Pesawat Tempur Siluman F-35 Siap Diterjunkan di Arena Pertempuran

Pesawat Tempur Siluman F-35
Pesawat Tempur Siluman F-35

Pesawat tempur generasi ke-5 Amerika Serikat telah siap diterjunkan ke pertempuran, setelah beberapa kali mengalami penundaan. Berita ini berdasarkan pernyataan pejabat Angkatan Udara dan Angkatan Laut Amerika, demikian dilaporkan media online Rusia Sputniknews, edisi 30 Juli 2019.
Mengutip pernyataan Wakil Komandan Pemeliharaan Grup 388 Letnan Kolonel Steven Anderson yang mengatakan "Kami telah mencapai semua tonggak kami," Anderson juga menyatakaan "Kami telah menyerahkan semua data ke ACC (Air Combat Command) agar Jendral (Herber) Carlisle membuat deklarasi." ungkap Sputniknews.
Wakil Komandan Korps Marinir untuk Aviation Letnan Jenderal Jon Davis dalam diskusi di Lembaga Enterprise Amerika juga memberi pernyataan soal kesiapan pesawat F-35B, yang dirancang dapat mendarat di kapal induk. Davis menyatakan "Kami punya sebuah permata di tangan kami dan kami baru saja mulai mengeksploitasi kemampuan itu dan kami sangat gembira dengan hal itu,"
John Davis mengatakan bahwa seluruh anggota korps Marinir ingin terbang dengan pesawat jet berhidung runcing ini. Ketika ditanya kemungkinan penggunaan F-35 dalam memerangi ISIS, Davis menyatakan bahwa mereka siap melakukan itu.
Angkatan Udara Amerika Serikat akan diperkuat dengan pesawat siluman F-35A, varian yang lepas landas di landasan biasa, seperti pesawat tempur lainnya. Sedangkan Angkatan Laut akan menggunkan pesawat F-35B, varian yang mampu terbang pada landasan pendek atau kapal induk dan mendarat secara vertikal (STOVL Short Take-Off and Vertical Landing).
F-35 adalah pesawat tempur generasi ke-5 yang canggih. Jet tempur dengan teknologi siluman ini sangat sulit dideteksi radar musuh. Pesawat siluman ini membawa rudal dan bom di dalam perutnya, sehingga semakin memperkecil cross section radar (CSR). Amerika serikat mengembangkan bom berdiameter kecil untuk pesawat tempur siluman F-22 dan F-35.
Sumber : https://www.tempo.co/

Kemenhan Minta Pemprov Banten Sediakan Tempat Latihan TNI AL

 Tempat Latihan TNI AL
 Tempat Latihan TNI AL

Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) Kementrian Pertahanan (Kemenhan), Raja Harahap meminta Pemerintah Provinsi (Pemrov) Banten menyediakan tempat latihan TNI Angkatan Laut (AL) di wilayah Perairan Selat Sunda. Jumat 29 Juli 2016.
Terlebih, Banten ini merupakan daerah yang memiliki luas wilayah pesisir dan laut yang mencapai 11.134,22 kilometer persegi.
“Tempat latihan ini perlu agar TNI AL dapat semakin meningkatkan profesionalime prajuritnya,” kata Raja Harahap kepada awak media, Kamis 28 Juli 2016 kemarin.
Terkait dalam permintaan ini, Kementrian Pertahanan bakal melayangkan surat izin kepada Gubernur Banten, Rano Karno.
Nantinya di sekitar perairan yang digunakan sebagai tampat latihan itu, masyarakat dilarang untuk beraktipitas menangkap ikan di wilayah latihan.
“Dalam pelatihan ini, untuk tempatnya kami akan lihat petanya terlebih dahulu,” pungkasnya.
Sumber : http://bantenday.com/kemenhan-minta-pemprov-banten-sediakan-tempat-latihan-tni-al/

Kapal Selam Bertenaga Nuklir Kelas Yasen Siap Perkuat AL Rusia Pada 2023

Kapal Selam Bertenaga Nuklir Kelas Yasen
Kapal Selam Bertenaga Nuklir Kelas Yasen 

Wakil Komandan Angkatan Laut Rusia Viktor Bursuk mengatakan bahwa serangkaian kapal selam tenaga nuklir kelas Yasen (julukan NATO: Severodvinsk) akan siap pada 2023.
"Seri ini akan siap pada 2023. Teknologi selalu menyiratkan pengembangan lebih lanjut," kata Bursuk kepada wartawan saat upacara pelepasan kapal selam kelas Yasen yang keenam.
Bursuk mengatakan Rusia akan membangun tujuh kapal selam kelas Yasen. Kapal selam pertama kelas Severodvinsk telah dikirim Angkatan Laut Rusia pada 17 Juni 2014.
Kapal berbobot 13.800 ton dan panjang sekitar 118 meter ini mampu melaju dengan kecepatan hingga 31 knot (sekitar 57,4 kilometer per jam) dan dapat menyelam hingga kedalaman lebih dari 518 meter. Kapal selam tersebut dilengkapi dengan ranjau laut, rudal antikapal Oniks dan Kalibr, serta senjata torpedo.
Berdasarakan Doktrin Angkatan Laut Rusia, kapal selam kelas Yasen akan menjadi kapal selam multiguna bertenaga nuklir di Angkatan Laut Rusia.
Sumber : http://sputniknews.com/military/20160729/1043755852/russia-nuclear-submarines.html

Angkatan Udara Kazakhstan Terima Pesawat Angkut C-295 Kelima

Pesawat Angkut C-295
Pesawat Angkut C-295 

Angkatan Udara Kazakhstan menerima pesawat angkut militer Airbus C-295 kelima, layanan pers kementerian pertahanan Kazakhstan mengumumkan pada tanggal 29 Juli 2016. Penerbangan pesawat itu dilakukan melalui Spanyol, Yunani, dan Azerbaijan.
"Pesawat angkut turboprop Airbus Military C-295 ini dirancang untuk pengangkutan personil, kargo, misi penerjunan, dan operasi penerbangan medis. C-295 mampu mengangkut 71 prajurit atau 48 pasukan terjun payung atau 24 orang terluka dengan tandu dengan tenaga medis, atau 9,2 ton kargo", kata kantor kementerian pertahanan Kazakhtan.
C-295 dioperasikan oleh Angkatan Udara Kazakhstan sejak Desember 2012 dan secara aktif terlibat dalam latihan militer yang dilakukan baik di Kazakhstan dan luar negeri.
Angkatan Udara Kazakhstan akan memiliki total 8 C-295 aicraft pada tahun 2018. Negara itu menandatangani kontrak dengan Airbus pada bulan Oktober 2013 untuk pengiriman dua C-295.
Selain C-295s Angkatan Udara Kazakhstan mengoperasikan armada era Soviet seperti pesawat angkut An-72, An-12 dan An-26.
Sumber : http://airrecognition.com/

Australia Pilih Rheinmetall dan BAE Systems untuk Lanjutkan Ikuti Program Land 400 Phase 2

 Rheinmetall Boxer
 Rheinmetall Boxer 

Departemen Pertahanan Australia mengumumkan pada tanggal 29 Juli mengenai pemilihan dua peserta tender untuk berpartisipasi dalam evaluasi tahap berikutnya untuk LAND 400 Phase 2, Mounted Combat Reconnaissance capability. Kedua peserta tender tersebut adalah Rheinmetall Boxer dan BAE Systems Australia AMV35. Elbit Systems/ST Kinetics Sentinel II (Terrex 3) dan General Dynamics Land Sistem/Thales Australia LAV 6.0 tidak terpilih untuk tahap evaluasi selanjutnya.
Deputy Secretary Capability Acquisition and Sustainment Group (CASG), Mr Kim Gillis, mengatakan bahwa baik BAE Systems Australia Limited dan Rheinmetall Landsysteme Gmbh, penawarannya dinilai sebagai penawaran solusi yang kompetitif dengan desain berdasarkan kemampuan yang sudah dalam kedinasan pada negara-negara lain.
"Ketika diperkenalkan ke kedinasan, Angkatan Darat Australia akan memiliki kemampuan yang mewakili lompatan kuantum dalam perlindungan bagi tentara kami serta menyediakan sistem sensor dan senjata canggih untuk para awaknya," kata Gillis.
"Pengumuman hari ini menyusul penambahan waktu periode evaluasi Request for Tender (RFT) untuk melakukan review dari unsur keterlibatan industri Australia pada LAND 400 Phase 2 Risk Mitigation Activity (RMA) untuk memastikan keterlibatan industri Australia dapat dioptimalkan.
"Review yang dilakukan oleh Deloitte Australia menemukan keselarasan yang jelas antara proses evaluasi tender LAND 400 Phase 2 dan arah kebijakan dan prioritas dari Defence Industry Policy Statement (DIPS) 2016," katanya.
Keputusan untuk melakukan review tersebut menghasilkan pemahaman yang lebih baik dari industri, menunjukkan keselarasan yang jelas antara DIPS dan kegiatan RMA yang diusulkan, dan membantu memperkuat pentingnya industri sebagai input dasar untuk kemampuan tersebut.
Sumber : http://armyrecognition.com/

PMRobotics JT-240, Target Drone Oerlikon Skyshield Paskhas TNI AU

PMRobotics JT-240
PMRobotics JT-240

Untuk saat ini, CIWS (Close In Weapon System) Oerlikon Skyshield kaliber 35 mm yang dioperasikan Detasemen Hanud (Denhanud) Paskhas TNI AU adalah kanon SHORAD (Short Range Air Defence System) tercanggih yang ada di Indonesia. Namun untuk mensahkan predikat canggih dan handal pada kanon buatan Rheinmetall Air Defence Swiss ini, perlu dilakukan uji coba penembakan dalam menghadapi sasaran bergerak di udara.
Yang dimaksud sasaran bergerak di udara tak lain adalah drone. Ya, target drone masih dipercaya untuk menjajal kesiapan sistem alutsista dan awak kanon terhadap kondisi peperangan yang mendekati keadaan sebenarnya. Oerlikon Skyshield yang mengusung jenis laras Contraves 35/1000 kaliber 35 mm L79 GDF-007 dengan mekanisme gas serta pendingin berupa air, digadang mampu melibas sasaran berupa helikopter, jet tempur yang terbang rendah, sampai rudal jelajah. Kecepatan tembak kanon laras tunggal ini juga fantastis, yakni melontarkan 1.000 proyektil dalam satu menit. Tak heran bila PKR (Perusak Kawal Rudal) Martadinata Class TNI AL (aka - SIGMA Class 10514) juga mengusung versi naval kanon ini, yaitu Oerlikon Millenium.
Sebagai sistem terpadu yang terdiri dari fire control unit, sensor radar, dan commando post, Oerlikon Skyshield TNI AU kali ini ditantang oleh target drone jenis JT-240. Target drone buatan PMRobotics GmbH, Swiss ini memang unik dibanding target drone yang biasa digunakan TNI AD/TNI AU. Pasalnya target drone ini tak menggunakan mesin propeller baling-baling, sosoknya lebih mencerminkan sebuah jet tempur dalam ukuran mini. Sebagai mesin propeller memang JT-240 mengusung mesin turbin dengan kekuatan 165N.
Sesi uji coba diselenggarakan oleh Detasemen Hanud (Denhanud) 472 Paskhas, berlangsung pada awal Mei lalu dengan mengambil lokasi di daerah Pandanwangi Pesisir Pantai Lumajang, Jawa Timur. Dalam uji coba ini dihadiri para pejabat Kemhan, Mabesau, para Asisten Korpaskhas, Depohar 60, para Danwing Paskhas, Danpusdiklat Paskhas dan para jajaran Dandenhanud Paskhas, dan pihak mitra PT. Adhityatama Perkasa Putra serta Produsen Rheinmetall Air Defence.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk uji dinamis dengan menggunakan Target Drone Jet dengan profile Head On dapat dideteksi oleh Sensor Unit/Radar dan dapat dihancurkan dengan Oerlikon Skyshield. Serta dilangsungkan uji statis melaksanakan Tracking oleh sensor unit/Radar dengan sasaran berupa Target Drone Jet dengan menggunakan Oerlikon Skyshield dan Rudal Chiron buatan Korea Selatan. Pada hari berikutnya, personel Denhanud Paskhas melaksanakan uji coba penembakan senjata Oerlikon Skyshield mulai dari mulai penyiapan amunisi, loading, penentuan fiktif point di dalam Command Post serta sistem penembakan mulai dari single, rapid dan burst sampai prosedur penembakan.
Berdasarkan informasi yang Indomiliter dapatkan dari Manuel Metz, perwakilan PMRobotics GmbH, disebutkan bahwa JT-240 dalam sesi uji penembakan bermanuver dengan navigasi otomatis lewat 3D waypoint. Ini artinya manuver drone sudah ditentukan sebelumnya berdasarkan pointing koordinat GPS (Global Positioning System). Meski begitu, untuk momen take off dan landing, kendali drone ini beralih ke manual dengan remote control oleh operator.
Beda dengan target drone Meggit BTT-3 Banshee yang pernah digunakan Arhanud TNI AD saat menjajal rudal MANPADS Mistral Atlas, JT-240 tidak diluncurkan lewat sistem pelontar, drone JT-240 lepas landas dan mendarat cukup dengan runway sepanjang 200 meter. Pola konfigurasi pada JT-240 juga dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan level latihan. JT-240 punya kecepatan maksimum 60 meter per detik atau 260 Km per jam. Masih kalah cepat dengan target drone NRIST S-70 yang digunakan Paskhas dalam uji coba penembakan rudal QW-3. NRIST S-70 yang buatan Cina, dengan mesin propeller mampu melaju hingga 300 Km per jam.
Untuk urusan payload, JT-240 sanggup membawa smoketrails dan sensor pod dengan bobot maksimum 500 gram. Spesifikasi JT-240 memang imut, drone dengan balutan cat warna hitam ini punya berat kosong 21 kg dan berat penuh dengan bahan bakar mencapai 29 kg. JT-240 punya panjang 2,6 meter, lebar rentang sayap 2,4 meter. Pola sistem kendali target drone ini mengusung model LoS (Line of Sight) dengan jangkauan data link sampai 40 Km. Sementara untuk endurance, target drone ini dapat di setting untuk lama terbang 35 menit. (Haryo Adjie)
Spesifikasi PMRobotics JT-240 :
  • Lenght: 2,6 meter
  • Wingspan: 2,4 meter
  • Weight empty: 21 kg
  • Weight full: 29 kg
  • Payload: 0,5 kg
  • Engine: turbine engine with a downrated trust of 165N
  • Endurance: 35 minute
  • Range: 40 Km

Sumber : TSM/IM

Panglima NATO : Modernisasi Militer Rusia Sangat Mengesankan

Militer Rusia
Militer Rusia
Scaparotti juga mengatakan bahwa saat ini Rusia tengah meningkatkan disiplin di tubuh militernya. “Mereka (Rusia) sangat tangkas dalam berpikir, dan hal ini membuat saya kagum,” ujar Scaparotti dalam Forum Keamanaan Aspen (ASF) 2016 di Colorado, AS.
Selain itu, militer Rusia tengah meningkatkan kecanggihan peralatan tempurnya dan memperlihatkan keberhasilan modernisasi tersebut dalam upaya pemberantasan terorisme di Suriah, salah satunya dengan meluncurkan rudal presisi jarak jauh dari kapal perang Rusia di Laut Kaspia menuju Suriah.
Namun, Saparotti menilai perkembangan teknologi militer Rusia menjadi tantangan yang perlu disikapi dengan sangat serius oleh NATO.
Sementara, AS dan aliansinya di NATO berupaya meningkatkan kekuatan dan kehadiran militernya di negara-negara anggota yang berbatasan dengan Rusia.
Sumber : http://sputniknews.com/military/20160729/1043736870/nato-russia-making-progress.html

Indonesia Menunggu Kapal Selam Kelas Changbogo

Kapal Selam Kelas Changbogo
Kapal Selam Kelas Changbogo

Armada striking force bawah laut Indonesia sedang bersiap-siap menunggu kedatangan kapal selam canggih buatan Korea Selatan, Changbogo. Akhir tahun ini atau awal tahun depan satu dari tiga kapal selam yang dipesan sudah dapat dioperasionalkan oleh korps Hiu Kencana. Kedatangan kapal selam Changbogo itu nantinya sekaligus memecahkan rekor jumlah kapal selam Indonesia yang selama hampir setengah abad hanya berjumlah dua biji tok.
Iya, sebuah negara kepulauan tropis terbesar di dunia selama puluhan tahun memunggungi lautnya. Sehingga nelayan asing pesta pora mengambil ikan dan bahkan mungkin ikut memetakan data intelijen bawah laut. Sekarang baru siuman dan sadar dari kebodohannya. Kemudian bangun melalui srikandi Pangandaran “Angelina Jolie” Susi Puji Astuti menangkap dan menenggelamkan puluhan kapal nelayan asing.
Indonesia sedang membenahi manajemen kelautannya termasuk memperkuat barisan keamanan dan pertahanan laut. Untuk keamanan laut sudah dibentuk Bakamla (Badan Keamanan Laut) yang sedang dibesarkan dengan puluhan kapal penjaga pantai Coast Guard. Dalam lima tahun ke depan setidaknya sudah tersedia 30-35 kapal penjaga pantai. Itu sebabnya industri galangan kapal swasta nasional kita saat ini sedang bergembira ria dengan panen order buat kapal-kapal Bakamla termasuk juga dari berbagai institusi yang beroperasi di bidang kelautan seperti Bea Cukai, Polisi Air, Kemenhub.
Dengan adanya Bakamla tugas TNI AL diringankan karena ada sinergi alias bagi-bagi tenaga untuk menjaga keamanan laut. Itu sebabnya armada kapal perang Indonesia yang berstatus KRI jumlahnya tidak akan beranjak dari 160-165 unit. Jumlah itu dianggap memadai dan seluruhnya sedang dan akan dimodernisasi melalui empowering dan pergantian kapal perang. TNI AL akan fokus pada apa yang disebut “gugus tempur laut” meski tetap mengawal “gugus keamanan laut” bersama kapal-kapal Bakamla.
Nah untuk kekuatan armada kapal selam kita yang jumlahnya “selalu dua” selama puluhan tahun, sangat memalukan jika tidak ditambah. Untunglah kita masih punya rasa malu. Ingat dengan sejarah Trikora, ketika kita punya kapal selam “Whiskey Class” sampai 12 biji si Belanda mulai berhitung ulang. Kekuatan penggentar bawah laut Indonesia adalah salah satu faktor penentu hengkangnya kolonialisme Belanda di Papua tahun 1963. Tolong catat itu.
Dengan perjuangan panjang, saling sikut dan penuh tikungan maut, selama hampir delapan tahun mencla mencle, akhirnya pemerintahan SBY pada akhir Desember 2011 menandatangani kerjasama pengadaan kapal selam dengan Korsel melalui mekanisme transfer teknologi. Kita pesan tiga biji, yang dua dibuat di Korsel dan yang satu terakhir dibuat di PAL Surabaya. Nilai kontrak ketiganya US $ 1,1 milyar.
Ketiga kapal selam ini diprediksi akan bernama KRI Nagabanda-403, KRI Trisula-404 dan KRI Nagarangsang-405. Tentu kehadiran ketiga kapal selam canggih ini seperti melepas beban sesak nafas selama ini bagi korps Hiu Kencana yang hanya punya dua kapal selam tua berusia hampir 40 tahun. Lebih dari itu setidaknya ada rasa percaya diri untuk memastikan ruang bawah laut kita ada dalam kontrol pengawasan Hiu Kencana.
Tentu kita berharap serial Changbogo tidak berhenti sampai bilangan nominal tiga. Sebagaimana harapan Hiu Kencana yang mottonya “Tabah Sampai Akhir”, jumlah kekuatan kapal selam Indonesia yang harus dicukupi ada di angka 12-14 kapal selam untuk menjaga 3 ALKI yang strategis. Dengan model transfer teknologi dimana kapal selam ketiga dan seterusnya sudah bisa dibuat oleh para insinyur Indonesia di PT PAL dengan supervisi Korsel tentu ini sangat membanggakan. Jangan sampai niat yang sudah bagus ini kemudian dipatahkan oleh inkonsistensi pengambil kebijakan, lalu memesan kapal selam jenis lain.
Persoalan di hampir semua model pengambil kebijakan kita adalah ganti pejabat ganti selera. Proyek Changbogo ini sangat membanggakan jika nantinya kita sudah bisa buat kapal selam sendiri. Sama dengan proyek kapal perang yang dikenal dengan PKR 10514 kerjasama Belanda dan PAL, sampai pembuatan kapal perang kedua semua berjalan bagus. Tapi ilmu yang didapat dari pembuatan 2 PKR 10514 itu seakan ingin dimentahkan dengan program inkonsistensi itu. Padahal Belanda menyediakan opsi membuat sampai 20 unit kapal perang modern kita.
Proyek PKR 10514, Jet tempur IFX dan Changbogo adalah kebanggaan kita sebagai bangsa karena dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan kita sudah menguasai teknologi industri pertahanan strategis. Jangan sampai kebanggaan sebagai bangsa besar dikalahkan oleh naluri makelar demi “bank saku”. Semua proyek alutsista model transfer teknologi itu sudah ada pada jalan yang benar. Changbogo sedang kita tunggu dan semoga jumlahnya tidak berakhir di nominal tiga tetapi akan berlanjut sampai tiga belas atau empat belas. Semua demi kehebatan bangsaku, bukan “bank saku”.
Sumber : TSM/Jagarin Pane

China Berambisi Kuasai Laut China Selatan Sejak 1970-an

China Berambisi Kuasai Laut China Selatan
China Berambisi Kuasai Laut China Selatan

Keinginan China menguasai Laut China Selatan telah dicanangkan sejak jauh-jauh hari. Pengamat pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie, mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan ambisi China tersebut.
"Tidak usah harus ada yang dikhawatirkan. Yang harus kita lihat, betapa konsistennya China memperkuat kekuatannya, baik ekonomi maupun militer," ucap Connie dalam diskusi bertema “Kita dan Sengketa Laut China Selatan”, Sabtu, 30 Juli 2016, di Restoran Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta.
Connie berujar, sejak 1970-an, China sudah berambisi membangun kekuatan Blue Water Navy. Ambisi itu harus sudah selesai pada 2010. Blue Water Navy adalah semua wilayah perairan China harus dikuasai dan diamankan.
Kelanjutan dari ambisi itu adalah keinginan China membangun Green Water Navy pada 2010-2030. "Kalau kita bentangkan peta, Green Water Navy itu sudah sampai Pulau Jawa," ujar Connie. Tak berhenti sampai di situ, pada 2050, China berambisi menyelesaikan Blue Water Navy yang menguasai dua samudra, yaitu Hindia dan Pasifik.
Menurut Connie, ambisi China dalam menguasai Laut China Selatan adalah hal wajar. Apalagi ini dilakukan China untuk mengamankan perdagangan. "Untuk mengamankan perdagangan, China harus memiliki kekuatan militer yang hebat, termasuk di Laut China Selatan."

Tiga Alasan China Berambisi Kuasai Laut China Selatan

China berambisi menguasai Laut China Selatan meski berbenturan dengan kepentingan negara-negara di kawasan. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan laut Laksamana (Purn) Ahmad Sucipto mengatakan ada tiga hal yang melatari ambisi China menguasai Laut China Selatan.
"Ada tiga alasan Laut China selatan menjadi kepentingan China," kata Sucipto dalam diskusi bertema Kita dan Sengketa Laut Cina Selatan, Sabtu, 30 Juli 2016, di Restoran Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta.
Alasan pertama adalah kekayaan alam yang tersimpan di Laut China Selatan berupa minyak dan gas. Berdasarkan penilaian resmi, kata Sucipto, nilai kekayaan tersebut hampir menyamai proyeksi kekayaan minyak dan gas salah satu negara Teluk, Kuwait.
Alasan trafik kapal yang tinggi di perairan itu juga menjadi salah satu pendorong ambisi China. Laut China Selatan adalah salah satu jalur laut terpadat di dunia. "Nilainya luar biasa, baik dari segi ekonomi maupun militer," kata Sucipto.
China, yang kini tumbuh menjadi sebuah negara besar, ingin unjuk gigi. Makin kuat dan kaya suatu negara, kata Sucipto, ia harus memproyeksikan dirinya ke luar. Sewaktu China masih menjadi Negara Tirai Bambu, China tidak punya kemampuan untuk memproyeksi kekuatannya ke depan.
"Sekarang dia punya kekuatan ekonomi dan militer. Itu menjadi keniscayaan bagi China," kata Sucipto.
Tiga alasan itulah yang membuat China mencari-cari alasan untuk mengklaim kepemilikannya atas Laut China Selatan. Semua dilakukan China untuk melegalisasi keinginannya dengan memproyeksikan kekuatannya. "Sekarang tinggal bagaimana dunia internasional menghadapi skenario China," kata Sucipto.
Sumber : https://dunia.tempo.co/read/news/2016/07/30/118791869/cina-berambisi-kuasai-laut-cina-selatan-sejak-1970-an

Indonesia Tak Bisa Lagi Nonblok di Konflik Laut China Selatan

Angkatan Laut Indonesia
Angkatan Laut Indonesia

Konflik Laut China Selatan dipastikan akan mengubah sikap politik luar negeri pemerintah Indonesia. Ini terjadi setelah ada insiden yang terjadi di perairan Natuna pada Juni lalu antara Indonesia dan China.
"Kejadian itu sudah mengubah pandangan antara Indonesia dan China tentang masalah-masalah di Laut China Selatan," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan laut Laksamana (Purn) Ahmad Sucipto Sabtu, 30 Juli 2016, di Restoran Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta.
Insiden antara Indonesia dan China terjadi saat militer Indonesia memberi tembakan peringatan atas nelayan China yang dianggap memasuki perairan Indonesia. Setelah insiden itu, ada pernyataan dari pihak China bahwa Indonesia dan China punya masalah overlapping claim di Laut China Selatan. "Selama ini tidak pernah muncul kata-kata itu," kata Sucipto.
Pernyataan China bahwa ada masalah overlapping claim itu dipastikan mengubah sikap politik luar negeri Indonesia. Selama ini Indonesia bersikap non-allignment (nonblok) atas sengketa di Laut China Selatan dan mengatakan sengketa itu harus ditempuh melalui jalur internasional dengan jalan damai. Menurut Sucipto, setelah adanya pernyataan China tersebut, Indonesia tidak bisa lagi mengambil posisi nonblok.
Indonesia, kata Sucipto, harus mempertahankan kepemilikan dan hak atas perairan Natuna. "Pasti kita akan mengubah sikap politik luar negeri kita atas Laut China Selatan, entah kapan, tapi pasti ada perubahan," kata Sucipto. Dan salah satu penguat dari politik luar negeri itu adalah memperkuat tentara dan armada militer. Ini dilakukan untuk mempersiapkan skenario terburuk, yaitu perang.
Sengketa Laut China Selatan terjadi antara China dan beberapa negara ASEAN. Sayangnya, negara-negara ASEAN gagal menghasilkan komunike bersama atas sengketa tersebut. Pengamat pertahanan Connie Rahakundini Bakrie mengatakan kegagalan itu membuktikan kegagalan ASEAN dalam menyelesaikan sengketa Laut China Selatan.
Connie mengatakan ASEAN sudah tidak lagi digunakan untuk kepentingan ASEAN, seperti awal didirikan. ASEAN telah berubah dengan masuknya banyak kepentingan negara-negara di luar ASEAN, misalnya melalui ASEAN+3, ASEAN+6, dan lainnya. Ini membuat di antara sesama negara ASEAN terbelah yang didorong kepentingan masing-masing, ada yang pro-Amerika Serikat dan pro-China. "Jadi menurut saya kita ubah saja, balik pada ASEAN for ASEAN," kata Connie.
Pilihan kedua, Connie menyarankan agar Indonesia meninggalkan ASEAN bila organisasi kawasan itu menjadi beban bagi Indonesia dalam menyelesaikan Laut China Selatan. Terlebih lagi Indonesia telah menyatakan visinya untuk menjadi poros maritim dunia. "Kenapa kita enggak memperkuat kita sendiri dan tidak membawa beban-beban ASEAN lagi," kata Connie.
Sumber : https://dunia.tempo.co/read/news/2016/07/30/118791946/indonesia-tak-bisa-lagi-nonblok-di-konflik-laut-cina-selatan

Rudal Meledak di Fasilitas Roket Ukraina, 3 Tewas

Hulu Ledak Roket
Hulu Ledak Roket

Sedikitnya 3 orang tewas ketika sebuah rudal meledak di pusat pertahanan di timur laut Ukraina. Salah seorang korban tewas di ketahui adalah perwakilan dari NATO. Ledakan diduga terjadi saat senjata yang akan dibuang itu dibongkar.
"Ledakan itu menewaskan 3 orang, dua dari mereka insinyur dan satu perwakilan NATO. Dua orang lainnya yang merupakan karyawan fasilitas berada dalam kondisi kritis," pernyataan kantoer kejaksaan lokal mengatakan seperti dikutip dari Rusia Today, Jumat (29/7/2016).
Sebuah kantor kejaksaan di pusat Ukraina sebelumnya mengatakan bahwa ledakan terjadi di tempat dari fasilitas pengujian milik Ukroboronprom, sebuah perusahaan industri pertahanan Ukraina.
Perwakilan NATO dilaporkan tengah berada di Ukraina untuk membantu penghapusan senjata usang. Beberapa hulu ledak roket Kh-27 diledakkan di sebuah fasilitas, di mana mereka telah dibawa untuk pembuangan.
Ukraina menerima peralatan dari NATO awal tahun ini untuk membantu dalam menghilangkan dan menghancurkan beberapa senjata, termasuk ranjau darat, artileri, dan amunisi, sebagai bagian dari kemitraan NATO mereka di bawah Sains Program (SPS) Keamanan dan Perdamaian.
Sumber : http://international.sindonews.com/read/1127246/41/rudal-meledak-di-fasilitas-roket-ukraina-3-tewas-1469783084

Jepang Perbarui Sistem Pertahanan Pencegat Rudal Korut

Militer Jepang
Militer Jepang

Jepang memperbarui sistem pertahanan rudal Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3) untuk Olimpiade Tokyo 2020. Jepang akan menambahkan jangkauan dan akurasi yang diperlukan untuk mencegat rudal balistik Korea Utara.
Langkah ini merupakan peningkatan paling signifikan bagi sistem pertahanan rudal Jepang dalam satu dekade. Ini juga merupakan bagian dari peningkatan belanja militer di kawasan itu, di mana ketegangan geopolitik meningkat.
Peningkatan pencegat rudal baru ini bisa dua kali lipat dari kemampuan PAC-3 yang bisa menjangkau 30 kilometer. Pembaruan kemungkinan akan dimulai tahun depan.
"Pembaruan PAC-3 diperlukan untuk melawan Musudan," kata salah satu sumber.
Musudan merupakan rudal balistik jarak menengah Korut. Korea Utara pada Juni lalu melakukan uji roket Musudan. Uji coba pertama gagal, tapi yang kedua menempuh perjalanan 400 kilometer, lebih dari setengah jalan menuju pantai barat daya Jepang.
Para ahli mengatakan, tes mewakili kemajuan tekonolgi bagi rezim Korut yang juga mengembangkan senjata nuklir. Hal ini menempatkan satu langkah lebih dekat untuk hulu ledak yang bisa mencapai target dengan kecepatan beberapa kilometer per detik.
Saat ini, PAC-3 adalah baris terakhir pertahanan terhadap serangan rudal. Militer Korea Selatan mengoperasikan pencegat yang lebih tua, sistem PAC-2 dan memiliki program untuk menggantinya dengan sistem baterai PAC-3 pada 2018. Pasukan AS yang berbasis di negara itu juga berencana memperbarui PAC-3 mereka yang meliputi ibu kota Seoul.
Sumber : http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/16/07/29/ob290d366-jepang-perbarui-sistem-pertahanan-cegat-rudal-korut

Kapal Perusak KDX-III, Kapal Perang Canggih Korea Selatan

Kapal Perusak KDX-III
Kapal Perusak KDX-III.
Kapal perang perusak kelas Sejong the Great termasuk program KDX (Korean Destroyer eXperimental) tahap III, yang merupakan program Angkatan Laut Korea Selatan. Korea Selatan membangun tiga kapal KDX III, yaitu Sejong the Great (DDG 991), pada 2007, Yulgok Yi I (DDG 992), pada 2008, dan Seoae Ryu Seong-ryong (DDG 993), pada 2011.
Program KDX III merupakan kelanjutan dari program KDX I (berbobot 3.800 ton), KDX II (berbobot 5.500 ton). Kapal perang KDX-III memliki bobot penuh 11.000 ton. Perusak kelas Sejong the Great dirancang untuk perang permukaan, perang bawah laut, dan perang anti-pesawat. KDX III mampu melakukan serangan secara akurat dan melindungi armada kapal perang dari pesawat dan rudal balistik. Kapal perusak ini juga dapat mendukung MASOC (Maritime Air Support Operation Centre) yang mengontrol operasi pesawat tempur di atas laut.
Kapal perusak KDX III dilengkapi dengan sistem tempur Aegis yang dikembangkan oleh Lockheed Martin. Sistem ini terdiri dari radar AN/SPY-1D(V) , pemancar SPY-1D (V) dan sistem kontrol penembakan AN/SPG-62. Perusak KDX III juga dilengkapi dengan hull mounted sonar DSQS-21BZ , sistem towed array sonar MTeQ, dan sistem Infrared Search & Track (IRST) Sagem.
Kapal perusak KDX III dipersenjatai dengan meriam utama 127 mm/62 Mk-45 Mod 4, meriam 30 mm Goalkeeper sebagai CIWS, rudal permukaan ke udara RIM-116B RAM, 16 rudal anti kapal SSM-700K Hae Sung dengan jangkauan 150 km, dan 32 rudal jelajah Hyunmoo III yang mampu menjangkau target sejauh 1.000 km. Kelas Sejong the Great dilengkapi dengan peluncur rudal vertikal (VLS) 48 sel di depan, VLS 32 sel dan 48 sel di belakang untuk menembakkan rudal anti pesawat dan rudal balistik SM-2 Blok IIIB.
Untuk menghadapi ancama dari kapal selam musuh, kapal perang perusak kelas Sejong the Great juga dipersenjatai yaitu rudal anti kapal selam Hong Sahng-uh (Red Shark) yang biasa disebut K-ASROC. Red Shark dapat menghancurkan kapal selam sejauh 18,5 km. KDX III juga dipersenjatai dengan torpedo K745 LW Cheong Sahng-uh (Blue Shark) dengan jangkauan 18, 5 km.
Kapal perusak kelas Sejong the Great memiliki panjang 165 m, lebar 21 m, dan draft 6 m. Sejong the Great menggunakan mesin kombinasi gas turbin (COGAG). Empat mesin General Electric LM2500 gas turbin yang menghasilkan tenaga 75MW. Tenaga listrik disuplai tiga generator gas turbin Rolls-Royce AG9140RF. Kapal perusak canggih Korea Selatan ini diawaki 300 kru dan mampu melaju hingga kecepatan 30 knots (56 km/jam), menjelajah hingga 5.500 mil laut atau 10.186 km dengan kecepatan jelajah 20 knots (37 km/jam).
Sumber : https://www.tempo.co/

Inilah Frigat Iver Huitfeldt Class “Calon” Pengganti Frigat Van Speijk TNI AL

Frigat Iver Huitfeldt Class
Frigat Iver Huitfeldt Class 

Rencananya, mulai tahun depan TNI AL secara bertahap akan memensiunkan frigat Van Speijk, hingga akhirnya kesemua unit frigat asal Belanda ini akan masuk masa purna tugas di tahun 2024. Berkurangnya kapal perang dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) sudah diantisipasi dengan pengadaan jenis kapal baru, salah satunya dengan hadirnya frigat Martadinata Class (SIGMA Class 10514). Namun dari segi kuantitas, TNI AL masih perlu menambah unit frigat baru, mengingat jumlah Van Speijk yang akan pensiun mencapai enam unit.
Melihat ‘peluang’ kebutuhan frigat untuk memperkuat TNI AL, tentu menjadi angin segar bagi manufaktur atau galangan kapal untuk menawarkan model kapal perang yang pas untuk postur TNI AL. Meski faktanya belum ada sinyal yang jelas untuk pengadaan frigat baru selain SIGMA Class 10514, pemerintah Denmark mulai menjajakan frigat Iver Huitfeldt Class. Frigat inilah yang pada 7 Maret 2016 lalu sempat dikunjungi Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di fasilitas pangkalan AL Denmark. Menhan saat itu melihat frigat Peter Willemoes, kapal kedua dari tiga unit Iver Huitfeldt Class yang telah beroperasi.
Banyak yang menarik dilirik dari sosok Iver Huitfeldt Class yang tergolong frigat ‘kelas berat,’ pertama dari bobot tonasenya yang mencapai 6.645 ton. Bila frigat ini akhirnya dimiliki TNI AL, maka akan jadi yang terbesar, bahkan frigat tercanggih di Asia Tenggara, Formidable Class milik Singapura pun ‘hanya’ 3.200 ton. Tonase yang besar pada Iver Huitfeldt Class tentu bukan pepesan kosong, bekal senjata, sensor dan radar yang melengkapi frigat ini pun juga sangat mematikan. Bahkan bila disandingkan dengan Formidable Class Singapura, maka frigat kebanggaan Singapura itu akan kalah spesifikasi.
Frigat Iver Huitfeldt Class dibangun oleh Odense Steel Shipyard pada tahun 2008. Denmark membangun tiga kapal di kelas ini, yaitu Iver Huitfeldt (F 361), Peter Willemoes (F362), dan Niels Juel (F363). Dari sehi rancangan, Iver Huitfeldt Class dibangun berdasar desain kapal kelas Absalon, yang dibangun pada 2004.
Seperti halnya korvet Diponegoro Class dan PKR Martadinata Class, lambungIver Huitfeldt Class dirancang untuk mengurangi tangkapan sinyal radar, radiasi inframerah, suara bawah air, dan endusan magnetik, sehingga kapal ini lebih sulit dideteksi musuh.
Untuk urusan radar juga juga super, Iver Huitfeldt Class menggunakan radar SMART-L (Signaal Multibeam Acquisition Radar for Tracking) yang berjalan di frekuensi L band, radar surveillance ini memiliki jangkauan deteksi sejauh maksimum 400 Km. Kekuatan intai juga masih ditambah radar APAR (Active Phased Array) yang berjalan di frekuensi I band dan radar SCANTER 6000. Semengtara untuk mendeteksi lawan di bawah air, ada sonar ATLAS ASO 94 hull mounted untuk mendektsi keberadaan kapal selam. Menghadapi peperangan elektronik, Iver Huitfeldt Class menggunakan radar pengedali tembakan jenis Saab CEROS 200. Guna meladeni peperangan elektronik juga telah diantisipasi dengan keberadaan ES-3701 Tactical Radar Electronic Support Measures.
Untuk bekal senjata, frigat Iver Huitfeldt Class dipersenjatai dengan meriam reaksi cepat Oto Melara 76mm Super Rapid, 32 sel peluncur rudal vertikal (VLS) Mk 41 untuk rudal permukaan ke udara SM-2 IIIA, 24 sel VLS Mk 56 untuk rudal permukan ke udara RIM-162 ESSM (Evolved SeaSparrow Missile), 2 peluncur empat tabung untuk rudal anti kapal Harpoon, satu unit Oerlikon Millennium 35 mm sebagai CIWS, dan dua peluncur torpedo MU90.
Secara umum, Iver Huitfeldt Class memiliki panjang 138,7 meter, lebar 19,75 meter, dan draft 5,3 m. Frigat ini disokong empat mesin diesel MTU 8000 20V M70 yang masing-masing berkekuatan 8,2 MW, sehinga dapat melaju hingga kecepatan 30 knots atau 56 km/jam. Kapal ini dapat menjelajah hingga 9.000 mil laut atau sekitar 17.000 km pada kecepatan 18 knots atau 33 km per jam.
Untuk mendukung misi udara, frigat ini juga dilengkapi dengan dek dan hanggar helikopter ukuran medium, seperti helikopter AW101 atau helikopter dengan berat 20 ton. Sebagai perbandingan dek dan hanggar pada Martadinata Class dirancang untuk helikopter berbobot maksimum 10 ton. Radar Terma SCANTER 6000 disini berperan sebagai guidance radar bagi helikopter di lautan.
Tampilan bagian dalam hanggar, untuk masuk ke hanggar, bilah helikopter harus dilipat.
Harus diakui Iver Huitfeldt Class adalah frigat yang sangat perkasa, jika Indonesia suatu saat memiliki jenis kapal perang ini, maka diyakini TNI AL akan menjadi kekuatan laut termodern di Asia Tenggara, dengan menggeser posisi Singapura. Namun, ibarat pepatah, ‘ada harga ada rupa,’ harga frigat ini pun lumayan berat, dikutip dari Wikipedia.org, satu unit kapal ini ditaksir mencapai US$325 juta.
Meski nama Denmark masih asing dalam jagad alutsista nasional, khususnya untuk angkatan laut. Tapi beberapa alutsista modern, seperti radar telah dipasok oleh beberapa perusahaan asal negara Skandinavia ini. Diantara alutsista asal Denmark seperti radar Terma SCANTER 4100 di KRI Fatahillah-361 dan radar Weibel untuk Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional). (Raden Joko)
Sumber : TSM/IM

MBT K-2 Black Panther, Main Battle Tank Andalan Korea Selatan

MBT K-2 Black Panther
MBT K-2 Black Panther

Tank K-2 Black Panhter adalah salah satu Main Battle Tank (MBT) tercanggih di dunia buatan Korea Selatan. Hyundai Rotem mengembangkan K-2 dengan teknologi dalam negeri, pada 1995. Prototipe tank ini selesai, pada 2007, dan mulai dilakukan uji coba. Pada 2014, pemerintah Korea Selatan menandatangani pembelian 100 MBT K-2 untuk memperkuat angkatan daratnya. Korea Selatan membutuhkan 300 Black Panther untuk menggantikan tank K-1.
MBT K-2 dilengkapi dengan Composite Armour dan Explosive Reactive Armour, sebagai sistem perlindungan dari ledakan nuklir serta senjata biologi dan kimia. Kompartemen amunisi dilengkapi dengan panel blow-off untuk melindungi awak dari ledakan amunisi. Tank ini juga memiliki sistem proteksi aktif untuk mengatasi serangan rudal dan roket anti-tank dan rudal. K2 Panther juga dilengkapi dengan sistem pencegah kebakaran.
Persenjataan utama K2 Black Panther adalah meriam 120mm L/55 smoothbore dengan pengisian amunisi otomatis sehingga Black Panther selalu dalam posisi siap tembak bahkan ketika tank berjalan di permukaan yang tidak rata. Meriam 120 mm ini dapat menembakkan peluru sekitar 10 putaran per menit. Tank K-2 juga dilengkapi dengan senapan mesin berat 12,7 mm dan senapan mesin 7.62mm.
Meriam 120 mm tank K-2 dapat menembakkan berbagai peluru standar NATO. MBT K-2 Black Panther menggunakan peluru KSTAM (Korean Smart Top-Attack Munition). Peluru KSTAM menggunakan teknologi "Tembak dan Lupakan" dan dilengkapi dengan sistem pemandu sehingga tank dapat menembak dari balik tembok atau benda yang menghalangi. Peluru KSTAM memiliki empat sirip sehingga dapat melaju dengan stabil menuju sasaran sejauh, maksimal, 8 km.
Senapan mesin berat K6 12,7 mm dan senapan mesin 7,62 mm dipasang di atas atap. Senapan mesin K6 digunakan sebagai senjata anti serangan udara, untuk menghadapi helikopter atau pesawat yang terbang rendah, dilengkapi dengan 3.200 amunisi. Sedangkan senapan mesin 7,62 mm merupakan senjata anti infantri yang memiliki 12.000 amunisi. Senapan mesin berat 12,7 mm memiliki sistem otomatis, yang mampu mengidentifikasi teman atau musuh.
MBT K-2 Black Panther diawaki oleh tiga orang, yaitu komanda, penembak, dan pengemudi. Tank ini menggunakan mesin MTU MB-883 Ka500, dibuat Korea selatan berdasarkan lisensi dari Tognum, yang menghasilkan tenaga 1.500 dk sehingga dapat melaju dengan kecepatan 70 km/jam dan beroperasi sejauh 450 km. K-2 Black Panther dapat menyeberangi sungai sedalam 4,1 m.
Sumber : https://www.tempo.co/

Udaloy Destroyer Class Rusia, Pemburu dan Penghancur Kapal Selam Musuh

Udaloy Destroyer Class Rusia
Udaloy Destroyer Class Rusia
Kapal perusak kelas Udaloy merupakan kapal perang yang dirancang untuk memburu dan menghancurkan kapal selam musuh. Rusia membangun 12 Udaloy I dan tiga Udaloy II, 1980 hingga 1999. Dari tiga Udaloy II, hanya satu yang dibangun, dua tidak selesaikan dan di-scrap. Kapal perusak pemburu kapal selam ini dibangun di galangan kapal Severnaya Verf and Yantar.
Kapal perusak Udaloy II Admiral Chabanenko (kiri) dan Udaloy I Admiral Levchenko (kanan). Perbedaan Udaloy I dan Udaloy II adalah Udaloy I memiliki kemampuan perang bawah laut lebih besar dibanding perang permukaan, sedangkan Udaloy II memiliki kemampuan perang bawah laut yang seimbang dengan perang permukaan.
Kapal perusak kelas Udaloy dirancang sebagai pemburu kapal selam dengan jelajah jauh, untuk melindungi armada kapal perang permukaan. Udaloy I dipersenjatai dengan delapan rudal anti-kapal selam Metel Complex (NATO menyebutnya SS-N-14 Silex), Dua peluncur roket anti kapal selam RBU-6000, VLS 64 sel untuk meluncurkan 64 rudal permukaan ke udara SA-N-9 Gauntlet, dua meriam 100mm/70cal DP, dan meriam 30 mm AK-630 sebagai CIWS.
Rudal anti kapal selam Metel Complex (SS-N-14 Silex) URPK-4 menjadi andalan Udaloy I untuk menghancurkan kapal selam musuh. Rudal Metel URPK-4, diperkenalkan pada 1973, mampu menjangkau kapal selam musuh yang berada sejauh 5-50 km, pada kedalaman 20-500 m. SS-N-14 dapat melaju dengan kecepatan 0,95 Mach (1173 km/jam) dan membawa hulu ledak HE (high-explosive) 100 kg atau hulu ledak nuklir 5 kiloton.
Rusia hanya membangun satu kapal perusak kelas Udaloy II, dari tiga yang direncanakan, yaitu Admiral Chabanenko (DDG 650). Perubahan pada sistem sensor, kendali, dan sistem senjata, untuk menyeimbangkan kemampuan perang bawah laut dan perang permukaan. Rudal anti-kapal selam Metel Complex diganti dengan rudal anti permukaan P-270 Moskit (NATO menyebutnya SS-N-22 Sunburn). Rudal ini mampu menjangkau kapal permukaan sejauh 120 km hingga 250 km dan melaju dengan kecepatan 3 Mach. Untuk menghancurkan kapal selam musuh, Udaloy II dipersenjatai dengan dua tabung peluncur torpedo 533 mm yang juga bisa menembakkan rudal RPK-2 Viyuga (SS-N-15 Starfish). RPK-2 Viyuga dapat menjangkau target sejauh 45 km dan membawa hulu ledak nuklir 5 kiloton.
Kapal perusak kelas Udaloy memiliki panjang 163 m, lebar 19,3 m, dan draft 6,2 m. Kapal berbobot penuh 7.500 ton ini mampu melaju dengan kecepat maksimum 29 knots (54 km/jam), menjelajah sejauh 10.500 mil laut (19.446 km) dengan kecepatan jelajah 14 knots (26 km/jam). Perusak kelas Udaloy dapat membawa dua helikopter anti kapal selam Ka-27 Helix.
Sumber : https://www.tempo.co/

RIMPAC 2016, KRI Diponegoro-365 Lalukan Uji Tembak Kanon Vektor G12 20 MM

 Uji Tembak Kanon Vektor G12 20 MM
 Uji Tembak Kanon Vektor G12 20 MM
Sebagai kapal perang andalan (flagship) TNI AL, KRI Diponegoro-365 memang pantas mewakili kekuatan maritim Indonesia di ajang latihan bersama (latma)multilateral terbesar di dunia, RIMPAC (Rim of Pacific) 2016. Bekal sensor dan radar sudah cukup modern di kelasnya, adopsi senjata juga relatif mumpuni di kelas korvet. Namun sayangnya korvet buatan Belanda ini tidak dibekali kanon reaksi cepat CIWS (Close In Weapon System).
Sebagai gantinya, kanon untuk peran PSU (Penangkis Serangan Udara) dan menghadapi sasaran di permukaan dalam jarak pendek, dipercayakan pada kanon jenis Vektor G12 kaliber 20 mm buatan Denel, manufaktur senjata asal Afrika Selatan. Vektor G12 diketahui menjadi PSU pada empat korvet kelas SIGMA Class 9113 buatan Belanda, dimana pada tiap-tiap kapal terdapat 2 pucuk Vektor G12 yang ditempatkan pada posisi samping.
Tidak hanya korvet Diponegoro Class yang menggunakan kanon ini, KCR (Kapal Cepat Rudal) TNI AL produksi PT Palindo Marine di Batam, yakni KRI Clurit-641 dan KRI Kujang-642 juga mengandalkan kanon ini sebagai senjata utama pada sisi haluan, namun seiring moderninasi Vektor G12 kini KRI Clurit-641 dan KRI Kujang-642 telah digantikan dengan kanon CIWS NG-18 (AK-630M).
Dari sisi performa, Vektor G12 mempunyai jarak tembak maksimum hingga 10.000 meter dan jarak tembak efektif 2.000 meter dengan amunisi HE (high explosive). Kecepatan tembak kanon laras tunggal ini mencapai 750 amunisi per menit, sedangkan kecepatan luncur proyektilnya adalah 1.050 meter per detik. Jenis amunisi kaliber 20×139 mm ini dapat memuntahkan proyektil dengan hulu ledak APC-T HEI, HEI-T, TP, APDS-T, APHEI, APHEIT, dan TP-T.
Meski kanon ini dioperasikan secara manual oleh gunner (juru tembak), bukan berarti Vektor G12 lemah dalam operasi pertempuran. Berkat panduan lewat komunikasi oleh operator radar intai dari PIT (Pusat Informasi Tempur), juru tembak yang terlatih dapat dengan sigap mengantisipasi datangnya arah pesawat terbang atau helikopter lawan. Sementara untuk menghadapi target di permukaan laut, menunjang presisi tembakan juru tembak dapat memanfaatkan alat bidik optik.
Mengutip sumber dari Dispen Koarmatim (26/7/2016), di ajang RIMPAC 2016 KRI Diponegoro-365 juga melangsungkan tahapan latihan Sea Phase The Rim of Pacific, yang didalamnya terdapat uji tembak Gun Exercise (Gunex). Dalam latihan penembakan ini, awak KRI Diponegoro-365 menunjukkan kemampuannya dalam melaksanakan akuisisi dan penghancuran sasaran. Gunex dilaksanakan tepat di tengah-tengah Samudera Pasifik. Senjata yang digunakan dalam latihan penembakan ini adalah kanon Vektor G12 yang diawaki oleh Kld Amo Eka Yulianto dan dibantu oleh Kopda Bah Muji Wahyuono. Proses uji tembak ini dilakukan pada hari Kamis (21/7/2016) lalu.
Penembakan kanon 20 mm tersebut menggunakan sasaran berjenis killer tomato sejumlah tiga buah dengan jarak tembak kurang lebih 1,5 mil laut. Dalam latihan kali ini, KRI Diponegoro-365 berhasil menenggelamkan dua dari tiga sasaran yang disiapkan. Selain KRI Diponegoro-365, beberapa kapal perang peserta RIMPAC juga turut berpartisipasi, di antaranya adalah FS Prairial dari Perancis, USS Stockdale dan USS Princeton dari Amerika Serikat, CHS Xian dan CHS Hengsui dari Cina.
Sebelum penembakan dilangsungkan, juru tembak melakukan menyebut, “PKU di sini PK PAA, sasaran masuk jarak tembak, ijin buka tembakan.” Kemudian dibalas, “Di sini PKU, randu (receive and understand), laksanakan penembakan 150 butir peluru.” Sebagai informasi, PKU adalah Pos Komando Utama, dan PK PAA adalah Pos Komando Pertempuran Atas Air.
Latma RIMPAC 2016 melibatkan 45 kapal perang, 5 kapal selam, 200 pesawat udara, dan 25.000 personel. Latihan ini berlangsung sejak tanggal 1 Juli 2016 dan direncanakan ditutup pada tanggal 5 Agustus 2016. (Haryo Adjie)
Sumber : TSM/IM

10.150 Personel TNI Siap Amankan KTT World Islamic Economic Forum

TNI Siap Amankan KTT World Islamic Economic Forum
TNI Siap Amankan KTT World Islamic Economic Forum 
Dalam rangka menyukseskan gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Islamic Economic Forum (WIEF), TNI melakukan gelar kekuatan yang melibatkan 10.150 personel dari Kostrad, Kohanudnas, Kodam Jaya, Koarmabar, Koopsau I, Kopassus, Kormar, Korpaskhas Lanud Halim PK, Kodam II/Swj, Kodam III/Slw dan Kepolisian di Silang Monas Jakarta, kamis (28/07/2016).
KTT WIEF ke-12 tahun 2016 ini mengambil tema Desentralisasi Pertumbuhan, Memberdayakan Bisnis Masa Depan, dan visi untuk lebih mengeksplorasi dan mengembangkan peran penting dari kelompok Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di negara-negara seluruh dunia.
Rencananya Konferensi Tingkat Tinggi WIEF ke-12 akan dilaksanakan selama tiga hari, terhitung sejak tanggal 2 s.d. 4 Agustus 2016 di Jakarta Convention Centre. Konferensi ini diikuti oleh delapan negara yaitu, Tazikistan, Malaysia, Nigeria, Jordania, Guinea, Algeria, Srilanka dan Uni Emirat Arab.
Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dibacakan oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksamana selaku Panglima Komando Operasi Pengamanan KTT WIEF ke-12 mengatakan bahwa, penyelenggaraan KTT ini merupakan kepercayaan internasional terhadap Indonesia, sekaligus sebagai kehormatan dan harga diri bangsa bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah KTT World Islamic Economic Forum (WIEF) Tahun 2016.
Lebih lanjut disampaikan Panglima TNI tugas pengamanan yang akan dilaksanakan merupakan suatu tugas negara yang mempertaruhkan citra dan kehormatan bangsa, sehingga dalam pelaksanaannya diperlukan pengerahan personel, peralatan dan kemampuan yang maksimal. “Untuk itu, saya berharap seluruh personel dan perlengkapan yang disiapkan telah benar-benar dalam kondisi siap operasional dan masing-masing personel memahami dan menguasai tugas dan fungsinya dengan baik dan benar,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
“Kita harus bisa menjamin keamanan semua VIP dan VVIP peserta Sidang KTT WIEF ke-12 tahun 2016 di Jakarta, mulai dari kedatangan, selama kegiatan sidang, sampai dengan para peserta kembali ke negara masing-masing, sehingga kegiatan KTT tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan berhasil,” tegas Panglima TNI. (*)
Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2016/07/29/10150-personel-tni-siap-amankan-ktt-wief

Atraksi Sukhoi Meriahkan Hari Bhakti TNI AU di Papua

Atraksi Sukhoi Meriahkan Hari Bhakti TNI AU
Atraksi Sukhoi Meriahkan Hari Bhakti TNI AU

Sebanyak tiga pesawat tempur Sukhoi 27 dan 30 dari Skadron Udara Hasanuddin Makassar melakukan farawell flight atau atraksi penerbangan untuk memeriahkan hari bhakti TNI Angkatan Udara ke-69 di Pangkalan Udara Manuhua, Biak, Papua, Jumat (29/7/2016) pagi.
Sebelum melakukan atraksi pesawat tempur, Komandan Skadron 11 Makassar Letkol Pnb David David Great Hawk Ali Hamzah mendapat pemberian topi adat khas Biak diberikan Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara IV Marsma TNI Tamsil Gustari Malik.
"Selamat atas keberhasilan prajurit Skadron II Makassar yang telah menyelesaikan operasi tangkis sergap dan latihan cakra 2016 di wilayah Kosek Hanudnas IV," ungkap Marsma Tamsil Gustari Malik kepada jajaran prajurit Skuadron 11 Hasanuddin, Makassar.
Pada upacara militer hari bhakti TNI AU 29 Juli 2016, menurut Marsma Tamsil, para prajurit TNI AU dapat meningkatkan kualitas pengabdian kepada rakyat dan bangsa Indonesia dengan setia menjalankan tugas menjaga kedaulatan wilayah udara Republik Indonesia.
"Peristiwa heroik 29 Juli 1947 menjadikan sejarah bagi prajurit TNI AU sehingga harus dikenang dan menjadi teladan dalam berkarya menjalankan tugas pengabdian kepada rakyat, bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia," harapnya.
Puncak peringatan hari bhakti TNI AU ke-69 di jajaran Lanud Manuhua Biak digelar berbagai kegiatan sosial, di antaranya pembersihan rumah ibadah, pengobatan gratis dan pembagian sembako serta gebyra dirgantara pesawat Sukhoi 27 dan 30.
Ikut hadir menonton atraksi pesawat tempur Sukhoi, diantaranya Danrem 173/PVB Brigjen Tri Soewandono, Wakil Bupati Herry Artio Naap, Ketua DPRD Zeth Sandy, Ketua Pengadilan Negeri Indrawan SH, Kepala Kejaksaan Negeri Biak I Made Jaya Ardhana serta Komandan satuan TNI/Polri.
Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/07/29/340/1449898/atraksi-sukhoi-meriahkan-hari-bhakti-tni-au-di-papua

Hendropriyono Ungkap Penyebab Salah Tembak Saat Operasi Militer

AM Hendropriyono
AM Hendropriyono

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara, AM Hendropriyono, mengungkapkan bahwa kasus salah tembak atau tertembak kawan sendiri memang masih terjadi di medan pertempuran.
Hal ini pula yang terjadi saat Sersan Dua (Serda) Muhamad Ilham, yang tergabung dalam operasi Tinombala 2016 di Poso, Sulawesi Tengah ditemukan tewas tertembak pada Rabu lalu.
"Kalau di pertempuran sering terjadi apa yang disebut salah lirik. Salah lirik itu kami kira musuh, ternyata teman ditembak, meninggal," ujar Hendropriyono usai menghadiri peluncuran buku "Sengketa di Lanud Halim Perdana Kusuma" di Klub Eksekutif Persada, Jakarta Timur, Jumat (29/7/2016).
Meskipun demikian, hal terpenting dilakukan yakni pengusutan kasus penembakan tersebut guna menemukan penyebabnya.
"Apa sengaja atau tidak. Kalau tidak sengaja, itu hal biasa," kata dia.
"Di Timor Timor, Kalimantan, Irian (Papua), Aceh, di mana-mana yang ada operasi militer, itu di makam pahlawan bukan cuma ditembak musuh saja, ada yang tertembak temen itu biasa, tapi harus diusut," kata dia.
Menurut Hendro, banyak faktor yang jadi penyebab adanya kasus salah tembak atau menembak teman sendiri ketika berada di medan pertempuran.
Di antaranya terkait teknis, kurangnya koordinasi, atau permasalahan psikologis anggota di lapangan.
"Jadi, kalau ada anak buah ketembak, kadang belum tentu musuh. Ada yang stres," ucapnya.
Maka dari itu, lanjut Hendropriyono, pemimpin perang harus memastikan bahwa pasukannya itu dalam kondisi baik. Anggota yang kondisinya menurun harus selalu diperhatikan.
"Karena (kalau sudah) pegang senjata tinggal tarik pelatuk enteng. Makanya, perlu dikontrol kejiwaannya," ujarnya.
Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2016/07/29/19033071/hendropriyono.ungkap.penyebab.salah.tembak.saat.operasi.militer

Mabes Periksa Alutsista Rudal 002 Bontang

 Alutsista Rudal 002 Bontang
 Alutsista Rudal 002 Bontang
Seluruh alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Den Arhanud Rudal 002 Bontang, diperiksa tim Markas Besar (Mabes) TNI Angkatan Darat (AD), Kamis (28/7).
Sejak pukul 07.00 Wita, seluruh alustista yang dimiliki Rudal 002 diletakkan di lapangan, agar memudahkan tim Mabes TNI memeriksa seluruh persenjataan tersebut. Hadir selaku ketua tim Kolenel Inf Toto Jumariono, yang juga menjabat sebagai Paban IV/Sopsad Mabes TNI AD yang didampingi Danden Rudal 002 Mayor Arh Rendra Febrandari Suparman.
Dijelaskan Jumariono, pemeriksaan alutsista tersebut rutin dilakukan tiap tahun dari Mabes TNI AD. Hal itu dimaksud untuk mengevaluasi layak tidaknya alat yang dimiliki setiap wilayah. Selain itu, juga untuk memetakan hal-hal yang diperlukan dan dipersiapkan kedepannya. “Kan zaman terus berkembang, begitu juga teknologi. Jangan sampai kita ketinggalan,” terangnya.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, Jumariono menilai seluruh alustista di Rudal 002 Bontang masih sangat layak. “Masih cukup bagus, namun namanya setiap benda tetap ada sisi kelebihan dan kekuarangannya. Jadi karena itulah kita lihat. Antara alat dan manusianya menjadi satu sistem, jadi kita melihat tidak hanya fokus pada alutsistanya saja,” ujarnya.
Mengenai SDM yang ada, Jumariono pun menyatakan SDM Rudal Bontang cukup bagus. “SDM cukup bagus, pada satuan itu tergantung pada pemimpinnya. Jika pemimpinnya seperti macan tegas maka anak buahnya pun akan sama seperti pemimpinnya. Begitu juga sebaliknya, kalaupun ada keterbatasan masih dalam hal yang wajar dan bisa ditoleransi,” jelasnya.
Meski seluruh alutsista masih bagus, Jumariono berharap tetap ada modernisasi. Sebab zaman terus berputar dan berkembang. Tetapi tetap tergantung pada kemampuan anggaran. “Kalau dibilang apakah perlu dimodernisasi, jelas maunya terus dimodernisasi. Sekarang tinggal anggarannya saja. Dan Modernisasi harus itu, kalau tidak kita ketinggalan dari negara lain,” pungkasnya. (soh/sal)
Sumber : http://radarkaltim.prokal.co/read/news/3057-mabes-periksa-alutsista-rudal-002-bontang.html

Setelah Korsel, Giliran Cina Bangun Sistem Pertahanan Rudal

Cina Bangun Sistem Pertahanan Rudal
Cina Bangun Sistem Pertahanan Rudal
Cina berencana menempatkan sistem anti-rudal setelah Korea Selatan melakukannya. Pada Kamis (28/7), Kementerian Pertahanan Cina mengonfirmasi pemerintah akan merealisasikan rencana itu.
"Mengembangkan kemampuan untuk pertahanan rudal yang sesuai diperlukan oleh Cina untuk menjaga keamanan nasionalnya," kata Juru bicara kementerian pertahanan, Yang Yujun dalam konferensi pers bulanan.
Menurutnya, sistem terkait akan mengembangkan kemampuan pertahanan diri Cina. Ia mengatakan sistem ini tidak menargetkan negara tertentu dan tidak akan berimbas pada stabilitas strategis internasional.
Sebelumnya, Cina geram setelah melihat Korsel benar-benar menempatkan Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) di wilayah. Korsel bersikeras langkah ini khusus untuk melawan ancaman Korea Utara.
Namun Cina protes dan memperingatkan bahwa keputusan tersebut akan merusak stabilitas keamanan wilayah. Cina khawatir sistem radar itu akan digunakan untuk melacak kemampuan militernya.
Sumber : http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/16/07/28/ob0xfx377-setelah-korsel-giliran-cina-bangun-sistem-pertahanan-rudal

Kapal Pendarat ADRI-1 Perkuat TNI AD

Kapal Pendarat ADRI-1
Kapal Pendarat ADRI-1
TNI AD terus memperkuat kelengkapan persenjataan. Hari ini, kapal pendarat kelas Landing Craft Utility (LCU) yang diberi nama KM ADRI-L, datang dan siap digunakan pasukan AD.
Penyerahan kapal pendarat serbaguna berbobot mati 1.200 ton itu diterima langsung Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Mulyono, dari PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero), di Galangan II PT Dok Kodja Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (28/7/2016).
Acara diawali penyerahan dan penandatangan naskah serah terima ADRI-L, dari PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) kepada TNI AD untuk memperkuat Direktorat Perbekalan dan Angkutan TNI AD dengan Yonbekang-4/Air selaku pengguna kekuatan alat angkut air di jajaran TNI AD.
KM ADRI-1 itu berdimensi panjang 79,50 meter, lebar kapal 14.00 meter, tinggi geladak utama 7,80 meter, tinggi sarat air 2,90, mesin penggerak 2x1.500 tenaga kuda, kecepatan maksimum 12 knot, total beban 2.400 ton dengan kapasitas 43 awak kapal. Tangki bahan bakar kapal ini 250.000 liter dan jarak jelajah 2.880 NM.
Kegunaan kapal ini nantinya dapat membawa enam tank Leopard 2A4 dan satu unit transporter.
"Pembangunan Kapal ADRI-L ini didasari luasnya wilayah perairan Indonesia dan keperluan alat angkut air untuk mendukung tugas TNI AD. Namun upaya ini tidak bertentangan dengan kebijakan Interoperabilitas yang dicanangkan oleh Mabes TNI terkait dengan kerja sama antar angkatan." kata Mulyono.
Untuk penggunaan manuver dan operasi, TNI AD tetap akan memprioritaskan sarana angkut milik TNI AL.
Sedangkan dalam konteks pembinaan dan operasi matra darat, kapal ADRI-L dimanfaatkan untuk mendukung tugas-tugas pokok TNI AD, seperti pelaksanaan gelar pasukan, dukungan logistik maupun sarana transportasi pasukan dan angkut materiil ke seluruh pelosok tanah air.
"TNI AD tetap memerhatikan dan memprioritaskan interoperabilitas dan sinergitas untuk konteks operasi gabungan antar matra," katanya.
Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2016/07/28/19044881/kapal.pendarat.adri-1.perkuat.tni.ad

Turki Berterima Kasih atas ‘Dukungan Tanpa Syarat’ Rusia

Turki Berterima Kasih ke Rusia
Turki Berterima Kasih ke Rusia
Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu berterima kasih pada Presiden Rusia Vladimir Putin atas ‘dukungan tanpa syarat’ yang diberikan Rusia pada Turki pascapercobaan kudeta yang terjadi pada 16 Juli lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Çavuşoğlu saat diwawancara oleh stasiun televisi Turki Haberturk.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih pada Presiden Putin dan para pejabat Rusia lainnya yang terus memberikan dukungan tanpa syarat pada Turki,” ujar Çavuşoğlu.
Sang menteri menyampaikan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan akan bertemu dengan Presiden Putin pada Agustus mendatang sebelum KTT G-20 digelar. “Pertemuan itu akan fokus membahas upaya pemulihan hubungan bilateral, termasuk di sektor ekonomi,” terang Çavuşoğlu.
Situasi politik di Turki mengalami goncangan setelah sekelompok pemberontak berupaya melakukan kudeta pada Sabtu (16/7) malam. Konfrontasi berdarah yang terjadi di Ankara dan Istanbul menewaskan 246 orang warga sipil dan 2.185 orang lainnya mengalami luka-luka. Kudeta tersebut berhasil digagalkan dan presiden Turki pun menetapkan status negara dalam situasi darurat selama tiga bulan ke depan, terhitung Rabu (20/7).
Sumber : http://indonesia.rbth.com/news/2016/07/28/turki-berterima-kasih-atas-dukungan-tanpa-syarat-yang-diberikan-rusia_615773

Perlengkapan Militer AS Sudah Tiba di Banyuwangi

Kapal kargo "Ocean Glory"
Kapal kargo "Ocean Glory"
Perlengkapan tempur milik militer Amerika Serikat telah tiba di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur sebanyak 22 kontainer.
Sebanyak 22 kontainer perlengkapan tempur militer AS tersebut diangkut dengan menggunakan kapal kargo "Ocean Glory", menurut keterangan dari Kapen Kostrad, Letnan Kolonel Inf Agus Bhakti, di Jakarta, Kamis.
Seluruh muatan tersebut berisi peralatan tempur, di antaranya beberapa kendaraan tempur lapis baja dan helikopter.
Setelah diperiksa oleh militer AS, seluruh peralatan itu dinaikkan ke trailer untuk selanjutnya akan di kirim ke pusat latihan tempur di Karangtekok, Situbondo.
Selama proses pengecekan peralatan tempur, militer AS terlihat bersiaga dan sigap dalam mengawasi kondisi di pelabuhan, pasukan dari Kostrad dengan bersenjata laras panjang juga ikut menjaga areal pelabuhan tempat bersandarnya kapal pengangkut tersebut.
Tujuan dari kedatangan peralatan tempur militer AS tersebut akan digunakan untuk latihan bersama "Garuda Shield-10" antara militer AS dan TNI AD yang rencana akan digelar pada bulan Agustus mendatang.
Di mana pendukung Latma Garuda Shield-10 berasal dari satuan jajaran Divisi Infanteri 2 Kostrad, khususnya Yonif Raider 515 Kostrad terlibat langsung sebagai pelaku dalam Latma Garuda Shield-10.
Sumber : http://www.antaranews.com/berita/575544/perlengkapan-militer-as-sudah-tiba-di-banyuwangi

Radar Acak