Penyematan Brevet Cakra Jadi Kebanggaan Prajurit Kostrad

 Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi
 Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi

Panglima Kostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi memimpin Upacara Penutupan Latihan Standarisasi Prajurit Kostrad Gel.II, Tradisi Pembaretan dan Penyematan Brevet Cakra Tahun 2016, bertempat di daerah latihan Kostrad, Pantai Palangpangan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (30/10/2016).
Kegiatan tersebut sebagai bentuk pengukuhan dan penerimaan para prajurit terpilih TNI AD menjadi bagian dari keluarga besar Kostrad. Sebelumnya mereka telah mengikuti serangkaian kegiatan latihan dan pembinaan Tradisi. Pada kesempatan tersebut Pangkostrad menyematkan Brevet Cakra kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono.
”Terima kasih atas semangat dan kerja keras yang ditunjukkan oleh para prajurit Kostrad dalam mengikuti dan menyelesaikan Latihan Standarisasi Prajurit Kostrad Gelombang II. Saya yakin bahwa apa yang telah ditempuh dalam rangka mencapai standarisasi kemampuan khusus yang dituntut bagi setiap prajurit Kostrad," jelas Pangkostrad.
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) mengapresiasi upaya yang sudah dilaksanakan Pangkostrad dalam menyelenggarakan Latihan Standarisasi Prajurit Kostrad sehingga prajurit yang masuk ke satuan di jajaran TNI AD benar-benar siap dan memiliki kemampuan sesuai dengan yangg diharapkan. (*)
Sumber : http://krjogja.com/web/news/read/14217/Penyematan_Brevet_Cakra_Jadi_Kebanggaan_Prajurit_Kostrad

Kapal Perang KRI Teluk Bintuni Bawa 190 Peserta Lattek

KRI Teluk Bintuni
KRI Teluk Bintuni 

Kapal perang terbaru milik TNI AL, KRI Teluk Bintuni 520 membawa 190 peserta Latihan Teknik (Lattek) Wira Jala Yudha IV tahun 2016, sandar di dermaga Layang Markas Komando (Mako) Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI), Minggu 30/10/2016.

Kedatangan kapal perang yang di Komandani Lekol Laut (P) Ahmad Muharram di Kota Anging Mamiri disambut Asisten Operasi (Asops) Danlantamal VI Kolonel Laut (P) Anang Nurjatmiko didampingi Kadis/Kasatker Lantamal VI.
Kapal perang buatan anak bangsa ini membawa 190 siswa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal), diantaranya 50 siswa Pendidikan Pertama Perwira (Dikmapa) Prajurit Karir( PK) XXIII dan 140 siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) PK XXXVI serta didampingi 36 orang tim satgas dalam rangka Latihan Praktek (Lattek) Siswa Kodiklatal, dalam praktek pelayaran bersama Wira Jala Yudha IV tahun 2016.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Lattek Pelayaran Siswa Kodiklatal Letkol Laut (P) Agustinus mengatakan Tujuan dari latihan praktek pelayaran bersama Wira Jala Yudha IV tahun 2016 ini merupakan kegiatan memperkenalkan kepada para siswa Pendidikan Pertama Perwira (Dikmapa) dan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) tentang ilmu kepelautan serta melaksanakan operasi militer selain perang yaitu Bakti sosial.
Rencana siswa Kodiklatel yang dulunya bernama Kobangdikal, akan berada di Makassar selama tiga hari, dan akan melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya Kunjungan kehormatan ke pemerintah daerah serta bakti sosial dan bakti sosial kesehatan seperti donor darah, pengobatan gratis, Bersih pantai, penanaman pohon serta penyuluhan ke sekolah-sekolah
Sumber : http://news.rakyatku.com/read/26118/2016/10/31/kapal-perang-kri-teluk-bintuni-bawa-190-peserta-lattek

Pengamat: AS Akan Selalu Menghindari Persaingan Terbuka dengan China

Amerika Serikat - China
Amerika Serikat - China

Pengamat politik luar negeri asal Indonesia, Arya Sandhiyudha menilai hubungan Amerika Serikat dan China pascapilpres AS 8 November mendatang tidak akan membawa perubahan berarti. Baik dalam kerjasama maupun perseteruan di antaranya.
“Kedua negara dalam beberapa aspek sudah menjalin kerjasama militer, maka dalam aspek keamanan keduanya diprediksi akan selalu berada pada spektrum kebijiakan yang medioker alias di tengah-tengah saja,” terangnya kepada Okezone, Minggu (30/10/2016).
Berdasarkan situasi di atas, Arya meyakini AS akan selalu menghindari kompetisi atau persaingan terbuka dengan mitra ekonominya di Asia tersebut. Lulusan program doktoral ilmu politik dan hubungan internasional di Fatih University, Turki, itu menyebut, strategi yang dipakai Negeri Paman Sam dalam hal ini adalah hedging strategy.
“Strategi ini mengandalkan kepekaan untuk membatasi kebijakan dari wilayah yang sensitif bagi negara lain. Di samping tetap berupaya menciptakan keseimbangan yang saling menguntungkan,” ucapnya.
Sementara mengenai penerapan strategi ini sepeninggalnya Presiden Barack Obama, pengamat yang juga menyandang sebutan Ustad ini akan sangat tergantung pada preferensi kebijakan luar negeri masing-masing capres. Sebab menurutnya, satu sama lain memiliki latar ideologi dan kepribadian yang berbeda dan akan memengaruhi kebijakan, agenda besar dan cara AS menyelamatkan kepentingan strategisnya di kawasan, khususnya Asia Pasifik.
“Kedua kandidat pastilah sama dalam hal melihat kepentingan strategis AS. Namun secara taktis sangat banyak hal yang dapat membedakan mereka,” katanya merujuk kepada Hillary Clinton dan Donald Trump.
Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/10/30/18/1528236/pengamat-as-akan-selalu-menghindari-persaingan-terbuka-dengan-china

Selundupkan Onderdil Jet Tempur ke Iran, 2 Warga AS Dibui

Onderdil Jet Tempur
Onderdil Jet Tempur

Dua warga Los Angeles, Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah ditangkap oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, karena menyelundupkan suku cadang jet tempur ke Iran. Kedua orang itu diketahui bernama Zavik Zargarian (52), dan Vache Nayirian (57).
Berdasarkan keterangan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, keduanya diduga kuat adalah bagian dari organisasi penyelundup suku cadang internasional. Kedua orang itu ditangkap setelah terkena jebakan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.
"Kejahatan yang dibebankan dalam dakwaan ini adalah ancaman yang sangat serius bagi keamanan nasional kita. Sebagai bangsa, sangat penting bahwa kami melindungi teknologi militer kita dan mencegahnya jatuh ke tangan negara lain tanpa otorisasi yang tepat," kata Jaksa Eileen M. Decker, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (30/10).
Mereka berkonspirasi untuk mengimpor sekitar 7.000 fluorocarbon karet cincin-O untuk Iran. Menurut surat dakwaan, Zargarian membeli cincin-O dari vendor di California dan menyerahkanya kepada Nayirian, yang kemudian mengirim itu ke Uni Emirat Arab dan Kuwait. Seorang warga negara Iran bernama Hanri Terminassian, kemudian mengatur bagian-bagian yang akan dikirimkan dari negara-negara proxy ke Iran dan kemudian diserahkan ke Angkatan Udara Iran.
Cincin-O yang dimaksud adalah pada dasarnya cincin sederhana yang terbuat dari bahan karet, yang dikenal karena memiliki ketahanan terhadap suhu tinggi dikombinasikan dengan inertness kimia yang luar biasa. cincin tersebut tersebar luas di segala macam mesin; orang dapat dengan mudah menemukan cincin yang sama di sejumlah bagian mobil, misalnya. Pemerintah federal mengatakan cincin-O terdapat di sejumlah aplikasi militer, termasuk di dalam pesawat terbang sistem hidrolik dan roda pendaratan.
"Salah satu prioritas utama penegakan (kami) adalah mencegah artikel sensitif seperti yang dalam hal ini jatuh ke tangan individu atau negara yang mungkin berusaha untuk mencelakai Amerika atau kepentingannya. Perdagangan ilegal jenis-jenis barang ke negara-negara yang telah berulang kali melanggar hukum ekspor kita harus dikontrol," kata agen khusus Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Jose Macias.
Sumber : http://international.sindonews.com/read/1151319/42/selundupkan-onderdil-jet-tempur-ke-iran-2-warga-as-dibui-1477811897

Pengamat: AS Andalkan Turki Hadapi Ancaman Rusia

 AS Andalkan Turki Hadapi Ancaman Rusia
 AS Andalkan Turki Hadapi Ancaman Rusia

Peta politik di Timur Tengah tampaknya akan terus berubah. Jika dahulu Amerika Serikat (AS) melakukan dominasi di Timur Tengah seorang diri, kali ini AS diprediksi akan mencari aliansi untuk mengontrol tanah Arab. Namun, Washington perlu berhati-hati untuk melakukan kerjasama taktik dengan negara lain. Sebab, setiap negara memiliki kepentingan tersendiri di Timur Tengah.
Dalam beberapa tahun ke depan, AS diprediksi akan tetap memberikan perhatian lebih kepada tiga negara yaitu Suriah, Irak dan Libya. Kendati demikian, Washington tidak akan memainkan peranan penuh di tiga wilayah tersebut, namun mereka akan tetap menempatkan pasukan militer guna mengamankan sejumlah aset perusahaan di sana.
AS diprediksi akan meminta bantuan negara yang dapat diandalkan untuk mengontrol Timur Tengah. Barulah, mereka dapat berfokus pada negara lain. Sebab, jika Washington tidak waspada, Rusia akan menjadi ancaman yang sangat berbahaya dan menakutkan. Mereka dapat saja mengambil alih kekuasaan. Untuk meredam Rusia, Washington diprediksi akan terus melakukan negosiasi dengan Moskow.
Terkait hal ini, Pengamat Politik Internasional Arya Sandhiyudha, Minggu (30/10/2016), berpendapat bahwa AS kemungkinan besar akan mengandalkan Turki untuk mengontrol kawasan Timur Tengah. Sebab, Turki dalam beberapa tahun terakhir terus melebarkan pengaruhnya, terutama di Suriah bagian utara dan Irak bagian utara. Di dua tempat itu, terlihat bahwa dominasi Turki sangat kuat.
AS bahkan melihat Turki akan kembali meraih pengaruhnya sebagaimana kekuasaan yang pernah diperoleh pada masa Imerium Ottoman dahulu. Karena itu, AS diprediksi tidak akan bekerjasama dengan pasukan Kurdi. Kendati demikian, AS akan terus menjaga fleksibilitasnya untuk menjalin hubungan dengan beberapa kelompok pemberontak di kawasan.
Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/10/30/18/1528337/pengamat-as-andalkan-turki-hadapi-ancaman-rusia

China Izinkan Nelayan Filipina Cari Ikan di Perairan Sengketa

 Nelayan Filipina
 Nelayan Filipina 

China tidak lagi melarang nelayan Filipina untuk mencari ikan di Scarborough Shoal, gugusan karang yang disengketakan kedua negara di Laut China Selatan. Melunaknya sikap Negeri Tirai Bambu terhadap nelayan Filipina itu terjadi setelah kunjungan Presiden Rodrigo Duterte ke Beijing dua pekan lalu.

Penasihat Keamanan Presiden Filipina, Hermogenes Esperon mengatakan, kapal militer China masih berada di wilayah sengketa tersebut. Namun, mereka tidak menghalangi kapal-kapal Filipina di Scarborough Shoal.
“Dari 17 sampai 27 Oktober hanya ada dua kapal China. Tidak ada perjanjian atau aturan tertulis, tapi nelayan Filipina yang pergi ke sana baru-baru ini membenarkan bahwa mereka tidak diusir,” kata Hermogenes sebagaimana dilansir Reuters, Senin (31/10/2016). Dia menambahkan, biasanya ada lima kapal angkatan laut China dan empat kapal penjaga pantai di sana.
Meski tampaknya China tidak akan menyerahkan atau meninggalkan Scarborough Shoal, sikap mereka untuk membiarkan nelayan Filipina di wilayah itu dapat dilihat sebagai sebuah kemajuan. Melunaknya Beijing terhadap masalah ini penting tidak hanya bagi nelayan, namun juga bagi balance of power di Laut China Selatan.
Hubungan China Dan Filipina yang semula tegang berubah drastis sejak Duterte menjabat sebagai Presiden Juni lalu. Tidak seperti pera pendahulunya, mantan Wali Kota Davao itu lebih memilih mendekat ke China dan menjauhi Amerika Serikat (AS).
Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/10/31/18/1528403/china-izinkan-nelayan-filipina-cari-ikan-di-perairan-sengketa

Rusia Akan Tempatkan Radar Militer Raksasa di Arktik

Radar Podsolnuk
Radar Podsolnuk

Radar jarak jauh yang dapat mengidentifikasi target udara dan laut yang berada ratusan kilometer akan ditempatkan di Kepulauan Novaya Zemlya, Arktik pada 2017, demikian dikabarkan Rossiyskaya Gazeta mengutip Humas Kementerian Pertahanan Rusia di Moskow, Sabtu (29/10).
Menurut keterangan kementerian, secara keseluruhan akan ada enam instalasi radar jenis ini yang beroperasi di wilayah Kutub Utara, tulis Sputnik.
Wakil Menteri Pertahanan Dmitry Buklgakov yang sedang mengunjungi lokasi konstruksi radar juga menyebutkan bahwa saat ini pihaknya tengah membangun ulang sebuah landasan pacu yang dapat digunakan oleh berbagai tipe pesawat tempur.
Perangkat yang menyandang julukan radar “di atas langit” ini merupakan sistem radar yang dapat mendeteksi target dari jarak jauh dengan jangkauan ratusan hingga ribuan kilometer, melebihi jangkauan radar pada umumnya.
Radar ini kebal terhadap teknologi pesawat siluman dan meggunakan antena array raksasa dengan panjang lima kilometer dan tinggi lima meter untuk mengidentifikasi target udara sejauh 500 kilometer dan target laut berjarak 400 kilometer.
Dalam latihan Radar Podsolnuk (Bunga Matahari) pada 2014, radar ini mendeteksi empat pesawat bom Sukhoi Su-24 yang terbang rendah dan mengirim koordinatnya ke kapal misil yang segera menembak jatuh keempat “penyusup” tersebut.
Sumber : http://indonesia.rbth.com/news/2016/10/30/rusia-akan-tempatkan-radar-militer-raksasa-di-arktik_643509

ZTQ, Tank Rahasia China untuk Medan Berat

Zhuangjia Tanke Qingxing - Tank Lapis Baja Ringan
Zhuangjia Tanke Qingxing - Tank Lapis Baja Ringan

Biarpun soal kualitas produk boleh jadi nomer sekian, siapapun harus mengakui kapabilitas desain dan produksi alutsista China. Belum lama ZTZ-99 memulai debutnya, ternyata China memiliki tank kedua yang jarang terdengar bunyinya yang berkode ZTQ (Zhuangjia Tanke Qingxing - Tank Lapis Baja Ringan).
Jika ZTZ-99 diperuntukkan untuk Divisi lapis baja reguler, tank ZTQ didesain untuk medan dengan dukungan beban permukaan rendah seperti medan bersalju atau berlumpur yang terdapat di Wilayah Komando Militer Selatan dan Utara (Tibet). Untuk medan yang berat tersebut, PLA menginginkan bobot tank yang seringan mungkin agar tidak mudah terjebak di kubangan lumpur.
Sebelumnya PLA menggunakan Type 62 yang bobotnya hanya 21 ton. Karena teknologinya sudah ketinggalan jaman, PLA pun mencari pengganti dalam bentuk ZTQ. Pembuatan tank baru ini dikerjakan oleh institut no.201 dan institut no. 617, dengan desain institut no. 617 akhirnya memenangkan persaingan dan diproduksi oleh Norinco. Oleh karena itu, Norinco sebagai pembuatnya mendesain sasis ringan, dimana bobot tank ZTQ konon hanya berada pada kisaran 30-35 ton, dengan bentuk yang mirip dengan ZTZ-99.
Tank ini menggunakan desain hull ringan seperti kendaraan tempur, dengan bagian sisi tegak lurus dan pada bagian bawah ditutup dengan slat dari bahan karet sebagai pelindung rantai dan sistem penggerak. Posisi untuk palka pengemudi diletakkan di tengah, depan kubah, yang mengingatkan posisi penempatan pada ZTZ-99. Palka pengemudi tersebut dilengkapi dengan tiga periskop dengan cakupan hampir 180 derajat.
Melihat pada sistem penggeraknya, ZTQ memiliki enam pasang roda lincir alumunium dengan lima lubang (lightening cuts) yang dibungkus oleh sistem rantai logam tanpa tapak karet. Terlihat jarak antar roda berbeda pada ZTQ, dengan posisi roda lincir 1, 2, 3 lebih jarang dan 4, 5, 6 lebih rapat untuk mengantisipasi bobot mesin yang lebih berat pada bagian belakang. Sistem suspensinya konon sudah menggunakan suspensi hidropneumatik yang bisa menyesuaikan tinggi kendaraan dan sangat nyaman untuk medan berat, Mesin terpasang di bagian belakang dengan exhaust juga menghadap ke belakang.
Berbicara sistem perlindungan, ZTQ mengandalkan pada balok ERA (Explosive Reactive Armor) dan slat armor alias pagar pelindung. Balok ERA dapat ditemui di setiap sisi, dengan balok berbentuk bujur sangkar. Balok serupa melindungi bagian glacis serta bagian depan kubah, yang berbentuk tajam seperti anak panah jika dilihat dari samping.
Slat armor dapat ditemui pada setiap sisi bagian belakang yang melindungi mesin, serta bagian sisi kubah yang sekaligus berfungsi sebagai rak untuk menaruh perbekalan mengingat ZTQ akan digelar di wilayah dengan dukungan logistik yang relatif tipis sehingga prajurit harus membawa perbekalan memadai. Paduan dua metode perlindungan ini dianggap memadai untuk menangkal serangan roket antitank dan infantri, potensi ancaman yang paling mungkin di wilayah dimana tank ini beroperasi.
Sistem senjata utama yang digunakan pada ZTQ adalah meriam 105 mm Type 94. Ini merupakan meriam berulir yang dikopi dari meriam legendaris Royal Ordnance L7 standar NATO. Meriam ini nampak sudah dilengkapi dengan bore evacuator, tetapi sepertinya belum memiliki muzzle reference system untuk meningkatkan akurasi penembakan. Walaupun sudah dilewati oleh meriam 120mm di Barat, meriam 105 mm masih memiliki gigi untuk berlaga melawan MBT pada jarak 1-2 km, apalagi kalau menggunakan proyektil APFSDS generasi terbaru.
Pada bagian atas mantlet dilengkapi dengan sistem IFF untuk mengenali kawan dan lawan). Kubahnya sendiri memiliki dua palka, sebelah kiri untuk juru tembak, dan sebelah kanan untuk komandan. Karena ukuran bustle yang kecil, patut diduga bahwa ZTQ baru ini menggunakan sistem pengisian amunisi otomatis dengan peluru disimpan di lantai kendaraan. Sistem bidiknya terdiri dari sistem kamera bidik yang distabilisasi di depan palka juru tembak, dan sistem kamera panoramik yang bisa bergerak independen untuk komandan.
Terakhir, Norinco memamerkan tank ringan baru berkode VT5 dalam pameran militer bergengsi China International Aviation & Aerospace Exhibition 2016 di Zhuhai, yang merupakan versi ekspor dari ZTQ dengan sejumlah perubahan.
VT5 menampilkan desain kubah yang lebih sederhana, dengan bentuk mengotak. Boleh jadi, strategi China menjual VT5 akan menangguk cuan yang tidak sedikit mengingat tren pasar kendaraan tempur dunia yang makin menjauh dari Main Battle Tank dan mendekat ke pendulum tank sedang dan ringan yang lebih mudah dan lebih murah untuk dimobilisasi ke titik-titik yang membutuhkan kehadiran militer. (Aryo Nugroho)
Sumber : http://angkasa.co.id/

Rusia Ciptakan Amunisi Baru untuk Hancurkan Drone Musuh

Rusia Ciptakan Amunisi Baru
Rusia Ciptakan Amunisi Baru

Kementerian Pertahanan Rusia mulai menguji coba proyektil artileri baru berkaliber kecil dengan sistem ledakan “pintar” di udara. Demikian hal itu dilaporkan harian Izvestiya.

Menurut perancang, ia akan terpecah-belah saat mendekati target dan dapat dengan mudah menghancurkan objek sekecil beberapa puluh sentimeter.
“Senjata ini akan dilengkapi dengan sistem peledak pintar jarak jauh — sebuah sekring kecil di dalam perangkat, yang waktu ledakannya bisa diatur oleh komputer, tergantung pada jarak menuju target,” demikian dijelaskan seorang narasumber dari kompleks industri militer pada RBTH.
Hasilnya, pecahan-pecahan proyektil akan membentuk ‘awan logam’, yang serupa dengan pecahan peluru, yang dapat menghancurkan drone taktis unit infanteri yang termekanisasi saat melakukan misi pengintaian jarak dekat.
“Terlalu mahal menembak perangkat semacam itu dengan misil antipesawat, sementara sangat sulit untuk menaklukannya menggunakan senapan karena target bermanuver dengan cepat di udara,” kata Vadim Kozyulin, seorang profesor di Akademi Ilmu Militer, pada RBTH. “Namun kini, kendaraan lapis baja cukup menembak satu proyektil, dan drone itu akan musnah.”
Awalnya, amunisi ini akan dipasang di kendaraan tempur infanteri berbasis platform Armata dan tank pengangkut personel Boomerang, yang menggunakan sistem ‘Baikal’ AU-220M berkaliber 57 mm. Setelah itu, pengembang berencana menciptakan amunisi berkaliber 30 mm bagi tank Rusia yang lebih tua — seluruh modifikasi BMP-2, BMP-3, dan BTR-82.
Seperti yang disampaikan narasumber dari kompleks industri militer pada RBTH, amunisi baru ini akan diadopsi oleh militer Rusia hingga 2020. Ini akan membuat modul otomatis kendaraan lapis baja terbaru bisa memilih tipe serangan yang berbeda saat menembakkan meriam. Kini mereka bisa menggunakan peluru untuk menghancurkan kendaraan lapis baja ringan dan ‘pecahan peluru’ baru untuk target udara.
Sumber : http://indonesia.rbth.com/technology/2016/10/30/rusia-ciptakan-amunisi-baru-untuk-hancurkan-drone-musuh_643567

Eurostar E3000, Platform Satelit Komunikasi untuk Militer Indonesia

Satelit Komunikasi untuk Militer Indonesia
Satelit Komunikasi untuk Militer Indonesia

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI telah menunjuk Airbus Defence and Space (ADS) untuk menggarap proyek satelit militer untuk Indonesia. Dan jika tiada aral melintang, di tahun 2019 tiga unit satelit sudah rampung dan selanjutnya dapat diorbitkan ke luar angkasa. Namun pertanyaannya, tipe satelit apakah yang diakuisisi untuk kebutuhan strategis pertahanan militer Indonesia?
Pertanyaan diatas secara tak langsung telah terjawab beberapa hari lalu, setelah kami menerima siaran pers dari pihak perwakilan Airbus Group terkait partisipasi perusahaan tersebut dalam ajang Indo Defence 2016. Disebutkan bahwa tipe yang digunakan sebagai sarana satelit komunikasi militer Indonesia mengadopsi pada platform Eurostar E3000. Mengenai fitur-fitur apa saja yang akan dibenamkan pada satelit TNI ini sudah barang tentu sangat rahasia. Namun spesifikasi standar satelit ini dapat dilacak, meski jauh dari kesan informasi yang komprehensif.
Eurostar E3000 adalah model satelit generic yang umum digunakan sebagai penunjang komunikasi sektor sipil dan militer. Satelit ini menggunakan bahan kimia, sistem propulsi bi-propelan untuk menyesuaikan arah orbit dengan perangkat tambahan plasma propulsion system (PPS). E3000 dikenal sebagai satelit komersial pertama yang menggunakan baterai Lithium ion.
Konfigurasi bus E3000 dapat dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, tetapi sebagian besar satelit E3000 memiliki massa peluncuran antara 4.500 dan 6.000 kg, dan bentang solar cell antara 35 dan 45 meter yang menyediakan payload power ranging antara 9 hingga 16 kilowatt sampai periode akhir satelit. Secara umum E3000 dapat mengakomodasi lebih dari 100 transponder dan beberapa antena. Namun kecenderungannya, satelit ini memiliki 50 dan 90 transponder dalam frekuensi Ku band dan C band.
Sampai saat ini, ADS telah meluncurkan lebih dari 50 satelit dari beberapa tipe Eurostar. Jenis pertama Eurostar adalah Inmarsat-2 F1, yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun. Beberapa satelit yang dibangun dari platform Eurostar E3000 adalah satelit Hispasat Amazonas 1 dan 2, Arabsat 5A- 5B, dan 5C, Astra 1M, 1N, 2E, 2F, 2G, 3B dan 5B, W3A Eutelsat dan Hot Bird 8-10, Intelsat 2/10, kasat, Atlantic Bird 7, W5A Telesat Anik F1R, Anik F3 dan Nimiq 4, Skynet 5A-C dan seri Inmarsat yang terdiri 4 satelit. Di Indo Defence 2016 yang akan berlangsung 2 – 5 November di JIExpo, Kemayoran, besar kemungkinan model satelit ini akan diperlihatkan ke publik.
Dalam Proyeksi dan Kegiatan Kemhan Tahun 2016, disebutkan bahwa komponen paket satelit militer Indonesia terdiri dari satu (1) unit satelit geostationer (GSO) dan tiga (3) unit satelit non geostationer (NGSO).
Dari kesemuanya, pemegang peran utama adalah satelit geostationer. Dengan beroperasi di ketinggian 36.000 Km, fungsi satelit ini sebagai penunjang peran komunikasi. Karena sifatnya geostationer yang ‘standby’ diatas langit Nusantara, satelit ini siap melayani kebutuhan akses selama 24 jam selama rentang waktu 15 tahun. Satelit komunikasi militer ini berjalan di spektrum frekuensi L-band, FSS, BSS, Ku-, C-, dan Ka-. Satelit geostationer ini dipersipkan untuk mengisi slot orbit 123BT.
Sementara untuk satelit non geostationer (NGSO), dari tiga unit yang dipesan, namun hanya dua unit yang ikut diorbitkan bersama satelit GSO. Sisanya satu unit satelit dipersiapkan sebagai cadangan di Bumi. Dengan pola operasi mengikuti orbit di Bumi, maka satelit terus bergerak mengikuti ritme yang telah ditentukan. Dalam 24 jam, setiap satelit 14 kali melintasi wilayah Indonesia (circular near equatorial).
Dengan beroperasi di ketinggian orbit rendah 650 Km, fungsi satelit ini sebagai remote sensing dan pengintaian. Waktu layanan satelit NGSO tak sepanjang satelit GSO, yakni pada rentang tiga sampai lima tahun. Satelit pengintai (spy) ini berjalan di di spektrum frekuensi UHF, SHF, L-band, X-band, dan S-band. Dari paparan diatas, pihak Kemhan menyebut komponen satelit GSO dan NGSO merupakan satu kesatuan dalam arsitektur Satuan Pertahanan. (Bayu Pamungkas)
Sumber : http://www.indomiliter.com/

Putin Tak Izinkan Militer Rusia Kembali Serang Aleppo

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin

Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan telah menolak permintaan militer Rusia untuk kembali melakukan serangan ke Aleppo. Rusia sudah hampir dua pekan menghentikan serangan terhadap Aleppo.
Menurut juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, militer Rusia pada Jumat lalu meminta izin kepada Putin untuk kembali melakukan serangan. Namun, Putin langsung menolak permintaan itu, karena merasa waktunya tidak tepat untuk kembali melanjutkan operasi di Aleppo.
"Putin menganggap tidak pantas untuk kembali melakukan serangan saat ini, dan dia menanggap sangat perlu untuk melanjutkan jeda kemanusiaan di sana," kata Peskov dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Jazeera pada Minggu (30/10).
Militer Rusia sendiri meminta izin kepada Putin untuk kembali melakukan serangan setelah adanya serangan yang dilancarakan pemberontak Suriah di Aleppo. Dimana pemberontak menembakkan roket dan meledakkan bom mobil di bagian barat Aleppo yang dikuasai pemerintah Suriah.
Kelompok pemantau di Suriah mengatakan setidaknya 15 warga sipil, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan tersebut. Pemberontak juga menargetkan pangkalan militer yang berada di dekat Aleppo.
Sumber : http://international.sindonews.com/read/1151313/41/putin-tak-izinkan-militer-rusia-kembali-serang-aleppo-1477808965

Fregat Gepard, Sang Pengganti Parchim

Fregat Gepard
Fregat Gepard

Jika TNI AL masih setia menggunakan korvet lawas dari kelas Parchim, di Rusia kapal perang kelas ini sudah digantikan oleh fregat dari kelas Gepard (Project 1161). Gepard sendiri mewakili kelas kapal dengan desain yang berasal dari jaman peralihan ketika Uni Soviet pecah, dan ditujukan untuk menggantikan fregat kelas Koni, Grisha, dan tentu saja korvet Parchim.
Karena ditujukan untuk menggantikan kapal perang dari dua kelas berbeda, Gepard memiliki tonase ringan yang menjembatani antara korvet dan fregat. Pemotongan baja untuk lunas dilakukan pada 1991 di galangan Zelendanosk, tetapi sejumlah langkah penghematan biaya membuat dinas aktifnya tertunda sampai 2003. Kapal pertama, Tatarstan, bertugas di armada Laut Kaspia disusul Dagestan dan Buresvetnik.
Lambung Gepard dibuat dari baja, yang dibagi ke dalam sepuluh kompartemen tahan banjir yang mencegah tenggelamnya kapal pada saat menerima serangan, bahkan apabila kerusakannya terjadi pada dua sisi sekaligus. Bagian superstrukturnya dibuat dari alumunium dan magnesium untuk menjaga agar tetap ringan.
Gepard sendiri memiliki hangar dan dek helikopter untuk helikopter anti kapal selam kelas Ka-26 Hormone. Sistem propulsi dari Gepard mengandalkan kombinasi CODOG (Combined Diesel or Gas) atau paduan mesin diesel dan turbin gas, yaitu satu mesin diesel Type 61D berdaya 8.000bhp dan dua mesin turbin gas yang masing-masing menyemburkan daya 29.300shp. Kombinasi ini dapat membawa Gepard berlayar sejauh 5.000 mil laut dengan kecepatan jelajah ekonomis 10 knot. Apabila dipacu maksimal, Gepard dapat melaju dengan kecepatan maksimal 28 knot. Sistem catu daya kapal disediakan oleh tiga mesin diesel berdaya 600kW.
Komplemen penuh awak yang mengoperasikan Gepard adalah 98 orang, walaupun dalam kondisi full load jumlah ini dapat ditambah sampai 103 orang. Endurance patroli dari Gepard hanya 15 hari karena keterbatasan ruang simpan perbekalan. Hal ini tidak menjadi masalah saat kapal dioperasikan di Kaspia yang memang sempit, namun menjadi problematika tersendiri untuk negara yang tertarik membelinya.
Soal sistem senjata, walaupun kelasnya hanya fregat, Gepard diimbuhi sistem senjata untuk melancarkan perang terhadap ancaman di bawah permukaan dan atas permukaan. Sistem senjata utamanya terdiri dari meriam dan rudal. Meriam utamanya adalah AK-176M kaliber 76,2 mm yang dapat menembak dengan kecepatan (teoritis) 120 peluru/ menit dengan jarak efektif 10km dan 314 butir peluru.
Gepard juga dapat membawa rudal anti kapal Kh-35E Uran-E (NATO: SS-N-25 Switchblade). Rudal Kh-35E disimpan dalam sel peluncur yang berkapasitas empat rudal dan dipasang di tiap sisi kapal. Sementara untuk sistem pertahanan jarak dekat disediakan sistem senjata anti pesawat Palma yang terdiri dari Sosna-R SAM (9M340E) dan kanon 30 mm yang dikendalikan oleh sistem kendali senjata 3V-89. Sistem ini terpasang di depan anjungan.
Radar pada Gepard terdiri dari 34K1 Monolit (NATO: Bass Stand) yang merupakan radar pengarah untuk rudal jelajah, MR-212 Vagyach, dan MR-352ME1 Pozitiv ME1 yang bekerja pada X band dan mampu menyapu area sejauh 150km dan ketinggian 30km. MR-352ME1 dapat mendeteksi sasaran di udara dalam kondisi ideal pada jarak 110km dan menjejak 3-5 sasaran sekaligus.
Untuk peperangan bawah permukaan, Gepard membawa sistem sonar Zarnitsa yang terdiri dari sonar yang dipasang di bawah lambung kapal dan VDS (Variable Depth Sonar). Kapal selam yang terdeteksi oleh sistem sonar ini dapat ditangani dengan torpedo 533 mm yang diluncurkan dari tabung yang terpasang pada dek. Selain torpedo juga ada roket anti kapal selam (ASROC) RBU-6000, plus pelontar ranjau anti kapal yang terpasang di buritan.
Sementara untuk pertahanan diri, Gepard dilengkapi dengan ASOR-11661 ECM (Electronic Countermeasure System), sistem sonar tarik anti kapal selam Zmei yang difungsikan sebagai decoy, dan dua Bell Squat Jammer. Untuk pertahanan dari rudal anti kapal yang menyasar Gepard juga disiapkan pelontar roket PK-16 sebanyak 16 tabung x 4 peluncur untuk menangkis rudal yang datang secara salvo, plus dua AK-630 CIWS 30 mm sebagai pertahanan terakhir.
Fregat ringan Gepard sendiri menerima cap battle proven ketika pada 7 Oktober 2015 mengawal korvet dari kelas Buyan-M yaitu Grad Sviyazhsk, Uglich dan Veliky Ustyug meluncurkan rudal jelajah Kalibr-NK ke arah situs-situs ISIS di Suriah. Tercatat sebanyak 26 rudal ditembakkan dan terbang 1.500 mil jauhnya ke sasaran.
Rusia menawarkan Gepard dalam beberapa konfigurasi ekspor, seperti Gepard-1 tanpa sistem VDS dan tanpa hangar, atau Gepard-2 tanpa sistem rudal, atau Gepard-3 dengan sistem CIWS kortik yang lebih baik. Rusia pun menawarkan Gepard-4 untuk kebutuhan SAR dan Coast Guard, dan terakhir versi jarak jauh yaitu Gepard-5 yang sepenuhnya menggunakan mesin diesel (CODAD) dan mampu mencapai jarak 8.000 mil laut.
Di Asia Tenggara, tercatat Vietnam membeli versi ekspor dari Gepard (Gepard 3.9) sebanyak dua unit yang diberi nama HQ-011 Dinh Tien Hoang dan HQ-012 Ly Thai To dan sudah diserahkan pada 2011. Perbedaan antara Gepard untuk AL Rusia dan AL Vietnam adalah keberadaan bow thruster pada versi Vietnam yang dapat membantu manuver kapal untuk berbelok dengan radius yang lebih kecil. Karena puas saat menggunakan kapal perang ini, Vietnam memesan dua unit lagi Gepard yang rencananya akan diluncurkan pada bulan November 2016 dan awal 2017. (Aryo Nugroho)
Spesifikasi fregat Gepard :
  • Panjang : 102m
  • Lebar : 13m
  • Benaman : 5,3m
  • Awak : 103 orang
  • Bobot : 2.100 ton (penuh); 1.500 ton (normal)

Sumber : http://angkasa.co.id/

Curiga Disabotase, Kim Jong-Un Luncurkan Penyelidikan Atas Tes Rudal Gagal

 Kim Jong-Un
 Kim Jong-Un 
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un telah meluncurkan penyelidikan untuk mencari tahu mengapa beberapa peluncuran rudal Musudan terus mengalami kegagalan.
Menurut Solidaritas Intelektual Korea Utara (NKIS) Kim ingin menemukan hubungan antara mata-mata dan kegagalan.
Kim menduga, beberapa peluncuran gagal karena tindakan rahasia oleh Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dan Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS).
Menurut laporan, penyidik yang ditunjuk Kim secara khusus akan fokus pada komponen rudal impor, termasuk chip sirkuit yang merupakan bagian dari sistem kontrol penerbangan.
Kim Heung-kwang, kepala NKIS mengatakan bahwa Korea Utara telah melakukan uji coba penembakan rudal Musudan delapan kali sejak 15 April sampai 20 Oktober, namun peluncurannya hanya berhasil satu kali, yaitu pada peluncuran tanggal 22 Juni.
Peluncuran rudal yang gagal baru-baru ini akhirnya memicu kecurigaan bahwa semua kegagalan mungkin diakibatkan adanya sabotase.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa Korea Utara mengalami dua uji coba rudal gagal dalam seminggu.
Rudal Musudan diyakini mampu terbang hingga 1.500 km. Estimasi rendah bisa mendarat di seluruh Korea Selatan dan Jepang, dan mencapi pangkalan militer AS di Guam.
Sumber : http://news.rakyatku.com/read/26046/2016/10/30/curiga-disabotase-kim-jong-un-luncurkan-penyelidikan-atas-tes-rudal-gagal

NATO dan Rusia Kerahkan Kekuatan

NATO dan Rusia
NATO dan Rusia 

Para pejabat dari Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengatakan tidak akan terpancing penyebaran militer besar-besaran yang dilakukan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Aliansi tidak akan berupaya untuk melihat lebih dalam tindakan Moskow yang diyakini bertujuan menampilkan kekuatan negara tersebut dalam setiap konfrontasi dengan negara-negara Barat.

Tantangan yang dihadapi saat ini tidak bersifat individual. Ini menjadi gambaran keseluruhan, di mana kemampuan Rusia terlihat meningkat secara substansial dalam melakukan serangan di laut, udara, dan darat, ujar Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, Jumat (28/10).
Namun, pengerahan kekuatan terbesar juga dilakukan NATO di perbatasan Rusia. Langkah ini bahkan disebut sebagai pengerahan kekuatan terbesar yang dilakukan NATO sejak Perang Dingin.
Inggris siap mengirim jet tempur ke Rumania 2017. AS mengerahkan pasukan, tank, dan artileri ke Polandia. Jerman, Kanada, dan anggota NTAO lain juga menyatakan dalam pertemuan menteri pertahanan NATO pada Rabu (26/10) berjanji akan mengerahkan pasukan mereka.
Sementara, jenderal AS yang menjadi komandan tertinggi di NATO, Curtis Scaparrotti, mengatakan, lebih dari 120 ribu tentara Rusia yang mengambil bagian dalam latihan militer September lalu. Dalam latihan itu juga dilakukan penembakan rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir.
Kapal perang induk milik Rusia yang pekan ini melewati wilayah pantai Eropa juga dilaporkan dilengkapi dengan rudal berkemampuan nuklir. Hal ini menyebabkan sejumlah pejabat dan sekutu NATO khawatir dengan adanya penyebaran rudal balistik jenis iskander yang diketahui berada di sekitar Kaliningrad, wilayah administratif negara itu.
Ia juga mengatakan, Rusia telah menerapkan pola latihan militer dengan cara lebih agresif. Stoltenberg menolak untuk mengatakan apa yang ia pikirkan mengenai Rusia. Tetapi, Scaparrotti menilai bahwa Rusia tengah mencari posisi dominan atau yang disebut dalam istilah militer sebagai dominasi eskalasi.
Strategi tersebut menurut Scaparrotti memegang kekuatan militer terbaik, di mana rentan mengandung konflik. Rusia disebut bisa memegang kendali dalam setiap langkah eskalasi secara besar terhadap lawan-lawan negaranya hingga memberi ancaman terbesar, yaitu menggunakan senjata nuklir.
Beberapa analis militer meyakini doktrin strategi itu dimiliki oleh Putin. Rusia diyakini hendak menggunakan persenjataan canggih dengan tetap menggunakan fasilitas yang dimiliki Uni Soviet pada masa lalu, seperti kapal perang.
Putin menunjukkan keinginan kuat untuk dominasi. Dari Kutub Utara, Baltik, hingga Laut Hitam. Rusia menggunakan secara bersamaan kemampuan senjata canggih dengan peralatan perang Uni Soviet dahulu, jelas seorang diplomat senior NATO.
Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk NATO Alexander Grushko mengatakan, Rusia tak pernah bermaksud mengancam keamanan Eropa. Sebaliknya, ia menyalahkan negara-negara Barat yang membuat situasi menjadi seolah mencekam.
Aliansi ini lebih terfokus untuk pengembangan dan pendalaman kebijakan militer yang komprehensif dan sebagai pertahanan politik Rusia, kata Grushko.
Namun, Kepala Armada Angkatan Laut AS di Eropa, James Foggo, mengatakan, dirinya mengharapkan reaksi negatif dari Rusia saat Washington menempatkan sistem pertahanan rudal di Polandia pada akhir November nanti.
AS mengatakan, fasilitas itu dilakukan untuk melindungi ancaman serangan rudal balistik dari Iran, bukan Rusia. Foogo mengatakan, pasukan negaranya terus melakukan pengawasan terhadap Moskow yang terlihat semakin aktif di Laut Baltik. Di antaranya dengan mengirimkan enam armada kaul selam ke Laut Hitam hingga kapal induk di Mediterania.
"Mereka (Rusia) menggunakan semua alat, fasilitas, dan persenjataan yang dimiliki untuk memperlihatkan bahwa medan perang telah dibangun, kata Foggo.
NATO membuat keputusan dalam beberapa wakt terakhir, yakni mengirim 4.000 tentara, pesawat, tank, dan artileri ke sejumlah wilayah bekas Uni Soviet di Baltik dan Polandia. Hal ini dilakukan sebagai respons yang lebih teriukur atas adanya 330 ribu pasukan Rusia yang tersebar di sana hingga dengan ibu kota Moskow.
Kami tak akan mencerminkan apa yang dilakukan Rusia. Ini bukanlah situasi saat Perang Dingin terjadi, ujar Scaparrotti. Ia menekankan, NATO berupaya mematuhi Perjanjian 1997 dengan Moskow dengan tidak menempatkan sejumlah pasukan tempur skala besar di perbatasan wilayah NATO dan Rusia. Di Norwegia, sebanyak 330 tentara AS ditempatkan, tepatnya di daerah perbatasan dengan Rusia.
Ini adalah pertama kalinya tentara asing berada di Norwegia sejak akhir Perang Dunia II. Stoltenberg berharap diadakannya kembali pertemuan Dewan NATO dan Rusia serta perwakilan diplomat Rusia.
Kami juga menegaskan tidak ada upaya untuk mengisolasi Moskow," jelas Stoltenberg. Namun, pengerahan kekuatan terbesar juga dilakukan NATO di perbatasan Rusia. Langkah ini bahkan disebut sebagai pengerahan kekuatan terbesar yang dilakukan NATO sejak Perang Dingin.
Inggris siap mengirim jet tempur ke Rumania 2017. AS mengerahkan pasukan, tank, dan artileri ke Polandia. Jerman, Kanada, dan anggota NTAO lain juga menyatakan dalam pertemuan menteri pertahanan NATO pada Rabu (26/10) berjanji akan mengerahkan pasukan mereka. rep: Puti Almas, ed: Yeyen Rostiyani
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/koran/internasional-koran/16/10/29/ofsx085-nato-dan-rusia-kerahkan-kekuatan

Sembilan Tewas, 24 Cedera Dalam Serangan Bom di Nigeria

Nigeria
Nigeria

Sembilan orang tewas dan 24 orang lagi cedera akibat dua ledakan bom yang mengguncang Kota Maiduguri, ibu kota Negara Bagian Borno di bagian timur-laut Nigeria, Sabtu (29/10).

Para pejabat menyatakan dua perempuan pelaku serangan bom bunuh diri telah menimbulkan malapetaka.
Ledakan pertama terjadi di pintu masuk Kamp Bakassi yang menampung pengungsi dari dalam negeri di ibu kota Negara Bagian Borno tersebut, menewaskan lima pria dan melukai 11 perempuan menurut Badan Penanganan Keadaan Darurat Nasional (National Emergency Management Agency/NEMA).
Ledakan bom bunuh diri kedua terjadi di stasiun pengisian bahan bakar milik pemerintah yang berada di Jalan Damboa, juga di Maiduguri, menurut pernyataan dinas penyelamatan.
"Tim pertolongan NEMA telah mengungsikan korban. Keterangan baru lain mengenai peristiwa itu dan perincian upaya pertolongan akan disampaikan nanti," kata lembaga tersebut.
Wakil Juru Bicara Angkatan Darat Nigeria Mustapha Anka mengatakan kepada kantor berita Xinhua bahwa tentara dan personel keamanan telah dikerahkan ke daerah yang terdampak.
Ia mengatakan tentara tambahan telah dikerahkan untuk menyisir daerah itu serta jalan keluar masuk Maiduguri.
Kelompok fanatik Boko Haram diduga bertanggungjawab atas ledakan tersebut.
Pemerintah Nigeria telah melancarkan beberapa operasi militer selama beberapa bulan belakangan guna menumpas kelompok teror itu, yang muncul di Wilayah Borno, bagian timur-laut Nigeria.(Uu.C003)
Sumber : http://www.antaranews.com/berita/593164/sembilan-tewas-24-cedera-dalam-serangan-bom-di-nigeria

Lithuania Mulai Bersiap-Siap Hadapi Serangan Rusia?

NATO dan Lithuania
NATO dan Lithuania 
"Jika Anda menyerang, jangan harap rakyat kami akan mudah ditaklukkan", ini adalah 'pesan' yang dikirimkan Lithuania kepada Rusia pada Jumat 28 Oktober 2016.
'Pesan' tersebut muncul seiring dengan kebijakan Lithuania yang menerbitkan panduan bagi tiga juta warganya untuk membela tanah air mereka jika Rusia melancarkan invasi.
Sejak Negeri Beruang Merah mencaplok Krimea pada Maret 2014, kondisi dalam negeri Lithuania dilanda ketegangan.
Pemerintah Lithuania dilaporkan memberlakukan kembali wajib militer, menggenjot belanja pertahanan, dan meminta NATO untuk mengerahkan lebih banyak pasukan di Baltik. Namun hal tersebut dirasa tak cukup untuk meredakan kecemasan di dalam negeri.
Maka pada Jumat 28 Oktober lalu disebarkanlah panduan berisi 75 halaman tentang apa yang harus dilakukan jika negara tersebut diserang oleh Rusia. Panduan tersebut diberi nama, 'Persiapan untuk bertahan dalam kondisi darurat dan perang'.
"Perhatian perlu diarahkan pada tindakan negara tetangga, Rusia," sebut panduan itu.
"Negara ini tidak ragu untuk menggunakan kekuatan militer melawan negara tetangga..."
Selain itu, panduan tersebut juga mencatat metode yang kerap digunakan Rusia yakni 'penolakan dan ambiguitas' pada tahap awal invasi.
"Sangat penting agar warga sipil sadar dan memiliki kemauan untuk menolak--ketika elemen-elemen ini kuat, maka agresor memiliki kesulitan dalam menciptakan lingkungan untuk sebuah invasi militer," imbau panduan tersebut.
Sejak aneksasi Krimea, penerbitan panduan tersebut merupakan kali ketiga bagi rakyat Lithuania, di mana terakhir kali diterbitkan pada Desember 2015.
Tak hanya melalui panduan, namun saat itu Lithuania juga memperingatkan warganya melalui kartun yang menampilkan sebuah keluarga dan seekor kucing. Tayangan tersebut meminta agar warga tidak panik jika serangan Rusia benar-benar terjadi.
Meski demikian, 'peringatan' terbaru belum lama ini disebut jauh lebih serius, karena Lithuania secara langsung meminta warganya memata-matai dan menginformasikan pergerakan Rusia.
Ada pula gambar terperinci tentang berbagai jenis tank buatan Rusia, granat, ranjau, dan senjata serta petunjuk untuk mengenali berbagai jenis tipe. Terdapat pula instruksi lebih lanjut terkait pertolongan pertama dan bertahan hidup di alam liar.
Setidaknya akan ada 30.000 eksemplar panduan yang tersedia di setiap sekolah juga perpustakaan. Selain itu, panduan juga akan dipublikasikan secara online.
Panduan tersebut juga mengingatkan kembali rakyat Lithuania--di mana sensus pada 2011 menunjukkan enam persennya merupakan Rusia--bahwa membela negara adalah 'hak dan kewajiban setiap warga negara'.
"Rakyat adalah sistem peringatan dini Anda dan dengan mengirimkan rincian laporan penting mereka bisa membantu petugas intelijen dan tentara," ujar Karolis Aleksa dari Kementerian Pertahanan Lithuania yang juga merupakan editor panduan tersebut.
Menurutnya, pendistribusian panduan juga dapat menghalangi invasi Rusia. "Ini seperti mengirimkan pesan ke Rusia agar tidak melakukannya (invasi) karena kami siap dan tidak akan tertipu seperti Ukraina," kata Aleksa seperti dikutip dari CNN, Minggu (30/10/2016).
Mengapa Lithuania Patut Cemas?
Sementara itu Menteri Pertahanan Lithuania, Juozas Olekas mengatakan bahwa pihaknya tak segan melakukan serangan militer terhadap Rusia. "Kami akan tunjukkan bahwa siapa pun yang melintasi perbatasan kami, bahwa rakyat kami memiliki pertahanan yang kuat, begitu juga dengan militer kami," ujar Olekas.
Olekas pesimis bahwa hubungan Lithuania dan Rusia akan mencair dalam waktu dekat.
"Presiden Putin hanya mengerti soal kekuatan melawan kekuatan," tegasnya.
Lithuania berbatasan dengan kantong strategis Rusia, Kaliningrad. Negeri Beruang Merah telah meningkatkan kapasitas militernya di kawasan tersebut. Termasuk salah satunya mendatangkan rudal balistik jarak pendek berkekuatan nuklir pada awal bulan ini.
Adalah hal wajar jika Lithuania khawatir dengan invasi Rusia, mengingat negara itu terjepit di antara Kaliningrad dan Belarus yang merupakan sekutu Rusia. Terlebih Lithuania dipandang merupakan kendala terbesar Moskow dalam mengembangkan jembatan darat yang menghubungkan Kaliningrad dengan wilayah lainnya.
Sebelumnya, Rusia telah lebih dulu menginvasi Georgia pada 2008 dan Krimea pada 2014.
Lithuania hidup di bawah Uni Soviet pada 1940-1991. Kurang lebih sebanyak 30.000 orang Lithuania tewas dalam pertempuran di 10 tahun pertama melawan Tentara Merah dari tempat persembunyian mereka di hutan Lithuania yang luas.
Dengan menaikkan belanja pertahanan, pemberlakuan kembali wajib militer, dan meminta bantuan NATO, Lithuania saat ini merupakan garis depan Perang Dingin baru.
Seperti dikutip dari Independent, sebuah wadah pemikir Amerika Serikat (AS) pernah memperingatkan NATO bahwa dalam waktu 36 jam, Rusia mampu menguasai negara-negara Baltik di mana NATO telah 'merampingkan' kehadirannya di kawasan tersebut.
Lithuania sendiri saat ini dilaporkan tengah dalam tahap pembicaraan untuk pembelian sistem pertahanan rudal demi menghalangi agresi Rusia. Dan pada Februari 2017, Jerman dikabarkan akan mengirimkan 400 hingga 600 pasukan dan tank ke Lithuania.
Sumber : http://global.liputan6.com/read/2638891/lithuania-mulai-bersiap-siap-hadapi-serangan-rusia

India Klaim Hancurkan 4 Pos Pakistan di Perbatasan Kashmir

Militer India
Militer India

Militer India mengatakan telah menghancurkan empat pos militer Pakistan pada di sepanjang perbatasan yang diperebutkan. Pernyataan ini adalah eskalasi terbaru dari ketegangan antara dua tetangga bersenjata nuklir.
Serangan itu terjadi sehari setelah India dan Pakistan saling tuduh bahwa masing-masing telah membunuh warga sipil dalam serangan lintas perbatasan di wilayah Kashmir. Wilayah Kashmir diklaim secara keseluruhan oleh kedua negara namun hanya sebagian yang dikendalikan oleh masing-masing.
"Empat pos Pakistan hancur dalam serangan besar-besaran di Sektor Keran. Timbul banyak korban," tentara Komando Utara India dalam sebuah pernyataan di akun Twitter-nya Sabtu malam seperti dikutip dari Reuters, Minggu (30/10/2016).
Tentara India tidak memberikan rincian lebih lanjut dari serangan tersebut. Namun seorang perwira, yang namanya tidak disebutkan, menegaskan bahwa kedua pasukan jual beli mortir dalam dan sekitar daerah yang dikenal sebagai sektor Keran sejak Sabtu pagi.
Para pejabat militer Pakistan tidak segera bersedia memberikan komentar terkait insiden tersebut.
Pada hari Jumat, seorang pejabat Pakistan mengatakan tiga warga sipil tewas ketika pasukan India menyerang desa di sepanjang Garis Pengawasan di Pakistan-Kashmir. Sementara para pejabat India mengatakan dua warga sipil tewas ketika tembakan Pakistan menghantam wilayah India-Kashmir.
Kedua negara terlibat aksi baku tembak sejak orang-orang bersenjata membunuh 19 tentara India pada bulan September di sebuah kamp militer di Kashmir. India menuding gerilyawan yang berbasis Pakistan sebagai pelaku penyerangan.
Sumber : http://international.sindonews.com/read/1151264/40/india-klaim-hancurkan-4-pos-pakistan-di-perbatasan-kashmir-1477782079

Panglima TNI: Sudah Saatnya Kekuatan Angkatan Bersenjata Indonesia Ditingkatkan

Panglima TNI
Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebutkan, saat ini saatnya TNI untuk berorientasi untuk meningkatkan kemampuan angkatan bersenjata.

"Agar kita mampu berdiri sendiri mengatasi segala permasalahan yang kita hadapi," kata Gatot dalam keterangan yang diterima, Minggu (30/10/2016).
Menurut Panglima TNI, hal tersebut perlu dipikirkan bersama-sama bagaimana TNI kedepan, baik dari pola pertahanan sistem radar dan sistem pertahanan pulau-pulau terluar.
Selanjutnya akan disampaikan kepada Presiden sehingga pemerintah dapat segera menentukan pembangunan secara berkesinambungan dengan lebih dini, karena ancaman semakin hari semakin nyata.
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga mengatakan bahwa, kelangkaan energi dan sistem usaha yang mengalami perubahan. Hal ini menyebabkan depresi ekonomi dan krisis ekonomi yang berdampak pada meningkatnya kejahatan di berbagai negara.
"Saat ini yang dialami adalah terjadinya persaingan global, persaingan antar negara, ini semuanya menyebabkan kita harus benar-benar waspada," katanya.
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa, saat ini TNI dalam sistem ketatanegaraan dapat memposisikan diri dengan baik dan tidak sedikit apresiasi, juga pujian yang diperoleh dari segenap komponen bangsa, terkait dengan kinerja dan komitmen TNI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Tingkat kepercayaan publik kepada TNI sekarang sudah mencapai tingkat yang tinggi, ini semuanya jerih payah dari prajurit yang di pimpin oleh para perwira sekalian," kata Gatot.
Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2016/10/30/panglima-tni-sudah-saatnya-kekuatan-angkatan-bersenjata-indonesia-ditingkatkan

Pangdam Bukit Barisan Lepas 350 Prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia

 KRI Teluk Amboina
 KRI Teluk Amboina

Sebanyak 350 Personel TNI diberangkatkan dari Dermaga C Pelindo Dumai, Minggu (30/10/2016).
Mereka tergabung dalam Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 131/Braja Sakti Payakumbuh.
Rencananya mereka akan bertugas di perbatasan Indonesia-Malaysia di Provinsi Kalimantan Barat.
Para prajurit diberangkatkan dengan KRI Teluk Amboina.
Upacara pelepasan dipimpin langsung Pangdan I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Lodewyk Pusung.
"Ada suatu kebanggaan bagi prajurit yang ditugaskan ke kawasan perbatasan," ujar Pusung usai upacara pelepasan.
Dijelaskan Pusung, para prajurit sudah melewati serangkaian latihan menjelang ditugaskan untuk pengamanan perbatasan.
Apalagi sejumlah tugas sudah menanti di perbatasan Indonesia-Malaysia. Sehingga ia berharap seluruh prajurit bisa menuntaskan tugas dengan baik.
Sumber : http://pekanbaru.tribunnews.com/2016/10/30/pangdam-bukit-barisan-lepas-350-prajurit-satgas-pamtas-ri-malaysia

Ini Syarat India Beli 200 Jet Tempur Asing

Pesawat Tempur F 35
Pesawat Tempur F 35 

India mengusulkan pembelian ratusan pesawat tempur dari pihak asing jika jet tersebut dibuat di India dengan mitra setempat, kata pejabat Angkatan Udara.
Kesepakatan pembuatan 200 pesawat bermesin tunggal di India, yang dikatakan Angkatan Udara bisa meningkat hingga 300 jet setelah pihaknya menghapus pesawat tua masa Uni Soviet, dengan nilai dapat mencapai 13 hingga 15 miliar dolar AS. Pengamat menilai kemungkinan India menjadi salah satu negara terbesar melakukan kesepakatan pembelian pesawat tempur.
Setelah kesepakatan pembelian sejumlah pesawat canggih Rafale dari Dassault di Prancis menurun hingga hanya 36 jet pada bulan lalu, Angkatan Udara India berupaya sungguh-sungguh mempercepat akuisisi dan menghindari penurunan kekuatan operasional, yang saat ini kurang dari sepertiga kebutuhan untuk menghadapi Cina dan Pakistan.
Namun, pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi ingin menambah sejumlah pesawat militer agar dibangun di India bersama mitra lokalnya untuk memulai industri pesawat terbang domestik dan mengakhiri ketergantungan terhadap impor pesawat mahal.
Perusahaan kedirgantaraan global Lockheed Martin menyatakan tertarik menyiapkan alur produksi pesawat F-16 di India tidak hanya untuk militer India, melainkan juga untuk ekspor. Saab, produsen pertahanan asal Swedia, menawarkan pesawat Gripen sebagai rival untuk mempersiapkan persaingan dini dalam kesepakatan dengan salah satu negara terbesar militernya itu.
"Kekurangannya sebanyak 200 unit. Kami akan lihat jumlah minimumnya," kata pejabat Angkatan Udara menerangkan tentang pesawat yang diproduksi di India saat produsen asing bermitra dengan perusahaan lokal dalam transfer teknologi pesawat terbang.
Kementerian Pertahanan India menulis permintaan kepada beberapa perusahaan jika mereka hendak mempersiapkan alur perancangan sejumlah pesawat tempur bermesin tunggal di India dan nilai transfer teknologi yang akan dilakukan, demikian kata sumber lain dari pemerintahan.
"Kami mencoba mendekati, menguji keinginan perusahaan asing untuk memindahkan produksinya di sini dan untuk mengetahui ekspektasi mereka," kata seorang pejabat.
Pada awalnya, Angkatan Udara India berencana memesan 126 unit pesawat tempur bermesin ganda Rafale dari Dassault, namun kedua belah pihak tidak sepakat dengan istilah produksi lokal bersama perusahaan milik pemerintah India dan akhirnya disepakati 36 unit tergantung kondisi.
Bertambahnya persoalan militer menjadikan India selama tiga dasawarsa berupaya memproduksi satu pesawat tempur bermesin tunggal yang berarti menjadi tulang punggung Angkatan Udara. Hanya dua dari pesawat tempur ringan (LCA) yang disebut dengan Tejas telah dikirim kepada Angkatan Udara dari 140 unit yang dipesan.
Saab menyatakan telah siap tidak hanya memproduksi pesawat tempur Gripen di India, melainkan juga membantu mendirikan basis industri kedirgantaraan lokal. "Kami sangat berpengalaman dalam transfer teknologi - kebijakan kami bekerja melalui kerja sama yang luas dengan mitra kami dalam membangun kelengkapan ekosistem, tidak hanya alur perancangan," kata Jan Widerstram selaku Chairman dan Managing Director of Saab India Technologies.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/16/10/30/oftgja366-ini-syarat-india-beli-200-jet-tempur-asing

Myanmar Didesak Ungkap Kekerasan dan Perkosaan Muslim Rohingya

Kuburan Masal Muslim Rohingya
Kuburan Masal Muslim Rohingya

Tentara Myanmar diduga melakukan pembunuhan, perkosaan dan penyiksaan kepada penduduk Rakhine. Kelompok-kelompok HAM pun meminta inversigasi secara independen dilakukan di daerah yang merupakan rumah bagi Muslim Rohingya tersebut.
Keprihatinan turut diungkapkan Departemen Luar Negeri AS, atas terjadinya pemerkosaan yang menimpa Muslim Rohingya. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner, meminta Myanmar menyelidiki perkosaan yang dilaporkan dan melakukan pertanggungjawaban.
Daerah Rakhine sendiri telah berada di bawah kendali militer sejak serangan terhadap penjaga perbatasan tiga pekan lalu, yang menewaskan setidaknya tiga polisi. Pemerintah melakukan serangan balasan, menewaskan 30 warga Rohingya dan menangkap puluhan orang lain.
Cerita pelecehan seksual dan pembakaran desa, sudah menjadi pembicaraan hangat di media sosial, tapi sulit melakukan verifikasi dengan pembatasan akses tentara. Amnesty Internasional dan Human Right Watch melihat pentingnya penyelidikan secara imparsial. PBB mengkategorikan kasus pada level mengkhawatirkan dan tidak dapat diterima.
"Jika tentara Myanmar tidak terlibat pelanggaran HAM, seharusnya mereka tidak kesulitan memberi akses kepada investigator independen," kata Rafendi Djamin, Direktur Amnesty Asia Tenggara dan Pasifik, seperti dilansir Arab News, Ahad (30/10).
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/16/10/30/ofu6ay330-myanmar-didesak-ungkap-kekerasan-dan-perkosaan-muslim-rohingya

Turki Hentikan Serangan Setelah Jet Tempurnya Diancam Ditembak Jatuh oleh Suriah

Jet Tempur Turki
Jet Tempur Turki 

Pesawat-pesawat jet tempur Turki dilaporkan menghentikan serangan udara di wilayah Suriah utara selama seminggu terakhir setelah diancam rezim Suriah akan ditembak jatuh. Turki sebelumnya terlibat serangan udara di Suriah utara dalam operasi “Euphrates Shield”.
Seorang pejabat Turki mengatakan kepada Hurriyet Daily News, Sabtu (29/10/2016) dalam kondisi anonim, bahwa Ankara menghentikan serangan udara di Suriah sejak 22 Oktober 2016. Pejabat Turki itu menambahkan bahwa pasukan koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan jumlah penerbangan di Suriah utara.
Rezim Suriah yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad semakin percaya diri dengan kemampuan pertahanan udaranya setelah didukung sistem rudal pertahanan anti-pesawat S-400 dan S-300.
Sistem rudal pertahanan anti-pesawat termutakhir Rusia itu memiliki kemampuan untuk menembak jatuh pesawat dan rudal jelajah dalam jarak 250 mil (402km) di semua arah di Suriah.
Dua hari sebelum Turki menghentikan penerbangan militer di wilayah udara Suriah, Damaskus yang menyebut invasi Turki sebagai pelanggaran kedaulatan nasional mengancam akan menembak jatuh setiap pesawat tempur Turki.
”Setiap upaya melanggar wilayah udara Suriah sekali lagi oleh pesawat-pesawat tempur Turki akan ditangani dan mereka akan dijatuhkan oleh semua (sarana) yang tersedia,” bunyi ancaman Damaskus pada 20 Oktober 2016. Dalam ancamannya, Suriah juga mengatakan bahwa kehadiran pasukan Turki di Suriah sebagai eskalasi berbahaya dan pelanggaran yang mencolok terhadap kedaulatan Suriah.
Ancaman dari Suriah ini muncul setelah pesawat-pesawat tempur Turki menargetkan pasukan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) Suriah, sayap tempur Democratic Union Party (PYD) di dekat al-Bab, Aleppo utara sehari sebelumnya.
Pasukan Turki mulai menyerang wilayah Suriah utara sejak 24 Agustus 2016 dengan dalih menargetkan kelompok ISIS di sepanjang perbatasan Turki-Suriah. Turki, dalam kebijakan luar negerinya telah mendukung pasukan opsosisi Free Syrian Amry (FSA) atau Tentara Pembebasan Suriah.
Sumber : http://www.sindonews.com/

Pesawat Nirawak Indonesia Kembali Gagal Penuhi Target

Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Ai-X1
Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Ai-X1

Peluncuran ulang pesawat nirawak Ai-X1 gagal menggapai target ketinggian 30 kilometer di lepas landas Sabtu (29/10) pagi. Kegagalan tersebut jadi yang kedua kalinya berturut-turut yang mendera proyek Menembus Langit.
Seperti dilansir dari Detikcom, Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Ai-X1 yang terbang dengan memanfaatkan balon udara sebagai transportasi pengangkut ke lapisan stratosfer melepaskan diri di ketinggian 19 km. Ketinggian itu jadi pencapaian paling tinggi dari beberapa kali peluncuran yang telah dilakukan sebelumnya.
"Sebenarnya kalau disebut sampai di stratosfer atau tidak itu relatif ya. Stratosfer itu kan yang mulai dari 8-10 km juga ada ya. Jadi kalau ditanya lagi sudah sampai stratosfer atau tidak, ya dari beberapa percobaan kemarin bisa dibilang sudah," ujar Azhar melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com.
Sebelumnya, tim Menembus Langit sudah melakukan dua kali peluncuran. Pertama adalah uji terbang pada 27 Agustus dan yang terbaru lepas landas yang dilaksanakan Jumat (28/10).
Nasib kurang baik menimpa kedua usaha peluncuran itu sehingga misi mengarungi stratosfer di ketinggian 30 km tak tercapai.
Walaupun Ai-X1 menunjukkan kemajuan dari sisi ketinggian yang dicapai, nasib pesawat nirawak ini belum diketahui keberadaannya. Setelah melepaskan diri dari balon udara, pesawat tidak pulang ke lokasi peluncuran. Padahal Ai-X1 adalah pesawat nirawak yang diprogram untuk mendarat otomatis tepat di titik di mana ia diluncurkan.
Laporan Detikcom di lokasi peluncuran di Balai Uji Teknologi Lembaga Antariksa Penerbangan Nasional (LAPAN) di Pamengpeuk, Garut, menyebut pesawat mendarat tak jauh dari lokasi peluncuran. Sampai saat berita ini ditulis pun, pesawat produksi AeroTerrascan masih belum ditemukan.
"Tim kami masih menganalisis trouble yang terjadi. Dugaan sementara ada gangguaun pada GPS yang membuat pesawat jatuh tidak tepat pada titik peluncuran," kata Aji Pasha, Bagian Humas Ekspedisi Menembus Langit di lokasi peluncuran.
Dikonfirmasi di waktu terpisah, Azhar juga mengaku belum mendapat laporan terkait nasib Ai-X1."Kita juga masih dalam pencarian. Kita juga sedang memproses data-data yang masuk dari pesawat," aku Azhar.
Menembus Langit merupakan sebuah proyek kolaborasi yang bertujuan utama mengembangkan penelitian di bidang aeronautika, penerbangan, serta meteorologi. Pesawat yang dapat dikategorikan ulang-alik (return to home) itu ditujukan untuk merekam data sebanyak-banyaknya mengenai kondisi atmosfer melalui berbagai sensor dan kamera yang tersemat di tubuhnya.
Hasil data tersebut selanjutnya akan dibagi dengan sejumlah universitas yang tertarik untuk meneliti lebih jauh temuan mereka. (rah)
Sumber : http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20161029181939-199-168857/pesawat-nirawak-indonesia-kembali-gagal-penuhi-target/

Indo Defence 2016: Rheinmetall Tawarkan Tank Tempur Medium untuk TNI-AD

Tank Tempur Medium
Tank Tempur Medium

Keahlian yang komprehensif Rheinmetall mencakup dari pengembangan kendaraan baru - seperti keluarga LYNX baru yang ditampilkan di Eurosatory 2016 - hingga melakukan modernisasi dan program peningkatan kemampuan tempur.
Pada Indo Defence 2016, Rheinmetall memamerkan sebuah demonstrator tank tempur medium 105mm. Kendaraan ini didasarkan pada chasis Marder 1 yang telah combat-proven yang juga telah dioperasikan oleh TNI-AD, dilengkapi dengan turret modern HITFACT II dari Leonardo (dahulu Oto Melara).
Rheinmetall saat ini tengah melakukan upgrade kemampuan tempur tank tempur utama Leopard 2 A4 milik Tentara Nasional Indonesia. Dengan dua versi tank yang berbeda - LEOPARD 2A4 + dan LEOPARD 2 RI (Republik Indonesia) - program modernisasi meliputi sistem kontrol udara (climate control system) (pada 2A4 + dan RI), peningkatan perlindungan balistik, konversi dari hidrolik menjadi penggerak (drive) turret elektrik, auxiliary power unit, dan pemasangan reversing camera (pada RI). Selain itu, Rheinmetall juga meningkatkan meriam smoothbore 120mm dalam konfigurasi RI dengan kit pemrograman yang akan memungkinkan Leopard 2 RI untuk menembakkan amunisi multirole DM11 yang dapat diprogram buatan Rheinmetall.
Selanjutnya pada pameran di Jakarta itu juga ditampilkan Rheinmetall Oerlikon REVOLVER Gun Mk 2 yang mempunyai kemampuan jaringan (network), dengan teknologi AHEAD dengan amunisi airburst programmable. Rheinmetall juga menghadirkan sistem manajemen pertempuran dan radar X-TAR3D.
Seperti disebutkan di atas, Rheinmetall akan menampilkan demonstrator tank tempur medium 105mm berdasarkan chasis Marder 1 yang dimodifikasi. Demonstrator ini dilengkapi dengan turret 105mm HITFACT I, Marder Medium Tank RI (Republik Indonesia) baru yang ditawarkan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki turret Leonardo HITFACT II baru, dengan meriam 105mm/L52 sebagai persenjataan utama.
Sasis Marder 1 dan turret HITFACT II keduanya telah proven, sebelumnya pernah diterjunkan dalam operasi militer, dengan subsistem yang didukung dengan baik. Marder Medium Tank RI baru akan dilengkapi dengan turret tiga awak yang distabilkan yang dapat menembakkan amunisi 105mm standar NATO. Komandan dan penembak masing-masing memiliki sistem penglihatan siang dan malam hari dengan pengukur jarak laser mereka sendiri yang independen, sehingga memberikan kemampuan hunter/killer untuk awak tank. Komandan dan penembak keduanya mampu mengoperasikan persenjataan utama dan sekunder, yang dapat diisi ulang dari dalam kompartemen tempur secara aman. Karena mobilitasnya tinggi, Marder Medium Tank RI dapat digunakan bersama-sama dengan tank tempur utama Leopard 2 atau mendukung kendaraan tempur lapis baja lainnya.
Berkat bobotnya ringan, tank itu memberikan fleksibilitas taktis yang vital untuk mendominasi medan perang saat ini dan masa depan dan skenario lainnya, misalnya perang kota. Pada tahun 2012, Departemen Pertahanan di Jakarta memberikan kontrak untuk Rheinmetall untuk memasok TNI-AD dengan kendaraan lapis baja beroda rantai, dukungan logistik dan amunisi. Selain 103 MBT Leopard 2, Rheinmetall juga memasok Indonesia dengan 42 kendaraan tempur infanteri Marder 1A3 yang telah diupgrade, 11 kendaraan recovery dan combat engineering lapis baja, berikut dengan dokumentasi yang menyertainya, sumber daya pelatihan dan jasa logistik. Pesanan itu juga mencakup pasokan awal amunisi untuk latihan dan operasi.
Sumber : 

Tiga Kapal Selam Rusia dalam Perjalanan Menuju Suriah

Ilustrasi

Rusia mengirimkan tiga kapal selam yang kuat dan mampu membom kota Suriah yang terkepung, Aleppo. Para ahli memperingatkan bahwa ketiga kapal selam tersebut mampu melepaskan logam mematikan di basis terkahir pemberontak Suriah.
Seperti dikutip dari laman Express, Minggu (30/10/2016), sebuah kapal selam nuklir milik Angkatan Laut (AL) Inggris berhasil melacak dua dari tiga kapal selam milik Rusia. Mereka diharapkan bergabung dengan gugus tugas yang dipimpin oleh kapal induk Admiral Kuznetsov.
Sebuah sumber di AL Inggris mengatakan bahwa dua kapal selam kelas Akula yang di "ping" oleh kapal selam Inggris kelas Trafalgar karena mereka berlayar melalui Laut Irlandia. Kapal selam tersebut berasal dari pangkalan Severmorsk, dekat Murmansk, dipersenjatai degan sistem rudal jelajah Kalibr. Keduanya diduga bagian dari Armada Utara yang sebelumnya bernama Armada Red Banner.
Kapal selam ketiga, sebuah kapal selam kelas Kilo dari armada yang sama, merayap melalui Selat Inggris setelah terlacak oleh pesawat P3 milik Patroli Maritim Norwegia. Berjalan lebih lambat, kapal selam kelas Kilo Rusia adalah kapal selam diesel listrik paling tenang di dunia, dan terutama dirancang untuk perang anti kapal selam. Ketiganya kemudian dibayangi dari South West dengan kapal selam Inggris dan melacak mereka dalam kontak selama 6 jam.
"Dalam pendekatan di South West, jelas sekali kapal selam Rusia ingin kita tahu jika mereka ada di sana. Kemudian, setelah periode waktu, mereka pergi menjauh. Keberadaan mereka sekali lagi diketahui dengan dukungan dari mitra NATO," kata sumber AL Inggris.
Ini bukan pertama kalinya Rusia menggunakan senjata senyap untuk melancarkan serangan di Suriah. Pada bulan Desember lalu, armada maritim Rusia berhasil menguji coba meluncurkan empat rudal Kalibr dari kapal selam kelas Kilo dengan sasaran basis ISIS.
"Serangan kapal selam Akula adalah kekuatan serangan yang nyata, dan kapal selam Kilo dapat beroperasi di perairan dangkal Laut Hitam. Mereka telah dilengkapi dengan rudal jelajah Kalibr terbaru. Sementara Admiral Kuznetsov akan menjadi fokus perhatian utama, keberadaan kapal selam itu yang akan memberikan kemampuan dalam penyerangan," kata sumber tadi.
Sumber : http://international.sindonews.com/read/1151267/41/tiga-kapal-selam-rusia-dalam-perjalanan-menuju-suriah-1477785623

Radar Acak