Nigeria Bangun Parit 17 Km Cegah Serangan Teroris

Nigeria Bangun Parit 17 Km
Nigeria Bangun Parit 17 Km 

Aparat di kawasan Nigeria timur laut telah memulai membuat parit sepanjang 17 kilometer di sekitar kompleks Universitas Maiduguri untuk mencegah serangan yang dilakukan kelompok milisi Boko Haram.
Pada Minggu (25/06), tiga pengebom bunuh diri menyerang universitas. Akibatnya, para pelaku tewas bersama seorang anggota satpam yang tengah bertugas, kata polisi setempat.
Beberapa menit kemudian serangan serupa dilancarkan empat perempuan di pinggiran kota dan menewaskan 12 orang.
Dalam beberapa bulan belakangan terjadi peningkatan tajam aksi-aksi kekerasan di Maiduguri.
Parit ini dirancang sedemikian rupa sehingga pelaku serangan bom bunuh diri tak bisa mengendarai mobil masuk ke kompleks universitas. Parit tersebut juga menyulitkan teroris mengakses universitas dengan berjalan kaki.
Gubernur Borno, Kashim Shettima, mendanai pembangunan parit dari anggaran negara bagian dan telah meminta pemerintah pusat menyediakan dana untuk pembangunan pagar permanen.
Shettima juga mengeluarkan dana untuk membayar kelompok-kelompok pengamanan swakarsa setempat guna mendukung dan membantu patroli polisi.
Ia mengatakan bahwa universitas memang lembaga milik pemerintah federal, namun menjadi tanggung jawab pemerintah negara bagian untuk mencegah serangan terhadap universitas, yang jika terus terjadi maka lembaga pendidikan tersebut terpaksa ditutup.
Pemerintah Nigeria mengatakan bahwa kelompok Boko Haram sudah dikalahkan namun wartawan BBC di Lagos, Martin Patience, mengatakan militer Nigeria gagal mencegah serangan-serangan yang dilakukan kelompok ini.
Sumber : http://poskotanews.com/2017/06/28/nigeria-bangun-parit-17-km-cegah-serangan-teroris/

China Kirim Ribuan Senjata kepada Tentara Filipina untuk Hentikan Langkah Teroris di Marawi

Tentara Filipina
Tentara Filipina 

Pemerintah China, Rabu (28/6/2017), mendonasikan ribuan pucuk senapan kepada pemerintah Filipina untuk membantu militer negeri itu yang sedang menghadapi kelompok militan pro-ISIS di kota Marawi.
Pengiriman senapan serbu dan senjata penembak jitu serta amunisi merupakan bantuan militer pertama dari China sejak Presiden Rodrigo Duterte mulai mendekati Beijing.
"Pengiriman persenjataan bernilai 50 juta yuan (Rp 98 miliar) ini merupakan era baru hubungan antara Filipina dan China," ujar Duterte.
Pertempuran di kota Marawi yang sudah berlangsung hampir selama satu bulan itu telah menewaskan 290 orang anggota militan dan 70 orang tentara.
Sementara, sebagian besar dari 200.000 penduduk Marawi mengungsi dan hampir semua bangunan di kota itu hancur.
"Kami nyaris menyerah karena kekurangan peralatan. Untunglah kami memiliki teman baik seperti China yang sangat memahami kami," ujar Dutuerte.
Duterte selama ini enggan mengakui adanya bantuan militer Amerika di Marawi. Dia selalu mengatakan tak tahu menahu tentang bantuan AS terhadap pasukan Filipina di Marawi.
Sementara itu, Dubes China untuk Filipina Zhao Jianhua mengatakan, gelombang kedua pengiriman senjata ke Filipina akan segera dilaksanakan.
"Sumbangan ini tak terlalu besar tetapi sangat bernilai karena menandai era baru hubungan antara militer kedua negara," ujang Jianhua.
"China akan membuka peluang latihan bersama, berbagai informasi intelijen, dan latihan bersama di kawasan tempat perang melawan teroris," tambah dia.
Sumber : http://kupang.tribunnews.com/2017/06/29/china-kirim-ribuan-senjata-kepada-tentara-filipina-untuk-hentikan-langkah-teroris-di-marawi

Apa Itu GPS, Bagaimana Cara Kerjanya?

Global Positioning System
Global Positioning System 

Dulu para pelaut telah melakukan navigasi dilakukan dengan berpatokan kepada tanda-tanda alam seperti posisi bintang di langit. Peta pun juga harus dibaca secara manual dan itupun juga tidak bisa serta merta menentukan di mana posisinya pada saat ini.
Lalu di era digital ini pun telah hadir GPS atau Global Positioning System yang telah membuat proses navigasi ini menjadi jauh lebih mudah lagi. Para pengguna gadget ini bisa langsung menentukan lokasinya secara instan dan akurat.
Kemampuan dari GPS dalam menentukan lokasi ini telah banyak diaplikasikan di dalam berbagai hal seperti software navigasi, olah raga, ride sharing hingga bermain game dengan augmented reality.
Laman NASA mengenai sejarah dari GPS ini telah menyebutkan bahwa cukal bakal dari sistem navigasi ini berawal pada saat masa awal peluncuran satelit ke orbit bumi. Pada saat itu para ilmuwan ini telah berhasil menemukan bahwa mereka bisa melacak posisi satelit dengan mengamati pergeseran sinyal radionya (efek doppler) dari bumi.
Lalu pada pertengahan tahun 60an, militer Amerika Serikat pun mulai melakukan eksperimen navigasi dengan satelit untuk melacak pergerakan kapal selam nuklirnya. Eksperimen yang telah dilakukan oleh Militer Amerika Serikat ini pun berhasil sehingga pada dekade selanjutnya, Departemen Pertahanan Amerika Serikat ini mulai meluncurkan satelit GPS yang mulanya bernama Navstar yang merupakan kependekat dari Navigation System with Timing and Ranging.
Dulunya GPS hanya bisa digunakan oleh militer Amerika Serikat saja. Namun kebijakan itu pun berubah setelah terjadi insiden pesawat Korea Airlines ini ditembak jatuh karena nyasar ke wilayah larangan terbang Uni Soviet pada tahun 1983.
Setelah itu Presiden Amerika Serikat pada saat itu yakni Ronald Reagan pun telah memutuskan untuk membuka akses publik ke sistem navigasi GPS yang pada saat itu sebenarnya masih bersifat rahasia. Hal ini demi mempermudah navigasi untuk kebaikan bersama. Lalu pada bulan Desember 1993, sistem navigasi GPS ini sudah siap untuk beroperasi secara penuh dengan konstelasi yang terdiri dari 24 buah satelit di orbit bumi ini.
Sumber : http://indowarta.com/37288/apa-itu-gps-bagaimana-sih-cara-kerjanya/

Menlu AS dan Qatar Cari Solusi Terbaik Soal Krisis Teluk

Solusi Terbaik Soal Krisis Teluk
Solusi Terbaik Soal Krisis Teluk 

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson, menerima kunjungan kenegaraan Menlu Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani di Washington, DC, pada 27 Juni 2017 waktu setempat. Kunjungan kenegaraan itu menandai kali pertama kedua menlu bertemu, sejak negara dengan Ibu Kota Doha itu 'dikucilkan' oleh Arab Saudi, Mesir, Bahrain, UEA, Yaman, Mauritius, Mauritania, Maladewa, dan Libya, pada 5 Juni.
'Pengucilan' itu populer disebut sebagai krisis politik dan diplomatik di Teluk dan Timur Tengah.
Pertemuan itu dilaksanakan terpaut tiga hari, sejak Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab mengeluarkan '13 tuntutan untuk Qatar' pada 24 Juni 2017.
Saudi Cs mengklaim bahwa jika daftar tuntutan itu dipenuhi oleh Qatar, dialog antar negara dapat terlaksana serta krisis di Teluk dan Timur Tengah dapat dihentikan.
Namun, sebelum menjamu kedatangan Menlu Menlu al-Thani, Rex Tillerson sempat menyebut bahwa beberapa aspek dalam daftar tuntutan tersebut 'akan sangat sulit untuk dipenuhi oleh Qatar'. Demikian seperti dikutip dari CNN, Rabu (28/6/2017).
"Qatar telah meninjau daftar tuntutan tersebut. Meski sejumlah aspek akan sulit untuk dipenuhi, namun ada beberapa poin yang cukup signifikan dan niscaya dapat dilakukan. Guna menjadi basis dialog antar negara yang berkonflik untuk menuju resolusi," jelas Rex Tillerson.
"Karena dialog bersama adalah langkah produktif yang dapat dilakukan. Saya yakin bahwa koalisi kami (Saudi Cs, termasuk Qatar) akan mau bekerjasama, apalagi untuk melawan isu bersama, seperti terorisme dan ekstremisme," tambah sang Menlu AS.
Sementara itu, sejak '13 tuntutan untuk Qatar' dicetuskan, pejabat tinggi pemerintahan negara penyelenggara Piala Dunia 2022 itu menolak untuk patuh terhadap keinginan Saudi Cs.
"Itu semua ditujukan untuk membatasi kedaulatan Qatar dan memeras keuntungan dari kebijakan luar negeri kami," kata Sheikh Saif bin Ahmed al-Thani, Direktur Kantor Komunikasi Pemerintahan Qatar.
Sedangkan Doha juga nampak mempertimbangkan alternatif lain pasca-'13 tuntutan untuk Qatar' dicetuskan. Caranya, dengan mendekati Iran, rival Arab Saudi di kawasan.
Hal ini dibuktikan dengan laporan yang mengabarkan bahwa Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, menelepon Presiden Iran, Hassan Rouhani, pada 24 Juni 2017, hari yang sama ketika Saudi Cs mengeluarkan daftar tuntutannya. Kedua pemimpin negara itu mendiskusi upaya untuk 'memperkuat relasi', ujar kantor kepresidenan Iran.
Krisis Teluk dan Timur Tengah memicu kondisi pelik bagi relasi AS dengan negara di kawasan tersebut.
Bagi AS, Qatar merupakan salah satu koalisi perdagangan dan militer di kawasan Teluk. Pangkalan udara di al-Udeid Qatar menampung sejumlah besar pasukan Negeri Paman Sam.
Namun, di sisi lain, Arab Saudi --negara yang menjadi ujung tombak pengucilan Qatar-- dalam waktu dekat akan menandatangani kontrak perdagangan militer dengan Washington senilai US$ 350 miliar. Kontrak perdagangan militer itu merupakan hasil kunjungan kenegaraan Presiden Donald Trump ke Saudi pada 20 Mei 2017 lalu.
Sedangkan sejumlah media AS menilai bahwa Presiden Trump dan Menlu Tillerson nampak berselisih pendapat terkait urusan Qatar.
Yang pasti, dalam pertemuan --yang akan berlangsung beberapa jam lagi berdasarkan waktu Jakarta-- nanti, kedua menlu AS dan Qatar tersebut diprediksi akan menghadapi dilema rumit.
Sumber : http://global.liputan6.com/read/3005505/menlu-as-dan-qatar-cari-solusi-terbaik-soal-krisis-teluk

Sniper Perempuan Tertawa Saat Peluru Nyaris Tembus Kepalanya

Sniper Perempuan Kurdi
Sniper Perempuan Kurdi 

Apa jadinya jika bagian kepala Anda nyaris tertembak peluru? Perilaku panik, takut dan juga gelisah akan melanda kita. Sebab, nyawa yang menjadi taruhannya.
Namun beda halnya dengan seorang perempuan Kurdi yang juga seorang penembak jitu. Ia malah tertawa ketika sebuah peluru yang ditembakkan oleh anggota ISIS nyaris menembus tempurung kepalanya.
Dikutip dari laman New York Post, Rabu (28/6/2017), reaksi perempuan tersebut terekam dan beredar di dunia maya. Pasalnya wanita yang diketahui sebagai anggota Women's Protection Unit itu tak menunjukkan respon panik dan ketakutan yang semestinya ditunjukkan ketika mendapat sebuah serangan.
Dalam sebuah rekaman video, perempuan tersebut terlihat tengah membidik militan ISIS di salah satu bangunan yang dikuasai oleh oposisi Suriah di Raqqa.
Dalam rekaman tersebut terlihat tak lama setelah melepas tembakan, sebuah peluru terlihat mengarah ke bagian kepalanya. Untungnya tak mengenai tempurung kepalanya dan malah meleset ke bagian dinding bangunan.
Tampak jelas, peluru itu menembus dinding yang berada di belakangnya. Terlihat pula bongkahan bangunan yang pecah disertai serpihan debu yang menunjukkan betapa berbahayanya jika peluru itu menembus kepala.
Sontak perempuan berhidung mancung itu langsung menunduk dan tertawa sembari lidahnya menjulur keluar. Ia juga tampak malu-malu ketika seseorang merekam aksi yang hampir saja merenggut nyawanya.
Rekaman video berdurasi 41 detik tersebut kini tengah viral di sosial media.
"Perempuan Kurdi itu tak kenal takut. Biasanya seseorang akan takut dan panik jika mengalami hal yang dapat merenggut nyawa. Namun sebaliknya ia malah tertawa," tulis Hemze Hamza seorang wartawan dalam akun Twitter-nya.
Women's Protection Unit adalah salah satu divisi militer Kurdi dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG). Divisi itu dibentuk oleh para perempuan untuk mempertahankan diri dari serangan militan ISIS serta pasukan pemerintah Suriah dan Al-Qaeda.
Sebelumnya, YPG sempat menjadi sorotan dunia ketika kelompok tersebut berhasil menyelamatkan ribuan warga Yazidi yang diserang milisi ISIS tahun 2014 di Gunung Sinjar.
YPG diketahui telah memiliki sekitar 7.000 anggota dan relawan siap tempur yang rata-rata berusia antara 18 hingga 40 tahun.

China Luncurkan Kapal Perusak Baru, Berbobot 10.000 Ton

Kapal Perusak Tipe 055 China
Kapal Perusak Tipe 055 China 

Jajaran Angkatan Laut China semakin memperkuat diri dengan diluncurkannya sebuah kapal perusak baru produksi dalam negeri, Rabu (28/6/2017).
Peluncuran ini sekaligus mempertajam persaingan dalam hal perlengkapan perang, dengan negara-negara lain, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan India.
Kapal perusak tipe 055 berbobot 10.000 ton memasuki perairan di galangan kapal Jiangnan, Shanghai, Rabu pagi.
Kapal tersebut dilengkapi dengan sistem pertahanan udara, rudal, kapal, dan kapal selam terbaru.
Dalam pernyataan tertulis Angkatan Laut China yang diterima Associated Press, disebutkan China bakal memproduksi empat kapal sejenis.
"Peluncuran kapal ini menandakan bahwa perkembangan pembuatan kapal perusak di dalam negeri telah mencapai tahap baru," demikian bunyi salah satu bagian dalam pernyataan itu.
Sebuah foto yang diunggah di situs Angkatan Laut China menunjukkan pita warna-warni ditembak keluar dari tabung.
Sementara itu, para pelaut dan pekerja galangan kapal berdiri di samping sebuah bendera besar China.
Kepala Departemen Perindustrian di institusi militer China, Zhang Youxia, memimpin upacara tersebut. Sebotol sampanye dipecahkan di lampung pesawat yang menandakan peresmian tersebut.
Kapal perusak tipe 055 berukuran lebih besar dari kapal perusak modern China tipe 052, yang menjadi tanda meningkatnya kecanggihan industri pertahanan China.
Setelah sangat bergantung pada teknologi asing, China pada bulan April meluncurkan kapal induk pertamanya yang seluruhnya dibangun sendiri.
Kini, AL China sedang menjalani ekspansi ambisius dan diproyeksikan memiliki total 265-273 kapal perang, kapal selam, dan kapal logistik pada tahun 2020.
Data itu dikutip dari Pusat Analisis AL yang berpusat di Washington, D.C.
Jumlah tersebut sebanding dengan 275 kapal tempur tempur yang bisa dikerahkan di jajaran AL AS.
Dalam waktu yang tak terlalu lama, China diyakini bisa segera menutup kesenjangan jumlah kekuatan maritimnya dengan AS, saingan utamanya di Asia Pasifik.
Pihak China pun telah mengatakan, mereka membutuhkan angkatan laut yang kuat untuk mempertahankan garis pantai sepanjang 14.500 kilometer, serta jalur pelayaran penting.
Namun, diduga hal ini pun terkait dengan ekspansi yang dilakukan China, terutama di wilayah Laut Cina Selatan, yang kini diklaim sebagai wilayah mereka.
Beijing juga telah lama terlibat sengkata atas sejumlah pulau kecil dengan Jepang.
Sumber : http://internasional.kompas.com/read/2017/06/28/17275431/china.luncurkan.kapal.perusak.baru.berbobot.10.000.ton.

Pasukan UNIFIL Kontingen Indonesia Silaturahmi Bersama Rayakan Idul Fitri

Pasukan UNIFIL Kontingen Indonesia
Pasukan UNIFIL Kontingen Indonesia 

Komandan Indonesia Batalyon (Indobatt) XXIII-K Letkol Inf Yudi Gumilar yang bergabung dalam Satuan Tugas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) bersilatuhrami dengan seluruh prajuritnya di daerah misi UNIFIL memperingati Hari Raya Idul Fitri 1438 H.
"Dalam silahturahmi itu saya meminta kepada mereka agar tetap mempertahankan selamat juang mereka selama bertugas di daerah Lebanon yang menjadi daerah misi UNIFIL," katanya kepada Antara saat dihubungi dari Kupang, Rabu,
Ia mengatakan silahturahmi yang digelar tersebut merupakan bagian dari menjalin keakraban di antara para prajurit juga bagian dari menjalin rasa persaudaraan dalam merayakan hari raya Idul Fitri.
Disamping itu juga momen silahturahmi tersebut dimanfaatkan untuk memberikan motivasi kepada para prajuritnya yang kurang lebih sudah empat bulan bertugas di wilayah misi tersebut.
Ia menceritakan suasana haru bercampur bahagia terasa saat dirinya menyalami satu persatu prajurit yang sedang mengemban tugas.
"Meskipun jauh saat merayakan Idul Fitri namun kerinduan dengan keluarga sedikit terobati dengan terciptanya suasana penuh rasa kekeluargaan saat menjalankan misi di negara orang," tuturnya.
Ia menjelaskan dalam silatuharmi tersebut dirinnya mengunjungi tiga kompi pasukan yang bertugas di daerah misi tersebut. Ketiga kompi tersebut adalah kompi A, Kompi B dan Kompi C.
Begitu pula prajurit Indobatt yang sedang melaksanakan pengamanan di daerah perbatasan Israel dan Lebanon atau daerah Blue Line, semuanya tak luput didatangi Komandan Indobatt.
"Dengan semangat, tugas tetap dilaksanakan di hari lebaran, inilah yang membuat saya salut dan bangga dengan prajurit-prajurit kita di daerah ini," tuturnya.
Lebih lanjut ia mengaku mempunyai pengalaman yang berbeda saat merayakan Idul Fitri untuk pertama kalinya di daerah misi.
Yudi yang juga pernah menjabat sebagai Komandan Yonif Raider Khusus 744/SYB yang bermarkas di Atambua, Kabupaten Belu itu menilai, itu merupakan sebuah pengalaman dan tugas yang harus diemban oleh seluruh pasukan UNIFIL dari Indonesia.
Mantan Dandim Timor Tengah Utara (TTU) ini juga mengatakan momen Idul Fitri juga sebagai sarana silaturahmi dan saling maaf-memaafkan juga untuk mempererat tali kekeluargaan di antara sesama anggota.
"Selain itu di hari kemenangan ini juga sebagai momentum meningkatkan motivasi pelaksanaan tugas sebagai "Peace Keeper" di Lebanon untuk menjaga nama harum bangsa Indonesia," demikian Yudi.

Protector USV, Drone Laut Bersenjata dengan Teknologi Plug and Play Andalan AL Singapura

Protector USV
Protector USV 

Andai saja proyek KCR (Kapal Cepat Rudal) Klewang Class terus berjalan, mungkin imbas positifnya proyek USV (Unmanned Surface Vehicle) alias drone laut Bonefish akan terus dilanjutkan ke tahapan pembuatan prototipe. Di ajang Indo Defence 2014, PT Lundin Industry Invest (North Sea Boats) telah memperkenalkan full mockup Bonefish, dan bila kesemuanya lancar, saat itu dijadwalkan prototipe Bonefish bakal mulai diuji coba pada tahun 2015. Meski dihadirkan PT Lundin Industry Invest, namun sokongan teknologi drone yang mampu melesat 40 knots ini dipasok oleh Saab dari Swedia. Karena mangkrak-nya proyek Klewang, dan lepasnya keterlibatan Saab dalam proyek KCR trimaran tersebut, maka mimpi Indonesia untuk menghadirkan prototipe Bonefish ikut sirna.
Padahal bila merujuk ke spesifikasi teknis, Bonefish USV tak sekedar mampu menjalankan misi patroli dan intai di lautan semata, drone nantinya disiapkan untuk bisa menggotong rudal anti kapal RBS15 Mk3 yang berkecepatan subsonik. Rudal ini memiliki hulu ledak HET seberat 200 kg. Selain itu kapal ini juga dipersenjatai dengan naval gun 40Mk4. Tak hanya itu, radar Sea Giraffe 1X 3D yang memiliki berat 150 kg terpasang USV Bonefish ini. Radar ini disebut mampu mereduksi efek lengkung bumi. Lepas dari mimpi Bonefish, ide menggarap rancang bangun USV terus dikumandangkan penggiat teknologi di dalam negeri, seperti Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) yang berhasil meluncurkan prototipe USV Savinna dan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) yang meluncurkan USV berbasis WiFi. Meski sebuah lompatan kreasi teknologi, tapi kesemua yang disebutkan baru berakhir dalam tataran prototipe.
Sementara bila melirik ke negara tetangga, USV sudah dioperasikan AL Singapura/Republic of Singapore Navy (RSN) sejak tahun 2005. Yang dimaksud adalah Protector USV, buatan Rafael Advanced Defense Systems. Berbeda dengan rancangan Bonefish, Protector dibangun dari basis lambung RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat). Generasi awal Protector USV diluncurkan pada tahun 2004, pada varian ini punya panjang 9 meter, lebar 3,2 meter dan tinggi 4,5 meter. Pada varian awal Protector menggunakan single diesel engine dan water jet propulsion, kecepatan maksimum Protector 50 knots (92,6 km per jam). Dengan bobot total 4 ton, menjadikan drone ini tak sulit dipindahkan menggunakan trailer. Varian awal inilah yang hingga kini dioperasikan AL Singapura untuk melakukan patroli perbatasan, perlindungan obyek vital dan counter terorism. Laksana sebuah drone, otomatis tdak ada risiko atas keselamatan awak kapal.
Bekal sensor dan perangkat elektronik pada USV ini bersifat plug and play, Rafael mempersilahkan user untuk menggunakan Protector untuk misi kombatan atau misi non lethal. Untuk misi kombatan, Protector USV dapat dilengkapi rudal Spike LR, namun yang standar adalah senapan mesin yang disematkan dalam Mini-Typhoon stabilized remotely controlled. Dalam modul RCWS ini, USV Protector dapat dipasangi mulai dari senapan mesin kaliber 7,62 mm, senapan mesin berat 12,7 mm, atau pelontar granat otomatis 40 mm. Singapura diketahui menggunakan varian FN GPMG (General Purpose Machine Gun) 7,62 mm pada Protector-nya. Sementara untuk misi non lethal, Protector dapat dipasangi remote controlled water canon system.
Seagai drone laut yang bersenjata, sudah barang tentu USV Protector padat sensor, sebut saja ada, radar pencari, electro-optical director (EOD), FLIR (Forward Looking Infrared), CCD camera, laser range finder dan 360º panoramic camera. Dengan seabreg teknologi yang disebutkan, jelas drone ini tak bakal kesulitan untuk meronda di tengah kegelapan malam. Merubah konfigurasi misi dapat dilakukan dengan mudah, lewat sistem plug and play, Protector dapat menjalankan peran surveillance and reconnaissance (ISR), naval warfare, anti-submarine warfare (ASW), anti-surface warfare (ASUW), mine countermeasures dan electronic warfare (EW).
Deployment Protector USV terbukti sangat mudah, pada tahun 2005 drone ini diikutkan dalam misi penjaga perdamaian di Kawasan Timur Tengan, Protector dioperasukan dari atas kapal LPD (Landing Platform Dock) Endurance Class. Meski dapat dikendalikan dari jarak jauh, termasuk non-line of sight (NLOS) communication, jarak jangkau USV ini hanya dibatasi hingga 400 nautical mile (740 km).
Rafael di tahun 2012 merilis varian baru, yakni Protector dengan panjang 11 meter. Pada varian ini sudah digunakan dua mesin Caterpillar C7 diesel, selain kecepatan yang superior, dan jelajah pun ikut terdongkrak. Sampai saat ini, selain Israel dan Singapura, negara pengguna Protector USV adalah Meksiko. (Haryo Adjie)

Nigeria Beli 12 Pesawat Tempur Su-30

Pesawat Tempur Su-30
Pesawat Tempur Su-30 

Nigeria akan menerima dua pesawat multirole Sukhoi Su-30 pada tahun ini dan akan menerima 10 lainnya pada tahun 2018, kantor berita Sputnik mengutip seorang pejabat senior Rusia yang mengatakannya pada 26 Juni.
"Pada 2018, Rusia akan memasok 10 pesawat Su-30, sehingga kontraknya akan selesai pada akhir tahun depan," kata Anatoliy Punchuk, deputi direktur Federal Service for Military-Technical Cooperation (FSMTC).
Laporan tersebut tidak mengidentifikasi varian Su-30 yang diakuisisi oleh Nigeria, yang sebelumnya tidak diketahui akan tertarik dengan pesawat terbang tersebut. Angkatan Udara Nigeria diketahui berminat pada Pakistan Aeronautical Complex (PAC) JF-17 Thunder, namun finalisasi kesepakatan tersebut belum dikonfirmasi.

AD AS Uji Senjata Laser pada Helikopter Apache

Ilustrasi 

Laser berenergi tinggi (high energy laser - HEL) dipasang pada helikopter serang AH-64 Apache dibidik dan mengenai sasaran tak berawak pada tes penembakan baru-baru ini di White Sands Missile Range di New Mexico. Pengujian dilakukan oleh Raytheon dan Kantor Manajemen Program Apache Angkatan Darat Amerika Serikat, bekerjasama dengan Komando Operasi Khusus AS (U.S. Special Operations Command).
Untuk pengujiannya, Raytheon menggabungkan varian Multi-Spectral Targeting System, sensor infra merah dan elektro-optik canggih dengan laser. MTS menyediakan informasi penargetan, kewapadaan situasional, dan kontrol penyinaran. Perangkat tersebut dikemas dalam sebuah pod senjata laser yang mampu mengakuisisi, melacak dan menembak sasaran.
Sistem tersebut melacak dan mengarahkan energi pada target stasioner pada jarak 1,4 kilometer. Ini adalah pertama kalinya sistem laser terintegrasi berhasil menembak sasaran dari pesawat sayap putar melalui berbagai macam rezim penerbangan, ketinggian, dan kecepatan, yang membuktikan kelayakan serangan laser dari Apache.
Data yang dikumpulkan dari pengujian, termasuk dampak getaran, debu dan rotor downwash, akan membantu membentuk sistem laser berenergi tinggi di masa depan.
Laser solid-state modern menjadi lebih berguna untuk aplikasi militer karena kini perangkatnya menjadi lebih kuat dan praktis. Versi pod seperti yang diuji di Apache dapat digunakan pada helikopter lain di masa depan, memungkinkan pasukan operasi khusus dan operator lainnya menggunakan efek kinetik dengan presisi tinggi dan risiko kerusakan kolateral yang lebih rendah.
Pengujian laser pada Apache telah dikerjakan cukup lama. Komando Operasi Khusus AS mengumumkan setahun yang lalu bahwa mereka merencanakan untuk menguji senjata laser pada helikopter Apache.
Pengembangan laser oleh Departemen Pertahanan AS telah digiatkan selama beberapa tahun terakhir untuk mencari solusi yang lebih murah untuk menghadapi ancaman sasaran daripada menggunakan rudal yang mahal. Menempatkan laser pada Apache yang bisa menghancurkan sasaran juga akan meningkatkan jumlah sasaran yang bisa dihancurkan oleh Apache dalam satu misi. Saat ini, Apache hanya bisa menampung 16 rudal Hellfire.

Demi Jadi Terkuat Di Eropa dan Timteng, Turki Kembangkan Jet Tempur Siluman Sendiri

Turkish Aerospace Industries ( TAI) -TFX
Turkish Aerospace Industries ( TAI) -TFX 

Di tengah konflik Suriah yang menyeret campur tangan kekuatan militer Rusia dan AS serta Turki , Angkatan Udara Turki terus meningkatkan kekuatan tempur udaranya.
Salah satu gebrakan Turki untuk menambah kekuatan udaranya adalah dengan membeli sebanyak 116 unit jet tempur generasi kelima F-35 Lightning II.
Penandatangan pembelian jet tempur berteknologi stealth itu telah dilaksanakan oleh pemerintah Turki dan AS pada bulan Oktober 2016 lalu.
Tidak hanya itu, kendati telah memesan ratusan unit F-35 yang nantinya dijagokan untuk menghadapi jet tempur stealth Rusia, Sukhoi-PAKFA, Turki juga makin menggencarkan program pembuatan pesawat silumannya yang dinamai Turkish Aerospace Industries ( TAI) -TFX.
Program yang dimulai sejak tahun 2010 itu terus digeber dan demi segera terwujudnya jet-jet tempur generasi kelima produksi dalam negeri itu Turki terus menggandeng kerja sama dengan berbagai industri pertahanan dari negara lain.
Demi memodernisasi kekuatan udaranya, Turki telah menyediakan dana sebesar 160 milliar dollar AS, dan sebesar 45 milliar dollar AS dianggarkan khusus bagi program produksi TAI-TFX.
Negara dan industri pertahanan yang diajak Turki untuk kerja sama penggarapan program TAI-TFX antara lain Swedia (Saab AB), Inggris (BAE System), Eurojet (industri pemroduksi mesin EJ200 untuk Eurofighter Typhoon), dan kerja sama dengan Pakistan.
Berkat kerja sama dengan Swedia,Turki mendapatkan bantuan dalam rancangan pesawat, kerja sama dengan Bae System mendapatkan asistensi produksi dan tawaran mesin Roll Royce.
Dengan Eurojet mendapatkan mesin EJ200, dan kerja sama dengan Pakistan bisa mendapatkan suplai komponen teknologi tinggi mengingat Pakistan juga sedang bekerja untuk memproduksi pesawat stealth bekerja sama dengan China.
Jika program TAI-TFX baik yang bermesin ganda maupun tunggal sudah memasuki tahap produksi yang direncanakan mulai berjalan pada tahun 2025 nanti, AU Turki akan memesan TFX sebanyak 250 unit.
Dalam operasi tempurnya, jet tempur TFX sistem teknologi akan terintegrasi dengan F-35, F-16 5Blok 50 yang jumlahnya ratusan unit, pesawat pengintai Boeing 737AEW & C Peace Eagle, dan pesawat tanpa awak (UAV).
Berkat kekuatan udara yang makin terintegrasi dan terus ditingkatkan, AU Turki benar-benar makin lethal dan mematikan di kawasan udara Eropa serta Timur Tengah.
Kekuatan Udara Terkuat di Timur Tengah
Turki yang secara geografis negaranya berada pada posisi setengah Eropa dan setengah Timur Tengah sebenarnya tidak begitu tertarik untuk terlibat dalam konflik di Timur Tengah.
Sebagai negara anggota NATO di Eropa dan posisinya berada di front terdepan dan harus selalu siaga untuk menghadapi gempuran dari Rusia, militer Turki memang selalu ditingkatkan kemampuannya.
Hingga saat ini kekuatan militer Turki merupakan yang terbesar di kawasan Timur Tengah dan negara-negara Eropa lainnya.
Pasukan tempur yang dimiliki Turki lebih dari 500 ribu orang, tanknya berjumlah lebih 2.400 unit, dan total pesawat tempur yang dimiliki sebanyak 1.018 unit.
Tapi karena merupakan negara anggota NATO, militer Turki lebih tertarik untuk membela kepentingan negara-negara anggota NATO dan juga AS.
Turki juga mendukung perang melawan terorisme yang dimotori oleh AS dan sama-sama memiliki pangkalan militer di Qatar.
Oleh karena itu Turki langsung bereaksi membantu Qatar ketika negara kecil di semenanjung Teluk Persia itu diblokade secara ekonomi oleh Negara-negara Koalisi Islam antiterorisme yang dipimpin oleh Arab Saudi.
Ketegangan yang dipicu masalah diplomatik di Qatar rupanya berkembang ke arah konflik militer karena Turki dan AS juga telah menyiagakan kekuatan tempurnya untuk membantu Qatar.
Namun dalam hal ini Turki yang paling banyak memiliki kekuatan tempur, khususnya kekuatan udaranya, justru sangat tertarik telibat dalam konflk di Timur Tengah.
Turki yang tidak lama lagi akan memiliki sebanyak 150 unit jet tempur siluman paling mutakhir F-35 Lightning II, rupanya sedang membuka front baru di Timur Tengah untuk menjadi kekuatan tempur yang sulit ditandingi negara-negara Arab.
Apalagi kekuatan udara Turki nantinya akan bergabung dengan kekuatan udara AS dan Qatar, tiga kekuatan udara yang semuanya berpangkalan di Qatar dan diperkuat oleh F-35, F-22 Raptor dan F-15 SA yang baru saja dibeli Qatar, jelas akan menjadi kekuatan udara yang sulit ditandingi di kawasan Timur Tengah.
Pasalnya kekuatan udara suatu negara jika diperkuat oleh jet-jet tempur canggih meskipun jumlahnya lebih sedikit akan memiliki keunggulan udara dibandingkan negara-negara yang memiliki lebih banyak pesawat tempur tapi secara teknologi sudah ketinggalan.(*)
Sumber : http://bangka.tribunnews.com/2017/06/26/demi-jadi-terkuat-di-eropa-dan-timteng-turki-kembangkan-jet-tempur-siluman-sendiri?page=3

Jenderal Benny Moerdani Bertemu Dua Sniper SAS Inggris yang Nyaris Menembaknya

Benny Moerdani
Benny Moerdani 

Ketika terjadi konfrontasi militer Indonesia-Malaysia (1964), tugas Benny Moerdani yang saat itu berpangkat Mayor adalah menyusup ke Kalimantan Utara.
Tugas itu merupakan misi militer yang sangat berat dan penuh risiko.
Setiap harinya Benny bersama tim kecil RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) berjalan kaki menyusuri hutan lebat selama berjam-jam untuk membuka jalur bagi pasukan induk AD yang nantinya bertugas menyerbu Malaysia.
JIka tidak sedang melewati hutan lebat, Benny dan timnya menyusuri sungai yang berada di wilayah Kalimantan Utara menggunakan perahu.
Baik misi penyusupan yang melewati wilayah daratan maupun sungai, Benny dan timnya selalu terancam oleh pasukan Inggris yang siap menghadang.
Selain menyiapkan sergapan pasukan Inggris yang rutin patroli juga kerap bertemu dengan gerilyawan dari Indonesia sehingga kontak senjata yang memakan korban jiwa tak bisa dihindari.
Ketika Benny dan timnya sedang bertugas menyusuri sungai sejumlah pasukan SAS Inggris ternyata sudah menunggu di seberang sungai dan berada di tempat ketinggian yang strategis.
Posisi Benny yang berada di perahu paling depan sudah masuk ke dalam jarak tembak sniper SAS dan senapan runduk pun siap dibidikkan.
Dari teropongnya sniper SAS bisa melihat sosok Benny secara jelas tapi jari yang telah menyentuh picu senjata masih diam.
Setelah sekian detik, picu senjata ternyata tak jadi ditarik dan senapan lainnya yang sudah siap tembak dan dibidikan secara akurat oleh semua personel SAS juga tidak menyalak.
Semua personel yang dipimpin Benny akhirnya lolos dari sergapan mematikan itu.
Pada tahun 1976 Benny berkunjung ke Inggris dan secara tak terduga ia dipertemukan dengan dua prajurit SAS yang dulu nyaris menembakknya.
Personel SAS yang pernah mengincarnya ternyata masih mengenali Benny yang secara fisik tidak berubah banyak.
Benny lalu bertanya kenapa personel SAS itu kenapa tak jadi menembaknya.
Salah seorang langsung menjawab, bahwa timnya harus menunggu dulu datangnya kapal perang Queen Elisabeth.
Jika saat itu Benny ditembak dan kemudian berlangsung baku tembak, kapal Queen Elisabeth bisa terganggu perjalanannya.
Namun, hingga semua tim Benny pergi, kapal Queen Elisabeth ternyata tidak jadi melintas.
Mendengar kisah prajurit SAS itu, Benny serta merta berkomentar, jika saat itu dirinya jadi ditembak, pasukan Inggris telah berhasil menembak mati prajurit dengan pangkat tertinggi dan bisa saja konfrontasi Indonesia-Malaysia berakhir secara lain.
Sumber : http://bangka.tribunnews.com/2017/06/27/jenderal-benny-moerdani-bertemu-dua-sniper-sas-inggris-yang-nyaris-menembaknya?page=2

Terancam Rudal Iskander Rusia, Swedia Ingin Ganti Semua Rudal Tua AS

Sistem rudal MIM-23 Hawk buatan Raytheon
Sistem rudal MIM-23 Hawk buatan Raytheon 

Swedia ingin mengganti semua sistem rudal pertahanan udara buatan Amerika Serikat (AS) yang sudah menua. Ancaman sistem rudal Iskander Rusia yang ditempatkan di Kaliningrad menjadi salah satu alasan Swedia akan melakukan perombakan sistem pertahanan udara secara besar-besaran.
Sistem rudal MIM-23 Hawk buatan Raytheon, AS, yang saat ini dioperasikan Resimen Pertahanan Udara militer Swedia, kemungkinan akan diganti pada tahun-tahun mendatang.
”Meskipun Anda dapat memodifikasi dan memperbaiki sistem lama, ada batas berapa umur yang bisa mereka optimalkan. Dalam hal ini, kita bisa setuju bahwa Hawk semakin tua,” kata kepala komunikasi Resimen Pertahanan Udara, Carl Sjostrand, kepada kantor berita Swedia, TT.
Menurutnya, sistem pertahanan udara Swedia harus mampu melindungi negara dari semua ancaman inbound, termasuk cakupan yang lebih dari sekadar pesawat musuh.
”Misalnya, ada rudal balistik, seperti rudal Iskander yang telah ditempatkan di Kaliningrad, sehingga menimbulkan ancaman potensial bagi Gotland dan Ibu Kota Swedia. Dalam kasus tersebut, sistem yang lebih baik dibutuhkan ketimbang Hawk, yang tidak memiliki kapasitas untuk melawan rudal (Rusia) tersebut,” lanjut Sjostrand, yang dikutip Senin (26/6/2017).
Rudal Iskander-M pertama kali diperkenalkan militer Rusia pada tahun 2013. Rudal berbahaya ini diklaim mampu menyerang sistem rudal, peluncur roket, artileri jarak jauh, dan pos komando, serta pesawat terbang dan helikopter dengan jarak tempuh hingga 500 kilometer.
Awal tahun lalu, militer Rusia memindahkan rudal Iskander ke Kaliningrad, wilayah terjepit di antara anggota Polandia dan Lithuania, dua negara NATO. Kementerian Pertahanan Rusia menjelaskan bahwa relokasi rudal tersebut diperlukan untuk melawan penumpukan militer NATO yang besar-besaran di perbatasan Rusia.
Dalam situasi seperti itu, militer Swedia merasa penting untuk memodernisasi persediaan senjata anti-pesawatnya. Rudal Patriot MIM-104 yang dirancang oleh Lockheed Martin dan Raytheon saat ini sedang dipertimbangkan sebagai pilihan pengganti sistem rudal yang sudah tua. Selain itu, sistem rudal jarak menengah buatan Prancis-Italia, SAMP/T, juga menjadi pilihan.
”Ini pasti akan menjadi salah satu sistem pertahanan yang lebih mahal, tapi tidak semahal Gripen,” kata Joakim Lewin, Manajer Program Angkatan Darat untuk Administrasi Material Pertahanan (FMV), mengacu pada pesawat jet tempur multirole JAS 39 Gripen yang diproduksi oleh Saab.
Sumber : https://international.sindonews.com/read/1216576/41/terancam-rudal-iskander-rusia-swedia-ingin-ganti-semua-rudal-tua-as-1498443610

Resolusi PBB Buka Jalan Militer AS Invasi Korut dalam Perang Korea

Invasi Korut dalam Perang Korea
Invasi Korut dalam Perang Korea 

Berselang dua hari setelah pasukan Korea Utara (Korut) menginvasi Korea Selatan (Korsel), Dewan Keamanan PBB mengesahkan resolusi yang diajukan oleh Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan invasi tersebut. Pengerahan tentara AS di konflik Korea adalah pengesahan pertama Dewan Keamanan PBB terkait penggunaan kekuatan militer.

Meski personel militer AS memiliki pangkalan di Korsel, tentara Korut tidak peduli dan terus melangkah maju. PBB dalam waktu singkat menerbitkan resolusi untuk gencatan senjata dan meminta agresi militer Korut diakhiri. Pyongyang mengabaikan resolusi tersebut karena dianggap ilegal.
Perwakilan AS untuk PBB, Warren Austin, mengajukan resolusi pengerahan militer pada 27 Juni 1950. Ia mencatat bahwa Korut sudah mengabaikan resolusi gencatan senjata sebelumnya dan Korsel bersedia untuk memberi bantuan.
Resolusi tersebut meminta seluruh anggota PBB memberikan bantuan ke Republik Korea (nama resmi Korsel) karena mereka dibutuhkan untuk menangkis serangan bersenjata serta mengembalikan perdamaian internasional dan keamanan di wilayah Semenanjung Korea.
Resolusi itu unggul 7 berbanding 1 dalam pemungutan suara. Hanya Yugoslavia yang menolak resolusi, sementara Mesir dan India abstain. Perwakilan Uni Soviet sempat memboikot pertemuan hingga perwakilan dari China diterima dalam rapat tersebut. Meski kedua negara berpaham komunis itu punya hak memveto resolusi, pilihan tersebut tidak dilakukan.
Resolusi PBB itu berarti setiap negara anggota dapat memberikan bantuan militer ke Korsel meski tidak jelas bagaimana aksi tersebut akan dikoordinasikan. Bagi AS, resolusi tersebut ssangat dibutuhkan sebagai dasar hukum melakukan intervensi militer.
Berselang tiga hari setelah disahkan, Presiden Harry Truman mengirimkan angkatan darat, laut, dan udara untuk melumpuhkan Korut. Aksi tersebut menjadi awal dari keterlibatan Negeri Paman Sam dalam Perang Korea yang berkecamuk hingga 1953.
Perang diakhiri dengan perjanjian gencatan senjata yang hasilnya membagi Semenanjung Korea menjadi dua, Utara dikuasai komunis yang didukung Uni Soviet dan China, Selatan yang dikuasai AS dan sekutu. Secara teknis kedua Korea masih dalam status perang hingga hari ini karena belum adanya kesepakatan damai untuk mengakhiri perang secara resmi.
Sumber : http://news.okezone.com/read/2017/06/25/18/1724474/historipedia-resolusi-pbb-buka-jalan-militer-as-invasi-korut-dalam-perang-korea

Kapal Induk AL Kerajaan Inggris HMS Queen Elizabeth Mulai Berlayar

HMS Queen Elizabeth
HMS Queen Elizabeth 

Kapal induk Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) dan kapal perang terbesar yang pernah dibangun untuk Inggris, HMS Queen Elizabeth (R08), berangkat dari galangan kapal Rosyth pada hari Senin (26/06) setelah delapan tahun masa konstruksi.
Sebagai yang pertama dari dua kapal di kelasnya, HMS Queen Elizabeth direncanakan akan melakukan dua tahun sea trial dimana leg pertama akan berlangsung di lepas pantai Skotlandia selama enam minggu ke depan.
Berlayar dari Rosyth menghadirkan tantangan untuk kapal berbobot 65.000 ton dan sepanjang 280 m itu, dengan hanya menyisakan jarak beberapa inchi pada jalan masuk pelabuhan.
Ketinggiannya yang tingginya 63 meter di atas permukaan air merupakan tantangan tambahan dan jembatan terakhir dari tiga jembatan Rosyth yang harus dilewati HMS Queen Elizabeth terlalu rendah. Sebagai solusi, para insinyur telah meletakkan tiangnya di atas kartrid baja yang menampung dua silinder hidrolik dan sistem hidrolik yang menurunkan struktur hingga sudut 77˚, sebelum mengangkatnya kembali ke tempatnya.
Tiang kapal sendiri tingginya 19 meter. Pada bagian bawah tiang terdapat adalah lampu navigasi, sedangkan bagian atas ditempatkan banyak antena radio dan komunikasi.
HMS Queen Elizabeth dijadwalkan diserahkan ke Royal Navy pada tahun 2019, menelan biaya investasi £ 6 miliar. Kapal tersebut mampu membawa 1.600 awak dan 36 pesawat jet tempur F-35B dan empat helikopter.

KAPA K-61 Rantis Amfibi Legendaris Korps Marirnir TNI AL

KAPA K-61 Rantis Amfibi
KAPA K-61 Rantis Amfibi 

Satu lagi yang legendaris dalam arsenal alutsista Korps Marinir TNI AL, yakni KAPA (Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri) K-61. Tak salah bila K-61 disebut legendaris, Si “Penyambung Lidah Operasi Amfibi” ini usianya sudah mendekati 60 tahun beroperasi di Indonesia, mendukung banyak operasi tempur dan berperan aktif dalam beberapa kali operasi kemanusiaan, seperti evakuasi saat terjadi bencana banjir. Bahkan, sasis K-61 digunakan sebagai platform untuk membangun prototipe ranpur APC amfibi Marinir.
Meski berusia lanjut, rantis (kendaraan taktis) KAPA K-61 masih sangat terawat baik, ditemani Kapten Mar. Imron dari Batalyon KAPA 2 Resimen Kavaleri 2 Korps Marinir, kami mendapat kesempatan istimewa untuk melihat langsung proses loading Howitzer LG-1 MKII 105 mm dari Batalyon Artileri Marinir 2.
KAPA K-61 punya peran utama untuk membawa senjata artileri dari kapal jenis LST (Landing Ship Tank) atau LPD (Landing Platorm Dock) hingga menuju area Howitzer steling di daratan. Bobot maksimal (termasuk payload) K-61 adalah 14.000 kg, dengan berat di air 9.550 Kg dan berat di darat 12.550 Kg. Seperti halnya ranpur/rantis peninggalan perang dingin, K-61 juga banyak dipakai oleh negara-negara sehabat Uni Soviet, di Asia Tenggara, Vietnam diketahui juga menggunakan K-61. Sosoknya kendaraan amfibi ini pertama kali terlihat pada tahun 1950, di negara asalnya K-61 juga disebut sebagai GPT. Selain bisa berenang di laut, K-61 juga cocok untuk mengarungi sungai. Untuk soal daya angkut, kapasitas angkutnya mencapai 3 ton saat melaju di darat, sedangkan bisa mengangkut hingga 5 ton saat melaju di air.
Untuk dapur pacu, saat berenang K-61 mengandalkan 2 buah propeller berukuran besar, dengan masing-masing propeller memiliki 3 bilah. Letak propeller ini berada di bawah ramp (pintu rampa). Dengan dua buah propeller ini, K-61 mampu melaju maksimum 8 - 10 Km per jam di air, kecepatan tentunya bergantung pada payload yang dibawa. Nah, bagaimana performanya saat di darat, K-61 bisa melaju hingga kecepatan maksimum 36 Km per jam dengan roda baja kecilnya.
Dapur pacu K-61 dipercayakan pada mesin diesel YaAZ-M204VKr 4 silinder dengan pendingin air. Kapasitas bahan bakarnya mencapai 260 liter, dan K-61 bisa menempuh jarak hingga 260 Km. Untuk menghadapi medan berat, K-61 bisa melahap rintangan vertikal 15 derajat. Dengan kapasitas bahan bakar 260 liter, K-61 dapat berlayar sampai 4 jam. KAPA K-61 kini tengah dimodernisasi menggunakan mesin diesel Detroit D453 Turbo, dengan tipe mesin ini kecepatan K-61 di permukaan maksimal menjadi 28 km per jam.
K-61 dengan dimensi 9,15 x 3,15 x 2,15 meter diawaki oleh tiga personel, yakni pengemudi, pembantu pengemudi, dan komandan kendaraan (danran). Di masa mendatang, ada rencana untuk mengganti K-61 dengan KAPA jenis baru, seperti KAPA RD MK1 yan mockup-nya ditampilkan PT Republik Defensino dalam ajang Indo Defence 2016. (Haryo Adjie)

Jet Tempur Israel Balas Tembakan Serang 2 Tank Suriah

Jet Tempur Israel
Jet Tempur Israel 

Pesawat jet tempur Angkatan Udara Israel (IAF) menyerang dua tank tentara Suriah setelah selusin proyektil spillover ditembakkan ke wilayah Israel, kemarin petang. Tembakan dari militer Damaskus itu diluncurkan dari Dataran Tinggi Golan di wilayah Suriah.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan, tidak ada korban akibat serangan dari wilayaah Suriah.
“Insiden tersebut merupakan pelanggaran kedaulatan Israel yang tidak dapat diterima,” kata IDF dalm sebuah pernyataan.”Pesawat IDF menargetkan asal peluncuran dan dua tank Suriah,” lanjut pernyataan itu, seperti dilansir Jerusalem Post, Minggu (25/6/2017).
Tentara Israel menginstruksikan petani dan warga sipil di dekat perbatasan Quneitra untuk menghindari ladang terbuka. IDF menegaskan, seraangan pesawat jet tempurnya sebagai pembalasan setelah kurang dari jam wilayah Israel diserang.
IDF menganggap pemerintah Damaskus yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad sebagai pihak yang bertanggung jawab atas selusin tembakan ke wilayah Israel.
Pasukan pemerintah Suriah mengatakan, serangan pesawat tempur Israel mengakibatkan korban sipil dan kerusakan material. Namun, menurut laporan kantor berita Suriah, SANA, tidak ada sasaran militer Suriah yang terkena oleh serangan Israel.
Israel secara ketat melindungi bagian barat Dataran Tinggi Golan, yang dicaplok dari Suriah selama Perang Enam Hari 1967. Namun, Suriah tidak mengakui perebutan wilayahnya oleh Israel dan hingga sekarang wilayah itu terus menjadi sengketa kedua negara.

Dua E-4B Nightwatch 'Pesawat Kiamat' AS Rusak Diterjang Angin Tornado

E-4B Nightwatch
E-4B Nightwatch 

Dua pesawat E-4B Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan sebutan “Doomsday Planes (Pesawat Kiamat)” rusak setelah diterjang angin tornado di pangkalan udara Nebraska.
Pesawat E-4B dijuluki sebagai “pesawat kiamat” karena dirancang untuk bertahan dari gelombang kejut elektromagnetik jika terjadi perang.
Dua angin tornado muncul memporak-porandakan pangkalan Angkatan Udara AS di Offutt, Nebraska, pekan lalu. Terjangan dua angin tornado terjadi setelah muncul hujan disertai badai.
Menurut seorang kapten Angkatan Udara AS, Mark Graff, seperti dikutip Stars and Stripes, semalam (24/6/2017), total ada sepuluh pesawat, termasuk dua pesawat E-4B Nightwatchers yang rusak.
Awalnya, juru bicara Angkatan Udara AS Kolonel Pat Ryder mengatakan, pesawat E-4B tidak terpengaruh oleh terjangan angin ganas itu. Menurutnya, E-4B adalah pesawat yang dalam keadaan siap permanen untuk lepas landas jika terjadi keadaan darurat sehingga tidak terpengaruh.
Tapi, pihak Angkatan Udara AS kepada AFP, Minggu (25/6/2017), mengonfirmasi bahwa dua pesawat E-4B memang rusak. ”Dua pesawat E-4B National Airborne Operations Center yang ditempatkan di Offutt AFB (Air Force Base) mengalami kerusakan akibat badai,” kata pihak Angkatan Udara AS.
Pesawat lain di Offutt, yang mengalami sedikit kerusakan adalah pesawat pengintai RC-135 dan enam lain. Namun, semuanya telah diperbaiki.

Rosoboronexport akan Ekspor Sistem Pertahanan Rudal S-400 ke India dan Tiongkok

Sistem Pertahanan Rudal S-400
Sistem Pertahanan Rudal S-400 

Rosoboronexport akan mengekspor sistem pertahanan anti-rudalnya S-400 Triumf hampir bersamaan kepada dua negara Asia yang bersaing, India dan Tiongkok.
Perusahaan Rusia Rosoboronexport mengharapkan untuk segera menandatangani kontrak dengan India mengenai pembelian sistem pertahanan rudal S-400, kata chief executive Alexander Mikheyev pada pameran Paris Air Show 2017 hari Rabu (21/06).
"Rosoboronexport sedang melakukan pekerjaan pra-kontrak dengan mitra dari India. Kami sedang membahas masalah teknis pengiriman, saya dapat meyakinkan Anda bahwa perusahaan kami dan pihak India akan segera menandatangani kontrak," kata Mikheyev kepada wartawan.
Sebuah kesepakatan antar pemerintah mengenai pembelian sistem anti-rudal http://radarmiliter.blogspot.com/dan anti-pesawat S-400 ke India ditandatangani oleh pemerintah Rusia dan India pada bulan Oktober 2016.
Mengenai Tiongkok, dia mengatakan, "Sistem Triumf S-400 akan dikirim ke Tiongkok sesuai dengan kontrak yang disepakati antara Rosoboronexport dan pihak Tiongkok."
Tiongkok telah menandatangani kontrak untuk membeli 5 unit sistem S-400 senilai sekitar US $ 3 miliar, sementara nilai kontrak dengan India untuk enam sistem hanya dapat diketahui setelah India dan Rusia menandatangani kontrak.
Sistem S-400 dirancang untuk menghancurkan pesawat terbang, rudal balistik dan rudal jelajah jarak menengah.

IAI Lakukan Uji Coba Operasional Sistem Artileri Jarak Jauh

 Uji Coba Operasional Sistem Senjata Long-Range Artillery
 Uji Coba Operasional Sistem Senjata Long-Range Artillery 

Israel Aerospace Industries (IAI) telah berhasil menyelesaikan uji coba operasional sistem senjata long-range artillery (LORA) dari platform peluncur yang diletakkan diatas kapal.
Sistem LORA terdiri dari rudal darat-ke-darat taktis jarak jauh, yang telah dikembangkan oleh divisi Malam IAI.
Wakil presiden eksekutif IAI Systems, Missiles & Space Group, dan general manager Boaz Levi mengatakan: "Ini adalah salah satu uji coba paling rumit yang kami lakukan selama beberapa tahun terakhir dan sebuah terobosan teknologi untuk operasi pengembangan rudal IAI."
Tes ini didasarkan pada prosedur operasional yang lengkap, termasuk penilaian manuver, kemampuan penyerangan, dan presisi sistem senjata tersebut.
Sistem senjata artileri LORA IAI memiliki berat sekitar 1.600 kg, dan ditujukan untuk skenario serangan dengan jangkauan 400km dengan presisi 10m atau lebih.
Versi darat rudal itu dipasang di kapal dan dikirim jauhke laut selama uji coba, sesuai dengan persyaratan keamanan yang relevan untuk tes semacam itu.
Rudal LORA diluncurkan dari sistem operasional yang dilengkapi dengan trailer komando dan peluncur darat, dan
kemudian menavigasi jalurnya dan berhasil mencapai sasaran yang dikehendaki.
Presiden dan CEO IAI Joseph Weiss mengatakan: "Percobaan ini telah menunjukkan kemampuan LORA yang canggih, sistem senjata yang dikembangkan oleh IAI.
"LORA melengkapi berbagai sistem rudal yang dikembangkan oleh IAI untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami."
IAI telah berhasil memenuhi semua tujuan dilakukannya uji coba untuk sistem senjata dan rudal tersebut.

Belarus Terima Batch Pertama Kendaraan Lapis Baja CS/VN3 dari Tiongkok

Kendaraan Lapis Baja CS/VN3
Kendaraan Lapis Baja CS/VN3 

Belarus telah menerima batch pertama kendaraan lapis baja CS/VN3 yang dihibahkan oleh pemerintah Tiongkok, sebagai mana dilaporkan oleh 42.tut.by.
Kendaraan lapis baja ringan beroda yang dihibahkan oleh pemerintah Tiongkok tersebut telah tiba di Bandara Nasional Minsk pada tanggal 20 Juni. CS/VN3C dapat membawa total 10 tentara termasuk supir, komandan, dan 8 tentara. Kendaraan lapis baja itu berbobot 8,7 ton dan memiliki all-welded steel hull yang memberikan perlindungan terhadap senjata ringan dan pecahan amunisi artileri.
Kendaraan ditenagai dengan mesin diesel turbo 245 hp yang dihubungkan ke transmisi mekanis. Kendaraan ini bisa melaju dengan kecepatan maksimal 100 km/jam dengan jarak jelajah maksimum 800 km.
Mesin dan transmisi berada di bagian depan kendaraan. Kendaraan ini dilengkapi dengan suspensi independen dan braket dengan double horizontal arms. Pengemudi duduk di sisi kiri depan dan komandan di sebelah kanannya. Satu pintu tersedia di setiap sisi hull dan satu lagi di belakang.
CS/VN3 dapat dipasangi turret pada atap, dipersenjatai dengan senapan mesin 7,62 mm. Selain itu, peluncur granat asap bisa dipasang pada turret.

Korea Selatan Akan Bangun Pabrik Komponen Mesin Pesawat Terbang di Vietnam

Hanwha Techwin Korea Selatan
Hanwha Techwin Korea Selatan 

Hanwha Techwin Korea Selatan telah memilih sekitar 100.000 meter persegi lahan di dekat Hanoi, Vietnam untuk membangun pabrik untuk memproduksi bagian-bagian mesin pesawat terbang dan meminta persetujuan investasinya dari pemerintah Vietnam. Jika disetujui, perusahaan tersebut akan memulai pembangunan pabrik pada bulan Agustus dan mengoperasikan pabrik tersebut mulai pada paruh kedua tahun 2018. Luas pabrik tersebut sekitar 60.000㎡, yang sekitar delapan kali ukuran lapangan sepak bola.
Hanwha Techwin berencana untuk memperluas penjualan komponen pesawat sipil sampai sekitar 1 triliun won (US $ 900 juta), yang merupakan tingkat teratas di industri pembuatan suku cadang pesawat, pada tahun 2025 dengan memperluas kapasitas produksi komponen mesinnya melalui pendirian pabrik diluar negeri.
Hanwha Techwin mengembangkan volume bisnis suku cadang mesinnya dengan memenangkan pesanan komponen skala besar dari produsen mesin kelas dunia seperti GE, Pratt & Whitney (P & W) dan Rolls-Royce.
Karenanya, Hanwha Techwin memilih Vietnam sebagai basis produksi dengan lingkungan logistik yang bagus dan daya saing biaya tinggi di antara banyak daerah kandidat dengan secara strategis mempelajari kelayakan sebuah rencana untuk pendirian pabrik manufaktur komponen luar negeri,
"Pembuat komponen mesin pesawat seperti Dynamic Precision, Barns dan Magellan juga memperluas kapasitas produksinya dengan membangun pabrik manufaktur di dalam dan luar negeri," kata seorang pejabat Hanwha Techwin. "Ke depan, berdasarkan kemampuan teknologinya, Changwon Factory akan berfungsi sebagai basis produksi untuk produk bernilai tambah tinggi, memberikan dukungan teknis ke pabrik di Vietnam. Basis di Vietnam akan bertanggung jawab atas produksi produk yang membutuhkan daya saing harga dengan memanfaatkan kemampuan teknologi dan kemampuan Changwon Factory yang superior. "

Panglima TNI Dampingi Menlu RI Hadiri Trilateral Meeting Penanggulangan Terorisme

Trilateral Meeting Penanggulangan Terorisme
Trilateral Meeting Penanggulangan Terorisme 

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mendampingi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi sekaligus menghadiri acara Trilateral Meeting / Pertemuan Trilateral dengan Filipina dan Malaysia, dalam rangka membahas perkembangan situasi pasca serangan kelompok teroris di Marawi serta menyepakati upaya kolektif ketiga negara dalam menanggulangi terorisme di kawasan, bertempat di Conrad Hotel, Manila, Filipina, Kamis (22/06/17).
Dalam pertemuan yang diselenggarakan di Manila-Filipina tersebut, Menlu RI Retno Marsudi juga didampingi oleh Kepala Kepolisian RI Jenderal Pol Tito Karnavian dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius. Pertemuan Trilateral dihadiri pula oleh Menlu Filipina Alan Peter Schramm Cayetano dan Menlu Malaysia Dato Sri Anifah Aman.
Usai mengikuti Trilateral Meeting, Menlu RI Retno Marsudi di hadapan awak media menyampaikan bahwa, pertemuan tersebut menghasilkan Pernyataan Bersama Ketiga Menteri Luar Negeri, antara lain berisi keprihatinan bersama terhadap insiden terorisme dan kekerasan ektrimisme yang baru-baru ini terjadi di Filipina, penegasan kembali komitmen bersama untuk menangani terorisme dan kejahatan lintas negara lainnya yang dapat mengancam stabilitas di kawasan, serta kesepakatan untuk menyusun Rencana Aksi Bersama guna menangani permasalahan tersebut.
“Pada pertemuan tersebut, Filipina menyampaikan perkembangan situasi yang ada di Marawi saat ini, kemudian masing-masing pihak tiga negara juga menyampaikan mengenai masalah situasi di dalam negerinya. Ancaman-ancaman, dalam hal ini masalah kelompok-kelompok radikalisme dan terorisme dan yang paling penting adalah bagaimana ketiga negara ini mengembangkan kerja sama Trilateral,” ujar Retno Marsudi.
Lebih lanjut Menlu RI Retno Marsudi mengatakan bahwa, kerjasama Trilateral yang akan dilakukan oleh tiga negara seperti apa yang ada dalam joint statement, ada beberapa bidang yang akan di-kerjasama-kan oleh tiga negara dan kerjasama tersebut akan didetailkan dalam bentuk plan of action yang akan dibahas tingkat Senior Official Meeting (SOM).
“SOM akan bertemu secepat mungkin untuk mendetailkan bidang-bidang kerjasama yang akan dilakukan oleh tiga negara. SOM akan bersidang atau bertemu di Indonesia, waktunya akan ditentukan secepat mungkin dan setelah itu akan ada pertemuan di tingkat menteri pada bulan Oktober dan Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam pertemuan tersebut,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, SOP Patroli Laut Bersama Indonesia-Filipina-Malaysia yang ditandatangani di Tarakan pada 19 Juni 2017 dapat menciptakan fondasi yang kuat bagi upaya bersama menanggulangi terorisme di kawasan perbatasan ketiga negara.
“Saya sudah berbicara dengan Pangab Filipina dan Malaysia terkait Forum Intelijen Bersama yang akan dilaksanakan setiap bulan, intinya selalu mengupdate pertukaran informasi intelijen terkait dengan perkembangan-perkembangan, khususnya perkembangan teroris yang di Marawi. Dan ini akan dilanjutkan dengan latihan-latihan tiga Angkatan Bersenjata Trilateral dan Pasukan Khusus, sehingga kita punya perspektif yang cepat,” tutur Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada saat peresmian Maritime Command Center (MMC) di Markas Komando Lantamal XIII Tarakan, Kalimatan Utara, Senin (19/06/17), juga mengatakan bahwa, betapa pentingnya kerja sama dan perjanjian Trilateral yang dilakukan oleh Indonesia, Malaysia dan Filipina.
“Dengan adanya kerja sama Trilateral itu akan mempermudah tukar menukar informasi dan lain-lain, karena kecepatan dan ketepatan informasi sangat diperlukan untuk langkah antisipasi sejak dini, termasuk data kemungkinan pelarian yang menyamar sebagai pengungsi yang keluar dari Marawi,” ujarnya.
Sementara itu, menjawab pertanyaan wartawan di Manado terkait apakah wacana untuk pasukan TNI menggempur basis ISIS?., Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan ‘tidak ada, tidak ada’.
“Kepolisian Indonesia bersama TNI sudah menebalkan pulau-pulau yang menghubungkan dari daerah Marawi sampai ke Bitung, Morotai dan Tarakan, kemudian juga Patroli Angkatan Laut dan Angkatan Udara bersama-sama juga dengan Kepolisian. Ini yang kita dilakukan,” katanya.

Radar Acak