Jakarta bergerak menuju Laut Jawa dengan melaksanakan pentahapan latihan secara berlanjut. Selain melaksanakan latihan manuver taktis, kedelapan KRI tersebut juga melaksanakan penembakan berbagai jenis senjata meriam di Pulau Gundul, Laut Jawa.
Kegiatan Latihan Glagaspur Tingkat III tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit KRI, meningkatkan integrasi unsur-unsur TNI Angkatan Laut dalam satu kesatuan komando, mengaplikasikan serta menerapkan doktrin khususnya operasi laut dan menghasilkan kesamaan pemahaman,pola pikir dan pola tindak dalam mekanisme prosedur pengambilan keputusan militer (prosbiltusmil) pada operasi laut.
Selain itu juga dalam rangka menghadapi latihan puncak TNI Angkatan Laut yaitu Armada Jayake- XXXIV Tahun 2016 di perairan Jawa Timur.(dispenarmabar/sir)
Sumber : http://poskotanews.com/2016/08/30/delapan-kapal-perang-koarmabar-latihan-tempur-di-laut-jawa/

Inilah 6 Self-Propelled Howitzer Produksi Berbagai Negara

Self-propelled howitzer atau artileri gerak sendiri memiliki kemampuan mobilitas sangat tinggi. Kendaraan tempur lapis baja ini menggunakan roda rantai, dan dipersenjatai sebuah meriam howitzer besar, seperti artileri medan biasa, kendaraan tempur ini digunakan untuk memberi dukungan dengan cara menembakkan proyektil ke jarak yang sangat jauh.
Dulu, howitzer atau artileri gerak sendiri dipakai untuk pertempuran langsung, seperti meriam serbu dan penghancur tank. Kendaraan-kendaraan ini memiliki lapisan pelindung yang sangat tebal. Meriam serbu digunakan untuk memberi dukungan jarak dekat menghadapi infanteri, dan penghancur tank digunakan khusus untuk melawan tank.
Sekarang, artileri gerak sendiri modern memang bentuk dan perawakannya mirip dengan tank, tetapi sebenarnya artileri gerak sendiri memiliki lapisan pelindung yang tipis, dan tidak akan bisa bertahan pada pertempuran langsung. Tetapi perlindungan baja mereka cukup untuk melindungi kru dari serangan senjata ringan dan pecahan-pecahan ledakan. Kendaraan ini juga umumnya dilengkapi senapan mesin untuk digunakan menghadapi infanteri.
Berikut ini beberapa self-propelled howitzer terbaik dari beberapa negara yang coba penulis Teknologi dan Strategi Militer angkat diantaranya :
1.PzH 2000 (Panzerhaubitze 2000) 155mm (Jerman)
Dikembangkan oleh Krauss-Maffei Wegmann (KMW) bersama Rheinmetall Landsysteme. PzH 2000 menggunakan amunisi standar NATO dengan sistem pemuatan dan manajemen amunisi otomatis. Jarak tembak amunisi standar dengan hulu ledak high explosive adalah 30 km, bila dibantu roket dapat menjangkau 40 km. Howitzer ini mampu menembak 12 putaran dalam satu menit. PzH 2000 dapat dioperasikan otomatis dengan sistem kontrol dan komando dari luar, menggunakan datalink.
 PzH 2000
 PzH 2000

2. 2S35 Koalytsiya-SV 152mm (Rusia)
Adalah self-propelled howitzer Rusia yang pertama muncul di depan publik, pada 2015. Howitzer ini dilengkapi turet tanpa awak dan meriam 152 mm dengan sistem pemuatan amunisi otomatis. Koalytsiya-SV dapat menembakan beberapa jenis amunisi, seperti amunisi standar, roket, amunisi anti tank dengan proyektil cluster, dan amunisi dengan proyektil jammer. Jangkauan tembak amunisi standar 30 km, dengan bantuan roket 40 km. Saat ini sedang dikembangkan amunisi dipandu yang presisi dengan jangkauan 70 km. Howitzer Koalitsiya-SV mampu menembak 8 putaran per menit, membawa amunisi sebanyak 60-70 putaran.
Koalitsiya-SV
Koalitsiya-SV

3. K9 Thunder 155mm (Korea Selatan)
Self-propelled howitzer buatan Korea Selatan yang mampu menjangkau target sejauh 30 km dengan amunisi HE-Frag, dan jangkauan 40 km dengan bantuan roket. K9 Thunder menggunakan amunisi standar NATO dengan sistem pemuatan amunisi otomatis. Howitzer produksi Samsung Techwin ini dilengkapi dengan sistem penembakan otomatis. Perintah disampaikan melalui datalink atau suara. Thunder mampu menembak tiga putaran per 15 detik, maksimum enam hingga delapan putaran per menit, dan membawa amunisi sebanyak 48 putaran.
K9 Thunder
K9 Thunder

4. Type 99 155mm (Jepang)
Self-propelled howitzer yang dikembangkan oleh Mitsubishi Heavy Industries dan Japan Steel Works. Howitzer Pasukan Bela Diri Jepang ini menggunakan meriam 155 mm dengan jangkauan 30 km dengan amunisi standar hulu ledak HE-Frag, dan bila menggunakan roket dapat menjangkau 38 km. Turet dapat berputar 360 derajat dan mampu menembak enam putaran per menit. Howitzer Type 99 dilengkapi dengan senapan mesin berat M2HB kaliber 12,7 mm sebagai senjata kedua.
Type 99
Type 99

5. PLZ-05 155mm (China)
Self-propelled howitzer yang dirancang dan diproduksi oleh China North Industries Group Corporation (CNGC). Howitzer ini menggunakan meriam 155 mm dengan sistem pemuatan amunisi otomatis, duplikat dari sistem howitzer Rusia 2S19 Msta-S. Jangkauan tembak PLZ-05, dengan amunisi dipandu yang presisi, adalah 20 km. Jangkauan amunisi roket mencapai 40 km. China mengklaim berhasil membuat amunisi dipandu presisi dengan jangkauan 100 km. PLZ-05 mampu menembak enam putaran per menit dan membawa amunisi sebanyak 30 putaran.
PLZ-05
PLZ-05

6. Paladin M109A7 155mm (Amerika Serikat)
Merupakan self-propelled howitzer yang diproduksi oleh BAE Systems, merupakan upgrade dari M109A6 Paladin yang telah digunakan Angkatan Darat Amerika Serikat dalam beberapa pertempuran. Artileri Paladin M109A7 menggunakan meriam M284 155 mm dengan sistem pemuatan amunisi otomatis. Jangkauan tembak M109A7, dengan amunisi standar adalah 22 km, dan 30 km dengan amunisi bantuan roket. Howitzer ini dapat menembakan amunisi presisi yang dipandu, seperti M982 Excalibur yang memiliki jangkauan 40 km. Paladin M109A7 mampu menembak empat putaran per menit, karena desain howitzer yang berasal dari dekade 1950-an. (Herru Sustiana)
Paladin M109A7
Paladin M109A7

Sumber : TSM

Mabes TNI Pastikan Suara Dentuman Keras yang Bikin Geger Warga Solo Berasal dari F-16

pesawat F-16
pesawat F-16

Suara dentuman keras yang didengar oleh warga Solo, Selasa (30/8/2016), disebut berasal dari pesawat F-16 milik TNI Angkatan Udara yang sedang berlatih di sekitar kawasan Jawa Tengah.
"Jadi pesawat kami sedang berlatih pertempuran udara. Itu dari Lanud Iswahyudi," kata Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI Angkatan Udara Marsma Jemi Tri Sonjaya.
Menurut dia, misi latihan menghindari tembakan yang dilakukan pesawat buatan Amerika Serikat tersebut memang menimbulkan suara yang luar biasa.
"Ada 10 pesawat misi latihan dalam rangka escape, menghindari tembakan, kecepatannya masuk melebihi kecepatan suara, supersonic," kata Jemi.
Sebelumnya diberitakan, tak hanya di Solo, dentuman tersebut juga terdengar di berbagai wilayah lain, seperti Sragen, Karanganyar, dan Sukoharjo.
Di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Karanganyar, dentuman yang terjadi sekitar pukul 12.20 WIB itu membuat kaget ratusan orang di kantor.
Kerasnya dentuman membuat kaca di kantor Dispendukcapil Karanganyar sempat bergetar. (*)
Sumber : http://jogja.tribunnews.com/2016/08/30/mabes-tni-pastikan-suara-dentuman-keras-yang-bikin-geger-warga-solo-berasal-dari-f-16

Pesawat Tempur F/A-18C Angkatan Udara Swiss Hilang

Pesawat Tempur F/A-18C
Pesawat Tempur F/A-18C 
Militer Swiss telah meluncurkan pencarian pilot dan pesawatnya setelah pesawat tempur milik angkatan udara negara itu hilang selama latihan pada hari Senin (29/08).
Pesawat F/A-18C berkursi tunggal, hilang dekat Susten di Swiss tengah pada Senin sore, kata Kementerian Pertahanan Swiss.
Tempat kecelakaan diduga berada di wilayah pegunungan Alpine yang sulit untuk diakses, dengan cuaca buruk dan kegelapan menghambat upaya pencarian, tambahnya.
Panglima Angkatan Udara Swiss Letnan Jenderal Aldo Schellenberg mengatakan dalam konferensi media bahwa dia sangat terkejut dengan kejadian itu.
Ketika ditanya tentang kemungkinan kelangsungan hidup pilot, ia berkata: "Kami berharap dan berdoa," lapor kantor berita Swiss SDA.
Insiden itu bermula saat pesawat tersebut lepas landas dari pangkalan udara di Meiringen pada pukul 14:01 GMT sebagai pesawat kedua dalam latihan tersebut.
Kontak radio dengan pangkalan berhenti pada sekitar pukul 14:05 GMT, dan pesawat itu dinyatakan hilang.
Sebuah misi pencarian diluncurkan dengan helikopter, namun kemudian dibatalkan karena cuaca buruk. Dua tim pencari didarat juga sudah mulai mencari pilot dan pesawat, sementara itu penyelidikan atas dugaan kecelakaan tersebut kini sedang berlangsung.
Anggota keluarga pilot, yang tidak diinformasikan namanya, telah diberitahu dan sedang diurus oleh pihak militer.
Insiden ini merupakan kejadian ketiga kalinya Angkatan Udara Swiss kehilangan pesawat jet F/A-18 nya dalam tiga tahun terakhir. Seorang pilot terluka ketika sebuah pesawat sejenis jatuh pada Oktober 2015 di Perancis tenggara, sementara kejadian yang lain F/A-18 jatuh pada tahun 2013.
Pada awal tahun ini sebuah jet tempur demonstrasi udara Swiss F-5E bertabrakan dengan pesawat lain dan jatuh ke dalam kolam di Belanda utara menjelang pertunjukan udara.
Sumber : http://reuters.com/

Kepada Sekretaris AU AS, Marsekal Agus Jelaskan Alasan Indonesia Memilih Sukhoi

F-16 dan Sukhoi SU-30 TNI AU
F-16 dan Sukhoi SU-30 TNI AU

KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna menerima kunjungan kehormatan The United States Secretary of The Air Force Mrs Deborah Lee James di ruang tamu KSAU Mabes Cilangkap, Senin (29/8).
Deborah Lee James tiba di Mabesau disambut dengan pasukan jajar kehormatan Paskhas dan Wara.
Pada pertemuan tersebut, KSAU mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Indonesia telah lama bersahabat dan persahabatan ini terus bertambah erat hingga hari ini.
Pemerintah AS yang telah menyelenggarakan berbagai program pendidikan dan latihan yang diberikan lepada para personel Angkatan Udara Indonesia, antara lain : Air War College, Air Command and Staff College, Squadron Officer School, Flight Safety Course, dan banyak lagi lainnya.
Atas semuanya itu, KSAU atas nama Pemerintah Republik Indonesia dan segenap personel TNI Angkatan Udara, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya.
"Termasuk juga kerjasama dalam berbagai latihan, diskusi para ahli di beberapa bidang, kunjungan kehormatan, dan lain-lain. Saya yakin kerjasama ini dapat terus dikembangkan ke area yang lebih luas demi meningkatkan hubungan kerjasama yang saling menguntungkan," kata KSAU.
KSAU juga menjelaskan kepada Mrs Deborah kenapa Indonesia memilih Su-27 dan Su-30, karena ada embargo terhadap alutsista buatan Amerika pada saat itu.
Berkaitan dengan perkembangan beberapa program pembelian alutsista yang sedang berjalan, KSAU berharap bahwa Pemerintah Amerika dapat terus mendukung program regenerasi pesawat tempur F-16C/D Block 52ID, program Falcon Star/EMLU, serta program pengadaan rudal AMRAAM.
Harapan KSAU, Pemerintah Amerika Serikat dapat memberi prioritas kepada masalah tersebut sehingga program yang telah dijalankan dapat terlaksana sesuai kontrak yang ada.
Pada pertemuan tersebut, KSAU didampingi Irjenau, Koorsahli KSAU, para Asisten KSAU, Kadispenau, Kadisdikau dan Kadisaeroau.
Sumber : http://www.tribunnews.com/tribunners/2016/08/29/kepada-sekretaris-angkatan-udara-as-marsekal-agus-jelaskan-alasan-indonesia-memilih-sukhoi

Dapat Sanksi Rudal, Korut Balik Kecam DK PBB

Peluncuran Rudal Korea Utara
Peluncuran Rudal Korea Utara
Korea Utara (Korut) balik menyerang pernyataan Dewan Keamanan PBB yang mengecam peluncuran rudal balistik kapal selam pekan lalu.
Anggota tetap dan anggota tidak tetap DK PBB sepakat untuk menindak lanjut Korut terkait peluncuran rudal balistiknya tersebut.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korut menegaskan bahwa pernyataan PBB sebagai produk dari tindakan bandit Amerika Serikat (AS) dan AS mengabaikan bahwa itu 'melukai' Korut sendiri.
“Sekarang AS telah mengancam kehormatan dan hak eksistensi Korut, kami menantang peringatan seriusnya, Korut akan terus melakukan langkah dengan kekuatan militer penuh,” katanya, seperti dikutip AFP, Senin (29/8/2016).
“DPRK memiliki sarana substansial yang mampu mengurangi pasukan agresi di daratan AS dan drama operasi di Pasifik menjadi abu dalam sekejap,” lanjutnya.
Pemimpin Korut, Kim Jong-un mengatakan bahwa uji coba peluncuran rudal balistik dari kapal selam Korut merupakan kesuksesan terbesar, yang menempatkan daratan AS dan pasifik dalam jarak tembak.
Rudal itu ditembakkan dari kapal selam di pelabuhan Sinpo pada Rabu pekan lalu, dan terbang hingga 500 kilometer ke arah Jepang. Jarak ini lebih jauh dari yang pernah dicapai Korut sebelumnya.
Sementara Korut mengklaim bahwa peluncuran rudalnya sukses besar, Jepang meradang. Pasalnya, peluncuran rudal balistik kapal selam Korut tersebut memasuki zona identifikasi udara Jepang. Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe jelas mengutuk peluncuran tersebut.
Korut sendiri sudah berada di bawah sanksi PBB atas uji coba teknologi rudal balistik. Namun, seolah tak peduli, Korut terus melakukan serangkaian uji coba nuklir sejak Januari lalu.
Sumber : http://internasional.metrotvnews.com/asia/nN9GLw5k-dapat-sanksi-rudal-korut-balik-kecam-dk-pbb

Korsel dan AS Memperkuat Operasi Anti-kapal Selam di Perairan Korut

Operasi Anti-kapal Selam
Operasi Anti-kapal Selam 

Militer Korea Selatan dan Amerika Serikat akan menganalisis bersama dan saling berbagi data serta informasi lingkungan bawah laut di perairan Korea Utara. Diharapkan kemampuan operasi anti kapal selam dari kedua negara sekutu akan meningkat lagi. Kesepakatan kedua negara tersebut datang dari peningkatan tajam ancaman kapal selam dari Korea Utara, termasuk peluncuran rudal balistik dari kapal selam (SLBM) baru-baru ini.
Kapal selam di bawah laut, sangat sulit untuk dideteksi pergerakannya oleh musuh. Saat ini untuk mendeteksi kapal selam dari musuh tergantung pada sonar, artinya pengamatan dilakukan dengan pantulan suara disaat kapal selam berpindah. Namun gelombang bunyi yang dikirim oleh sonar berubah sejalan dengan perubahan lingkungan bawah laut. Maka dari itu, ketepatan data dari lingkungan bawah laut sangatlah penting untuk mendeteksi gelombang bunyi.
Komite Kerja Sama Korea Selatan dan AS untuk pertempuran melawan kapal selam telah menyepakati bahwa keduanya akan saling berbagi data dari lingkungan bawah laut. Komite tahunan itu dibentuk tahun lalu untuk memperkuat kemampuan pertempuran gabungan melawan kapal selam, sejalan dengan pengembangan SLBM Korea Utara yang sudah semakin nyata. Pertemuan yang kedua dari komite tersebut di bulan Juni lalu dihadiri oleh Komandan Stategi AL Korsel dan Komandan Armada ketujuh AS. Armada ketujuh AS yang menguasai wilayah Pasifik Barat dan Asia Timur, tetap menempatkan 8 hingga 12 unit kapal selam nuklir yang tengah mengumpulkan data dari lingkungan bawah laut di perairan Korea Utara.
AL Korea Selatan dan AS berkali-kali melakukan latihan untuk menanggulangi ancaman kapal selam Korea Utara setiap tahun. Dilaporkan latihan tersebut akan lebih terfokus pada mendeteksi, melacak dan menembak kapal selam Korea Utara yang mengangkut rudal balistik. Sementara itu, pihak militer Korea Selatan telah merampungkan proyek pembangunan sistem pendeteksi kapal selam Korea Utara di sekitar garis perbatasan utara (NLL). Proyek itu telah dikerjakan menyusul tenggelamnya kapal laut Korea Selatan Cheonan oleh Korea Utara.
Sumber : http://world.kbs.co.kr/indonesian/news/news_newsthema_detail.htm?No=10059424

Hadapi Tiongkok, MIliter Jepang Minta Rudal F-15 Ditambah

Pesawat Tempur F-15 Jepang
Pesawat Tempur F-15 Jepang
Kementerian Pertahanan Jepang kemungkinan akan meminta alokasi anggaran untuk Angkatan Udara agar pesawat tempur F-15 mereka bisa membawa lebih banyak rudal, menurut keterangan sumber-sumber yang dikutip Nikkei.
Saat ini, menurut media tersebut, Pasukan Bela Diri Jepang makin sering menghadapi provokasi udara oleh Tiongkok.
Kementerian Pertahanan Jepang ingin agar jumlah rudal udara-ke-udara F-15 bisa digandakan menjadi 16, dan juga tambahan anggaran untuk perawatan pesawat.
Anggaran tambahan itu diharapkan bisa dialokasikan mulai tahun fiskal yang dimulai April mendatang.
Menurut berita Nikkei, jumlah pesawat tempur Tiongkok terus meningkat, demikian juga dengan provokasi oleh negara itu di atas kepulauan yang menjadi sengketa.
Jepang menyebut kepulauan itu Senkaku, sementara Tiongkok menamakannya Diaoyu.
Angkatan Bela Diri Jepang saat ini memiliki 200 F-15 generasi keempat yang diproduksi perusahaan Amerika Serikat, Boeing.
Belakangan ini mereka juga lebih sering menerbangkan jet tempur untuk merespons manuver Tiongkok. Tercatat ada 199 kali penerbangan antara April sampai Juni 2016, atau naik 75% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Saat ini, tulis Nikkei, pesawat-pesawat Tiongkok terbang lebih jauh ke selatan dan makin dekat dengan kepulauan sengketa.
"Karena jarak jelajah pesawat militer Tiongkok makin jauh, mereka juga makin dekat ke teritori kita," kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan Jepang yang tidak disebutkan namanya.
Januari lalu, Pasukan Bela Diri Jepang memindahkan skuadron dari pangkalan udara Tsuiki di Perfektur Fukuoka ke pangkalan Naha, Okinawa, sehingga menambah jumlah pesawat tempur di sana menjadi 40.
Pada akhir tahun fiskal 2017, Pasukan Bela Diri Jepang akan mengerahkan pesawat-pesawat generasi kelima F-35, jet tempur dengan teknologi anti radar atau stealth buatan Amerika.
Namun gelombang pertama jet-jet tempur F-35 itu akan lebih dulu ditempatkan di pangkalan Misawa, Perfektur Aomori, di ujung utara daratan utama Jepang. Pangkalan tersebut saat ini dibagi bersama dengan Amerika Serikat.
Sumber : http://www.beritasatu.com/dunia/382458-hadapi-tiongkok-militer-jepang-minta-rudal-f15-ditambah.html

Story : Kiprah Tempur Empat Bronco dalam Operasi Tumpas di Irian Barat

OV-10 Bronco
OV-10 Bronco 
Operasi Tumpas untuk melumpuhkan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) digelar pada tahun 1977 di tanah Irian. Pada saat Operasi Tumpas digelar, ketika itu hawa Seroja di Timor Timur (sekarang Timor Leste) masih sedang hangat-hangatnya di tahun 1976 hingga pertengahan tahun 1977. Ketika itu juga Kapten Pnb M Koesbeni sang penunggang ‘Kuda Liar’ OV-10 Bronco yang saat sedang melakukan Operasi di Timor Timur, ditugaskan untuk mengemban misi Operasi Tumpas ke Irian. Misi Operasi Tumpas yang ia lakukan berlangsung selama tiga bulan sebelum akhirnya ia kembali lagi mendukung kelancaran misi di Timor Timur.
Sebanyak empat unit kekuatan Bronco (OV-10F Bronco seri yang dimiliki TNI AU) dikerahkan untuk bertempur mendukung kelancaran Operasi Tumpas di tanah Irian melumpuhkan OPM. “Kira-kira itu selama tiga bulan, tiga bulan selesai, empat Ov-10 Bronco dikerahkan. Setelah itu, selesai, kembali lagi ke Timor. Jadi ada dua spot kan, di Timor dan di Irian,” terang Marsekal Muda (Pur) M Koesbeni kepada Pimpinan Redaksi Majalah Angkasa Beny Adrian dan Reporter Fery Setiawan saat ditemui di kediamannya, Kamis (25/8).
Kekuatan pasukan OPM kala itu sulit dijangkau karena mereka bersembunyi di lebatnya hutan Irian. Untuk mendukung keberhasilan misi tersebut, pasukan Sandi Yudha atau Kopassandha (sekarang Kopassus) diterjunkan ke medan pertempuran menggunakan helikopter. Untuk meraih kemenangan pertempuran dengan medan yang sulit itu, digunakanlah taktik pertempuran hit and run.
Helikopter menyerang lebih dahulu dari udara untuk memecah barisan OPM sebelum Kopassandha diterjunkan. Setelah Kopassandha berhasil turun, mereka langsung bergerak melumpuhkan kekuatan OPM. Selesai melumpuhkan, Kopassandha pun dijemput kembali dengan helikopter untuk diterjunkan pada beberapa lokasi pertempuran lainnya di hutan.
Operasi Tumpas yang digelar di Irian ini merupakan Operasi Gabungan antara Angkatan Udara (AU) bersama Angkatan Darat (AD). Angkatan Udara berperan memberikan Bantuan Tembakan Udara (BTU) dan Serangan Udara Langsung (SUL). “Tapi SUL mereka senjatanya enggak berapi (senjata api), mereka senjatanya hanya model seperti bedil, tombak atau parang,” jelas mantan Pangkohanudnas periode 1997-1999 kepada Angkasa.
Diungkapkan olehnya, bahwa yang menjadi sektor pertempuran pada Operasi Tumpas adalah Bokondini dan Waris. Wamena sendiri pun kondisinya sangat rawan dan tidak aman, sehingga tidak memungkinkan untuk dijadikan base di sana. Maka Jayapura yang dijadikan base untuk keempat Bronco, karena kondisinya lebih stabil di sana.
“Kita sektor Operasi antara lain di Waris, Wamena, Bokondini, itu landasan-landasan pesawat untuk perintis kita amankan di sana. Total ada lima sektor operasi yang kita amankan, jadi pesawat (OV-10 Bronco) bisa mendarat,” tuturnya.
Saat menjalankan Operasi Tumpas tersebut tidak ada Bronco yang tertembak, hal tersebut dikarenakan ketika mereka (OPM) mendengar suara mesin Bronco, mereka langsung keluar dari Honai (rumah adat Irian Jaya) sambil teriak-teriak ketakutan dan lari berhamburan. Suara bising mesin Bronco sanggup memberikan deterrent effect terhadap mereka, sehingga menguntungkan dan memudahkan TNI dalam melumpuhkan kekuatan mereka (OPM). (Fery Setiawan & Beny Adrian)
Sumber : http://angkasa.co.id/

Antonov An-178 Lulus Uji Angkut Tiga HMMWV M1097A2

Antonov An-178 Lulus Uji Angkut Tiga Humvee
Antonov An-178 Angkut Tiga Humvee
UkrOboronProm SE "Antonov" merilis foto dari pesawat angkut menengah Antonov An-178 yang tengah menjalani uji coba pemuatan tiga kendaraan HMMWV (High Mobility Multipurpose Wheeled Vehicle) M1097A2.
Uji coba tersebut adalah demonstrasi pertama kemampuan angkut kargo Antonov An-178 dengan menggnakan pesawat yang sebenarnya. Dalam laporannya, kemampuan bongkar muat pesawat, penempatan kargo dan mooring kendaraan pada kargonya teruji dengan baik.
An-178 adalah pesawat angkut menengah jarak pendek yang saat ini sedang dikembangkan oleh Antonov, sebuah perusahaan yang berbasis di Ukraina. Prototipe pertama An-178 telah melakukan roll-out di Kyiv pada tanggal 16 April 2015. Pesawat angkut baru Ukraina ini memiliki kapasitas muatan maksimum 18.000 kg.
Pengembangan dan sertifikat program An-178 ditandai dengan pencapaian baru; 160 jam terbang dan 100 penerbangan uji. Pesawat ini dapat membawa 99 pasukan, 80 pasukan payung atau mengevakuasi 70 personil yang sakit dan terluka. Pesawat ini dapat digunakan dalam berbagai misi termasuk dukungan logistik pasukan, penerjunan kargo dengan parasut pada platform atau penerjunan pasukan, membawa personil terluka, dan angkut kendaraan ringan. Pesawat ini juga dapat digunakan untuk mengangkut dan mengirimkan peralatan dan mesin.
Perusahaan Antonov telah mencapai kesepakatan kontrak untuk memasok pesawat terbang An-178 ke Irak dan Azerbaijan.
Sumber : http://defence-blog.com/

Baku Tembak dengan Abu Sayyaf, 12 Tentara Filipina Tewas

Tentara Filipina
Tentara Filipina
Baku tembak antara pasukan Filipina dan kelompok militan Abu Sayyaf di Patikul, Provinsi Sulu berakhir dengan tewasnya 12 tentara dan lima lainnya mengalami luka-luka. Bentrokan pada Senin sore itu berlangsung selama sekira satu setengah jam.
Keterangan juru bicara Komando Mindanao Barat militer Filipina, Mayor Filemon Tan yang dikutip Inquirer, Senin (29/8/2016) menyebutkan tentara dari Batalion Infantri ke-35 Filipina terlibat baku tembak dengan sekira 70 orang militan Abu Sayyaf di Barangay Maligay. Kontak senjata dengan milisi pimpinan Radulan Siharon itu berlangsung dari pukul 4.30 sore hingga pukul 6 sore waktu setempat.
Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/08/29/18/1476198/baku-tembak-dengan-abu-sayyaf-12-tentara-filipina-tewas

Cara Helikopter AS565 MBe Panther TNI AL Menghancurkan Kapal Selam Lawan

Helikopter AS565 MBe Panther TNI AL
Helikopter AS565 MBe Panther TNI AL 
Akhir tahun ini unit perdana helikopter AS565 MBe Panther pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI untuk TNI AL akan diserahkan kepada user, yakni Puspenerbal (Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut). Menurut kabar helikopter Panther batch pertama kini sedang dalam proses perakitan di PT Dirgantara Indonesia. Meski sudah banyak ulasan tentang sosok helikopter besutan Airbus Helicopters ini, rasanya masih menarik perhatian adalah bagaimana cara Panther dalam melumat kapal selam lawan.
Dirunut dari konsep gelar tempurnya, AS565 MBe Panther akan menjadi sistem senjata armada terpadu pada kapal perang TNI AL, dalam melaksanakan misi AKS (Anti Kapal Selam), Panther memang disiapkan untuk lepas landas dan mendarat dari kapal perang jenis korvet dan frigat. Meski dalam operasinya mendapat ‘panduan’ awal dari sistem sensor dan radar kapal perang, namun AS565 MBe Panther saat sudah mengudara dapat menjalankan peran detection, re-localization, dan stand off attack.
Ketika sensor sonar pada kapal perang carrier mendapatkan potensi ancaman dari kehadiran kapal selam, maka AS565 MBe Panther akan diterbangkan ke area yang diduga terdapat (dilalui) kapal selam lawan. Namun mengingat posisi kapal selam bergerak dinamis di bawah permukaan, maka diperlukan deteksi dan re-localization keberadaan kapal selam, modus ini dijalankan guna memutakhirkan data dan mendapatkan posisi sasaran agar lebih presisi. Nah, untuk deteksi dan re-localization ini ada dua model yang bisa dijalankan oleh AS565 MBe Panther .
1. Menggunakan Sonobuoy
Perangkat sonobuoy dilepaskan dari helikopter lewat parasut, terdiri dari UHF (ultra high frequency) buoy dan VHF (very high frequency) buoy. Sinyal sonar dari sonobuoy inilah yang akan menjadi sensor penciuman Panther pada keberadaan kapal selam. Dalam aksi ini, Panther meluncurkan sonobuoy aktif dan pasif. Empat sinyal yang didapat dari sonobuoy dapat diproses secara simultan on board oleh awak helikopter.
Bila sasaran sudah terdeteksi, dan awak helikopter telah mendapat otoritas untuk penghancuran, tahap selanjutnya tinggal AS565 MBe Panther meluncurkan torpedo. Namun cara Namun penggunaan sonobuoy untuk deteksi dan re-localization dipandang kurang praktis, maklum ada tahapan untuk ‘memungut’ buoy yang sudah tak digunakan dari permukaan laut.
2. Menggunakan Dipping Sonar
Inilah cara yang dipilih TNI AL untuk peran AKS AS565 MBe Panther, dipping sonar alias sonar celup dipandang lebih praktis dan modern ketimbang sonobuoy, perangkat sonar cukup diturunkan lewat kabel hook dari helikopter, dan bila misi deteksi dan re-localization sudah rampung, selanjutnya sonar tinggal ditarik kembali.
AS565 MBe Panther TNI AL akan dilengkapi dipping sonar L-3 Ocean Systems DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS). Selama ini teknologi HELRAS sudah banyak dipakai dalam platform AKS di negara-negara NATO. Sonar ini dapat beroperasi optimal di area laut dangkal dan laut dalam. HELRAS menggunakan frekuensi rendah dengan resolusi tinggi pads sistem Doppler dan rentang gelombang panjang untuk mendeteksi keberadaan kapal selam dari jarak jauh.Khususnya dengan perangkat DS-100, dirancang ideal untuk melakukan redetection, melokalisir sasaran, dan melancarkan serangan torpedo di perairan dalam dan dangkal.
Cara operasi HELRAS DS-100 dengan diturunkan dari helikopter hingga masuk ke permukaan air. HELRAS DS-100 terdiri dari tujuh elemen proyektor dan delapan lengan hidrolik yang dapat dibentangkan hingga 2,6 meter saat digunakan. DS-100 mampu beroperasi di kedalaman 500 meter dan memiliki Figure Of Merit (FOM) untuk mencapai konvergensi zona deteksi. DS-100 berjalan dengan frekuensi rendah 1.38 Khz menggunakan transduser eksklusif, mengurangi kontaminasi gema dari sinyal yang diterima, dan interoperabilitas dengan sonars kapal dan sonobuoys dalam pekerjaan bistatic atau multistatic.
Sementara untuk misi menghancurkan kapal selam, dalam kesepakatan Panther TNI AL juga akan dipasang sistem peluncur torpedo, sistem peluncur ini disiapkan untuk menghantarkan jenis torpedo Raytheon MK46 atau Whitehead A244/S. Kedua torpedo tersebut kebetulan sudah sejak lama dimiliki TNI AL.
Di dunia, TNI AL akan menjadi negara pertama yang menerima varian MBe, menyusul kemudian AL Meksiko. Sebelum Panther, Puspenerbal TNI AL pernah menggunakan helikopter AKS jenis Westland Wasp dan Mi-4 Hound. (Gilang Perdana)
Sumber : http://www.indomiliter.com/beginilah-cara-helikopter-as565-mbe-panther-tni-al-menghancurkan-kapal-selam-lawan/

Iran Sebar Sistem Rudal S-300 Rusia ke Situs Nuklir Fordo

Sistem Rudal S-300 Rusia
Sistem Rudal S-300 Rusia
Militer Iran telah menyebarkan sistem rudal jarak jauh defensif S-300 buatan Rusia ke fasilitas nuklir Fordo. Stasiun televisi Pemerintah Iran melaporkan, penyebaran sistem rudal pertahanan S-300 itu untuk melindungi fasilitas nuklir Fordo.
Komandan Pertahanan Udara Militer Iran, Jenderal Farzad Esmaili, mengatakan, perlindungan terhadap fasilitas nuklir adalah yang terpenting dalam segala situasi.
”Hari ini, langit Iran adalah salah satu yang paling aman di kawasan itu,” katanya, seperti dikutip media Iran, IRIB, Senin (29/8/2016).
Stasiun televisi Pemerintah Iran juga menayangkan sebuah video yang menunjukkan sebuah truk pengangkut S-300 di Fordo. Persenjataan counter-strike lainnya juga dikerahkan di situs nuklir Fordo.
Video itu ditayangkan satu jam setelah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyampaikan pidato kepada para komandan angkatan udara, termasuk Jenderal Esmaili. Dalam pidatonya, Khamenei menekankan bahwa kekuatan militer Iran hanya dibolehkan untuk tujuan defensif saja.
”Menentang sistem S-300 atau situs Fordo adalah contoh dari kekejaman musuh,” kata Khamenei.
Khamenei menuduh AS berupaya membuat Iran tak berdaya dengan mencegah Teheran memperoleh sistem rudal pertahanan S-300 Rusia.
”S-300 sistem adalah sistem pertahanan, bukan untuk menyerang. tetapi Amerika (Serikat) melakukan hal yang terbaik agar Iran tidak mendapatkan itu,” lanjut Khamenei.
Situs nuklir Fordo dibangun menjadi sebuah situs mirip gunung di dekat Kota Qom. Situs itu sudah menghentikan pengayaan uranium sejak Iran melaksanakan kesepakatan nuklir, hasil perjanjian dengan enam negara kekuatan dunia, yakni Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China.
Di bawah kesepakatan bersejarah itu, Iran bersedia membongkar sebagian dari 19.000 sentrifugal—mesin putar raksasa untuk memperkaya uranium—dan mempertahankan sekitar 5.000 unit sentrifugal aktif untuk tujuan penelitian.
Sumber : http://international.sindonews.com/read/1134834/43/iran-sebar-sistem-rudal-s-300-rusia-ke-situs-nuklir-fordo-1472438985

CIWS Berbasis Darat Tiongkok LD2000

CIWS LD2000 (LuDun-2000)
CIWS LD2000 (LuDun-2000) 
LD2000 (LuDun-2000) adalah sistem senjata pertahanan udara anti-pesawat berbasis darat yang dirancang, dikembangkan dan diproduksi oleh perusahaan pertahanan Tiongkok NORINCO (China North Industries Corporation). Sistem ini ditampilkan pada pameran pertahanan IDEX pada tahun 2005. Aset darat modern yang penting kini rentan terhadap peningkatan jumlah ancaman senjata presisi berpemandu dan serangan udara lainnya, khususnya ancaman dari rudal jelajah. Menanggapi hal tersebut, NORINCO mengembangkan solusi yang unik dan efektif untuk ancaman ini, Close-In Weapon System LD2000 berbasis darat yang dibuat berdasarkan CIWS aplikasi laut yang telah terbukti.
LD2000 adalah sistem senjata yang efektif dan efisien untuk pertahanan udara jarak sangat dekat (close-in) dalam berbagai skenario. Dengan daya tembak yang sangat akurat dan kemampuan menghadapi banyak sasaran. LD2000 yang mencapai kemungkinan perkenaan yang memuaskan terhadap sasaran rudal jelajah yang terbang dalam ketinggian rendah dan berkecapatan tinggi. Sistem ini juga sangat mampu mengintersep pesawat terbang berketinggian rendah dan UAV. LD2000 dapat mengintersep sasaran terbang dengan kecepatan Mach 2 atau kurang. Sistem ini memiliki waktu reaksi 9,8 detik dan kemampuan untuk melacak hingga 48 sasaran.
LD2000 ini dilengkapi dengan turret besar yang dikendalikan dari jarak jauh yang dipasang di bagian belakang chassis truk 8x8. Turret ini dipersenjatai dengan meriam 30 mm tujuh laras Type 730B. Meriam ini dapat menembakkan amunisi Armour Piercing Discarding Sabot (APDS) dan High Explosive Incendiary (HEI) dengan rate of fire yang dapat dipilih hingga maksimum 4.200 peluru/menit. Sistem ini dilengkapi dengan radar pencari (search radar) yang canggih C-band, radar penjejak (tracking radar) Ku-band dan sistem penjejakan TV/IR pelacakan yang menampilkan fitur closed-loop calibration technology, yang menjamin deteksi dan engagement sasaran dalam segala cuaca secara full otomatis. LD2000 dapat menembakkan amunisi APDS tungsten dan amunisi HEI untuk meningkatkan penghancuran sasaran senjata udara. Satu perkenaan langsung proyektil APDS akan meledakkan hulu ledak sasaran senjata udara-ke-darat yang datang.
Dengan jarak engagement hingga 3,5 km, LD2000 secara efektif meciptakan payung pelindung di sekitar objek yang akan dipertahankan. Tugas sistem ini adalah untuk mencapai mission-kill terhadap setiap ancaman udara yang masuk payung pelindung ini, antara lain amunisi presisi berpemandu, rudal udara-ke-darat, UAV, helikopter serang, dan lain-lain. Meriam 30mm tujuh larasnya ditenagai oleh pembangkit daya eksternal, dengan rate of fire maksimum 4.600 - 5.800 peluru/menit. Terdapat dua magazin silindris masing-masing berisi 500 peluru pada kedua sisi meriam. Sebuah versi baru dari LD2000 dilengkapi dengan enam tabung peluncur untuk rudal permukaan-ke-udara TY-90 yang dipasang di setiap sisi turret.
LD2000 ini ditempatkan pada chasis truk militer 8x8 WS-2400 dengan kabin awak di bagian depan, shelter tertutup untuk operator penembak terletak di bagian belakang kabin awak, dan turret senjata terletak pada ujung chassis truk. Sebuah radar penjejak Type 347G yang memiliki jangkauan 12 km dipasang di atap turret meriam, bersama dengan sistem penglihatan siang hari/thermal, yang juga menggabungkan sistem pengukur jarak laser. Meriam dioperasikan oleh penembak dalam modul tertutup di belakang kabin. Sebuah radar pencari sasaran ketinggian rendah dipasang di atas sebuah tiang yang terletak di bagian atas shelter operator. Dalam posisi menembak, dua stabilisator hidrolik diturunkan ke tanah pada setiap sisi chassis truk.
Truk WS2400 ini ditenagai oleh mesin diesel Deutz turbocharged, dengan daya 517 hp yang diproduksi di bawah lisensi di Tiongkok. Truk ini dilengkapi dengan central tyre inflation system. Tekanan udara dalam ban dapat disesuaikan oleh pengemudi saat kendaraan sedang bergerak. WS2400 dapat berjalan pada kecepatan maksimum 75 km/jam dengan daya jelajah maksimum 650 km.
Sistem LD2000 meliputi unit tempur yang terdiri dari Kendaraan Intelijen & Komando (Intelligence & Command Vehicle - ICV) dan hingga delapan Kendaraan Tempur (Combat Vehicle - CV), didukung oleh Kendaraan Pasokan Amunisi (Ammunition Supply Vehicle - ASV) dan kendaraan dukungan tempur lainnya. Selain konfigurasi dasar yang siap pakai dan konfigurasi lengkapnya, LD2000 juga dapat ditingkatkan menjadi sistem pertahanan udara meriam-rudal terintegrasi multi-layer.
Sumber : http://armyrecognition.com/

Tiongkok Dirikan Pabrik Mesin Pesawat Baru

Aero Engine Corporation of China (AECC)
Aero Engine Corporation of China (AECC)
Tiongkok mendirikan perusahaan milik negara pembuat mesin pesawat Aero Engine Corporation of China (AECC) pada hari Minggu (28/08). Didirikan di Beijing, AECC menerima investasi dari Dewan Negara, Pemerintah Kota Beijing, Aviation Industry Corporation of China (AVIC) dan Commercial Aircraft Corporation of China, dengan modal terdaftar senilai 50 miliar yuan (7,5 miliar dolar AS).
Pendirian AECC ini merupakan langkah strategis yang akan meningkatkan industri penerbangan dan mendorong modernisasi militer, kata Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam sebuah instruksi tertulis yang dibacakan pada upacara pendirian perusahaan. Perusahaan ini memiliki 96.000 karyawan.
Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan dalam instruksi tertulis bahwa mesin pesawat adalah produk canggih dari industri manufaktur peralatan. Terobosan pada bidang ini akan memiliki nilai yang besar untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan militer Tiongkok dan kekuatan nasional secara keseluruhan.
Meskipun Tiongkok telah membuat prestasi yang luar biasa dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan industri manufaktur, mesin pesawat masih menjadi salah satu dari beberapa bidang di mana negara ini masih tertinggal dari negara-negara maju lainnya.
Tiongkok akan meluncurkan sedikitnya 100 proyek utama selama 15 tahun ke depan untuk meningkatkan kemampuan teknologi negara itu dan untuk meningkatkan penghidupan masyarakat, menurut Rencana Lima Tahun ke-13 yang diluncurkan awal tahun ini. Mesin pesawat dan mesin turbin gas termasuk di antara 10 proyek teratas dari 100 proyek tersebut.
Sumber : http://airrecognition.com/

Dua Kapal Perang Singapura Bersandar di Tanjung Priok

 RSS Valiant FSGM-91 dan RSS Vigour FSGM-92
 RSS Valiant FSGM-91 dan RSS Vigour FSGM-92 
Dua kapal perang Angkatan Laut Singapura bersandar di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin.
Kedatangan RSS Valiant FSGM-91 dengan komandan kapal LTC Alex Ang dan RSS Vigour FSGM-92 dengan komandan kapal LTC Wong Cing Tong dalam pelayaran muhibah ke Jakarta selama tiga hari itu disambut oleh Kepala Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Kafasharkan) Jakarta Kolonel Laut (T) Suhariyanto dalam suatu upacara kehormatan.
Kadispen Lantamal III, Mayor Laut (KH) Ign M Pundjung T, mengatakan, kunjungan dua Kapal Perang Angkatan Laut Singapura di bawah pimpinan Commander First Flotilla/Commanding Officer Missile Corvette Squadron Republik Of Singapura Navy, Colonel Ong Chee Wei bertujuan untuk meningkatkan hubungan persahabatan yang sudah terjalin dengan baik selama ini.
"Ini juga mempererat kerja sama antara Angkatan Laut Indonesia dengan Angkatan Laut Singapura," kata Kadispen Lantamal III.
Hadir pada acara penyambutan kapal asing tersebut antara lain Asisten Personil (Aspers) Danlantamal III Kolonel Laut (P) Untung S, Asisten Operasi (Asops) Danlantamal III Letkol Laut (P) Teddie Bernard Hernawan, SE, dan Assistant Defence Attache Singapore LTC George Goh.
RSS Valiant dan RSS Vigour merupakan kapal perang kelas Victory jenis korvet dengan bobot 605 ton, panjang 62,4 meter, lebar 8,5 meter, draft 3,1 meter dan kecepatan maksimal 35 knot, serta dilengkapi dengan berbagai persenjataan dan peralatan lengkap.
Kedatangan dua Kapal Angkatan Laut Singapura yang dijadwalkan berada di Jakarta sampai tanggal 31 Agustus 2016 itu disambut dengan kesenian Tari Piring dari daerah Padang, Sumatera Barat.
Kegiatan yang telah direncanakan selama berada di Jakarta antara lain akan mengadakan kunjungan resmi kepada Pangarmabar dan Walikota Jakarta Utara serta acara Coctail Party di kapal.
Sumber : http://www.antaranews.com/berita/581456/dua-kapal-perang-singapura-bersandar-di-jakarta

Pasukan Perlawanan Palestina Tembak Jatuh Drone Israel

Drone Israel
Drone Israel
Ezzedeen al-Qassam, salah satu pasukan perlawanan Palestina dilaporkan telah menembak jatuh sebuah pesawat nirawak atau drone milik militer Israel. Drone tersebut, menurut laporan media setempat, ditembak jatuh semalam di atas wilayah Beit Hanoun.
Media Palestina, Al-Anam yang mengutip sumber-sumber lokal mengatakan, Ezzedeen al-Qassam memang telah mengincar drone miliki Israel tersebut. Dan semalam, saat drone itu kembali melintas di atas Beit Hanoun, Ezzedeen al-Qassam langsung menjatuhkannya.
Namun, seperti dilansir Tasmin News pada Minggu (28/8), militer Israel membantah kabar tersebut. Militer Israel dalam sebuah pernyataan mengatakan, tidak ada satupun drone mereka yang hilang, baik karena kecelakaan atau ditembak jatuh.
Ini bukan pertama kali Ezzedeen al-Qassam, yang merupakan sayap militer Hamas menembak jatuh drone Israel. Pada September 2015, kelompok itu melaporkan bahwa anggotanya telah merebut drone Israel, setelah ditembak jatuh di pinggiran kota Beit Lahia di bagian utara Jalur Gaza.
Sementara itu pada bulan Juli 2015, Hamas mengumumkan bahwa pesawat tak berawak lain telah jatuh di Gaza utara. Hamas menambahkan, pejuang gerakan telah berhasil memulihkan potongan kendaraan udara tak berawak dan merakit kembali pesawat tersebut.
Sumber : http://international.sindonews.com/read/1134760/43/pasukan-perlawanan-palestina-tembak-jatuh-drone-israel-1472391504

AS Cari Cara Tembak Jatuh Rudal Nuklir Hipersonik Rusia

Rudal Nuklir Hipersonik Rusia
Rudal Nuklir Hipersonik Rusia
Pentagon Amerika Serikat (AS) sedang mencari cara untuk menembak jatuh rudal nuklir hipersonik Rusia. Hal itu diungkap ahli pertahanan Lockheed Martin.
Laporan itu muncul setelah pada awal pekan ini seorang pejabat industri pertahanan Rusia mengungkapkan rencana Moskow untuk menyebarkan rudal nuklir hipersonik pada tahun 2020.
Washington yang merasa terancam bekerja keras mencari teknologi perisai rudal pertahanan yang mampu menembak jatuh senjata revolusioner yang dikembangkan Rusia itu.
Salah satu cara yang kemungkinan dijajaki AS adalah memodifikasi sistem rudal pertahanan Terminal High-Altitude Area Defense versi Extended-Range atau THAAD-ER. Selain itu, senjata laser bertenaga tinggi juga berpotensi dipilih Pentagon.
Pihak Pentagon Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) telah memulai proses penawaran untuk menemukan sebuah sistem yang mampu mencegat ratusan pesawat tak berawak dan sistem rudal.
AS juga disebut sedang mengembangkan rudal dan kendaraan ruang angkasa hipersonik. Orang dalam industri pertahanan AS mengatakan bahwa berbagai upaya itu sebenarnya untuk melawan superioritas militer Rusia yang terus tumbuh.
”Program AS didanai pada level rendah dan mungkin tidak pernah benar-benar akan dikerahkan,” kata mantan pembuat kebijakan strategis Pentagon, Mark Schneider.”Tidak seperti rudal hipersonik Rusia, sistem senjata AS tentu saja tidak akan mampu di bawah kebijakan saat ini.
Direktur Tactical Missiles Corporation, Boris Obnosov, memiliki espektasi yang tinggi pada generasi persenjataan hipersonik Rusia. ”Sudah jelas bahwa dengan kecepatan tersebut, ketika rudal akan mampu terbang melalui atmosfer pada kecepatan tujuh sampai 12 kali kecepatan suara, semua sistem pertahanan (pesawat) akan melemah,” ujarnya.
Komandan Komando Strategis A, Cecil Haney, setuju dengan peringatan senjata hiperosnik Rusia yang disampaikan Obnosov.”Teknologi kendaraan hyper-glide dapat mempersulit penginderaan dan pendekatan defensif,” katanya, seperti dikutip dari Sputniknews, Minggu (28/8/2016).
Sumber : http://international.sindonews.com/read/1134617/42/as-cari-cara-tembak-jatuh-rudal-nuklir-hipersonik-rusia-1472338324

Radar Acak