Setelah Berpaling Dari AS, Kini Filipina dan Rusia Jadi Dekat

 Filipina dan Rusia
 Filipina dan Rusia 

Terpilihnya Rodrigo Duterte sebagai presiden Filipina pertengahan tahun lalu membawa pergeseran geopolitik negara tersebut. Kini, setelah meninggalkan Amerika Serikat, kini negara itu membuka diri untuk China dan Rusia.
Sepertinya hal tersebut juga disambut baik Moskow. Memanfaatkan renggangnya hubungan Filipina dengan Negeri Paman Sam, Rusia mencoba untuk mendekat.
Dilansir dari Asian Correspondent, Selasa (10/1), Selasa pekan lalu, kapal perang dan armada Rusia muncul di pelabuhan Manila selama empat hari. Menurut Laksamana Eduard Mikhailov, kepala Angkatan Laut Rusia Armada Pasifik mengatakan, kemungkinan akan ada latihan militer bersama.
"Masalah terbesar yang dihadapi dunia saat ini adalah terorisme dan pembajakan, namun kita harus melawan masalah ini dan kami akan menunjukkan apa saja yang bisa kita lakukan," katanya.
Rusia dan Filipina memiliki sejarah panjang dalam memerangi terorisme, terutama di Chechnya dan Mindanao. Presiden Negeri Beruang Merah Vladimir Putin dan Duterte telah menetapkan kerja sama untuk menjaga stabilitas.
Duta Besar Rusia untuk Filipina Igor Anatolyevich Khovaev mengatakan Moskow siap untuk meningkatkan hubungan militer kedua negara lewat penyediaan senjata, termasuk pesawat militer dan kapal selam.
Duterte sendiri sudah menyatakan keterbukaan untuk latihan militer bersama dengan Rusia. Meski demikian, Khovaev mengungkapkan Rusia tidak berniat memprovokasi hubungan antara AS dengan Filipina dari izin kerja sama yang mereka terima.
Sumber : https://www.merdeka.com/dunia/setelah-berpaling-dari-as-kini-filipina-dan-rusia-jadi-dekat.html

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak