Impian Duterte Bikin Poros China-Filipina-Rusia Melawan Dunia

AL Rusia
AL Rusia

Dua kapal perang Rusia kemarin berlabuh di Ibu Kota Manila, Filipina. Peristiwa langka itu menandakan Filipina kian menjauh dari hubungannya dengan Amerika Serikat. Selama ini baru tiga kali kapal Rusia berlabuh di Filipina.
Presiden Rodrigo Duterte sebelumnya sudah beberapa kali mengumumkan dia akan menghentikan kerja sama militer dengan AS, termasuk latihan perang bersama.
Komandan pasukan Angkatan Laut Rusia Laksamana Eduard Mikhailov mengatakan Rusia akan menggelar latihan perang bersama dengan Filipina. Latihan itu akan fokus pada aspek memerangi pembajakan dan terorisme, seperti dilansir koran the Daily Mail, Selasa (3/1).
"Kami sangat yakin di masa yang akan datang kita akan menggelar latihan itu. Mungkin hanya bermanuver atau penggunaan peralatan perang dan seterusnya," kata Mikhailov kepada wartawan.
Mikhailaov juga menyatakan tidak menutup kemungkinan mereka akan menggelar latihan perang bersama China dan Malaysia di Laut China Selatan.
"Kami sangat berharap dalam beberapa tahun lagi, latihan militer seperti di Laut China Selatan akan melibatkan tidak hanya Rusia, Filipina, China, tapi juga Malaysia," kata dia.
Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama selama ini getol mengkritik Duterte atas tindakan brutalnya menghabisi para pelaku kejahatan, terutama kasus narkoba, di negaranya. Sejauh ini tercatat sudah lebih dari 6.000 orang tewas dalam enam bulan terakhir kepemimpinan Duterte.
Presiden Filipina itu pernah mengatakan dia ingin seluruh tentara AS angkat kaki dari negaranya.
Filipina selama beberapa dekade menjadi sekutu AS di Asia. Namun sejak menjadi presiden Juni lalu, Duterte sudah beberapa kali menyatakan dia akan menyetop kerja sama militer dengan AS dan kini malah mendekat ke Rusia.
Dalam kunjungannya ke Beijing Oktober lalu, Duterte menyatakan keinginannya untuk menjalin kerja sama dengan Rusia dan China.
"Amerika sudah kalah. Saya kembali mengikuti China dan mungkin juga saya akan ke Rusia untuk bicara dengan Putin dan mengatakan kepada dia, kini kita bertiga melawan dunia: China, Filipina, dan Rusia," kata Duterte.
Sumber : https://www.merdeka.com/dunia/impian-duterte-bikin-poros-china-filipina-rusia-melawan-dunia.html

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak