Indonesia Target Utama Perang Generasi Keempat Bukan dengan Kekuatan Militer tapi Ini

MEA dan Perang Generasi Ke 4
MEA dan Perang Generasi Ke 4

Sebanyak 70% konflik dunia dilatarbelakangi oleh perebutan sumber-sumber energi yang kemudian berujung pada penguasaan atas sebuah negara secara ekonomi.
Menyusul konflik energi, pada masa mendatang, konflik terfokuskan pada perebutan sumber-sumber pangan dan air.
Negara-negara yang berada pada wilayah sekitar katulistiwa akan menjadi destinasi perebutan.
Konflik pangan dan air itu bersifat jangka panjang dan semuanya akan dimulai tanpa menggunakan kekuatan militer tetapi penghancuran ekonomi dan budaya.
Melalui rilis yang masuk ke redaksi Tribunnews.com, demikian ditegaskan oleh mantan WaKASAD, Letjend TNI (P) Kiki Syahnakri, yang juga Ketua Jati Diri Bangsa dalam seminar bertajuk “MEA DAN PERANG GENERASI KE-IV” yang diselenggarakan STIE/ABA St Pignatelli, Surakarta, di Solo, Kamis (28/4/2016).
Hadir juga sebagai pembicara, Prof Dr Bambang Setiaji (Rektor Universitas Muhammadiyah, Surakarta), Dr Gregorius Sri Nurhartanto, SH LL (Rektor Universitas Atma Jaya, Jogyakarta) dan seminar dipandu Agung PW (wartawan senior).
Kiki menjelaskan bahwa pada tahun 2017 penduduk dunia berjumlah 8 (delapan) miliar orang yang menyebabkan pangan dan air menjadi bahan langka.
Krisis pangan dan air sebenarnya dimulai pada tahun 2011 ketika penduduk dunia berjumlah 7 (tujuh) miliar.
Dan oleh karena itu, konflik antar negara melebar dari energi ke bahan pangan dan air.
“Untuk menguasai sebuah negara yang kaya sumber bahan pangan dan air, negara hegemoni termasuk AS dan Tiongkok, tidak lagi menggunakan perang konvensional berkekuatan militer, tetapi menggunakan kekuatan ekonomi dan penghancuran budaya atas sebuah negara destinasi konflik."
"Pada akhirnya secara ekonomi dan budaya negara destinasi konflik akan dikuasai,” jelas Kiki Syahnakri.
Penghancuran budaya dan penguasaan atas ekonomi sebuah negara dimulai dengan berbagai cara yang pada akahirnya akan menghancurkan generasi muda, yang kelak akan menjadi pemimpin sebuah negara.
Maraknya kasus narkoba, kekerasan, konflik horizontal, pornografi, LGBT, budaya baru, lahirnya isme-isme baru atau segala bentuk penyimpangan atas nilai-nilai luhur merupakan bentuk Perang Generasi Keempat (G-IV).
“Indonesia sekarang sudah berada dalam Perang Generasi Keempat tanpa banyak generasi muda dan bangsa Indonesia menyadari. Perang ini tidak kasat mata dan sangat halus masuknya melalui ekonomi ataupun pengaruh budaya. "
Terlambat menyadari dan juga mengatisipasi akan menempatkan Indonesia yang kaya akan sumberdaya pangan dan air dikuasai oleh negara hegemoni,” ujarnya.
Terkait dengan itu, Sri Nurhartanto mengatakan, daya saing Indonesia masih lemah dalam menghadapi globalisasi termasuk MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).
Di saat negara lain menggarap SDM nya sedemikian rupa untuk meraih keunggulan termasuk membangun kekuatan ekonomi, Indonesia justru disibukkan oleh euforia demokrasi."
Termasuk pemilihan kepala daerah yang beruujung pada tindak pidana korupsi,” ungkapnya.
Oleh Sri Nurhartanto, pemerintah, pemimpin bangsa dan generasi muda dalam menghadapi Perang Generasi Keempat ini tidak mempunya pilihan lain selain pendidikan jati diri bangsa dan harus dikedepankan.
Indonesia harus menjadi sebuah bangsa yang berkarakter dan berjati diri.
Sepanjang sejarah, Indonesia adalah sebagai bangsa besar yang terpuruk dan tidak pernah solid karena senantiasa menyediakan diri untuk dipecah belah.
Sementara itu, Bambang Setiaji menyiratkan kekhawatirannya terhadap kekuatan modal asing yang kini deras masuk Indonesia.
Menurutnya, modal asing yang masuk ke Indonesia merusak awal dari kehancuran bangsa ini dalam wujud kehancuran lingkungan, kultur, religiusitas serta mendorong pekerja menjadi berorientasi terhadap uang dan sekuler.
Diakuinya, memang pengaruh global dan efek MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), cukup dilematis bagi Indonesia.
Di satu sisi, masuknya modal asing memang diperlukan untuk menambah lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi.
Namun karena globalisasi di mana area perdagangan bebas merupakan sebuah kesepakatan yang tidak dapat dihindari, masuknya modal asing tanpa ada pembatasan akan menjadikan Indonesia akan dikuasai atau dijajah secara ekonomi dan budaya.
“Pembatasan ini dimaksud untuk melindungi rakyat terutama generasi saat ini yang akan kelak memimpin Indonesia. Pemerintah harus mendorong rakyat untuk bangkit dari segala keterbelakangannya,” ujarnya.
Ketua Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) AM Putut Prabantoro, yang hadir dalam seminar itu, mengatakan bahwa, Indonesia harus menjadi bangsa yang besar secara nyata dan bukan hanya sekedar berwujud slogan.
Hanya saja kelemahannya adalah bangsa Indonesia tidak memiliki komitmen dan kesetiaan dalam meneruskan perjuangan, mimpi para pendiri negara, serta menjaga nilai-nilai luhur yang sudah diletakkan para leluhur.
Menurutnya, jika bangsa Indonesia dan pemimpinnya memiliki komitmen dan kesetiaan, Indonesia akan keluar sebagai pemenanga Perang Generasi Keempat.
Seminar “MEA dan Perang Generasi Keempat” ini merupakan yang kedua menyusul pda bulan lalu STIE/ABA St Pignatelli juga mengadakan seminar yang bertemakan “MEA dan Tantangan Dunia Pendidikan Indonesia”. (*)
Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2016/04/29/indonesia-target-utama-perang-generasi-keempat-bukan-dengan-kekuatan-militer-tapi-ini

Helikopter MH-60R 'Romeo' AL AUstralia Berlatih dengan Rudal AGM-114N Hellfire

Helikopter MH-60R Tembakkan  Rudal AGM-114N Hellfire
Helikopter MH-60R Tembakkan  Rudal AGM-114N Hellfire
Kemampuan serangan udara taktis Angkatan Laut Australia didemonstrasikan baru-baru ini ketika 725 Squadron melakukan penembakan rudal AGM-114N Hellfire dari helikopter MH-60R Seahawk 'Romeo'. Komandan 725 Squadron, Commander Matt Royals, mengatakan penembakan dengan amunisi hidup tersebut telah menjadi pelatihan taktis yang penting.
Selama tahapan engagement, semua metode penembakan senjata Hellfire dipraktekkan oleh kru dari 725 Squadron.
Penemuan lokasi dan pembidikan sasaran awak Romeo dibantu oleh anggota Navy Unmanned Aviation Systems Unit, yang menerbangkan misi di atas area sasaran dengan UAV (Unmanned Aircraft Vehicle) ScanEagle. Partisipasi mereka dengan UAV sebagai pengamat/pengintai dan memberi data real time untuk penembakan Hellfire.
Hellfire adalah senjata udara-ke-permukaan presisi dengan kemampuan multi-target dan serangan yang mematikan. Rudal ini mampu menyerang sasaran sejauh delapan kilometer dan mencapai kecepatan lebih dari Mach 1. Varian AGM-114N yang dibeli Angkatan Laut Australia memiliki hulu ledak termobarik Metal Augmented Charge (MAC) dan sangat ideal untuk digunakan helikopter MH-60R untuk peran pertempuran anti kapal permukaan. MH-60R mampu membawa hingga delapan rudal Hellfire.
Sumber : http://navyrecognition.com/

Galangan Kapal Rusia di Volga Apungkan Frigat Kelas Gepard-3.9 Ketiga untuk Vietnam

 Frigat Kelas Gepard-3.9
 Frigat Kelas Gepard-3.9

Kapal frigat kelas Project 11661 Gepard-3.9 yang dirancang untuk Angkatan Laut Vietnam telah diapungkan di galangan kapal Zelenodolsk di Tatarstan di wilayah Volga, menurut sebuah laporan koresponden TASS.
"Kami telah memenuhi kewajiban kepada Angkatan Bersenjata Vietnam secara tepat waktu dan dengan keadaan yang baik," kata Perdana Menteri Tatarstan Ildar Khalikov.
Deputi Kepala Staf Umum Tentara Rakyat Vietnam Pham Ngoc Minh mengatakan, "Frigat pertama yang dibangun oleh galangan kapal Zelenodolsk Rusia telah membuktikan efisiensinya."
Galangan kapal Zelenodolsk telah menyerahkan dua frigat kelas Gepard-3.9 (HQ-011 dan HQ-012) kepada Angkatan Laut Vietnam pada tahun 2011. Pada tahun 2012, Vietnam menandatangani kontrak dengan galangan kapal Zelenodolsk untuk dua tambahan frigat Project 11661. Kedua kapal tersebut telah dilakukan peletakan lunasnya pada musim gugur 2013. Dilaporkan bahwa Vietnam akan menerima frigat-frigat tersebut pada tahun 2017.
Juga dilaporkan bahwa Vietnam berencana untuk memesan dua tambahan frigat Project 11661.

Spesifikasi Frigat Kelas Gepard

  • Displacement : 2.100 ton
  • Panjang : 102,14 m
  • Beam : 13,09 m
  • Draught : 5,3 m
  • Propulsi : 2 shaft CODOG
  • Kecepatan : 28 knot
  • Jangkauan : 4.000 mil laut (7.000 km) pada kecepatan 10 knot
  • Endurance : 15 hari

Senjata : 8 x rudal anti kapal Kh-35 
  • 1 x sistem meriam rudal Palma
  • 1 x meriam 76,2 mm AK-176
  • 2 x meriam 30 mm 6 laras AK-630
  • 12-20 x ranjau laut
  • Pesawat udara : 1 x helikopter Kamov Ka-27

Sumber : http://navyrecognition.com/

Australia akan Terima Rudal AMRAAM Terbaru

Rudal AMRAAM
Rudal AMRAAM

Australia kemungkinan akan menjadi pengguna internasional pertama dari Raytheon AIM-120D, yang merupakan varian rudal Advanced Medium Range Air-to-Air Missile (AMRAAM) AS yang terbaru, dan memiliki jangkauan yang lebih jauh dari varian sebelumnya. Permintaan Australia untuk rudal tersebut baru-baru ini disetujui oleh Departemen Luar Negeri AS, sebagaimana yang diberitahukan oleh Badan Kerjasama Pertahanan Keamanan AS (DSCA) kepada Kongres AS.
Kementerian Pertahanan Australia berencana untuk mengakuisisi 450 rudal tersebut untuk memperlengkapi pesawat F/A-18 Hornet, Super Hornet dan Growler serta F-35A Angkatan Udara Australia (RAAF). Akuisisi ini kemungkinan bernilai sekitar US $ 1,22 miliar. Menurut DSCA, penjualan tersebut akan memberikan RAAF tambahan kemampuan intersep udara-ke-udara dan meningkatkan interoperabilitas dengan Angkatan Udara AS.
AU Australia saat ini mengoperasikan pesawat Hornet dan Super Hornet dengan rudal jarak menengah AIM-120C-7 yang merupakan rudal berpemandu radar untuk engagement diluar jarak visual (beyond visual range - BVR) dan rudal berpemandu infra merah AIM-132 ASRAAM untuk engagement jarak pendek. Australia berencana untuk membekali pesawat F-35A-nya dengan AIM-120D (BVR) dan rudal udara-ke-udara jarak pendek AIM-9X-II.
AIM-120D adalah senjata udara-ke-udara terbaru dalam arsenal AS yang memiliki perbaikan kemampuan secara signifikan dibandingkan versi AMRAAM sebelumnya, termasuk jangkauan yang lebih jauh, navigasi yang dibantu GPS, data link dua arah dan kinerja kinematik yang meningkat. Meskipun beberapa dari 36 operator AMRAAM internasional telah meminta akses untuk rudal varian baru itu, Washington sejauh ini menolak penjualan rudal tersebut, dan menganggap senjata tersebut akan berlebihan terhadap lawan potensial mereka. "AIM-120D merupakan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan senjata dan teknologi udara-ke-udara dimedan perang yang akan memberikan pesawat tempur AS suatu keunggulan yang tak tertandingi di arena udara-ke-udara." menurut Ron Krebs, direktur program AMRAAM untuk Raytheon Missile Systems.
Dalam engagement jarak jauh AMRAAM mengarah menuju sasaran dengan menggunakan pemandu inertial (GPS ditambahkan ke model D) dan menerima informasi target yang diperbarui melalui data link dari pesawat peluncurnya. Ia beralih ke mode terminal untuk mengarahkan dirinya ketika sasaran berada dalam jangkauan set radar monopulse-nya sendiri. AIM-120 juga memiliki modus pemandu "home-on-jam" untuk melawan jamming elektronik dengan memanfaatkan noise jamming yang dipancarkan lawan berbalik menjadi pemandu pasif bagi rudal AMRAAM, mirip cara kerja anti-radiation missile. Ketika mengintersep, proximity fuze radar aktifnya akan meledakkan hulu ledak untuk menghancurkan sasaran. Pada jarak yang lebih dekat, AMRAAM mampu memandu dirinya sendiri dengan menggunakan radarnya sendiri, sehingga membebaskan pesawat peluncur untuk menghadapi sasaran lainnya.
Sebagai jenis rudal udara-ke-udara terbaru dalam inventori AS, AIM-120D telah mencapai initial operational service dengan F/A-18 AL AS pada tahun 2015. Angkatan Udara AS juga berencana untuk mengunakan rudal tersebut dengan pesawat F-16, F-15, F-22 dan F-35, setelah selesainya evaluasi operasional dan pengujian.
Sumber : http://defense-update.com/

Abu Sayyaf Licik, Sandera Selamat Sebut Operasi Militer Opsi Terbaik

Gracia Burnham
Gracia Burnham

Gracia Burnham, seorang wanita Amerika Serikat (AS) yang pernah ditawan kelompok Abu Sayyaf mengungkap kelicikan kelompok penculik itu.
Sandera yang selamat ini menilai operasi militer adalah opsi terbaik, karena Abu Sayyaf tak bisa dipercaya termasuk dalam hal uang tebusan.
Gracia percaya, sandera asal Kanada; John Ridsdel, yang dieksekusi penggal oleh Abu Sayyaf di Filipina selatan sebenarnya sudah diupayakan untuk ditebus. Bukan oleh Pemerintah Kanada, tapi oleh pihak keluarga dan rekannya.
”Jika (kanada) telah tahu apa yang mereka lakukan di medan perang, mungkin ide yang baik adalah bergerak untuk mendapatkan pria (yang disandera) keluar dari sana,” kata Gracia Burnham, seorang misionaris AS yang disandera Abu Sayyaf lebih dari satu tahun.
Gracia dan suaminya Martin Burnham merayakan ulang tahun pernikahan mereka ke-18 di sebuah resor pulau di Palawan, Filipina, pada tahun 2001. Saat itulah mereka diculik bersama dengan dua orang lainnya.
Gracia mengatakan mereka mengelilingi hutan, menderita disentri akibat terkontaminasi air sungai yang kotor. Dia mengaku bertanya-tanya apakah dia dan suaminya saat itu akan melihat keluarga mereka lagi atau tidak.
Wanita ini harap-harap cemas, terutama saat mendengar kabar uang tebusan dibayar. "Kami sangat senang ketika seseorang membayar uang tebusan bagi kami,” katanya dalam wawancaranya dengan CTV News, Kamis (28/4/2016).
Meski ditebus, kata dia, opsi tidak bekerja. Abu Sayyaf ternyata menuntut lebih.
Gracia melanjutkan, awalnya, para penculik membawa pergi sandera Peru-Amerika; Guillermo Sobero dan membunuhnya. Dia dan suaminya diberitahu kelompok Abu Sayyaf bahwa Sobero “dibebaskan tanpa kepala”.
Menurut Gracia, saat itu militer Filipina telah memasang alat pelacak ke salah satu militan sehingga diketahui jumlah kelompok itu sekitar 80 orang.
Dengan data itu, tentara Filipina menyerbu kawasan gunung dan terjadi kontak senjata.”Suami saya dan saya segera ditembak—saya (ditembak) di kaki, dia (suami) dada,” kenang Gracia. “Luka di kaki sembuh, luka di dada tidak,” ujarnya, yang menambahkan bahwa suaminya meninggal dengan cepat.
Gracia mengatakan, dia tidak tahu siapa yang melakukan tembakan fatal. “Tetapi banyak tentara kehilangan nyawa, mereka mencoba menyelamatkan kami, jadi saya tidak akan menyalahkan militer untuk apa pun yang terjadi,” katanya.
“Apa yang kami inginkan adalah Angkatan Bersenjata Amerika, agen khusus, agar datang dengan kacamata night vision dan hanya membawa kami keluar dari sana,” lanjut Gracia.
”Beberapa (pasukan) Navy Seals agar ditempatkan dengan baik, dan bisa membuat kami keluar," katanya mengharapkan misi militer AS. "Tapi itu tidak akan bekerja secara politis. Karena demi kedaulatan, Filipina tidak akan membiarkan orang Amerika berjuang di tanah mereka.”
Ahli militer juga setuju dengan misi penyelamatan tentara Kanada, namun hal itu tidak mungkin dengan alasan seperti yang disampaikan Gracia.
”Saya tidak berpikir ada sesuatu yang Anda dapat lakukan selain membantu polisi dan pasukan dari negara berdaulat yang terlibat,” kata pensiunan Brigadir Jenderal James Cox kepada The Canadian Press awal pekan ini.
Ahli keamanan Larry Busch menambahkan, tidak mungkin pasukan Kanada dikerahkan di Filipina dengan alasan melanggar kedaulatan Manila. Namun, menurutnya, militer Kanada bisa membantu untuk merencanakan operasi militer yang dikerjakan tentara Filipina.
”Saya pikir Pemerintah Filipina cukup mampu membawa (masalah) ini keluar,” ujar Busch.
Sumber : http://international.sindonews.com/read/1105088/42/abu-sayyaf-licik-sandera-selamat-sebut-operasi-militer-opsi-terbaik-1461927110

Militer Filipina Terus Bombardir Abu Sayyaf Tewaskan 14 Teroris

 Filipina Bombardir Abu Sayyaf
 Filipina Bombardir Abu Sayyaf
Militer Filipina memulai serangan besar-besaran menggunakan pesawat dan tembakan artileri terhadap posisi Abu Sayyaf. Kelompok teroris ini telah menahan lebih dari 20 sandera warga asing di selatan Filipina.
Juru bicara militer di Manila, Kolonel Noel Detoyato, mengatakan tembakan artileri menargetkan daerah pegunungan di Pulau Jolo dengan jet serta helikopter yang terbang rendah menjatuhkan bom.
"Kami kini menguasai wilayah yang sebelumnya diduduki Abu Sayyaf," katanya, seperti dilansir The Manila Times, Kamis, 28 April 2016.
Menurut dia, penduduk melaporkan 14 pria bersenjata tewas. Namun belum dapat dikonfirmasi karena tidak ada mayat yang ditemukan. Tidak ada korban dilaporkan di sisi pasukan pemerintah.
Kolonel Noel juga mengatakan serangan tersebut menargetkan kelompok yang dipimpin Radullan Sahiron dan terbukti berhasil.
Pada Rabu, Presiden Filipina bersumpah akan menggunakan semua kekuatan yang ada untuk melenyapkan Abu Sayyaf. Serangan tersebut sebagai balasan atas tewasnya seorang sandera asal Kanada oleh Abu Sayyaf.
Kelompok teroris tersebut hingga kini masih menahan sejumlah sandera, termasuk warga Kanada, Norwegia, dan Filipina yang diculik di marina Filipina selatan tujuh bulan lalu dan ditahan oleh Sahiron di Jolo. Para militan juga memegang 18 pelaut Indonesia dan Malaysia yang diculik dari perairan selatan Filipina bulan lalu.
Abu Sayyaf adalah cabang radikal pemberontakan separatis muslim yang beroperasi di selatan Filipina. Abu Sayyaf telah mendapat uang senilai jutaan dolar dari penculikan orang asing dan penduduk setempat sejak awal 1990-an.

14 Teroris Abu Sayyaf tewas disergap militer Filipina

Serangan militer Filipina terhadap militan Abu Sayyaf di Gunung Sinumaan, Sulu, menewaskan 14 anggota kelompok teroris itu.
Dilansir Inquirer.net, Jumat (29/4/2016), militer Filipina menghujani kelompok Abu Sayyaf dengan tembakan dari pesawat tempur dan helikopter yang terbang rendah di atas hutan setempat dan menjatuhkan bom ke lokasi persembunyian para teroris.
Di lokasi itu diyakini Abu Sayyaf menyandera sekitar 20-an warga negara asing. Namun ketika serangan udara dilancarkan, tidak ada tanda-tanda para sandera di lokasi. “Militer berhasil menduduki lokasi yang diduduki kelompok Abu Sayyaf,” ujar juru bicara militer Filipina, Kolonel Noel Detoyato kepada wartawan di Manila.
Kolonel Noel Detoyato menyebut berdasar informasi warga lokal kepada otoritas Filipina, sedikitnya 14 pria bersenjata yang merupakan anggota Abu Sayyaf tewas. Namun saat militer terjun ke lapangan, tak ditemukan penampakan jasad anggota teroris yang dimaksud.
Sumber : https://m.tempo.co/read/news/2016/04/29/118766912/militer-filipina-terus-bombardir-abu-sayyaf-14-milisi-tewas

India Luncurkan Satelit Untuk Sistem GPS Buatan Sendiri

 Indian Regional Navigation System Satellite
 Indian Regional Navigation System Satellite

India meluncurkan satelit pada hari ini (28/04) untuk membangun sistem Indian Regional Navigation System Satellite (IRNSS), yang mirip dengan GPS (Global Positioning System) buatan AS dengan peluncuran IRNSS-1G, merupakan satelit yang terakhir dari konstelasi tujuh satelit.
Ketika IRNSS-1G operasional dalam waktu sekitar satu bulan mendatang, IRNSS akan memberikan layanan seperti navigasi darat dan laut, pengelolaan bencana, pelacakan kendaraan dan manajemen armada, bantuan navigasi untuk pejalan kaki dan pelancong, navigasi visual dan suara untuk pengendara.
IRNSS akan menyediakan layanan navigasi publik seperti membantu dengan manajemen bencana serta gerakan militer India, termasuk kapal dan pesawat. Ketika sepenuhnya operasional, sistem ini akan menyediakan dua jenis layanan; layanan positioning standar dan layanan terbatas. Layanan yang akan diberikan kepada semua pengguna sementara layanan terbatas akan menjadi layanan yang dienkripsi untuk pengguna yang berwenang seperti militer dan pihak keamanan.
Para pejabat India memperkirakan proyek ini akan menelan biaya 14,2 milyar rupee ($238,6 juta).
Roket PSLV (Polar Satellite Launch Vehicle) varian XL yang digunakan pada peluncuran ini sebelumnya juga digunakan untuk peluncuran Mars Orbiter Mission, satelit lunar probe pertama India Chandrayaan-1, satelit pengamat angkasa Astrosat serta enam satelit IRNSS sebelumnya.
Sumber : http://defenseworld.net/

Inilah Beberapa Senjata Menakjubkan yang Hanya Dimiliki AS

Amerika Serikat (AS) dikenal sebagai negara yang kerap memproduksi senjata-senjata super canggih. Tak jarang senjata itu digunakan untuk pertempuran. Berikut 10 senjata super canggih yang hanya dimiliki Amerika Serikat.
1. MQ-9 Reaper Drone
Diproduksi oleh General Atomics Aeronautical Systems (GA-ASI), MQ9 Reaper Drone adalah pesawat yang biasa digunakan untuk keperluan intelijen dan pengintaian.
Pesawat tanpa dengan kapasitas muatan 1.360 kg ini mampu terbang selama 36 jam hingga diketinggian 15.850 meter. Meskipun bisa dibilang bukan produksi baru, pesawat dengan lebar 25 meter hingga ke sayap ini mampu membawa bom atau rudal seberat 227 kg
MQ9 Reaper Drone
MQ9 Reaper Drone

2. AA12 Atchisson Assault Shotgun
Senjata produksi Maxwell Atchisson memiliki kemampuan jauh di atas rata-rata yaitu mampu menembakkan lima peluru per detik. AA12 sengaja dirancang untuk pertarungan jarak dekat
Tak hanya itu, AA12 juga dapat digunakan untuk menembakkan peledak tinggi atau FRAG-12 dengan efisiensi setara 175 meter.
AA12 Atchisson Assault Shotgun
AA12 Atchisson Assault Shotgun

3. Senapan PHASR
Senapan Personel halting and Stimulation Response (PHASR) yang diproduksi oleh Kementrian Pertahanan AS ini mampu mengeluarkan sinar laser.
Laser yang disebut dazzler ini berfungsi untuk membutakan dan membingungkan musuh dalam bebarapa saat. Dazzler mulanya dipasangkan pada senapan tentara AS sebagai cara untuk menghentikan warga Irak yang lolos dari pos pemeriksaan.
Senapan PHASR
Senapan PHASR

4. Taser Shockwave
Senjata buatan TASER ini berfungsi untuk membuka kerumunan orang-orang. Dengan menekan satu tombol saja, alat ini akan mengalirkan arus listrik dan kemudian akan menciptakan 'wilayah penolakan'. Taser Shockwave bisa dipasang di semua jenis kendaraan dan efektif digunakan dalam radius 7,6 meter.
Taser Shockwave
Taser Shockwave

5. Black Knight
The Black Knight atau Ksatria Hitam merupakan perpaduan tank kendali jarak jauh dengan kendaraan pengintai. Senjata yang diproduksi oleh BAE System ini dirancang khusus untuk situasi yang sangat beresiko tinggi bagi kendaraan berawak.
Ksatria Hitam dilengkapi dengan meriam dan senapan mesin. Senjata ini didukung dengan kekuatan tenaga mesin sebesar 300hp dan memiliki software navigasi automatis yang mampu merancang dan mengikuti jalurnya sendiri.
The Black Knight
The Black Knight 

6. Active Denial System (ADS)
Dirilis 2008 silam, ADS dijuluki sebagai senapan cahaya. ADS adalah perpaduan radar dan gelombang mikro. Tembakan gelombang elektromagnetik yang mengenai kulit dapat menghasilkan rasa sakit yang sangat intens.
Akibat yang ditimbulkannya membuat orang ingin menjauhinya. Maka, tak heran apabila kalangan miiter menyebut ADS dengan 'Senjata Selamat Jalan'.
Active Denial System (ADS)
Active Denial System (ADS)

7. Laser Avenger
Senjata yang diproduksi oleh Boeing (BA) ini hanya memiliki diameter beberapa centimeter saja. Sehingga, tidak akan mudah terlihat dengan mata telanjang.
Senjata yang dirilis pada 2009 lalu ini dilengkapi laser dengan kekuatan 20 kali lebih panas daripada kompor listrik, bahkan mampu menembus kulit dengan mudah. Senjata ini dapat melukai tentara musuh dengan parah dibanding senjata lain.
Laser Avenger
Laser Avenger

8. MAARS Robot (Modular Advanced Armed Robotic System)
MAARS merupakan modifikasi kendali jarak jauh yang berfungsi untuk menjinakkan bom. Robot ini dibuat untuk berbagai kebutuhan. MAARS dapat meluncurkan granat 40mm.
MAARS Robot
MAARS Robot

9. XM2010 Enhanced Sniper Rifle
Senapan yang diproduksi oleh Remington ini merupakan modifikasi M24. Senjata ini dirancang agar efektif digunakan di ketinggian dengan jarak tempur yang jauh di Afganistan.
XM2010 dilengkapi peredam flash dan suara serta FLIR untuk menyembunyikan barel senapan yang mulai memanas.
XM2010 Enhanced Sniper Rifle
XM2010 Enhanced Sniper Rifle

10. XM25 Individual Airbusrt Weapon System (IAWS)
XM25 merupakan senapan yang diproduksi tahun 2014 oleh Heckler & Koch. XM25 memiliki julukan ‘The Punisher’ yang memiliki kemampuan menembakkan granat generasi baru dengan akurat pada jarak 500 meter.
Uniknya, granat senjata ini dapat diprogram secara manual dalam jarak 10 meter hingga mengenai target.
XM25 Individual Airbusrt Weapon System
XM25 Individual Airbusrt Weapon System

Sumber : http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/16/04/27/o69ill377-11-senjata-menakjubkan-yang-hanya-dimiliki-as

AL Kerajaan Thailand Terima Dua Helikopter Militer H145M Baru

Helikopter Militer H145M Thailand
Helikopter Militer H145M Thailand
AL Kerajaan Thailand menerima dua helikopter militer H145M baru (sebelumnya dikenal sebagai EC645).
AL Kerajaan Thailand menandatangani kontrak untuk pembelian lima helikopter H145M untuk digunakan dalam tugas transportasi dan misi lainnya, dengan penyerahannya dijadwalkan dimulai pada tahun 2016. pembelian tersebut merupakan pesanan ekspor pertama versi militer dari EC145 T2, yang merupakan model terbaru dan paling kuat dari keluarga helikopter ringan bermesin ganda EC145 Airbus Helicopter.
H145M ini dilengkapi dengan digital glass cockpit, kompatibilitas dengan night vision goggle, dan perangkat avionik canggih Airbus Helicopters Helionix® dengan 4-axis digital autopilot.
Perangkat tambahan termasuk sistem transmisi yang di-upgrade dan penggunaan tail rotor khas Airbus Helicopters Fenestron® untuk meningkatkan kontrol anti-torsi.
Untuk operasi bersenjata, helikopter yang membawa komputer misi, dua pylon persenjataan serbaguna yang mudah dilepas, sistem elektro-optik inframerah/TV, dan laser rangefinder/designator/pointer. Dengan arsitektur sistem terbuka, sistem senjata yang inovatif ini memberikan kontribusi untuk kewaspadaan situasional yang penuh untuk para kru.
Sumber : http://defence-blog.com/

Pesawat Sukhoi Atraksi Terbang Rendah, Rumah Warga Retak-Retak

Pesawat Sukhoi TNI AU
Pesawat Sukhoi TNI AU
Atraksi terbang rendah tiga pesawat tempur Sukhoi dari Skuadron 11 di langit Kolaka, Sulawesi Tenggara, membuat tembok rumah warga retak-retak. Hal ini dialami oleh Muja.
Dia mengatakan, pada atraksi pertama, tembok rumahnya baik-baik saja. Setelah atraksi terakhir, ketika pesawat tempur itu terbang rendah, temboknya pun langsung retak.
"Kami kan nonton itu atraksi pesawat tempur dari depan rumah. Pertama masih baik-baik saja. Setelah begitu rendahnya pesawat itu terbang, langsung kaca rumah bergemuruh seperti mau pecah. Tidak lama kemudian, tembok retak. Sempat ada yang terbuka dinding bagian atas, tetapi kecil-kecil," katanya, Rabu (27/4/2016).
Dia tidak menyangka tembok rumahnya akan retak. Sebab, saat geladi bersih, sehari sebelumnya, pesawat tempur itu sempat latihan.
"Kemarin waktu mereka latihan, tidak apa-apa rumah kami. Memang, saat latihan, hanya ada dua pesawat. Namun, tadi sudah tiga pesawat," tambahnya.
Bukan hanya Muja yang menjadi korban dari atraksi pesawat Sukhoi yang terbang rendah itu. Warga lain yang bernama Hasnur juga mengalami insiden serupa di rumahnya.
"Di rumah sempat ada kaca yang pecah. Mungkin akibat dentuman suara pesawat jet itu. Kan memang ngeri suaranya waktu terbang rendah itu. Kami tidak bisa menuntut ganti rugi. Jadi, biar sajalah," ujarnya.
Atraksi terbang rendah tiga pesawat Sukhoi ini berlangsung selama lebih kurang lima menit. Atraksi itu pun menjadi bagian dari penutupan kegiatan Hari Ulang Tahun Ke-52 Sulawesi Tenggara di Kota Kolaka.
Sumber : http://regional.kompas.com/read/2016/04/27/18371371/Pesawat.Sukhoi.Atraksi.Terbang.Rendah.Rumah.Warga.Retak-retak

Setelah S-300, Iran Akan Beli Senjata Canggih Lainnya dari Rusia

Sistem Pertahanan Udara S-300
Sistem Pertahanan Udara S-300
Setelah menerima sistem pertahanan udara S-300, Iran dikabarkan akan kembali membeli senjata canggih dari Rusia. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Agen Ekspor Peralatan Militer Tentara Federal Rusia, Alexander Fomin, pada Selasa 26 April 2016.
Kedua negara telah membicarakan hal tersebut secara saksama dan mencapai kesepakatan. Meski begitu, Fomin tidak memberikan keterangan lebih jauh mengenai detail persenjataan maupun spesifikasi senjata canggih yang menarik minat Negeri Para Mullah.
“Yang pasti, kami tidak membahas sistem persenjataan ofensif (bersifat menyerang) yang dilarang PBB,” tegas dia, seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (27/4/2016).
Iran sebenarnya juga memproduksi senjata sendiri, antara lain, Misil Ghader, Nasr dan Fakour, radar pengintai Kasta, Hag dan misil pertahanan Rapier, serta misil jarak jauh Talaash-3.
Akan tetapi, Teheran merasa belum cukup dengan semua sistem persenjataan yang dikembangkannya sendiri. Oleh karena itu, mereka juga memasok persenjataan dari negara lain, salah satunya Rusia.
Selama ini Iran sangat tertarik memiliki sistem pertahanan udara S-300 buatan Negeri Beruang Merah. Senjata itu diyakini sebagai salah satu sistem yang paling dapat diandalkan dan efisien untuk meningkatkan pertahanan udara Teheran.
Senjata S-300 buatan Rusia sendiri telah dioperasikan oleh sejumlah negara, termasuk Aljazair, Azerbaijan, Belarusia, Siprus, Kazakhstan, dan Vietnam.
Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/04/27/18/1373967/setelah-s-300-iran-akan-beli-senjata-canggih-lainnya-dari-rusia

China Sukses Gelar Uji Coba Rudal Hypersonic

Uji Coba Rudal Hypersonic
Uji Coba Rudal Hypersonic
China berhasil melakukan uji coba rudal hypersonic berhulu ledak pada pekan lalu. Uji coba ini berlangsung hanya selang beberapa hari setelah Rusia melakukan uji coba serupa sebelumnya.
Uji coba itu dilakukan dengan cara menembakan rudal hypersonic China, yang diberi nama Df-ZF, dengan sebuah pesawat peluncur. Rudal tersebut diluncurkan dari pusat peluncuran rudal China di Wuzhai seperti dikutip Washington Free Beacon dari pernyataan seorang pejabat China, Rabu (27/4/2016).
Dalam uji coba itu, data satelit menunjukkan, pesawat peluncur itu mampu bermanuver dengan terbang beberapa ribu mil perjam saat terbang sepanjang atmosfer ke wilayah bagian barat negara itu.
Ini adalah uji coba penerbangan ketujuh yang sukses dilakukan oleh China dari pesawat peluncur revolusioner. Pesawat peluncur itu mampu bergerak pada kecepatan antar 4.000 dan 7.000 mil per jam.
Para pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) menilai, China berencana untuk menggunakan pesawat peluncur berhulu ledak nuklir sebagai pertahanan rudal. Selain itu, rudal DF-ZF juga dapat digunakan untuk senjata penyerang konvensional yang strategis dengan kemampuan menghantam sasaran di seluruh dunia dalam waktu satu jam.
Sumber : http://international.sindonews.com/read/1104604/40/china-sukses-gelar-uji-coba-rudal-hypersonic-1461774035

Kisah Akil, Tim Pencari Logistik Kelompok Santoso yang Lari dari Hutan Poso

Irfan Maulana alias Akil alias Papa Kembar
Irfan Maulana alias Akil alias Papa Kembar
Kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso alias Abu Wardah pecah kongsi. Satu persatu anggota ingin melepaskan diri dari kelompok yang saat ini bersembunyi di Pegunungan Biru, Poso, Sulawesi Tengah tersebut.

Sayang keluar dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur ternyata tak mudah. Santoso mengancam akan membunuh siapapun yang keluar dari kelompok pimpinannya. Meski dilarang beberapa pengikut Santoso nekat kabur.

Pada Senin kemarin satu pengikut Santoso yakni Irfan Maulana alias Akil alias Papa Kembar lari dari hutan dan menyerahkan diri ke Satuan Tugas Operasi Tinombala gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI.

Seperti apa ceritanya?

Akil mulai bergabung dengan kelompok Santoso pada Juli 2015. Bersama kelompok Santoso Akil ikut latihan militer di salah satu bagian Pegunungan Biru, tepatnya di atas Dusun Tamanjeka, Poso Pesisir.

Pada 17 Agustus 2015 aparat gabungan TNI-Polri menggerebek tempat latihan militer tersebut yang membuat kelompok Santoso kocar-kacir. Namun kelompok ini bisa bergabung kembali. Saat itulah Akil menyatakan keinginannya untuk keluar dari kelompok Santoso. Dia ingin kembali ke keluarganya di Tamanjeka.

"Namun Santoso justru marah dan mengancam supaya tersangka tetap bertahan untuk bergabung, karena alasan akan mengancam keamanan kelompoknya. Dan Fatwa Santoso bahwa siapapun yang keluar dari kelompok mereka, maka dianggap murtad dan akan dibunuh," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Ajun Komisaris Besar Hari Suprapto saat berbincang dengan detikcom, Rabu (27/4/2016).

Gagal lepas dari kelompok Santoso, Akil mendapatkan tugas di lapisan terluar alias tim pengintai pencari logistik. Dia bersama Barok, Kholid, Ali Kalora, Romji, Zaid, bersama beberapa orang Uighur ditugaskan mencari logistik dengan cara mencuri, merampas dan merampok hasil kebun masyarakat. Seperti nanas, pisang dan aneka buah lainnya.

Saat mencari logistik, Akil, Brother dan Jaelani sempat tersesat di hutan. Santoso dan beberapa pengikutnya mengira bahwa Akil telah berkhianat. Santoso pun memerintahkan anak buahnya mencari mereka bertiga. Bila benar berkhianat, Santoso pun memerintahkan mereka untuk dibunuh.

Setelah ditemukan, Akil, Brother dan Jaelani tak jadi dibunuh tapi mereka dikucilkan dan selalu diawasi. "Tersangka (Akil) dikucilkan dan selalu diawasi sehingga hal-hal penting tersangka tidak pernah dilibatkan," papar Hari.

Awal tahun 2016, kelompok Santoso mulai terdesak. Mereka bergeser ke wilayah Napu di Palu untuk menghindar dari pengejaran aparat dan membuka jalur logistik baru. Kontak senjata antara Satgas Tinombala dengan kelompok Santoso pada 28 Februari 2016 yang menyebabkan Akil terpisah dengan teman-temannya di tim pengintai.

Akil bersama tiga temannya berusaha menghindari aparat dan kembali ke Tamanjeka di Poso Pesisir. Mereka tiba di Tamanjeka pada 8 April 2016. "Jadi selama kurang lebih 38 hari, Akil bersama 3 temanya menyusuri gunung dan hutan tanpa bertemu dengan masyarakat dan bertahan hidup dengan cara survival, sampai akhirnya tersangka melihat kampung Tamanjeka di bawahnya. Kemudian tersangka pada saat malam hari, diam-diam pergi meninggalkan teman-temannya dan turun pulang ke rumah tersangka," kata Hari.

Sampai di rumah mertua, tersangka menderita sakit selama kurang lebih 5 hari. Dia pun mengutarakan keinginannya untuk menyerahkan diri kepada aparat. "Selanjutnya mertua menghubungi kepala Dusun dan menyampaikan keinginan menantunya, dan oleh kepala dusun ditindaklanjuti dengan proses penyerahan diri tersangka kepada aparat satgas Tinombala," papar Hari.

Sumber : https://news.detik.com/berita/3198007/kisah-akil-tim-pencari-logistik-kelompok-santoso-yang-lari-dari-hutan-poso

Senjata Api Tinggal 5 Pucuk dan Kelaparan, Kelompok Santoso Makin Melemah

DPO Teroris Santoso
DPO Teroris Santoso

Ada pertanyaan yang seringkali muncul terkait kelompok teroris Santoso di Poso Sulawesi Tengah yaitu seberapa besar kekuatan personel dan persenjataan yang dimiliki oleh kelompok yang menamakan diri mereka Mujahidin Indonesia Timur itu.
Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menyebutkan berdasarkan analisis sementara, kekuatan kelompok Teroris Santoso semakin lemah baik dari segi persenjataan maupun jumlah personel, akibat kelaparan karena kesulitan logistik serta perpecahan di dalam kelompok itu sendiri.
Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Hari Suprapto, Kamis (27/4) kepada VOA di Poso menjelaskan kelompok yang kini beranggotakan 25 orang itu diyakini hanya memiliki lima pucuk senjata api laras panjang jenis SS1, SS2, dan M16 yang dipegang orang-orang penting di dalam kelompok itu, di antaranya adalah Santoso, Basri dan Ali Kalora. Amunisi yang dimiliki h kelompok itu juga diyakini terbatas dengan kondisi tidak terawat dan mungkin tidak bisa digunakan karena lembab.
“Kemudian persenjataan kita lihat, hanya diperkirakan tinggal lima buah. Yah, itu senjata laras panjang baik jenis SS maupun M16,” kata AKBP Hari Suprapto.
Karena jumlah senjata api yang terbatas, maka anggota lain dalam kelompok itu hanya dibekali senjata tajam dan bom rakitan antara satu hingga tiga buah. Kepemilikan bom rakitan itu pun tidak merata sehingga Polisi menduga semakin penting posisi orang itu dalam kelompok Santoso, maka ia bisa memiliki dua hingga tiga buah bom rakitan.
“Kalau kita lihat dari beberapa penangkapan itu yang di kelompok luar, hanya menggunakan bom, dalam arti bom rakitan. Dia ini kekuatan bom rakitan ini yang ada pada kelompok luar, yang selama ini kita tangkap adalah berkisar antara satu sampai tiga. Ini menandakan semakin banyak jumlah bomnya itu semakin tinggi kedudukan di dalam kelompok Santoso,” lanjutnya.
Dari sejumlah penangkapan yang dilakukan oleh Satgas Operasi Tinombala 2016 terhadap anggota kelompok itu, Polisi bisa memastikan Santoso dan kelompoknya kelaparan karena kesulitan mendapatkan bahan makanan setelah Operasi Tinombala 2016 mendirikan pos-pos sekat di desa-desa yang berbatasan dengan hutan pegunungan.
“Kalau kita lihat juga kondisi beberapa yang sudah kita tangkap atau menyerahkan diri, kondisi kelaparan. Kita bisa pastikan mereka tidak mendapat pasokan logistik kemudian kesulitan mencari logistik,” kata AKBP Hari Suprapto.
AKBP Hari Suprapto mengatakan dengan melemahnya kekuatan kelompok Santoso, maka hanya soal waktu sebelum akhirnya kelompok itu dapat ditangkap atau justru menyerahkan diri kepada aparat keamanan.
Sementara itu, warga sangat berharap agar Operasi Tinombala 2016 segera menumpas Kelompok Santoso. Kani Wengkau (63) warga desa Patiwunga, Kecamatan Poso Pesisir Selatan kepada VOA mengungkapkan kondisi 250 keluarga di desa itu yang resah dan merasa tidak aman beraktivitas di kebun yang selama ini menjadi sumber pendapatan mereka.
“Memang secara manusia itu kami merasa takut. Takut sekali. Makanya kami minta kepada Pemerintah bahkan semua aparat untuk bisa bertindak cepat supaya kami sebagai masyarakat di sini akan mendapat yaitu jaminan keamanan supaya kami bisa bebas, sebab sementara ini kami dengan keadaan ini, kami tidak bisa keluar, kami tidak bisa lagi, masyarakat yang hanya bisa hidup dalam pencaharian dibidang pertanian, kami sudah tidak bisa lagi mendapat apa-apa,” kata Kani Wengkau.
Sejak dimulai pada 10 Januari, Operasi Tinombala 2016 telah menewaskan 11 anggota Kelompok Santoso dan menangkap lima orang di antaranya.

Sumber : http://www.voaindonesia.com/content/senjata-api-tinggal-5-pucuk-dan-kelaparan-kelompok-santoso-makin-melemah/3304679.html

Rusia Ingin Sekutunya Miliki Militer Modern

Pasukan Mitra dan Sekutu Rusia
Pasukan Mitra dan Sekutu Rusia
Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu mengatakan bahwa negaranya menginginkan mitra yang memiliki teknologi militer dan peralatan senjata modern.

"Kami ingin sekutu dan mitra kami memiliki angkatan bersenjata yang sangat mobile dan dilengkapi dengan senjata modern serta kendaraan militer yang efektif. Peralatan tersebut bertujuan agar mereka dapat menghadapi tantangan dan ancaman keamanan nasional," ujar Shoigu di Konferensi V Moskow tentang Keamanan Internasional, sebagaimana dikutip dari Sputnik, Rabu (27/4/2016).

Dia menambahkan bahwa penguatan terhadap negara anggota Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) berarti juga memperkuat keamanan Rusia. Basis-basis Rusia di Tajikistan dan Kirgistan adalah jaminan bagi stabilitas regional.

"Kami yakin bahwa pangkalan Rusia di Tajikistan dan Kirgistan adalah jaminan bagi stabilitas regional. Bersama-sama dengan negara sekutu, kami memperkuat kemampuan tempur mereka, yang pada gilirannya memperkuat keamanan Dushanbe dan Bishkek," kata Shoigu.

Salah satu tujuan peningkatan pasukan militer adalah untuk mencegah perluasan terorisme ke negara-negara CIS atau negara-negara bekas Uni Soviet.

Kami memberikan perhatian khusus terhadap situasi yang mengkhawatirkan di Asia Tengah dan pengaruh negatif akibat ancaman teroris dari Afghanistan," kata Shoigu.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/04/27/18/1374234/rusia-ingin-sekutunya-miliki-militer-modern

Ceroboh, Pengebom Bunuh Diri Taliban Tak Sengaja Tewaskan 8 Rekannya

Militan Taliban
Militan Taliban
Gara-gara ceroboh, pengebom bunuh diri Taliban menggagalkan rencana teror mereka di Kunduz, Afghanistan. Salah satu calon pengebom tidak sengaja meledakkan bom yang dibawanya, hingga menewaskan delapan rekannya sesama Taliban.

Seperti dilansir media Inggris, The Sun, Rabu (27/4/2016), para militan Taliban yang tewas itu berencana melakukan serangan teror di kota Kunduz, Afghanistan bagian utara. Militan yang tewas ini diketahui berada di bawah komandan Taliban, Mullah Wali.

Disampaikan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, seluruh militan yang tewas mengenakan rompi bunuh diri, yang diduga akan melancarkan serangan terkoordinasi. Mereka tengah bergerak dari Dasht-e-Archi menuju ke Kunduz, ketika insiden ini terjadi.

Salah satu militan dilaporkan mengaktifkan peledak yang dipakainya terlalu cepat atau sebelum serangan dilakukan. Ledakan itu menewaskan dirinya dan memicu ledakan bom bunuh dari yang lainnya, hingga menewaskan seluruh militan yang ada di sekitarnya. Taliban memilih bungkam soal insiden ini.

Insiden semacam ini bukan yang pertama kali terjadi di Afghanistan. Dilaporkan kantor berita Afghanistan, Khaama Press, sebelumnya ada insiden ketika 10 calon pengebom bunuh diri tewas meledakkan diri mereka sendiri ketika merakit IED atau bom rakitan di Provinsi Ghazni.

Menurut pejabat keamanan setempat, para militan itu tengah sibuk merakit IED di dalam masjid di distrik Andar, ketika bom rakitan itu tiba-tiba meledak. Seluruh militan yang hendak melakukan serangan teror itu tewas lebih awal sebelum beraksi.

Kemudian pada November tahun lalu, seorang militan yang tidak kompeten tewas akibat ledakan mortir ketika tengah merekam video propaganda ISIS.

Sumber : http://news.detik.com/internasional/3197874/ceroboh-pengebom-bunuh-diri-taliban-tak-sengaja-tewaskan-8-rekannya

AS Gencar Lumpuhkan ISIS Lewat Serangan Siber

Menhan Ash Carter saat kunjungan ke Unit Siber AS
Menhan Ash Carter saat kunjungan ke Unit Siber AS
Militer Amerika Serikat saat ini melakukan serangan siber kepada kelompok ISIS, sebagai taktik terbaru Departemen Pertahanan AS (Pentagon) untuk mempercepat perlawanan terhadap kelompok militan tersebut.
Sebuah koalisi tempur pimpinan AS telah menyerang ISIS di Irak dan Suriah sejak Agustus 2014. Pejabat militer telah lama menyatakan pentingnya menggunakan teknologi siber seperti memberikan muatan berlebih (overloading) terhadap jaringan ISIS, membatasi komunikasi kelompok, dan mengurangi kemampuan merekrut anggota baru.
"Kami sekarang telah mulai menggunakan penyerangan terhadap kemampuan siber. Kami yakin upaya ini terkoordinasi dengan baik dan sangat efektif," kata Mayor Jenderal Peter Gersten, Wakil Komandan Operasi dan Intelijen AS di Baghdad, Irak, seperti dilansir dari situs Abc, Rabu, 27 April 2016.
Awal bulan ini, Wakil Menteri Pertahanan AS, Robert Work mengatakan telah menjatuhkan "bom siber" pada kelompok ISIS. Militer AS disebut-sebut telah menempatkan "implan" dalam jaringan ISIS, sehingga memungkinkan militer memonitor kegiatan ISIS.
AS berharap dapat meniru atau mengubah pesan komandan ISIS, sehingga para anggotanya secara tidak sadar akan langsung diarahkan ke daerah-daerah yang kemungkinan terkena drone atau serangan pesawat.
Komando siber AS bertugas untuk melindungi militer Amerika dan beberapa jaringan sipil dari serangan, serta mengerahkan strategi siber jika diperlukan.
Pada 2018, akan dipekerjakan lebih dari 6.000 ahli teknis militer dan sipil yang bekerja di 133 tim. Satu tim tersebut terdiri dari sekitar 65 orang, yang bekerja di Timur Tengah dan melakukan operasi siber terhadap jaringan ISIS.
Sumber : http://dunia.news.viva.co.id/news/read/766163-as-gencar-lumpuhkan-isis-lewat-serangan-siber

Korut Bangun Replika Kantor dan Kediaman Presiden Korsel untuk Ditembaki Artileri

 Replika Kantor dan Kediaman Presiden Korsel
 Replika Kantor dan Kediaman Presiden Korsel 
Korea Utara (Korut) sedang bersiap untuk membuat replika Gedung Biru (Blue House), kantor dan kediaman Presiden Korea Selatan. Replika yang dibangun di luar Pyongyang ini akan dijadikan target senjata artileri Korut.
Militer Korea Selatan mengungkapkan hal itu pada Rabu (27/4/2016). Tampaknya, apa yang dilakukan Korut merupakan bagian dari propaganda permusuhan terhadap Korea Selatan (Korsel). Seorang pejabat Kepala Staf Gabungan Militer Korsel di Seoul mengatakan, militer Korut terdeteksi sedang membangun replika, yang besarnya separuh dari aslinya, awal bulan ini.
"Korut tampaknya sedang bersiap untuk meluncurkan sebuah serangan ejekan (tiruan) terhadap Blue House dengan menggunakan replika sebagai target," kata pejabat itu. Sekitar 30 senjata artileri telah dibawa ke lokasi jangkauan. Namun, artileri itu tidak terlihat karena memang sengaja disembunyikan dengan penutup khusus.
"Latihan ini diyakini untuk memicu permusuhan dengan Korsel, menyerukan loyalitas (kepada pemimpin Kim Jong-Un), dan membawa kekhawatiran akan keamanan di Korsel," kata pejabat. Korut kini memacu sentimen nasionalis yang lebih kuat menjelang kongres partai yang berkuasa, Partai Pekerja, yang akan digelar pada 6 Mei. Ini merupakan kongres pertama dalam 36 tahun.
Hal yang dikhawatirkan oleh Seoul dan Washington ialah kemungkinan bahwa Pyongyang akan melakukan uji coba nuklir terbaru, atau yang kelima, menjelang kongres partai berkuasa itu. Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat tinggi sejak uji coba nuklir terakhir Korut pada 6 Januari lalu. Uji coba diikuti serangkaian penembakan rudal balistik jarak pendek dan menengah.
Pyongyang telah beberapa kali mengeluarkan ancaman untuk melakukan serangan langsung ke Gedung Biru, yang menjadi kantor dan tempat tinggal resmi Presiden Korsel Park Geun-Hye. Awal April, sebuah situs resmi Korut merilis video propaganda yang menggambarkan serangan roket di Gedung Biru dan bangunan pemerintah lainnya di Seoul.
Sumber : http://internasional.kompas.com/read/2016/04/27/17544701/Korut.Bangun.Replika.Kantor.dan.Kediaman.Presiden.Korsel.untuk.Ditembaki.Artileri

Menhan Indonesia Kunjungi Moskow, Tanda Tangani Pembelian Su-35

Pembelian Su-35 Oleh Indonesia
Pembelian Su-35 Oleh Indonesia
Seperti yang dilansir situs resmi Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Indonesia dan Rusia tengah berupaya meningkatkan kerja sama di bidang kedirgantaraan, metalurgi, industri kimia, industri farmasi, teknik berat, serta industri otomotif.
Pada Januari lalu, delegasi Rusia yang dipimpin oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan Denis Manturov mengunjungi Indonesia dan mengadakan serangkaian pertemuan serta negosiasi dengan sejumlah pejabat Indonesia dan perwakilan beberapa industri di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Ryamizard kembali membahas rencana penandatanganan kontrak pembelian jet tempur multifungsi Su-35 saat berkunjung ke Rusia.
"Rusia ingin meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan dengan Indonesia. Indonesia adalah mitra yang menjanjikan, jadi kita perlu memperluas dinamika pembangunan proyek bilateral," tutur Denis Manturov.
Dalam kunjungan Ryamizard ke Moskow, pihak Rusia dan Indonesia sepakat akan menandatangani kontrak pembelian Su-35 pada bulan Mei di Moskow. Delegasi Indonesia akan mengunjungi Moskow untuk kepentingan tersebut, termasuk perwakilan perusahaan industri utama di dalam negeri. Selain itu, pertemuan mendatang akan membahas lingkup kerja sama secara lebih terperinci.
Sumber : http://minpromtorg.gov.ru/press-centre/news/#!denis_manturov_provel_rabochuyu_vstrechu_s_ministrom_oborony_respubliki_indoneziya

Radar Acak