Pemanasan Global Singkap Pangkalan Nuklir AS di Atlantik

Pangkalan Nuklir AS di Atlantik
Pangkalan Nuklir AS di Atlantik
Sejumlah pakar lingkungan memperingatkan kemungkinan terbongkarnya pangkalan nuklir rahasia milik AS di Greenland, Samudera Atlantik. Pangkalan itu akan tampak karena pemanasan global telah melelehkan bongkahan es raksasa.
Para ahli mengkhawatirkan kemungkinan limbah beracun yang akan bocor ke laut jika es terus mencair di sekitar Camp Century, sebuah fasilitas penelitian yang telah dinonaktifkan oleh militer AS pada puncak Perang Dingin tahun 1967.
Pangkalan itu yang disebut sebagai Project Iceworm, menjadi rumah bagi pembangkit nuklir mobile pertama di dunia ketika dibuka untuk 200 tentara pada tahun 1959. Selain pangkalan tersebut, jaringan terowongan sepanjang tiga kilometer yang terkubur dalam es tersebut juga dipastikan akan muncul.
Disampaikan Independent.co.uk, pangkalan tersebut menjadi rahasia pemerintah AS, bahkan pemerintah Denmark, yang saat itu menguasai wilayah tersebut, tidak diberitahu tujuan sebenarnya Proyek Iceworm, yaitu untuk menembakkan rudal nuklir melalui terowongan es ke negara-negara di Uni Soviet.
Menurut Guardian, militer AS menyembunyikan rencana rahasia untuk membangun jaringan terowongan yang luas untuk ke luar dari Camp Century, yang akan menjadi gudang bagi 600 rudal yang mampu menyerang Moskow pada saat itu juga.
Proyek Iceworm ditinggalkan karena ketidakstabilan es, dan Camp Century kemudian ditutup. Tetapi sekitar 9.200 ton limbah kimia diperkirakan tetap berada di bawah es untuk hari ini.
Para peneliti percaya ribuan ton dari Polychlorinated Biphenyls (PCB), yang menyebabkan kanker pada manusia, akan muncul ke air yang mengelilingi sekitar fasilitas.
Sampah tersebut terkubur di bawah es setebal 35 meter. Namun sebuah penelitian di jurnal Letters Geophysical Research menunjukkan pemanasan global bisa menyebabkan es tersebut mencair total setelah 75 tahun.
Studi ini mengklaim limbah yang dikeluarkan bisa menjadi sumber ketegangan antara AS, Greenland dan Denmark dan menimbulkan masalah multinasional bahkan multi-generasi.
Sebagai tanggapan, Pentagon mengatakan pemerintah AS akan "bekerja dengan pemerintah Denmark dan otoritas Greenland untuk menyelesaikan pertanyaan keamanan bersama.”
Sumber : http://dunia.news.viva.co.id/news/read/828297-pemanasan-global-singkap-pangkalan-nuklir-as-di-atlantik

Kaskolinlamil Inspeksi KRI Banda Aceh-593

 Inspeksi KRI Banda Aceh-593
 Inspeksi KRI Banda Aceh-593
Kepala Staf Komando Lintas Laut Militer (Kaskolinlamil) Laksma TNI Roberth Wolter Tappangan melaksanakan inspeksi terhadap KRI Banda Aceh 593. Inspeksi dilakukan saat KRI dengan komandan Letkol Laut (P) Budi Santosa sedang sandar di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (28/9).
Inspeksi tersebut bertujuan untuk melihat dan mengecek langsung kesiapan dari kapal perang jenis LPD atau Landing Platform Dock, dalam rangka kesiapannya mendukung taruna Akademi Angkatan Laut yang akan melaksanakan Kartika Jala Krida 2016 ke Australia dan Selandia Baru.
Dalam Inspeksi tersebut, Kaskolinlamil didampingi Irkolinlamil, Asops, Asintel dan Aspers Pangkolinlamil serta pejabat Kolinlamil lainnya meninjau serta melihat secara langsung kondisi dari kapal perang tersebut, baik mesin, peralatan-peralatan serta kelengkapan setiap kapal dan juga personel KRI.
Sebelum melaksanakan inspeksi, Kaskolinlamil menerima paparan dari Komandan KRI Banda Aceh 593 tentang kesiapan kapalnya dengan menjelaskan beberapa bagian yang akan menjadi fokus inspeksi. Di antaranya alat navigasi kapal, ruang kontrol mesin, mesin-mesin, radio komunikasi kapal, alat-alat keselamatan pelayaran, Pemeriksaan alat apung, sekoci penolong dan sebagainya.
Selanjutnya, Kaskolinlamil memberikan arahannya kepada seluruh personel (ABK) KRI Banda Aceh 593 untuk menyiapkan diri dengan kompetensi yang ada sesuai dengan jabatan dan peran masing-masing dalam mendukung pelayaran muhibah taruna Akademi Angkatan Laut Kartika Jala Krida 2016.
KRI Banda Aceh-593 merupakan kapal perang berjenis Landing Platform Dock dengan ukuran panjang 120 meter dan lebar 25 meter. Berat kapal ini mencapai 7.286 ton. Kapal perang ini memiliki kecepatan maksimum 15 knot dan memiliki daya angkut sebanyak 344 personel.
Kapal ini juga mampu menampung 5 unit helikopter jenis MI-2 atau Bell 412, 2 unit LCVP, 3 unit meriam Howitzer, dan 20 Tank. Untuk persenjataan perang, kapal ini dilengkapi meriam kaliber 20 mm dan 40 mm.
Menurut Komandan KRI Banda Aceh-593 Letkol Laut (P) Budi Santosa, persiapan yang dilakukan, tidak hanya pada pengecatan badan kapal (bakap) saja, namun juga persiapan lain antara lain melengkapi dalam penyedian sarana dan prasarana pendukung serta kesiapan pemantapan kondisi teknis KRI.
"Hal ini dimaksudkan agar perjalanan selama Kartika Jala Krida taruna AAL dapat terlaksana dengan aman dan lancar," katanya. (fri/jpnn)
Sumber : http://www.jpnn.com/read/2016/09/30/470869/Kaskolinlamil-Inspeksi-KRI-Banda-Aceh-593-

Tentara Perlu Makan Ikan Agar Lebih Fokus Saat Bertugas dan Tidak Mudah Stres

Tentara Perlu Makan Ikan
Tentara Perlu Makan Ikan
Tentara perlu daya konsentrasi saat berperang. Karenanya mereka perlu asupan omega 3 dari ikan.
Konsentrasi minyak ikan yang rendah dalam darah serta kurangnya aktivitas fisik dapat berkontribusi terhadap tingginya depresi atau stres. Salah satu pekerjaan yang memilik risiko stres yang tinggi adalah tentara.
Dilansir dalam Boldsky (27/09), kandungan minyak ikan sangat penting bagi tentara. Hal ini dikarenakan pelatihan yang konsisten dan resimen fisik yang dilakukan saat tempur berisiko alami cedera otak traumatis.
Studi ini dipublikasikan dalam Journal Military Medicine yang meneliti 100 tentara untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi suasana hati orang-orang yang kembali dalam pertempuran.
"Kami melihat bagaimana tingkat aktivitas fisik dan ukuran kinerja yang berkaitan dengan mood. Apa yang kami temukan adalah penurunan aktivitas fisik dan konsentrasi minyak ikan dan omega 3 dalam darah semuanya terkait dengan suasana hati," tutur Richard Kreider, peneliti di Texas A and M University.
Penelitian ini berasal dari penelitian yang meneliti kadar asam lemak omega 3 dari tentara yang bunuh diri dan dibandingkan dengan kontrol (non bunuh diri). Hasilnya ditemukan rendahnya omega 3 dalam darah dikaitkan dengan peningkatan risiko berada di kelompok bunuh diri.
Menurut para peneliti, temuan ini dilakukan untuk mengatasi beberapa masalah yang dihadapi para tentara. "Kesehatan mental para tentara merupakan masalah serius dan menarik untuk dipertimbangkan, bahwa diet yang tepat dan olahraga mungkin memiliki dampak langsung pada peningkatan ketahanan," jelas Nicholas Barringer, peneliti di Texas A and M University.
Dalam rangka untuk mengukur fisik tentara, Kreider dan Barringer mengembangkan formula yang memiliki potensi untuk membantu memeriksa tentara dengan gangguan potensial stres pasca trauma secara efektif.
"Anggota militer menggunakan beberapa latihan, gizi dan pekerjaan yang berhubungan dengan kinerja kami dan temuan dapat membantu mengidentifikasi tentara yang berisiko untuk depresi ketika mereka kembali ke medan tempur," tambah Kreider.
Studi ini menyebutkan bahwa dengan rutin konsumsi omega 3 dapat membantu tentara untuk bekerja lebih fokus dan membantu lawan stres. Studi ini tidak saja diperuntukan untuk tentara, tapi juga untuk masyarakat umum.
Sumber : http://food.detik.com/read/2016/09/29/163503/3309909/900/tentara-perlu-makan-ikan-agar-lebih-fokus-saat-bertugas-dan-tidak-mudah-stres

Sejarah : 30-09-1954 AS Luncurkan Kapal Selam Nuklir Pertama Dunia

Kapal Selam Nuklir Pertama Dunia
Kapal Selam Nuklir Pertama Dunia
Hari ini 62 tahun silam. USS Nautilus, kapal selam nuklir pertama di dunia mulai bertugas di bawah kendali Angkatan Laut Amerika Serikat.
Melansir situs History, Nautilus pertama kali menyelam pada pagi hari, 17 Januari 1955. Dibangun di bawah arahan seorang Kapten Hyman G. Rickover, insinyur brilian kelahiran Rusia, yang bergabung dengan program atom AS pada 1946.
Pada 1947, Rickover ditugaskan membuat program nuklir turbin propulsi angkatan laut dan mulai bekerja membuat kapal selam atom.
Karena orangnya yang ambisius dan fanatik, Rickover berhasil mengembangkan dan memberikan nuklir pertama di dunia bawah laut tahun lebih cepat dari jadwal.
Pada 1952, Presiden Harry S. Truman merestui dimulainya pembuatan Nautilus, dan 21 Januari 1954, First Lady Mamie Eisenhower, istri Presiden Dwight D. Eisenhower, memecahkan sebotol sampanye sebagai tanda Nautilus rampung dibuat yang diluncurkan ke Sungai Thames di Groton, Connecticut.
Ukuran Nautilus jauh lebih besar dari kapal selam konvensional diesel-listrik yang lebih dahulu dimiliki AS.
Nautilus membentang 319 kaki dengan bobot isi maksimal 3.180 ton. Kapal selam ini bisa tetap menyelam untuk jangka waktu tak terbatas, karena mesin atomnya tidak membutuhkan udara dan hanya jumlah yang sangat kecil dari bahan bakar nuklir.
Uranium bertenaga reaktor nuklir menghasilkan uap yang mendorong turbin propulsi, memungkinkan Nautilus melakukan perjalanan bawah laut dengan kecepatan lebih dari 20 knot.
Dalam tahun-tahun awal pelayaran, USS Nautilus memecahkan rekor wisata bawah laut, dan pada Agustus 1958, kapal selam tersebut berlayar hingga kutub utara. Setelah berkarier selama 25 tahun dan hampir 500 ribu mil jelajah, akhirnya Nautilus dinonaktifkan pada 3 Maret 1980.
Dua tahun kemudian, Nautilus ditetapkan sebagai National Historic Landmark di Submarine Force Museum di Groton, Connecticut, tempat di mana kapal selam ini kali pertama 'masuk air'. (ase)
Sumber : http://dunia.news.viva.co.id/news/read/828521-30-09-1954-as-luncurkan-kapal-selam-nuklir-pertama-dunia

Kementerian Pertahanan Minta PT PAL Produksi PKR Sendiri

PT PAL Produksi PKR Sendiri
PT PAL Produksi PKR Sendiri

Kementerian Pertahanan meminta PT PAL (Persero) Indonesia mampu membuat kapal perang bermutakhir tinggi sekelas Perusak Kawal Rudal (PKR) secara mandiri, tanpa kerja sama produksi dengan industri kapal negara lain.
"Melihat hasil dan kualitas disertai bukti saat ini, kami yakin PT PAL Indonesia mampu membuatnya," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Laksamana Madya TNI Widodo, usai peluncuran PKR-2, di Dok Semarang Divisi Kapal Niaga Kawasan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis.
Dari dua PKR jenis Guided Missile Frigate yang dipesan Kementerian Pertahanan untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan TNI AL, produksinya atas hasil kerja sama PT PAL Indonesia dengan perusahaan kapal asal Belanda, Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS).
Dalam proses pengerjaannya, PT PAL Indonesia dan DSNS menggunakan sistem modular yang setiap kapal terdiri dari enam modul, dengan perakitan terakhir dilakukan di Indonesia.
"PKR-1 ada empat modul dari PT PAL dan dua DSNS, kemudian PKR-2 sudah lima modul dari PT PAL dan satu lainnya DSNS," ucap laksamana bintang tiga tersebut.
Jika nantinya seluruh modul dikerjakan di Indonesia, kata dia, hal tersebut sudah sejalan dengan UU Nomor 16/2012 tentang Industri Pertahanan, bahwa pemenuhan alutsista dalam pertahanan dilakukan di industri dalam negeri.
"Kalau sukses maka Kementerian Pertahanan akan kembali memesan PKR dengan jumlah tertentu dan dalam satu skuadron. Nantinya, PKR-3, PKR-4 dan seterusnya akan dibangun khusus di PT PAL," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT PAL (Persero) Indonesia, M Firmansyah Arifin, menyampaikan bahwa kerja sama produksi kapal perang PKR dengan DSNS juga dilakukan program transfer teknologi atau alih teknologi sebagai satu tim.
"Hubungan yang terjalin ini dapat mempermudah alih teknologi kedua industri, baik untuk Indonesia maupun Belanda," katanya.
Ke depan, pihaknya yakin mampu memproduksi sendiri kapal perang bermutakhir tinggi sekelas PKR dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan dari seluruh pihak, terutama TNI AL.
"Dengan sudah bertambahnya ilmu dan teknologi, disertai bukti kualitas pembuatan kapal maka akan semakin menambah keoptimistisan serta mental agar menjadi lebih baik," katanya.
Kapal di kelas fregat itu didesain untuk berbagai tipe peperangan di antaranya untuk peperangan darat, udara, di atas dan bawah air, serta dilengkapi pengamanan kemaritiman, SAR, sekaligus sebagai misi kemanusiaan.
Spesifikasinya, kapal memiliki panjang 105,11 meter, lebar 14,02 meter, serat air 3,7 meter, bobot 2.365 ton, mampu berlayar hingga 5.000 mil laut, daya angkut 100 orang ditambah 20 orang, kecepatan maksimal 28 k dan klas Llyod Register.
Sumber : http://www.antaranews.com/berita/587319/kementerian-pertahanan-minta-pt-pal-produksi-pkr-sendiri

Radar Terbaru Rusia Bisa ‘Melihat Helm Tentara’ di Medan Tempur

Radar Terbaru Rusia
Radar Terbaru Rusia

Rusia sedang mengembangkan radar generasi kelima dengan resolusi yang benar-benar unik. Teknologi ini memungkinkan penggunanya untuk 'melihat helm yang digunakan tentara' saat pertempuran, demikian disampaikan perwakilan United Instrument Corporation (UIC) kepada surat kabar RIA Novosti, seperti dikutip Sputnik.
“UIC telah merancang radar generasi kelima yang dapat menangkap dan merekam objek sekecil 10 cm,” terang sang narasumber yang tak mau disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa “radar tersebut bahkan bisa melihat objek secara mendetail, termasuk helm tentara yang sedang beraksi, dan mengirim data target ke pasukan yang berada di medan tempur.”
Stasiun radar ini dirancang untuk mengintai bangunan-bangunan musuh, dan resolusinya yang tinggi membuat radar bisa menentukan tipe senjata atau kendaraan tertentu, serta produsennya dengan akurat.
Radar tersebut juga bisa menangkap target bergerak, menampilkannya dalam grafik yang berbentuk pixel atau meter, dan memberi kode warna pada objek yang datang dan pergi.
Menurut perwakilan UIC, radar beresolusi tinggi ini cocok untuk ditempatkan di semua tipe pesawat.
Sumber : http://indonesia.rbth.com/news/2016/09/29/radar-terbaru-rusia-bisa-melihat-helm-tentara-di-medan-tempur_634415

Lintasi Zona Demiliterisasi, Tentara Korut Membelot ke Korsel

Tentara Korut Membelot ke Korsel
Tentara Korut Membelot ke Korsel

Militer Korea Selatan mengatakan seorang tentara Korea Utara (Korut) telah membelot ke negara itu. Peristiwa langka ini terjadi di tengah ketegangan yang melanda perbatasan paling ketat di dunia.
Tentara Korut itu melintasi garis demarkasi militer dan berjalan melalui zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea. "Tentara itu tidak bersenjata dan tidak ada baku tembak," kata seorang pejabat militer Korsel seperti dikutip dari NBC News, Jumat (30/9/2016).
Pernyataan yang dikeluarkan kantor Kepala Staf Gabungan Korsel mengatakan, tentara Korut tersebut melintasi bagian timur garis depan sekitar pukul 10.00 waktu setempat. "Saat ini ia tengah diperiksa bagaimana dan mengapa ia membelot," bunyi pernyataan itu.
Aksi pembelotan tentara Korut ini seolah mengulangi langkah sejumlah pejabat profil tinggi negara itu. Kejadian tersebut sempat memicu kemarahan Korut ditengah ketegangan internasional akibat uji coba nuklir dan rudal yang dilakukan Pyongyang.
Pembelotan yang paling menyita perhatian adalah yang dilakukan oleh Wakil Dubes Korut untuk Inggris, Thae Yong-ho. Yong-ho menjadi diplomat tertinggi yang membelot ke Selatan pada tiga bulan lalu. Ini adalah pukulan memalukan bagi pemerintah Korut yang dipimpin Kim Jong-un.
Secara terpisah, media juga melaporkan bahwa seorang remaja Korut yang mengambil bagian dalam kontes matematika di Hong Kong pada bulan Juli lalu dan kemudian mencari suaka di konsulat Korsel telah tiba di negara itu.
Sumber : http://international.sindonews.com/read/1143412/40/lintasi-zona-demiliterisasi-tentara-korut-membelot-ke-korsel-1475171511

Saudi Gelar Latihan Militer di Tengah Ketegangan dengan Iran

Arab Saudi Gelar Latihan Militer
Arab Saudi Gelar Latihan Militer
Angkatan Laut Arab Saudi akan menggelar latihan militer di Teluk Persia dan Selat Hormuz pekan depan di tengah ketegangan dengan Iran.
Latihan militer dengan sandi Gulf Shield 1 akan berlangsung di Laut Oman dengan melibatkan armada kapal, pesawat, marinir dan personel lainnya, menurut pernyataan Komandan Angkatan Laut Kerajaan Arab Saudi Abdullah al Sultan, Rabu (28/9).
Arab Saudi dan Iran, dua negara yang dipisahkan oleh Teluk Persia, tidak memiliki hubungan diplomatik dan berselisih atas sejumlah isu regional termasuk perang Suriah dan Yaman. Gulf Shield 1 merupakan bagian dari rangkaian latihan yang dijalani oleh armada Angkatan Laut Arab Saudi di kawasan, ujar Sultan seperti dilansir kantor berita SPA, yang dikutip Antara News.
Manuver ditujukan untuk meningkatkan kesiapan tempur dan kemampuan mempertahankan perbatasan, melindungi jalur pelayaran dan mencegah agresi atau serangan teroris, menurut laporan SPA.
Koalisi pimpinan Arab Saudi, termasuk pasukan Angkatan Laut, memberlakukan blokade terhadap Yaman sebagai bagian dari upaya mencegah senjata jatuh ke tangan pemberontak Huthi dan para sekutu mereka yang telah menguasai sebagian wilayah negara tersebut.
Amerika Serikat dan Arab Saudi menuding Iran mengirimkan rudal dan berbagai senjata lain kepada pemberontak Yaman, namun Teheran membantah tudingan tersebut.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al Jubeir mengungkapkan di The Wall Street Journal pada 18 September, Iran harus menghentikan tindakan subversif dan permusuhan dan berhenti mendukung terorisme.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan pada 13 September di surat kabar The New York Times pemicu utama aksi kekerasan (di kawasan) adalah ideologi ekstremis yang digaungkan Arab Saudi.
Sumber : http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/16/09/29/oe9cw6366-saudi-gelar-latihan-militer-di-tengah-ketegangan-dengan-iran

Upaya Diplomatik Gagal, AS Pertimbangkan Opsi Militer di Suriah

Opsi Militer di Suriah
Opsi Militer di Suriah
Pemerintah Obama tengah mempertimbangkan sejumlah opsi militer di Suriah. Hal ini dilakukan menyusul kegagalan upaya diplomatik tingkat tinggi untuk menciptakan gencatan senjata di negara itu.
Dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (30/9/2016), pembahasan mengenai opsi militer ini masih berada dalam tingkatan staf. Rencana ini belum menghasilkan rekomendasi kepada Presiden Barack Obama yang telah menolak melakukan aksi militer terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Wacana ini muncul seiring ancaman Menteri Luar Negeri John Kerry untuk menghentikan hubungan diplomatik terkait Suriah dengan Rusia. Para pejabat AS mengatakan kegagalan diplomasi di Suriah telah membuat pemerintah Obama tidak mempunyai pilihan selain untuk mempertimbangkan alternatif.
Dua pejabat AS mengatakan, kemajuan yang didapat pasukan pemerintah di Aleppo dan runtuhnya jalur diplomatik telah membuat sejumlah pejabat pemerintah lepas kontrol. Jatuhnya Aleppo akan memulihkan kekuasaan Assad atas kota paling penting di Suriah barat itu dan akan menghancurkan kelompok oposisi.
Akibatnya, kata salah satu pejabat, daftar pilihan adalah penyempitan untuk mendukung serangan pemberontak di tempat lain dengan persenjataan tambahan atau mungkin serangan. Hal ini mungkin tidak membalikkan gelombang pertempuran, tetapi dapat menyebabkan Rusia untuk berhenti dan berpikir.
Meski begitu pemberian senjata kepada kelompok pemberontak ini tidak akan mencakup rudal anti pesawat portabel atau MANPADS. Pemerintah Obama takut jika senjata tersebut jatuh ke tangan militan ISIS atau Al-Qaeda.
Sumber : http://international.sindonews.com/read/1143423/42/upaya-diplomatik-gagal-as-pertimbangkan-opsi-militer-di-suriah-1475181546

Filipina Ingin Akhiri Hubungan Militer dengan Amerika

Latihan Militer Filipina dan Amerika
Latihan Militer Filipina dan Amerika

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengumumkan bahwa latihan militer bersama antara negaranya dan Amerika Serikat, yang dijadwalkan pada Oktober 2016, adalah kerja sama terakhir selama masa pemerintahannya.
Pengumuman itu disampaikan Duterte pada Rabu, 28 September 2016, saat melakukan kunjungan ke Vietnam, sekaligus sebagai sinyal pemutusan hubungan kerja sama militer kedua negara yang dianggap terlama di Asia.
"Amerika Serikat menjadwalkan latihan perang, sedangkan Cina tidak mau. Saya akan menyampaikan kepada Amerika bahwa ini merupakan latihan militer terakhir. Kerja sama Filipina dan Amerika telah berakhir," kata Duterte dalam sebuah pidato di depan masyarakat Filipina di ibu kota Vietnam, Hanoi.
Latihan pendaratan militer di Filipina yang melibatkan 500 serdadu Filipina dan 1.400 anggota pasukan Amerika itu dijadwalkan digelar pada 4-12 Oktober 2016, sekaligus menjadi agenda pertama dalam pemerintahan Duterte.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada Al-Jazeera, Kementerian Luar Negeri Amerika menyatakan negaranya akan tetap fokus melanjutkan hubungan luar negerinya dengan Filipina. "Filipina adalah sekutu kami yang sangat penting di kawasan Asia-Pasifik."
Sumber : https://dunia.tempo.co/read/news/2016/09/29/118808267/filipina-ingin-akhiri-hubungan-militer-dengan-amerika

Boeing Roll Out Pesawat P-8A Poseidon Pertama AU Australia

Pesawat P-8A Poseidon AU Australia
Pesawat P-8A Poseidon AU Australia
Boeing telah melakukan roll out pesawat pertama dari 15 pesawat pengintai maritim P-8A Poseidon untuk Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force - RAAF).
Pesawat tersebut dijadwalkan akan tiba di Canberra pada tanggal 15 November, diterbangkan oleh awak Australia, menurut situs resmi Angkatan Udara Australia, Rabu (28/09).
Australia membeli 15 pesawat P-8A Poseidon untuk menggantikan armada AP-3C Orion. Boeing sebelumnya telah memposting foto-foto pesawat itu di situs blogging twitter-nya.
Poseidon Australia nampak memakai logo albatross dan kanguru. P-8A dilengkapi dengan sensor dan sistem misi canggih, termasuk radar canggih, kamera high-definition, dan sistem pelacak akustik.
Program P-8A Australia senilai $5,4 miliar akan memberikan kemampuan patroli maritim dan respon pesawat berawak Australia di masa depan, menggantikan peran yang selama ini dijalankan oleh pesawat AP-3C Orion.
P-8A Poseidon memiliki panjang 39,5 meter, berat lepas landas maksimum 85.820kg dan rentang sayap 37,6m. Ditenagai oleh dua mesin jet, pesawat itu memiliki kecepatan puncak 907km/jam dengan jangkauan maksimum 7.500km.
Sumber : http://defenseworld.net/

Takut Diserang Rusia, Lithuania Beli Sistem Pertahanan Udara

Sistem Pertahanan Rudal NASAMS
Sistem Pertahanan Rudal NASAMS

Lithuania menegaskan akan berinvestasi jutaan dolar untuk membeli sistem pertahanan rudal. Hal itu dilakukan ditengah kekhawatiran atas potensi agresi dari Rusia.
Hal itu ditegaskan Kementerian pertahanan Lithuania telah menegaskan hal itu saat mencapai kesepakatan terkait penyebaran sistem pertahanan rudal NASAMS buatan Norwegia. Lithuania juga mengklaim, dalam seminggu terakhir, telah tujuh kali meminta bantuan pesawat militer NATO untuk mengawal pesawat Rusia di Laut Baltik.
Negara-negara Baltik menyimpan kekhawatiran jika mereka tidak akan mampu meladeni serangan pasukan Rusia terutama dari udara. Mereka merasa risau atas kurangnya sistem pertahanan untuk menangkis serangan rudal jarak menengah. Untuk itu, sistem pertahanan anti rudal NASAMS berbaris di sisi timur NATO. Sistem rudal akan membantu pertahanan di Estonia, Latvia, dan Lithuania dari invasi apa pun di masa depan.
"Kurangnya sistem pertahanan udara meningkatkan kemungkinan suksesnya sebuah serangan sekejap dengan kekuatan yang terbatas. Kekuatan militer kami sangat penting untuk pencegahan," kata pensiunan militer Lithuania, Ignas Stankovicius, seperti dikutip dari Independent, Kamis (29/9/2016).
Rusia ditengarai akan menginvasi negara-negara Baltik yang dipicu aneksasi Crimea dari Ukraina. Namun pemerintah Rusia telah berulang kali membantah ingin menyerang salah satu dari tiga negara bagian dan menuduh NATO mengganggu keseimbangan Eropa Timur.
Sumber : http://international.sindonews.com/read/1143117/41/takut-diserang-rusia-lithuania-beli-sistem-pertahanan-udara-1475095317

Mengenal Detasemen Kavaleri Berkuda Satu-satunya di RI

Detasemen Kavaleri Berkuda
Detasemen Kavaleri Berkuda

Detasemen Kavaleri di Indonesia, identik dengan kendaraan tempur lapis baja, seperti Tank, Panser, dan sejenisnya. Namun, tak banyak masyarakat yang tahu bahwa di wilayah Bandung Barat, tepatnya di wilayah Lembang, terdapat sebuah detasemen kavaleri yang dikhususkan untuk pasukan berkuda.
Detasemen Kavaleri Berkuda TNI Angkatan Darat ini berada di kaki gunung Tangkuban Perahu, dan hanya satu satunya yang ada di Indonesia.
Wartawan VIVA.co.id berkesempatan mengunjungi Detasemen Kavaleri Berkuda di yang berada di wilayah Cisarua, Bandung Barat, Rabu siang, 28 September 2016. Letaknya yang berada di dataran tinggi Bandung, membuat udara di sekitar markas prajurit berkuda ini terasa sejuk.
Sekilas, detasemen ini terlihat seperti pusat pelatihan kuda daripada sebuah satuan militer. Ya, Detasemen Kavaleri Berkuda ini menempati lahan 104 hektare dan memiliki fasilitas lengkap layaknya pusat pelatihan kuda. Di tempat ini, juga terdapat dua arena balapan dan tribun yang kebetulan baru digunakan untuk penyelenggaraan Pelan Olah Raga Nasional (PON) Jawa Barat.
Detasemen ini bergerak di operasi militer maupun non militer, seperti penyambutan tamu kenegaraan dan upacara penjemputan Bendera Pusaka saat peringatan HUT 17 Agustus di Istana Negara beberapa waktu lalu.Detasemen ini juga kerap dilibatkan dalam ajang-ajang kejuaraan olahraga, baik nasional maupun internasional, seperti PON maupun Asian Games.
Komandan Detasemen Kavaleri Berkuda, Mayor Solikhin mengatakan, detasemen ini memiliki 240 ekor kuda pilihan yang didatangkan langsung dari negara-negara di Eropa. Seperti etnis ras Andalusia Spanyol, ras Thoroughbreds, Warmblood, dan Anglo Arab. Detasemen ini diperkuat 335 personel, baik dari prajurit TNI maupun pegawai negeri sipil.
"Detasemen kami bergerak dalam tiga hal, pelatihan kuda, peternakan kuda, dan operasi TNI. Dalam peternakan kuda itu dipilih untuk regenerasi untuk alutsista di masa selanjutnya, untuk pelatihannya kita juga menggelar pelatihan untuk militer dan olahraga," kata Mayor Solikhin, saat ditemui di Markas Detasemen Kavaleri Berkuda, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 28 September 2016.
Fungsi strategis detasemen Kavaleri berkuda ini sendiri adalah sebagai alternatif lain di medan yang tak dimungkinkan untuk dilewati kendaraan taktis. Sehingga, aternatif satwa kuda dapat digunakan tanpa menghambat operasi TNI. Pasukan khusus berkuda yang disiapkan detasemen ini juga mendapat pelatihan yang sedikit berbeda dari detasemen kavaleri pada umumnya.
"Pasukan berkuda standar kami bekali dengan rompi anti peluru dan helm, senapan SS1 5,56 milimeter dan pistol P1 pindad. Di beberapa kondisi, pedang juga dapat disertakan pada prajurit, untuk mengatasi tentara musuh dan melucuti senjata, serta perlengkapan musuh tanpa harus turun dari kuda," ujar Solikhin.
Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/827730-mengenal-detasemen-kavaleri-berkuda-satu-satunya-di-ri

Prajurit Kostrad Uji Coba Roket Astros Di Pantai Banongan

 Uji Coba Roket Astros
 Uji Coba Roket Astros 

Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 1 adalah salah satu kekuatan bantuan tempur (Banpur) Divisi Infanteri 2/Kostrad, yang memiliki Alutsista terbaru MLRS (Artillery Saturation Rocket System) ASTROS II, produksi Avibras Aerospacial, sebuah perusahaan manufaktur senjata militer dari negara Brazil.
Baru-baru ini Yon Armed 1 Kostrad menggelar uji coba alat utama sistem senjata (Alutsista) MLRS Astros ll dan uji munisi Roket SS-09 dan SS-30 di pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur. Dalam uji coba tersebut, ditinjau secara langsung oleh Kepala Staf Divif 2 Kostrad Brigjen TNI Ainurrahman.
Kegiatan menembak senjata ini dilaksanakan untuk menguji coba dan menguji fungsi Alutsista baru yang dimiliki oleh Yon Armed 1 Kostrad, sekaligus melatih kesiapan satuan dalam rangka menghadapi Latihan Bantuan Tempur Terpadu yang akan digelar pada bulan November mendatang. Kegiatan uji coba menembak ini diikuti oleh 102 personel prajurit yang dipimpin oleh Komandan Batalyon Armed 1 Kostrad, Mayor Arm Dodot Sugeng Hariadi dengan mengerahkan enam pucuk roket Multiple Launch Rocket System (MLRS) Astros ll MK 6.
"Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan uji coba dan uji fungsi terhadap Alutsista baru yang kita miliki. Selain itu juga sebagai bentuk persiapan Yon Armed 1 Kostrad dalam menghadapi kegiatan latihan pada skala TNI," ujar Danyon Armed 1 Kostrad dalam rilis Penkostrad, Rabu (28/9).
Lebih lanjut Danyon Armed 1 Kostrad mengatakan setiap Alutsista terbaru pasti akan melalui proses uji prima, baik untuk menguji presisinya, jarak capainya, mekaniknya ataupun komponen yang ada di roket itu sendiri. Dan apabila terdapat perubahan setelah penembakan atau adanya kerusakan, akan dievaluasi dan dilaporkan ke komando atas.
Roket MLRS Astros ll merupakan senjata canggih berupa peluncur roket dengan mobilitas dan fleksibilitas tinggi, yang memiliki efek gentar terhadap musuh. Karena bisa meluncurkan beberapa roket sekaligus dengan jangkauan sasaran yang jauh dan tingkat akurasi yang tinggi. Saat ini untuk jenis munisi yang dimiliki Yon Armed 1 Kostrad adalah Roket SS-09 dan SS-30 yang memiliki jangkauan 6 km sampai 30 km, dan akan dikembangkan dengan jenis munisi baru dengan jarak jangkauan hingga 150 km hingga 300 km.
Pengadaan roket MLRS Astros ll di Yon Armed 1 Kostrad ini, terkait salah satu wujud dari pembangunan MEF (Minimum Essential Force), yang saat ini sudah memasuki proses Renstra tahap 2. Pada tahap ini, Renstra lebih menitikberatkan pada pembangunan dan modernisasi Alutsista beserta teknologinya untuk membentuk kekuatan pertahanan yang memadai, guna menjadikan postur pertahanan Indonesia yang mandiri, kuat, disegani dan semakin berwibawa. [rus]
Sumber : http://keamanan.rmol.co/read/2016/09/28/262386/Prajurit-Kostrad-Uji-Coba-Roket-Astros-Di-Pantai-Banongan-

Kapal Selam Varshavyanka, 'Lubang Hitam' Marinir Rusia

Kapal Selam Varshavyanka
Kapal Selam Varshavyanka
Angkatan Laut Rusia memperkuat potensi tempur Armada Laut Hitam-nya dengan menghadirkan kapal selam disel-elektrik terbaru Varshavyanka (Proyek 636.6). Empat kapal selam tipe ini telah beroperasi di Laut Hitam dan dua lainnya akan bergabung pada November mendatang. Saat ini, mereka masih menjalani uji coba di Teluk Finlandia dan Laut Baltik. Kapal selam ini kabarnya merupakan kapal paling senyap di kelasnya. Secara tak resmi, militer NATO menyebut kapal selam ini sebagai 'lubang hitam' di samudera.
Proyek 636 merupakan kapal selam disel-elektrik generasi ketiga. Mereka dikembangkan di Biro Desain Rubin, menggunakan kapal selam Paltus sebagai basisnya. Namun, sistem elektronik dan efektivitas tempur mereka dipertajam. Selain itu, kapal selam ini juga mendapat tambahan sistem radio-elektronik dan hidroakustik terbaru.
Kapal selam ini tergolong kecil, dengan panjang 74 meter dan lebar 10 meter, serta bobot tak lebih dari empat ribu ton. Kedalaman desain tekanan lambung ialah 24o meter dan kedalaman operasi maksimalnya 300 meter.
Varshavyanka dilengkapi dengan dua generator disel bertenaga 1.500 tenaga kuda, satu motor elektrik pendorong, serta satu motor elektrik ekonomi. Selain itu, kapal selam juga memiliki dua mesin disel yang stand-by dan dua set baterai elektronik. Kecepatan maksimal kapal selam mencapai 17 knot (lebih dari 30 kilometer per jam) di daratan dan hingga 20 knot dalam posisi menyelam.
Senjata utama kapal selam ini ialah rudal jelajah Kalibr. Sementara, di bagian hidungnya Varshavyanka memiliki enam tabung torpedo berukuran 533 mm. Perangkat standar amunisi terdiri dari 18 torpedo atau 24 ranjau dan rudal jelajah Kalibr-PL, yang mampu menghantam target sejauh 2.000 km.
Varshavyanka mampu mengidentifikasi kapal musuh dan target lain pada jarak maksimal, mendekati dan memantau mereka tanpa terekspos, dan jika perlu mengerahkan senjata canggih yang mereka miliki. Tugas utama kapal selam ini ialah melindungi markas marinir dan rute laut serta menyerang kapal selam musuh dan kapal permukaan. Ia juga dapat melakukan misi pengintaian dan patroli di laut dan menghantam infrastruktur pesisir menggunakan rudal jelajah.
Galangan Kapal Sankt Petersburg telah membangun sebuah keluarga yang terdiri dari enam kapal selam untuk Armada Laut Hitam. Tiap kapal diberi nama berdasarkan nama-nama kota yang dinobatkan sebagai Kota Kejayaan Militer, antara lain Novorossiysk, Rostov-on-Don, Stary Oskol, dan Krasnodar. Kapal kelima (Veliki Novgorod) dan keenam (Kolpino) diberi nama sesuai kota kuno Rusia di sebelah barat laut negara dan pinggiran Sankt Petersburg.
Dalam Forum Army 2016 yang digelar di Moskow pada awal September lalu, produsen kapal mendapat pesanan enam gelombang kapal selam untuk Armada Pasifik yang dibangun pada periode 2019-2021.
Di Pasifik, Varshavyanka akan memperkuat potensi tempur AL Rusia di Timur Jauh. Mereka mampu mengarungi perairan internasional Laut Cina Selatan dan Laut Jepang, 'dengan sunyi' memantau perkembangan terbaru wilayah tersebut.
Sebelumnya, kapal ini telah memamerkan kemampuan tempur mereka dalam aksi nyata pada Desember 2015 lalu saat operasi militer Rusia di Suriah. Kapal selam Rostov-on-Don submarine (B-237) menembakan satu putaran misil jelajah Kalibr-PL terhadap infrastruktur yang dikuasai ISIS di Provinsi Raqqa, Suriah. Itu merupakan searngan misil kapal selam Rusia pertama terhadap musuh sungguhan.
Sumber : https://indonesia.rbth.com/news/2016/09/28/kapal-selam-varshavyanka-lubang-hitam-marinir-rusia_634125

Diplomat Cantik Indonesia 'Hajar' 2 Presiden dan 4 PM di PBB

Diplomat Indonesia Nara Masista Rakhmatia
Diplomat Indonesia Nara Masista Rakhmatia

Kala publik Indonesia tenggelam dalam hinggar binga Pilkada DKI, di New York sana seorang diplomat muda cantik membalas dengan sangat tajam pidato 6 Kepala Pemerintahan.
Dia dikutip berbagai media internasional karena membalas pedas pernyataan Presiden Nauru dan Presiden Kepulauan Marshall serta empat Perdana Menteri dalam Sidang Majelis Umum PBB. Empat Perdana Menteri itu adalah PM Vanuatu, Kepulauan Solomon, Tuvalu dan Tonga.
Pada Sidang Umum PBB, pemimpin enam negara di Pasifik itu menyerukan kemerdekaan Papua karena Indonesia melakukan pelanggaran hak asasi manusia di provinsi Papua dan Papua Barat.
Pernyataan enam kepala negara itu dibalas Indonesia sebagai bermotif politik, tidak mengerti pesoalan Papua dan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Mereka menggunakan Sidang Majelis Umum PBB untuk mengalihkan perhatian dunia terhadap masalah sosial dan politik di dalam negerinya.
Indonesia mengatakan pernyataan enam kepala negara itu didesain untuk mendukung kelompok separatis yang selalu berusaha menciptakan rasa tidak aman dan menyebarkan terror di Papua. Pernyataan ini sangat disesalkan dan berbahaya serta dilakukan oleh negara-negara yang menyalahgunakan posisi PBB, termasuk Sidang Umum Tahunan.
Sebagaimana diketahui Indonesia berusaha membendung internasionalisasi masalah Papua. Indonesia. Terakhir Jakarta berhasil membendung keanggotaan kelompok separatis Papua menjadi anggota kelompok Negara-Negara Rumpun Melanesia ( MSG) sementara perbaikan kualitas hidup di Papua terus dilakukan pemerintahan presiden Joko Widodo.
Yang menarik disini adalah pernyataan keras tersebut dibacakan oleh Sekertaris Dua Perwakilan Tetap Republik Indonesia di PBB. Tanggapan yang hanya dibacakan oleh seorang diplomat junior untuk pernyataan Kepala Pemerintahan yang tertinggi “ diplomatic ranknya” adalah sebuah “tamparan diplomatic” yang keras bagi ke enam negara di Pasifik itu.
Dan agaknya baru kali ada negara yang memerintahkan diplomat junior – bukan Duta Besar yang mewakili Kepala Negara - untuk menyampaikan protes resmi pemerintahnya atas pernyataan yang disampaikan oleh tidak hanya seorang- tetapi enam orang- kepala pemerintahan.
Tapi dibalik manuver diplomasi Indonesia dalam mempertahankan Papua di forum Internasional, kita melihat angin segar terkait kaderisasi diplomat di Kementerian Luar Negeri. Nampak jelas, Kemlu memberikan kesempatan bagi yang muda-muda untuk tampil bertarung diarena mancanegara menjajal kemampuannya berdiplomasi.
Yang membacakan protes resmi itu adalah Nara Masista Rakhmatia, diplomat cantik yang akan genap berusia 34 tahun bulan Desember nanti. Diplomat muda ini lulusan Sekolah Departemen Luar Negeri angkatan 33 tahun 2008 dan agaknya New York adalah penempatan pertama lulusan SMA 70 Jakarta.
Setelah lulus SMA, Nara kuliah di FISIP UI jurusan Hubungan Internasional dan lulus tahun 2002. Sebelum melamar PNS di Kemlu dia sempat menjadi peneliti di CERIC (Center for Research on Inter-group Relations and Conflict Resolution) dan juga Center for East Asia Cooperation Studies. Dua lembaga itu berada di bawah naungan FISIP UI. Selain itu, Nara juga menulis sejumlah jurnal kebijakan luar negeri seperti Intrastate Conflict Management: The Twin Track Approach, the United Nations and ASEAN in Myanmar, 2010.
Ketika diterima menjadi PNS di Kementerian Luar Negeri, Nara Masista ditempatkan di Direktorat Kerjasama Antar Kawasan pada Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika. Di Kemlu, spesialisasi Nara nampaknya adalah Organisasi Kerjasama Ekonomi Asia Pasific APEC dan sempat menjabat Head of Section for The Budget and Management Committee (BMC) APEC sebelum dikirim ke New York.
Melihat prestasinya ini, tidak salah jika Kemlu menunjuk Nara yang juga ambil magister di Universitas St Andrews Inggris ini menjadi juru bicara Indonesia di Forum PBB. Dan kini namanya dikutip oleh berbagai media didunia. Exposure ini tentunya adalah berkat kepercayaan para diplomat senior yang memberikan kesempatan pada yang muda-muda tampil di muka.
Sumber : http://www.tribunnews.com/internasional/2016/09/28/diplomat-cantik-indonesia-hajar-2-presiden-dan-4-pm-di-pbb

Kapal Perang Filipina Buatan PT PAL Dinamai Provinsi Kelahiran Duterte

SSV Davao Del Sur Filipina
SSV Davao Del Sur Filipina

PT PAL telah merampungkan kapal perang kedua jenis "Strategic Sealift Vessel" (SSV) pesanan Pemerintah Filipina. Kapal perang itu dinamai "Davao Del Sur" yang diambil dari nama provinsi kelahiran Presiden Filipina Rodrigo Duterte.
"Kapal SSV yang pertama dulu namanya Tarlac, juga merupakan provinsi kelahiran Presiden Filipina saat itu, Benigno Simeon Aquino," ujar Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M Firmansyah Arifin kepada wartawan di Surabaya, Rabu (28/9/2016).
Kapal pesanan Kementerian Pertahanan Filipina tersebut akan diluncurkan pada Kamis di galangan kapal PT PAL Indonesia wilayah Tanjung Perak, Surabaya.
Ia mengaku, penyelesaian kapal bernomor lambung 602 tersebut lebih cepat tiga sampai empat bulan dibandingkan proses pesanan pertama yang membutuhkan waktu sekitar dua tahun.
"Pesanan pertama diluncurkan 18 Januari 2016, dan dikirim Mei sesuai batas waktu pengiriman. Sedangkan kapal kedua ini diluncurkan September sehingga pengiriman keduanya diusahakan lebih cepat ke Filipinanya mendatang yang direncanakan pada Maret 2017," ucapnya.
Peluncuran kapal kedua ini akan dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.
"Tentu ini adalah sebuah kebanggaan karena kita mampu mengekspor kapal perang. Tentu ini adalah awal, dan kami optimistis industri ini semakin berkembang," katanya.
Kapal ini merupakan bagian dari pengembangan kapal pengangkut "Landing Platform Dock" (LPD) yang didesain panjang 123 meter, lebar 21,8 meter, dan memiliki kecepatan 16 knot dengan ketahanan berlayar selama 30 hari di laut lepas.
SSV dilengkapi pendaratan tiga helikopter dan hangar, serta memiliki kemampuan mengangkut dua unit kapal "landing craft utility" (LCU) ditambah berbagai macam kendaraan tempur dari truk militer hingga "Amphibious Assault Vehicle" (AAV).
Dengan memiliki draft kapal lima meter, SSV mampu menjangkau hingga ke perairan dangkal serta dapat difungsikan sebagai rumah sakit apung sekaligus SAR ketika sedang terjadi bencana.
Sementara itu, selain meluncurkan SSV-2, pada kesempatan sama juga akan diluncurkan kapal perang jenis Kapal Perusak Rudal (PKR) ke-2 nomor lambung 332 untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL.
Sumber : http://regional.kompas.com/read/2016/09/28/21070811/kapal.perang.filipina.buatan.pt.pal.dinamai.provinsi.kelahiran.duterte

Tentara Rusia Terlibat Dalam Penembakan Rudal Terhadap Malaysia Airlines MH17

Malaysia Airlines MH17
Malaysia Airlines MH17
Teka-teki jatuhnya pesawat Malaysia Airlines di wilayah perbatasan Ukraina timur mulai terungkap. Sebuah hasil investigasi mengejutkan diungkapkan dalam sidang internasional di Belanda, Rabu (28/9/2016).
Pesawat itu jatuh akibat tembakan roket yang dibawa pasukan Rusia menuju perbatasan, untuk membantu pemberontak Ukraina pro-Moskow..
Peneliti mengungkapkan, roket mematikan yang membuat pesawat itu hancur di wilayah Ukraina datang dari Rusia
Boeing 777 milik Malaysia Airlines itu jatuh terbakar pada Bulan Juli 2014, menewaskan semua penumpang yang berjumlah 298 orang. Sebagian besar poenumpang warga negara Belanda. Pesawat itu terbang dari Kualalumpur menuju Amsterdam, Belanda.
Selama ini, tuduhan tertuju pada pasukan Ukraina yang sedang bertempur dengan pemberontak pro-Moskow.
Namun, sekelompok peneliti mengatakan, rudal jenis BUK ini dibawa dari Rusia ke sebuah desa yang dikuasai pemberontak dan kemudian pindahkan kembali melintasi perbatasan oleh pasukan Rusia.
Jaksa internasional mengatakan satu roket jenis BUK buatan Rusia ditembakkan dari sebuah desa yang dikuasai pemberontak di Pervomaysk, timur Ukraina, sebelum pindah kembali ke Rusia.
Penyelidikan ini tidak hanya dari puing-puing pesawat di lapangan. Namun, mereka juga melakukan penyadapan komunikasi yang kemudian diungkapkan oleh Wilbert Paulissen, dari Kepolisian Nasional Belanda.
Paulissen menambahkan, bukti-bukti lain juga ditemukan di lapangan oleh Tim Investigasi Gabungan.
"Ini mungkin disimpulkan bahwa MH17 ditembak jatuh oleh rudal 9M38 yang didatangkan dari wilayah Federasi Rusia. Setelah rudal itu diluncurkan, BUK peluncur roket dibawa kembali ke wilayah Rusia."
Ukraina mengatakan temuan dari penyelidikan kriminal bencana membuktikan keterlibatan langsung Rusia.
Tetapi menteri luar negeri Rusia menyebutkan bahwa investigasi tersebut "bias dan bermotif politik".
Kremlin mengatakan, data radar menunjukkan pesawat MH17 itu pasti tidak jatuh oleh tembakan roket dari wilayah yang dikuasai separatis pro-Rusia di timur Ukraina.
Jaksa internasional sedang menyelidiki 100 orang yang mungkin terkait dengan serangan rudal di pesawat dua tahun lalu.
Jaksa juga menegaskan "peluang yang realistis" untuk melakukan penuntutan, meskipun tersangka belum teridentifikasi secara resmi.
Sumber : http://batam.tribunnews.com/2016/09/29/tentara-rusia-terlibat-dalam-penembakan-rudal-terhadap-malaysia-airlines-mh17?page=3

AL AS dan Filipina Latihan Bersama Pendaratan Amfibi

BRP Tarlac (601) Filipina
BRP Tarlac (601) Filipina

Iterasi ke-33 dari Philippines amphibious landing exercise (PHIBLEX 33) akan berlangsung di beberapa lokasi di Luzon dan Palawan antara tanggal 04-12 Oktober.
Menurut media lokal, empat kapal Angkatan Laut Amerika Serikat sudah tiba di Subic Bay Freeport. Kapal kargo kering kelas Lewis dan Clark USNS Washington Chambers (T-AKE-11), kapal expeditionary fast transport kelas Spearhead USNS Millinocket (T-EPF-3), kelas survei oseanografi kelas Pathfinder USNS Bowditch (T-AGS) dan kapal submarine tender USS Frank Cable (AS-40) telah berada di pelabuhan menjelang latihan tersebut.
Upaya bantuan sipil kemanusiaan, latihan pendaratan amfibi dan latihan penembakan dengan amunisi hidup dengan artileri merupakan kegiatan dalam program PHIBLEX 33. Latihan ini akan melibatkan sekitar 1.400 anggota militer AS yang berbasis di Okinawa, Jepang dan 500 personil Angkatan Bersenjata Filipina, bekerja sama untuk mengasah kemampuan dan agar lebih dapat mempersiapkan untuk beroperasi bersama-sama pada saat bencana alam atau konflik bersenjata.
"Kesempatan untuk berlatih dan membangun kemampuan yang saling menguntungkan dengan Angkatan Bersenjata kami dengan mitra Filipina sangat penting untuk mengasah kemampuan bilateral amfibi dan bantuan kemanusiaan kami, dimana keduanya merupakan keunggulan dari Korps Marinir AS" kata Brigjen. Jenderal John M. Jansen, Komandan Jenderal 3rd Marine Expeditionary Brigade. "Bertukar pengetahuan dan menjaga hubungan dengan sekutu keamanan lama kami akan menjadi landasan untuk keamanan dan stabilitas di kawasan, seperti halnya yang terjadi puluhan tahun belakangan ini."
Porsi bantuan kemanusiaan dan sipil dari latihan, dimulai pada bulan September dan berakhir pada 12 Oktober, termasuk proyek-proyek pembangunan untuk meningkatkan infrastruktur dan kesehatan warga setempat dengan bertukar best practice di bidang medis dan dengan melengkapi kebutuhan medis warga Filipina. Latihan lapangan akan meliputi latihan menembak amunisi hidup dengan senjata perorangan dan artileri yang akan memberikan unit Marinir AS dan Filipina kesempatan untuk memelihara dan mempertajam keterampilan mereka sekaligus meningkatkan interoperabilitas antara kedua pasukan.
Unit tambahan AS yang akan berpartisipasi dalam latihan tersebut termasuk diantaranya Amphibious Squadron 11, 31st Marine Expeditionary Unit dan tiga kapal dari Bonhomme Richard Amphibious Ready Group (BHR ARG). ARG terdiri dari USS Bonhomme Richard (LHD 6), USS Green Bay (LPD-20), dan USS Germantown (LSD-48). Unit Filipina yang terlibat termasuk 3rd Marine Brigade dan strategic sealift vessel baru Angkatan Laut Filipina, BRP Tarlac.
Sumber : http://navaltoday.com/

Indonesia Tertarik Beli Pesawat Angkut Militer Terbaru Buatan Rusia

Pesawat Angkut Militer Il-76MD-90A
Pesawat Angkut Militer Il-76MD-90A

Indonesia tertarik membeli pesawat angkut militer Il-76MD-90A buatan Rusia. Demikian hal ini diutarakan oleh Wakil Direktur Umum Rosoboroneksport Sergey Goreslavskii, (27/9).
"Indonesia tertarik untuk memperbaharui armadanya dengan pesawat angkut militer," kata Goreslavskii pada kesempatan presentasi buku "Rusia - Indonesia : Tonggak Kerja Sama" di Kementerian Luar Negeri Rusia.
Goreslavskii menjelaskan mengenai ketertarikan Indonesia pada pesawat Il-76MD-90A terbaru dan pesawat amfibi Be-200 Rusia.
Menurut wakil kepala Rosoboroneksport, diskusi terkait pesawat tersebut pertama kali berlangsung dengan delegasi dari Kementerian Pertahanan Indonesia pada acara "Gidroaviasalon" yang sebelumnya diadakan di Gelendzhik, Rusia. Diharapkan di masa depan konsultasi dengan para ahli Rusia akan terus berlanjut dan agar perwakilan dari pihak Indonesia dapat mengunjungi pabrik pembuatan pesawat.
"Kami berharap agar ketertarikan pihak Indonesia terhadap pesawat Rusia tetap terjaga," kata Goreslavskii menambahkan.
Sumber : https://indonesia.rbth.com/news/2016/09/28/indonesia-tertarik-beli-pesawat-angkut-militer-terbaru-buatan-rusia_634121

Pemimpin Penyandera Warga Indonesia di Filipina Ditembak Mati

Abu Sayyaf
Abu Sayyaf

Pasukan keamanan Filipina mengatakan dua pemimpin kelompok yang terkait dengan Abu Sayyaf telah tewas dalam serangan, Selasa (27/9). Diyakini, kelompok tersebut membantu serangkaian penculikan dan meminta uang tebusan, khususnya di wilayah Sabah, Malaysia.
Juru bicara Komando Militer Mindanao Barat, Mayor Filemon Tan mengatakan dua pemimpin kelompok itu bernama Nixon Muktadil dan Brown Muktadil. Pasukan negara itu melakukan baku tembak tepatnya di sekitar Pulau Tambulan.
"Kedua pemimpin organisasi yang juga terkait Abus Sayyaf telah terlibat penculikan setidaknya 26 warga Indonesia dan warga Malaysia," ujar Tan seperti dilansir Asian Correspondent, Rabu (28/9).
Ia menjelaskan, kebanyakan korban penculikan adalah anak buah kapal yang melintas dengan kecepatan lambat di dekat Provinsi Tawi Tawi, Sabah. Wilayah ini merupakan perbatasan antara Malaysia dan Filipina. "Kematian mereka yang merupakan dua saudara akan menjadi pukulan besar bagi Abu Sayyaf," kata Tan menambahkan.
Ia menjelaskan, Muktadil bersaudara selama ini bertugas sebagai pemandu saat Abu Sayyaf dan anggota kelompok lainnya berlayar di laut lepas. Dari bantuan mereka, pencarian target serta penyanderaan juga dengan mudah dilakukan.
Sumber : http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/16/09/28/oe7dlk377-pemimpin-penyandera-warga-indonesia-di-filipina-ditembak-mati

Kendaraan Tempur Terbaru Pesanan Marinir TNI AL Tiba di Jakarta

  Panser Intai Amfibi BTR-4M Bucephalus TNI AL
Panser Intai Amfibi BTR-4M Bucephalus TNI AL
Setelah perjalanan panjang mengarungi lautan selama lebih dari satu bulan, akhirnya pada sore hari 28 September 2016, kapal MV Texel yang membawa lima unit panser intai amfibi BTR-4M Bucephalus pesanan Korp Marinir TNI AL tiba juga di dermaga pelabuhan Tanjungpriok.
Angkasa berkesempatan meninjau penurunan seluruh BTR-4M dari kapal, setelah selesainya proses inspeksi oleh Direktorat Bea dan Cukai.
Berbeda dengan pada saat pengiriman Main Battle Tank Leopard 2 yang turun dari kapal dengan tenaganya sendiri, BTR-4M diangkat, digotong, dan diturunkan dengan crane dari dek kapal sampai ke dermaga.
Ini mirip dengan pada saat sistem artileri swagerak CAESAR diturunkan dari kapal pengangkut.
Satu-persatu, ranpur amfibi bersosok sangar ini diturunkan dari atas kapal secara perlahan oleh kru pelabuhan yang cukup ahli, diawasi dengan cermat oleh perwakilan dari perusahaan forwarding, perusahaan konsultan yang mewakili pabrikan BTR-4, dan tentu saja perwakilan dari Korp Marinir TNI AL.
Semua yang menanti sudah tidak sabar menunggu selesainya proses turunnya BTR-4 dari dalam kapal.
Dari segi desain, BTR-4 dengan sistem penggerak 8×8 merupakan desain asli Ukraina, yang merupakan penyempurna dari roh desain keluarga BTR-60/70/80.
Walaupun buatan Timur, kualitas dan desainnya mengacu pada kendaraan tempur buatan Barat.
Jika melongok ke dalamnya, layoutnya sudah seperti ranpur buatan Barat, dengan kompartemen pengemudi dan komandan di depan, mesin di tengah, dan kompartemen pasukan di belakang.
Kompartemen belakang terasa sangat lapang dan lega, dengan konfigurasi kursi yang bisa diatur untuk duduk berhadapan atau berpunggung-punggungan.
Sistem penggerak untuk BTR-4 sendiri juga sudah mengandalkan mesin buatan Barat.
Walaupun pabrikan sebenarnya menyiapkan dua opsi mesin, varian BTR-4M Indonesia menggunakan mesin terbaik yaitu Deutz BF6M 1015CP buatan Jerman yang sudah mengadopsi standar emisi Euro II yang saat ini berlaku di Indonesia.
Mesin diesel berdaya 490hp ini dikawinkan dengan sistem transmisi otomatis buatan Amerika Serikat Allison 4600SP dengan 6 gigi maju dan 1 gigi mundur.
Paduan mesin dan transmisi ini dapat membawa BTR-4 lincah melesat sampai kecepatan 100km/ jam di jalan aspal atau 70km/ jam cross country.
Lantai kendaraan dibuat berlapis untuk mengantisipasi impak dari ledakan ranjau darat. Kenyamanan pasukan terjaga karena BTR-4M pesanan Indonesia sudah dipasangi sistem pendingin udara dengan daya yang cukup besar.
Untuk menghadapi tren pertempuran di masa mendatang, BTR-4 pesanan Indonesia bahkan juga dilengkapi dengan filter NBC alias Nubika (Nuklir, Biologi, dan Kimia) untuk menghadapi skenario perang inkonvensional.
Sementara untuk sistem senjata BTR-4M pesanan Indonesia, kubah yang dibeli adalah Parusyang menggabungkan 4 tipe senjata sekaligus.
Daftarnya mulai dari kanon otomatis 30mm ZTM-1/ 2A72 seperti yang terpasang pada BMP-2/3, yang sudah terbukti andal untuk menggasak berbagai macam sasaran.
Mengingat kanon serupa sudah digunakan pula oleh Korp Marinir pada ranpur BVP-2 dan BMP-3F, soal logistik amunisi, penggunaan dan perawatan tentu tidak jadi masalah.
Untuk anti-infanteri, disediakan senapan mesin 7,62mm PKT dan pelontar granat 30mm AGS-17. Paduan dari dua senjata ini mampu menyediakan cakupan sasaran tunggal ataupun area pada jarak di luar jangkauan senjata ringan.
Amunisi untuk ketiga senjata ini dapat dipasok dan diisi ulang dari sisi bawah atau dari dalam kabin, sehingga mengurangi resiko tertembak.
Sementara untuk melawan tank, BTR-4M dibekali dengan rudal antitank Baryer(penghalang) yang dua tabungnya nangkring di sisi kanan kubah Parus.
Dengan jarak efektif sampai 4.000 meter, BTR-4M memiliki kans untuk menghadapi dan melumpuhkan Main Battle Tank.
Namun sesungguhnya, fitur terbaik dari kubah Parus yang dipasang dari BTR-4M tidak cuma itu.
Kubah ini dilengkapi dengan sistem hunter-killer dimana komandan dapat mengintip sasaran dari modul kamera yang dapat dinaikkan dan berputar independen dari putaran kubah.
Komandan yang duduk di kursi depan dapat mengatur arah gerak dan zoom kamera ke sektor yang diinginkan.
Fitur yang jamaknya hanya ada pada Main Battle Tank tersebut diadopsi pada BTR-4 untuk memaksimalkan daya gebuknya.
Fungsi intai ini akan sangat berguna mengingat Korp Marinir membutuhkan fungsi intai untuk Resimen Kavalerinya.
Dengan segala fiturnya, BTR-4M yang akan tiba di Indonesia tahun ini boleh jadi merupakan ranpur terbaik di antara arsenal ranpur milik ketiga angkatan.
Dengan kemampuan arung laut yang prima, ditambahkan dengan sistem senjata mulai dari senapan mesin sampai kanon tembak cepat yang dapat mencakup berbagai jarak, BTR-4M menghadirkan kombinasi letalitas dan mobilitas yang masih sukar dicari padananannya di antara ranpur-ranpur buatan Barat.
Sumber : http://www.tribunnews.com/iptek/2016/09/29/kendaraan-tempur-terbaru-pesanan-marinir-tni-al-tiba-di-jakarta-ini-kecanggihannya?page=5

Amerika Beri Sanksi Pidana dan Ekonomi ke Perusahaan Cina yang Dituduh Bantu Nuklir Korut

Uji Coba Korea Utara
Uji Coba Korea Utara

Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan sanksi-sanksi pidana dan ekonomi terhadap sebuah perusahaan Cina yang dituduh mendukung program nuklir Korea utara (Korut).
Perusahaan Cina yang terkena sanksi adalah Dandong Hongxiang Industrial Developmental Company Limited (DHID), sebagaimana dilaporkan Voice of America, Selasa (27/9/2016).
Sedangkan individunya yang terkena sanksi adalah Ketua Dewan Direksi DHID, Ma Xiaohong, dan tiga orang eksekutif perusahaan.
Perusahaan dan empat warga Cina itu dituduh berkomplot untuk menghindari sanksi-sanksi terhadap Korut, termasuk membantu pencucian uang lewat lembaga-lembaga keuangan AS.
DHID juga sedang diselidiki oleh para pejabat Cina karena hubungannya dengan Kwangson Banking Corporation, sebuah bank Korut yang dicurigai membiayai program nuklir Korut.
Ma Xiaohong telah ditahan oleh pemerintah Cina bulan lalu.
“Ini menunjukkan bahwa kita bisa bekerja sama dengan pemerintah Cina. Kita juga melihat kepentingan bersama untuk menekan Korut,” kata wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner, Senin (26/9/2016).
Sumber : http://batam.tribunnews.com/2016/09/27/amerika-beri-sanksi-pidana-dan-ekonomi-ke-perusahaan-cina-yang-dituduh-bantu-nuklir-korut?page=2

Tarakan Bakal Jadi Pangkalan Induk TNI AU di Kaltara

Pangkalan Induk TNI AU
Pangkalan Induk TNI AU 
Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosek Hanudnas II) Makassar, Marsekal Pertama TNI Alfonsius Joko Takarianto datang ke wilayah Kalimantan Utara dan tiba di Bandara Juwata Tarakan, sekira pukul 08.45 WITA. Kedatangannya dijemput langsung Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Kolonel Pnb Umar Fathurrohman.
Diketahui, kunjungannya ke Kaltara meninjau langsung Markas Satuan Radar (Satrad) 225yang berbasis di Kota Tarakan. Danlanud TNI AU, Kolonel Pnb Umar Fathurrohman, S.IP, M.Si mengatakan, kunjungan Pangkosek Hanudnas II Marsekal Pertama TNI AU, Alfonsius Joko Takarianto tidak terlepas pada rencana pembangunan landasan pacu pesawat tempur akan dibangun dalam waktu dekat dan sejumlah Alustsista (Alat Utama Sistem Senjata).
“Ini untuk menindak lanjuti kekuatan persenjataan udara dan fasilitas yang akan disiapkan di Tarakan, seperti apron untuk pesawat tempur jenis F16, Shukoi, F150 dan pesawat tempur lainnya,” tukasnya, kemarin. (*/kp7)
Sumber : http://kalpos.prokal.co/read/news/1358-tarakan-bakal-jadi-pangkalan-induk-tni-au-di-kaltara

Avibras AV-RMD, Wahana Pembawa (Logistik) Amunisi MLRS ASTROS II TNI AD

Avibras AV-RMD
Avibras AV-RMD

Dalam gelar kekuatan setingkat baterai (kompi), alutsista MLRS (Multiple Launch Rocket System) ASTROS (Artillery Saturation Rocket System) II Armed TNI AD setidaknya membutuhkan pergerakan 13 kendaraan khusus (ransus). Lakon utamanya memang kendaraan peluncur AV-LMU (Universal Multiple Launcher), namun ada beberapa ransus lain yang berperan vital dalam sistem baterai ASTROS, diantara yang langsung terkait launcher adalah keberadaan kendaraan pembawa/re-supply amunisi yang disebut AV-RMD.
Saat rangkaian ransus ASTROS II berjalan beriringan, nampak sulit membedakan antara AV-LMU dan AV-RMD. Antar rangkaian ransus ASTROS, mengusung platform truk yang sama yakni Tectran VBT-2028 6×6 dengan mesin diesel Mercedes OM442 delapan silinder berkekuatan 280 hp. Begitu pun antar ransus ASTROS II juga dipasangi SMB (Senapan Mesin Berat) M2HB 12,7 mm. Perbedaan baru kentara saat ransus AV-LMU menaikan posisi peluncur untuk moda siap tembak.
Menurut Avibras, pakem satu baterai ASTROS II yang ideal adalah 6 unit AV-LMU yang didukung 6 unit AV-RMD dan satu lAV-VCC yang bisa ditempatkan di level batalyon. AV-VCC dilengkapi peralatan komunikasi untuk mengkoordinasikan sampai tiga baterai ASTROS II. Paketnya makin lengkap lagi jika unit kendali penembakan AV-UCF juga diturunkan. Dilengkapi radar dan komputer penembakan, AV-UCF berperan sebagai FDC (Fire Direction Center) bagi unit AV-LMU. Jika mau komplit bisa diikutkan dua kendaraan recovery/repair untuk memperbaiki kerusakan. Tiap baterai bisa melontarkan roket yang mencakup 200km2 bila seluruh roket, termasuk munisi isi ulang.
Nah, khusus AV-RMD sebagai pembawa logsitik amunisi di setting untuk tiap unitnya dapat memasok untuk kebutuhan dua kali reload. Roket-roket yang ada dimuat dalam kontainer yang ‘tinggal’ dimuat ke dalam kotak peluncur di atas sasis ASTROS II lewat dukungan integrated crane. Sistem pengisian ulang (reloading) munisi Astros ini sangatlah mudah, untuk satu set munisi yang dibawa oleh satu kendaraan AV-RMD dapat di reload ke AV-LMU hanya dalam hitungan waktu 8 hingga 12 menit.
Ada 4 macam roket yang dipersiapkan Avibras, yang semua motor roketnya ditenagai oleh double-base propellant. Kaliber terkecilnya adalah 127mm SS-30, yang terpasang sebanyak 32 tabung per kotak peluncur. Roket berhulu-ledak HE (High Explosive) dengan panjang 3,9m dan berbobot 68kg sebuahnya ini mampu menjangkau sasaran sejauh 30km.
Roket kedua, SS-40, memiliki kapasitas maksimal 16 roket dalam satu tabung peluncur. Selongsong roketnya memiliki empat sirip (fins) dengan panjang 4,2m dan berbobot 152kg sebuahnya. Jarak jangkaunya antara 15-35 km. Soal hulu ledak, SS-40 cukup fleksibel. Jika mau HE ada, bila memilih munisi cluster/ bomblet (tandan) DP (Dual Purpose) anti material dan personil juga tersedia. Khusus untuk munisi bomblet, dimensinya adalah 39x13cm, dengan sumbu impak mekanis. Tiap bomblet dilengkapi pita-parasut yang berfungsi menahan dan menstabilkan arah jatuhnya.
Kategori ketiga, ada SS-60 yang merupakan pengembangan dari SS-40. Punya sosok lebih besar sepanjang 5,6m dan berbobot 595kg, konsekuensinya SS-60 bisa menampung 65 bomblet. Jangkauannya antara 20-60km dengan waktu tempuh 117 detik untuk mencapai jarak maksimal 60 km. Dalam satu kendaraan peluncur, dapat memuat hingga 4 roket SS-60.
Roket terakhir, yaitu SS-80, lahir belakangan pada 1995, dengan sosok yang tak jauh beda dengan SS-60. Daya jangkaunya yang mencapai 90 km dimungkinkan berkat propelan baru. Selain itu, SS-80 bisa dimuati senjata kimia mematikan, walaupun jenis roket yang terakhir ini belum pernah dipergunakan dalam pertempuran aktual. Tak berhenti di 4 kaliber diatas, Avibras juga mengembangkan SS-150 dengan muatan 4 unit roket kaliber 300 mm, jangkauan tembak minimumnya 29 km dan maksimum 150 km. (Bayu Pamungkas)
Sumber : http://www.indomiliter.com/avibras-av-rmd-wahana-pembawa-logistik-amunisi-mlrs-astros-ii-tni-ad/

Damai dengan Pemerintah Kolombia, FARC Dihapus dari Daftar Teroris

 FARC Dihapus dari Daftar Teroris
 FARC Dihapus dari Daftar Teroris
Kelompok pemberontak Tentara Revolusioner Kolombia, FARC telah dihapus dari daftar kelompok teroris internasional Uni Eropa (UE) menyusul penandatanganan perjanjian damai bersejarah dengan Pemerintah Kolombia. Perjanjian Havana yang ditandatangani pada Senin lalu itu mengakhiri konflik berdarah yang telah berlangsung selama lebih dari lima dekade.
Duta Besar UE untuk Kolombia Ana Paula Zacarias mengatakan keputusan untuk menghapus FARC dari daftar kelompok teroris didasari atas perubahan situasi yang dihasilkan dari penandatanganan perjanjian tersebut.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry yang ikut hadir dalam upacara penandatanganan perjanjian damai mengatakan akan mempertimbangkan langkah serupa dan mencabut status FARC sebagai kelompok teroris. Namun, dia menegaskan belum berencana untuk menghapus larangan terhadap kelompok itu ataupun membebaskan pimpinan FARC yang dipenjara di AS, Ricardo Palmera yang juga dikenal sebagai Simon Trinidad.
“Simon Trinidad tidak dan bukan merupakan bagian dari kesepakatan ini,” kata Kerry seperti dikutip dari Morning Star, Rabu (28/9/2016). Dia menjelaskan bahwa masalah terkait pembebasan Ricardo adalah urusan Kementerian Kehakiman AS bukan Kementerian Luar Negeri.
Ricardo saat ini menjalani hukuman kurungan 60 tahun di penjara keamanan maksimum di Colorado, AS. Hukuman tersebut dijatuhkan atas penculikan tiga kontraktor Pemerintah AS yang dicurigai sebagai agen Badan Intelijen AS, CIA oleh FARC pada 2003.
Perjanjian damai Havana ditandatangani Presiden Juan Manuel Santos dan Pimpinan FARC Rodrigo Londono atau yang lebih dikenal dengan nama Timochenko di Cartagena, Kolombia pada Senin, 26 September 2016. Upacara penandatanganan itu disaksikan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan sejumlah perwakilan negara sahabat dengan mengenakan pakaian berwarna putih sebagai simbol perdamaian.
Setelah ditandatanganinya perjanjian tersebut, FARC akan kembali masuk ke kancah perpolitikan Kolombia untuk pertama kalinya sejak 1980.
Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/09/28/18/1500403/damai-dengan-pemerintah-kolombia-farc-dihapus-dari-daftar-teroris

Radar Acak